You are on page 1of 2

Berdasarkan anamnesis yang saya dapatkan dari anaknya, Ny Kunti berusia 54 tahun

mengalami keluhan kelemahan anggota gerak sebelah kanan dan tidak bisa bicara sejak 5 hari
SMRS. Menurut literatur, hasil penelitian Framingham study menunjukkan bahwa risiko stroke
akan meningkat pada usia >45 tahun. Hal tersebut dikarenakan pembuluh darah pada orang
yang lebih tua mengalami perubahan degeneratif.

Gejala-gejala klinis yang timbul pada pasien sekarang, seperti kelemahan anggota
gerak sebelah kanan dan tidak bisa berbicara secara mendadak sejak 5 hari SMRS. Menurut
literatur, sesuai dengan teori yang sudah ada. Menurut teori, kelemahan anggota gerak terjadi
karena adanya defisit neurologis, sedangkan untuk tidak bisa bicaranya terjadi karena adanya
gangguan aliran darah yang mengenai pembuluh arteri karotis interna.

Sebelum timbul gejala-gejala klinis, pasien mengalami nyeri kepala hebat, hingga
mengalami penurunan kesadaran. Menurut literatur, gejala seperti itu biasanya menandakan
adanya gangguan pada intrakranial atau adanya gangguan ekstrakranial. Penurunan kesadaran
pada gangguan intrakranial, dikarenakan adanya lesi di pembuluh darah otak, yang dapat
menyebabkan terjadi peningkatan cairan di otak atau peningkatan tekanan intrakranial.
Sedangkan pada gangguan ekstrakranial, dikarenakan oleh banyak faktor, seperti keadaan
syok, anemia, asidosis repiratorik, gangguan jantung dan lain sebagainya.

Berdasarkan dari riwayat penyakit dahulu, pasien tidak mengetahui adanya penyakit
hipertensi, diabetes, gangguan jantung dan ginjal. Menurut literatur, penyakit-penyakit tersebut
dapat meningkatkan angka terjadinya stroke, sehingga pada pasien perlu ditanyakan untuk
dilakukan pengobatan berdasarkan etiologinya.

Berdasarkan dari kebiasaan pasien, pasien suka makan-makanan berlemak, bersantan,


dan gorengan. Namun, tidak pernah berolahraga, tidak merokok ataupun minum alkohol.
Menurut literatur, pasien dengan kebiasaan konsumsi makanan berlemak, bersantan dan
gorengan, serta tidak pernah berolahraga, dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya stroke.
Hal tersebut dikarenakan dapat menyebabkan gangguan aliran darah di pembuluh darah otak.

Berdasarkan riwayat keluarga, tidak ada yang memiliki gejala yang sama ataupun
mempunyai penyakit hipertensi, gangguan jantung, gangguan ginjal, dan diabetes. Sehingga
dari faktor keturunan tidak terjadi pasien tersebut.

Pasien baru mengalami kejadian ini yang pertama kali dan terjadi secara mendadak.
Hal tersebut menandakan adanya stroke akut bukan yang berulang. Terjadi yang mendadakan,
dikarenakan adanya sumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah di otak, yang dapat
menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial.

Pemeriksaan fisik, didapatkan adanya tekanan darah 245/130 mmHg, gangguan nervus
kranialis ( N.VII dan N. XII dextra tipe sentral), gangguan fungsi luhur, gangguan motorik
sebelah kanan dan adanya refleks patologis yang positif. Menurut literatur, hal tersebut
merupakan tanda-tanda yang biasa terjadi pada orang stroke. Tekanan darah tinggi terjadi
dikarenakan aliran darah tersumbat atau adanya gangguan pada jantung dan ginjal. Gangguan
nervus yang terjadi pada pasien, dikarenakan adanya lesi yang mengenai cerebri sinistra,
sehingga pasien akan mengalami gangguan fungsi luhur berupa tidak bisa bebicara atau pelo.
Gangguan motorik sebelah kanan, dikarenakan adanya lesi yang mengenai cerebri sinistra,
sehingga akan timbul kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Refleks patologis positif
menandakan adanya kelumpuhan UMN dextra.

Diagnosis banding pada pasien ini, adalah intrakranial dan ekstrakranial. Intrakranial
ada terbagi stroke, hal tersebut dikarenakan adanya kelemahan anggota gerak tubuh.
Sedangkan ekstrakranial, berupa penyakit jantung, dan ginjal, hal tersebut dari adanya
penurunan kesadaran yang terjadi pada pasien tersebut.

Pemeriksaan penunjang, didapatkan hasil lab darah adanya peningkatan kadar


kolesterol darah yang menandakan adanya hiperkolesterolnemia. Keadaan tersebut dapat
menyebabkan peningkatan faktor risiko dari gangguan aliran darah terutama pada pasien
stroke. Sedangkan dari hasil CT-Scan didapatkan adanya infark perdarahan pada parietal kiri
dengen estimasi volume perdarahan 24,9 cc. Deviasi midline structure ke kanan sebesar 0,2
cm. hal tersebut menandakan adanya perdarahan yang terjadi karena adanya gangguan aliran
darah di otak.