You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri adalah hal yang tidak dapat dipisahkan darI kehidupan manusia.
Kemajuan suatu negara dapat dilihat dari perkembangan industri. Industri adalah
salah satu penyumbang pajak terbesar di Indonesia, penyedia tenaga kerja,
penyedia kebutuhan hidup berupa produk, dan banyak lagi.
Jika membicarakan industri, maka kita tidak bisa memisahkan dari proses
produksi, proses produksi yang terjadi di dalam industri pastinya akan selalu
melibatkan reaksi kimia. Beberapa reaksi kimia yang terdapat dalam industri
adalah reaksi redoks, reaksi sulfonasi, reaksi nitrasi, reaksi halogenasi dan reaksi
hidrogenasi.
Pada Makalah ini akan dibahas salah satu reaksi yaitu reaksi nitrasi. Reaksi
Nitrasi banyak digunakan dalam industri, seperti industri bahan peledak,
pengolahan kelapa sawit, pengolahan plastik dan lain lain

1.2 Tujuan Penulisan


1. Memahami reaksi nitrasi
2. Mengetahui contoh contoh reaksi nitrasi dalam industri
3. Mengetahui kegunaan Nitrogliserin sebagai produk reaksi nitrasi
4. Mengetahui salah satu perusahaan di Indonesia yang menggunakan
reaksi nitrasi

1
BAB II
ISI

2.1 Definisi Nitrasi


Nitrasi adalah pembentukan satu atau lebih gugusan NO2 (nitro) kedalam
suatu senyawa.
Gugusan nitro masuk kedalam senyawa terikat oleh:
1. Atom C : -C-NO2 Disebut senyawa nitro
2. Atom O : -O-NO2 Disebut senyawa nitrat
3. Atom N : -N-NO2 Disebut senyawa nitro amin atau nitramin
Terbentuknya ikatan dapat karena :
1) Reaksi peggantian gugus : -H : Hidrogen
-Cl : Khlor
-SO3H : Sulfonat
Penggantian H paling banyak dialam nitrasi
2) Reaksi adisi pada ikatan rangkap
3) Reaksi pengusiran

2.2 Pemakaian nitrasi dalam industri


Pemakaian nitrasi dalam industri antara lain dalam industri :
1. Zat pelarut, zat pewarna, bahan peledak senyawa nitro
2. Bahan peledak senyawa nitrat : gliseril nitrat , selulosa nitrat
3. Bahan peledak senyawa nitramin.
Senyawa nitro digunakan sebagai bahan peledak karena dalam reaksi
peruraiannya memberikan perubahan volume yang sangat besar dalam waktu
sangat singkat/mendadak.
Contoh : bahan peledak senyawa nitro : nitro gliserin
bahan peledak senyawa nitramin : tri-nitro-toluen

2.3 Zat zat yang di nitrasi


Zat yang diolah dalam nitrasi dapat berupa:
1. Parafin: RH
Nitrasi parafin menghasilkan senyawa nitro-parafin.pada umunya hasil
yang diperoleh berupa campuran. Ada senyawa seyawa bukan nitro ,

2
misalnya alkohol, aldehid dan olefin. Campuran senyawa hasil nitrasi
parafin ini biasanya digunakan sebagai pelarut. Reaksi nitrasi parafin pada
umumnya dilaksanakan dalam fase gas.
2. Olefin :RCH=CH2
Nitrasi olefin mengikuti reaksi adisi. Reaksi nitrasi olefin umunya
dilakukan dalam fase gas. Hasil nitrasi olefin akan berupa senyawa nitro
alkohol. Apabila nitrasi dilanjutkan , akan diperoleh hasil nitrasi yang
bermacam macam, karena dalam senyawa nitro alkohol itu terdapat
gugus fungsional NO2
3. Aromatik dan turunannya
Senyawa aromatik yang biasa di nitrasi antara lain: benzena dan
turunannya, naftalen dan turunannya. Senyawa nitrasi aromatik umuya
dilaksanakan dalam fase cair. Hasil yang terkenal dalam kelompok ini ; tri
nitro toluen (TNT)
4. Alkohol : R-OH
Termasuk dalam kelompok ini dapat berupa alkohol (terutama gliserol),
mauu dapat berupa karbohidrat ( terutama selulosa).
5. Senyawa nitrogen
Termasuk dalam kelompok ini adalah:
Amid : RCONH2
Imid : RCONHR1

2.4 Zat-zat penitrasi


Sebagai zat pengolah dalam nitrasi dapat berupa:
1) Asam nitrat ; NH3
Pemakaiannya dapat dalam bentuk cair berasap ( konsentrasi tinggi, ada
NC2 bebas), cair pekat maupun larutan asam nktrat dalam air. Dapat pula
dalam bentuk gas/uap.
2) Oksid nitrogen ; N2O5 (nitrogen pentoksia) atau N2O4 (nitrogen
pentaoksida)
Zat pengolah ini dipakai dalam nitrasi dalam fase gas
3) Campuran asam nitrat dengan zat penyerap air
Zat pengolah ini dipakai apabilareaksi nitrasi dilakuka dalam fase cair.
Zat penyerap air yang digunakan dapat berupa asam sulfat. Campuran antara
asam sulfat dan asam nitrat disebut asam campuran.
Untuk mendapatkan gugus (NO2+), diperlukan suatu asam lain sebagai
donor proton (H+), sekaligus sebagai katalisator.
Asam asam tersebut antara lain:
H2SO4

3
H3COOH
H3PO4
Mekanisme reaksi untuk mendapatkan gugus nitro
HNO3 + 2H2SO4 NO2+ + H3O+ + 2H2SO4-
N2O5 + 3H2SO4 NO2+ + H3O+ + 3HSO4-
N2O4 + 3H2SO4 NO2+ + 2NO- + H3O + 3HSO4-
Mekanisme reaksi nitrasi
HNO3 + 2H2SO4 NO2+ + H3O+ + 2H2SO4-
RH + NO2+ RHNO2+
RHNO2+ + HSO4- RNO2 + H2SO4

2.5 Nitrasi dalam industri


1. Nitrasi parafin
Hasil nitrasi parafin : campuran nitro parafin ( nitro metana , nitro etana ,
2nitro propana, 2nitro butane), alkohol, aldehid dan olefin

Nitrasi dalam fase cair akan berjalan sampai hasil dinitro dan trinitro,
mengikuti reaksi ion, sedang nitrasi dalam fase gas akan terjadi pemecahan
rantai , mengikuti mekanisme reaksi radikal bebas.
Pada nitrasi fase cair dengan asam campuran , adanya asam sulfat , anhidrid
asam asetat dan lain lain zat pengikat air. Bertugas untuk membantu

4
mempercepat pembentukan ion nitril (NO2+), yang menyerang senyawa yang
mudah membentuk ion.
Reaksi nitrasi sangat ekotermis sehingga digunakan reaktor yang dapat
mengatasi transfer panas, reaktor yang digunakan adalah fixed bed reactor
( nitrator adiabatic)

Suhu yang tinggi menjadikan NO2+ berubah menjadi radikal bebas yang
sangat reaktif, sehingga proses nitrasi menghasilkan bermacam macam produk.

2. Nitrasi propane
Propana C3H8 merupakan parafin yang mempunyai rantai C pendek, seperti
halnya parafin lain apabila dinitrasi akan memberikan hasil yang bermacam
macam.
Umumnya nitrasi propana dilakukan pada fase gas, pada suhu yang agak
timggi yaitu 410 oC, dibawah tekanan 115- 175 psi. Hasil nitrasi propana ini ,
disamping senyawa nitro, juga terdapat senyawa aldehid , keton, alkohol, asam
karboksilat , olefin , nitro olefin dan kadang kadang polimer.
Pada suhu tinggi (410oC) tersebut , asam nitrat akan pecah menjadi radikal
bebas lebih mudah daripada pecahnya propana menjadi radikal bebas CH 3 dan
C2H5.
Pada nitrasi propana ini akan banyak timbul panas , dan harus dihilangkan, agar
suhu tidak terus menerus naik. Penghilangan panas dilakukan dengan jalan asam
nitrat yang masuk reaktor masih dalam keadaan cair, sehingga panas diserap
pada penguapan asam nitrat .

(* *
Nitrometan, Nitroetan,*1-nitropropana, *
2-nitropropana,*Aldehide,
*
Keton, *Alkohol ,*Nitrolefin,*Propana sisa, *Nitrogen oksi, *Air)

5
Hasil nitrasi propana yang berupa campuran , kemudian dipisahkan dengan
adsorben . Pelarut yang digunakan merupakan salah satu fraksi hasil nitrasi
propan. Dengan penyerapan ini hanya sisa propan dan nitrogen oksid yang lolos.
Gas sisa penyerapan itu dikirim kembali ke seksi bahan baku setelah nitrogen
oksid dibentuk kembali menjadi asam nitrasi , dengan oksidasi dan hidrasi.

3. Nitrasi olefin
Sebagai zat penetrasi adalah nitrogen dioksid. Pada nitrasi olefin, udara
ditambahkan untuk mengoksidasi nitrogen monoksida yang ada. Hasil nitrasi
olefin ini mula mula adalah dinitro parafin dan nitronitrit. Nitronitrit tersebut
tidak stabil, sebagian akan teroksidasi oleh udara menjadi nitronitrat . apabbila
nitronitrit diolah degan air atau alkohol akan terbentuk nitroalkohol.
Reaksi nitrasi olefin dilaksanakan dengan jalan menambah olefin kedalam
nitrogen dioksid pada suhu -10o sampai 25o C. Untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya oksidasi nitronitrit menjadi nitronitrat, dapat digunakan eter sebagai
pelarut. Reaksi nitrasi olefin lebih lambat dari nitrasi olefin yang rantainya lebih
panjang.
Untuk memisahkan hasil reaksi yang diperoleh dalam nitrasi olefin ini
dilakukan distilasi / fraksinasi.

4. Nitrasi gliserol
Gliserol merupakan senyawa yang mempunyai 3 gugus hidroksil . apabila
gliserol diinitrasi sempurna . Ketiga gugus fungsionil hidroksil akan
tergantungkan menjadi gugus nitrat.
H H
H-C-OH H2SO4 H-C-ONO2
H-C-OH + 3 HONO2 H-C-ONO2 +
H2O
H-C-OH H-C-ONO2
H H
gliserol gliseroltrinitrat

Reaksi dijalankan dalam fase cair, mengikuti mekanisme reaksi ion. Sebagai
zat pengolah dipakai asam campuran yaitu asam nitrat dan asam sulfat. Reaksi
nitrasi gliserol tidak dilakukan pada suhu tinggi , karena senyawa hasil ( gliserol
trinitrat) mudah terurai dan mudah meledak bila suhu tinggi, sehigga reaksi ini
harus dilaksanakan pada suhu yang rendah . karena reaksi dijalankan pada suhu
yang rendah ,, pereaksi yang dpakai harus kuat . asam campuran cocok untuk

6
tugas ini. Asam sulfat didalam asam campuran bertugas untuk mengikat air yang
terbentuk , sehingga nilai DNA asam campuran harus besar . disamping itu asam
nitrat yang dipakai harus cukup jumlah dan konsentrasinya dan nilai R juga
haarus besar.
Alat : reaktor tangki berpengaduk , dilengkapi jacket pendingin.
Kondisi operasi : suhu rendah : 10- 15oC.
NDA besar : 4-7
R besar : 2 4,7

5. Nitrasi selulosa
Proses nitrasi dilakukan dalam fase cairHasilnya berupa selulosa nitrat ,
yang merupakan bahan peledak , reaksi dijalankan pada suhu rendah, karena
hasil mudah meledak . hasil berupa serbuk . sebagai bahan penetrasi adalah asam
campuran.
Kondisi operasi : suhu rendah : 10 -30 oC
NDA : 47
R besar : 2- 6

6. Nitrasi senyawa aromatik


a. Nitrasi benzene
Zat penetrasi yaitu asam campuran . hasil yangdiperoleh adalah
nitrobenzene, yang memiliki sifat mudah meledak, walaupun tidak sekuat
gliseril tri nitrat.
Alat ; reaktor tangki berpengaduk yang dilengkapi pendingin
Kodisi operasi : suhu rendah, 60 oC
NDA besar dan R besar
Pemisahan hasil nitrasi nitrobenzene
Setelah proses nitrasi, akan diperoleh hasil campuran . nitrobenzen dan
asam campuran tidak saling melarutkan , sehingga dapat dipisahkan dengan
settler. Hasil nitrobezene kemudian dicuci dengan air dan dinetralkan dari sisa
asam campuran dengan menggunakan natrium karbonat. Dilajutkan dengan
pemanasan untuk mengusir air pencuci CH
yag masih terdapat dalam
3
CH3 HHNCOCHNO
nitrobenzene. 3
2
+ H2O
+ HNO3

b. Nitrasi toluen I
Nitrasi toluen dilakukan dalam fase cair , dengan zat penetrasi dapat
CH3
berupa asam
CH campuran . Proses nitrasi berlangsung
HHNCOCH
3 tahap, masing masing
3
NO2
NO2 3
tahp memerlukan kodisi operasi yang berbeda. + H2O
+ HNO 3

II NO2

CH3
CH3 NO2 HHNCOCHNO
NO2 7 3
2
+ H2O
+ HNO3

III NO2
NO2
TNT
c. Nitrasi klorobenzene
Kereaktifan klorobenzene lebih rendah dari kereaktifan benzene , karena
gugus fungsionil yang sudah dipunyai mempunyai sifat induksi -1, mesomeri
+M. sedang gugus yang akan masuk NO 2 mempunyai sifat induksi -1 juga.
Karena itu zat penetrasi untuk klorobenzen harus lebih kuat dari zat penetrasi
benzene. Masuknya gugus NO2 ke klorobenzene akan mengambil tempat para,
Cl
Cl HHNCOCH3

+ HONO2 + H2O

NO2

d. Nitrasi naftalen
Nitrasi naftalen memerlukan asam sulfat untuk mengikat air yang terjadi,
maka sebagai zat penetrasi dipakai asam campuran . asam campuran yang
dipakai dengan NDA :2 dan R ; 1,0
NO2

+ H2O

NO2
Hasil beta akan diperoleh lebih banyak dari alpa, bila suhu reaksi tinggi dan
waktu lama.
+ H2O

e. Nitrasi asetanilida
HNCOCH3
HNCOCH3 HHNCOCH3

+ H2O
+ HONO2
NO2

8
Kondisi operasi : suhu opersi lebih rendah dari 5oC, zat penetrasi dengan
NDA besar dan R juga besar. Suhu rendah terutama dimaksudkan agar ssenyawa
senyawa yang ada tidak mengalami hidrolisa.

HNCOCH3 HNH
H2O
+ untuk
Disamping suhu harus rendah , NDA harus besar CH3COOH
mengikat air hasil
nitrasi , agar tidak terjadi hidrolisa tersebut.

2.6 Produk Hasil Reaksi Nitrasi


Nitrogliserin
Nitrogliserin pertama kali ditemukan pada tahun 1846 oleh Sobrero, akan
tetapi baru tahun 1860-an nitrogliserin mulai digunakan sebagai bahan peledak
ketika Immanuel dan Alfred Nobel berhasil mengembangkan metode mengenai
penggunaan nitrogliserin sebagai bahan peledak dengan cukup aman. Alfred
Nobel mengadopsi penemuan nitrogliserin dan lebih mengembangkannya
sebagai bahan peledak . Setahun kemudian dia membangun Pabrik bahan
peledak Alfred Nobel & Co. di Krmmel Geesthacht dekat Hamburg Jerman ,
yang fokus dalam ekspor campuran nitrogliserin cair dan mesiu atau disebut
Blasting Oil. Tahun-tahun berikutnya Alfred Nobel berhasil mengembangkan
bahan peledak nitrogliserin yang lebih maju, seperti dinamit pada tahun 1868.

Penggunaan nitrogliserin secara luas


Penggunaan secara luas sebagai peledak untuk tujuan militer ( dibuat
propellant) dalam Perang Dunia I & II, untuk kegiatan teknik sipil
( pembangunan jalan raya pada landscape berbukit / berbatu ), untuk kegiatan
pertambangan ( dibuat dinamit dengan detonator sumbu tali atau waktu ) yang
dibentuk silinder memudahkan untuk dimasukan ke dalam lubang. Selain itu,
dapat digunakan sebagai obat jantung ( mengobati angina) , setelah penemuan
bahwa dengan nitrogliserin untuk mengurangi Angina Pectoris dan menurunkan
tekanan darah. Amyl nitrit dapat meringankan nyeri dada. Dokter William
Murrell melakukan uji coba Beliau mulai mengobati pasien dengan dosis rendah
pada tahun 1878. Penggunaan nama Glyceryl Trinitrate atau Trinitrin

9
digunakan di dunia medis untuk menghindari kekhawatiran pasien. Angina
pectoris terjadi karena tidak memadainya aliran darah dan oksigen ke jantung
yang dibutuhkan untuk produksi energi. Cara kerja nitrogliserin yaitu dengan
menvasodilasi pelebaran pembuluh darah arteri. Nitrogliserin akan dikonversi
menjadi nitrat oksida di dalam tubuh oleh mitokondria aldehida dehidrogenase
dan oksida nitrat adalah vasodilator alami.

Sifat Nitrogliserin
Sifat fisik :
Rumus Molekul : C3H5(ONO2)3
Berat Molekul : 227 g/ gmol
Bentuk : cair Titik didih : 218 oC
Titik leleh : 13 oC
Densitas (15 o C) : 1,6 g/cm 3
Suhu kritis : 407 oC
Tekanan kritis : 29,61 atm Hf (25 oC) : -270,90 kJ/mol
Sifat kimia :
Reaksi gliserin dengan asam nitrat, katalis H2SO4
H SO
3 HNO3 + C3H5(OH)3 2 4 C3H5(ONO2 )3 + 3 H2O
Dalam reaksi tersebut, katalis H2SO4 berfungsi untuk pembentukan gugus
nitro dari asam nitrat untuk menghasilkan nitro gliserin. Sebenarnya lebih tepat
jika dinamakan gliserin trinitrat , merupakan bahan peledak .
Reaksi peledakan : C3H5(ONO2)3 3/2 N2 + 3 CO2 + 5/2 H2O ( uap ) + 1/4 O2
cair gas Karena perubahan dari zat cair menjadi gas yang terjadi begitu cepat ,
maka timbul tekanan dan temperatur yang sangat tinggi sehingga menimbulkan
peledakan.
Proses Produksi
Proses Produksi Nitrogliserin berdasarkan reaksi kimia dihasilkan dengan
mereksikan gliserin ( gliserol ) dengan asam nitrat . Namun ada beberapa macam
proses pembuatan nitrogliserin, yaitu : Schmid-Meissner continous process,
Nitro nobel injector proses dan Biazzi continous process.

10
1. Schmid-Meissner continous process
Schmid-Meissner continous process Scmid-meissner adalah proses pertama
dalam pembuatan nitrogliserin. Prosesnya meliputi nitrasi, pemisahan dan
pemurnian nitrogen secara netralisasi dan pencucian. ( Vuono , 1984).
Nitratornya berbentuk tangki berpengaduk , dilengkapi pipa-pipa pendingin
vertikal . Sebagai medium pendingin dipakai brine yang masuk pada suhu -5 oC.
Asam campuran masuk dari bagian bawah nitrator dan gliserin masuk dari
bagian atas sedangkan hasilnya keluar secara overflow ke separator ( stainless
steel ). Suhu nitrator dijaga jangan lebih dari 18 oC dan tekanan atmosfer .
Nitrogliserin yang telah terpisah dicampur dengan larutan pencampur yang
panas , berupa soda dan ammonia dan kemudian diemulsi dengan udara .

2. Nitro nobel injector proses:


Nitro nobel injector proses Alat dalam proses ini adalah sebuah injektor
yang dipakai untuk mencampur gliserol dengan pre- cooled nitration acid (asam
penitrasi yangtelah didinginkan). Aliran asam yang lewat injektor akan
menimbulkan kevakuman , hingga gliserin akan tertarik masuk.
3. Biazzi continous proces:
Biazzi continous proces Biazzi continous adalah proses terbaru dalam
produksi nitrogliserin. Perlengkapannya terdiri atas nitrator, separator dan
pencuci berpengaduk. Sebagian unit alatnya terbuat dari stainless steel, untuk
mencegah penimbunan nitrogliserin. (Kirk dan Othmer, 1996)
Pada proses pembuatan nitrogliserin keamanan merupakan hal yang paling
utama. Hal ini mengingat sifat dasar nitrogliserin yang mudah meledak .
Sehingga pada hal perancangan industry pembuatan nitrogliserin digunakan
proses Biazzi . Hal ini dikarenakan proses berlangsung pada suhu rendah (15
o
C ) baik reactor maupun proses pemisahan.

2.7 Industri di Indonesia yang Menggunakan Produk Reaksi Nitrasi


PT Dahana (persero)
PT Dahana (persero) adalah perusahaan milik negara yang berkecimpung
dibidang industri bahan peledak. Perusahaan ini merupakan salah satu
perusahaan yang merupakan industri strategis Indonesia. Sejak 2002, Dahana
melakukan reposisi usaha dengan menitikberatkan pada tiga lini usaha yaitu

11
Pemboran dan Peledakan, produksi bahan peledak serta layanan terkait lainnya.
Lini usaha tersebut digolongkan sebagai berikut :
Drilling dan Blasting
Explosives Manufacturing
Jasa Terkait Lainnya (Other related services)
Dalam mendukung layanan operasinya, Dahana didukung dengan fasilitas
produksi mutakhir. Pabrik-pabrik tersebut menjadi bagian penting kesuksesan
layanan operasi PT Dahana di lapangan terutama dalam menjamin kelangsungan
suplay bahan peledak.
.
1. Pabrik Emulsi
Dahana memiliki pabrik bahan peledak jenis emulsi di Tasikmalaya.
Pabrik yang memproduksi jenis bahan peledak cartridge emulsion ini memiliki
kapasitas produksi 2.000/ton/shift.

2. Pabrik Detonator

Pabrik electric detonator bekerjasama dengan PT Pindad. Dengan


kapasitas 1.500.000 pcs/tahun, pabrik yang berlokasi di Turen, Malang didirikan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri. Produk yang dihasilkan
dari pabrik ini antara lain, plain detonator, instaneous detonator, dan delay
detonator. saat ini sedang dikembangkan seismic detonator.

3. Pabrik DANFO
Pabrik DANFO berlokasi di Subang Jawa Barat memiliki kapasitas produksi
5.000 ton/shift/tahun.

4. Gudang Berikat
Dahana telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Gudang Berikat
(PGB) dan merangkap Pengusaha Pada Gudang Berikat (PPBG) berlokasi di Jl.
Subang Cikamurang, Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang,
Jawa Barat, dan memiliki luas 3.600 m2 yang terdiri atas 3 buah gudang berikat
masing-masing untuk bahan peledak AN, detonator, dan accessories.

12
5. Pabrik Shapedcharges
Shaped charges merupakan bahan peledak untuk perforasi di Sektor Minyak
dan Gas. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 500.000 pcs/tahun.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Nitrasi merupakan pembentukan satu atau lebih gugusan NO2 (nitro)
kedalam suatu senyawa. Salahsatu kegunaan senyawa nitro yaitu digunakan
sebagai bahan peledak karena dalam reaksi peruraiannya memberikan perubahan
volume yang sangat besar dalam waktu sangat singkat/mendadak. Proses nitrasi
dapat diaplikasikan dalam industri bahan peledak, seperti nitrogliserin untuk
tujuan militer ( dibuat propellant) dalam Perang Dunia I & II, untuk kegiatan
teknik sipil ( pembangunan jalan raya pada landscape berbukit / berbatu ), untuk
kegiatan pertambangan ( dibuat dinamit dengan detonator sumbu tali atau
waktu ) yang dibentuk silinder memudahkan untuk dimasukan ke dalam lubang.
Beberapa macam proses pembuatan nitrogliserin, yaitu : Schmid-Meissner
continous process, Nitro nobel injector proses dan Biazzi continous process.
Reaktor dijaga agar pada suhu tidak lebih dari 18 0C karena reaksi berlangsung
eksoterm dan dikhawatirkan akan memicu ledakan.

3.2 Saran
Demikianlah makalah yang berjudul REAKSI NITRASI DALAM
INDUSTRI ini kami buat. Apabila terdapat kekurangan dalam makalah ini
kami sangat menerima saran dan kritik yang membangun demi perbaikan
makalah ini.

13
Daftar Pustaka

Fessenden dan Fessenden. 1990, Kimia Organik 3rd Edition. Jakarta : Penerbit
Erlangga.
Kirk-Othmer. 1981. Encylopedia of Chemichal Technology 3th ed. New York :
John Willey and sons.
Sumada, Yafet.2010. Pembuatan Nitrogliserin sebagai Bahan Peledak.
Universitas Muhammadiyah Jogjakarta.

14
MAKALAH

TENTANG NITRASI

Disusun oleh :

Mona Yulia Sari


( 2015430100 )

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
JAKARTA

15
2017

16