You are on page 1of 5

B.

Dasar Teori Air liur adalah hasil dari sekresi kelenjar eksokrin yang terdiri dari 99% ar dan 1%
elektrolit elektrolit (natrium, kalium, klorida, magnesium, bikarbonat, fosfat), protein (enzim,
imunoglobulin, glikoprotein, albumin, polipeptida, oligopeptida), glukosa, urea, dan amonia
Komponen-komponen tersebut berinteraksi dan berkontribusi terhadap berbagai fungsi dan air liur
(Salaspuro, 2013: 3) Menurut Salaspuro (2013 4), terdapat beberapa fungsi air liur terkait dengan
kandungannya, yaitu l Air liur memulai pencemaan karbohidrat di mulut melalui kena amilase liur,
suatu enzim yang memecah polisakarida menjadi disakarida 2 Air liur mempermudah proses
menelan dengan membasahi partikel- partikel makanan sehingga saling menyatu, serta dengan
menghasilkan pelumasan karena adanya mukus, yang kental dan licun 3 Air liur memiliki efek
antibakteri melalui efek ganda, pertama oleh lisozim, suatu enzim yang melisiskan atau
menghancurkan bakten tertentu, dan kedua dengan membilas bahan yang mungkin digunakan
bakteri sebagai sumber makanan 4 Air liur berfungsi sebagai pelarut untuk molekul molekul yang
merangsang papil pengecap Hanya molekul dalam larutan yang dapat bereaksi dengan reseptor
papil pengecap s Air liur membantu berbicara dengan mempermudah gerakan bibir dan lidah Air liur
berperan penting dal huimene mulut dengan membantu menjaga

kebersihan mulut dan gigi. Aliran air liur yang terus menerus membantu membilas residu makanan,
melepaskan sel epitel, dan benda asing Kontribusi air liur dalam hal ini dirasakan oleh setiap orang
yang pernah mengalami bau mulut saat sekresi air liur tertekan untuk sementara, misalnya saat
demam atau keadaan cemas berkepanjangan. 7 Penyangga bikarbonat di air liur menetmlkan asam
di makanan serta asam yang dihasilkan oleh bakteri di muluL Air liur diproduksi oleh tiga pasang
kelenjar air liur utama, yaitu kelenjar sublingual, submandibula, dan parolis, yang terletak di luar
rongga mulut dan menyalurkan air liur melalui duktus-duktus pendek ke dalam mulut Selain itu,
terdapat kelenjar liur minor, yaitu kelenjar bukal, dilapisan mukosa pipi Kelenjar-kelenjar ini benda di
tiap region di mulut, kecuali gusi dan bagian depan dan palatum durum. Kelenjar air liur utama
mensekresi 93% air liur, sedangakan 7% sisanya disekresi oleh kelenjar minor Air liur berasal dari
litrasi darah dari kapiler menuju ruang interstisial sebagai cairan interstisial pada kelenjar air liur
Pada awalnya cainannya berupa cairan isotonik dan pada akhirnya menjadi cairan hipotonik dan
dialirkan ke duktus duktus hingga ke rongga mulut (Salaspuro, 2013 4 5) Secara rata rata, sekitar 1
sampau 2 liler air liur disekresikan per hari,

depan dan palatum durum. Kelenjar air liur utama mensekresi 93% air liur, sedangakan 7% sisanya
disekresi oleh kelenjar minor. Air liur berasal dari flltrasi darah dari kapiler menuju ruang interstisial
sebagai cairan interstisial pada kelenjar air liur, Pada awalnya cairannya berupa cairan isotonik dan
pada akhirnya menjadi cairan hipotonik dan dialirkan ke duktus.duktus hingga ke rongga mulut
(Salaspuro, 2013: 4-5). Secara rata-rata, sekitar 1 sampai 2 liter air liur disekresikan per hari, berkisar
dari kecepatan basal spontan yang konstan sebesar 0,5 mlmenit sampai kecepatan maksimum
sebesar 5 ml/menit sebagai respons terhadap rangsangan kuat, misalnya ketika makan jeruk lemon.
Sekresi air liur yang bersifat spontan dan kontinu, tanpa bahkan ada rangsangan yang jelas,
disebabkan oleh stimulasi konstan tingkat rendah ujung-ujung saraf parasimpalis yang berakhir di
kelenjar liur sekresi basal ini penting untuk menjaga agar mulut dan tenggorokan tetap basah setiap
waktu (Salaspuro, 2013: 5). Selain sekresi yang bersifat konstan dan sedikit tersebut, sekresi air liur
dapat ditingkatkan melalui dua jenis reneks air liur yang berbeda, yaitu refleks air liur sederhana,
atau tidak terkondisi dan refleks air liur didapat, atau terkondisi Reneks air liur sederahana (tidak
terkondisi teryadi sewaktu
kemoreseptor atau reseptor tekanan di dalam rongga mulut berespons terhadap adanya makanan.
Sewaktu diaktifkan, reseptor-reseptor tersebut memulai impuls di serat saraf aferen yang membawa
informasi ke pusat air liur medula batang orak Pusat air liur tersebut kemudian mengirim impuls
melalui saraf otonom ekstrinsik ke kelenjar air liur untuk meningkatkan sekresi air liur Tindakan-
tindakan gigi mendorong sekresi air liur walaupun tidak terdapat makanan karena adanya
manipulasi terhadap reseptor tekanan yang terdapat di mulut (Salaspuro, 2013 5) Pada refleks air
liut didapat (terkondisi), pengeluaran air liur teradi anpa rangsangan oral Hanya berpikir, melihat,
membaui, atau mendengar suatu makanan yang lezat dapat memicu pengeluaran air liur melalui
reneks ini Refleks ini merupakan respons yang dipelajari berdasarkan pengalaman sebelumnya
Masukan yang berasal dari luar mulut dan dan secam mental berkaitan dengan kenikmatan makan
bekeria melalui korteks serobrum untuk merangsang pusat air liur di medulla (Salaspuro, 2013 5).

Pusat air liur mengontrol derajat pengeluaran air liur melalui saraf-saraf otonom yang mempersarafi
kelenjar air liur, Tidak seperti s saraf otonom di tempat lain, respons simpatis dan parasimpatis di
kelenjar air liur tidak saling bertentangan Baik stimulasi simpatis dan parasimpatis, keduanya
meningkatkan sekresi air liur, tetapi jumlah, karakteristik, dan mekanisme yang berperan berbeda.
Rangsangan parasimpatis, yang berperan dominan dalam sekresi air liur, menyebabkan pengeluaran
air liur encer dalam jumlah besar dan kaya enzim Stimulasi simpatis, di pihak lain, menghasilkan
volume air liur yang jauh lebih sedikit dengan konsentrasi kental dan kaya mukus. Karena
rangsangan simpatis menyebabkan sekresi air liur dalam jumlah sedikit, mulut terasa lebih kenng
dan biasanya selama dalam keadann saat sistem simpatis dominan, misalnya pada keadaan stres.
Dengan demikian, orang merasa kering di mulutnya ketika merasa cemas akan berbicara di depan
umum (Salas puro, 2013 5-6) Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai kalalis (senyawa yang
mempercepat proses rekasi tanpa habis beneaksi) dalam suatu reaksi kimia.

Kelangsungan proses metabolisme yang diorganisasi hanya mungkin terjad bila setiap sel
mempunyai sendiri perlengkapan enzim yang ditetapkan secara genetik Baru setelah itu reaksi
lanjutan yang terkoordinasi Juga pada sebagian besar mekanisme regulasi, enzim ikut berpartisipasi
Cara ini dapat menjamin kelangsungan metabolisme pada perubahan kondisi Hampir semua enzim
adalah protein Tetapi terdapat juga asam nukleat yang aktif secara kalalitik, yaitu ribozim (Ansyan,
2013: 1) Di dalam sistem pencemaan terdapat berbagai macam bioenzim. Salah satunya enzim
amilase saliva Amilase merupakan enzim yang bertugas sebagai katalisator sistem pencemaan dalam
proses hidrolisis amilum yang menghasilkan glukosa atau maltosa. Pencernaan karbohidrat kompleks
melibatkan dua enzim, yaitu amilase saliva dan alfa-amilase pankreatik Enzim enzim ini bekena
efektif pada pH antara 6,7 sampai 7,s Karbohidrat mulai dicerna secara kimia pada mulut selama
mengunyah aleh amilase saliva yang berasal dan kelenjar parotid dan submandibular Amilase saliva
memecahkan polisakarida menjadi disakanda dan monosaknridu (Ansyan 2013 l)

Air liur mengandung enzim amilase, yang dihasilkan oleh kelenjar parotid sebanyak 80%, sedangkan
sisanya dihasilkan oleh kelenjar submandibular Protein yang terkandung di dalam air liur 40% di
antaranya mengandung enzim ini, Enzim berfungsi untuk merubah polisa menjadi disakarida. Enzim
ini dapat digunakan sebagai indikator nomal atau tidaknya kera dari kelenjar air liur seseorang dalam
menghasilkan sekretnya (Salas puro, 2013 9) Amilase saliva merupakan enzim penting didalam
pencemaan yang dihasilkan oleh kelenjar ludah Amilase saliva dapat menguraikan polisakanda
menjadi monosakarida Hasil hidrolisis oleh amilase terutama berupa maltosa, sebagian kecil berupa
limit dekstrin, maltotriosa, dan glukosa. Hasil hidrolisis tersebut saat berkumulasi dengan bakten,
dapat mengakibatkan tenadinya proses demineralisasi pada gigi dan kemudian menjadi karies
(Ansyari, 2013: 2).

Secara umum, amilase adalah enzim yakni biomolekul yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang
mempercepat proses reaksi tanpa babis bereaksi dalam suatu rekasi kimia Hamper semua enziim
merupakan protein Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim, molekul awal roaksi disebut scbagai
substrat dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul molekul yang berbeda, disebut
produk. Hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup
cepat (Ansyari. 2013 3) Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang
bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi Percepatan terjadi karena enzim
menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terodima reaksi
sebagian besar enzim bekeria secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekega pada
satu macam senyawa atau reaksi kimia Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang
bersifat tetap sebagai contoh, enzim a amilase hanya dapat digunakan pada proies perombakan pati
menjadi glukosa (Ansyari, 2013 Keria enzim dipengaruhi oleh beberapa faltor, terutama adalah
substrat, suhu, keasaman, kofaktor, dan inhibitor Tiap enzim memerlukan tuhu dan pH (ingkat
keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enim adalah protein yang dapat mengalami
perubahan bentuk pika suhu dan keasanian berubah Di luar subu atau pH yang sesuai, enzim tidak
dapat bekena secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan Hal ini akan menyebabkan
enam kehilangan fungsinya sama sekali keria esaimjuia dipengaruhi oleh molekul lain inhibitor
adalah molekul yang menun kan aktivitas enrim. sedangkan aktivator meningkatkan aktivitas enzim
Banyak ohat dan taeun adalah yang adalah inhibitor enzim (Ansyari, 2013 Menurut Ansyan (2013 s 6
terdapat tita eara utama aktivitas enzim dikontrol dalam sel, vaitu.

Produksi enzim (transkripsi dan translasi gen enzim) dapat ditingkatkan atau ditununkan bergantung
pada respon sel terhadap perubahan lingkungan Bentuk regulase gen ini disebut induksi dan inhibisi
enzim. Sebagai contohnya, bakteri dapat menjadi resistan terhadap antibiotik seperti penisilin
karena enzim yang disebut beta-laktamase nenginduksi hidrolisis cincin beta-laktam penisilin Contoh
lainnya adlah enzim dalam hari yang disebut sitokrom P450 oksidase yang penting dalam gakibalkan
metabolisme obat. Induksi atau inhibisi enzim ini dapat men interaksi obaL Enzim dapat
dikompartemenkan, dengan lintasan metabolisme yang berbeda-beda yang teryadi dalam
kompartemen sel yang berbeda. Sebgai contoh, asam lemak disintesis oleh sekelompok enzim dalam
sitosol, tetikulum endoplasma, dan aparat golgi. dan digunakan oleh sekelompok enam lainnya
sebagai sumber energy dalam mitokondria melalui oksidasi Enzim dapat diregulasi oleh inhibitor dan
activator Contohnya, produk akhir lintasan metabolisme senngkali merupakan inhibitor enzim
pertama yang terlibat dalam lintasan metabolisme, sehingga dapat meregulasi lumlah produk akhir
lintasan metabolisme tersebut Mekanisme regulasi sepeni ini dischul umpan balik negatif kurens
jumlah produk akhir diatur oleh konsentrasi produk mu sendiri Mekanisme umpan balik negatif
dapat
secara efektif mengatur laju sintesis zat antara metabolit lergantung pada kebutuhan sel. Hal ini
membantu alokasi bahan zat dan energy secara ekonomis dan menghindari pembuatan produk akhir
yang berlebihan. Kontrol aksi enzimatik membantu menjaga homeostasis organisme hidup 4. Enzim
dapat diregulasi melalui modifikasi pasca-translasional. Hal ini dapat meliputi fosforilasi miristoilasi,
dan glikosilasi Contohnya, sebagai respon terhadap insulin, fosfonlasi banyak enzim termasuk
glikogen sintase membantu mengontrol sintesis atapun degradasi glikogen dan mengijinkan sel
merespon terhadap perubahan kadar gula dalam darah Contoh lain modifikasi pasca-translasional
adalah pembelahan rantai polipeptida. Kimotripsin yang merupakan protease pencernaan
diproduksi dalam keadaan tidak aktif sebagai kimotripsinogen di pankreas Kemudian ditranspor ke
dalam perut untuk diaktivasi Hal ini menghalangi enzim mencema pancrcas dan jaringan lainnya
sebelum memasuki peruu Jenis prekursor tak aktif ini dikenal sebagau zimogen Beberapa enzim dapt
menjadi aktif ketika berada pada lingkungann yang berbeda Contohnya, hemaglutinin pada virus
influenza menjadi aktif dikarenakan kondisi asam lingkungan Hal ini terjadi ketikn virus terbawa ke
dalam sel inang dan memasuki lisosom.

Enzim lerdistribusi di tempat-tempat tertentu di dalam sel, kumng lebih sesuai golongan dan
fungsinya. Sebagai contoh, enzim-enzim yang berperan dalam sintesis dan respirasi DNA terletak di
dalam inti sel Enzim yang mengkatalisis berbagai reaksi yang menghasilkan energi secara aerob
terletak di dalam mitokondria Enzim yang berhubungan dengan biosintesis protein berada bersama
ribosom Oleh karena itu, reaksi kimia dalam sel berjalan sangat rendah (Socwoto: dkk, 2001 50).
Menurut Sinaga (2012 158 160), kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa taktor, diantannya suhu, pH,
konsentrasi enzim, konsentrasi substraL adanya inhibitor, dan aktivator Suhu Peningkatan suhu
menyebabkan molekul-molekul yang terlibat

memiliki lebih banyak energi kinetik. Ini menyebabkan peluang untuk terjadinya tumbukan atau
kolisi antar molekul menjadi semakin besar pula Akibatnya kecepatan reaksi akan bertambah Suhu
pada saat aktiwitas katalitik enzim menunjukkan titik maksimum disebut suhu optimal Untuk enzim
enzim yang bekerja di dalam atau luar tubuh manusia, suhu optimal umumnya sekitar suhu normal
tubuh, yaitu sekitar 37c Di atas suhu optimal, struktur enzim mulai menunjukkan kerusakan. Setiap
enzim bekenja dalam rentang pH tertentu yang terbatas, sebab di luar rentang tersebut akan teriadi
perubahan konformasi enzim sehingga aktivitas karalitiknya akan hilang Pada pH tertentu, aktivitas
katalitik enzim menunjukkan titik maksimum, pH ini disebut pH optimal 3 Konsentrasi Enzim
Konsentrasi enzim akan mempengaruhi kecepatan rekasi katalitik yang dilakukannya Secara umum,
makin tinggi konsentrasi enzim, makin cepat pula reaksi katalitiknya. Apabila pH dan suhu konstan,
serta konsentrasi substrat cukup tinggi, maka kenaikan konsentrasi enzim berbanding lurus secara
linier dengan kenaikan kecepatan rekasi katalitik.

4. Inhibitor Inhibitor enzim dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu inhibitor yang bersifat
menginaktivasi enzim secara tetap (imeversibel) dan yang sifat penghambatannya reversibel, artinya
dapat dipulihkan kembali. Inhibitor irreversibel biasanya menyebabkan modifikasi kovalen terhadap
molekul enzim sehingga enzim menjadi inaktif Inhibitor reversibel dapat dibagi menjadi dua
kelompok besar, yaitu inhibitor kompetitif dan non- kompetitif 5. Aktivator Ada dua cara utama yang
digunakan tubuh untuk mengatur atau meregulasi aktivitas enzim di dalam tubuh, yaitu dengan
mengatur konsentrasinya di dalam jaringan atau dengan mengatur aktivitas atau daya keranya
walaupun konsentrasinya tidak berubah