You are on page 1of 9

ARTIKEL MENGENAI PERAN ILMU KIMIA

TERHADAP ILMU FARMASI

ANGGOTA KELOMPOK 1
1. ANDREW TALAKUA
2. ANGELY LOKOLO
3. ELSYE VAN HARLING
4. DALLON MANUHUWA
5. YULINDA UNAWEKLA
6. APRILIANI ALIANSYAH
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Farmasi merupakan suatu profesi kesehatan yang berhubungan dengan pembuatan
bahan alam ataupun sintetik menjadi suatu produk yang cocok dan enak dipakai untuk
mencegah, mendiagnosa, atau pengobatan penyakit dan distribusi dari suatu produk yang
berkhasiat obat.

Kimia farmasi bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan kimia dari bahan obat-
obat. Khusus untuk bahan obat-obat yang berasal dari alam dipelajari dalam ilmu
farmakognosi dan fitokimia, sehingga dalam ilmu kimia farmasi umumnya dipelajari
bahan obat-obat yang berasal dari bahan sintetik. Proses mengenal sifat-sifat fisika dan
kimia bahan obat ini disebut dengan identifikasi atau sering juga disebut analisa,
sehingga ilmu kimia farmasi lebih cenderung disebut dengan ilmu kimia farmasi analisa
atau kimia analisa farmasi. Secara garis besar, analisa farmasi dibagi menjadi 2 bagian
yaitu analisa farmasi kualitatif dan analisa farmasi kuantitatif.
Analisa farmasi kualitatif ini meliputi analisa secara: Fisika Identifikasi secara
organoleptis (bentuk, warna, bau, rasa dan lainnya), kelarutan, tetapan fisika (titik lebur,
titik beku, titik didih, berat jenis, viskositas, dan lainnya), mikroskopis (melihat partikel
obat menggunakan mikroskop).
Analisa farmasi kuantitatif ini meliputi analisa secara: Gravimetri Analisa dengan cara
memisahkan senyawa atau campuran menjadi unsur tertentu dalam bentuk murni dan
dihitung jumlah/kadar zat yang akan diperiksa berdasarkan penimbangan/ berat.
Volumetri Yaitu analisa kadar suatu unsur/senyawa kimia dalam suatu larutan yang
berasal dari bahan obat/obat dengan cara direaksikan dengan zat lain yang
kadar/konsentrasinya telah diketahui.
Sistematika kimia
Sistematika penulisan makalah, penulis menggunakan metode library search dimana
penulis menggunakan internet untuk mencari informasi tentang pengertian kimia, cabang
ilmu kimia, pengertian farmasi, pengertian kimia farmasi, ilmu kimia yang berhubungan
dengan kimia farmasi, tujuan kimia farmasi, dan peranan kimia organik dalam kesehatan.

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Kimia
Semua materi normal terdiri dari atom atau Kimia (dari bahasa Arab: ,
transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: , transliterasi:
khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau
materi skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi
mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari
pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan
pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi
umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan
oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.
Kimia sering disebut sebagai ilmu andryan karena menghubungkan berbagai ilmu lain,
seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika,
dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan
konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan
penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Perkawinan antar satu ilmu dengan ilmu yang lain tidak terbendung lagi. Satu masalah
tidak dapat diselesaikan secara tuntas hanya dengan menggunakan satu pendekatan suatu
cabang ilmu saja. Pemecahan masalah dengan pendekan mutidisiplin menjadi sebuah
kebutuhan. Pada dasarnya seorang pakar hanya kompeten di bidang yang digelutinya,
sehingga akan sangat bermanfaat jika para pakar berbagai bidang menyatukan tekat untuk
saling mengisi dan melengkapi kepakarannya dengan memasukkan tinjauan dan analisis
oleh pakar lain dalam menyelesaikan masalah.

Cabang Ilmu Kimia


Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang
antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.Lima Cabang Utama:
1. Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang
susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar
dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari
kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
2. Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi
dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti
dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi
molekular, fisiologi, dan genetika.
3. Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara
bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih,
khususnya dalam bidang kimia organologam.
4. Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa
organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan
rantai karbon.
5. Kimia fisik mengkaji dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya energitika dan
dinamika sistem dan proses tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini
diantaranya termodinamika kimia,kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika, dan
spektroskopi.
Cabang cabang Ilmu Kimia yang merupakan tumpang-tindih satu atau lebih lima
cabang utama:
1. Kimia Material menyangkut bagaimana menyiapkan, mengkarakterisasi, dan
memahami cara kerja suatu bahan dengan kegunaan praktis.
2. Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam
matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan mekanika kuantum dalam kimia
disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia II, perkembangan komputer telah
memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi, yang merupakan seni
pengembangan dan penerapan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan
kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen)
dengan fisika benda kondensi dan fisika molekular.
3. Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti.
Transmutasi modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan tabel nuklida
merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.
4. Kimia Organik Bahan Alam mempelajari senyawa organik yang disintesis secara alami
oleh alam, khususnya makhluk hidup.
5. Bidang lain antara lain adalah astrokimia, biologi molekular, elektrokimia, farmakologi,
fitokimia, fotokimia, genetika, molekular, geokimia, ilmu bahan, kimia aliran, kimia
atmosfer, kimia benda padat,kimia hijau, kimia inti, kimia medisinal, kimia komputasi,
kimia lingkungan, kimia organologam, kimia permukaan, kimia polimer, kimia
supramolekular, nanoteknologi, petrokimia, sejarah kimia, sonokimia, teknik kimia,
serta termokimia.
PENGERTIAN FARMASI
Farmasi (bahasa Inggris: pharmacy, bahasa Yunani: pharmacon, yang berarti: obat)
merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu
kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan
keamanan penggunaan obat. Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi
tradisional seperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi
modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien (patient care) di antaranya
layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan
informasi obat. Kata farmasi berasal dari kata farma (pharma). Farma merupakan istilah
yang dipakai pada tahun 1400 - 1600an. Institusi farmasi Eropa pertama kali berdiri di
Trier, Jerman, pada tahun 1241 dan tetap eksis sampai dengan sekarang.
Farmasis (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi.
Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti
badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisional,
apotek, dan di berbagai sarana kesehatan.

Pengertian Kimia Farmasi


Kimia Farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang analisis kuantitatif dan kualitatif
senyawa-senyawa kimia, baik dari golongan organik (alifatik, aromatik, alisiklik,
heterosiklik) maupun anorganik yang berhubungan dengan khasiat dan penggunaannya
sebagai obat.
Ilmu Kimia yang Berhubungan dengan Kimia Farmasi
Ilmu kimia yang berhubungan dengan kimia farmasi adalah kimia dasar. Kimia dasar
yaitu berasal dari bahasa Arab kimiya merupakan perubahan benda/zat atau bahasa
Yunani khemeia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat
zat atau materi skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta
interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Dan ilmu kimia
dapat membantu dalam proses pembuatan obat-obatan pada ilmu farmasi ini sangat
berkaitan.
Tujuan Kimia Farmasi
Kimia farmasi bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan kimia dari bahan
obat/obat. Khusus untuk bahan obat/obat yang berasal dari alam dipelajari dalam ilmu
farmakognosi dan fitokimia, sehingga dalam ilmu kimia farmasi umumnya dipelajari
bahan obat/obat yang berasal dari bahan sintetik. Proses mengenal sifat-sifat fisika dan
kimia bahan obat ini disebut dengan identifikasi atau sering juga disebut analisa,
sehingga ilmu kimia farmasi lebih cenderung disebut dengan ilmu kimia farmasi analisa
atau kimia analisa farmasi. Secara garis besar, analisa farmasi dibagi menjadi:
1. Analisa farmasi kualitatif ini meliputi analisa secara: Fisika Identifikasi secara
organoleptis (bentuk, warna, bau, rasa dan lainnya), kelarutan, tetapan fisika (titik
lebur, titik beku, titik didih, berat jenis, viskositas, dan lainnya), mikroskopis
(melihat partikel obat menggunakan mikroskop). Kimia Analisa dengan
menambahkan zat-zat kimia ke dalam bahan obat/obat yang diperiksa sehingga
menimbulkan reaksi-reaksi tertentu yang dapat diidentifikasi secara kasat mata
seperti terbentuknya endapan, warna, bau dan lainnya. Mikroskopis Analisa ini
adalah dengan melihat partikel dari unsur/senyawa yang terkandung dalam bahan
obat/obat. Dapat dilihat langsung menggunakan mikroskop, atau direaksikan
terlebih dahulu dengan zat kimia tertentu kemudian dilihat menggunakan
mikroskop. Instrumental Yaitu analisa/penentuan jenis suatu unsur/senyawa dari
suatu bahan obat menggunakan instrumen/alat yang kompleks/modern seperti
spektrofotometer, kromatografi, Atomic Absorbans Spektrofotometri (AAS), dan
lainnya.
2. Analisa farmasi kuantitatif ini meliputi analisa secara: Gravimetri Analisa dengan
cara memisahkan senyawa atau campuran menjadi unsur tertentu dalam bentuk
murni dan dihitung jumlah/kadar zat yang akan diperiksa berdasarkan
penimbangan/ berat. Volumetri Yaitu analisa kadar suatu unsur/senyawa kimia
dalam suatu larutan yang berasal dari bahan obat/obat dengan cara direaksikan
dengan zat lain yang kadar/konsentrasinya telah diketahui. Instrumental Yaitu
analisa jumlah/kadar suatu unsur/senyawa dari suatu bahan obat menggunakan
instrumen/alat yang kompleks/modern seperti spektrofotometer, kromatografi,
dan lainnya.

Kesimpulan
Hubungan antara kimia dengan kimia farmasi sangat berhubungan karena dapat
membantu dalam proses pembuatan obat-obatan dan ilmu kimia, yang mempunyai
tanggung-jawab memastikan efektiv
itas dan keamanan penggunaan obat. mendukung dalam penelitian klinis menggunakan
teknik-teknik kimia.
Saran
Sebaiknya dalam mempelajari ilmu farmasi kita harus terlebih dahulu mendalami ilmu
dasar yang menyokong ilmu farmasi tersebut, seperti farmakologi, farmakognosi,
fitokimia, kimia farmasi, farmasetika dan lain-lain, supaya dalam belajar maupun praktek
kita mudah memahami ilmu tersebut.
Simbol Bahan Kimia
Simbol bahaya kimia adalah suatu piktogram berlatar belakang orange dengan garis batas dan gambar
berwarna hitam. Gambar yang terdapat dalam piktogram umumnya menggambarkan sifat bahaya dari
bahan yang dilabeli. Sifat bahaya tersebut misalnya risiko ledakan dan kebakaran, risiko kesehatan dan
keracunan, atau kombinasi keduanya.

1. Explosive (Mudah MeledAK)

Bahan kimia yang diberi simbol seperti gambar disamping adalah bahan yang mudah meledak
(explosive). Ledakan pada bahan tersebut bisa terjadi karena beberapa penyebab, misalnya karena
benturan, pemanasan, pukulan, gesekan, reaksi dengan bahan kimia lain, atau karena adanya
sumber percikan api. Ledakan pada bahan kimia dengan simbol ini kadang kali bahkan dapat
terjadi meski dalam kondisi tanpa oksigen. Beberapa contoh bahan kimia dengan sifat explosive
misalnya TNT, ammonium nitrat, dan nitroselulosa.

Bekerja dengan bahan kimia yang mudah meledak membutuhkan pengalaman praktis sekaligus
pengetahuan. Menghindari hal-hal yang dapat memicu ledakan sangat penting dilakukan untuk
mencegah risiko fatal bagi keselamatan diri.

2. Oxidizing (Mudah Teroksidasi)


Bahan kimia yang diberi simbol seperti gambar di samping adalah bahan kimia yang bersifat mudah
menguap dan mudah terbakar melalui oksidasi (oxidizing). Penyebab terjadinya kebakaran umumnya
terjadi akibat reaksi bahan tersebut dengan udara yang panas, percikan api, atau karena raksi dengan
bahan-bahan yang bersifat reduktor. Bekerja dengan bahan kimia oxidizing membutuhkan pengetahuan
dan pengalaman praktis. Jika tidak, risiko kebakaran akan sangat mungkin terjadi. Adapun beberapa
contoh bahan kimia dengan sifat ini misalnya hidrogen peroksida dan kalium perklorat. Bila suatu saat
Anda bekerja dengan kedua bahan tersebut, hindarilah panas, reduktor, serta bahan-bahan mudah
terbakar lainnya. Frase-R untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9.

3. Flammable (Mudah Terbakar)

Simbol bahan kimia di samping menunjukan bahwa bahan tersebut besifat mudah terbakar (flammable).
Bahan mudah terbakar dibagi menjadi 2 jenis yaitu Extremely Flammable (amat sangat mudah terbakar)
dan Highly Flammable (sangat mudah terbakar.

Bahan dengan label Extremely Flammable memiliki titik nyala pada suhu 0 derajat Celcius dan titik didih
pada suhu 35 derajat Celcius. Bahan ini umumnya berupa gas pada suhu normal dan disimpan dalam
tabung kedap udara bertekanan tinggi. Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar adalah R12.

Bahan dengan label Highly Flammable memiliki titik nyala pada suhu 21 derajat Celcius dan titik didih
pada suhu yang tak terbatas. Pengaruh kelembaban pada terbakar atau tidaknya bahan ini sangat besar.
Oleh karena itu, mereka biasanya disimpan pada kondisi kelembaban tinggi. Frase-R untuk bahan sangat
mudah terbakar yaitu R11.

Adapun beberapa contoh bahan bersifat flammable dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Zat terbakar langsung. Contohnya : aluminium alkil fosfor. Keamanan : hindari kontak bahan
dengan udara.
2. Gas amat mudah terbakar. Contohnya : butane dan propane. Keamanan : hindari kontak bahan
dengan udara dan sumber api.
3. Cairan mudah terbakar. Contohnya: aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari sumber api
atau loncatan bunga api.
4. Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau api.

5. Toxic (Beracun)

Simbol bahan kimia disamping mengunjukan bahwa bahan tersebut adalah bahan beracun. Keracunan
yang bisa diakibatkan bahan kimia tersebut bisa bersifat akut dan kronis, bahkan bisa hingga
menyebabkan kematian pada konsentrasi tinggi. Keracunan karena bahan dengan simbol di atas bukan
hanya terjadi jika bahan masuk melalui mulut. Ia juga bisa meracuni lewat proses pernafasan (inhalasi)
atau melalui kontak dengan kulit.Beberapa contoh bahan kimia bersifat racun misalnya arsen triklorida
dan merkuri klorida. Bekerja dengan bahan-bahan tersebut harus memperhatikan keselamatan diri.
Hindari kontak langsung dengan kulit, menelan, serta gunakan selubung masker untuk mencegah
uapnya masuk melalui pernafasan.

5. Harmful Irritant (Bahaya Iritasi)

Simbol bahan kimia disamping sebetulnya terbagi menjadi 2 kode, yaitu kode Xn dan kode Xi. Kode Xn
menunjukan adanya risiko kesehatan jika bahan masuk melalui pernafasan (inhalasi), melalui mulut
(ingestion), dan melalui kontak kulit, contoh bahan dengan kode Xn misalnya peridin. Sedangkan kode Xi
menunjukan adanya risiko inflamasi jika bahan kontak langsung dengan kulit dan selaput lendir, contoh
bahan dengan kode Xi misalnya ammonia dan benzyl klorida. Frase-R untuk bahan berkode Xn yaitu R20,
R21 dan R22, sedangkan untuk kode Xi yaitu R36, R37, R38 dan R41.

6. Corrosive (Korosif)
Simbol bahan kimia di samping menunjukan bahwa suatu bahan tersebut bersifat korosif dan dapat
merusak jaringan hidup. Karakteristik bahan dengan sifat ini umumnya bisa dilihat dari tingkat
keasamaannya. pH dari bahan bersifat korosif lazimnya berada pada kisaran < 2 atau >11,5. Beberapa
contoh bahan dengan simbol ini misalnya belerang oksida dan klor. Jangan menghirup uap dari bahan
ini, jangan pula membuatnya kontak langsung dengan mata dan kulit Anda. Mereka juga bisa
menyebabkan iritasi. Frase-R untuk bahan korosif yaitu R34 dan R35.

7. Dangerous for Enviromental (Bahan Berbahaya bagi Lingkungan)

Simbol bahan kimia pada gambar di samping menunjukan bahwa bahan tersebut berbahaya bagi
lingkungan (dangerous for environment). Melepasnya langsung ke lingkungan, baik itu ke tanah, udara,
perairan, atau ke mikroorganisme dapat menyebabkan kerusakan ekosistem. Beberapa contoh bahan
dengan simbol ini misalnya tetraklorometan, tributil timah klorida, dan petroleum bensin. Frase-R untuk
bahan berbahaya bagi lingkungan yaitu R50, R51, R52 dan R53.
Nah, demikianlah 7 simbol bahan kimia lengkap dengan keterangan dan gambarnya. Semoga bisa
menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat bagi keselamatan Anda suatu saat nanti. Terkait dengan
simbol simbol bahan kimia berbahaya di atas, jika masih ada yang kurang jelas Anda bisa
menanyakannya melalui kolom komentar. Salam.