You are on page 1of 2

Nama : M.

Sarif Darmansyah
NIM : 1403051
READING JOURNAL

1. Judul
Kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya lahar dingin gunung merapi.
2. Penulis
Ramanditya Wimbardana dan Saut A H Sagala
3. Nama Jurnal
4. Screening(penyaringan)
Masyarakat di lereng gunung merapi, lahar dingin, bahaya yang muncul, tindakan
tanggap bencana, evakuasi.
Mengapa penelitian dilakukan?
Lahar dingin merupakan material yang muncul ketika sebuah gunung yang aktif
sedang meletus. Hal ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan lingkungan,
kerusakan sarana-prasarana, lumpuhnya kegiatan masyarakat, kerugian ekonomi dan
kekacauan.
- Populasi :
244 Kepala Keluarga
- Intervensi :
Mensosialisasi/mengedukasi tentang bahaya bencana lahar dingin, membuat jalur
evakuasi, melakukan pembagian job disk, membuat rencana tanggap darurat keluarga,
menyiapkan sekumpulan alat kesiapsiagaan dan mendaftakan anggota keluarga serta
propertinya ke asuransi.
- Control :

- Outcome :
Menjelaskan karakterisktik responden, pengetahuan dan pengalaman terkait lahar
dingin, pencarian informasi tentang bahaya, kewaspadaan ancaman bahaya lahar
dingin, kepercayaan terhadap kemampuan menghadapi lahar dingin, dan tindakan
kesiapsiagaan rumah tangga terhadap bahaya lahar dingin.
5. Keabsahan
- Tujuan penelitian :
Untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya lahar dingin
gunung merapi dimasa depan.
- Tinjauan pustaka :
Bahaya gunung berapi yang terjadi diluar periode erupsi akan mengancam
masyarakat yang tinggal di lereng gunung, karena waktu terjadinya tidak dapat
diprediksi. Lahar dingin menjadi bahaya pada saat besarnya volume material yang
terbawa air mengalir di sungai yang berhulu di gunug api dan menerjang pemukiman
dan infrastruktur di wilayah hilir (Wood and Soulard, 2009).
- Jenis penelitian yang digunakan
pendekatan statistik dengan analisis deskriptif
6. Clinical importance
- Manfaat penelitian
Masyarakat di lereng gunung merapi mampu mengetahui dan mengantisipasi
terjadinya lahar dingin dari gunung merapi.
- Kesimpulan penelitian
Masyarakat di lereng gunung merapi maupun di bantaran sungai kali putih dapat siap
siaga tentang ancaman bahaya lahar dingin. Mereka sudah mengetahui secara jelas
tentang hal ini, namun mereka tidak paham bahwasannya wilayah yang mereka
tempati adalah daerah yang rawan bencana lahar dingin. Karena informasi pemetaan
KRB gunung merapi belum diterima oleh masyarakat dengan baik. Perlu
dioptimalkan kembali agar masyarakat paham betul tentang pemetaan KRB dengan
edukasi, pelatihan dan perlindungan terhadap harta benda serta jalur evakuasi yang
dapat diambil ketika terjadi lahar dingin.