You are on page 1of 3

Azizah Alkhatami Tanjung

1706979511
Tugas 1 MPK Agama Islam

Tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah Allah SWT

Sebagai seorang khalifah, apa yang dilakukan tidak boleh hanya untuk
kepentingan diri pribadi dan tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri saja.
Oleh karena itu semua yang dilakukan harus untuk kebersamaan sesama umat
manusia dan hamba Allah, serta pertanggung jawabannya pada tiga instansi, yaitu:
1. Pertanggung jawaban pada diri sendiri.
2. Pertanggung jawaban pada masyarakat.
3. Pertanggung jawaban pada Allah.

Sebagai makhluk Allah, manusia mendapat amanat yang harus


dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia
dimuka bumi adalah tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan; wakil Allahdi
muka bumi untuk mengelola dan memelihara alam.
Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan.Manusia
menjadi khalifah, berarti manusia memperoleh mandat Tuhan untuk mewujudkan
kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepadamanusia bersifat
kreatif, yang memungkinkan dirinya mengolah danmendayagunakan apa yang ada
di muka bumi untuk kepentingan hidupnya sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh Allah.
Kekuasaan manusia sebagai khalifah Allah dibatasi oleh ketentuan-
ketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hukum-hukum
Tuhan baik yang tertulis dalam kitab suci (al-qaul), maupun yang tersirat
dalamkandungan pada setiap gejala alam semesta (al-kaun).
Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil
yang mengingkari kedudukan dan peranannya serta mengkhianati kepercayaan
yang diwakilinya. Oleh karena itu dia diminta pertanggungjawaban terhadap
penggunaankewenangannya dihadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman
Allah dalam surat fathir : 39.

Artinya : Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi.


Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan
kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah
kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain
hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.
Ketika memerankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, ada
dua peranan penting yang diamanahkan dan dilaksanakan manusia sampai hari
kiamat.
Pertama, memakmurkan bumi (al imarah).
Yakni dengan mengexploitasi alam dengan sebaik-baiknya dengan adil dan
merata dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah, supaya generasi
berikutnya dapat melanjutkan exploitasi itu.
Kedua, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang
dari pihak manapun (ar riayah).
Melihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan
akhlak manusianya sebagai SDM (sumber daya manusia). Memelihara dari
kebiasaan jahiliyah, yaitu merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan
sesaat. Karena sumber daya manusia yang rusak akan sangat potensial merusak
alam. Oleh karena itu, hal semacam itu perlu dihindari.
Dua peran yang dipegang manusia dimuka bumi, sebagai khalifah
danabdun merupakan keterpaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan
dinamika hidup yang sarat dengan kreatifitas dan amaliyah yang selalu
berpihak pada nilai-nilai kebenaran.
Dua sisi tugas dan tanggungjawab ini tertata dalam diri setiap muslim
sedemikian rupa. Apabila terjadi ketidakseimbangan, maka akan lahir sifat-sifat
tertentu yang menyebabkan derajat manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling
rendah, seperti firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia, dalam bentuk yang sebaik-


baiknya." (QS.At Tin (95):4)

Dengan demikian, manusia sebagai hamba dan khalifah Allah merupakan


kesatuan yang saling menyempurnakan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang
memiliki kebebasan berkreasi dan sekaligus menghadapkannya pada tuntutan
kodrat yang menempatkan posisinya pada keterbatasan. Kekhalifahan manusia
pada dasarnya diterapkan pada konteks individu dan sosial yang berporos pada
Allah, seperti pada firman Allah:

Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka
berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan
mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan.
Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh
para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka
dan melampaui batas. QS. Ali Imran: 112.

Menurut tanggapan saya, sebagai manusia kita semua mempunyai


tanggung jawab sebagai hamba sekaligus khalifah Allah SWT yang memiliki
kebebasan dan kekuasan dalam mewujudkan kemakmuran di muka bumi.
Kekuasaan tersebut dapat menjadikan kita sebagai manusia yang kreatif yang
memungkinkan diri kita untuk mengolah serta mendayagunakan apa yang ada di
muka bumi untuk kepentingan kehidupan. Namun, Allah SWT mengajarkan kita
mengenai kebenaran serta hukum-hukum dan aturan-aturan melalui ciptaan-Nya
sehingga kita tetap menjalankan perintah dan syariat-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya serta tetap berada di jalan yang di ridhoi oleh-Nya.