You are on page 1of 9

POTENSI EKONOMI DAERAH DALAM PENGEMBANGAN UMKM

UNGGULAN DI KOTA TANGERANG

Arief Rahman Susila


Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka
Jalan Cabe Raya, Tangerang Selatan Telp. 021-7490941 ext. 2105 Fax. 021-7434491
E-mail ariefrs@ut.ac.id, arsusila@gmail.com

Abstrak: Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan


masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan
nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
memperhatikan tantangan perkembangan global. UMKM mempunyai peran penting dalam
pembangunan ekonomi. karena tingkat penyerapan tenaga kerjanya yang relatif tinggi dan
kebutuhan modal investasinya yang kecil, UMKM bisa dengan fleksibel menyesuaikan dan
menjawab kondisi pasar yang terus berubah. Perkembangan jumlah UMKM yang meningkat
belum diimbangi dengan perkembangan kualitas UMKM yang masih menghadapi
permasalahan klasik yaitu rendahnya produktivitas. Kajian ini diperlukan untuk menjawab
permasalah-permasalahan (1) Jenis produk dan komoditas UMKM apakah yang potensial
dan perlu untuk dikembangkan di Kota Tangerang? (2) Bagaimanakah tingkat penyerapan
tenaga kerja UMKM di Kota Tangerang? (3) Bagaimanakah upaya-upaya yang harus
dilakukan untuk mengembangkan jenis UMKM dan produk unggulan tersebut? Metode yang
digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah Analisis Location
Quotient (LQ), Analisis Deskriptif, dan Analisis SWOT. Hasil dari LQ diketahui bahwa di
Kota Tangerang terdapat 3 sektor yang merupakan sektor basis, yaitu Perdagangan, Hotel
dan Restoran dengan nilai indeks 1,59, sektor Pengangkutan dan Komunikasi dengan nilai
indeks 1,54, dan sektor Keuangan Persewaan dan Jasa Perusahaan dengan nilai indeks 1,01.
Kemudian penyerapan tenaga kerja sektor dominan berada dalam rentang usia 20-44 tahun.
Kemudian dari hasil SWOT diketahui bahwa strategi yang bisa dilakukan adalah dengan
memaksimalkan sumber daya yang ada, memperbaiki kualitas SDM, dan melakukan
pemerataan pembangunan.

Kata Kunci : UMKM, Permasalahan UMKM, Analisis Location Quotient (LQ), Analisis
Deskriptif, dan Analisis SWOT
PENDAHULUAN serta faktor produksi lainnya. Sementara itu,
masalah eksternal yang dihadapi oleh UMKM
di antaranya: (Tambunan, 2012) (a) besarnya
Pembangunan nasional merupakan usaha
biaya transaksi akibat kurang mendukungnya
peningkatan kualitas manusia dan masyarakat
iklim usaha; (b) praktik usaha yang tidak sehat;
Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan,
dan (c) keterbatasan informasi dan jaringan
berlandaskan kemampuan nasional, dengan
pendukung usaha. Selain itu, UMKM juga
memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan
menghadapi tantangan terutama yang
dan teknologi serta memperhatikan tantangan
ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan
perkembangan global. Untuk itu pembangunan
globalisasi ekonomi dan liberalisasi
ekonomi rakyat seharusnya menjadi prioritas
perdagangan bersamaan dengan cepatnya
utama pembangunan ekonomi nasional, karena
perkembangan teknologi.
tujuan pembangunan ekonomi rakyat sesuai
Kemampuan UMKM untuk bersaing di
dengan amanat konstitusi yaitu: meningkatkan
era perdagangan bebas, baik di pasar domestik
kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh
maupun di pasar ekspor, sangat ditentukan
rakyat Indonesia. Reformasi dalam sistem
oleh dua kondisi utama yang perlu dipenuhi.
ekonomi nasional harus diarahkan kepada
Pertama, lingkungan internal UMKM mesti
sistem ekonomi kerakyatan yang memberikan
kondusif, yang mencakup aspek kualitas SDM,
prioritas pembangunan ekonomi pada
penguasaan teknologi dan informasi, struktur
Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan
organisasi, sistem manajemen, kultur/budaya
Menengah.
bisnis, kekuatan modal, jaringan bisnis dengan
UMKM mempunyai peran penting dalam
pihak luar, dan tingkat kewirausahaan
pembangunan ekonomi. karena tingkat
(entrepreneurship). Kedua, lingkungan eksternal
penyerapan tenaga kerjanya yang relatif tinggi
harus juga kondusif, yang terkait dengan
dan kebutuhan modal investasinya yang kecil,
kebijakan pemerintah, aspek hukum, kondisi
UMKM bisa dengan fleksibel menyesuaikan
persaingan pasar, kondisi ekonomi-sosial-
dan menjawab kondisi pasar yang terus
kemasyarakatan, kondisi infrastruktur, tingkat
berubah. Hal ini membuat UMKM tidak rentan
pendidikan masyarakat, dan perubahan
terhadap berbagai perubahan eksternal.
ekonomi global. Selain kedua kondisi tersebut,
UMKM justru mampu dengan cepat
strategi pemberdayaan UMKM untuk dapat
menangkap berbagai peluang, misalnya untuk
memasuki pasar global menjadi sangat penting
melakukan produksi yang bersifat substitusi
bagi terjaminnya kelangsungan hidup UMKM.
impor dan meningkatkan pemenuhan
Berdasarkan latar belakang tersebut perlu
kebutuhan dalam negeri. Karena itu,
dilakukan kajian untuk mengetahui jenis
pengembangan UMKM dapat menunjang
UMKM yang potensial untuk dikembangkan
diversifikasi ekonomi dan percepatan
termasuk jenis produknya dan bentuk
perubahan struktural, yang merupakan
kebijakan pendukung yang dilakukan oleh
prasyarat bagi pembangunan ekonomi jangka
pemerintah Kota Tangerang. Kajian ini
panjang yang stabil dan berkesinambungan.
diperlukan untuk menjawab permasalah-
Perkembangan jumlah UMKM yang
permasalahan berikut :
meningkat belum diimbangi dengan
a. Jenis produk dan komoditas UMKM
perkembangan kualitas UMKM yang masih
apakah yang potensial dan perlu untuk
menghadapi permasalahan klasik yaitu
dikembangkan di Kota Tangerang?
rendahnya produktivitas. Keadaan ini secara
b. Bagaimanakah tingkat penyerapan
langsung berkaitan dengan: (Tambunan, 2012)
tenaga kerja UMKM di Kota
(a) rendahnya kualitas sumber daya manusia
Tangerang?
khususnya dalam manajemen, organisasi,
c. Bagaimanakah upaya-upaya yang
teknologi, dan pemasaran; (b) lemahnya
harus dilakukan untuk
kompetensi kewirausahaan; (c) terbatasnya
mengembangkan jenis UMKM dan
kapasitas UMKM untuk mengakses
produk unggulan tersebut?
permodalan, informasi teknologi dan pasar,
METODE PENELITIAN usahanya dan potensi yang menonjol dan
merupakan inti dasar dari permasalahan
mengenai UMKM di Kota Tangerang.
Penelitian ini mengambil lokasi di Kota
Permasalahan pertama yang ditinjau dalam
Tangerang.. Data yang diperlukan dalam
penelitian ini adalah jenis produk dan
penelitian ini bersifat sekunder terdiri dari data
komoditas UMKM apakah yang potensial dan
sekunder terdiri dari data PDRB Kota
perlu untuk dikembangkan di Kota Tangerang.
Tangerang Tahun 2000-2011, data jumlah
Untuk mengetahui komoditas potensial yang
UMKM, data potensi wilayah Kota Tangerang,
perlu dikembangkan dilakukan analisis
Data RPJMD/RPJPD Kota Tangerang. Data-
Location Quentient (LQ). Langkah selanjutnya
data tersebut diperoleh dari BPS Banten, BPS
adalah dengan melakukan analisis deskriptif
Pusat, Departemen Koperasi, Bappeda Kota
mengenai tingkat penyerapan tenaga kerja dan
Tangerang, selain itu dieprlukan juga data
jumlah lowongan pekerjaan yang ada di Kota
sekunder dari potret bentuk UMKM di Kota
Tangerang, serta penyerapan tenaga kerja oleh
Tangerang.
sektor UMKM. Dari hasil pengolahan ini akan
Substansi penelitian ini bertujuan untuk
terlihat seberapa besar pengaruh UMKM
menjawab 3 (tiga) pertanyaan penelitian
dalam perekonomian Kota Tangerang.
mengenai permasalahan potensi ekonomi
Hasil dari dua analisis tersebut
daerah dalam pengembangan umkm unggulan
dihubungkan dengan kebijakan-kebijakan dan
di kota tangerang. Dalam penelitian ini, isu
strategi untuk mengembangkan UMKM yang
potensi unggulan menjadi dasar utama.
ada di Kota Tangerang. Kebijakan dan strategi
Kondisi nyata yang terjadi dalam
ini ini dalam bentuk program pemerintah
pengembangan UMKM dengan segala
melalui Departemen Koperasi dan instansi
permasalahan yang dihadapi bermuara pada
yang bersngkutan serta hasil dari nalisis
masalah seperti jenis potensi unggulan dan
SWOT. Dalam langkah ini, akan dievaluasi
strategi yang diambil, masalah permodalan,
program yang diambil dalam usaha
dan kualitas sumber daya manusianya. Sektor
mengembangkan UMKM, sehingga
UMKM merupakan sektor yang bisa bertahan
diharapkan pemerintah mampu membuat
dalam krisis yang menyerang Indonesia pada
suatu kebijakan yang mendukung kemajuan
tahun 1997/1998. Dan sektor UMKM juga
usaha UMKM.
merupakan penyerap jumlah tenaga kerja yang
a. Analisis SWOT
sangat besar dan mampu menjadi sektor
Analisis SWOT digunakan sebagai dasar
penyumbang bagi APBN Indonesia.
penentuan strategi untuk mengetahui
Data yang digunakan merupakan data
kekuatan dan kelemahan serta tantangan
sekunder mengenai tingkat PDRB Kota
dan peluang yang akan dihadapi oleh
Tangerang dan Provinsi Banten tahun 2005-
UMKM. Analisis SWOT adalah analisis
2011, yang digunakan untuk menganalisis
kondisi internal maupun eksternal suatu
tingkat indeks LQ dari Kota Tangerang. Selain
organisasi yang selanjutnya akan
data mengenai tingkat PDRB, juga
digunakan sebagai dasar untuk merancang
dipergunakan data jumlah pencari kerja,
strategi dan program kerja (Rangkuti,
komposisi penduduk bekerja, bukan angkatan
1997). Analisis internal meliputi peniaian
kerja, dan pengangguran. Juga dipergunakan
terhadap faktor kekuatan (Strength) dan
data mengenai perkembangan Upah Minimum
kelemahan (Weakness). Sementara, analisis
Kota (UMK) dari Kota Tangerang, dan data
eksternal mencakup faktor peluang
penyerapan tenaga kerja dari sektor UMKM.
(Opportunity) dan tantangan (Threath).
Dari hasil analisis Indeks LQ, akan diketahui
b. Analisis Deskriptif
sektor ekonomi apa sajakah yang menjadi Analisis dalam penelitian ini dilakukan
sekotor komoditi unggulan dari Kota dengan pendekatan statistik deskriptif.
Tangarang. Tujuan dari perlu diketahuinya Analisis ini memberikan gambaran pola-
sektor unggulan ini adalah untuk dijadikan pola yang konsisten dalam data, sehingga
dasar bagi UMKM yang akan mengembangkan

3
hasilnya dapat dipelajari dan ditafsirkan Tabel 1. Hasil Analisis Indeks Location Quotient
secara singkat dan mendalam berdasarkan (LQ) Kota Tangerang Tahun 2005 2011
hasil analisis deskriptif (Kuncoro, 2003). Tahun Rata-
Dalam analisis deskriptif dilakukan
No Wilayah/Sektor
Rata

interprestasi atas data dan hubungan yang


2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

ada dalam penelitian tersebut. Di samping 1


2
Pertanian 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02

itu juga dilakukan komparasi antara hasil Pertambangan


penelitian dengan hasil-hasil penelitian dan
Penggalian 0 0 0 0 0 0 0 0
terkait dan dilakukan korelasi antara hasil- Industri
Pengolahan 0.97 0.97 0.97 0.95 0.95 0.95 0.95 0.96
hasil penelitian tersebut dengan teori atau
3
4 Listrik, Gas
konsep yang relevan dan Air
Bersih 0.67 0.35 0.30 0.28 0.28 0.26 0.25 0.34
c. Analisis Location Quotient (LQ)
Teknik ini digunakan untuk 5
6
Bangunan
Perdagangan,
0.68 0.71 0.71 0.73 0.73 0.74 0.73 0.72

mengidentifikasi potensi internal yang Hotel dan


dimiliki suatu daerah yaitu sektor-sektor
Restoran 1.59 1.59 1.60 1.61 1.61 1.59 1.56 1.59
7 Pengangkutan
mana yang merupakan sektor basis dan dan
Komunikasi 1.55 1.57 1.54 1.54 1.54 1.55 1.54 1.54
mana yang bukan sektor basis. Formulasi 8 Keuangan,
LQ secara matematis dapat dituliskan Persewaan,
dan Jasa
sebagai berikut. Perusahaan 1.01 1.04 1.02 1.00 1.00 0.99 0.99 1.01

S i IS
LQ
9 Jasa-Jasa 0.53 0.52 0.51 0.51 0.50 0.50 0.51 0.51

N i IN Sumber : Hasil Olahan Data


Berdasarkan Tabel 1. Terebut dapat
Keterangan:
ditunjukkan bahwa di Kota Tangerang
LQ= Nilai Location Quotient
terdapat 3 sektor yang merupakan sektor basis,
Si = PDRB sektor I di Kota
yaitu Perdagangan, Hotel dan Restoran dengan
Tangerang
nilai indeks 1,59, sektor Pengangkutan dan
S = PDRB total di Kota
Komunikasi dengan nilai indeks 1,54, dan
Tangerang
sektor Keuangan Persewaan dan Jasa
Ni = PDRB sektor I di Banten
Perusahaan dengan nilai indeks 1,01. Ketiga
N = PDRB total di Banten
sektor tersebut menunjukkan bahwa sumber
HASIL DAN PEMBAHASAN utama pendapatan Kota Tangerang bersumber
dari sektor jasa. Hal ini sesuai dengan
Analisis LQ karakteristik Kota Tangerang yang berada di
pusat pertumbuhan.
Analisis Analisis ini digunakan untuk
Selain 3 sektor tersebut, potensi yang cukup
mengetahui sektor-sektor ekonomi manakah
besar untuk dikembangkan yang bisa
yang termasuk ke dalam sektor basis (basic
mendukung perkembangan sektor UMKM
economy) atau berpotensi ekspor dan
adalah sektor pengolahan. Letak geografis Kota
manakah yang bukan sektor basis (non basic
Tangerang yang berdekatan dengan Jakarta,
sector). Apabila hasil perhitungannya
Bogor, Bekasi, dan kota penyangga lainnya
menunjukkan angka lebih dari sati (LQ >1)
merupakan pertimbangan yang bisa membuat
berarti sektor tersebut merupakan sektor basis.
sektor UMKM bisa tumbuh dengan cepat.
Sebaliknya apabila hasilnya menunjukkan
Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung
angka kurang dari satu (LQ <1) berarti sektor
yang ada di Kota Tangerang juga bisa
tersebut bukan sektor basis. Hasil perhitungan
mendukung kemajuan sektor UMKM di Kota
LQ Kota Tangerang selama 7 tahun terakhir
Tangerang.
(tahun 2005 2011) selengkapnya dapat dilihat
Di Kota Tangerang potensi UMKM
pada Tabel 1. sebagai berikut.
memang cukup besar dan setiap tahunnya
mengalami kenaikan. Peningkatan jumlah
UMKM yang terjadi setiap tahunnya ini, juga

4
memberikan peluang kerja yang semakin besar dengan jumlah 143.671 jiwa, dan diikuti oleh
bagi warga Kota Tangerang. Hingga akhir kelompok umur 30-34 dengan jumlah
2009, menurut BPS 2011 jumlah UMKM di Kota 138.853 jiwa, selanjutnya adalah kelompok
Tangerang mencapai 128.380 usaha yang terdiri umur 20-24 sejumlah 109.376 jiwa,
dari 102.598 usaha mikro, 25.488 usaha kecil kelompok umur 35-39 sejumlah 105.155, dan
dan 294 usaha menengah. Sedangkan total aset urutan keempat adalah kelompok umur 40-
dari seluruh UMKM mencapai Rp 44 dengan jumlah 100.089 jiwa. Dari total
6.071.625.930.000, serta mampu menyerap jumlah penduduk antara usia 15-lebih dari
pekerja sebanyak 229.529 orang. umur 55 tahun, usia produktif menyerap
Angka ini meningkat signifikan, dibanding jumlah penduduk yang bekerja lebih besar
jumlah UMKM tahun 2008 yang berjumlah yaitu sejumlah 597.144 jiwa. Hal tersebut
127.743 dengan nilai aset 5.761.625.930 dan sangat dimaklumi, karena pada usia
menyerap tenaga kerja sebanyak 2.571 orang. produktif tersebut masyarakat dituntut
Jenis kategori usaha mikro adalah usaha untuk dapat meningkatkan kesejahteraan
dengan nilai kekayaan bersih maksimal 50 juta hidupnya.
dan memiliki hasil penjualan maksimal Rp 300
juta. Sedangkan untuk usaha yang masuk
kategori usaha kecil adalah usaha yang
memiliki modal bersih berkiar Rp 50-500 juta
dengan penjualan mencapai Rp 300 juta-Rp 2,5
miliar pertahun. Sementara disebut usaha
menengah, jika memiliki modal bersih Rp 500
juta- Rp 5 Tiriliun, dengan penjualan Rp 2,5 -
50 miliar pertahun.

Analisis Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja Gambar 1. Komposisi Kelompok Bekerja


Kota Tangerang Berdasarkan Kelompok Umur 2011
Kondisi penggambaran dari tingkat Sumber : Tangerang Dalam Angka 2012
penyerapan tenaga kerja di Kota Tangerang Masalah lain adalah pengangguran,
adalah mengenai kondisi perkembangan pengangguran terbesar ada dalam
penduduk dan tingkat keterserapan tenaga kelompok umur 15-19 tahun, dengan jumlah
kerja. Hal ini dimaksudkan untuk melihat 43.123 jiwa. Jumlah dalam kelompok ini
komposisi dari jumlah penduduk dan jumlah mungkin bisa terjadi karena banyak yang
tenaga kerja serta pengangguran yang ada di belum bekerja secara penuh (setengah
Kota Tangerang. menganggur) atau mungkin dikarenakan
1. Ketenagakerjaan masih usia sekolah. Kelompok usia
Ketenagakerjaan merupakan salah satu produktif penyumbang pengangguran
indikator penting pembangunan ekonomi terbesar berada dalam kelompok umur 20-
khususnya dalam upaya pemerintah untuk 24 sejumlah 29.439 jiwa dan kelompok umur
menanggulangi kemiskinan. Hal ini karena 25-29 dengan jumlah pengangguran 17.355.
tenaga kerja adalah modal bagi geraknya Jumlah pengangguran yang besar dalam
pembangunan. Masalah penyediaan kelompok usia produktif harus menjadi
lapangan kerja menjadi masalah yang cukup perhatian penuh dari pemerintah Kota
serius di Kota Tangerang. Kondisi Tangerang, karena dari tahun ke tahun
kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan jumlah pengangguran usia produktif
lowongan yang tersedia semakin jauh dari jumlahnya akan terus meningkat.
tahun ke tahun.
Dari komposisi kelompok bekerja
berdasarkan umur pada tahun 2011
didominasi oleh kelompok umur 25-29

5
EKSTERNAL OPPORTUNITY TREATHS
(O) (T)
INTERNAL
STREANGTH Comparative Mobilization
(S) Advantage (ST)
(SO)
WEAKNESS Divestment/Invest Damage
(W) ment Control
(WO) (WT)

Dari matrik SWOT diatas, dapat dibagi


menjadi 4 sel, dengan masing-masing sel
Gambar 2. Komposisi Kelompok Bekerja
mempunyai ciri karakteristik masing-masing.
Berdasarkan Kelompok Umur 2011
Sel tersebut adalah:
Sumber : Tangerang Dalam Angka 2012
a. Comparative Advantage
2. Pencari Kerja
Sel ini merupakan pertemuan dua elemen
Khusus untuk pencari kerja di Kota
kekuatan dan peluang sehingga memberikan
tangerang, terdapat perbedaan yang cukup
kemungkinan bagi suatu organisasi untuk bisa
mencolok dalam jumlah pencari kerja
berkembang lebih cepat. Keuntungan yang
dibandingkan dengan ketersediaan
dimiliki oleh Kota Tangerang sebagai daerah
lapangan pekerjaan. Kelompok pencari kerja
yang mempunyai letak geografis sangat
yang dominan adalah kelompok
strategis membuat minat investor untuk
SLTA/Sederajat dengan jumlah 27.034 jiwa
menanamkan modalnya menjadi sangat besar.
yang merupakan sisa dari tahun 2010. Pada
Sesuai dengan hasil dari LQ, dimana salah satu
tahun 2011, jumlah pencari kerja yang sudah
sektor unggulan yang bisa dikembangkan oleh
ditempatkan sebanyak 9.812 untuk
UMKM adalah sektor jasa dan industri
kelompok lulusan SLTA/Sederajat.
pengolahan. Khusus untuk Kota Tangerang
Komposisi jumlah pencari kerja dan
dengan wilayah dekat dengan bandara dan
ketersediaan lapangan pekerjaan terus
pelabuhan, sektor jasa merupakan sektor yang
menjadi masalah sosial yang sangat serius
sangat besar potensinya untuk dikembangkan
yang dihadapi oleh pemerintah Kota
dan menjadi pilihan bagi usaha kecil untuk
Tangerang.
memulai atau mengembangkan usahanya.
3. Lowongan Kerja
Ada bebarapa kekuatan yang bisa menjadi
Menurut data Disnaker Kota Tangerang
pendukung bagi perkembangan usaha UMKM
jumlah lowongan kerja yang terdaftar
yang akan dikembangkan. Selain letaknya yang
sampai bulan Desember 2011 tercatat
strategis, kekuatan pendukung lainnya adalah
sebanyak 12.738 lowongan sementara
sarana prasarana yang sangat memadai,
pencari kerja yang mendaftar sebanyak
dukungan dari pemerintah yang sangat besar,
41.815 orang.
serta jumlah penduduk yang sangat besar
sebagai pendukung dari sektor ketenaga
Analisis SWOT
kerjaan. Dalam strategi yang dikembangkan
Analisis SWOT adalah alat yang dipakai untuk
melalui SWOT pada strategi Strenght
menyusun faktor-faktor strategis internal dan
Opportunity (SO) nampak bahwa
eksternal, yaitu (Strength, Weakness, Opportunity
pengembangan perekonomian di Kota
dan Threat) dari faktor-faktor tersebut sehingga
Tangerang atau daerah tersebut, untuk
dapat diperoleh beberapa alternatif strategi
pengolahan, jasa dan sektor unggulan lainnya
yang berpengaruh untuk pembangunan
dapat meningkatkan daya saing produk lokal.
daerah.
Perkembangannya sangat pesat yang dapat
memperkuat struktur perekonomian daerah
dengan menempatkan sektor industri sebagai
motor penggerak yang didukung potensi

6
sumberdaya alam (SDA), dan sektor lainnya penyerapan tenaga kerja bisa semakin tinggi
yang terkait. Sehingga keberadaan UMKM lagi.
sebagai salah satu penggerak perekonomian
dapat berjalan dengan baik dan memberikan c. Mobilization
perannya serta manfaat yang maksimal. Sel ini merupakan interaksi antara
b. Divestment/Investment ancaman dan kekuatan. Di sini harus
Sel ini merupakan interaksi antara dilakukan upaya mobilisasi sumber daya yang
kelemahan organisasi dan peluang dari luar. merupakan kekuatan organisasi untuk
Situasi seperti ini memberikan suatu pilihan memperlunak ancaman dari luar tersebut,
pada situasi yang kabur. Peluang yang tersedia bahkan kemudian merubah ancaman itu
sangat meyakinkan namun tidak dapat menjadi sebuah peluang. Ancaman yang
dimanfaatkan karena kekuatan yang ada tidak mungkin muncul dari perkembangan UMKM
cukup untuk menggarapnya. Pilihan di Kota Tangerang diantaranya adalah dampak
keputusan yang diambil adalah (melepas globalisasi menimbulkan penurunan nilai-nilai
peluang yang ada untuk dimanfaatkan moral masyarakat, adanya kompetisi antara
organisasi lain) atau memaksakan menggarap daerah baik langsung maupun tidak langsung
peluang itu (investasi). Selain beberapa dalam pengembangan pusat pertumbuhan
keunggulan strategis yang dimiliki oleh ekonomi seperti kawasan industri dan kawasan
pengembangan usaha UMKM di Kota pusat bisnis berpengaruh terhadap minat
Tangerang, ada beberapa permasalahan yang investor, dan adanya wacana dan rencana
bisa menghambat perkembangan sektor pemekaran kabupaten/ kota lain yang
UMKM. Diantaranya adalah sarana dan berbatasan dengan Kota Tangerang.
prasarana yang terpusat pada wilayah tertentu, Bentuk strategi yang bisa membuat
perkembangan sektor jasa dan perdagangan ancaman yang mungkin muncul dari
yang menekan sektor industril, dan perkembangan UMKM menjadi peluang
kesenjangan yang lebar antar penduduk. diantara adalah dengan meningkatkan kualitas
Permasalahan sarana dan prasarana yang sumber daya dan meningkatkan kualitas
terpusat pada wilayah tertentu juga produk yang berdaya saing tinggi. Produk
merupakan permasalahan yang dihadapi yang dikembangkan oleh UMKM harus
bukan hanya oleh Kota Tangerang. mempunyai nilai khas yang bisa menjadi
Permasalahan yang terbesar adalah adanya keunggulan output dari UMKM tersebut
perkembangan sektor jasa dan perdagangan dibandingkan dengan hasil dari produsen lain.
atau pengolahan yang menekan sektor Selain itu, untuk menjaga moral dari sumber
industri. Sesuai dengan hasil LQ, bahwa salah daya manusia yang ada harus ada
satu sektor basis Kota Tangerang yang besar pengembangan SDM yang mempunyai daya
potensinya untuk dikembangkan UMKM saing tinggi.
adalah sektor jasa dan pengolahan. Tetapi jika d. Damage Control
perkembangannya akan menggeser sektor Sel ini merupaka kondisi yang paling lemah
indutri, dikhawatirkan akan menimbulkan dari semua sel karena merupakan pertemuan
permasalahan baru, misalnya adalah antara kelemahan organisasi dengan ancaman
penyerapan tenaga kerja yang menurun. dari luar, dan karenanya keputusan yang salah
Strategi yang dilakukan untuk meminimalisir akan membawa bencana yang besar bagi
permasalahan yang kemungkinan bisa timbul organisasi. Strategi yang harus diambil adalah
adalah dengan memaksimalkan sumber daya Damage Control (mengendalikan kerugian)
yang ada, dan melakukan pemerataan sehingga tidak menjadi lebih parah dari yang
pembangunan. Dengan adanya pembangunan diperkirakan. Sektor ancaman yang mungkin
yang merata, diharapkan terjadi juga muncul dari usaha pengembangan UMKM
pemerataan sarana dan prasarana pendukung harus dihadapi dengan strategi yang benar.
perkembangan UMKM. Sehingga peran Penggunaan sumber daya yang ada dengan
UMKM yang saat ini sudah tinggi dalam hal efektif dan efisien serta adanya pemerataan

7
pembangunan bisa menjadi salah satu sebab, itu komponen penting dalam usaha
alternatif strategi yang bisa digunakan dalam pemberdayaan UMKM adalah
pengembangan UMKM. Selain itu, sumber pembangunan prasarana produksi dan
daya manusia dan pilihan produk yang pemasaran.
menjadi inti dari pengembangan UMKM juga 3. Pengembangan Skala Usaha
harus mempunyai daya saing yang tinggi. 4. Pengembangan Jaringan Usaha, Pemasaran
Pemerintah selaku pihak yang mempunyai dan Kemitraan Usaha.
peranan dari sisi legalitas harus bisa Upaya mengembangkan jaringan usaha ini
memberikan dukungan yang besar terhadap dapat dilakukan dengan berbagai macam
UMKM, dan juga melindungi usaha yang pola jaringan misalnya dalam bentuk
dilakukannya dari ancaman pihak luar dengan jaringan sub kontrak maupun
kekuatan sumber daya yang lebih besar. pengembangan kluster.

Rekomendasi Strategi Pengembangan 5. Pengembangan Sumber Daya Manusia


UMKM Sumber daya manusia merupakan faktor
Dari berbagai konsep mengenai pemberdayaan penting bagi setiap usaha termasuk juga di
masyarakat di bidang ekonomi, berikut sektor usaha kecil. Keberhasilan industri
beberapa pilihan strategi yang dilakukan skala kecil untuk menembus pasar global
dalam pemberdayaan UMKM, yaitu: atau menghadapi produk-produk impor di
1. Kemudahan dalam Akses Permodalan pasar domestik ditentukan oleh
Yang perlu dicermati dalam usaha kemampuan pelaku-pelaku dalam industri
pemberdayaan UMKM melalui aspek kecil tersebut untuk mengembangkan
permodalan ini adalah: (1) bagaimana produk-produk usahanya sehingga tetap
pemberian bantuan modal ini tidak dapat eksis. Kelemahan utama
menimbulkan ketergantungan; (2) pengembangan usaha kecil menengah di
bagaimana pemecahan aspek modal ini Indonesia adalah karena kurangnya
dilakukan melalui penciptaan sistem yang ketrampilan sumber daya manusia.. Oleh
kondusif baru usaha mikro, usaha kecil, dan karena itu dalam pengembangan usaha kecil
usaha menengah untuk mendapatkan akses menengah, pemerintah perlu meningkatkan
di lembaga keuangan; (3) bagaimana skema pelatihan bagi UMKM baik dalam aspek
penggunaan atau kebijakan pengalokasian kewiraswastaan, administrasi dan
modal ini tidak terjebak pada perekonomian pengetahuan serta ketrampilan dalam
subsisten. (4) Bagaimana memeprtahankan pengembangan usaha. Peningkatan kualitas
sistem pendanaan yang sudah berjalan baik. SDM dilakukan melalui berbagai cara
Inti pemberdayaan adalah kemandirian seperti pendidikan dan pelatihan, seminar
masyarakat. Cara yang cukup efektif dalam dan lokakarya, on the job training,
memfasilitasi pemecahan masalah pemagangan dan kerja sama usaha. Selain
permodalan untuk usaha mikro, usaha kecil, itu, salah satu bentuk pengembangan
dan usaha menengah, adalah dengan sumber daya manusia di sektor UMKM
menjamin kredit mereka di lembaga adalah Pendampingan. Pendampingan
kuangan yang ada, dan atau memberi UMKM memang perlu dan penting. Tugas
subsidi bunga atas pinjaman mereka di utama pendamping ini adalah memfasilitasi
lembaga keuangan. proses belajar atau refleksi dan menjadi
2. Bantuan Pembangunan Prasarana mediator untuk penguatan kemitraan baik
Usaha mendorong produktivitas dan antara usaha mikro, usaha kecil, maupun
mendorong tumbuhnya usaha, tidak akan usaha menengah dengan usaha besar.
memiliki arti penting bagi masyarakat, 6. Peningkatan Akses Teknologi
kalau hasil produksinya tidak dapat 7. Mewujudkan iklim bisnis yang lebih
dipasarkan, atau kalaupun dapat dijual kondusif.
tetapi dengan harga yang amat rendah. Oleh Persoalan yang selama ini terjadi iklim

8
bisnis kurang kondusif dalam menunjang satunya dengan mengembangkan
perkembangan usaha seperti terlihat dengan kualitas SDM, pemerataan
masih rendahnya pelayanan publik, pembangunan, dan mempermudah
kurangnya kepastian hukum dan berbagai sarana prasarana pendukung seperti
peraturan daerah yang tidak pro bisnis masalah permodalan, pembimbingan
merupakan bukti adanya iklim yang kurang usaha, dan pengembangan jaringan
kondusif. Oleh karena perbaikan iklim usaha. Adapun regulasi dari
bisnis yang lebih kondusif dengan pemerintah yang diperlukan untuk
melakukan reformasi dan deregulasi memberikan peluang berkembangnya
perijinan bagi UMKM merupakan salah satu UMKM meliputi perbaikan sarana dan
strategi yang tepat untuk mengembangkan prasarana, akses perbankan dan
UMKM. Dalam hal ini perlu ada upaya perbaikan iklim ekonomi yang lebih
untuk memfasilitasi terselenggaranaya baik untuk mendukung dan
lingkungan usaha yang efisien secara meningkatkan daya saing mereka serta
ekonomi, sehat dalam persaingan dan non untuk meningkatkan pangsa pasar.
diskriminatif bagi keberlangsungan dan
peningkatan kinerja UMKM. Selain itu perlu
ada tindakan untuk melakukan
DAFTAR PUSTAKA
penghapusan berbagai pungutan yang tidak
tepat, keterpaduan kebijakan lintas sektoral, Kota Tangerang dalam Angka 2011. Jumlah
serta pengawasan dan pembelaan terhadap Usaha Menengah dan Usaha Besar
praktek-praktek persaingan usahah yang Menurut Kecamatan Tahun 2011. Badan
tidak sehat dan didukung penyempurnaan Pusat Statistik Banten.
perundang-undangan serta pengembangan Kota Tangerang Dalam Angka 2012. Komposisi
kelembagaan. Kelompok Bekerja Berdasarkan
Kelompok Umur 2011. Badan Pusat
SIMPULAN Statistik Banten.
Tambunan, Tulus. 2012, Usaha Mikro Kecil dan
Berdasarkan pada hasil pembahasan, Menengah di Indonesia: Isu-Isu Penting.
maka dalam penelitian ini dapat ditarik LP3ES
kesimpulan sebagai berikut: Rangkuti, Freddy. 1997. Analisis SWOT.
Analisis Teknik Membedah Kasus Bisnis,
1. Berdasarkan hasil dari indeks Location
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Quentient (LQ), Kota Tangerang
mempunyai 3 sektor yang merupakan
sektor basis, yaitu Perdagangan, Hotel
dan Restoran dengan nilai indeks 1,59,
sektor Pengangkutan dan Komunikasi
dengan nilai indeks 1,54, dan sektor
Keuangan Persewaan dan Jasa
Perusahaan dengan nilai indeks 1,01.
2. Jumlah penyerapan tenaga kerja
terbesar di Kota Tangerang berada
pada kisaran usia 20-44 tahun dengan
jumlah 597.144 jiwa. Dan sektor UMKM
mampu menyerap 229.529 orang pada
tahun 2009, dan tahun 2011 sudah lebih
dari 250 ribu orang.
3. Upaya program yang dilakukan untuk
mengembangkan usaha UMKM salah