You are on page 1of 6

Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 2, Juli 2013

GAMBARAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TENTANG


ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS RANOMUUT
KOTA MANADO

1
Dewik A.A.
2
Henry Palandeng
2
Ronald Ottay

1
Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
2
Bagian Ikatan Kedokteran Komunitas Universitas Sam Ratulangi Manado
Email: Aini_dewik@yahoo.com

Abstract: Antenatal care is an examination conducted to prevent complications during


pregnancy. Antenatal examination is very important during pregnancy, so that health
professionals should have knowledge of antenatal care to improve maternal and child health.
The aim of this descriptive study is to determine the knowledge of health workers about
antenatal care at Ranomuut Health Centers in Manado City. Population in this research that all
health professionals who work in the health center Ranomuut totaling 38 people. The number of
respondents that health workers who know about antenatal care as many as 25 people. Data
were collected through questionnaires. The results showed 25 respondents, all health care
workers have had knowledge of antenatal care.
Keywords: health workers, antenatal care, knowledge.

Abstrak: Antenatal care merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mencegah adanya
komplikasi selama kehamilan. Pemeriksaan Antenatal sangat penting dilakukan selama masa
kehamilan sehingga diharapkan tenaga kesehatan harus memiliki pengetahuan terhadap
antenatal care sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengetahuan tenaga kesehatan terhadap antenatal care di Puskesmas
Ranomuut Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu
seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Ranomuut yang berjumlah 38 orang.
Jumlah responden yaitu tenaga kesehatan yang mengerti tentang antenatal care sebanyak 25
orang. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 25
responden, semua petugas kesehatan telah memiliki pengetahuan tentang antenatal care.
Kata kunci: tenaga kesehatan, antenatal care, pengetahuan.

Pembangunan kesehatan merupakan bagian (SDKI), yaitu mengukur pencapaian sasaran


dari pembangunan nasional yang bertujuan dari program kesehatan nasional, khususnya
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan yang berkaitan dengan program pem-
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang bangunan kesehatan ibu dan anak (KIA).3,4
agar terwujud derajat kesehatan masyarakat Menurut SDKI tahun 2007, Angka
yang setinggi-tingginya.1,2 Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai
Kesehatan ibu merupakan masalah 248/100.000 kelahiran hidup. Jadi setiap
nasional yang perlu mendapat prioritas 100.000 kelahiran hidup, sekitar 248 ibu
utama, karena sangat menentukan kualitas meninggal akibat komplikasi kehamilan dan
sumber daya manusia pada generasi persalinan.4
mendatang. Ini didasarkan pada tujuan dari Angka Kematian Ibu di Indonesia pada
Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2011 sebanyak 228/100.000 kelahiran

1075
1076 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 2, Juli 2013, hlm. 1075-1080

hidup, sedangkan di Provinsi Sulawesi Utara berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan
tercatat 186 kasus per 100.000 penduduk. janin yang dikandungnya karena di peme-
Target yang ditetapkan oleh Millenium riksaan yang lengkap akan mudah men-
Development Goals (MDGs), bahwa pada deteksi kelainan-kelainan yang mungkin
tahun 2015 AKI sebanyak 102 kasus per terjadi pada saat kehamilan atau menjelang
100.000 penduduk, maka AKI di Sulawesi kelahiran.11
Utara masih tergolong tinggi.5,6 Berdasarkan data yang diperoleh di
Demi mencapai tujuan MDGs dapat atas, peneliti menganggap perlu melakukan
dilakukan strategi dengan pendekatan secara penelitian tentang pengetahuan tenaga
individual, yaitu pada saat ibu datang ke kesehatan terhadap antenatal care di
fasilitas pelayanan kesehatan untuk Puskesmas Ranomuut Kota Manado.
memeriksaan kehamilannya (antenatal
care). Salah satu faktor yang berpengaruh
METODOLOGI
terhadap tingginya AKI yaitu ketidak-
patuhan ibu terhadap kunjungan antenatal.6,7 Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
Kehamilan resiko tinggi merupakan menggunakan metode survey. Penelitian
faktor utama tingginya AKI di seluruh dilakukan di Puskesmas Ranomuut pada
dunia. Pemeriksaan kehamilan yang baik bulan November 2012Januari 2013.
dan tersedianya fasilitas rujukan bagi kasus Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh
resiko tinggi dapat menurunkan angka tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas
kematian ibu.8,9 Namun kualitas pelayanan Ranomuut yang berjumlah 38 orang dan
kesehatan menjadi salah satu faktor yang menjadi sampel yaitu tenaga kesehatan
rendahnya cakupan kunjungan antenatal.10 yang mengerti tentang antenatal care yang
Pada tahun 1980-an, pusat pelayanan berjumlah 25 orang, terdiri dari 6 dokter, 5
kesehatan begitu ramai dikunjungi pasien bidan dan 14 perawat. Karakteristik Respon-
yang hendak berobat, namun fenomena itu den yaitu umur, tingkat pengetahuan dan
kini jarang terjadi. Sebagai pusat pelayanan pengetahuan tenaga kesehatan tentang ANC.
kesehatan masyarakat, puskesmas harusnya Data diperoleh melalui pengisian kuesioner
dapat menjadi tempat rujukan pertama oleh tenaga kesehatan yang bekerja di
dengan pelayanan prima yang dapat menam- Puskesmas Ranomuut. Pengolahan data
pung berbagai masalah kesehatan yang dilakukan secara manual menggunakan
terjadi pada masyarakat. Selain itu hal yang komputer dan disajikan dalam bentuk Tabel.
lebih fatal lagi yakni petugas puskesmas
tidak begitu tanggap dengan pelayanan HASIL PENELITIAN
medik, namun lebih menekankan biaya
administrasi.10 Berdasarkan hasil penelitian yang
Seorang tenaga kesehatan khususnya dilakukan terhadap tenaga kesehatan di
bidan harus memiliki pengetahuan yang Puskesmas Ranomuut periode November
luas, memiliki motivasi yang tinggi, dituntut 2012-Januari 2013 diperoleh data yang
untuk menggunakan kemampuan dalam disajikan dalam bentuk tabel distribusi
berbagai aspek kehidupan khususnya dalam sebagai berikut:
memberikan pelayanan kepada pasien,
sehingga dengan demikian dapat mem- Karakteristik Responden
berikan dampak yang positif sesuai dengan Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan
bidang ilmu yang dimilikinya. Tetapi pelak- umur
sanaan pelayanan antenatal menemui sejum- Umur N %
lah hambatan, yang disebabkan kurang 20-30 5 20
pengetahuan bidan tentang pelayanan ante- 31-40 11 44
natal. Secara teoretis, tindakan yang diberi- 41-50 5 20
kan oleh tenaga kesehatan (bidan) pada saat >50 4 16
pemeriksaan kehamilan akan sangat banyak Jumlah 25 100
Dewik, Hendry, Ronald; Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan tentang Antenatal... 1077

Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat Distribusi responden yang terbanyak


bahwa distribusi umur responden yang berdasarkan jadwal kunjungan ANC
terbanyak berkisar antara umur 31-40 tahun menjawab satu kali pada trimester I dan II,
yaitu sebanyak 11 responden (44%). dua kali pada trimester III yaitu sebanyak 25
responden (100%).
Distribusi responden yang terbanyak
Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan berdasarkan pemberian buku KIA menjawab
pendidikan terakhir YA yaitu sebanyak 25 responden (100%).
Pendidikan Terakhir N % Distribusi responden yang terbanyak
SPK 12 48 berdasarkan manfaat buku KIA menjawab
D3 2 8 berisi informasi yang berguna untuk
S1 11 44 kesehatan ibu dan anak serta untuk tenaga
Jumlah 25 100 kesehatan yaitu sebanyak 25 responden
(100%).

Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa BAHASAN


distribusi responden yang terbanyak
Karakteristik Responden
berdasarkan pendidikan terakhir adalah SPK
yaitu sebanyak 12 responden (48%). Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat
bahwa distribusi umur responden yang
Pengetahuan tenaga kesehatan tentang terbanyak berkisar antara umur 31-40 tahun
definisi ANC, tujuan ANC, pelaksanaan yaitu sebanyak 11 responden (44%). Hal ini
ANC dan pemantauan kehamilan. sesuai dengan penelitian yang dilakukan
oleh Dhesi (2008) yang menunjukkan
Distribusi responden yang terbanyak
bahwa berdasarkan umur, semua responden
berdasarkan tenaga kesehatan yang menge-
termasuk dalam umur >30 tahun. Umur
tahui definisi ANC menjawab pemeriksaan
responden yang tergolong tua memberikan
dan pengawasan selama kehamilan yaitu
gambaran bahwa responden telah memiliki
sebanyak 25 responden (100%).
pengalaman yang cukup. Pengalaman
Distribusi responden yang terbanyak
responden membentuk perilaku yang akan
berdasarkan tenaga kesehatan yang
menjadi kebiasaan.11 Menurut Hasan (2002)
mengetahui tujuan ANC yaitu menjawab
umur terkait dengan kedewasaan berpikir
mendapatkan ibu dan anak yang sehat
seseorang. Keputusan yang dihasilkan
setelah persalinan sebanyak 25 responden
seseorang yang dewasa bersifat lebih
(100%).
objektif dan menggunakan logika sehingga
Distribusi responden yang terbanyak
dapat mendekati kebenaran atau sesuai yang
berdasarkan tenaga kesehatan yang diinginkan.11
melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu
Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat
menjawab bidan dan dokter sebanyak 25
bahwa distribusi responden yang terbanyak
responden (100%).
berdasarkan pendidikan terakhir adalah SPK
Distribusi responden yang terbanyak
yaitu sebanyak 12 responden (48%). Hal ini
berdasarkan pemeriksaan kehamilan yang
tidak sesuai dengan penelitian yang
biasa dilakukan yaitu sebanyak 25
dilakukan Dhesi (2008), dimana dalam
responden (100%) menjawab belum
penelitiannya responden berdasarkan tingkat
memenuhi kriteria 7T yaitu; timbang berat
pendidikan terbanyak yaitu D3 sebanyak 18
badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi
orang (75%). Dalam penelitiannya, penge-
fundus uteri, pemberian imunisasi TT
tahuan responden dengan pendidikan D3
(Tetanus Toksoid Lengkap), pemberian
mempunyai kelebihan dari sisi kemampuan
tablet besi, tes terhadap penyakit menular
dan pengalaman dalam praktek kebidanan
seksual dan temu wicara dalam rangka
atau asuhan antenatal. Sedangkan
persiapan rujukan.
pengetahuan responden dengan pendidikan
1078 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 2, Juli 2013, hlm. 1075-1080

dibawah D3 tentang asuhan antenatal masih 25 responden (100%) menjawab bidan dan
kurang sebab materi yang diberikan masih dokter. Hal ini berarti tenaga kesehatan yang
terbatas oleh waktu sehingga akan melakukan ANC di Puskesmas Ranomuut
membatasi pengetahuan yang dimilikinya.11 merupakan tenaga terlatih, karena bidan dan
dokter memiliki kemampuan yang lebih
Pengetahuan tenaga kesehatan terhadap mengenai pemeriksaan kehamilan/layanan
definisi ANC, tujuan ANC, pelaksanaan antenatal sesuai profesi mereka.
ANC, pemantauan kehamilan Distribusi responden yang terbanyak
berdasarkan pemeriksaan kehamilan yang
Distribusi responden yang terbanyak
biasa dilakukan yaitu sebanyak 25
berdasarkan tenaga kesehatan yang menge-
responden (100%) menjawab belum
tahui definisi ANC menjawab pemeriksaan
memenuhi kriteria 7T. Hal ini sejalan
dan pengawasan selama kehamilan yaitu
dengan penelitian yang dilakukan oleh Afif
sebanyak 25 responden (100%). Seorang
(2010) yang menunjukkan bahwa pelayanan
tenaga kesehatan terutama bidan dan dokter
ANC di Puskesmas Gombong I (Wero)
harus mengetahui pemeriksaan dan
belum dilakukan dengan ketentuan 7T,
pengawasan selama kehamilan yang biasa
yaitu; timbang berat badan, ukur tekanan
dikenal dengan antenatal care agar dapat
darah, ukur tinggi fundus uteri, pemberian
menjalankan perannya secara optimal yaitu
imunisasi TT (Tetanus Toksoid) lengkap,
meningkatkan kesehatan ibu dan anak, dan
pemberian tablet besi, tes terhadap penyakit
tenaga kesehatan khususnya bidan, wajib
menular seksual, dan temu wicara dalam
memiliki pengetahuan yang luas, memiliki
rangka persiapan rujukan.14
motivasi yang tinggi, dan dituntut untuk
Distribusi responden yang terbanyak
menggunakan kemampuan dalam berbagai
berdasarkan jadwal kunjungan ANC
aspek kehidupan khususnya dalam mem-
berikan pelayanan kepada pasien. Dengan menjawab satu kali pada trimester I dan II,
demikian dapat memberikan dampak yang dua kali pada trimester III yaitu sebanyak 25
positif sesuai dengan bidang ilmu yang responden (100%). Kunjungan antenatal
dimilikinya.12 untuk pemantauan dan pengawasan
Distribusi responden yang terbanyak kesejahteraan ibu dan anak minimal empat
berdasarkan tenaga kesehatan yang kali selama kehamilan dalam waktu; sampai
mengetahui tujuan ANC yaitu sebanyak 25 dengan kehamilan trimester pertama (<14
responden (100%) menjawab mendapatkan minggu) satu kali kunjungan, dan kehamilan
ibu dan anak yang sehat setelah persalinan. trimester kedua (14-28 minggu) satu kali
kunjungan dan kehamilan trimester ketiga
Setelah mengetahui tentang pemeriksaan
(28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36)
dan pengawasan selama kehamilan, tenaga
kesehatan harus mengetahui juga tujuan dua kali kunjungan.13
antenatal care. Pelayanan antenatal sendiri Distribusi responden yang terbanyak
berdasarkan pemberian buku KIA menjawab
berguna untuk mencegah masalah kesehatan
YA sebanyak 25 responden (100%). Salah
pada ibu dan bayi serta melihat bahwa setiap
satu tujuan Program Kesehatan Ibu dan
anak yang baru lahir memiliki awal yang
Anak (KIA) yakni meningkatkan keman-
baik, dimana perawatan yang diberikan juga
dirian keluarga dalam memelihara kesehatan
harus tepat dan tidak berlebihan. Teknologi
ibu dan anak. Dalam keluarga, ibu dan anak
baru juga perlu dilaksanakan secara terus
merupakan kelompok yang paling rentan
menerus, sementara layanan yang lebih tua
terhadap berbagai masalah kesehatan seperti
perlu dipertimbangkan kembali dan pera-
kesakitan dan gangguan gizi yang seringkali
watan untuk setiap wanita hamil harus
berakhir dengan kecacatan atau kematian.
bersifat individual berdasarkan kebutuhan
Untuk mewujudkan kemandirian keluarga
dan keinginannya sendiri.13
dalam memelihara kesehatan ibu dan anak
Distribusi responden yang terbanyak
maka salah satu upaya program yaitu me-
berdasarkan tenaga kesehatan yang melaku-
ningkatkan pengetahuan dan keterampilan
kan pemeriksaan kehamilan yaitu sebanyak
Dewik, Hendry, Ronald; Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan tentang Antenatal... 1079

keluarga melalui penggunaan Buku dilakukan sesuai prosedur dan tenaga


Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).15 kesehatan mengingatkan ibu hamil agar
Distribusi responden yang terbanyak berkunjung tepat waktu sesuai jadwal
berdasarkan manfaat buku KIA menjawab kunjungan ANC serta memberikan buku
berisi informasi yang berguna untuk KIA kepada ibu hamil.
kesehatan ibu dan anak serta untuk tenaga Berdasarkan kesimpulan tersebut,
kesehatan sebanyak 25 responden (100%). maka dapat diberikan saran sebagai berikut:
Kebijakan dan berbagai upaya pemerintah 1. Tenaga kesehatan dan instansi terkait
untuk menurunkan angka kematian ibu dan (Puskesmas) diharapkan dapat membe-
bayi, antara lain dengan kegiatan Gerakan rikan pendidikan kesehatan (Komunikasi
Sayang Ibu (GSI), Strategi Making Informasi dan Edukasi, serta Promosi)
Pregnancy Safer dan pengadaan buku dalam upaya meningkatkan motivasi
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku KIA masyarakat khususnya ibu hamil dalam
telah diperkenalkan sejak 1994 dengan melakukan pemeriksaan kehamilan
bantuan Badan Kerjasama Internasional secara teratur 4 kali kunjungan peme-
Jepang (JICA). Buku KIA diarahkan untuk riksaan kehamilan (ANC).
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman 2. Diharapkan menjadi bahan referensi bagi
masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak. peneliti selanjutnya dan informasi bagi
Buku KIA selain sebagai catatan kesehatan pihak yang berkepentingan untuk meng-
ibu dan anak, alat monitor kesehatan dan kaji dan meneliti lebih lanjut masalah
alat komunikasi antara tenaga kesehatan yang sama di masa mendatang.
dengan pasien. Diharapkan dapat
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
mengontrol kesehatan ibu. Penggunaan DAFTAR PUSTAKA
buku KIA merupakan salah satu strategi 1. Sistem Kesehatan Nasional. Departemen
pemberdayaan masyarakat terutama Kesehatan RI. Jakarta; 2009. Available
keluarga untuk memelihara kesehatan dan from:
mendapatkan pelayanan kesehatan yang http://www.depkes.go.id/downloads/SKN%
berkualitas. Hal ini seyogyanya menjadi 20final.pdf Accesed on: 22 Oktober 2012.
perhatian Pemerintah Kabupaten atau 2. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Kota.15 Available from:
http://dinkes.jatimprov.go.id. Accesed on
15 November 2012.
SIMPULAN 3. Kurniasih D. Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Perilaku Terhadap Cakupan
Berdasarkan hasil penelitian dan pem-
Kunjungan Antenatal Empat kali (K4) di
bahasan, maka dapat diambil kesimpulan Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu
bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas [skripsi]. Jakarta: Program Studi S1
Ranomuut telah mengetahui definisi Kesehatan Masyarakat; 2010.
antenatal care yaitu pemeriksaan dan 4. Badan Pusat Statistik. Survey Demografi
pengawasan selama kehamilan dan tenaga dan Kesehatan Indonesia 2012 (SDKI12).
kesehatan di Puskesmas Ranomuut telah Available from:
mengetahui tujuan antenatal care yaitu agar http://www.bps.go.id/aboutus.php?info=70.
dapat mengenali secara dini adanya ketidak- Accessed on 22 Oktober 2012.
normalan atau komplikasi yang mungkin 5. Kompas. Angka Kematian Ibu dan Anak.
terjadi selama kehamilan. Pelaksanaan ANC Available from: http://www.kompas.com.
Accesed on 20 Oktober 2012.
berjalan sebagaimana mestinya dan
6. Rondonuwu, Y. Angka Kematian Ibu di
pemeriksaan dilakukan oleh bidan dan Sulut Tinggi. Editor. Araro R. Manado;
dokter sedangkan jadwal pemeriksaannya Tribun Manado:2012.p.1.
yaitu satu kali pada trimester I dan II, dua 7. Pendidikan Kesehatan dan Konseling
kali pada trimester III. Pemantauan Kebidanan. Dalam; Salmah, Rusmiati,
kehamilan oleh tenaga kesehatan sudah Maryanah, Susanti N. N. Editor. Asuhan
1080 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 2, Juli 2013, hlm. 1075-1080

Kebidanan Antenatal. Jakarta; Penerbit Wilayah Pandaan Kabupaten Pasuruan


Buku Kedokteran:2005.p148. [tesis]. Surakarta: Program Pasca Sarjana
8. The Jakarta Post. Indonesia Jauh dari Universitas Sebelas Maret;2012.
Pencapaian Target Angka Kematian Ibu. 13. Situmeang R. Pengaruh Faktor
Available from: Predisposisi, Pemungkin Dan Kebutuhan
http://www.jakartapost.com. Accesed on 23 Terhadap Pemanfaatan Sarana Pelayanan
Oktober 2012. Antenatal Oleh Ibu Hamil Di Kelurahan
9. Sari AP, Maryati I, Solehati T. Hubungan Pasir Bidang Kecamatan Sarudik
Pengetahuan Ibu dan Resiko Tinggi Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2010
Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan [skripsi]. Medan: Fakultas Kesehatan
Antenatal [skripsi]. Bandung: Fakultas Masyarakat Universitas Sumatra Utara;
Keperawatan Universitas Padjajaran;2011. 2010.
10. Saragih R. Gambaran Perilaku Masyarakat 14. Pramitasari A, Basirun, Suhartini. Evaluasi
Tentang Pelayanan Puskesmas di Desa Pelaksanaan Pelayanan Antenatal Care
Sukaraya Kecamatan Pancur Batu (ANC) di Puskesmas Gombong I (Wero)
Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Darma [skripsi]. Kebumen: Program D III
Agung. 2010:59-68. Kebidanan STIKES Muhammadiyah
11. Astuti DA, Tyastuti S, Hastuti S. Gambaran Gombong;2010.
Pelaksanaan Pelayanan Kebidanan Pada 15. Wahyuni S. Pengaruh Karakteristik Bidan -
Penanganan Bayi Baru Lahir Oleh Bidan Dan Organisasi Puskesmas Terhadap
Delima Di Kabupaten Bantul Yogyakarta Pemanfaatan Buku Kia Sebagai Materi
Tahun 2008. Jurnal Kebidanan dan Penyuluhan Bagi Ibu Hamil Di Kabupaten
Keperawatan. 2008;4:75-84. Aceh Tengah [tesis]. Medan: Program
12. Laili MH, Murti B, Murdani P. Hubungan Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Pengetahuan Dan Sikap Bidan Dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Kemampuan Penerapan Standar Pelayanan Sumatera Utara; 2010.
Antenatal Pada Pelayanan Bidan Di