You are on page 1of 3

TUGAS ETIKA BISNIS

ADM Dan Teman Kompetitornya

Dosen : Zuni Barokah, Ph. D., CA

Oleh :
Gusti
//PEK/

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2017
Ringkasan Kasus
Pada tahun 1995, ADM menjadi salah satu perusahaan agrikultural terbesar di dunia. Kasus ini
dilatar belakangi oleh kejadian pengaturan harga yang dirancang beberapa perusahaan besar di pasar
monopoli sehingga menguntungkan perusahaan tersebut. Kembali pada tahun 1989 ketika ADM memasuki
lini bisnis lisin yang mereka analisis masih menguntungkan perusahaan mencoba peruntungannya. Dalam
lini bisnis tersebut ternyata bersifat sensitif harga dan bersaing sangat kompetitif. Manajer lini bisnis ini
berusaha memberikan keuntungan bagi perusahaan dengan jalan pengaturan harga. Demi memuluskan
niatnya manajer tersebut mengundang pemimpin bisnis perusahaan lain yang ada di dalam pasar bisnis lisin
untuk berunding dan mengatur harga. Setidaknya ada 3 perusahaan besar saat itu antara lain Ajinomoto
asal Jepang, Kyowa asal Jepang, dan Miwon asal Korea, dan di tahun 1991 Cheil perusahaan asal Korea
juga akan memulai bisnis ini. Pertemuanmu di agendakan dan menghasilkan kesepatakan bahwa mereka
semua setuju untuk mengatur harga. Pertemuan ini berhasil meningkatkan harga lisin ADM, namun ada
saatnya harga itu turun. Ketika harga mulai turun semua perusahaan kembali bertemu dan menghasilkan
keputusan dan setelah pertemuan tersebut harga berangsur naik kembali. Namun hal ini akhirnya ketahuan
juga, dan pemerintah Amerika menghukum manajer lini bisnis Lisin ADM hukuman penjara dan mended
ADM atas strategi tersebut.

Jawaban pertanyaan kasus dalam buku


1. Berdasarkan asumsi pada soal nomor 1, ketika penjualan lisin $1,20 per pound dan skema ketetapan
harga maka perusahaan menghasilkan $50,04 juta (4,17 juta ton x 1,20 = 50,04). Ketika harga turun
maka harga keseimbangannya $0,60. Perusahaan akan menghasilkan $25,05 juta ketika lisin terjual di
angka keseimbangan. (41,7 juta ton x 0,60=$25,05 juta). Perbedaan antara apa yang perusahaan
hasilkan per bulan dengan harga yang ditetapkan adalah $25,02 juta.
2. Faktor penyebab manajer melakukan penetapan harga :
- Performa kerja berdasarkan atas keuntungan dan volume. Hal ini mendorong manajer melakukan
penetapan harga karena manajer berusaha untuk mengejar penjualan dengan volume dan
keuntungan yang besar. Sudah bukan rahasia umum lagi dimana dalam penjualan akan ada target.
Sebaiknya target dinegosiasikan di dalam perusahaan dan menyesuaikan dengan realita yang ada di
pasar, sehingga dapat mencegah timbulnya kecurangan yang dilakukan oleh karyawan dalam
menguntungkan perusahaan.
- Sedikitnya jumlah produsen yang bersaing di dalam pasar. Seperti telah disebutkan dalam kasus,
perusahaan yang memproduksi lisin antara lain Ajinomoto, Kyowa, Miwon, dan Cheil. Jumlah
produsen yang sedikit ini membuka peluang untuk memainkan harga dengan kesepakatan bersama.
Ditambahlagi kemampuan produksi lisin oleh ADM yang besar sehingga mampu menekan
produsen lain. Kondisi berlimpahnya pasokan akan membuat harga terus turun, karena tidak
diimbangi oleh permintaan. Hal ini apabila dibiarkan akan merugikan semua perusahaan. ADM
walaupun memiliki jumlah produksi besar namun akan juga mendapatkan kerugian paling besar
apabila hanya mampu memproduksi dalam jumlah besar namun tidak dapat menjual ke konsumen.
- Terbentuknya asosiasi dagang sehingga produsen mampu bernegosiasi dan menetapkan harga.
Adanya pertemuan rutin dapat sebagai jalan bagi para produsen untuk berbagi informasi dan
merencakan strategi untuk melawan pasar. Salah satu strategi yang dihasilkan dalam kasus ini
adalah dengan penetapan harga. Saling keterbukaan antar produsen membuat jumlah pasokan dan
permintaan diketahui, dan hal ini membuat produsen dapat dengan mudah mengatur harga pasar
dengan jalan mengatur jumlah barang yang diproduksi.
3. Whitecare dapat disalahkan karena melanggar moral, menguntungkan diri sendiri, dan bertindak
berdasarkan motif pribadi, namun perlu diingat bahwa perbuatan dia didorong oleh sistem yang
ditetapkan perusahaan, perusahaan juga perlu mengevaluasi dan bertanggung jawab. Etika moral yang
dia langgar adalah melakukan penetapan harga bersama sehingga merugikan konsumen dan produsen
bahan baku lisin. Bentuk keuntungan untuk diri sendiri yang dilakukan adalah mengambil sejumlah
uang perusahaan dengan alasan sebagai bonus atas performa baik yang telah dia buat. Semua tindakan
dan strategi yang dilakukan oleh dia dilandasi oleh motif pribadi untuk menguntungkan perusahaan
dan mengarumkan namanya selain itu tindakan tersebut juga muncul karena dia frustasi dengan
keadaan persaingan di pasar lisin saat dia memimimpin sehingga dengan cara apapun dia berusaha
untuk mencari keuntungan. Saya setuju dengan pernyataan Whitecare dengan menyalahkan
perusahaan karena dia berada didalam sistem dan harus mengikuti aturan meskipun dia punya alasan
untuk meninggalkan perusahaan.
4. Perlakuan yang diterima Whitecare cukup adil, mengingat meskipun dia menjadi agen mata-mata FBI
namun dia juga melakukan perbuatan tidak etis, seperti menjadi insiator pertemuan, tidak mencegah
penetapan harga terjadi dan mengambil uang perusahaan dengan alasan sebagai bonus yang layak
diterima meskipun perbuatan tersebut melanggar hukum.