You are on page 1of 1

Obat Cacing Tak Efektif Berantas Penyakit Cacingan

Yogyakarta, Kompas - Pemberantasan penyakit cacingan merupakan upaya jangka panjang


yang terus terus berkesinambangungan. Namun, untuk efektivitasnya, pemberantasan cacingan tak bisa
mengandalkan obat-obatan buatan pabrik farmasi. Obat cacing bukan seperti vaksinasi dan tak mampu
memberi kekebalan kepada penderita agar di kemudian hari tak terkena penyakit cacingan.

Kalau seorang penderita penyakit cacingan diobati sekarang, misalnya, mungkin akan hilang
cacingnya, namun akan segera terkena cacingan lagi apabila pola hidupnya tidak sehat demikian
Direktur Pelayanan Kesehatan Yogyakarta Yayasan Kusuma Buana dr. Adi Sasongko MA letika
berbicara dalam Seminar Sosialisasi Program Pemberantasan Penyakit Cacingan di Aula PKBI
Yogyakarta, Rabu (7/5).

Ia menambahkan, karena itu yang penting bukan obat. Tetapi perilaku hidup yang sehat dan
bersih yang lebih menjamin orang atau anak itu terhindar dari penyakit cacingan.

Menurut Adi, cacingan menyebabkan infeksi cacing usus (soil-transmitted helminthasis) yang
disebabkan tiga jenis cacing, yaitu cacing gelang ( Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris
trichiura), dan cacing tambang (Hookworm, Necator americanus dan Ankylostoma). Cacing-cacing itu
bersifat parasit dan daur hidupnya berkaitan dengan perilaku bersih dan kondisi sanitasi lingkungan.

Landasan Perilaku
Pada saat ini, papar Adi, pemberantasan cacingan difokuskan pada anak-anak yang masih di
tingkat sekolah dasar. Ini disebabkan usia sekolah mempunyai prevalensi dan densitas infeksi tertinggi
dibandingkan dengan kelompok umur lain.

Penjangkauan melalui sekolah juga lebih efektif dan efisien. Selain it, anak usia sekolah dasar
sedang dalam usia pembentukan norma perilaku hidup bersih dan sehat yang akan menjadi landasan
perilaku pada usia dewasa,katanya.

Sementara itu Kepala Subdinas Penanggulangan Penyakit dan Promosi Kesehatan Kota
Yogyakarta Sri Wulanningsih mengungkapkan, kasus penyakit cacingan di puskesmas Yogyakarta
relatif rendah, hanya 0,23 persen dari jumlah pengunjung, sedangkan angka kasus cacingan di sekolah
dasar 6,85 persen.

Beberapa kebijakan yang telah dilakukan, antara lain melalui upaya pelayanan kesehatan dasar
di puskesmas dan secara khusus melalui program puskesmas dan secara khusus melalui program unit
kesehatan sekolah (UKS) di seluruh sekolahan serta program pemberian makanan tambahan anak
sekolah (PMT-AS)

Program PMT-AS bertujuan untuk meningkatkan ketahanan fisik anak usia sekolah dasar,
negeri dan swasta, melalui perbaikan gizi dan kesehatan yang akhirnya akan mendorong minat
kemampuan belajar siswa.

SUMBER : KOMPAS CYBER MEDIA