You are on page 1of 4

Komputer dan Teknologi menurut Al-Quran

Banyak yang mengira bahwa kemajuan teknologi tidak seiring dengan perkembangan
Islam, Islam dinilai sebagai agama yang klasik dan ketinggalan zaman, mereka beranggapan Al
Quran tidak lagi sesuai untuk diaplikasikan dalam kehidupan yang serba cangging dan moderen,
sementara hukum Islam masih mengatur tata cara beribadah dengan prosesi yang dinamis tanpa
perkembangan.
Begitu juga dengan umat Muslim sendiri, mereka mengira perkembangan teknologi
hanyalah efek dari berkembangnya budaya barat, mereka bahkan cendrung kagum dengan
kehebatan dunia barat yang berhasil merubah peradaban manusia, alat-alat teknologi canggih
saat ini sudah berada dalam genggaman, teknologi informasi dan komunikasi seakan sudah
menjadi kebutuhan pokok yang mungkin tidak terbayangkan oleh manusia tahun 90-an.
Atau bahkan tidak sedikit dari umat Muslim yang menutup mata akan hal ini, membiarkan
mereka menguasai dunia dengan kecanggihan teknologinya. Mengganggap teknologi hanyalah
sebatas godaan duniawi sesaat yang tidak akan dibawa mati.
Sejenak mari kita renungi, Islam merupakan agama yang sempurna, mengatur semua lini
kehidupan manusia, tidak ada yang terlewatkan sedikitpun dari aturan Islam, bahkan urusan
paling remeh sekalipun seperti masalah buang hajat dibahas tuntas sampai ke akar-akarnya,
apalagi masalah teknologi yang serba kompleks dan mengisi 80 persen peradaban manusia saat
ini, apa iya teknologi informasi dan komunikasi atau yang lebih spesifik lagi berupa teknologi
komputer tidak ada dalam Al quran.?????
Mari kita bahas satu persatu, siapakah saat ini yang menjadi pengguna komputer?
Dokter? Manajer Perusahaan? Guru? Pelajar? Pilot? Buruh Pabrik?
Atau coba sebutkan profesi apa sih yang saat ini tidak butuh komputer?
Ternyata, rata-rata profesi penduduk bumi saat ini membutuhkan komputer, baik yang
berbentuk PC, Laptop atau yang biasa dibawa-bawa semacam Smartphone.
Coba kita tanyakan kepada Insan Rumah sakit, kenapa mereka pakai komputer? Tanyakan
juga pertanyaan ini kepada kasir supermarket, manusia perkantoran, tenaga pengajar, civitas
akademika, dan semua profesi yang terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu, Kenapa
mereka memakai Komputer?????
Satu jawaban sederhana dan mendasar, rata-rata mereka kan menjawab, Untuk
Memudahkan Pekerjaan.
Perhatikanlah jawaban ini, Untuk Memudahkan Pekerjaan. Ya, jawaban yang singkat
namun inilah tujuan utama kehadirannya.
Coba kita cari kata Mudah di dalam Al Quran.
Mudah dalam bahasa arab adalah
Bukankah kita sering membaca doa seperti doa nabi Musa Alaihissalam dalam surat Toha
ini:



Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.
Bukankan kita sering membaca ayat dalam surat Al Insyiroh yang berbunyi:



Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan
itu ada kemudahan.
Dan banyak sekali ayat-ayat yang memuat kata mudah di dalam Al-Quran, jika kita
hitung satu persatu, sebanyak 46 Kali Allah menyebutkan kata-kata ini di dalam Al Quran
dengan berbagai shighoh atau berbagai bentuk baik berupa kata benda Mudah atau berupa
kata kerja Memudahkan, dimudahkan, mudahkanlah dan berbagai bentuk lainnya.
Lantas, Apakah setelah Allah memudahkan kita dalam setiap urusan dalam kehidupan
dunia ini, mereka dengan lancang mengatakan Al Quran sebagai kitab yang ketinggalan Zaman?
Akankah mereka kufur setelah nikmat kemudahan ini mereka rasakan?
Adalah sebuah sejarah yang disamarkan oleh dunia barat, seakan-akan merekalah
pencipta teknologi komputer ini, lupakah mereka ketika belajar komputer mereka terlebih
dahulu harus mempelajari Metode Algorithma, perhitungan Al Jabar Linear, dan berbagai
metode dasar lainnya, siapakah tokoh penting dibalik keilmuan ini?
Dialah seorang ahli matematika dari uzbekistan yang bernama Abu Abdullah Muhammad
Ibn Musa al-Khwarizmi. Di literatur barat, beliau lebih terkenal dengan sebutan Algorism.
Panggilan inilah yang kemudian dipakai untuk menyebut konsep algoritma yang
ditemukannya. Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi (770-840) lahir di Khwarizm
(Kheva), kota di selatan sungai Oxus (sekarang Uzbekistan) tahun 770 masehi. Kedua
orangtuanya kemudian pindah ke sebuah tempat di selatan kota Baghdad (Irak), ketika ia masih
kecil. Khwarizm dikenal sebagai orang yang memperkenalkan konsep algoritma dalam
matematika, konsep yang diambil dari nama belakangnya. Al khwarizmi juga adalah penemu
dari beberapa cabang ilmu matematika yang dikenal sebagai astronom dan geografer.
Ia adalah salah satu ilmuwan matematika terbesar yang pernah hidup, dan tulisan-
tulisannya sangat berpengaruh pada jamannya. Teori aljabar juga adalah penemuan dan buah
pikiran Al khwarizmi. Nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal dengan judul Al Jabr Wa
Al Muqabilah. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus
dan kotangen serta konsep diferensiasi. Pengaruhnya dalam perkembangan matematika,
astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah. Pendekatan yang dipakainya
menggunakan pendekatan sistematis dan logis.
Khwarizm mengadopsi penggunaan angka nol, dalam ilmu aritmetik dan sistem desimal.
Beberapa bukunya banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua
orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah
aritmetikanya, seperti Kitab al-Jama wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Al-Maqala fi Hisab-
al Jabr wa-al-Muqabilah, hanya dikenal dari translasi berbahasa latin.
Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh
universitas-universitas di Eropa. Buku geografinya berjudul Kitab Surat-al-Ard yang memuat
peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Buah pikir Khwarizmi di
bidang geografi juga sangat mengagumkan. Dia tidak hanya merevisi pandangan Ptolemeus
dalam geografi tapi malah memperbaiki beberapa bagiannya. Tujuh puluh orang geografer
pernah bekerja dibawah kepemimpinan Al khwarizmi ketika membuat peta dunia pertama di
tahun 830. Ia dikisahkan pernah pula menjalin kerjasama dengan Khalifah Mamun Al-Rashid
ketika menjalankan proyek untuk mengetahui volume dan lingkar bumi.
Dialah seorang Ilmuan Muslim yang berjasa pada pengetahuan dasar bidang teknologi
informasi dan komunikasi, tetapi namanya dengan licik disamarkan oleh dunia barat dan
sayangnya keilmuannya diabaikan begitu saja oleh kebanyakan kaum muslimin tetapi dikemas
seindah mungkin oleh ilmuan barat.


"Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang
berakal"
Sudah saatnya seorang Muslim mengambil peranan dalam kemajuan teknologi ini,
jangan biarkan kaum kuffar menyetir kita, jangan biarkan dunia kita dikuasai mereka, ambillah
ilmu ini dan arahkanlah untuk menolong agama Allah dan Kemaslahatan Kaum Muslimin.

Betapa Indahnya jika Agama dan Dunia bisa berkumpul dalam diri seseorang
Sumber

http://www.mahad-alanshar.or.id/2015/10/komputer-dalam-al-quran.html

http://esan1709.blogspot.co.id/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html