Вы находитесь на странице: 1из 4

Phase Behavior

V.1 Definisi Phasa

Selama proses EOR, hidrokarbon, air, dan fluida injeksi semua akan menyatu di dalam reservoir.
Pencampuran dan perubahan komposisi terjadi secara terus-menerus terhadap fungsi tekanan dan
temperatur. Tergantung pada kondisi reservoir, satu, dua, atau tiga phasa akan ada selama proses
recovery.

Phasa didefinisikan sebagai sebuah daerah homogen dimana tidak ada diskontinuitas dalam sifatnya.
Perbedaan phasa dipisahkan oleh tegangan antar permukaan dimana ada perbedaan diskontinuitas
dalam sifatnya. Phasa dapat berupa gas, liquid atau padat. Dua immiscible liquids atau dua padatan yang
tidak saling bercampur juga dinamakan sebagai dua phasa. Komposisi phasa dapat berubah seiring
waktu. Dalam merancang proses EOR, distribusi dan interaksi antara perbedaan phasa di dalam
reservoir seharusnya dipahami. Minyak, dapat menjadi pencampuran kompleks dari hidrokarbon,
menunjukkan perubahan phasa terhadap temperatur dan tekanan. Perubahan ini memiliki efek
signifikan dalam oil recovery.

V.2 Perilaku phasa dari pencampuran hidrokarbon.

V.2.1 Tekanan uap dari zat murni.

Untuk komponen alami, pada suatu temperatur, hanya ada satu harga tekanan dimana uap dan liquid
dapat berdampingan dalam keadaan seimbang.Gambar 5.1 memperlihatkan tekanan uap dalam
berbagai zat. Kurva yang berkaitan dengan tekanan uap terhadap temperatur, disebut garis tekanan
uap, memisahkan liquid dan uap. Titik maksimum dari kurva disebut sebagai titik kritis. Titik minimum
dari kurva mewakili kondisi (tekanan dan temperatur) dimana padat, liquid dan uap yang ada pada
kondisi seimbang. Titik ini disebut sebagai triple point.

V.2.2 Diagram Tekanan-Temperatur untuk pencampuran.

Untuk campuran hidrokarbon, diagram tekanan-temperatur pada komposisi campuran memperlihatkan


garis bubble point dan dew point . Garis ini terpisah daerah liquid satu phasa dan uap satu phasa, yang
masing-masing, dari daerah dua phasa. Garis dengan fraksi liquid kostan dalam kurva dua phasa disebut
quality lines.
Diagram Tekanan temperatur untuk hidrokarbon gas campuran lebih sempit daripada minyak. Posisi
dari titik kritis juga berbeda, lebih kekanan dari diagram minyak. Umumnya persentase komponen yang
lebih berat dalam peningkatan campuran, titik kritis bergeser lebih kekanan dan daerah dua phasa
melebar. Ini dapat terlihat dari membandingkan diagram P-T untuk wet dan dry gas, gambar 5.2, atau
membandingkan dari low-shrinkage dan high-shrinkage minyak, gambar 5.3

V.2.3 Diagram Tekanan-Komposisi (P-Z)

Diagram P-T hanya mewakili komposisi campuran tetap, diperlukan mempersiapkan diagram tekanan-
komposisi (P-Z) untuk temperatur tetap. Diagram P-Z terkain tekanan dan fraksi mol dari komponen
yang diberikan dalam pencampuran pada temperatur konstan. Gambar 5.4 menunjukkan diagram P-Z
untuk campuran dari dua komponen. Ukuran dan posisi dari daerah dua phasa tergantung dari nilai
temperatur (T) ,
untuk itu diagram P-Z sudah disiapkan, realtif terhadap temperatur kritis dari kedua komponen, sebagai
berikut :

Jika T < Tc1 dan Tc2, daerah dua phasa akan melebar dari kiri ke kanan mencangkup seluruh
fraksi mol. Garis bubble point dan dew point menunjukkan daerah dua phasa dan mencangkup
fraksi mol dari 0 hingga 1.
Jika T diantara Tc1 dan Tc2, daerah dua phasa akan menyempit ke kiri dan menjadi kecil. Garis
bubble point dan dew point menunjukkan daerah dua phasa dan memotong dari titik kritis
campuran.
Jika T> Tc1 dan Tc, tidak ada daerah dua phase yang muncul di diagram P-z

Garis horizontal pada diagram P-z menunjukkan kondisi tekanan dan temperatur konstan. Garis ini
memotong garis bubble point pada komposisi liquid seimbang dan garis dew point pada komposisi gas
seimbang. Perilaku phasa diagram P-z memiliki kekurangan yang sama seperti diagram P-T. Yang berarti
beberapa diagram P-z dibutuhkan untuk menunjukkan efek dari temperatur dari perilaku phasa seperti
beberapa diagram P-t yang dibutuhkan untuk menunjukkan efek dari komposisi pada perilaku phasa.

V.2.4 Diagram Ternary Equilibrium

Diagram ternary equilibrium sangat penting ketika menghadapi perilaku phasa dari proses EOR
menyertakan proses miscible atau sistem surfactant-oil-water. Dalam kasus ini, diagram perilaku phasa
melibatkan perhitungan keseimbangan dan mewakili dari tiga komponen pseudo dalam solvent-
campuran minyak ( light, intermediate, heavy) dan surfactant, minyak dan aor untul sistem micellar.

Gambar V.5 memperlihatkan jenis diagram ternary dari hidrokarbon campuran ( atau solvent-minyak
campuran) dimana konvensional untuk mewakili komponen ringan ( seperti hidrokarbon gas atau CO2)