You are on page 1of 4

PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMKITAL SPO /PPI / / / 2017 00 1/3
dr. AZHAR ZAHIR
Ditetapkan :
Karumkital dr. Azhar Zahir
Tanggal terbit
SPO
5 Januari 2017
dr. Syarif Mustika Harinurdi, Sp.B
Mayor Laut (K) NRP.15131/P

PENGERTIAN Apendisitis akut adalah radang yang timbul secara mendadak


pada apendik, merupakan salah satu kasus akut abdomen yang
paling sering ditemui, dan jika tidak ditangani segera dapat
menyebabkan perforasi.

TUJUAN Untuk melakukan penanganan kasus Appendisitis akut sesuai


dengan prosedur dan profesional.

KEBIJAKAN
PROSEDUR Pelaksanaan :

1. Pasien Kejang demam diterima di IGD lakukan :


a. Anamnesis :
1) Keluhan
Nyeri perut kanan bawah, mula-mula daerah
epigastrium kemudian menjalar ke Mc Burney. Apa bila
telah terjadi inflamasi (>6 jam) penderita dapat
menunjukkan letak nyeri, karena bersifat somatik.

2) Gejala Klinis:
a) Muntah (rangsangan viseral) akibat aktivasi n.vagus.
b) Anoreksia, nausea dan vomitus yang timbul beberapa
jam sesudahnya, merupakan kelanjutan dari rasa nyeri
yang timbul saat permulaan.
c) Disuria juga timbul apabila peradangan apendiks dekat
dengan vesika urinaria.
d) Obstipasi sebelum datangnya rasa nyeri dan beberapa
penderita mengalami diare, timbul biasanya pada letak
apendiks pelvikal yang merangsang daerah rektum.
e) Gejala lain adalah demam yang tidak terlalu tinggi,
yaitu suhu antara 37,50C - 38,50C tetapi bila suhu lebih
tinggi, diduga telah terjadi perforasi.
f) Variasi lokasi anatomi apendiks akan menjelaskan
keluhan nyeri somatik yang beragam. Sebagai contoh
apendiks yang panjang dengan ujung yang mengalami
inflamasi di kuadran kiri bawah akan menyebabkan
nyeri di daerah tersebut, apendiks retrosekal akan
menyebabkan nyeri flank atau punggung, apendiks
PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMKITAL SPO /PPI / / / 2017 00 3/3
dr. AZHAR ZAHIR

pelvikal akan menyebabkan nyeri pada supra pubik dan


apendiks retroileal bisa menyebabkan nyeri testikuler,
mungkin karena iritasi pada arteri spermatika dan
ureter

b. Pemeriksaan Fisik
1) Suhu Tubuh
2) Abdomen :
a) Inspeksi
Penderita berjalan membungkuk sambil
memegangi perutnya yang sakit, kembung (+) bila
terjadi perforasi, penonjolan perut kanan bawah
terlihat pada appendikuler abses.

b) Palpasi
i. Terdapat nyeri tekan Mc.Burney
ii. Adanya rebound tenderness (nyeri lepas tekan)
iii. Adanya defens muscular.
iv. Rovsing sign positif
v. Psoas sign positif
vi. Obturator Sign positif

c) Perkusi : Nyeri ketok (+)

d) Auskultasi
Peristaltik normal, peristaltik (-) pada illeus
paralitik karena peritonitis generalisata akibat
appendisitis perforata. Auskultasi tidak banyak
membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis,
tetapi kalau sudah terjadi peritonitis maka tidak
terdengar bunyi peristaltik usus.
3) Rectal Toucher / Colok dubur : Nyeri tekan pada jam 9-12

4) Tanda Peritonitis umum (perforasi) :


a) Nyeri seluruh abdomen
b) Pekak hati hilang
c) Bising usus hilang

c. Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap

2. Penatalaksanaan
a. Non Farmakologi
1) Bed rest total posisi fowler (anti Trandelenburg)
2) Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak
diberikan apapun melalui mulut.
3) Penderita perlu cairan intravena untuk mengoreksi jika
PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMKITAL SPO /PPI / / / 2017 00 3/3
dr. AZHAR ZAHIR

ada dehidrasi.
4) Operasi

b. Farmakologi
1) Antibiotik Spektrum Luas

UNIT TERKAIT IGD, Laboaturium, Rawat Inap


PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMKITAL SPO /PPI / / / 2017 00 3/3
dr. AZHAR ZAHIR