You are on page 1of 9

ARTIKEL KEBUDAYAAN LAMPUNG DAN JAWA

A. LAMPUNG
Lampung adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera bagian Selatan. Wilayahnya sendiri
berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu dan Selat Sunda. Masyarakat
Lampung merupakan masyarakat yang berasal dari beragam suku di Indonesia. Hal ini karena
Lampung adalah salah satu daerah tujuan transmigrasi. Lampung memiliki beragam kebudayaan
daerah yang meliputi rumah adat, pakaian adat,senjata adat, lagu daerah dan tarian daerah.
1. Rumah Adat

Lampung memiliki rumah adat tradisioal Lampung yang disebut Nawo Sesat.
Rumah adat Nawo Sesat memiliki bentuk arsitektur yang umum digunakan pada rumah-
rumah di pulau Sumatera, yakni bentuk rumah panggung. Bentuk rumah panggung tersebut
tidak lepas dari kegunaannya untuk mencegah jika sewaktu-waktu ada serangan hewan
buas. Rumah adat Nawo Sesat dibangun menggunakan kayu. Sedangkan bagian atap dibuat
menggunakan daun ilalang. Penggunaan kayu sebagai bahan baku pembuatan rumah, tidak
lepas dari warisan nenek moyag masyarakat Lampung. Sejarah telah mencatat bahwa
Lampung telah mengenal bencana gempa bumi sejak dahulu. Pembuatan rumah panggung
dengan bahan baku kayu akan mempertahankan posisi rumah dari bencana gempa bumi.
Selain itu, pemanfaatan daun ilalang sebagai atap rumah juga menunjukkan bagaimana
masyarakat Lampung menghargai hasil sumber daya alam yang ada.
2. Pakaian Adat

Provinsi Lampung memiliki kain yang sangat khas yakni kain tapis. Kain ini
berkesan sangat mewah karena pembuatannya dipadupadankan dengan penggunaan
benang emas sehingga menimbulkan warna berkilauan yang indah pada kain tapis. Kain
tapis ini oleh masyarakat Lampung bias digunakan dalam upacara-upacara adat atau ketika
menghadiri acara-acara formal. Dalam kesehariannya, laki-laki menggunakan kikat
sebagai pengikat kepala. Untuk menutupi badan para lelaki menggunakanbaju berbentuk
teluk belanga belah buluh yang disebut kawai. Sedangkan untuk perempuan, sehari-hari
mereka menggunakan kanduk/kakambut atau kudung untuk penutup kepala. Sedangkan
untuk menutupi badan, mereka menggunakan Lawai.

Dalam menghadiri upacara-upacara adat atau acara yang sifatnya formal,


masyarakat Lampung, terutama para wanita sangat menghargai keindahan berpakaian.
Mereka sering menggunakan kain tapis yang berkilau karena dihiasi benang emas.
Kemewahan kain tapis tersebut makin indah ketika para wanita menambahkan berbagai
aksesoris untuk dipakai, seperti gelang dan kalung. gelang dan kalung tersebut terbuat dari
emas, senada dengan warna kain yang mereka pakai. Pada kebanyakan pakaian adat di
berbagai daerah, biasanya pakaian-pakaian tersebut tidak dilengkapi dengan sepatu. Pakian
adat Lampung merupakan pakaian adat yang tergolong lengkap dengan adanya tambahan
penggunaan sepatu yang tepat yakni penggunaan selop beludru berwarna hitam untuk laki-
laki dan perempuan. Penggunaan selop beludru tersebut biasanya dipakai oleh pengantin
perempuan dan laki-laki yang sedang melangsungkan pernikahan.
3. Senjata Adat

1. Senjata Tradisional Badik Lampung


Badik adalah senjata tradisional yang dapat dijumpai di beberapa wilayah di
Indonesia diantaranya adalah di Lampung dan Sulawesi Selatan. Badik yang ada di
Lampung maupun di Sulawesi memiliki bentuk yang sama, akan tetapi belum diketahui
secara pasti asa badik tersebut. Hanya saja ada dugaan bahwa rakyat Goa Sulawesi
Selatanlah yang membawa dan mengenalkan badik ke KerjaanTulang Bawang
Lampung. Berdasarkan ukuran badik, senjata tradisional badik Lampung ini dibedakan
menjadi 2, yaitu badik kecil yang berukuran bilah 11 cm dan lebar sekitar 2 cm dan dan
badik siwokh yang memiliki panjang bilah lebih dari 12 cm serta lebar lebih dari 2
cm. Di Lampung banyak terdapat jenis-jenis badik. Contohnnya badik Bugis,
Palembang Capit, Tumbuk Lada, Siwak, Kelinggi, Pagar Dewa

2. Senjata Tradisional Keris Lampung


Senjata tradisional Keris di Lampung disebut dengan tekhapang/punduk.Keris yang
ada di Lampung ini sangat dipengaruhi oleh kebudayaan kerjaan di Pulau Jawa dan Non
Jawa. Untuk keris yang dipengaruhi oleh kerajaan Sriwijaya biasanya memiliki gagang
dengan ukiran yang lebih halus. Sedangkan keris yang dipengaruhi kerjaan Goa atau
Melayu biasanya memiliki gagang yang lebih sederhana. Keris Lampung yang asli pada
zaman dahulu kebanyakan bilahnya memesan pada kerajan Jawa dan luar Jawa tetapi untuk
gagangnya biasanya mempuyai ciri tersendiri berupa burung garuda. Gagang ini terbuat
dari kayu kemuning, perak, emas.
3. Senjata Tradisional Payan (Tombak) Lampung
Tombak dalam bahasa Lampung disebut dengan Payan. Berdasarkan bentuknya,
senjata tradisional lampung ini dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk yaitu:
Tombak Payan (Payan Kejang)
Tombak Pendek (Payan Buntak atau Linggis)
Klasifikasi bentuk tombak ada dua bentuk yaitu tombak panjang dan tombak pendek, yang
dimaksud tombak panjang yaitu tombak yang memiliki gagang yang terbuat dari kayu
yang berukuran tidak lebih dari 150 cm, sedangkan mata tombaknya berukuran sama
dengan jenis tombak pendek yaitu mencapai 34-40 cm. Sedang yang dimaksud tombak
pendek yaitu tombak yang gagangnya tidak lebih dari 90 cm. jens tombak yang terakhir
ini termasuk tombak langka, karena biasanya berkualitas sangat tinggi, yang kadang diberi
bulu ekor kuda yang disebut tunggul. Mata Tombaknya sama dengan keris yaitu memiliki
pamor dan berlapis. Banyak tombak Lampung ini dipandang memiliki kekuaan magis,
apalagi jika tombak tersebut merupakan benda pusaka warisan dari leluhur. Biasanya
tombak yang demikian ini dilengkapi dengan sarung untuk mata tombaknya, sedang
tombak yang tidak memiliki kekuatasn magis, banyak tidak dilengkapi dengan sarung
(wrangka/sakhung, lampung).
4. Lagu Daerah
Lampung memeiliki beberapa lagu daerah diantaranya meliputi:
1. Daerah Cangget Agung
2. Lipang Lipandang
3. Tanoh Lado
4. Sang Bumi Ghuwai Jughai
5. Bumi Lampung
6. Pakai Sambayan
7. Seminung
8. Muloh Tungga
9. Penyandangan

5. Tarian Daerah
Lampung memiliki lebih dari satu tarian adat. Seperti halnya di daerah lain, tarian
tradisional Lampung ini dilakukan saat acara-acara tertentu. Tarian-tarian tradisional
Lampung tersebut meliputi:
1. Tari sembah
Tari sembah merupakan tarian tradisional dari Provinsi Lampung yang berasal
dari Suku Pepadun. Pada awalnya Tari Sembah ditampilkan pada acara penyambutan para
raja dan tamu-tamu istimewa. Saat ini Tari Sembah dikenal sebagai tari penyambutan yang
tujuannya adalah menghormati tamu yang datang. Selain ditampilkan pada upacara adat
penyambutan tamu, tari sembah juga ditampilkan pada upacara pernikahan dengan tujuan
yang sama yaitu menyambut para tamu yang hadir pada acara tersebut.

2. Tari Cangget Agung


Sukubangsa Lampung sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu Lampung Pepadun dan
lampung Sebatin. Lampung Sebatin adalah sebutan bagi orang Lampung yang berada di
sepanjang pesisir pantai selatan Lampung. Sedangkan, Lampung Pepadun adalah sebutan
bagi orang Lampung yang berasal dari Sekala Brak di punggung Bukit Barisan (sebelah
barat Lampung Utara) dan menyebar ke utara,timur dan tengah provinsi ini. Sebagaimana
masyarakat lainnya, mereka juga mereka menumbuh-kembangkan kesenian yang tidak
hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi jatidirinya. Dan, salah satu kesenian yang
ditumbuhkembangkan oleh masyarakat Lampung, khususnya Orang Pepadun, adalah jenis
seni tari yang disebut tari cangget. Konon, sebelum tahun 1942 atau sebelum kedatangan
bangsa Jepang ke Indonesia, tari cangget selalu ditampilkan pada setiap upacara yang
berhubungan dengan gawi adat, seperti: upacara mendirikan rumah, panen raya, dan
mengantar orang yang akan pergi menunaikan ibadah haji. Pada saat itu orang-orang akan
berkumpul, baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan dengan tujuan selain untuk
mengikuti upacara, juga berkenalan dengan sesamanya. Jadi, pada waktu itu tari cangget
dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada suatu desa atau kampung dan bukan oleh
penari-penari khusus yang memang menggeluti seni tari tersebut. Waktu itu para orangtua
biasanya memperhatikan dan menilai gerak-gerik mereka dalam membawakan tariannya.
Kegiatan seperti itu oleh orang Lampung disebut dengan nindai. Tujuannya tidak hanya
sekedar melihat gerak-gerik pemuda atau pemudi ketika sedang menarikan tari cangget,
melainkan juga untuk melihat kehalusan budi, ketangkasan dan keindahan ketika mereka
berdandan dan mengenakan pakaian adat Lampung. Bagi para pemuda dan atau pemudi itu
sendiri kesempatan tersebut dapat dijadikan sebagai arena pencarian jodoh. Dan, jika ada
yang saling tertarik dan orang tuanya setuju, maka mereka meneruskan ke jenjang
perkawinan

Macam-macam Tari Cangget


Tarian cangget yang menjadi ciri khas orang Lampung ini sebenarnya terdiri dari beberapa
macam, yaitu:
Cengget Nyambuk Temui, adalah tarian yang dibawakan oleh para pemuda dan
pemudi dalam upacara menyambut tamu agung yang berkunjung ke daerahnya.
Cangget Bakha, adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi pada saat
bulat purnama atau setelah selesai panen (pada saat upacara panen raya).
Cangget Penganggik, adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi saat
mereka menerima anggota baru. Yang dimaksud sebagai anggota baru adalah pada
pemuda dan atau pemudi yang telah berubah statusnya dari kanak-kanak menjadi
dewasa. Perubahan status ini terjadi setelah mereka melalukan upacara busepei
(kikir gigi).
Cangget Pilangan, adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi
pada saat mereka melepas salah seorang anggotanya yang akan menikah dan pergi
ke luar dari desa, mengikuti isteri atau suaminya.
Cangget Agung adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada
saat ada upacara adat pengangkatan seseorang menjadi Kepala Adat (Cacak
Pepadun). Pada saat upacara pengangkatan ini, apabila Si Kepala Adat mempunyai
seorang anak gadis, maka gadis tersebut akan diikutsertakan dalam tarian cangget
agung dan setelah itu ia pun akan dianugerahi gelar Inten, ujian, Indoman atau
Dalom Batin.

3. Tari Melinting

Di lihat dari sejarahnya, tarian ini merupakan tari adat tradisional Keagungan Keratuan
Melinting yang diciptakan oleh Ratu Melinting yaitu Pangeran Panembahan Mas, yang
dipentaskan pada saat acara Gawi Adat (Betawi). Tari Melinting ini merupakan tari
tradisional lepas untuk hiburan pelengkap pada saat acara Gawi Adat. Fungsi Tari
Melinting dahulu merupakan tarian Keluarga Ratu Melinting dan hanya dipentaskan oleh
Keluarga Ratu saja ditempat yang tertutup (sessat atau balai adat), tidak boleh diperagakan
oleh sembarang orang. Pementasannya pun hanya pada saat Gawi Adat Keagungan
Keratuan Melinting saja. Personal penarinya pun hanya sebatas pada putra putri Ratu
Melinting. Namun, dalam perkembangannya sekarang tari melinting tidak lagi mutlak
sebagai tarian keluarga Ratu Melinting dan tidak lagi berfungsi sebagai tari upacara tetapi
sudah bergeser menjadi tari pertunjukan atau tontonan pada saat penyambutan tamu-tamu
agung yang datang ke daerah Lampung serta acara-acara besar lainnya seperti acara
kesenian Lampung, Festival Tari dan lain-lain.

2. JAWA
1. Rumah Adat
2. Pakaian Adat
3. Senjata Adat
4. Lagu Daerah
5. Tarian Daerah