You are on page 1of 9

MANAJEMEN

Sejarah dan Teori Manajemen

Oleh

Kelompok IV:

Dian Novitasari (10 / 1707511138)

Putu Ayu Risma Aristyana (18 / 1707511148)

Elisa Florencia (22 / 1707511152)

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana Teori Organisasi Klasik?
b. Bagaimana Aliran Hubungan Manusiawi?
c. Bagaimana Aliran Manajemen Modern?
d. Bagaimana Perkembangan Teori Manajemen di masa Mendatang?
1.3 Tujuan
a. Memahami dan mengetahui Teori Organisasi Klasik.
b. Memahami dan mengetahui Aliran Hubungan Manusiawi.
c. Memahami dan mengetahui Aliran Manajemen Modern.
d. Memahami dan mengetahui Perkembangan Manajemen di masa Mekarang.

2
PEMBAHASAN
Teori Organisasi Klasik

Henry Fayol (1841-1925), seorang industrialis Perancis, mengemukakan teori dan teknik-
teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks dalam
bukunya yang terkenal, Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan umum).
Dalam teori administrasinya, Fayol merinci manajemen menjadi lima unsur yaitu, perencanaan,
pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.
Fayol membagi operasi-operasi perusahaan menjadi enam kegiatan, yang semuanya saling
tergantung satu dengan yang lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
(1) Teknik - produksi dan manufacturing produk,
(2) Komersial - pembelian bahan baku dan penjualan produk,
(3) Keuangan (financial) - perolehan dan penggunaan modal,
(4) Keamanan - perlindungan karyawan dan kekayaan,
(5) Akuntansi - pelaporan dan pencatatan biaya, laba dan hutang, pembuatan neraca, dan
pengumpulan data statistik, dan
(6) Manajerial.

Disamping itu Fayol juga mengemukakan empat belas prinsip-prinsip manajemen yang
secara ringkas adalah sebagai berikut:
1. Pembagian kerja - adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja.
2. Wewenang - hak untukmemberi perintah dan dipatuhi.
3. Disiplin - harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan-tujuan
organisasi.
4. Kesatuan perintah - setiap karyawan hanya menerima instruksitentang kegiatan tertentu
dari hanya seorang atasan.
5. Kesatuan pengarahan - operasai-operasi dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang
sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana.
6. Meletakan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum.
7. Balas jasa - kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi
karyawan maupun pemilik.
8. Sentralisasi.
9. Rantai skalar.
10. Order - bahan-bahan (Material).
11. Keadilan.
12. Stabilitas staf organisasi.
3
13. Inisiatif.
14. Esprit de corps (semangat korps).

James D Mooney, menurutnya untuk merancang organisasi perlu diperhatikan empat kaidah
dasar, yaitu (1) Koordinasi - syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang, saling melayani,
doktrin dan disiplin, (2) Prinsip skalar, (3) Prinsip fungsional, (4) Prinsip staf.
Mary Parker Follett (1868-1933), Follett adalah seorang ahli ilmu pengetahuan sosial
pertama yang menerapkan psikologi pada perusahaan, industri dan pemerintah. Follett memberikan
sumbangan besar pada manajemen yaitu tentang (1) Kreativitas, (2) Kerjasama antara manajer dan
bawahan, (3) Koordinasi dan pemecahan konflik.
Chaster I. Barnard (1886-1961), adalah presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey.
Dia memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi
utama manajemen menurut pandangan Barnard, adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber
daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Barnard juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang. Menurut teorinya, bawahan
akan menerima perintah hanya bila mereka memahami dan mampu serta berkeinginan untuk
menuruti atasan. Selain itu, Barnard juga pelopor dalam penggunaan system untuk pengelolaan
organisasi.

Aliran Hubungan Manusiawi


Aliran hubungan manusiawi (prilaku manusia atau neoklasik) muncul karena ketidakpuasan
bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan
keharmonisan kerja. Beberapa ahli mencoba melengkapi teori organisasi klasik dengan pandangan
sosiologi dan psikologi.
Hugo Munsterberg (18631916). Sebagai pencetus psikologi industri, Hugo sering disebut
sebagai "Bapak psikologi Industri". Dalam bukunya, Physchology and Industrial Efficiency, dia
mengemukakan bahwa untuk mencapai peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan tiga cara,
yaitu:
(1) Penemuan Best Possible Person,
(2) Penciptaan Best Possible Work, dan
(3) Penggunaan Best Bossible Effect untuk memotivasi karyawan.

Elton Mayo (18801949) mengadakan suatu percobaan untuk menemukan bahwa kelompok
kerja informal - lingkungan social karyawan - juga mempunyai pengaruh besar pada produktivitas,
kemudian konsep mahluk sosial - dimotivasi oleh kebutuhan sosial, keinginan akan hubungan

4
timbal balik dalam pekerjaan, dan lebih responsif terhadap dorongan kelompok kerja pengawasan
manajemen - telah menggantikan konsep mahluk rasional yang dimotivasi oleh kebutuhan-
kebutuhan fisik manusia.
Hubungan manusiawi sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan cara
dimana manajer berinteraksi dengan bawahannya. Bila manajemen personalia mendorong lebih
banyak dan lebih baik dalam kerja, hubungan manusiawi dalam organisasi adalah baik. Bila moral
dan efisiensi memburuk hubungan manusiawi dalam organisasi adalah buruk. Untuk menciptakan
hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang
mereka lakukan dan faktor-faktor sosial dan psikologi apa yang memotivasi mereka.
Keterbatasan dari teori hubungan manusiawi ini adalah bahwasanya konsep makhluk sosial
tidaklah menggambarkan secara lengkap individu-individu di tempat kerjanya. Perbaikan kondisi
kerja dan kepuasan kerja tidak menghasilkan perubahan produktivitas yang mencolok. Lingkungan
sosial tempat kerja bukanlah satu-satunya tempat pekerja saling berinteraksi dengan unit lain di luar
tempat kerja. Kelompok yang diteliti mengubah perilakunya karena merasa kelompoknya menjadi
objek dan subjek penelitian.

Aliran Manajemen Modern


Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama
merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku
organisasi, dan yang lain di bangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal dengan aliran kuantitatif.
1. Perilaku Organisasi
Prinsip-prinsip dasar Perilaku Organisasi yaitu; produksi, pengembangan strategi
produk, perencanaan program pengembangan sumber daya manusia, penjagaan tingkat
persediaan yang optimal dan sebagainya. Penggunaan teknik-teknik untuk pemecahan
masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu manajer dalam
kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengawasan.
Tokoh-tokoh yang memberikan pandangannya dalam perilaku organisasi seperti,
Abraham Maslow, Daouglas McGregor, Frederick Herzberg, dkk. Menyimpilkan
sebagai berikut:
a. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat.
b. Manajemen harus sitematik.
c. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk
pengawasan harus sesuai dengan situasi.
d. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan
organisasi sangat dibutuhkan.

5
Sebagai tambahan beberaopa gagasan yang lebih khusus dari berbagai riset perilaku
adalah:
a. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian
tujuan organisasi.
b. Manajer masa kini harus diberi pelatihan dan pemahaman konsep-konsep
manajemen.
c. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangkan kesempatan bagi
karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan mereka.
d. Komitmen dapat dikembangkan melalui partisipasi dan keterlibatan para
karyawan.
e. Pekerjaan setiap karyawan harus disusun.
f. Pola-pola pengawasan dan manajemen pengawasan harus dibangun atas dasar
pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan dan reaksi mereka
terhadap pekerjaan.
2. Aliran Kuantitatif
Aliran kuantitatif digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal,
manajemen aliran kas, scheduling produksi, pengembangan strategi produk,
perencanaan program pengembangan sumber daya manusia, penjagaan tingkat
persediaan yang optimal dan sebagainya. Langkah-langkah pendekatan aliran kuantitatif
adalah sebagai berikut:
a. Perumusan masalah.
b. Penyusunan suatu model matematis.
c. Mendapatkan penyelesaian dari model.
d. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model.
e. Penetapanpengawasan atas hasil-hasil.
f. Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.

6
Perkembangan Teori Manajemen Di Masa Mendatang
Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya dimasa
mandatang, yaitu:
1. Dominan (paling berguna).
Dimana salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
2. Divergence (jalurnya sendiri).
Dimana setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri.
3. Convergence ( batasan-batasan).
Dimana aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka
cenderung kabur.
4. Sintesa (berintegrasi).
Dimana masing-masing aliran berintegerasi.
5. Proliferation.
Dimana ada kemunkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

Waren Haynes dan Joseph L. Massie dalam bukunya Management Analysis: Concept and
Cases, membedakan enam aliran teori manajemen, yaitu:
1. Aliran Akuntansi Manajerial
2. Aliran Ekonomi Manajerial
3. Aliran Thesis Organisasi
4. Aliran Hubungan Manusiawi dan Perilaku Manusia
5. Aliran Kuantitatif (Matematika dan Statistika)
6. Aliran Teknik Industri
Namun, bagaimanapun juga, pendekatan-pendekatan baru tersebut tampak belum menjadi
suatu aliran baru, hanya lebih merupakan pembicaraan khusus dari serangkaian masalah.

7
KESIMPULAN

8
DAFTAR REFERENSI

Handoko, T. Hani. 2012. Manajemen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.


Marwan, Faiz. 2013. Perkembangan Teori Manajemen. Dikutip dari: http://faiz-
marwan.blogspot.co.id/2013/09/perkembangan-teori-manajemen.html (25 September 2017).