You are on page 1of 2

Batu Ginjal Pada Anak

BY OBATGINJAL AUGUST 10, 2015


Batu Ginjal Pada Anak Penyakit batu ginjal tak hanya menyerang orang dewasa,
Namun anak-anak juga bisa mengalaminya meskipun penyebabnya berbeda. dr
Johanes Soelistyo, SpU dari Urology Centre RS Siloam Kebon Jeruk mengatakan
pada orang dewasa, batu ginjal bisa disebabkan karena berbagai hal dari makanan,
kurang minum hingga infeksi menjadi penyebab paling umum.

Namun pada anak-anak, batu ginjal biasanya disebabkan oleh adanya kondisi
gangguan bawaan anak sejak lahir. misalnya metabolisme terganggu jadi dia kurang
bisa menyerap kalsium sehingga kalsiumnya mengedap dan jadi batu ginjal. Contoh
gangguan bawaan lainnya adalah penyempitan saluran kencing, ketika saluran
kencing sempit seringkali kencing anak tidak tuntas dan masih bersisa di dalam
saluran kencingnya, Hal ini memicu pengendapan urine dan sering pula mengundang
infeksi.
Baca juga : Obat Penyakit Ginjal
Meski begitu dr Charles mengatakan infeksi saluran kencing pada anak sering
terlambat batu ginjal yang berupa nyeri pinggang ataupun kencing berdarah dan
berwarna keruh. kalau anak yang kelihatan demamnya, tapi kan orang tua selalu
langsung bawa ke dokter anak dulu, dikasi obat, hilang, muncul lagi beberapa hari
kemudian. Ketika dokternya minta periksa air seni baru ternyata ada infeksi, berdarag,
nah baru ketauan kalau ada batu ginjal. Soal jumlah kasus batu ginjal pada amal dr
Charles mengaku tidak tahu, Namun yang jelas ia pernah menangani kasus batu ginjal
pada anak usia 8 dan 10 tahun.
Memiliki iklim panas dan terletak di daerah tropis membuat masyarakat indonesia
rentan terserang penyakit ginjal dan salah satunya penyakit batu ginjal. dr Charles
mengatakan wilayah indonesia termasuk dalam stone belt yakni wilayah yang
memiliki risiko tinggi terserang batu ginjal. Selain indonesia, negara-negara lain
seperti india, arab saudi hingga australia bagian utara termasuk juga dlaam stone belt.
Karena faktor iklim cuaca panas sehingga produksi keringat lebih banya, tapi tidak
dibarengi dengan asupan air yang cukup sehingga tanpa disadari tubuh sering
mengalami dehidrasi yang menyebabkan batu ginjal. Dijelaskan dr Marto bahwa
dehidrasi menyebabkan proses pembuatan urine terganggu, kurangnya cairan dlam
tubuh membuat urine menjadi lebih mudah mengental dan akhirnya mengedap
menjadi batu.
Hal ini berbeda dengan Eropa yang cuacanya lebih dingin sehingga kemungkinan
orang untuk mengalami dehidrasi menjadi lebih rendah, dr Wempy Subit juga dari
Urology Centre RS Siloam kebon jeruk mengatakan pada masyarakat stone belt risiko
batu ginjal memang tinggi. Kalu di erofa 1 dari 10 orang mengidap batu ginjal,
Sementara di daerah asia terutama asia selatan, arab, india termasuk indonesia lebih
tinggi 2 dari 10 orang memiliki risiko mengidap batu ginjal.
Selain cuaca panas faktor risiko lainnya adalah menu makanan indonesia yang tinggi
kandungan asam uratnya, Makanan seperti emping, singkong, jeroan, seafood dan
lainnya membuat pengendapan kristal menjadi lebih mudah. Untuk itu dr Marto
mengatakan masyarakat harus lebih waspadai jika tak ditangani dengan baik batu
ginjal akan menjadi slah satu masalah kesehatan masyarakat yang nantinya dapat
membebani keuangan. Dengan mencegahnya bukan asal minum banyak air tapi
banyak minum air putih sesuai kebutuhannya yakni sekita 1,5 hingga 2 liter perhari.

http://obatginjal.my.id/batu-ginjal-pada-anak.html