You are on page 1of 4

Tabel 3.3.

Pelaksanaan Penelitian Berdasarkan Format TIDieR

No Item Penjelasan
1 Brief Name Pendidikan kesehatan mengenai perawatan anak dengan
pendekatan individual.
2 Why: Rational Remaja yang telah menikah pada usia dini karena
memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang
rendah dan menyatakan ketidakmampuannya dalam
merawat anak. Hendari et al. (2013) menyatakan bahwa
pengetahuan ibu yang kurang tentang perawatan bayi
meningkatkan risiko sebesar 6,77 kali kematian bayi
dibandingkan pengetahuan ibu yang baik. Disamping itu,
usia ibu 20 tahun dianggap berisiko karena organ
reproduksi belum sempurna untuk menerima kehamilan,
melahirkan serta merawat bayi. Apabila tidak dilakukan
antisipasi akan berisiko interaksi orang tua dan anak
negatif serta kualitas pengasuhan anak yang tidak baik.
Pendekatan individual dilakukan karena tempat tinggal
subyek yang cukup berjauhan. Dalam satu dusun terdapat
1-7 responden yang jarak antar rumahnya tidak selalu
dekat sehingga dapat menghambat pelaksanaan penelitian
bila responden dikumpulkan dalam satu desa. Di samping
itu, pendidikan kesehatan secara individual juga lebih
memungkinkan disesuaikan dengan prioritas kebutuhan
masing-masing responden dalam diskusinya.
3 What: Materials Kelompok intervensi diberikan informasi melalui
pendidikan kesehatan dengan media booklet. Pendidikan
kesehatan meliputi prinsip-prinsip perawatan anak,
merawat dan mengasuh anak usia 0-1 tahun, bermain
untuk stimulasi perkembangan anak, perkembangan
psikologis anak, dan pemberian ASI eksklusif pada bayi.
Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan PSE ibu dalam perawatan anak.
Kelompok kontrol diberikan booklet.
Materi pendidikan kesehatan yang berupa booklet dapat
dilihat pada Lampiran.

4 What: Procedures a. Proses rekrutmen responden penelitian dilakukan


melalui data-data ibu dan bayi yang terdapat pada
buku kohort ibu dan bayi di Puskesmas,
dikombinasikan dengan data tentang usia pernikahan
dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan
Perempuan (BKBPP) Kabupaten Temanggung. Data
berdasarkan nama ibu yang menikah pada usia 18
tahun dan data bayi ibu yang lahir sejak bulan Agustus
2014.
b. Memilih narasumber pendidikan kesehatan kelompok
intervensi, yaitu 4 bidan desa pada kelompok
intervensi.
c. Memilih asisten penelitian untuk melakukan pre-test,
membagikan booklet dan melakukan post-test pada
kelompok kontrol, yaitu 4 bidan desa pada kelompok
kontrol
d. Sebelum pendidikan kesehatan dilakukan, peneliti
No Item Penjelasan
melakukan need assessment pada kelompok intervensi.
Pengkajian ini dilakukan dengan membagikan angket
kepada beberapa responden untuk menggali kebutuhan
mengenai informasi kesehatan mengenai perawatan
anak.
e. Melakukan analisis hasil need assessment sehingga
ditemukan beberapa prioritas masalah.
f. Melakukan uji pemahaman dan persamaan persepsi
mengenai isi booklet kepada subyek yang memiliki
karakteristik yang sama dengan responden penelitian.
g. Memberikan pelatihan mengenai cara meningkatkan
kepercayaan diri (self-efficacy) ibu. Pelatihan
diberikan oleh seorang psikolog rumah sakit umum
daerah setempat kepada para bidan desa yang akan
menjadi narasumber. Pelatihan ini juga diikuti oleh
seluruh bidan desa dan Kepala Puskesmas Gemawang.
Sebelum pelatihan dilakukan, peneliti menjelaskan
tujuan pelatihan dan keterkaitannya dengan
pelaksanaan penelitian.
h. Melakukan penyamaan persepsi kepada narasumber
i. Mengkomunikasikan nama-nama responden kepada
para bidan desa, baik pada kelompok intervensi
maupun kontrol
j. Narasumber menghubungi responden-responden
tersebut secara individual di rumahnya masing-masing
untuk memberikan penjelasan mengenai penelitian dan
meminta informed consent.
k. Responden yang setuju menjadi subyek penelitian
langsung melakukan pre-test dan diberikan pendidikan
kesehatan sesi 1.
l. Narasumber melakukan kontrak waktu dengan
responden untuk pertemuan (kunjungan) berikutnya
guna melakukan pendidikan kesehatan sesi 2.
m. Melakukan pengukuran parenting self-efficacy, tingkat
pengetahuan dan sikap perawatan anak pada kedua
kelompok (pre-test) dan melakukan pengukuran skor
dukungan keluarga pada kedua kelompok
n. Memberikan booklet kepada kelompok kontrol untuk
dibaca sendiri
o. Melakukan pendidikan kesehatan kepada masing-
masing responden pada kelompok intervensi.
(1) sesi pertama pendidikan kesehatan menekankan
pada ceramah dan diskusi mengenai prinsip
perawatan anak dan stimulasi perkembangan anak,
dilakukan selama 60 menit.
(2) sesi kedua menekankan pada cara meningkatkan
kepercayaan diri ibu, dilaksanakan sekitar 60
menit. Jarak antara sesi pertama dan kedua adalah
tiga hari sampai satu minggu.
Rincian kegiatan pendidikan kesehatan dapat dilihat
pada Satuan Acara Pembelajaran (SAP) yang terdapat
pada lampiran.
p. Melakukan pengukuran PSE, tingkat pengetahuan dan
sikap pada kelompok kontrol setelah 2 minggu
No Item Penjelasan
pemberian booklet (post-test)
q. Melakukan pengukuran PSE, tingkat pengetahuan dan
sikap pada masing-masing responden di kelompok
intervensi setelah dua minggu dari selesainya
pelaksanaan sesi kedua pendidikan kesehatan.

5 Who Provided the Pendidikan kesehatan dilakukan oleh bidan desa setempat
Intervention yang telah mendapatkan pelatihan mengenai perawatan
anak dan pelatihan peningkatan parenting self-efficacy.
Pelaksanaan pendidikan kesehatan oleh bidan desa
setempat diharapkan dapat menjadikan pendidikan
kesehatan ini berkelanjutan.
6 How: modes of Pendidikan kesehatan dilakukan secara individual di
delivery rumah masing-masing responden. Metode pendidikan
kesehatan yang digunakan adalah ceramah dan diskusi.
7 Where: Type(s) of Pendidikan kesehatan dilakukan di rumah responden.
location(s)
8 When and How Pendidikan kesehatan dilakukan selama dua sesi setelah
much: number of need assessment selesai dilaksanakan.
times the
intervention was
delivered
9 Tailoring Seluruh partisipan pada kelompok intervensi mendapatkan
intervensi yang sama.
10 Modifications Modifikasi dalam penelitian ini adalah pada beberapa ibu,
permintaan informed consent dilakukan pada saat ibu
mengikuti kegiatan posyandu balita. Sedangkan
pelaksanaan pendidikan kesehatan tetap sama yaitu secara
individual di rumah masing-masing ibu.
11 How well: Sebelum pendidikan kesehatan dilaksanakan, peneliti
planned melakukan penyamaan persepsi dengan para bidan desa
yang akan menjadi narasumber. Penyamaan persepsi
meliputi tujuan penelitian dan tujuan pendidikan
kesehatan, sasaran pendidikan kesehatan, isi atau materi
pendidikan kesehatan, dan luaran yang akan dicapai dan
diukur melalui kuesioner.
12 How well: actual Pelaksanaan penelitian sesuai dengan rencana jalannya
penelitian.

Jalannya penelitian mulai dari proses rekrutmen subyek penelitian sampai dengan post-

test dirangkum dalam Gambar 3.2 berikut ini.


Populasi: wanita yang
menikah usia 18 tahun
N=189

Memenuhi kriteria
inklusi
n=84

Cluster random
sampling

Kelompok Intervensi:
Kelompok Kontrol:
Ibu di Desa Banaran,
Ibu di Desa Jambon,
Ngadisepi, Need
Kemiriombo,
Kalibanger, Assessment
Muncar, Sucen
Karangseneng
n=31
n=37
Penyamaan persepsi dengan
bidan desa (narasumber) dan
pelatihan peningkatan self-
efficacy bagi bidan desa
Pre-test Pre-test

Pendidikan kesehatan
metode individual selama Pemberian
dua sesi dan pemberian booklet
booklet

Post-test: 2 minggu Post-test: 2 minggu setelah


setelah penkes sesi kedua pemberian booklet

Gambar 3.2. Alur Jalannya Penelitian