You are on page 1of 108

SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Standar Nasional Indonesia

Rakitan perlengkapan hubung bagi dan kendali


voltase rendah
Bagian 1: Rakitan uji-jenis dan rakitan uji jenis
parsial
(IEC 60439-1 (2004), IDT)

ICS 29.130.20 Badan Standardisasi Nasional


Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
SNI IEC 60439-1:2009

Daftar isi

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Daftar isi.....................................................................................................................................i
Prakata......................................................................................................................................ii
1 Umum..........................1
2 Definisi.........................4
3 Klasifikasi RAKITAN........................16
4 Karakteristik listrik dari RAKITAN.....................................................................................16
5 Informasi yang diberikan berkaitan dengan RAKITAN....................................................19
6 Kondisi pelayanan............................................................................................................21
7 Rancangan dan konstruksi................................................................................................23
8 Spesifikasi pengujian.......................................................................................55
Bibliografi102

i
SNI IEC 60439-1:2009

Prakata

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai Rakitan perlengkapan hubung bagi dan kendali
tegangan rendah Bagian 1: rakitan uiji- jenis dan rakitan uji- jenis parsial, diadopsi secara identik dari
standar International Electrotechnical Commission (IEC) 60439-1 (2004) dengan judul Low-
Voltage Switchgear And Controlgear Assemblies - Part 1: Type-Tested And Partially Type-
Tested AssemblieS. Bila terdapat ketidakjelasan terhadap terjemahan isi materi standar ini,
maka yang dianggap berlaku adalah sebagaimana yang tertera pada teks asli IEC tersebut.

Standar ini dirumuskan oleh Panitia Teknis 29-02, Perlengkapan dan Sistem Proteksi Listrik,
melalui proses/prosedur perumusan standar dan terakhir dibahas dalam Forum Konsensus
XXVI pada tanggal 28 29 Nopember 2006 di Jakarta.

Dalam rangka mempertahankan mutu ketersediaan standar yang tetap mengikuti


perkembangan, maka diharapkan masyarakat standardisasi ketenagalistrikan memberikan
saran dan usul demi kesempurnaan rancangan ini dan untuk revisi standar ini dikemudian
hari.

ii
SNI IEC 60439-1:2009

Rakitan perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan rendah

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Bagian 1: Rakitan uiji- jenis dan rakitan uji- jenis parsial

1 Umum

1.1 Ruang lingkup dan tujuan

Standar ini berlaku untuk RAKITAN perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan
rendah (RAKITAN uji jenis=type-tested ASSEMBLIES (TTA) dan RAKITAN uji jenis
parsial=partially type-tested ASSEMBLIES (PTTA)) , tegangan pengenal tidak lebih dari
1000 V a.b. pada frekuensi tidak melebihi 1000 Hz, atau 1500 V a.s..

Standar ini juga berlaku untuk rakitan dengan kendali terpadu dan atau perlengkapan daya,
dengan frekuensi yang lebih tinggi. dalam hal ini, berlaku persyaratan tambahan yang
sesuai.
standar ini berlaku untuk rakitan stasioner atau rakitan yang dapat dipindahkan dengan atau
tanpa selungkup

CATATAN Persyaratan tambahan untuk jenis RAKITAN spesifik tertentu tercantum dalam standar IEC tambahan.
Standar ini berlaku untuk RAKITAN yang dimaksud untuk digunakan berkaitan dengan
pembangkitan, transmisi, distribusi dan konversi energi listrik, dan untuk kendali
perlengkapan pemanfaat energi.

Standar ini juga berlaku untuk RAKITAN yang dirancang untuk penggunaan dalam kondisi
pelayanan khusus, misalnya dalam kapal, pada kendaraan busbar, untuk perlengkapan
pengangkat atau dalam atmosfer ledak, dan untuk penerapan domestik (yang dioperasikan
oleh orang bukan ahli), dengan syarat memenuhi persyaratan spesifik yang relevan.

Standar ini juga berlaku untuk RAKITAN yang dirancang untuk perlengkapan listrik dari
mesin. Walaupun demikian, bila dapat diterapkan, persyaratan tambahan dari IEC 60204-1
harus dipenuhi.

Standar ini tidak berlaku untuk gawai individual dan komponen terpadu, misalnya
pengasut motor, saklar sekering, perlengkapan elektronik dsb yang memenuhi standar
relevannya.

Tujuan dari standar ini untuk menjelaskan definisi dan menyatakan keadaan kondisi
pelayanan, persyaratan konstruksi, karakteristik teknis dan pengujian untuk RAKITAN
perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan rendah.

1.2 Acuan normatif

Dokumen acuan berikut tidak dapat dpisahkan untuk penerapan dokumen ini. Untuk acuan
bertanggal, hanya edisi tercantum yang berlaku. Untuk acuan tidak bertanggal, edisi
terakhir dari dokumen yang diacu (termasuk semua amademennya ) yang berlaku.

IEC 60038:1983, IEC standard voltages


IEC 60050(441):1984, International Electrotechnical Vocabulary (IEV) - Chapter 441:
Switchgear, controlgear and fuses

1 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

IEC 60050(471):1984, International Electrotechnical Vocabulary (IEV) - Chapter 471:

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Insulators

IEC 60050(604):1987, International Electrotechnical Vocabulary (IEV) - Chapter 604:


Generation, transmission and distribution of electricity Operation

IEC 60060, High-voltage test techniques

IEC 60071-1:1976, Insulation co-ordination - Part 1: Terms, definitions, principles and


rules

IEC 60073:1996, Basic and safety principles for man-machine interface, marking and
identification - Coding principles for indication devices and actuators

IEC 60099-1:1991, Surge arresters - Part 1: Non-linear resistor type gapped surge
arresters for a.c. systems

IEC 60112:1979, Method for determining the comparative and the proof-tracking indices of
solid insulating materials under moist conditions

IEC 60146-2:1974, Semiconductor convertors - Part 2: Semiconductor self-commutated


convertors

IEC 60158-2:1982, Low-voltage controlgear - Part 2: Semiconductor contactors (solid state


contactors)

IEC 60204-1:1997, Safety of machinery - Electrical equipment of machines - Part 1:


General requirements

IEC 60227-3:1993, Polyvinyl chloride insulated cables of rated voltages up to and including
450/750 V - Part 3: Non-sheathed cables for fixed wiring

IEC 60227-4:1992, Polyvinyl chloride insulated cables of rated voltages up to and


including 450/750 V - Part 4: Sheathed cables for fixed wiring

IEC 60245-3:1994, Rubber insulated cables of rated voltages up to and including 450/750
VPart 3: Heat resistant silicone insulated cables

IEC 60245-4:1994, Rubber insulated cables of rated voltages up to and including


450/750 V Part 4: Cords and flexible cables

IEC 60269, Low-voltage fuses

IEC 60364-3:1993, Electrical installations of buildings - Part 3: Assessment of general


characteristics

IEC 60364-4-41:1992, Electrical installations of buildings - Part 4: Protection for safety -


Chapter 41: Protection against electric shock

IEC 60364-4-443:1995, Electrical installations of buildings - Part 4: Protection for safety -


Chapter 44: Protection against overvoltages - Section 443: Protection against
overvoltages of atmospheric origin or due to switching *

IEC 60364-4-46:1981, Electrical installations of buildings - Part 4: Protection for safety -

2 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Chapter 46: Isolation and switches

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
IEC 60364-5-54:1980, Electrical installations of buildings - Part 5: Selection and erection
of electrical equipment - Chapter 54: Earthing arrangements and protective conductors

IEC 60417 (all parts), Graphical symbols for use on equipment. Index, survey and
compilation of the single sheets

IEC 60445:1988, Identification of equipment terminals and of terminations of certain


designated conductors, including general rules for an alphanumeric system

IEC 60446:1989, Identification of conductors by colors or numerals IEC 60447:1993, Man-

machine interface (MMI) - Actuating principles

IEC 60502:1994, Extruded solid dielectric insulated power cables for rated voltages from 1
kV to 30 kV

IEC 60529:1989, Degrees of protection provided by enclosures (IP Code)

IEC 60664-1:1992, Insulation coordination for equipment within low-voltage systems - Part
1: Principles, requirements and tests

IEC 60695-2-10:2000, Fire hazard testing - Part 2-10: Glowing/hot-wire based test
methods - Glow-wire apparatus and common test procedure

IEC 60695-2-11:2000, Fire hazard testing - Part 2-11: Glowing/hot-wire based test
methods - Glow-wire flammability test method for end-products
IEC 60865 (all parts), Short-circuit currents - Calculation of effects

IEC 60890:1987, A method of temperature-rise assessment by extrapolation for partially


typetested assemblies (PTTA) of low-voltage switchgear and controlgear

IEC 60947-1:1988, Low-voltage switchgear and controlgear- Part 1: General rules

IEC 60947-3:1999, Low-voltage switchgear and controlgear- Part 3: Switches,


disconnectors, switch -disconnectors and fuse-combination units

IEC 60947-4-1:1990, Low-voltage switchgear and contro/gear- Part 4: Contactors and


motorstarters - Section 1: Electromechanical contactors and motor-starters

IEC 61000-3-2:2000, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 3-2: Limits - Limits for
harmonic current emissions (equipment input current 16 A per phase)

IEC 61000-4-2:1995, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4: Testing and


measurement techniques - Section 2: Electrostatic discharge immunity test - Basic EMC
Publication

IEC 61000-4-3:2002, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4-3: Testing and


measurement techniques - Radiated, radio-frequency, electromagnetic field immunity test

IEC 61000-4-4:1995, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4: Testing and


measurement techniques - Section 4: Electrical fast transient burst immunity test - Basic

3 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

EMC Publication

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
IEC 61000-4-5:1995, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4: Testing and
measurement techniques - Section 5: Surge immunity tests

IEC 61000-4-6:2003, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4-6: Testing and


measurement techniques - Immunity to conducted disturbances, induced by radio-
frequency fields

IEC 61000-4-8:1993, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4-8: Testing and


measurement techniques - Power frequency magnetic field immunity test

IEC 61000-4-11:1994, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4-11: Testing and


measurement techniques - Voltage dips, short interruptions and voltage variation
immunity tests

IEC 61000-4-13:2002, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 4-13: Testing and


measurement techniques - Harmonics and inter harmonics including mains signalling at
a.c. power port, low-frequency immunity tests

IEC 61000-6-3:1996, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 6-3: Generic standards -


Emission standard for residential, commercial and light-industrial environments

IEC 61000-6-4:1997, Electromagnetic compatibility (EMC) - Part 6-4: Generic standards -


Emission standard for industrial environments

IEC 61082 (all parts), Preparation of documents used in electro technology

IEC 61117:1992, A method for Assessing the short-circuit withstand strength of partially
type tested Assemblies (PTTA)

IEC 61346-1:1996, Industrial systems, installation and equipment and industrial


products Structural principles and reference designations Part 1: Base rules

CISPR 11:1997, Industrial, scientific and medical (ISM) radio-frequency equipment


Electromagnetic disturbance characteristics Limits and methods of measurement
Amandment 1 (1999)

2 Definisi

Untuk tujuan standar ini, berlaku definisi berikut.

CATATAN Definisi tertentu dari ayat ini diambil tanpa diubah atau dimodifikasi dari IEC 60050 (IEV)
atau dari publikasi IEC yang lain

2.1 Umum

2.1.1
rakitan perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan rendah (RAKITAN).
kombinasi dari satu atau lebih gawai pensaklaran tegangan rendah bersama kendali yang
terkait, pengukuran, pensinyalan, proteksi, perlengkapan pengaturan, dsb, dirakit lengkap
dengan tanggung jawab pabrikan untuk semua interkoneksi listrik dan mekanis internal
serta bagian struktural (lihat 2.4)

CATATAN 1 Dalam standar ini, singkatan RAKITAN digunakan untuk rakitan perlengkapan hubung

4 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

bagi dan kendali tegangan rendah.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
CATATAN 2 Komponen RAKITAN dapat merupakan elektromekanis atau elektronik

CATATAN 3 Untuk berbagai alasan, misalnya transportasi atau produksi, tahapan rakitan tertentu
dapat dilakukan di luar pabrik dari pabrikan.

2.1.1.1
rakitan perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan rendah uji-jenis (TTA)
RAKITAN perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan rendah yang sesuai dengan
jenis atau sistem yang telah ada, tanpa deviasi yang mungkin dapat mempengaruh kinerja
secara signifikan terhadap RAKITAN tipikal yang diverifikasi sesuai dengan standar ini

CATATAN 1 Dalam standar ini , singkatan TTA digunakan untuk rakitan perlengkapan hubung bagi
dan kendali tegangan rendah uji jenis.

CATATAN 2 Untuk berbagai alasan, misalnya transportasi atau produksi, tahapan rakitan tertentu
dapat dilakukan diluar pabrik dari pabrikan TTA. RAKITAN demikian dianggap sebagai TTA asalkan
rakitan yang dibuat sesuai dengan petunjuk pabrikan sedemikian bahwa kesesuaian dari jenis atau
sistem yang ditetapkan dengan standar ini dipastikan, termasuk pengujian rutin yang dapat
diterapkan.

2.1.1.2
rakitan perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan rendah uji-jenis parsial (PPTA).
RAKITAN perlengkapan hubung bagi dan kendali tegangan rendah, terdiri dari susunan uji-
jenis dan non-uji-jenis, dengan syarat yang belakangan diturunkan (misalnya dengan
perhitungan) dari susunan uji jenis yang telah memenuhi uji yang relevan (lihat tabel 7).

CATATAN Dalam standar ini, singkatan PPTA digunakan untuk perlengkapan hubung bagi dan
rakitan kendali uji-jenis parsial.

2.1.2
sirkit utama (dari RAKITAN)
semua bagian konduktif dari RAKITAN yang termasuk dalam sirkit yang dimaksudkan
untuk mengalirkan energi listrik (IEV 441-13-02).

2.1.3
sirkit bantu (dari RAKITAN)
semua bagian konduktif dari RAKITAN yang termasuk dalam sirkit (selain dari sirkit utama)
yang dimaksudkan untuk untuk kendali, mengukur, sinyal, mengatur, proses data, dsb (IEV-
13-03 dimodifikasi).

CATATAN Sirkit bantu dari RAKITAN termasuk sirkit kendali dan sirkit bantu dari gawai
pensaklaran.

2.1.4
busbar
konduktor dengan impedansi rendah tempat beberapa sirkit listrik dapat dihubungkan
padanya secara terpisah.

CATATAN istilah busbar tidak mensyaratkan bentuk geometris, ukuran atau dimensi dari
konduktor.

2.1.4.1
busbar utama

5 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

busbar untuk tempat satu atau beberapa busbar distribusi dan atau unit masuk dan keluar

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
dapat dihubungkan.
2.1.1.4.2
busbar distribusi
busbar dalam satu seksi yang dihubungkan ke busbar utama dan busbar mensuplai unit
keluar.

2.1.5
unit fungsional
bagian RAKITAN yang terdiri atas semua elemen listrik dan mekanis yang
mengkontribusi terhadap pemenuhan fungsi yang sama.

CATATAN Konduktor yang dihubungkan ke unit fungsional tetapi merupakan bagian eksternal dari
ruang kompartemen atau ruang tertutup yang dilindungi (misalnya kabel bantu dihubungkan ke
kompartemen bersama) tidak dianggap sebagai bagian unit fungsional

2.1.6
unit masuk
unit fungsional tempat energi listrik biasanya disulang ke dalam RAKITAN

2.1.7
unit keluar
unit fungsional tempat energi listrik biasanya disuplai ke satu atau lebih sirkit keluar

2.1.8
kelompok fungsional
kelompok dari beberapa unit fungsional yang diinterkoneksi secara listrik untuk memenuhi
fungsi operasionalnya

2.1.9
situasi uji
kondisi dari RAKITAN atau bagian RAKITAN yang sirkit utamanya yang relevan terbuka
pada sisi suplainya, tetapi tidak perlu diisolasi saat sirkit bantu yang terkait dihubungkan,
memungkinkan pengujian operasi dari gawai yang terpadu.

2.1.10
situasi terisolasi
kondisi dari RAKITAN atau bagian RAKITAN yang sirkit utamanya diisolasi pada sisi
suplainya dan sirkit bantu yang terkait juga terisolasi

2.1.11
situasi terhubung
kondisi dari RAKITAN atau bagian dari RAKITAN dengan sirkit utama dan sirkit bantu
yang relevan dihubungkan untuk fungsi normal yang dimaksudkan.

2.2 Unit konstruksional dari RAKITAN

2.2.1
seksi
unit konstruksional dari RAKITAN antara dua pemisahan vertikal yang berurutan

2.2.2
sub-seksi

6 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

unit konstruksional dari RAKITAN antara dua pemisahan horisontal yang berurutan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
dalam seksi

2.2.3
kompartemen
seksi atau subseksi tertutup kecuali untuk bukaan yang diperlukan untuk interkoneksi, kendali
atau ventilasi

2.2.4
unit transportasi
bagian RAKITAN atau RAKITAN lengkap yang sesuai untuk pengiriman tanpa
pembongkaran

2.2.5
bagian pasangan tetap
bagian yang terdiri atas komponen yang dirakit dan dikawati pada penyangga bersama dan
dirancang untuk pasangan tetap (lihat 7.6.3)

2.2.6
bagian yang dapat dilepas
bagian yang seluruhnya dapat dilepas dari RAKITAN dan diganti meskipun sirkit yang
terhubungkan dengannya mungkin bertegangan

2.2.7
bagian yang dapat ditarik
bagian yang dapat dilepas, yang dapat dilepas dari posisi terhubung ke posisi terpisah dan
ke posisi uji, jika ada, sementara secara mekanis tetap menempel pada RAKITAN

2.2.8
posisi terhubung
posisi dari bagian yang dapat dilepas atau dapat ditarik bila terhubung seluruhnya untuk
fungsi normal yang dimaksudkan.

2.2.9
posisi uji
posisi dari bagian yang dapat ditarik, dengan sirkit utama yang relevan terbuka pada sisi
suplainya, tetapi tidak perlu diisolasi dan sirkit bantunya terhubung, memungkinkan
pengujian operasi dari bagian yang dapat ditarik, bagian tersebut secara mekanis tetap
tersambung pada RAKITAN

CATATAN Pembukaan dapat juga diperoleh tanpa gerakan mekanis dari bagian yang dapat
ditarik dengan operasi gawai yang sesuai

2.2..10
posisi terisolasi
posisi dari bagian yang dapat ditarik yang jarak pemisahan (lihat 7.1.2.2) terpenuhi pada
sirkit utama dan sirkit bantu pada sisi suplainya, bagian yang dapat ditarik masih tetap
terhubung secara mekanis pada RAKITAN.

CATATAN Jarak pemisahan dapat juga dipenuhi tanpa gerakan mekanis dari bagian yang dapat
ditarik dengan operasi gawai yang sesuai.

7 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

2.2.11

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
posisi terlepas
posisi dari bagian yang dapat dilepas atau dapat ditarik bila berada diluar RAKITAN,
dan secara mekanis dan listrik terpisah dari RAKITAN

2.2.12
hubungan listrik dari unit fungsional

2.2.12.1
hubungan tetap
hubungan yang dihubungkan atau diputuskan dengan sarana perkakas

2.2.12.2
hubungan yang dapat dilepas
hubungan yang dihubungkan atau diputuskan dari sarana penghubungan dengan operasi
manual tanpa perkakas

2.2.12.3
hubungan yang dapat ditarik
hubungan yang dihubungkan atau diputuskan dengan membuat unit fungsional ke situasi
terhubung atau terisolasi

2.3 Rancangan eksternal RAKITAN

2.3.1
RAKITAN jenis terbuka
RAKITAN yang terdiri atas struktur penyangga yang menyangga perlengkapan listrik,
dengan bagian aktif dari perlengkapan listrik dapat diakses

2.3.2
RAKITAN depan-mati
RAKITAN jenis terbuka, dengan penutup depan yang memberikan derajat proteksi dari
depan. Bagian aktif dapat diakses dari arah yang lain

2.3.3
RAKITAN tertutup
RAKITAN yang tertutup pada semua sisi dengan pengecualian yang mungkin pada
permukaan pemasangan sedemikian untuk memberikan derajat proteksi

2.3.3.1
RAKITAN jenis kubikel
RAKITAN tertutup yang pada prinsip terdiri dari jenis berdiri dilantai, yang terdiri
atas beberapa seksi, sub-seksi atau kompartemen

2.3.3.2
RAKITAN jenis multi-kubikel
kombinasi dari sejumlah kubikel yang disambung secara mekanis.

2.3.3.3
RAKITAN jenis meja
RAKITAN tertutup dengan panel kontrol horisontal atau miring atau kombinasi kedua-
duanya, yang memadukan aparatus kendali, pengukuran, pensinyalan, dsb.

8 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
2.3.3.4
RAKITAN jenis kotak (box)
RAKITAN tertutup, yang pada prinsip dimaksudkan untuk dipasang pada bidang vertikal.

2.3.3.5
RAKITAN jenis multi-kotak
kombinasi dari kotak disambung bersama secara mekanis, dengan atau tanpa rangka
penyangga bersama, hubungan listrik dilewatkan antara dua kotak yang berurutan
melalui lubang pada bidang penyambungan.

2.3.4
sistem trunking busbar
RAKITAN uji-jenis dalam bentuk sistem konduktor terdiri atas busbar yang dipisahkan
dan disangga oleh bahan pengisolasi dalam duct, saluran atau selungkup yang
sejenis (IEV 441 -12-07 dimodifikasi).

RAKITAN dapat terdiri dari unit seperti :


- unit trunking busbar dengan atau tanpa fasilitas pencabangan;
- unit transposisi fase, ekspansi, fleksibel, penyulang dan adapter;
- unit pencabangan.

CATATAN Istilah busbar tidak mensyaratkan bentuk geometrik, ukuran, dan dimensi dari
konduktor

2.4 Bagian struktural RAKITAN

2.4.1
struktur penyangga
struktur yang merupakan bagian RAKITAN yang dirancang untuk menyangga berbagai
komponen RAKITAN dan selungkup, ,jika ada.

2.4.2
struktur pemasangan
struktur yang bukan bagian RAKITAN yang dirancang untuk menyangga RAKITAN
berselungkup

2.4.3
pelat pemasangan *
pelat yang dirancang untuk menyangga berbagai komponen dan yang sesuai untuk
pemasangan dalam RAKITAN

2.4.4
kerangka pemasangan *
kerangka yang dirancang untuk menyangga berbagai komponen dan yang sesuai
untuk pemasangan dalam RAKITAN.

2.4.5
selungkup
wadah yang memberikan jenis dan derajat proteksi yang sesuai untuk aplikasi yang

9 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

dimaksudkan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(IEV 195-02-35)
1
*jika bagian struktur ini menyatu dengan aparatus, bagian struktur tersebut dapat
merupakan RAKITAN yang dikandung sendiri.
2.4.6
penutup
bagian selungkup eksternal dari RAKITAN.

2.4.7
pintu
penutup yang berengsel atau yang dapat digeser

2.4.8
penutup yang dapat dilepas
penutup yang dirancang untuk menutup bukaan pada selungkup eksternal dan dapat
dilepas untuk melakukan operasi tertentu dan pekerjaan pemeliharaan.

2.4.9
pelat penutup
bagian dari RAKITAN - pada umumnya terdiri dari kotak (lihat 2.3.3.4) - yang digunakan
untuk menutup bukaan pada selungkup eksternal dan dirancang untuk berada pada
tempatnya dengan sekrup atau sarana yang sejenis. Secara normal pelat penutup tidak
dapat dilepas setelah perlengkapan dioperasikan.

CATATAN Pelat penutup dapat dilengkapi dengan lubang masuk kabrl

2.4.10
partisi
bagian dari selungkup kompartemen yang memisahkannya dari kompartemen yang lain.

2.4.11
pembatas proteksi (secara listrik)
bagian yang yang memberi proteksi terhadap kontak langsung dari setiap arah akses
yang biasa.

2.4.12
penghalang proteksi (secara listrik)
bagian yang mencegah kontak langsung yang tidak disengaja, tetapi tidak mencegah
kontak langsung disebabkan tindakan yang disengaja (IEV 195-06-15).

2.4.13
penutup (shutter)
bagian yang dapat digerakkan:

- antara posisi yang memungkinkan menggerakkan kontak dari bagian yang dapat
digerakkan atau yang dapat ditarik dengan kontak tetap, dan
- posisi yang menjadi bagian dari petutup atau partisi yang melindungi kontak tetap
(IEV 441-13-07 dimodifikasi).

2.4.14
saluran masuk kabel

10 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

bagian dengan bukaan yang memungkinkan kabel lewat ke dalam RAKITAN

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
CATATAN Saluran masuk kabel pada waktu yang sama dapat dirancang sebagai penyekat ujung
kabel

2.4.15
ruang cadangan
2.4.15.1
ruang bebas
ruang kosong dari seksi

2.4.15.2
ruang tidak berperlengkapan
bagian dari seksi yang hanya berisi busbar

2.4.15.3
ruang berperlengkapan secara parsial
bagian dari seksi yang dilengkapi secara penuh kecuali untuk unit fungsional. Unit
fungsional yang dapat dipasang ditentukan dalam jumlah modul dan ukurannya

2.4.15.4
ruang dilengkapi secara penuh
bagian dari seksi yang dilengkapi secara penuh dengan unit fungsional yang tidak
diperuntukkan bagi penggunaan spesifik

2.4.16
ruang diproteksi tertutup
bagian dari RAKITAN yang dimaksudkan untuk memuat komponen listrik dan yang
memberikan proteksi yang ditentukan terhadap pengaruh eksternal dan kontak dengan
bagian aktif

2.4.17
interlok sisipan
gawai yang mencegah masuknya bagian yang dapat dilepas atau yang dapat ditarik ke
dalam lokasi yang tidak dimaksudkan untuk bagian yang dapat dilepas atau yang dapat
ditarik tersebut

2.5 Kondisi instalasi RAKITAN

2.5.1
RAKITAN untuk instalasi pasangan dalam
RAKITAN yang dirancang untuk penggunaan dalam lokasi yang kondisi pelayanan untuk
pasangan dalam seperti yang ditetapkan dalam 6.1 dari standar ini dipenuhi.

2.5.2
RAKITAN untuk instalasi pasangan luar
RAKITAN yang dirancang untuk penggunaan pada kondisi pelayanan untuk penggunaan
pasangan luar seperti yang ditetapkan dalam 6.1 dari standar ini.

2.5.3
RAKITAN stasioner
RAKITAN yang dirancang untuk dimagun pada tempat pemasangannya, misalnya pada
lantai atau pada dinding dan digunakan di tempat tersebut

11 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
2.5.4
RAKITAN yang dapat dipindahkan
RAKITAN yang dirancang sedemikian sehingga dapat dipindahkan dari satu tempat
penggunaan ke tempat yang lain.

2.6 Tindakan proteksi berkaitan dengan kejut listrik

2.6.1
bagian aktif
konduktor atau bagian konduktif yang dimaksudkan untuk diberi bertegangan pada
penggunaan normal, termasuk konduktor netral tetapi, berdasar konvensi, bukan konduktor
PEN [IEV 826-03-01]

CATATAN Istilah ini tidak berarti dapat menyebabkan risiko kejut listrik.

2.6.2
bagian konduktif terbuka
bagian konduktif dari perlengkapan listrik, yang dapat disentuh dan biasanya tidak aktif,
tetapi dapat menjadi aktif pada kondisi gangguan [IEV 826-03-02, dimodifikasi]

2.6.3
konduktor proteksi
(identifikasi: PE)
konduktor yang dilengkapi untuk tujuan keselamatan, misalnya proteksi terhadap kejut listrik
[IEV 195-02-09]

CATATAN Sebagai contoh, konduktor proteksi dapat menghubungkan secara listrik bagian berikut:

- bagian konduktif terbuka;


- bagian konduktif ekstra;
- terminal pembumian utama;
- elektrode bumi;
- titik pembumian sumber atau netral buatan

2.6.4
konduktor netral
konduktor yang dihubungkan secara listrik ke titik netral dan mampu berkontribusi untuk
distribusi energi listrik
[EV 195 -02-06]

2.6.5
konduktor PEN
konduktor yang menggabungkan fungsi konduktor pembumian proteksi dan konduktor
netral [IEV 195 -02-06]

2.6.6
arus gangguan
arus diakibatkan oleh kegagalan insulasi atau kebocoran insulasi

2.6.7

12 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

arus gangguan ke bumi

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
arus gangguan yang mengalir ke bumi

2.6.8
proteksi terhadap kontak langsung
pencegahan kontak yang berbahaya bagi orang dengan bagian aktif yang terbuka

2.7 Jalur gang dalam RAKITAN

2.7.1
gang operasi dalam RAKITAN
ruang yang harus digunakan oleh operator untuk operasi dan supervisi yang benar dari
RAKITAN

2.7.2
jalur gang pemeliharaan dalam RAKITAN
ruang yang dapat diakses oleh personel yang berwenang saja dan terutama dimaksudkan
untuk digunakan pada pemeliharaan perlengkapan yang terpasang

2.8 Fungsi elektronik

2.8.1
skrin
proteksi konduktor atau perlengkapan terhadap interferensi yang disebabkan terutama oleh
radiasi medan elektromagnetik dari konduktor atau perlengkapan lain

2.9 Koordinasi insulasi

2.9.1
jarak bebas
jarak antar dua bagian konduktif sepanjang benang yang direntangkan dengan jalan
terpendek antara bagian konduktif tersebut [2.5.46 dari IEC 60847-1] [IEV441-17-31]

2.9.2
jarak pemisahan (dari kutub gawai pensaklaran mekanis)
jarak bebas antar kontak terbuka yang memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan
untuk pemisah [2.5.50 dari IEC 60947-1] [IEV 471-17-35]

2.9.3
jarak rambat
jarak terpendek sepanjang permukaan dari bahan penginsulasi di antara dua bagian
konduktif [2.5.51 dari IEC 60947-1][IEV 471-01-08 yang dimodifikasi]

CATATAN Sambungan di antara dua bagian bahan penginsulasi dianggap sebagai bagian dari
permukaan

2.9.4
tegangan kerja
nilai tertinggi tegangan a.b.(efektif) atau a.s. yang dapat terjadi (setempat) di antara
sembarang insulasi pada tegangan suplai pengenal, transien diabaikan, pada kondisi sirkit

13 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

terbuka atau dalam kondisi operasi normal [2.5.52 dari IEC 60947-1]

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
2.9.5
tegangan-lebih sementara
tegangan lebih fase-kebumi, fase-ke-netral atau fase-ke-fase pada lokasi yang ditentukan
dan durasi yang busbaratif panjang (beberapa detik) [2.5.53 dari IEC 60947-1] [IEV 604-03-
12 yang dimodifikasi]

2.9.6
tegangan lebih transien
tegangan lebih transien dalam pengertian standar ini adalah berikut [2.5.54 dari IEC 60947-
1]

2.9.6.1
tegangan lebih pensaklaran
tegangan lebih transien di lokasi yang dtentukan pada sistem yang disebabkan oleh operasi
pensakelaran tertentu atau gangguan [2.5.54.1 dari IEC 60947-1] [IEV 604-03-29,
dimodifikasi]

2.9.6.2
tegangan lebih petir
tegangan lebih transien pada lokasi yang dtentukan pada sistem yang disebabkan oleh
peluahan petir spesifik (lihat juga IEC 60060 dan IEC 60071-1) [2.5.54.2 dari IEC 60947-1]

2.9.7
tegangan ketahanan impuls
nilai puncak tertinggi dari tegangan impuls, dengan bentuk dan polaritas yang ditentukan,
yang tidak menyebabkan kegagalan dalam kondisi pengujian tertentu [2.5.55 dari IEC
60947-1]

2.9.8
tegangan ketahanan frekuensi-daya
nilai efektif dari tegangan sinusoidal frekuensi-daya yang tidak menimbulkan kegagalan
dalam kondisi pengujian yang ditentukan [2.5.56 dari IEC 60947-1] [IEV 604-03-40,
dimodifikasi]

2.9.9
polusi
setiap kondisi benda asing, padat, cairan atau berupa gas (gas terionisasi) yang dapat
mempengaruhi kuat dielektrik atau resistivitas permukaan [2.5.57 dari IEC 60947-1]

2.9.10
derajat polusi (dari kondisi lingkungan )
jumlah konvensional berdasarkan banyaknya debu konduktif atau debu higroskopik, gas
terionisasi atau garam, dan dengan kelembaban busbaratif dan frekuensi kejadian yang
mengakibatkan penyerapan higroskopik atau kondensasi cairan yang menyebabkan
pengurangan kuat dielektrik dan atau resistivitas permukaan

CATATAN 1 Derajat polusi di tempat bahan penginsulasi dari gawai dan komponen terpapar
mungkin berbeda dari lingkungan makro dimana gawai atau komponen dtempatkan, disebabkan
oleh proteksi yang diberikan oleh sarana seperti selungkup atau pemanasan internal untuk mencegah
penyerapan atau kondensasi dari kelembaban .

CATATAN 2 Untuk tujuan standar ini, derajat polusi adalah dari lingkungan mikro >2.5.59 dari IEC

14 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

60947-1@

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
2.9.11
lingkungan mikro (dari jarak bebas dan jarak rambat)
kondisi sekitar yang mengelilingi jarak bebas dan jarak rambat masih dalam pertimbangan

CATATAN Lingkungan mikro dari jarak rambat dan jarak bebas dan bukan lingkungan dari
RAKITAN atau komponen menentukan pengaruh pada insulasi. Lingkungan mikro mungkin lebih
baik atau buruk dari lingkungan RAKITAN atau komponen. Ini mencakup semua faktor yang
mempengaruhi insulasi, seperti kondisi iklim atau elektromagnetik, penyebab polusi, dsb >2.5.59 dari
IEC 60947-1 dimodifikasi@

2.9.12
kategori tegangan-lebih (dari sirkit atau dalam sistem listrik )
jumlah konvensional berdasarkan pada pembatasan (atau pengendalian) nilai tegangan
lebih transien prospektif yang terjadi dalam sirkit (atau dalam sistem listrik yang memiliki
tegangan nominal yang berbeda) dan tergantung pada sarana yang digunakan untuk
mempengaruhi tegangan lebih

CATATAN Pada sistem listrik, transisi dari satu kategori tegangan lebih ke kategori yang lebih
rendah diperoleh melalui cara yang tepat yang memenuhi persyaratan antarmuka, seperti gawai
proteksi tegangan lebih atau susunan impedans serishunt yang mampu mendisipasi, menyerap,
atau mengubah energi dalam arus surja terkait, ke nilai tegangan lebih transien dari kategori
tegangan lebih yang lebih rendah yang diinginkan > 2.5.60 dari IEC 60947-1@

2.9.13
arester surja
gawai yang dirancang untuk memproteksi aparatus listrik dari tegangan lebih transien yang
tinggi dan untuk membatasi durasi dan amplitido dari arus ikutan >2.2.22 dari IEC 60947-1@
>IEV 604-03-51@

2.9.14
ko-ordinasi insulasi
kobusbarasi dari karakteristik penginsulasi perlengkapan listrik dengan tegangan lebih
yang diperkirakan dan karakteristik gawai proteksi tegangan lebih pada satu sisi, dan
dengan lingkungan mikro yang diharapkan dan sarana proteksi polusi pada sisi yang lain >
2.5.61 dari IEC 60947-1@ >IEV 604-03-08, dimodifikasi@

2.9.15
medan homogen (seragam)
medan listrik yang memiliki gradien tegangan konstan antar elektrode, seperti antar dua
bola jika radius dari setiap bola lebih besar dari jarak antara kedua elektrode tersebut
>2.5.62 dari IEC 60947-1]

2.9.16
medan tak-homogen (tidak seragam)
medan listrik yang tidak memiliki gradien esensial konstan antar elektrode >2.5.63 dari IEC
60947-1@

2.9.17
penjejakan (tracking)
pembentukan jejak yang progresif dari jalur konduktif yang terjadi pada permukaan bahan
penginsulasi padat, disebabkan oleh kombinasi pengaruh dari stres listrik dan kontaminasi
elekrolitik pada permukaan ini >2.5.64 dari IEC 60947-1]

15 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
2.9.18
indeks jejak komparatif (CTI )(comparative tracing index)
nilai numerik dari tegangan maksimum dalam volt yang dapat ditahan bahan dengan 50
tetesan dari cairan uji yang ditentukan tanpa terjadi penjejakan

CATATAN Nilai dari setiap tegangan uji dan CTI sebaiknya dapat dibagi dengan 25 >2.5.65 dari
IEC 60947-1]

2.10 Arus hubung pendek

2.10.1
arus hubung pendek (Ic) (dari sirkit RAKITAN )
arus lebih yang diakibatkan oleh hubung pendek yang disebabkan gangguan atau
hubungan yang salah dalam sirkit listrik [2.1.6 dari IEC 60947-1] [IEV 441-11-07 dimodifikasi]

2.10.2
arus hubung pendek prospektif (Icp) (dari sirkit RAKITAN)
arus yang mengalir bila konduktor suplai ke sirkit dihubung-pendekkan dengan konduktor
yang impedansnya dapat diabaikan, ditempat yang sedekat mungkin pada terminal suplai
dari RAKITAN

2.10.3
arus putus; arus lewat
nilai sesaat maksimum dari arus yang dicapai sewaktu operasi pemutusan dari gawai
pensaklaran atau sekering > IEV 441-17-12 @

CATATAN Konsep ini terutama penting bila gawai pensaklaran atau sekering beroperasi dengan
cara sedemikian sehingga arus puncak prospeftif dari sirkit tidak tercapai

2.11
kesesuaian elekromagnetik (EMC )(electromagnetic compatibility)

CATATAN Untuk istilah dan definisi berkaitan dengan EMC, lihat lampiran H

3 Klasifikasi RAKITAN

RAKITAN diklasifikasikan sesuai dengan :

- desain eksternal (lihat 2.3);


- tempat pemasangan (lihat 2.5.1 dan 2.5.2);
- kondisi pemasangan berkaitan dengan mobilitas ( lihat 2.5.3 dan 2.5.4);
- derajat proteksi (lihat 7.2.1);
- jenis selungkup;
- metode pemasangan, misalnya bagian yang magun atau bagian yang dapat dilepas( lihat
7.6.3 dan 7.6.4);
- tindakan untuk proteksi untuk orang (lihat 7.4);
- bentuk dari pemisahan internal (lihat 7.7);
- jenis hubungan listrik dari unit fungsional (lihat 7.11).

16 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
4 Karakteristik listrik dari RAKITAN

RAKITAN ditentukan oleh karakteristik listrik berikut.

4.1 Tegangan pengenal


RAKITAN ditentukan oleh tegangan pengenal dari berbagai sirkitnya.

4.1.1 Tegangan operasional pengenal (dari sirkit RAKITAN)


Tegangan operasional pengenal (Ue) dari sirkit RAKITAN adalah nilai tegangan yang
dikombinasikan dengan arus pengenal sirkitnya, menentukan penerapannya.

Untuk sirkit fase-banyak, dinyatakan sebagai tegangan antar fase.

CATATAN Nilai standar tegangan sirkit kendali pengenal terdapat dalam standar yang relevan
untuk gawai yang terpadu.

Pabrikan RAKITAN harus menyatakan batas tegangan yang diperlukan untuk memfungsikan
sirkit utama dan sirkit bantu dengan benar. Pada setiap hal, batas ini harus sedemikian agar
tegangan pada terminal sirkit kendali dari komponen yang terpadu dijaga dalam kondisi
beban normal, dalam batas yang ditetapkan dalam standar IEC yang relevan.

4.1.2 Tegangan insulasi pengenal (Ui) (dari sirkit RAKITAN)

Tegangan insulasi pengenal (Ui) dari sirkit RAKITAN adalah nilai tegangan yang dijadikan
acuan uji dielektrik tegangan dan jarak rambat

Tegangan operasional pengenal dari sirkit RAKITAN tidak boleh melebihi tegangan
insulasi pengenalnya. Diasumsikan bahwa tegangan kerja dari setiap sirkit RAKITAN tidak
akan, meskipun untuk sementara, melebihi 110 % dari tegangan insulasi pengenalnya.

CATATAN Untuk sirkit fase tunggal yang berasal dari sistem IT (lihat IEC 60364-3), tegangan
insulasi pengenal sebaiknya paling kecil sama dengan tegangan antar fase dari suplai

Untuk sirkit fase banyak, tegangan dinyatakan sebagai tegangan antar fase.

4.1.3 Tegangan ketahanan impuls pengenal (Uimp) (dari sirkit RAKITAN)

Nilai puncak dari tegangan impuls dengan bentuk dan polaritas yang ditentukan, yang
mampu ditahan sirkit RAKITAN tanpa kegagalan dalam kondisi pengujian yang
ditetapkan dan mengacu kepada nilai jarak bebas

Tegangan ketahanan impuls pengenal dari sirkit RAKITAN harus sama dengan atau
lebih besar dari nilai yang dinyatakan untuk tegangan lebih transien yang terjadi dalam
sistem dimana RAKITAN disisipkan.

CATATAN Nilai yang disukai dari tegangan ketahanan impuls pengenal tercantum dalam tabel 13.

4.2 Arus pengenal ( In ) (dari sirkit RAKITAN)

Arus pengenal dari sirkit RAKITAN dinyatakan oleh pabrikan, dengan memperhatikan nilai

17 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

pengenal komponen dari perlengkapan listrik dalam RAKITAN, disposisi dan penerapannya.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Arus ini dapat dialirkan tanpa kenaikan suhu dari berbagai bagian RAKITAN melebihi
batas yang ditetapkan dalam 7.3 (tabel 2) bila diverifikasi sesuai dengan 8.2.1.

CATATAN Karena faktor yang kompleks untuk menentukan arus pengenal, tidak dapat diberikan
nilai standar.

4.3 Arus ketahanan waktu pendek pengenal (Icw) (dari sirkit RAKITAN )

Arus ketahanan waktu pendek pengenal dari sirkit RAKITAN adalah nilai efektif dari arus
waktu pendek yang ditentukan untuk sirkit oleh pabrikan yang dapat dialirkan oleh sirkit
tersebut tanpa kerusakan dalam kondisi uji yang ditetapkan dalam 8.2.3. Kecuali
ditentukan lain oleh pabrikan, waktunya adalah 1 detik [IEV 441-17-17 dimodifikasi]

Untuk a.b., nilai arus adalah nilai efektif dari nilai komponen a.b.. dan dan diasumsikan
bahwa nilai puncak tertinggi yang mungkin terjadi tidak akan melebihi n kali nilai
efektifnya, faktor n tercantum dalam 7.5.3.

CATATAN 1 Jika waktunya kurang dari 1 detik, arus ketahanan waktu pendek pengenal dan waktu
sebaiknya dinyatakan, misalnya 20 KA, sebesar 0,2 detik.

CATATAN 2 Arus ketahanan waktu pendek pengenal bisa merupakan arus prospektif bila pengujian
dilakukan pada tegangan operasional pengenal atau arus aktual bila pengujian dilakukan pada
tegangan yang lebih rendah.

4.4 Arus ketahanan puncak pengenal (Ipk)(dari sirkit RAKITAN)

Arus ketahanan puncak pengenal dari sirkit RAKITAN adalah nilai arus puncak yang
ditentukan oleh pabrikan pada sirkit yang dapat menahan sirkit tersebut dengan
memuaskan pada kondisi uji yang ditetapkan dalam 8.2.3 (lihat juga 7.5.3) [IEV 441-17-
18, dimodifikasi]

4.5 Arus hubung pendek bersyarat pengenal (Icc) (dari sirkit RAKITAN)

Arus hubung pendek bersyarat pengenal dari sirkit RAKITAN adalah nilai dari arus
hubung pendek prospektif yang dinyatakan oleh pabrikan, yang oleh sirkit tersebut, yang
diproteksi oleh gawai proteksi hubung pendek yang ditetapkan oleh pabrikan, dapat
ditahan secara memuaskan selama waktu operasi gawai dalam kondisi pengujian
yang ditetapkan dalam 8.2.3 ( lihat 7.5.2).

Rincian dari gawai proteksi hubung pendek yang ditentukan harus dinyatakan oleh
pabrikan.

CATATAN 1 Untuk a.b., arus hubung pendek bersyarat pengenal dinyatakan dengan nilai efektif
dari komponen a.b..

CATATAN 2 Gawai proteksi hubung pendek dapat merupakan bagian integral dari RAKITAN
maupun unit yang terpisah.

4.6 Arus hubung pendek pengenal bersekering (Icf ) (dari sirkit RAKITAN)

Kosong

4.7 Faktor diversitas pengenal

18 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Faktor diversitas pengenal dari RAKITAN atau bagian dari RAKITAN yang memiliki

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
beberapa sirkit utama (misalnya seksi atau sub seksi) adalah rasio dari jumlah
maksimum, pada satu waktu sembarang, dari arus yang diperkirakan dari semua sirkit
utama termasuk jumlah arus pengenal dari semua sirkit utama RAKITAN atau bagian
yang dipilih dari RAKITAN.

Bila pabrikan menyatakan faktor diversitas pengenal, faktor ini harus digunakan untuk
uji kenaikan suhu sesuai dengan 8.2.1.

CATATAN Jika tidak ada informasi mengenai arus aktual, nilai konvensional berikut dapat
digunakan.
Tabel 1- Nilai faktor diversitas pengenal

Jumlah sirkit utama Faktor diversitas pengenal


2 dan 3 0,9
4 dan 5 0,8
6 sampai dengan 9 0,7
10 ( dan diatasnya) 0,6

4.8 Frekuensi pengenal

Frekuensi pengenal dari RAKITAN adalah nilai frekuensi yang ditandai pada RAKITAN
dan diacu untuk kondisi pengoperasian.

Jika sirkit dari RAKITAN dirancang untuk nilai frekuensi yang berbeda, frekuensi
pengenal dari setiap sirkit harus diberikan.

CATATAN Frekuensi sebaiknya dalam batas yang ditetapkan dalam standar IEC yang
relevan untuk komponen yang terpadu. Kecuali ditentukan lain oleh pabrikan dari RAKITAN,
batas diasumsikan 98 % dan 102 % dari frekuensi pengenal.

5 Informasi yang diberikan berkaitan dengan RAKITAN

Informasi berikut harus diberikan oleh pabrikan

5.1 Pelat nama

Setiap RAKITAN harus dilengkapi dengan satu atau lebih pelat nama, ditandai dengan
cara yang awet dan ditempatkan pada tempat sedemikian sehingga mudah terlihat dan
terbaca bila RAKITAN dipasang.

Informasi yang ditentukan dalam butir a) dan b) harus tercantum pada pelat nama.

Informasi dari butir c) hingga t), jika dapat diterapkan, harus diberikan pada pelat nama
atau dalam dokumentasi teknis dari pabrikan;

a) nama pabrikan atau merek dagang;


CATATAN Pabrikan dianggap organisasi yang bertanggung jawab atas RAKITAN yang lengkap
b) penandaan jenis atau nomor identifikasi, atau sarana identifikasi lain yang
memungkinkan untuk mendapatkan informasi yang relevan dari pabrikan;

19 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

c) IEC 60947-1

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
d) jenis arus (dan frekuensi, dalam hal a.b.);
e) tegangan operasional pengenal (lihat 4.1.1);
f) tegangan insulasi pengenal (lihat 4.1.2);
- tegangan ketahanan impuls pengenal, bila dinyatakan oleh pabrikan (lihat 4.1.3);
g) tegangan pengenal dari sirkit bantu (jika dapat diterapkan);
a) arus pengenal dari setiap sirkit utama (jika dapat diterapkan lihat 4.2)
b) kuat ketahanan hubung pendek (lihat 7.5.2);
c) derajat proteksi (lihat 7.2.1);
d) tindakan proteksi terhadap kejut listrik (lihat 7.4)
e) kondisi pelayanan untuk pasangan dalam, pasangan luar atau penggunaan khusus, jika
berbeda dari kondisi pelayanan biasa seperti tercamtum dalam 6.1;
- derajat polusi, bila dinyatakan oleh pabrikan (lihat 6.1.2.3);
f) jenis pembumian sistem yang dirancang untuk RAKITAN;
g) dimensi (lihat gambar C.3 dan C.4) lebih disukai diberikan dalam urutan tinggi, lebar
(atau panjang), dalam;
h) berat;
i) bentuk pemisahan internal ( lihat 7.7 );
j) jenis hubungan listrik dari unit fungsional (lihat 7.11);
k) lingkungan A dan atau B (lihat 7.10.1).

5.2 Penandaan

Didalam RAKITAN, harus memungkinkan untuk mengidentifikasi sirkit individual dan gawai
proteksinya.

Jika butir dari perlengkapan RAKITAN ditandai, penandaan yang digunakan harus identik
dengan yang terdapat dalam IEC 61346-1 dan dengan diagram perkawatan yang harus
sesuai dengan IEC 61082.

5.3 Petunjuk untuk instalasi, operasi dan pemeliharaan

Pabrikan harus menentukan dalam dokumen atau katalognya kondisi, jika ada, untuk
pemasangan, operasi dan pemeliharaan dari RAKITAN dan peralatan yang didalamnya.

Jika perlu, petunjuk transportasi, pemasangan dan operasi dari RAKITAN harus
menunjukkan tindakan yang paling penting untuk pemasangan yang tepat dan benar,
komisioning dan operasi dari RAKITAN.

Bila perlu, dokumen tersebut diatas harus menunjukkan cakupan rekomendasi yang jelas
dan frekuensi untuk pemeliharaan.

Jika sirkit tidak nampak jelas dari susunan fisik aparatus yang terpasang, informasi yang
sesuai harus disediakan , misalnya diagram perkawatan atau tabel.

Pabrikan RAKITAN harus menentukan tindakan yang harus dilakukan, jika ada, mengenai

20 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

EMC yang terkait dengan instalasi, operasi dan pemeliharaan dari RAKITAN.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Jika RAKITAN secara spesifik dimaksudkan untuk lingkungan A digunakan dalam
lingkungan B, peringatan berikut harus termasuk dalam petunjuk pengoperasian

Peringatan:
Produk ini untuk lingkungan A. Dalam lingkungan domestik produk ini dapat
menyebabkan gangguan radio, dalam hal ini pengguna mungkin perlu mengambil
tindakan yang sesuai.

6 Kondisi pelayanan

6.1 kondisi pelayanan normal

RAKITAN yang sesuai dengan standar ini dimaksudkan untuk penggunaan dibawah kondisi
pelayanan sebagai berikut.

CATATAN Jika komponen, misalnya busbarai, perlengkapan elektronik, digunakan yang tidak
dirancang untuk kondisi tersebut, sebaiknya dilakukan langkah yang sesuaii untuk memastikan
operasi yang benar (lihat 7.6.2.4 , paragraf ke dua).

6.1.1 suhu udara sekitar

6.1.1.1 suhu udara sekitar untuk instalasi pasangan dalam

Suhu udara sekitar tidak boleh melebihi +40 oC dan reratanya selama periode 24 jam tidak
boleh melebihi +35 oC.

Batas terendah dari suhu udara sekitar adalah -5 oC.

6.1.1.2 suhu udara sekitar untuk instalasi pasangan luar

Suhu udara sekitar tidak boleh melebihi +40 oC dan reratanya selama periode 24 jam tidak
boleh melebihi +35 oC.

Batas terendah dari suhu suhu udara sekitar adalah :


-25 oC dalam iklim sedang, dan
-50 0C dalam iklim arktik.

CATATAN Penggunaan RAKITAN dalam iklim arktik dapat mensyaratkan kesepakatan khusus
antara pabrikan dan pengguna.

6.1.2 kondisi atmosfer

6.1.2.1 kondisi atmosfer untuk instalasi pasangan dalam

Udara bersih dan kelembaban busbaratifnya tidak boleh melebihi 50 % pada suhu
maksimum +40 oC. Kelembaban busbaratif lebih tinggi dapat diijinkan pada suhu lebih

21 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

rendah, misalnya 90 % pada +20 oC. Sebaiknya diperhatikan kondensasi sedang yang

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
kadang-kadang dapat terjadi, yang disebabkan variasi suhu .

6.1.2.2 kondisi atmosfer untuk instalasi pasangan luar

Kelembaban busbaratif sementara dapat mencapai 100 % pada suhu maksimum +25 oC.

6.1.2.3 derajat polusi

Derajat polusi (lihat 2.9.10) mengacu ke kondisi lingkungan di tempat RAKITAN


dimaksudkan.

Untuk gawai pensaklaran dan komponen didalam selungkup, dapat diterapkan derajat
polusi dari kondisi lingkungan didalam selungkup.

Untuk tujuan evaluasi jarak bebas dan jarak rambat, ditetapkan empat derajat polusi dalam
lingkungan mikro berikut (jarak bebas dan jarak rambat sesuai dengan derajat polusi yang
berbeda diberikan dalam tabel 14 dan tabel 16).

Derajat polusi 1 :

Tanpa polusi atau hanya terjadi polusi kering, non-konduktif

Derajat polusi 2:

Secara normal, hanya terjadi polusi non-konduktif. Namun, kadang-kadang, dapat


diperkirakan terjadi konduktivitas sementara yang disebabkan oleh kondensasi.

Derajat polusi 3:

Terjadi polusi konduktif atau terjadi polusi kering, non-konduktif yang menjadi konduktif
disebabkan oleh kondensasi.

Derajat polusi 4:

Polusi menimbulkan konduktivitas tetap, misalnya disebabkan oleh debu konduktif atau
disebabkan oleh hujan atau salju.

Derajat polusi standar dari penerapan industri:

Kecuali dinyatakan lain, RAKITAN untuk penerapan industri umumnya untuk penggunaan
dalam lingkungan derajat polusi 3. Namun derajat polusi lain mungkin dipertimbangkan
untuk diberlakukan, tergantung atas penerapan khusus atau lingkungan-mikro.

CATATAN Derajat polusi lingkungan-mikro untuk perlengkapan dapat dipengaruhi oleh


pemasangan dalam selungkup.

6.1.3 ketinggian

Ketinggian tempat pemasangan tidak boleh melebihi 2.000 m.

CATATAN Untuk perlengkapan elektronik yang digunakan diatas 1000 m, perlu diperhitungkan
pengurangan kuat dielektrik dan pengaruh pendinginan udara. Perlengkapan elektronik yang
dimaksudkan untuk beroperasi dalam kondisi ini sebaiknya dirancang atau digunakan sesuai
dengan kesepakatan antara pabrikan dan pengguna.

22 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
6.2 kondisi pelayanan khusus

Bila terdapat kondisi pelayanan khusus berikut, persyaratan khusus yang dapat diterapkan
harus memenuhi atau kesepakatan khusus harus dibuat antara pengguna dan
pabrikan. Pengguna harus memberihukan pabrikan jika ada pengecualian kondisi
pelayanan.

Kondisi pelayanan khusus, misalnya:

6.2.1 Nilai suhu, kelembaban busbaratif dan atau ketinggian berbeda dari yang
ditentukan dalam 6.1.

6.2.2 Pemakaian dimana terjadi variasi suhu dan atau tekanan udara pada kecepatan
sedemikian sehingga terjadi kondensasi di dalam RAKITAN
6.2.3 Polusi berat dari udara disebabkan oleh debu, asap, partikel korosif atau radioaktif,
uap atau garam

6.2.4 Paparan terhadap medan listrik atau medan magnetik besar

6.2.5 Paparan terhadap suhu ekstrim, misalnya radiasi matahari atau tungku

6.2.6 Serangan jamur atau makhluk kecil

6.2.7 Pemasangan pada lokasi dimana terdapat bahaya kebakaran atau ledakan

6.2.8 Paparan terhadap getaran dan kejut yang berat

6.2.9 Pemasangan dengan cara sedemikian sehingga dapat mempengaruhi kapasitas


penghantaran arus atau kapasitas pemutusan, misalnya perlengkapan yang di pasang
di dalam mesin atau tertanam dalam dinding.

6.2.10 Pertimbangan tindakan yang sesuai terhadap :

- gangguan konduksi dan radiasi selain EMC

- gangguan elektromagnetik dalam lingkungan selain yang diuraikan dalam lampiran


H.

6.2 kondisi selama transport, penyimpanan dan pemasangan

6.3.1 Kesepakatan khusus harus dibuat antara pengguna dan pabrikan jika kondisi
selama transport, penyimpanan dan pemasangan, misalnya kondisi suhu dan kelembaban,
berbeda dari yang ditentukan dalam 6.1.

Kecuali ditentukan lain, julat suhu berikut berlaku: selama transport dan penyimpanan
oo
antara -25 oC dan +55 oC dan untuk periode pendek tidak melebihi 24 jam, suhu sampai
dengan +70 oC.

Perlengkapan yang terkena suhu ekstrim ini tanpa dioperasikan tidak boleh mengalami
kerusakan yang tetap dan kemudian harus beroperasi secara normal dalam kondisi yang
ditentukan.

23 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
7 Rancangan dan konstruksi

7.1 rancangan mekanis

7.1.1 umum

RAKITAN harus dikonstruksi hanya dari bahan yang dapat menahan stres mekanis, listrik
dan termal maupun pengaruh kelembaban yang mungkin ddapati dalam pelayanan
normal. Bagian RAKITAN yang terbuat dari bahan penginsulasi harus mempunyai derajat
ketahanan tertentu terhadap bahang yang abnormal dan api.

Proteksi terhadap korosi harus dipastikan dengan penggunaan bahan yang sesuai atau
dengan penerapan lapisan pelindung yang ekivalen untuk permukaan yang terbuka,dengan
memperhitungkan kondisi penggunaan dan pemeliharaan yang dimaksudkan.
Semua selungkup atau partisi termasuk sarana penguncian untuk pintu, bagian yang
dapat ditarik dsb., harus memiliki kuat mekanis yang cukup untuk menahan stres yang
terjadi pada selungkup yang terdapat dalam pelayanan normal.

Aparatus dan sirkit dalam RAKITAN harus disusun sedemikian sehingga memungkinkan
operasi dan pemeliharaannya, dan pada waktu yang sama untuk memastikan derajat
keselamatan yang perlu.

7.1.2 jarak bebas, jarak rambat dan jarak pemisahan

7.1.2.1 jarak bebas dan jarak rambat

Aparatus yang merupakan bagian dari RAKITAN harus memiliki jarak yang sesuai dengan
persyaratan dari spesifikasinya yang relevan, dan jarak ini harus dijaga selama kondisi
pelayanan normal.

Bila menyusun aparatus di dalam RAKITAN, jarak rambat dan jarak bebas atau tegangan
ketahanan impuls pengenal (Uimp) yang ditentukan harus sesuai, dengan memperhatikan
kondisi pelayanan yang relevan.

Untuk konduktor aktif telanjang dan terminasi (misalnya busbar, hubungan antar aparatus,
sepatu kabel), jarak rambat dan jarak bebas atau tegangan ketahanan impuls harus
sekurang-kurangnya sesuai dengan yang ditentukan untuk aparatus yang tergabung
langsung.

Sebagai tambahan, kondisi abnormal seperti hubung pendek tidak boleh secara permanen
mengurangi jarak bebas atau kuat dielektrik antar busbar dan atau hubungan selain kabel
dibawah nilai yang ditentukan untuk aparatus yang digabungkan secara langsung. Lihat
juga 8.2.2.

Untuk RAKITAN diuji sesuai dengan 8.2.2.6 dari standar ini, nilai minimum tercamtum
dalam tabel 14 dan 16 dan tegangan uji tercantum dalam 7.1.2.3.

7.1.2.2 isolasi bagian yang dapat ditarik

Dalam hal unit fungsional dipasang pada bagian yang dapat ditarik, isolasi yang terdapat
sekurang-kurangnya harus sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi yang relevan
untuk pemisah dengan perlengkapan dalam kondisi baru, dengan memperhitungkan
toleransi pembuatan dan perubahan dimensi yang disebabkan oleh aus.

24 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

7.1.2.3 sifat dielektrik

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Bila, untuk sirkit atau sirkit-sirkit dari RAKITAN, dinyatakan tegangan ketahanan impuls
pengenal oleh pabrikan, berlaku persyaratan 7.1.2.3.1 hingga 7.1.2.3.6 dan sirkit harus
memenuhi uji dielektrik dan verifikasi yang ditentukan dalam 8.2.2.6 dan 8.2.2.7.

Pada kasus lain, sirkit dari RAKITAN harus memenuhi uji dielektrik yang ditentukan dalam
8.2.2.2, 8.2.2.3, 8.2.2.4, dan 8.2.2.5.

CATATAN Namun, sebaiknya diingat, bahwa dalam kasus ini persyaratan koordinasi insulasi tidak
dapat diverifikasi.
Konsep dari koordinasi insulasi yang didasarkan pada nilai pengenal tegangan impuls lebih
disukai.

7.1.2.3.1 umum

Persyaratan berikut berdasarkan pada prinsip dari IEC 60664-1 dan memberikan
kemungkinan kordinasi insulasi perlengkapan dengan kondisi di dalam instalasi.

Sirkit dari RAKITAN harus mampu menahan tegangan ketahanan impuls pengenal (lihat
4.1.3) sesuai dengan kategori tegangan lebih yang tercamtum dalam lampiran G atau,
jika dapat diterapkan, tegangan a.b. atau a.s. yang berkaitan yang tercamtum dalam tabel
13. Tegangan ketahanan di antara jarak pemisah dari gawai yang sesuai untuk isolasi
atau bagian yang dapat ditarik tercamtum dalam tabel 15.

CATATAN Kobusbarasi antara tegangan nominal dari sistem suplai dan tegangan ketahanan
impuls pengenal dari sirkit dari RAKITAN tercamtum dalam lampiran G.

Tegangan ketahanan impuls pengenal untuk tegangan operasional yang diberikan tidak
boleh kurang dari yang berkaitan dalam lampiran G untuk tegangan nominal dari sistem
suplai sirkit pada titik tempat RAKITAN harus digunakan, dan kategori tegangan lebih
yang sesuai.

7.1.2.3.2 tegangan ketahanan impuls dari sirkit utama

a) Jarak bebas dari bagian aktif ke bagian yang dimaksudkan untuk dibumikan dan antar
kutub harus menahan tegangan uji yang tercantum dalam tabel 13 yang sesuai untuk
tegangan ketahanan impuls pengenal.

b) Jarak bebas di antara kontak terbuka untuk bagian yang dapat ditarik pada posisi
terpisah harus menahan tegangan uji yang tercantum dalam tabel 15 yang sesuai
dengan tegangan ketahanan impuls pengenal.

c) Insulasi padat dari RAKITAN terkait dengan jarak bebas a) dan atau b) harus menahan
tegangan impuls yang ditentukan dalam a) dan atau b), bila dapat diterapkan.

7.1.2.3.3 tegangan ketahanan impuls sirkit bantu

a) Sirkit bantu yang beroperasi secara langsung dari sirkit utama pada tegangan
operasional pengenal tanpa sarana untuk mengurangi tegangan lebih harus
memenuhi persyaratan butir a) dan butir c) dari 7.1.2.3.2.

25 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

b) Sirkit bantu yang tidak beroperasi secara langsung dari sirkit utama dapat memilikii

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
kapasitas ketahanan tegangan-lebih yang berbeda dari sirkit utama. Jarak bebas dan
insulasi padat yang tergabung dari sirkit tersebut a.b. atau a.s. harus menahan
tegangan yang sesuai dengan lampiran G.

7.1.2.3.4 jarak bebas

Jarak bebas harus cukup agar sirkit mampu untuk menahan tegangan uji, sesuai dengan
7.1.2.3.2 dan 7.1.2.3.3.

Jarak bebas harus sekurang-kurangnya sebesar nilai yang tercantum dalam tabel 14,
untuk kasus B - medan homogen.

Pengujian tidak disyaratkan jika jarak bebas, yang berkaitan dengan tegangan ketahanan
impuls pengenal dan derajat polusi, adalah lebih besar dari nilai yang tercantum dalam
tabel 14 untuk kasus A - medan tidak homogen.

Metode pengukuran jarak bebas tercantum dalam lampiran F.

7.1.2.3.5 jarak rambat

a) Pendimensian

Untuk derajat polusi 1 dan 2, jarak bebas tidak boleh lebih kecil dari jarak bebas
tergabung yang dipilih sesuai dengan 7.1.2.3.4. Untuk derajat polusi 3 dan 4, jarak
rambat tidak boleh kurang dari jarak bebas kasus A untuk mengurangi risiko luahan
merusak yang disebabkan tegangan lebih, bahkan jika jarak bebas lebih kecil dari nilai
untuk kasus A, yang diperbolehkan dalam 7.1.2.3.4.

Metode pengukuran jarak rambat tercamtum dalam lampiran F.

Jarak rambat harus sesuai dengan derajat polusi seperti ditentukan dalam 6.1.2.3 dan
untuk kelompok bahan yang sesuai pada tegangan insulasi pengenal (atau tegangan
kerja) tercamtum dalam tabel 16.

Kelompok bahan dapat diklasifikasikan seperti berikut, sesuai dengan julat nilai dari
indeks jejak komparatif (CTI) ( lihat 2.9.18)

- Kelompok bahan I 600 CTI


- Kelompok bahan II 400 CTI < 600
- Kelompok bahan IIIa 175 CTI < 400
- Kelompok bahan IIIb 100 CTI < 175

CATATAN 1 Nilai CTI mengacu ke nilai yang diperoleh sesuai dengan IEC 60112, metode A,
untuk bahan penginsulasi yang digunakan.

CATATAN 2 Untuk bahan penginsulasi tidak organik, misalnya kaca atau keramik, yang tidak
dapat berjejak, jarak rambat tidak perlu lebih besar dari jarak bebas yang terkait. Namun luahan
merusak sebaiknya dipertimbangkan.

b) Penggunaan rusuk

Jarak rambat dapat dikurangi hingga 0,8 dari nilai dalam tabel 16 dengan penggunaan
rusuk dari ketinggian minimum 2 mm, tidak tergantung pada jumlah rusuk. Basis
26 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

minimum dari rusuk ditentukan oleh persyaratan mekanis (lihat ayat F.2).

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
c) Penerapan khusus

Sirkit yang dimaksudkan untuk penerapan tertentu yang konsekuensi yang berat dari
gangguan insulasi telah diperhitungkan harus mempunyai satu atau lebih faktor yang
mempengaruhi dari tabel 16 (jarak, bahan penginsulasi, polusi dalam lingkungan-mikro)
digunakan dalam cara sedemikian sehingga mencapai tegangan insulasi lebih besar
dari tegangan insulasi pengenal yang diberikan ke sirkit sesuai dengan tabel 16.

7.1.2.3.6 jarak antar sirkit terpisah

Untuk pendimensian jarak bebas, jarak rambat dan insulasi padat antara sirkit terpisah,
nilai pengenal tegangan tertinggi harus digunakan (tegangan ketahanan impuls pengenal
untuk jarak bebas dan insulasi padat yang terkait, dan tegangan insulasi pengenal untuk
jarak rambat).

7.1.3 terminal untuk konduktor eksternal

7.1.3.1 Pabrikan harus menunjukkan apakah terminal susuai untuk hubungan konduktor
tembaga atau aluminium, atau kedua-duanya. Terminal harus sedemikian agar konduktor
eksternal dapat dihubungkan dengan sarana (sekrup, konnektor, dsb) yang memastikan
bahwa perlu tekanan kontak yang berkaitan dengan nilai pengenal arus dan kuat hubung
pendek dari aparatus dan sirkit dijaga.

7.1.3.2 Jika tidak ada kesepakatan khusus antara pabrikan dan pengguna, terminal
harus mampu mengakomodasi konduktor dan kabel tembaga dari penampang terkecil
hingga yang terbesar sesuai dengan arus pengenal yang sesuai (lihat lampiran A).

Jika digunakan konduktor aluminium, terminal yang dibuat untuk ukuran maksimum dari
konduktor padat atau konduktor pilin yang tertera dalam tabel A.1 biasanya dimensinya
mencukupi. Pada keadaan demikian dengan penggunaan ukuran maksimum dari
konduktor aluminium mencegah penggunaan penuh arus pengenal dari sirkit, maka
diperlikan, berdasarkan kesepakatan antara pabrikan dan pengguna, untuk melengkapi
sarana hubungan konduktor aluminium dengan ukuran yang lebih besar berikutnya.

Dalam hal kondukltor eksternal untuk sirkit elektronik dengan tingkat arus dan tegangan
kecil (arus kurang dari 1 A dan tegangan kurang dari 50 V a.b.. atau 120 V a.s.) harus
dihubungkan ke RAKITAN, tabel A.1 tidak berlaku (lihat catatan 2 dari tabel A.1).

7.1.3.3 Ruang perkawatan yang tersedia harus memungkinkan hubungan yang benar dari
konduktor eksternal dari bahan yang ditunjukkan dan dalam hal ini kabel multi inti,
penyebaran inti serabut.

Konduktor tidak boleh terkena stres yang mengurangi umur normalnya.

CATATAN Pada peraturan nasional USA ditentukan persyaratan jarak minimum tekukan kawat
untuk hubungan yang benar bagi konduktor eksternal.

7.1.3.4 Jika ada kesepakatan lain antara pabrikan dan pengguna, pada sirkit fase tiga
dan netral, terminal untuk konduktor netral harus memungkinkan hubungan konduktor
tembaga yang memiliki kapasitas penghantar arus

27 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

- sama dengan setengah kemampuan hantar arus dari konduktor fase, dengan minimum

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
10 mm2 jika ukuran konduktor fase melebihi 10 mm2 .

- sama dengan kemampuan hantar arus penuh i konduktor fase, jika ukuran konduktor
fase kurang dari atau sama dengan 10 mm2.

CATATAN 1 Untuk konduktor selain dari konduktor tembaga, penampang diatas sebaiknya diganti
dengan penampang dari konduktivitas yang setara, yang mensyaratkan terminal yang lebih besar.

CATATAN 2 Untuk pemakaian tertentu dimana arus pada konduktor netral dapat mencapai nilai
tinggi, misalnya instalasi penerangan fluoresen yang besar, konduktor netral memiliki kapasitas
penghantar arus seperti konduktor fase mungkin perlu, berdasarkan kesepakatan antara pabrikan
dan pengguna.

7.1.3.5 Jika tersedia fasilitas penghubung untuk netral saluran masuk dan saluran keluar,
konduktor proteksi dan konduktor PEN, maka konduktor tersebut harus disusun disekitar
terminal konduktor fase yang terkait.

7.1.3.6 Bukaan lubang masuk kabel, pelat penutup, dsb., harus dirancang sedemikian,
sehingga bila kabel dipasang dengan benar, tindakan proteksi yang dinyatakan harus
diperoleh terhadap kontak dan derajat proteksi. Ini berarti pemilihan sarana lubang masuk
yang sesuai untuk penerapannya seperti yang dinyatakan oleh pabrikan.

7.1.3.7 Identifikasi terminal

Disarankan bahwa identifikasi terminal sebaiknya memenuhi IEC 60445.

7.1.4 Ketahanan terhadap bahang abnormal dan api

Bagian dari bahan penginsulasi yang mungkin terpapar stres terrmal karena pengaruh listrik,
dan kondisi memburuk yang dapat mempengaruhi keselamatan RAKITAN, harus tidak
boleh berpengaruh jelek karena bahang abnormal dan dari api.

Kesesuaian dari bagian ini harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan IEC
60695-2-10 dan IEC 60695-2-11.

Bagian bahan penginsulasi yang perlu menahan bagian penghantar arus pada posisinya
harus memenuhi uji kawat pijar dari 8.2.9 pada suhu uji 960 oC.

Bagian bahan penginsulasi selain dari yang ditentukan ini dalam paragraf sebelumnya,
termasuk bagian yang perlu untuk menahan konduktor proteksi, harus memenuhi
persyaratan dari uji kawat pijar dari 8.2.9 pada suhu 650o C.

Persyaratan ini tidak berlaku untuk bagian atau komponen, yang telah diuji sebelumnya
sesuai dengan standar ini atau sesuai dengan standar produknya sendiri.

Untuk bagian yang kecil (memiliki dimensi permukaan tidak melebihi 14 mm x 14mm), uji
yang berbeda dapat dipilih (misalnya, uji nyala-api jarum dari IEC 60695-2-2). Prosedur
yang sama dapat diterapkan untuk alasan praktis yang lain jika bahan logam dari suatu
bagian adalah besar dibandingkan dengan bahan penginsulasi.

7.2 Selungkup dan derajat proteksi

7.2.1 Derajat proteksi

28 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

7.2.1.1 Derajat proteksi pada sembarang RAKITAN terhadap kontak dengan bagian

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
aktif, masuknya benda padat dan cairan, ditunjukkan dengan penunjukan IP sesuai
dengan IEC 60529.

Untuk RAKITAN bagi pasangan dalam yang tidak ada persyaratan untuk proteksi
terhadap masuknya air, acuan IP berikut yang disukai

IP00, IP2X, IP3X, IP4X , IP5X.

7.2.1.2 Derajat proteksi dari RAKITAN berselungkup, atau muka dari RAKITAN muka
mati (deadfront), harus sekurang-kurangnya IP2X, setelah pemasangan yang sesuai
dengan petunjuk pabrikan.

7.2.1.3 Untuk RAKITAN penggunaan di luar yang memiliki proteksi tambahan, karakteristik
angka kedua harus sekurang-kurangnya 3.

CATATAN Untuk instalasi pasangan luar, proteksi tambahan dapat berupa atap pelindung atau yang
sejenis.
7.2.1.4 Kecuali ditentukan lain, derajat proteksi yang ditunjukkan oleh pabrikan berlaku
untuk RAKITAN lengkap bila dipasang sesuai dengan petunjuk pabrikan (lihat juga 7.1.3.6),
misalnya pengedap dari permukaan pasangan yang terbuka dari RAKITAN, jika perlu.

Pabrikan juga harus menyatakan derajat proteksi terhadap kontak langsung, masuknya
benda padat asing dari luar dan cairan dalam kondisi dapat diakses bagian internal dari
RAKITAN dalam pelayanan oleh personil yang berwenang (lihat 7.4.6). Untuk RAKITAN
dengan bagian yang dapat dilepas atau bagian yang dapat ditarik lihat 7.6.4.3.

7.2.1.5 Jika derajat proteksi dari bagian RAKITAN, misalnya pada muka,pengoperasian,
berbeda dari yang bagian utama, pabrikan harus menunjukkan derajat proteksi dari
bagian secara terpisah. Misalnya: IP00, muka pengoperasian IP20.

7.2.1.6 Untuk PTTA, tidak ada kode IP dapat yang diberikan kecuali verifikasi yang
sesuai dapat dilakukan sesuai IEC 60529 atau digunakan pengujian selungkup pra-
fabrikasi yang telah diuji.

7.2.2 Tindakan untuk memperhitungkan kelembaban atmosfer

Dalam hal RAKITAN untuk instalasi pasangan luar dan RAKITAN tertutup untuk instalasi
pasangan dalam dimaksudkan untuk penggunaan dalam lokasi dengan kelembaban
tinggi dan suhu yang bervariasi dalam batas yang luas , susunan yang sesuai (ventilasi
dan atau pemanasan internal, lubang saluran, dsb) harus dibuat untuk mencegah
kondensasi yang berbahaya dalam RAKITAN. Namun, derajat proteksi yang ditentukan
harus pada waktu yang sama dapat dipertahankan (untuk yang menyatu dalam aparatus,
lihat 7.6.2.4).

7.3 Kenaikan suhu

Batas kenaikan suhu tercamtum dalam tabel 2 berlaku suhu udara sekitar rerata kurang dari
atau sama dengan 35 oC dan tidak boleh melebihi suhu RAKITAN bila diverifikasi sesuai
dengan 8.2.1.

CATATAN Kenaikan suhu dari elemen atau bagian merupakan perbedaan antara suhu elemen
atau bagian yang diukur sesuai dengan 8.2.1.5 dan suhu udar sekitar diluar RAKITAN.

29 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel 2 Batas kenaikan suhu

Bagian RAKITAN Kenaikan suhu


K
Komponen terpadu1) Sesuai dengan persyaratan standar produk yang
relevan untuk komponen individual atau, sesuai
6)
dengan petunjuk pabrikan komponen dengan
mempertimbangkan suhu pada RAKITAN.

Terminal untuk konduktor berinsulasi eksternal 70 2)


Busbar dan konduktor, kontak-tusuk dari bagian yan Dibatasi dengan :
7)
dapat ditarik yang terhubung ke busbar - kuat mekanis dari bahan penghantar ;
- efek yang mungkin pada perlengkapan yang
bersebelahan;
- batas suhu yang diperbolehkan dari bahan
penginsulasi yang kontak dengan konduktor;
- efek suhu konduktor pada aparatus yang
dihubungkan ke konduktor
- untuk kontak-tusuk sifat dan perlakuan
permukaan dari bahan yang kontak.
Cara pengoperasian manual :
- logam 153)
- bahan penginsulasi 253)
Selungkup dan pentup eksternal yang dijangkau:
4)
- permukaan logam 30
- permukaan penginsulasi 404)
Susunan diskrit dari hubungan tusuk-kontak dan jenis Ditentukan dengan batas untuk komponen ini dari
hubungan soket perlengkapan terkait dari yang merupakan bagiannya
5)
1)
Istilah komponen tepadu berarti:
- perlerlengkapan hubung bagi konvensional dan kendali;
- sub-rakitan elektronik ( misalnya jembatan penyearah, sirkit tercetak );
- bagian perlengkapan ( misalnya regulator, unit suplai daya stabil, penguat operasional).
2)
Batas kenaikan suhu 70 K merupakan nilai berdasarkan uji konvensional dari 8.2.1. RAKITAN digunakan
atau diuji dalam kondisi instalasi mungkin mempunyai hubngan, jenis, sifat dan disposisi yang tidak sama
seperti yang dinyatakan untuk pengujian, dan kenaikan suhu yang berbeda dari terminal dapat
mengakibatkan dan mungkin disyaratkan atau diterima. Bila terminal dari komponen yang terpadu juga
merupakan terminal untuk konduktor berinsulasi eksternal, batas kenaikan suhu berkaitan yang lebih rendah

30 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

harus diterapkan.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
3)
Sarana pengoperasian manual dalam RAKITAN yang hanya dapat dijangkau setelah RAKITAN telah
dibuka, misalnya pegangan yang dapat ditarik keluar yang dioperasikan secara jarang, diperbolehkan untuk
perkiraan kenaikan 25 K pada batas kenaikan suhu ini.
4)
Kecuali ditentukan lain , dalam hal penutup dan selungkup, yang dapat dijangkau tetapi tidak perlu
disentuh selama operasi normal, kenaikan 10 K pada batas kenaikan suhu ini diperbolehkan.
5)
Hal ini memungkinkan derajat fleksibitas berkaitan dengan perlengkapan (misalnya gawai elektronik) yang
dikenai batas kenaikan suhu yang berbeda dari yang biasanya terkait dengan perlengkapan hubung bagi
dan kendali.
6)
Untuk pengujian kenaikan suhu sesuai dengan 8.2.1, batas kenaikan suhu harus ditentukan oleh
pabrikan RAKITAN.
7)
Bila semua asumsi kriteria lain yang tercantum dipenuhi, kenaikan suhu maksimum 105 K untuk busbar
tembaga telanjang dan konduktor tidak boleh dilampaui. 105 K berkaitan dengan suhu diatas yang mungkin
terjadi pelunakan tembaga .

7.4 Proteksi terhadap kejut listrik

Persyaratan berikut dimaksudkan untuk memastikan bahwa tindakan proteksi yang


disyaratkan ditentukan bila RAKITAN dipasang pada sistem yang memenuhi
spesifikasi yang relevan.

Untuk tindakan proteksi yang umumnya dapat diterima mengacu pada IEC 60364-4-31.

Tindakan proteksi ini yang paling penting untuk RAKITAN dicantumkan kembali dibawah,
dengan memperhitungkan kebutuhan spesifik dari RAKITAN.

7.4.1 Proteksi terhadap kontak langsung dan kontak tidak langsung

7.4.1.1 Proteksi dengan tegangan ekstra rendah aman

( Lihat 411.1 dari IEC 60364-4-41.)

7.4.2 Proteksi terhadap kontak langsung (lihat 2.6.8)

Proteksi terhadap kontak langsung dapat diperoleh dengan tindakan konstruksional yang
sesuai pada RAKITAN itu sendiri atau dengan tindakan tambahan yang diambil selama
pemaangan; hal ini memerlukan informasi yang diberikan oleh pabrikan.

Contoh tindakan tambahan yang dilakukan adalah pemasangan RAKITAN jenis terbuka
tanpa tindakan selanjutnya dalam lokasi jika akses hanya diperbolehkan untuk personil
yang berwenang.

Satu atau lebih tindakan proteksi yang ditetapkan dibawah dapat dipilih, dengan
memperhatikan persyaratan yang diberikan dalam sub ayat berikut. Pilihan tindakan
proteksi harus berdasarkan kesepakatn antara pabrikan dan pengguna.

CATATAN Informasi yang diberikan dalam senarai pabrikan dapat diambil sebagai bagian dari
kesepakatan.

31 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

7.4.2.1 Proteksi dengan insulasi dari bagian aktif

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Bagian aktif harus tertutup secara keseluruhan dengan insulasi yang hanya dapat dilepas
dengan merusak.

Insulasi ini harus terbuat dari bahan yang sesuai dan mampu menahan stres mekanis,
listrik dan termal yang dapat dikenai pada insulasi dalam pelayanan.

CATATAN Sebagai contoh adalah komponen listrik yang dibungkus dalam insulasi, yaitu kabel..

Cat, vernis, lak dan produk sejenis saja pada umumnya tidak dianggap melengkapi insulasi
yang cukup untuk proteksi terhadap kejut listrik dalam pelayanan normal.

7.4.2.2 Proteksi dengan penghalang atau selungkup

Persyaratan berikut harus dipenuhi.

7.4.2.2.1 Semua permukaan eksternal harus memenuhi dertajat proteksi terhadap kontak
langsung sekurang kurangnya IP2X atau IPXXB. Jarak antara sarana mekanis disediakan
untuk proteksi dan bagian aktif yang diproteksi harus tidak kurang dari nilai yang
ditentukan untuk jarak bebas dan jarak rambat dalam 7.1.2, kecuali sarana mekanis
merupakan bahan penginsulasi.

7.4.2.2.2 Semua penghalang dan selungkup harus dikencangkan dengan kuat pada
tempatnya. Dengan memperhitungkan sifat, ukuran dan susunannya, harus memiliki
kestabilan dan ketahanan yang cukup untuk menahan regangan dan stres yang mungkin
terjadi pada pelayanan normal tanpa mengurangi jarak bebas sesuai dengan 7.4.2.2.1.

7.4.2.2.3 Jika perlu untuk membuat ketentuan untuk melepas penghalang, bukaan
selungkup, atau penarikan dari bagian selungkup (pintu, wadah, tutup, penutup dan
sejenisnya), maka harus sesuai dengan salah satu persyaratan berikut .

a) Melepas, membuka atau menarik keluar harus memerlukan kunci atau perkakas.
b) Semua bagian aktif yang dapat disentuh dengan tak disengaja setelah pintu telah
terbuka harus diisolasi sebelum pintu dapat dibuka. Pada sistem TN-C, konduktor PEN
tidak boleh diisolasi atau bersaklar. Pada sistem TN-S, konduktor netral tidak perlu
diisolasi atau bersaklar (lihat IEC 60364-4-46).
Contoh: Dengan silih kunci pintu dengan pemutus sehingga pintu hanya dapat dibuka
bila pemutus terbuka dan pintu tidak mungkin menutup pemutus ketika pintu terbuka,
kecuali mengesampingkan silih kunci atau penggunaan perkakas.

Jika untuk alasan operasi, RAKITAN dilengkapi dengan gawai yang memungkinkan
orang yang berwenang untuk mengakses ke bagian aktif ketika perlengkapan sedang
aktif, maka silih kunci harus secara otomatis pulih pada penutupan pintu kembali.

c) RAKITAN harus mencakup penghalang atau penutup internal yang melindungi semua
bagian aktif sedemikian sehingga tidak dapat disentuh dengan tidak sengaja bila pintu
terbuka. Penghalang atau penutup ini harus memenuhi persyaratan 7.4.2.2.1 (untuk
pengecualian, lihat butir d)) dan 7.4.2.2.2. Penutup harus dipasang pada tempatnya
atau harus bergeser ketempatnya saat pintu dibuka. Harus tidak mungkin untuk melepas
penghalang atau penutup ini kecuali dengan penggunaan kunci atau perkakas.

Mungkin perlu untuk dilengkapi dengan label peringatan.

32 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

d) Bila setiap bagian yang dibelakang penghalang atau didalam selungkup perlu

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
penanganan sewaktu-waktu (misalnya penggantian lampu atau sekering), maka
melepaskan, membuka, atau menarik keluar tanpa penggunaan kunci atau perkakas
dan tanpa pemutusan harus mungkin hanya jika kondisi berikut dipenuhi (lihat6 7.4.6):

- penghalang harus disediakan dibelakang pembatas atau didalam selungkup


sedemikian sehingga mencegah orang kontak tidak disengaja dengan bagian aktif
yang tidak diproteksi dengan tindakan proteksi lain. Walaupun demikian, penghalang
ini dibutuhkan tidak perlu mencegah orang yang sengaja kontak dengan melampaui
penghalang engan tangan. Harus tidak mungkin untuk memindahkan penghalang
kecuali dengan penggunaan kunci atau perkakas.

- bagian aktif, yang tegangannya memenuhi kondisi keselamatan untuk tegangan


ektra rendah aman, tidak perlu tertutup.

7.4.2.3 Proteksi dengan penghalang

Tindakan ini berlaku untuk RAKITAN jenis terbuka, lihat 412.3 dari IEC 60364-4-41.

7.4.3 proteksi terhadap kontak tidak langsung (lihat 2.6.9)

Pengguna harus menandakan tindakan proteksi yang diterapkan pada instalasi yang
dimaksudkan untuk RAKITAN. Khususnya, perhatian untuk IEC 60364-4-41, jika
persyaratan untuk proteksi terhadap kontak tidak langsung ditentukan bagi instalasi
lengkap, misalnya penggunaan konduktor proteksi.

7.4.3.1 proteksi dengan menggunakan sirkit proteksi

Sirkit proteksi pada RAKITAN terdiri atas konduktor proteksi yang terpisah maupun
bagian struktural konduktif, atau kedua-duanya. Konduktor tersebut memberikan:

- proteksi terhadap akibat konsekuensi gangguan dalam RAKITAN;


- proteksi terhadap akibat konsekuensi gangguan pada sirkit eksternal yang disuplai
melaui RAKITAN.
Persyaratan harus dipenuhi diberikan dalam subayat berikut.

7.4.3.1.1 Tindakan pencegahan konstruksional harus dilakukan untuk memastikan


kontinuitas listrik antara bagian konduktif terbuka dari RAKITAN (lihat 7.4.3.1.5), dan
antara bagian ini dan sirkit proteksi instalasi (lihat 7.4.3.1.6).

Untuk PTTA, kecuali digunakan susunan uji-jenis, atau verifikasi dari kuat hubung pendek
tidak perlu sesuai dengan 8.2.3.1.1 hingga 8.2.3.1.3, konduktor proteksi yang terpisah
harus diatur sedemikian yang berkaitan dengan busbar sehingga pengaruh gaya
elektromagnetik dapat diabaikan.

7.4.3.1.2 Bagian konduktif terbuka tertentu dari RAKITAN yang tidak merupakan
bahaya

- atau disebabkan bagian konduktif tidak dapat disentuh pada permukaan yang besar
atau digenggam dengan tangan,

33 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

- atau disebabkan bagian konduktif berukuran kecil (kira-kira 50 mm kali 50 mm ) atau

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
ditempatkan sedemikian untuk mencegah setiap kontak dengan bagian aktif,
tidak perlu dihubungkan ke sirkit proteksi . Hal ini berlaku untuk sekrup, paku keling dan
pelat nama. Hal ini juga berlaku untuk elektromagnit dari kontaktor atau busbare, inti
magnetik dari transformator (kecuali dilengkapi dengan terminal untuk hubungan ke
konduktor proteksi), bagian tertentu dari pelepas dsb nya, tidak tergantung dari
ukurannya.

7.4.3.1.3 Sarana pengoperasian manual (pegangan, roda, dsb) harus

- dihubungkan secara listrik, aman dan cara permanen, dengan bagian dihubungkan
ke sirkit proteksi,
- atau dilengkapi dengan insulasi tambahan yang menginsulasinya dari bagian
konduktif lain dari RAKITAN. Insulasi ini harus dengan nilai pengenal untuk paling
sedikit tegangan insulasi pengenal maksimum dari gawai yang terkait.
Lebih disukai bagian dari sarana pengoperasian manual yang biasanya dipegang dengan
tangan selama operasi dibuat atau ditutup dengan bahan penginsulasi dengan
tegangan pengenal maksimum dari perlengkapan.

7.4.3.1.4 Bagian logam yang tertutup dengan lapisan vernis atau email secara umum
tidak dapat dianggap sebagai diinsulasi secara cukup untuk memenuhi persyaratan ini.
7.4.3.1.5 Kontinuitas sirkit proteksi harus dipastikan dengan interkoneksi efektif baik
secara langsung atau dengan sarana konduktor proteksi.

a) Bila bagian RAKITAN dilepas dari selungkup, misalnya untuk pemeliharaan rutin , sirkit
proteksi untuk yang lainnya dari RAKITAN tidak boleh diputuskan.

Sarana yang digunakan untuk perakitan berbagai bagian logam dari RAKITAN
dianggap cukup untuk memastikan kontinuitas sirkit proteksi jika tindakan
pencegahan yang diambil memastikan konduktivitas permanen yang baik dan
kapasitas penghantar arus cukup untuk menahan arus gangguan bumi yang mungkin
mengalir dalam RAKITAN.

CATATAN Konduit logam fleksibel sebaiknya tidak digunakan sebagai konduktor proteksi

b) Bila bagian yang dapat dilepas atau dapat ditarik dilengkapi dengan logam yang
menyangga permukaan, maka permukaan ini dianggap cukup untuk memastikan
kontinuitas dari sirkit proteksi asalkan tekanan padanya cukup tinggi. Tindakan
pencegahan harus diambil untuk memastikan konduktivitas yang baik. Kontinuitas sirkit
proteksi dari bagian yang dapat ditarik harus masih efektif dari posisi terhubung ke
posisi terisolasi secara inklusif.
c) Untuk penutup, pintu, pelat penutup dan yang sejenis, hubungan bersekrup logam yang
biasa dan engsel logam dianggap cukup untuk memastikan kontinuitas asalkan tidak
ada perlengkapan listrik yang terhubungkan padanya.
Jika aparatus dengan tegangan melebihi batas tegangan ekstra rendah yang
dihubungkan ke penutup, pintu, pelat penutup dsb. harus dilakukan langkah untuk
memastikan kontinuitas sirkit proteksi. Disarankan agar bagian ini dipasang dengan
konduktor proteksi (PE) dengan penampang sesuai dengan tabel 3A bergantung pada
arus operasional tertinggi pengenal Ie dari aparatus. Hubungan listrik ekivalen khusus
dirancang untuk tujuan ini (kontak geser, engsel yang diproteksi terhadap korosi) harus
juga dianggap memuskan.

34 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

d) Semua bagian sirkit proteksi dalam RAKITAN harus dirancang sedemikian sehingga

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
mampu menahan stres termal paling tinggi dan stres dinamik yang dapat terjadi pada
tempat instalasi RAKITAN
e) Bila selungkup RAKITAN digunakan sebagai bagian sirkit proteksi, penampang dari
selungkup ini harus sekurang-kurangnya secara listrik ekivalen dengan penampang
minimum yang ditentukan dalam 7.4.3.1.7.
f) Bila kontinuitas dapat diputus dengan sarana konektor atau gawai tusuk-kontak dan
kotak-kontak, sirkit proteksi harus terputus hanya setelah konduktor aktif telah
diputus dan kontinuitas harus terjadi sebelum konduktor aktif dihubungkan kembali.
g) Pada prinsipnya, dengan pengecualian tersebut dalam butir f), sirkit proteksi dalam
RAKITAN tidak mencakup gawai pemutusan (saklar, pemutus, dsb.). Hanya sarana
yang diperbolehkan memakai konduktor proteksi harus terhubung yang dapat dilepas
dengan sarana perkakas dan hanya dapat dijangkau oleh personil yang berwenang
(penghubung ini dapat diperlukan untuk pengujian tertentu).

7.4.3.1.6 Terminal untuk konduktor proteksi eksternal dan selubung logam harus, bila
disyaratkan, telanjang dan, kecuali ditentukan lain, sesuai untuk hubungan konduktor
tembaga. Terminal terpisah dengan ukuran yang cukup harus disediakan untuk konduktor
proteksi saluran keluar untuk setiap sirkit. Dalam hal selungkup dan konduktor aluminium
atau aluminium campuran, harus diberikan pertimbangan utama terhadap bahaya korosi
elektrolitik. Pada RAKITAN dengan struktur konduktif, selungkup dsb., sarana harus
disediakan untuk memastikan kontinuitas listrik antara bagian konduktif terbuka (sirkit
proteksi) dari RAKITAN dan selubung logam dari kabel penghubung (konduit baja,
selubung timah, dsb.). Sarana penghubung untuk memastikan kontinuitas dari bagian
konduktif terbuka dengan konduktor proteksi eksternal harus tidak boleh mempunyai
fungsi yang lain.

CATATAN Tindakan pencegahan khusus mungkin perlu pada bagian logam dari RAKITAN
khususnya pelat glan, digunakan lapisan luar tahan goresan, misalnya lapisan bubuk.

7.4.3.1.7 Penampang konduktor proteksi (PE, PEN) dalam RAKITAN untuk konduktor
eksternal yang dimaksudkan untuk dihubungkan harus ditentukan dengan salah satu cara
berikut.

a) Penampang konduktor proteksi ( PE,PEN ) harus tidak kurang dari nilai yang sesuai
yang tercantum dalam tabel 3.

Jika aplikasi dari hasil tabel ini tidak merupakan ukuran standar, konduktor proteksi
(PE, PEN) yang paling mendekati penampang standar yang lebih besar yang harus
digunakan.

Tabel 3 Penampang konduktor proteksi (PE, PEN)

Penampang dari konduktor fase Penampang minimum dari konduktor


S proteksi yang sesuai ( PE, PEN)
mm2 Sp
mm2
S 16 S
16 < S 35 16
35 < S 400 S/2

35 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

400 < S 800 200

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
800 < S S/4

Nilai dalam tabel 3 berlaku hanya jika konduktor proteksi (PE, PEN) terbuat dari logam
yang sama seperti konduktor fase. Jika hal ini tidak sama, penampang dari konduktor
proteksi (PE, PEN) harus ditentukan dengan cara menghasilkan konduktansi yang ekivalen
dengan hasil dari aplikasi tabel 3.

Untuk konduktor PEN, persyaratan tambahan berikut harus diterapkan:

- penampang minimum harus 10 mm2 Cu atau 16 mm2 Al;


- konduktor PEN yang perlu diinsulasi di dalam RAKITAN;
- bagian struktur tidak boleh digunakan sebagai konduktor PEN . Namun, busbar
penyangga yang terbuat dari tembaga atau aluminium dapat digunakan sebagai
konduktor PEN;
- tabel 3 mengasumsikan bahwa arus konduktor netral tidak boleh melebihi 30 % dari
arus fase;
- untuk aplikasi tertentu yang arus dalam konduktor PEN dapat mencapai nilai besar,
misalnya instalasi pencahayaan fluoresen yang besar, konduktor PEN dengan
kapasitas penghantar arus yang sama atau lebih besar seperti konduktor fase mungkin
diperlukan, berdasarkan pada kesepakatan khusus antara pabrikan dan pengguna.

b) Penampang dari konduktor proteksi (PE,PEN) harus dihitung dengan bantuan formula
yang ditunjukkan dalam lampiran B atau diperoleh dengan beberapa metode lain,
mialnya dengan pengujian.

Untuk menentukan penampang konduktor proteksi (PE,PEN), kondisi berikut telah


dipenuhi secara simultan:

1) bila pengujian sesuai dengan 8.2.4.2 dilakukan, nilai impedans lup-gangguan


harus memenuhi kondisi yang disyaratkan untuk operasi dari gawai proteksi;

2) kondisis operasi dari gawai proteksi listrik harus dipilih sedemikian untuk
mengeliminasi kemungkinan arus gangguan pada konduktor proteksi (PE,PEN)
yang menyebabkan kenaikan suhu yang cenderung mengganggu konduktor ini atau
kontinuitas listriknya.

7.4.3.1.8 Pada RAKITAN yang mengandung bagian struktural, kerangka, selungkup,


dsb., yang terbuat dari bahan konduktif, maka konduktor proteksi, jika disediakan, tidak perlu
diinsulasi dari bagian ini (untuk pengecualian, lihat 7.4.3.1.9).

7.4.3.1.9 Konduktor untuk gawai proteksi tertentu termasuk konduktor yang


menghubungkannya ke elektroda bumi terpisah harus diinsulasi secara teliti. Hal ini
berlaku, untuk, misalnya, untuk gawai deteksi gangguan dioperasikan dengan tegangan
dan dapat juga berlaku untuk hubunganbumi netral dari transformator.

CATATAN Perhatian untuk tindakan pencegahan khusus yang harus dilakukan dalam penerapan
persyaratan yang berkaitan dengan gawai tersebut.

7.4.3.1.10 Bagian konduktif terbuka dari gawai yang tidak dapat dihubungkan ke sirkit
proteksi dengan sarana pemasangan gawai harus dihubungkan ke sirkit proteksi dari

36 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

RAKITAN sebagai ikatan proteksi dengan konduktor berpenampang yang dipilih sesuai

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
dengan tabel 3A.

Tabel 3 A Penampang dari konduktor ikatan tembaga

Arus operasional pengenal Penampang minimum konduktor


Ie ikatan
A mm2
Ie 20 S*
20 < Ie 25 2,5
25 < Ie 32 4
32 < Ie 63 6
63 < Ie 10
2
* S = penampang dari fase konduktor (mm )

7.4.3.2 Proteksi dengan tindakan selain dari menggunakan sirkit proteksi

RAKITAN dapat memberikan proteksi terhadap kontak tidak-langsung dengan cara


tindakan berikut yang tidak memerlukan sirkit proteksi :

- pemisahan sirkit listrik;


- Insulasi total.

7.4.3.2.1 Pemisahan sirkit listrik

( Lihat ayat 413.5 dari IEC 60364-4-41.)

7.4.3.2.2 Proteksi dengan insulasi total

Untuk proteksi, dengan insulasi total, terhadap kontak tidak langsung, persyaratan berikut
harus dipenuhi:
a) Aparatus harus seluruhnya tertutup dengan bahan penginsulasi. Selungkup harus
diberi lambang yang harus dapat terlihat dari luar.

b) Selungkup harus terbuat dari bahan penginsulasi yang mampu menahan stres
mekanis, listrik dan termal yang dikenakan dalam kondisi pelayanan normal atau
khusus (lihat 6.1 dan 6.2) dan selungkup harus tahan terhadap penuaan dan tahan
api.
c) Selungkup dimanapun tidak boleh ditembus oleh bagian penghantar sedemikian
sehingga ada kemungkinan tegangan gangguan yang datang dari luar masuk
selungkup.
Ini berarti bahwa bagian logam, misalnya poros aktuator untuk alasan konstruksional
telah menembus selungkup, harus diinsulasi pada bagian dalam atau bagian luar dari
selungkup dari bagian aktif untuk tegangan insulasi pengenal maksimum dan, jika dapat
diterapkan, untuk tegangan ketahanan impuls pengenal maksimum dari semua sirkit
dalam RAKITAN.

Jika aktuator terbuat terutama dari bahan penginsulasi(apakah tertutup dengan bahan

37 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

penginsulasi atau tidak), maka aktuator harus dilengkapi dengan insulasi untuk

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
tegangan insulasi pengenal maksimum dan jika dapat diterapkan tegangan ketahanan
impuls pengenal maksimum dari semua sirkit dalam RAKITAN.

Jika aktuator terutama terbuat dari bahan penginsulasi, maka setiap bagian logamnya
yang mungkin menjadi dapat dijangkau pada keadaan kegagalan insulasi harus juga
diinsulasi dari bagian aktif untuk tegangan insulasi pengenal maksimum dan, jika dapat
diterapkan, tegangan ketahanan impuls pengenal maksimum dari semua sirkit dalam
RAKITAN.

d) Selungkup, bila RAKITAN yang siap untuk beroperasi dan dihubungkan ke suplai,
harus menutupi semua bagin aktif, bagian konduktif terbuka dan bagian dari sirkit
proteksi dengan cara sedemikian sehingga tidak dapat disentuh. Selungkup harus
memberikan sekurang-kurangnya derajat proteksi IP2XC*.
Jika konduktor proteksi, yang panjangnya hingga perlengkapan listrik yang
dihubungkan ke sisi beban RAKITAN, harus dilewatkan melaui RAKITAN yang bagian
konduktif terbukanya diinsulasi, terminal yang perlu untuk menghubungkan konduktor
proteksi eksternal harus disediakan dan diidentifikasi dengan penandaan yan tepat.
Didalam selungkup, konduktor proteksi dan terminalnya harus diinsulasi dari bagian
aktif dan bagian konduktif terbuka dengan cara yang sama seperti bagian aktif juga
diinsulasi.
e) Bagian konduktif terbuka dalam RAKITAN harus tidak boleh dihubungkan ke sirkit
proteksi, yaitu bagian ini tidak boleh dicakup dalam dalam tindakan proteksi termasuk
penggunaan sirkit proteksi. Ini berlaku juga untuk dalam aparatus terpadu, bahkan jika
bagian ini mempunyai terminal untuk konduktor proteksi.
f) Jika pintu atau penutup dari selungkup dapat dibuka tanpa penggunaan kunci atau
perkakas, harus disediakan penghalang dari bahan penginsulasi yang memberika
proteksi terhadap kontak yang tidak disengaja tidak hanya terhadap bagian aktif yang
dapat dijangkau, tetapi juga dengan bagian konduktif terbuka yang hanya dapat
dijangkau setelah penutup telah terbuka; namun, penghalang ini tidak boleh dapat
dilepas kecuali dengan penggunaan perkakas.

7.4.4 Peluahan muatan listrik

Jika RAKITAN mengandung butir dari perlengkapan yang dapat menahan muatan
listrik yang berbahaya setelah perlengkapan dimatikan (kapasitor ,dsb.), disyaratkan
adanya pelat peringatan.

Kapasitor kecil demikian seperti digunakan untuk pemadaman bunga api , untuk
penundaan respons busbare dsb., tidak boleh dianggap berbahaya

CATATAN kontak tak disengaja tidak dianggap berbahaya jika tegangan yang disebabkan
muatan statis jatuh dibawah 120 V a.s, kurang dari 5 detik setelah pemutusan dari suplai daya.

7.4.5 Cara pengoperasian dan pemeliharaan gang dalam RAKITAN (lihat 2.7.1 dan 2.7.2)

Cara pengoperasian dan pemeliharaan gang di dalam RAKITAN harus memenuhi


persyaratan IEC 60364-4-481)

CATATAN Saluran di dalam RAKITAN dengan batas 1 m tidak dianggap sebagai gang.

7.4.6 Persyartan mengenai kemungkinan akses dalam pelayanan oleh personil yang
berwenang

38 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Untuk kemungkinan akses dalam pelayanan oleh personil yang berwenang, seperti yang
disepakati antara pabrikan dan pengguna, satu atau lebih persyartan berikut harus
dipenuhi berdasarkan kesepakatan antara pabrikan dan pengguna. Persyaratan ini harus
melengkapi tindakan proteksi yang ditentukan dalam 7.4.

CATATAN Hal ini berarti bahwa persyartan yang disepakati berlaku bila orang yang berwenang
dapat memperoleh akses ke RAKITAN, misalnya dengan penggunaan perkakas atau dengan
mengesampingkan silih kunci (lihat 7.4.2.2.3 ), bila RAKITAN atau bagiannya bertegangan.

7.4.6.1 Persyaratan mengenai kemungkinan akses untuk inspeksi dan operasi yang
sejenis

RAKITAN harus dirancang dan disusun sedemikian agar operasi tertentu, sesuai dengan
kesepakatan antara pabrikan dan pengguna, dapat dilakukan bila RAKITAN dalam
pelayanan dan bertegangan.

Operasi tersebut mungkin:


- inspeksi visual dari
x gawai pensaklaran dan aparatus lain,
x penyetelan dan indikator busbare dan pelepas,
x hubungan konduktor dan penandaan;
x pengaturan dan penyetelan ulang busbare, pelepas dan gawai elektronik;
x penggantian sekering;
x penggantian lampu penunjuk;
x operasi lokasi gangguan tertentu, misalnya tegangan dan pengukuran arus yang
dirancang dengan baik dan gawai diinsulasi.

7.4.6.2 Persyartan mengenai kemungkinan akses untuk pemeliharaan

Untuk memungkinkan pemeliharaan yang disepakati antara pabrikan dan pengguna untuk
unit fungsional terisolasi atau kelompok dari RAKITAN, dengan unit fungsional yang
bersebelahan atau kelompok yang sedang bertegangan, tindakan yang perlu harus
dilakukan. Pilihan, yang berdasarkan kesepakatan antara pabrikan dan pengguna,
bergantung pada faktor seperti kondisi pelayanan, frekuensi pemeliharaan , kompetensi
personil berwenang, persyaratan instalasi lokal, dsb. Tindakan tersebut meliputi seleksi
dari bentuk pemisahan yang tepat (lihat 7.7) dan dapat juga :

- jarak yang cukup antara unit fungsional aktual atau kelompok dan unit fungsional yang
berdekatan atau kelompok. Disarankan bahwa bagian yang mungkin harus dipindahkan
untuk pemeliharaan, sejauh mungkin, harus mempunyai sarana pengencang;
- penggunaan penghalang yang dirancang dan disusun untuk memproteksi terhadap
kontak langsung dengan perlengkapan dalam unit atau kelompok fungsional yang
berdekatan .
- penggunaan kompartemen untuk setiap unit atau kelompok fungsional;
- pemasangan sarana proteksi tambahan disediakan atau ditentukan oleh pabrikan.

7.4.6.3 Persyaratan mengenai kemungkinan akses untuk perluasan ketika bertegangan

Bila disyaratkan untuk kemungkinan perluasan kemudian dari RAKITAN dengan


kelompok atau unit fungsional tambahan, dengan bagian lain dari RAKITAN tetap masih

39 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

bertegangan, berlaku persyaratan yang ditentukan dalam 7.4.6.2, yang harus ada

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
kesepakatan antara pabrikan dan pengguna. Persyaratan ini juga berlaku untuk
pemasangan dan penghubungan kabel saluran keluar tambahan bila kabel yang ada masih
bertegangan.

Perluasan busbar dan penghubungan unit tambahan ke suplai saluran masuknya tidak
boleh dilakukan dalam keadaan bertegangan, kecuali rancangan RAKITAN
memperbolehkan penghubungan tersebut.

7.5 Proteksi hubung pendek dan kuat ketahanan hubung pendek

CATATAN Untuk waktu ini, sub ayat ini berlaku terutama untuk komponen a.b. Persyaratan
mengenai perlengkapan a.s. dalam pertimbangan.

7.5.1 Umum

RAKITAN harus dikonstruksi sedemikian agar mampu menahan stres termal dan dinamis
yang diakibatkan oleh hubung pendek hingga nilai pengenalnya.

CATATAN Stres hubung singkat mungkin dapat dikurangi dengan penggunaan gawai pembatas
arus (induktans, sekering pembatas arus atau gawai pensaklar pembatas arus yang lain).

RAKITAN harus diproteksi terhadap arus hubung pendek dengan sarana, misalnya,
pemutus sirkit, sekering atau kombinasi kedua-duanya, yang mungkin terpadu dalam
RAKITAN atau disusun diluarnya.

CATATAN Untuk RAKITAN yang dimaksudkan untuk penggunaan dalam sistem IT*, gawai proteksi
hubung pendek sebaiknya memiliki kapasitas pemutusan yang cukup pada setiap kutub tunggal
pada tegangan fase ke fase untuk menghilangkan gangguan bumi ganda.

Bila memesan RAKITAN, pengguna harus menentukan kondisi hubung pendek pada
titik instalasi.

CATATAN Diinginkan bahwa derajat proteksi yang tertinggi terhadap personil sebaiknya
disediakan dalam hal gangguan yang mengakibatkan pembusuran di dalam RAKITAN , walaupun
objek utama sebaiknya untuk menghindari busur api tersebut dengan rancangan yang sesuai atau
untuk membatasi durasinya.

Untuk PTTA, disarankan untuk menggunakan susunan uji jenis, misalnya busbar, kecuali
pengecualian berlaku yang diberikan dalam 8.2.3.1.1 hingga 8.2.3.1.3. Dalam kasus
pengecualian, yang penggunaan susunan uji-jenis tidak mungkin, kuat ketahanan hubung
pendek dari bagian demikian (lihat 8.2.3.2.6) harus diverifikasi dengan ekstrapolasi dari
susunan uji-jenis yang sejenis (lihat IEC 60865 dan IEC 61117).

7.5.2 Informasi mengenai kuat ketahanan hubung pendek

7.5.2.1 Untuk RAKITAN dengan hanya satu unit saluran masuk, pabrikan harus
menyatakan kuat ketahanan hubung pendek sebagai berikut.

7.5.2.1.1 Untuk RAKITAN dengan gawai proteksi hubung pendek (SCPD) yang terpadu
dalam unit saluran masuk, pabrikan harus menunjukkan nilai maksimum arus hubung
pendek prospektif yang diperbolehkan pada terminal dari unit saluran masuk. Nilai tidak
boleh melebihi julat yang sesuai (lihat 4.3, 4.4, 4.5 dan 4.6). Faktor daya yang terkait dan
nilai puncak harus yang tercantum dalam 7.5.3.

Jika gawai proteksi hubung pendek adalah sekering atau pemutus sirkit pembatas-arus,

40 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

pabrikan harus menyatakan karakteristik dari SCPD (arus pengenal, kapasitas pemutusan,

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
arus cutoff, I2t, dsb.)

Jika digunakan pemutus sirkit dengan pelepas tunda-waktu, pabrikan harus menyatakan
tunda-waktu maksimum dan penyetelan arus sesuai dengan arus hubung pendek
prospektif yang ditunjukkan.

7.5.2.1.2 Untuk RAKITAN yang gawai proteksi hubung pendek tidak terpadu dalam unit
saluran masuk, maka pabrikan harus menunjukkan kuat ketahanan hubung pendek pada
satu atau lebih cara yang berikut:

a) arus ketahanan waktu pendek pengenal bersama dengan waktu terkait jika berbeda
dari 1 detik (lihat 4.3) dan arus ketahanan waktu puncak pengenal (lihat 4.4);

CATATAN Untuk waktu sampai dengan maksimum 3 detik, hubungan antara arus ketahanan
waktu pendek pengenal dan waktu tergabung diberikan dengan rumus I2t = konstan, asalkan
nilai puncak tidak melebihi arus ketahanan puncak pengenal.

b) arus hubung pendek kondisional pengenal ( lihat 4.5 );

Untuk butir b), pabrikan harus menunjukkan karakteristik (julat arus, kapasitas pemutusan,
arus cut-off, I2t, dsb.) dari gawai proteksi hubung pendek yang perlu untuk proteksi
RAKITAN.

CATATAN Bila penggantian sekering diperlukan, maka dianggap penggantian sekering adalah
dengan karakteristik yang sama.
* lihat IEC 60364 -3
7.5.2.2 Untuk RAKITAN yang memiliki beberapa unit saluran masuk yang tidak akan
beroperasi secara serentak, kuat ketahanan hubung pendek dapat ditunjukkan untuk
setiap unit saluran masuk sesuai dengan 7.5.2.1.

7.5.2.3 Untuk RAKITAN yang memiliki beberapa unit saluran masuk yang dapat
beroperasi secara serentak, dan untuk RAKITAN yang memiliki satu unit saluran masuk
dan satu atau lebih unit saluran keluar untuk mesin berputar berdaya tinggi yang dapat
sebagai kontribusi terhadap arus hubung pendek, maka harus dibuat kesepakatan khusus
untuk menentukan nilai arus hubung pendek prospektif pada setiap unit saluran masuk,
pada setiap unit saluran keluar dan pada busbar.

7.5.3 Hubungan antara arus puncak dan arus hubung pendek

Untuk menentukan stres elektrodinamik, nilai arus puncak harus diperoleh dengan
mengalikan arus hubung pendek dengan faktor n. Nilai standar untuk faktor n dan faktor
daya yang berkaitan tercamtum dalam tabel 4.

Tabel 4 Nilai standar untuk faktor n

Nilai efektif dari arus hubung


pendek cos M n
kA

I5 0,7 1,5
5 < I 10 0,5 1,7
10 < I 20 0,3 2

41 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

20 < I 50 0,25 2,1

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
50 < I 0,2 2,2

CATATAN Nilai dari tabel ini mewakili mayoritas dari penerapan . Dalam lokasi khusus, misalnya disekitar
transformator atau generator, nilai yang lebih rendah dari faktor daya mungkin ditemui, sedang untuk arus
puncak prospektif maksimum dapat menjadi nilai pembatas dari nilai efektif arus hubung pendek.

7.5.4 Ko-ordinasi dari gawai proteksi hubung pendek

7.5.4.1 Ko-ordinasi dari gawai proteksi harus atas kesepakatan pabrikan dan pengguna.
Informasi yang tercantum dalam senarai pabrikan dapat menggantikan kesepakatan
tersebut.

7.5.4.2 Jika kondisi pengoperasian mensyaratkan kontinuitas maksimum dari suplai,


penyetelan atau seleksi gawai proteksi hubung pendek di dalam RAKITAN, bila mungkin
berjenjang sedemikian sehingga hubung pendek yang terjadi pada sebarang sirkit cabang
saluran keluar dibebaskan oleh gawai pensaklar yang terpasang di sirkit cabang yang
terganggu tanpa mempengaruhi sirkit cabang saluran keluar yang lain, dengan demikian
memastikan selektivitas sistem proteksi.

7.5.5 Sirkit di dalam RAKITAN

7.5.5.1 Sirkit utama

7.5.5.1.1 Busbar (telanjang atau diinsulasi) harus disusun sedemikian sehingga hubung
pendek internal tidak diharapkan dalam kondisi pengoperasian normal, Jika tidak ada
ketentuan lain, busbar harus diberi berjulat sesuai dengan informasi mengenai kuat
ketahanan hubung pendek (lihat 7.5.2) dan dirancang untuk menahan stres hubung pendek
sekurang-kurangnya yang dibatasi oleh gawai proteksi pada sisi suplai busbar.

7.5.5.1.2 Dalam seksi, konduktor (termasuk busbar distribusi) antara busbar utama dan
sisi suplai unit fungsional maupun komponennya yang termasuk dalam unit ini dapat
diberi nilai pengenal berdasarkan stres hubung pendek yang dikurangi yang terjadi pada
sisi beban gawai proteksi hubng pendek yang berkaitan dalam setiap unit, asalkan
konduktor ini disusun sedemikian sehingga pengoperasian pada kondisi normal, hubung
pendek internal antar fase dan atau antara fase dan bumi kemungkinannya hanya
jarang (lihat 7.5.5.3). Konduktor tersebut lebih disukai buatan yang kaku padat.

7.5.5.2 Sirkit bantu

Rancangan sirkit bantu harus memperhitungkan sistem pembumian suplai dam


memastikan bahwa gangguanbumi atau gangguan antara bagian aktif dan bagian
konduktif terbuka harus tidak menimbulkan operasi yang berbahaya yang tak sengaja.

Pada umumnya , sirkit bantu haru diproteksi terhadap pengaruh hubng pendek , Namun
gawai proteksi hubungpendek tidak disediakan jika operasinya dapat dikenakan untuk
menimbulkan bahaya.

Pada umumnya, sirkit bantu harus diproteksi terhadap efek hubung-pendek. Namun, gawai
proteksi hubung-pendek tidk boleh dilengkapi jika operasinya ada kemungkinan
menyebabkan bahaya. Dalam hal demikian , konduktor sirkit bantu harus disusun
sedemikian sehingga hubung pendek tidak diharapkan dalam dalam kondisi pengoperasian
normal (lihat 7.5.5.3).

42 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

7.5.5.3 Seleksi dan pemasangan konduktor aktif nirproteksi untuk mengurangi

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
kemungkinan hubung pendek

Konduktor aktif dalam RAKITAN yang tidak diproteksi oleh gawai proteksi hubng pendek
(lihat 7.5.5.1.2 dan 7.5.5.2) harus dipilih dan dipasang sepanjang seluruh RAKITAN
sedemikian sehingga, dalam kondisi pengoperasian normal, hubung pendek internal antar
fase atau antara fase dan bumi yang kemungkinannya jarang. Contoh jenis konduktor
dan persyartan instalasi tercamtum dalam tabel 5.

Tabel 5- Seleksi konduktor dan persyaratan instalasi

Jenis konduktor Persyaratan


Konduktor telanjang atau konduktor inti tunggal Kontak bersama atau kontak dengan bagian
dalam insulasi dasar, misalnya kabel sesuai dengan konduktif harus dihindari, misalnya dengan
IEC 60227-3 penggunaan pengatur jarak
Konduktor inti tunggal dengan insulasi dasar dan Kontak bersama atau dengan bagian konduktif
suhu pengoperrasian konduktor yang diperbolehkan yang diperbolehkan bila tidak ada diterapkan
o
maksimum sekurang-kurangnya 90 C, misalnya tekanan eksternal. Kontak dengan ujung yang
kabel sesuai dengan IEC 60245-3, atau kabel tajam harus dihindari. Tidak boleh ada risiko
berinsulasi PVC tahanpanas sesuai dengan kerusakan mekanis.
IEC 60227-3.
Konduktor ini hanya boleh dibebani sedemikian
sehingga suhu pengoperasian 80 % dari suhu
pengoperasian konduktor yang diperbolehkan tidak
dilampaui.
Konduktor dengan insulasi dasar, misalnya kabel
sesuai dengan IEC 60227-3, dengan insulasi
sekunder tambahan, misalnya secara individual
kabel tertutup individual dengan selubung mengerut
atau secara individual kabel dipasang di dalam
konduit plastik

Konduktor berinsulasi dengan bahan yang kuat


mekanisnya sangat tinggi, misalnya insulasi ethyelen Tidak ada persyaratan tambahan , jika tidak ada
tetraflouro ethylene (ETFE) , atau konduktor risiko dari kerusakan mekanis
berinsulasi gandal dengan nilai pengenqal lapisan
luar diperkuat untuk penggunaan hingga 3 kV,
misalnya kabel sesuai dengan IEC 60502
Kabel berselubung tunggal atau multi inti misalnya
kabel sesuai dengan IEC 60245-4 atau IEC 60227-4

43 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

CATATAN Konduktor telanjang atau berinsulasi dipasang seperti dalam tabel diatas dan memiliki gawai

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
proteksi hubung pendek yang terhubung ke sisi beban sampai dengan panjang 3 meter.

7.6 Gawai pensaklar dan komponen yang terpasang dalam RAKITAN

7.6.1 Seleksi gawai pensaklar dan komponen

Gawai pensaklar dan komponen yang terdapat dalam RAKITAN harus sesuai dengan
standar IEC yang relevan.

Gawai pensaklar dan komponen harus cocok untuk aplikasi khusus memgenai
rancangan eksternal dari RAKITAN (yaitu jenis terbuka atau tertutup), tegangan
pengenalnya (tegangan insulasi pengenal), tegangan ketahanan impuls pengenal, dsb.),
arus pengenal, frekuensi pengenal, dan umur pelayanan, kapasitas penutupan dan
pemutusan, kuat ketahanan hubung pendek, dsb.

Gawai pensaklar dan komponen dengan kuat ketahanan hubung pendek dan atau
kapasitas pemutusan yang cukup untuk menahan stres yang mungkin terjadi pada tempat
pemasangan, harus diproteksi dengan sarana gawai proteksi pembatas arus, misalnya
sekering atau pemutus tenaga. Bila pemilihan gawai proteksi pembatas arus menyatu
dengan gawai pensaklar, harus memperhatikan nilai maksimum yang ditentukan oleh
pabrikan dari gawai tersebut, yang ada kaitannya dengan ko-ordinasi (lihat 7.5.4).

Ko-ordinasi gawai pensaklar dan komponen, misalnya koordinasi dari pengasut motor
dengan gawai proteksi hubung pendek, harus memenuhi standar IEC yang relevan.

Gawai pensaklar dan komponen pada sirkit yang tegangan ketahanan impuls pengenal
yang dinyatakan oleh pabrikan harus tidak menimbulkan pensaklar tegangan lebih yang
lebih besar dari tegangan ketahanan impuls pengenal dari sirkit dan tidak boleh dikenai
dengan pensaklaran tegangan lebih yang lebih besar dari tegangan ketahanan impuls
pengenal dari sirkit. Tegangan ketahanan impuls pengenal ini sebaiknya diperhatikan bila
pemilihan gawai dan komponen pensaklar untuk penggunaan dalam sirkit yang diberikan.

Contoh:

Gawai dan komponen pensaklar yang memiliki tegangan impuls pengenal Uimp = 4.000 V,
tegangan insulasi pengenal Ui = 250 V dan tegangan lebih pensakalaran maksimum 1.200
V (tegangan operasional pengenal 230 V) dapat digunakan pada sirkit dengan katalogori
tegangan lebih I, II, III atau bahkan IV bila sarana proteksi tegangan lebih yang tepat
digunakan.

CATATAN Untuk katagori tegangan lebih, lihat 2.9.12 lampiran G.

7.6.2 Pemasangan

Gawai dan komponen pensaklar harus dipasang sesuai dengan petunjuk pabrikan (posisi
penggunaan, jarak bebas diamati untuk busur api listrik atau untuk melepaskan pelindung
bunga api, dsb.).

7.6.2.1 Mampu akses

Aparatus, unit fungsional yang dipasang pada penyangga yang sama (pelat pemasangan,
rangka pemasangan) dan terminal untuk konduktor eksternal harus disusun sedemikian
agar dapat diakses untuk pemasangan, pengawatan, pemeliharaan dan pengggantian.

44 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Terutama, disarankan bahwa terminal ditempatkan sekurang-kurangnya 0,2 m diatas dasar

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
dari RAKITAN pasangan diatas lantai dan, selain itu, ditempatkan sedemikian sehingga
kabel dapat dihubungkan kabel secara mudah ke RAKITAN.

Gawai pengaturan dan penyetelan ulang yang harus dioperasikan di dalam RAKITAN
harus dapat diakses secara mudah.

Pada umumnya, untuk RAKITAN terpasang pada lantai, instrumen penunjuk yang perlu
dibaca oleh operator sebaiknya tidak ditempatkan lebih tinggi dari 2 meter diatas dasar
RAKITAN. Gawai pengoperasian, seperti pegangan, tombol tekan, dsb., sebaiknya
ditempatkan pada ketinggian yang dapat mudah dioperasikan; ini berarti bahwa pada
umumnya garis sumbu tengahnya sebaiknya tidak lebih tinggi dari 2 m diatas dasar
RAKITAN.

CATATAN 1 Penggerak untuk gawai pensaklar darurat (lihat IEC 60364-5-537, ayat 537.4)
sebaiknya dapat diakses dalam zona antara 0,8 m dan 1,6 m diatas level pelayanan.

CATATAN 2 Disarankan bahwa RAKITAN pasangan dinding dan terpasang di lantai sebaiknya
dipasang pada ketinggian sedemikian berkaitan dengan tinggi pengoperasian hingga mampu akses
dan tinggi pengoperasian dipenuhi.

7.6.2.2 Interaksi

Gawai dan komponen pensaklar harus dipasang dan dikawati pada RAKITAN sedemikian
sehingga berfungsi secara benar dan tidak dipengaruhi oleh interaksi, seperti bahang,
bunga api, getaran, dan medan energi, yang ada dalam operasi normal. Dalam hal
RAKITAN elektronik, perlu pemisahan atau skrin bagi sirkit pemantau dari sirkit daya.
Dalam hal selungkup dirancang untuk mengakomodasi sekering, harus diberikan
pertimbangan khusus untuk efek termal (lihat 7.3). Pabrikan harus menyatakan jenis dan
nilai pengenal penghubung sekering yang harus digunakan.

7.6.2.3 Penghalang

Penghalang untuk gawai pensaklar harus dirancang sedemikian agar bunga api pensaklar
tidak membahayakan operator.

Untuk mengurangi bahaya saat penggantian sekering, penghalang antar-muka harus


diterapkan, kecuali rancangan dan lokasi sekering membuatnya tidak diperlukan.

7.6.2.4 Kondisi yang ada pada tempat instalasi

Gawai dan komponen pensaklar untuk RAKITAN dipilih berdasarkan pada kondisi
pelayanan normal dari RAKITAN yang ditentukan dalam 6.1 (lihat juga 7.6.2.2).

Bila perlu, tindakan pencegahan yang sesuai (pemanasan, ventilasi) harus dilakukan untuk
memastikan bahwa kondisi pelayanan untuk fungsi yang tepat dijaga, misalnya suhu
minimum untuk operasi busbare, alat ukur, komponen elektronik yang tepat, dsb., sesuai
dengan spesifikasi yang relevan.

7.6.2.5 Pendinginan

Untuk RAKITAN dapat dilengkapi dengan pendinginan alami maupun paksa. Jika tindakan
khusus disyaratkan pada tempat pemasangan untuk memastikan pendinginan yang baik,
pabrikan harus melengkapi informasi yang perlu (misalnya indikasi yang dibutuhkan untuk

45 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

jarak bebas berkaitan dengan bagian yang diketahui disipasi bahang atau juga

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
menghasilkan bahang).

7.6.3 Bagian tetap

Dalam bagian tetap (lihat 2.2.5), hubungan sirkit utama (lihat 2.1.2 ) hanya dapat dilakukan
atau diputuskan bila RAKITAN mati. Pada umumnya, pelepasan dan pemasangan dari
bagian tetap memerlukan penggunaan perkakas.

Pemutusan bagian tetap dapat memerlukan pemutusan RAKITAN yang lengkap atau
bagian dari RAKITAN tersebut.

Untuk mencegah operasi oleh yang tidak berwenang, gawai pensaklar dapat dilengkapi
dengan sarana untuk memastikannya pada posisi yang satu atau posisi lainnya.

CATATAN Jika dalam kondisi tertentu bekerja pada sirkit aktif diijinkan, maka tindakan pencegahan
untuk keselamatan yang relevan harus ditaati..

7.6.4 Bagian yang dapat dilepas dan bagian yang dapat ditarik

7.6.4.1 Rancangan

Bagian yang dapat dilepas dan bagian yang dapat ditarik harus dirancang sedemikian agar
perlengkapan listrik dapat diisolasi secara aman dari atau dihubungkan ke sirkit utama
paa saat sirkit aktif. Bagian yang dapat dilepas dan bagian yang dapat ditarik dapat
dilengkapi dengan silih kunci yang disisipkan (lihat 2.4.17). Jarak bebas dan jarak rambat
minimum (lihat 7.1.2.1) harus disesuaikan pada posisinya yang berbeda maupun selama
berpindah dari satu posisi ke posisi yang lain.
CATATAN 1 Mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa operasi ini tidak dilakukan dalam
keadaan berbeban.

Bagian yang dapat dilepas harus mempunyai posisi terhubung (lihat 2.2.8) dan posisi
dilepas (lihat 2.2.11 ) .

Bagian yang dapat dtarik harus ditambah posisi isolasi (lihat 2.2.10) dan dapat
mempunyai posisi uji (lihat 2.2.9), atau situasi uji (lihat 2.1.9). Bagian tersebut harus
ditempatkan dengan jelas dalam posisi ini. Posisi ini harus jelas dapat terlihat.

Untuk kondisi listrik selama posisi yang berbeda dari bagian yang dapat ditarik, lihat tabel 6

7.6.4.2 Pensilih kuncian dan pemasangan gembok pada bagian yang dapat ditarik

Kecuali tidak ditentukan lain, bagian yang dapat ditarik harus dilengkapi dengan gawai yang
memastikan bahwa aparatus hanya dapat ditarik dan atau dimasukkan kembali setelah
sirkut utamanya telah diputuskan.

Untuk mencegah pengoperasian yang tidak diijinkan, maka bagian yang dapat ditarik dapat
dilengkapi dengan sarana untuk gembok atau kunci untuk memastikannya pada posisi
yang satu atau posisi lainnya (lihat 7.1.1).

7.6.4.3 Derajat proteksi

Derajat proteksi (lihat 7.2.1) ditunjukkan untuk RAKITAN yang biasanya berlaku untuk
posisi terhubung (lihat 2.2.8) dari bagian yang dapat dilepas dan atau bagian yang dapat
ditarik. Pabrikan harus menunjukkan derajat proteksi tertentu dalam posisi yang lain dan

46 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

selama perpindahan antar posisi.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
RAKITAN dengan bagian yang dapat ditarik dapat dirancang sedemikian agar derajat
proteksi yang dapat diterapkan pada posisi terhubung juga dijaga dalam posisi pengujian
dan terisolasi dan selama perpindahan dari satu posisi ke posisi lainnya.

Jika, setelah penggantian bagian yang dapat dilepas dan atau bagian yang dapat ditarik,
derajat proteksi asli tidak dijaga, kesepakatan harus diperoleh untuk tindakan apa yang
harus dilakukan untuk memastikan proteksi yang memadai. Informasi yang diberikan
dalam senarai pabrikan dapat menggantikan kesepakatan demikian.

7.6.4.4 Cara hubungan dari sirkit bantu

Sirkit bantu dapat dirancang agar dapat dibuka dengan atau tanpa penggunaan perkakas.

Bagi bagian yang dapat ditarik, hubungan sirkit bantu harus lebih disukai yang dapat tanpa
penggunaan perkakas

7.6.5 Identifikasi

7.6.5.1 Identifikasi konduktor sirkit utama dan sirkit bantu

Dengan pengecualian hal yang disebutkan dalam 7.6.5.2, metode dan jangkauan
identifikasi konduktor, misalnya dengan susunan, warna, atau lambang, pada terminal
yang konduktornya terhubung atau ujung konduktornya, merupakan tanggung jawab
pabrikan dan harus dalam persetujuan dengan indikasi pada digaram dan gambar
perkawatan. Bila sesuai, identifikasi sesuai dengan IEC 60445 dan IEC 60446 harus
diterapkan.

47 dari 102
Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

48 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Tabel 6 Kondisi listrik untuk berbagai posisi dari bagian yang dapat ditarik
SNI IEC 60439-1:2009

7.6.5.2 Identifikasi konduktor proteksi (PE, PEN) dan konduktor netral (N) dari sirkit utama

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Konduktor proteksi harus dapat dibedakan secara mudah dengan bentuk, lokasi,
penandaan atau warna. Jika digunakan identifikasi dengan warna, maka harus berwarna
hijau atau kuning (warna-ganda). Bila konduktor proteksi merupakan kabel inti tunggal
berinsulasi dengan, maka warna identifikasi ini harus digunakan, lebih disukai untuk seluruh
panjang kabel.

CATATAN Identifikasi warna hijau atau kuning khusus disediakan bagi konduktor proteksi

Setiap konduktor netral dari sirkit utama sebaiknya dapat dibedakan secara mudah dengan
bentuk, lokasi, penandaan atau warna. Jika digunakan identifikasi dengan warna,
disarankan untuk memilih warna biru muda.

Terminal untuk konduktor proteksi eksternal harus ditandai sesuai dengan IEC 60445.
Seperti contoh lihat lambang grafis { No. 5019 dari IEC 60417. Lambang ini tidak
disyaratkan bila konduktor proteksi eksternal dimaksudkan untuk dihubungkan ke konduktor
proteksi internal yang diidentifikasi secara jelas dengan warna hijau/ kuning..

7.6.5.3 Arah operasi dan indikasi dari posisi operasional

Arah operasional dari komponen dan gawai harus diidentifikasi secara jelas. Jika arah
operasi tidak sesuai dengan IEC 60447, arah ini harus harus diidentifikasi secara jelas.

7.6.5.4 Lampu indikator dan tombol tekan

Warna lampu indikator dan tombol tekan tercamtum dalam IEC 60073.

7.7 Pemisahan internal dari RAKITAN dengan penghalang atau partisi

Satu atau lebih kondisi berikut dapat diperoleh dengan membagi RAKITAN dengan
sarana partisi atau penghalang (logam atau non-logam) kedalam komparmen terpisah atau
ruang terproteksi tertutup:

- proteksi terhadap kontak dengan bagian berbahaya yang termasuk unit fungsional
yang berdekatan. Derajat proteksi harus sekurang-kurangnya IPXXB;

- proteksi terhadap masuknya benda padat luar dari satu unit dari RAKITAN ke unit
yang berdekatan. Derajat proteksi harus sekurang-kurangnya IP2X.

CATATAN Derajat proteksi IP2X mencakup derajat proteksi IPXXB.

Berikut ini adalah bentuk tipikal pemisahan dengan penghalang atau partisi (misalnya, lihat
lampiran D).

49 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel 6A- Bentuk dari pemisahan internal

Kriteria utama Subkritea Bentuk


Tanpa pemisahan internal Bentuk 1
Terminal untuk konduktor eksternal tidak Bentuk 2 a
dipisahkan dari busbar
Pemisahan busbar dari unit Terminal untuk konduktor eksternal dipisahkan Bentuk 2b
fungsional dari busbar
Pemisahan busbar dari unit Terminal untuk konduktor eksternal tidak Bentuk 3a
fungsional dan pemisahan dari dipisahkan dari busbar
semua unit fungsional dari satu Terminal untuk konduktor eksternal dipisahkan Bentuk 3 b
fungsi unit yang lain. Pemisahan dari busbar.
terminal untuk konduktor eksternal
dari unit fungsional ,tetapi tidak
dari unit fungsional yang lain
Pemisahan dari busbar dari semua Terminal untuk konduktor eksternal dalam Bentuk 4 a
unit fungsional dan pemisahan dari komparment yang sama seperti unit fungsional
dari terminal untuk konduktor tergabung.
eksternal yang tergabung dengan Terminal untuk konduktor eksternal tidak Bentuk 4b
unit fungsional dari setiap unit dalamkompartmen yang sama seperti unit
fungsional dan busbar. fungsional tergabung, tetapi dalam individu,
terpisah, ruang terproteksi tertutup atau
kompartmen

Bentuk pemisahan dan derajat proteksi yang lebih tinggi harus berdasarkan kesepakatan
antar pabrikan dan pengguna .

Lihat 7.4.2.2.2 berkaitan dengan stabilitas dan keawetan penghalang dan partisi.

Lihat 7.4.6.2 berkaitan dengan mampu akses untuk pemeliharaan pada unit fungsional
terisolasi.

Lihat 7.4.6.3 berkaitan dengan mampu akses untuk perluasan dalam bertegangan.

7.8 Hubungan listrik dalam RAKITAN; batangan dan konduktor berinsulasi.

7.8.1 Umum

Hubungan bagian penghantar arus tidak boleh rusak sebagai akibat perubahan yang tidak
perlu karena kenaikan suhu normal, penuaan dari bahan penginsulasi dan getaran yang
terjadi dalam operasi normal. Terutama pengaruh pemuaian termal dan aksi elektrolitik
dalam hal logam yang tidak sejenis, dan pengaruh ketahanan bahan terhadap suhu yang
dicapai harus dipertimbangkan.

Hubungan antara bagian penghantar arus harus ditetapkan dengan sarana yang
memastikan tekanan yang kontak cukup dan awet.

7.8.2 Dimensi dan nilai pengenal busbar dan konduktor berinsulasi

Pemilihan penampang konduktor dalam RAKITAN merupkan tanggung jawab pabrikan.


Sebagai tanbahan arus yang dialirkan, pemilihan ditentukan oleh stres mekanis yang
dikenai RAKITAN, dengan cara konduktor ini dipasang, dengan jenis insulasi dan, jika
dapat diterapkan, dengan jenis elemen yang terhubung (misalnya elektronik).

7.8.3 Perkawatan ( lihat juga 7.8.2)

50 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

7.8.3.1 Konduktor berinsulasi harus dengan nilai pengenal untuk sekurang-kurangnya

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
tegangan insulasi pengenal (lihat 4.1.2) dari sirkit tersebut.

7.8.3.2 Pada kabel antara dua gawai penghubung tidak boleh terdapat sambungan di
tengah maupun sambungan yang disolder .

7.8.3.3 Konduktor berinsulasi tidak bertumpu pada bagian aktif telanjang dengan
potensial yang berbeda atau ujung tajam dan harus disangga secara cukup.

7.8.3.4 Penghantar suplai untuk aparatus dan instrumen pengukur pada penutup atau
pintu harus dipasang sedemikian agar tidak ada kerusakan mekanis yang dapat terjadi
pada konduktor sebagai akibat gerakan dari penutup atau pintu ini.

7.8.3.5 Hubungan di solder ke aparatus harus diperbolehkan dalam RAKITAN hanya


dalam hal bila disiapkan untuk jenis hubungan ini pada aparatus.

Bila perlengkapan mendapat getaran yang kuat selama operasi normal, kabel atau
hubungan kawat tersolder harus dikuatkan secara mekanis dengan sarana tambahan
pada jarak yang dekat dari sambungan tersolder.

7.8.3.6 Pada lokasi dimana terdapat getaran yang kuat selama operasi normal, misalnya
dalam hal operasi kapal keruk atau derek, operasi pada dalam kapal, perlengkapan
pengangkat dan lokomotif, perhatian seharusnya diberikan untuk penyangga konduktor.
Untuk aparatus lain dari yang disebut dalam dalam 7.8.3.5, penyolderan sepatu kabel
atau ujung konduktor pilin yang disolder tidak dapat diterima dalam kondisi getaran yang
kuat.

7.8.3.7 Biasanya hanya satu konduktor sebaiknya dihubungkan ke terminal; hubungan


dua konduktor atau lebih pada satu terminal hanya diperbolehkan dalam hal ini bila
terminal dirancang untuk tujuan ini.

7.9 Persyaratan untuk sirkit suplai perlengkapan elektronik

Kecuali ada ketentuan lain dalam spesifikasi IEC yang relevan untuk perlengkapan
elektronik, berlaku persyaratan berikut.

7.9.1 Variasi tegangan masukan*

1) Julat tegangan suplai untuk sumber batere sama dengan tegangan suplai pengenal
r15 %.
CATATAN Julat ini tidak termasuk julat tegangan tambahan yang disyaratkan untuk pengisian
baterai.

2) Julat tegangan a.s masukan yang diperoleh dengan penyearahan tegangan suplai
a.b. (lihat butir 3).

3) Julat tegangan suplai untuk sumber a.b. sama dengan tegangan masukan pengenal
r10 %.
4) Jika toleransi yang besar diperlukan, hal ini berdasarkan persetujuan antara pabrikan
dan pengguna.

*Sesuai dengan IEC 60146-2

51 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
7.9.2 Tegangan lebih*

Tegangan lebih suplai ditentukan dalam gambar 1. Gambar ini berlaku untuk tegangan
lebih nonperiodik sebgai deviasi dari nilai puncak pengenal dalam julat waktu pendek.
RAKITAN harus dirancang agar kemampuan pelayanannya dalam hal tegangan lebih
dipastikan dibawah nilai yang digambarkan oleh kurva 1.

Jika tegangan lebih yang terjadi dalam julat antara kurva 1 dan kurva 2, operasi mungkin
diputuskan oleh respons gawai proteksi yang melindungi RAKITAN, tanpa kerusakan
pada RAKITAN yang diperbolehkan terjadi sampai dengan nilai puncak dari tegangan
sama dengan 2 Ui + 1.000 V.

CATATAN 1 Durasi transien kurang dari 1 ms dalam pertimbangan


CATATAN 2 Tegangan lebih yang lebih besar yang diberikan diatas yang dianggap telah dibatasi
dengan tindakan yan tepat.

Ui = nilai puncak sinusoidal dari tegangan insulasi pengenal.


'U = tegangan puncak non-periodik super-impose
t = waktu

U 1  'u
Gambar 1. Rasio ^
sebagai fungsi waktu
U1

7.9.3 Bentuk gelombang*

Harmonik dari RAKITAN suplai tegangan a.b. masukan untuk perlengkapan elektronik
dibatasi dalam pembatasan berikut.

1) Kandungan harmonik busbaratif harus tidak boleh melampaui 10 %, yaitu kandungan


dasar busbaratif lebih besar dari atau sama dengan 99,5 %.

2) Komponen harmonik tidak boleh melampaui nilai yang tertera dalam gambar 2.

CATATAN 1 Subrakitan diasumsikan untuk diputuskan dan impedansi internal dari sumber
suplai sebaiknya ditentukan dalam kesepakatan antara pabrikan dan pengguna, jika
impedansi ini nilai yang signifikan
CATATAN 2 Nilai yang sama ditunjukkan untuk kendali dan pemantauan elektronik

52 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
* Sesuai dengan IEC 60146-2
3) Nilai sesaat periodic yang paling tinggi dari tegangan suplai a.b. tidak boleh lebih
dari 20 % diatas nilai puncak dasar.

n = urutan komponen harmonik


Un = nilai efektif harmonik orde n
UN = nilai efektif tegangan sistem nominal

Gambar 2- Komponen harmonik yang diperbolehkan maksimum


dari tegangan sistem nominal

7.9.4 Variasi sementara pada tegangan dan frekuensi

Perlenhkapan harus beroperasi tanpa kerusakan bila ada variasi sementara dalam
kondisi berikut.

a) jatuh tegangan tidak boleh melebihi 15 % dari tegangan pengenal untuk periode yang
tidak lebih lama dari 0,5 detik.
b) Deviasi frekuensi suplai sampai dengan r1 % dari frekuensi pengenal. Jika perlu
toleransi yang lebih lebar, maka hal ini harusada kesepakatan antara pabriakn dan
pengguna.
c) Durasi maksimum yang dapat diterima untuk pemutusan tegangan suplai perlengkapan
harus ditunjukkan oleh pabrikan.

7.10 EMC (Electromagnetic compability)

7.10.1 Umum

Untuk sebagian besar aplikasi RAKITAN dalam ruang lingkup standar ini, dipertimbangkan
dua jenis kondisi lingkungan.

a) Lingkungan A;

53 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
b) Lingkungan B.
Linkungan A: berkaitan dengan jaringan/lokasi/instalasi tegangan rendah non-publik atau
industrial termasuk sumber yang pengganggu yang tinggi.

CATATAN 1 Lingkungan A sesuai dengan Kelas Perlengkapan A dalam CISPR 11 dan IEC
61000-6-4.

CATATAN 2 Lokasi industri dikarakterisasi dengan satu atau lebih kondisi berikut:
- aparatus industrial, ilmiah dan medis, misalnya adanya mesin sedang bekerja;
- beban induktif dan kapasitif besar sering disaklarkan;
- arus dan medan magnetik yang terkait tinggi .

Lingkungan B : berkaitan dengan jaringan publik tegangan rendah seperti lokasi/instalasi


domestik, komersial dan industrial ringan. Sumber gangguan tinggi seperti pengelas busur
tidak termasuk dalam lingkungan ini.

CATATAN 3 Lingkungan B berkaitan dengan Kelas Perlengkapan B dalam CISPR 11 dalam IEC
61000 -6-3.

CATATAN 4 Daftar berikut, meskipun tidak menyeluruh, memberikan indikasi lokasi yang
dicakup:

- tempat kediaman, misalnya rumah, apartemen;


- toko eceran misalnya toko, supermarket;
- tempat bisnis, misalnya kantor, bank;
- daerah hiburan umum, misalnya bioskop, bar publik, ruang dansa;
- lokasi luar, misalnya stasion pompa bensisn, parkir mobil, pusat olah raga;
- lokasi industrial ringan, misalnya bengkel, laboratorium, pusat pelayanan.

Kondisi lingkunan A dan atau B yang sesuai untuk RAKITAN harus dinyatakan oleh
pabrikan RAKITAN.

7.10.2 Persyaratan untuk pengujian

RAKITAN sebagian besar dibuat atau dirakit berdasarkan one-off, yang mencakup lebih
atau kuarng kombinasi acak dari gawai dan komponen.

Tidak ada Imunitas EMC atau pengujian emisi yang disyaratkan pada RAKITAN akhir jika
kondisi berikut dipenuhi :

a) Gawai dan komponen tergabung memenuhi persyaratan untuk EMC untuk


lingkungan yang dinyatakan (lihat 7.10.1) seperti yang disyaratkan oleh produk yang
relevan atau standar EMC generik.
b) Instalasi internal dan perkawatan dilakukan sesuai dengan petunjuk pabrikan gawai
dan komponen (susunan mengenai pengaruh bersama, kabel, skrin, pembumian,
dsb.).

Dalam semua kasus lain persyaratan EMC harus diverifikasi dengan pengujian seperti

54 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

yang disebutkan dalam H.8.2.8.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
7.10.3 Imunitas
7.10.3.1 RAKITAN tidak terpadu dengan sirkit elektronik

Dalam kondisi pelayanan normal, RAKITAN tidak terpadu dengan sirkit elektronik tidak
peka terhadap gangguan elektromagnetik dan karena itu tidak disyaratkanada pengujian
kekeblan.

7.10.3.2 RAKITAN terpadu dengan sirkit elektronik

Perlengkapan elektronik yang tergabung dalam RAKITAN harus memenuhi persyaratan


imunitas dari produk yang relevan atau standar EMC yan generik dan harus sesuai untuk
lingkungan EMC yang dinyatakan oleh pabrikan RAKITAN.

Dalam semua kasus lain, persyaratan EMC harus diverifikasi dengan pengujian seperti
yang disebutkan dalam H.8.2.8.

CATATAN Perlengkapan yang menggunakan sirkit elektronik dalam semua komponen pasif
(misalnya dioda, resistor, varistor, kapasitor, penahan surja, induktor) tidak disyaratkan harus diuji.

Gawai dan atau pabrikan komponen harus menentukan kriteria kinerja spesifik dari
produknya berdasarkan pada kriteria penerimaan yang diberikan dalam standar produk
yang relevan.

7.10.4 Emisi

7.10.4.1 RAKITAN tidak mencakup sirkit elektronik

Untuk RAKITAN yang tidak mencakup sirkit elektronik, gangguan elektromagnetik hanya
dapat ditimbulkan oleh perlengkapan selama operasi pensaklaran sewaktu-waktu. Durasi
dari gangguan dalam batas beberapa milidetik. Frekuensi, tingkat, dan akibat dari emisi ini
dianggap sebagai bagian dari lingkungan elektromagnetik normal dari instalasi tegangan
rendah. Oleh karena itu, persyaratan untuk emisi elektromagnetik dianggap dipenuhi, dan
tanpa membutuhkan verifikasi.

7.10.4.2 RAKITAN yang mencakup sirkit elektronik

Perlengkapan elektronik yang tercakup dalam RAKITAN harus memenuhi persyaratan


emisi dari produk yang relevan atau standar EMC generik dan harus sesuai untuk
lingkungan EMC spesifik yang dinyatakan oleh pabrikan RAKITAN .

7.104.2.1 Frekuensi 9 kHz atau lebih besar

RAKITAN yang mencakup sirkit elektronik (seperti suplai daya modus bersaklar, sirkit yang
mencakup mikroprosesor dengan jam frekuensi tinggi) dapat membangkitkan gangguan
elektromagnetik kontinu yang tinggi.

Emisi tersebut harus tidak boleh melebihi batas yang ditentukan dalam standar produk
yang relevan, atau harus berdasarkan tabel H.1 untuk Lingkungan A dan atau tabel H.2
untuk Lingkungan B. Pengujian ini hanya disyaratkan bila sirkit utama atau atau sirkit
bantu berisi komponen yang tidak diuji terhadap standar produk yang relevan dan dengan
frekuensi pensaklaran fundamental yang sama atau lebih besar dari 9 kHz.

Pengujian harus dilakukan seperti yang dirinci dalam standar produk yang relevan, jika

55 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

ada, kalau tidak sesuai dengan H.8.2.8.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
7.10.4.2.2 Frekuensi lebih kecil dari 9 kHz

RAKITAN yag mencakup sirkit elektronik yang menimbulkan harmonik frekuensi rendah
pada suplai utama harus memenuhi persyaratan IEC 61000-3-2 jika dapat diterapkan

7.11 Uraian jenis hubungan listrik dari unit fungsional

Jenis hubungan listrik dari unit fungsional dalam RAKITAN atau bagian RAKITAN dapat
dinunjukkan dengan kode tiga- huruf:

- huruf pertama nenunjukkan jenis hubungan listrik dari sirkit saluran masuk utama;
- huruf kedua menunjukkan jenis hubungan listrik dari sirkit saluran keluar utama;
- huruf ketiga menunjukkan jenis huungan listrik dari sirkit bantu.
Huruf berikut harus digunakan:

- F untuk hubungan tetap ( lihat 2.2.12.1);


- D untuk hubungan yang dapat dilepas ( lihat 2.2.12.2);
- W untuk hubungan yang dapat ditarik ( lihat 2.2.12.3).

8 Spesifikasi pengujian

8.1 Klasifikasi pengujian

Pengujian untuk verifikasi karakteristik RAKITAN termasuk:

- Uji jenis ( lihat 8.1.1 dan 8.2 )


- Uji rutin ( lihat 8.1.2 dan 8.3 )
Pabrikan harus, atas permintaan, menentukan dasar verifikasi.

CATATAN Verifikasi dan pengujian yang harus dilakukan TTA dan PTTA tercantum dalam Tabel 7.

8.1.1 Uji jenis ( lihat 8.2 )

Uji jenis dimaksudkan untuk verifikasi kesesuaian dengan persyaratan yang diuraikan dalam
standar ini untuk jenis RAKITAN yang diberikan.

Uji jenis akan dilakukan pada sampel RAKITAN atau pada bagian RAKITAN yang dibuati
dengan rancangan yang sama atau sejenis.

Pengujian harus dilakukan atas inisiatif dari pabrikan

Uji jenis meliputi hal-hal berikut :

a). Verifikasi batas kenaikan suhu ( 8.2.1 )

b). Verifikasi sifat dielektrik ( 8.2.2 )

c). Verifikasi kuat ketahanan hubung pendek ( 8.2.3 )

56 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
d). Verifikasi keeffektifan sirkit proteksi ( 8.2.4 )

e). Verifikasi jarak bebas dan jarak rambat ( 8.2.5 )

f). Verifikasi operasi mekanis ( 8.2.6 )

g). Verifikasi derajat proteksi ( 8.2.7 )

h). Uji EMC (lihat 7.10, jika dapat diterapkan, Lampiran H)

Pengujian dapat dilakukan dengan sebarang urutan dan/atau sampel berbeda dari jenis
yang sama.

Bila dibuat modifikasi terhadap komponen RAKITAN, harus dilakukan uji jenis baru hanya
jika modifikasi tersebut dapat memberikan dampak kurang baik terhadap hasil pengujian.

8.1.2 Uji rutin ( lihat 8.3 )

Uji rutin dimaksudkan untuk mendeteksi kerusakan material dan pengerjaannya. Pengujian
dilakukan pada setiap RAKITAN baru sesudah dirakit atau pada setiap unit untuk ditranspor.
Uji rutin yang lain di tempat pemasangan tidak disyaratkan.

RAKITAN yang dirakit dari komponen yang standar diluar tempat kerja pabrikan komponen
ini, yang menggunakan bagian atau perlengkapan khusus yang ditentukan atau dipasok oleh
pabrikan untuk tujuan ini, harus diuji rutin oleh perusahaan yang merakit RAKITAN ini.

Uji rutin meliputi hal berikut :

a). inspeksi RAKITAN termasuk inspeksi perkawatan dan, bila diperlukan, uji operasi listrik
(8.3.1 )

b). uji dielektrik ( 8.3.2 )

c). pengecekan tindakan proteksi dan kontinuiti listrik sirkit proteksi ( 8.3.3 )

Pengujian ini dapat dilakukan dengan sembarang urutan.

CATATAN Kinerja uji rutin di tempat kerja pabrikan tidak membebaskan perusahaan yang
memasang RAKITAN terhadap tugas pengecekan, sesudah pengangkutan dan pemasangan.

8.1.3 Pengujian gawai dan komponen yang terpadu dalam RAKITAN

Uji jenis atau uji rutin tidak disyaratkan untuk dilakukan terhadap gawai dan komponen yang
terpadu dalam RAKITAN bila komponen telah dipilih menurut 7.6.1 dan dipasang menurut
petunjuk dari pabrikan.

8.2 Uji jenis

8.2.1 Verifikasi batas kenaikan suhu

8.2.1.1 Umum

Uji kenaikan suhu dirancang untuk memverifikasi bahwa batas kenaikan suhu yang

57 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

ditentukan dalam 7.3 untuk bagian yang berbeda dari RAKITAN tidak dilampaui.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Secara normal pengujian harus dilakukan pada nilai arus pengenal sesuai dengan 8.2.1.3,
dengan aparatus RAKITAN dalam keadaan terpasang.
Pengujian dapat dilakukan dengan bantuan resistor pemanas dengan rugi daya yang
ekivalen sesuai dengan 8.2.1.4.

Diijinkan untuk menguji bagian individual dari RAKITAN (panel, kotak, selungkup dan
sebagainya) (lihat 8.2.1.2 ), asalkan diambil tindakan berhati-hati yang sesuai untuk
memastikan pengujian yang representatif.

Uji kenaikan suhu terhadap sirkit utama dengan nilai pengenal diatas 800 A yang dilakukan
pada 50 Hz berlaku bila arus pengenal pada 60 Hz diperkecil hingga 95 %. Untuk arus
pengenal sampai 800 A, pengujian yang dilakukan pada 50 Hz secara normal dapat
diterapkan untuk 60 Hz.

Uji kenaikan suhu pada sirkit individual harus dilakukan dengan jenis arus dan frekuensi
yang sesuai untuk sirkit yang dimaksudkan dan pada frekuensi yang dirancabg. Tegangan
uji yang digunakan harus sedemikian sehingga arus yang mengalir dalam sirkit setara
dengan arus yang ditentukan sesuai 8.2.1.3. Kumparan dari busbare, kontaktor, pelepas dan
sebagainya harus dipasok dengan tegangan pengenal.

RAKITAN jenis terbuka tidak perlu dikenai uji kenaikan suhu bila sudah jelas dari hasil uji
jenis pada bagian individual atau dari ukuran konduktor dan dari susunan aparatus, bahwa
tidak akan ada kenaikan suhu berlebih dan bahwa tidak akan terjadi kerusakan disebabkan
perlengkapan yang dihubungkan ke RAKITAN dan bagian disebelah material insulasi.

58 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel 7 Daftar verifikasi dan pengujian yang harus dilakukan
kepada TTA dan PTTA

No. Karakteristik yang Sub- TTA PTTA


harus diperiksa ayat
1 Batas kenaikan-shuhu 8.2.1 Verifikasi batas kenaikan- Verifikasi batas kenaikan-suhu
suhu dengan dengan pengujian atau
pengujian ekstrapolasi
(uji jenis)
2 Sifat dielektrik 8.2.2 Verifikasi sifat Verifikasi sifat dielektrik dengan
dielektrik dengan pengujian menurut 8.2.2 atau 8.3.2.
pengujian atau verifikasi resistans
(uji jenis) insulasi menurut 8.3.4
(lihat No. 9 dan 11)
3 Kuat daya tahan hubung- 8.2.3 Verifikasi daya tahan Verifikasi kuat daya tahan
pendek hubung-pendek dengan hubung-pendek dengan
pengujian pengujian atau dengan ekstra-
(uji jenis) polasi dari uji-jenis susunan yang
sejenis
4 Keefektifan dari sirkit 8.2.4
proteksi

Hubungan efektif antara 8.2.4.1 Verifikasi hubungan Veifikasi hubungan efektif antara
bagian konduktif terbuka efektif antara bagian bagian konduktif terbuka dari
darri RAKITAN dan sirkit konduktif terbuka dari RAKITAN dan sirkit proteksi
proteksi RAKITAN dan sirkit
proteksi

Kuat daya-tahan dari 8.2.4.2 Verifikasi kuat daya-tahan Verifikasi kuat daya-tahan hubung-
sirkit proteksi hubung-pendek dari sirkit pendek dari sirkit proteksi dengan
proteksi dengan pengujian pengujian atau rancangan dan
(uji jenis) susunan yang sesuai dari konduktor
proteksi (lihat 87.4.3.1.1., paragraf
akhir)
5 Jarak bebas dan jarak 8.2.5 Verifikasi jarak bebas dan Verifikasi jarak bebas dan jarak
rambat jarak rambat (uji jenis) rambat
6 Operasi mekanis 8.2.6 Verifikasi operasi Verifikasi jarak bebas dan jarak rambat
mekanis (uji jenis)
7 Tingkat proteksi 8.2.7 Verifikasi tingkat proteksi Verifikasi tingkat proteksi
(uji jenis)
8 Perkawatan, operasi listrk 8.3.1 Inspeksi RAKITAN Inspeksi RAKITAN termasuk inspeksi
termasuk inspeksi perkawatan dan, jika perlu, uji
perkawatan dan, bila perlu, operasi listrik
uji operasi listrik
(uji rutin)

9 Insulasi 8.3.2 Uji dielektrik Uji dielektrik atau verifikasi dari


(uji rutin) resistans insulasi menurut 8.3.4
(lihat No. 2 dan 11)
10 Tindakan proteksi 8.3.3 Pemeriksaan tindakan Pemeriksaan tindakan proteksi
proteksi dan dari kontinuiti
listrik dari sirkit proteksi
(uji rutin)
11 Resistans insulasi 8.3.4 Verifikasi resistans insulasi
kecuali pengujian menurut 8.2.2 atau
8.2.3 telah dilakukan (lihat No. 2 dan
9)

Verifikasi batas kenaikan suhu bagi PTTA harus dilakukan :

- dengan pengujian menurut 8.2.1 , atau

59 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

- dengan ekstrapolasi, misalnya sesuai dengan IEC 60890

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
8.2.1.2 Susunan RAKITAN

RAKITAN harus disusun seperti dalam kedaan penggunaan nornal, dengan semua penutup,
dan lain sebagainya terpasang di tempatnya.
Bila menguji bagian individual atau unit konstruksional, bagian yang tergabung atau unit
konstruksional harus menghasilkan kondisi suhu yang sama dengan penggunaan normal.
Resistor pemanas boleh digunakan.

8.2.1.3 Uji kenaikan suhu yang menggunakan arus pada semua aparatus

Pengujian harus dilakukan pada satu atau lebih kombinasi yang mewakili dari sirkit yang
mendasari rancangan RAKITAN yang dipilih untuk memperoleh kenaikan suhu dengan
ketelitian setinggi mungkin yang dapat dicapai.

Untuk pengujian ini, sirkit saluran masuk dibebani dengan arus pengenalnya (lihat 4.2) dan
tiap sikit saluran keluar dibebani dengan arus pengenalnya dikalikan dengan faktor
keragaman (diversity factor) pengenalnya (lihat 4.7). Bila dalam RAKITAN termasuk
sekering, sekering harus terpasang untuk pengujian seperti yang ditentukan oleh pabrikan.
Rugi daya sekering yang digunakan dalam pengujian ini harus dinyatakan dalam laporan
pengujian

Ukuran dan penempatan konduktor eksternal yang digunakan untuk pengujian harus
dinyatakan dalam laporan uji.

Pengujian harus dilakukan untuk waktu yang cukup agar kenaikan suhu mencapai nilai yang
konstan (biasanya tak lebih dari 8 jam). Dalam praktek, kondisi ini tercapai bila variasi tak
melebihi 1 K/jam.

CATATAN 1 Untuk menyingkat pengujian, jika gawai memungkinkan; arus boleh ditambah selama
bagian pertama dari pengujian, dan sesudah itu arus dikurangi hingga arus pengenal yang ditentukan

CATATAN 2 Bila kendali elektro-magnet diberi tegangan selama pengujian, suhu diukur ketika
keseimbangan termal dicapai pada sirkit utama maupun pada kendali elektro-magnet.

CATATAN 3 Pada semua kasus, penggunaan a.b. fase-tunggal untuk pengujian RAKITAN fase-
banyak hanya diijinkan, jika efek magnetik cukup kecil untuk diabaikan. Hal ini mensyaratkan
pertimbangan yang hati-hati terutama untuk arus diatas 400 A.

Dengan tidak adanya informasi rinci mengenai konduktor eksternal dan kondisi pelayanan,
penampang konduktor uji eksternal harus dipilih, dengan mempertimbangkan arus pengenal
setiap sirkit sebagai berikut :

8.2.1.3.1 Untuk nilai arus pengenal sampai dengan 400 A :

a). Konduktor harus berinti-tunggal, kabel tembaga atau kawat berinsulasi dengan luas
penampang seperti tercantum dalam tabel 8;

b). Sepanjang masih dapat dipraktekkan, konduktor harus diudara bebas;

c). Panjang minimum tiap hubungan sementara dari terminal ke terminal harus :

- 1 m bagi penampang sampai dengan 35 mm2 ;

- 2 m untuk penampang lebih dari 35 mm2


60 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel 8 Konduktor tembaga uji untuk arus pengenal
sampai dengan 400 A
2),
Penampang konduktor
1)
Julat arus pengenal
2
mm AWG/MCM
A
0 8 1,0 18
8 12 1,5 16
12 15 2,5 14
15 20 2,5 12
20 25 4,0 10
25 32 6,0 10
32 50 10 8
50 65 16 6
65 85 25 4
85 100 35 3
100 115 35 2
115 130 50 1
130 150 50 0
150 175 70 00
175 200 95 000
200 225 95 0000
225 250 120 250
250 275 150 300
275 300 185 350
300 350 185 400
350 400 240 500
1)
Nilai arus pengenal harus lebih besar dari nilai yang pertama dalam kolom pertama
dan kurang dari atau sama dengan nilai kedua dalam kolom.
2)
Untuk kemudahan pengujian dan dengan persetujuan pabrikan, boleh digunakan
konduktor yang lebih kecil dari yang diberikan untuk arus pengenal yang dinyatakan.
3)
Salah satu dari dua konduktor ditentukan untuk memberikan julat arus pengenal
yang dapat digunakan.

8.2.1.3.2 Untuk nilai arus pengenal lebih besar dari 400 A, tapi tidak melebihi 800 A :

a. Konduktor harus berinti-tunggal, berinsulasi PVC, kabel tembaga dengan luas


penampang seperti tercantum dalam Tabel 9, atau setara dengan batang tembaga
seperti tercantum dalam Tabel 9 seperti ditentukan pabrikan.

b. Kabel atau batang tembaga harus dipisahkan pada jarak yang sama diantara terminal.
Batang tembaga dicat warna hitam tak berkilat. Beberapa kabel paralel per terminal
harus diberkas bersama dan disusun dengan jarak diudara kira-kira 10 cm satu sama

61 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

lain. Beberapa batang tembaga per terminal harus dipisahkan pada jarak kurang lebih

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
sama dengan ketebalan batang. Jika ukuran yang dinyatakan untuk batang tidak cocok
untuk terminal atau tidak tersedia, diijinkan mengunakan batang lain dengan penampang
yang hampir sama dan permukaan pendinginan yang lebih kecil atau hampir sama.
Kabel atau batang tembaga tidak boleh saling menyisip.

c. Untuk pengujian fase-tunggal atau fase-banyak, panjang minimum sebarang hubungan


sementara ke suplai pengujian harus 2 m. Panjang minimum ke titik bintang boleh
dikurangi hingga 1,2 m.

8.2.1.3.3 Untuk nilai arus pengenal lebih tinggi dari 800 A tapi tak lebih dari 3 150 A :

a). Konduktor harus batang tembaga dengan ukuran yang dinyatakan dalam Tabel 9,
kecuali RAKITAN dirancang hanya untuk hubungan kabel. Dalam hal ini, ukuran dan
susunan kabel harus seperti yang ditentukan oleh pabrikan.

b). Batang tembaga harus dipisah kira-kira pada jarak yang sama diantara terminal. Batang
tembaga harus dicat hitam tidak mengkilap. Beberapa batang tembaga per terminal
harus dipisahkan pada jarak kurang lebih sama dengan ketebalan batang. Jika ukuran
yang dinyatakan untuk batang tidak cocok untuk terminal atau tidak tersedia, diijinkan
mengunakan batang lain dengan penampang yang hampir sama dan permukaan
pendinginan yang lebih kecil atau hampir sama. Batang tembaga tidak boleh saling
menyisip.

c). Untuk pengujian fase-tunggal atau fase-banyak, panjang minimum sebarang hubungan
sementara ke suplai pengujian harus 3 m, tapi ini dapat dikurangi menjadi 2 m asalkan
kenaikan suhu pada ujung suplai hubungan tidak lebih dari 5 K dibawah kenaikan suhu
pada pertengahan panjang hubungan. Panjang minimum ke titik bintang harus 2 m.

Tabel 9 Penampang standar konduktor tembaga berkaitan


dengan arus pengenalnya

Nilai Julat Konduktor uji


arus pengenal arus pengenal 1)
Kabel Batang tembaga 2)
Luas
Jumlah penampang Jumlah Dimensi
mm2 mm
500 400 hingga 500 2 150 (16) 2 30 x 5(15)

630 500 hingga 630 2 185 (18) 2 40 x 5(15)

800 630 hingga 800 2 240 (21) 2 50 x 5(17)

1 000 800 hingga 1 000 2 60 x 5(19)

1 250 1 000 hingga 1 250 2 80 x 5(20)

1 600 1 250 hingga 1 600 2 100 x 5(23)

2 000 1 600 hingga 2 000 3 100 x 5(20)

2 500 2 000 hingga 2 500 4 100 x 5(21)

3 150 2 500 hingga 3 150 3 100 x 5(23)

62 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

1). Nilai arus harus lebih besar dari nilai pertama dan kurang dari atau sama dengan nilai kedua.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
2). Batang diasumsikan disusun dengan permukaan panjangnya vertikal. Susunan dengan
permukaan panjangnya horisontal boleh digunakan jika ditentukan oleh pabrikan.
3). Nilai dalam kurung adalah estimasi kenaikan suhu ( dalam Kelvin ) konduktor uji yng diberikan
sebagai acuan.

8.2.1.3.4 Untuk nilai arus pengenal lebih dari 3 150 A

Perjanjian harus dicapai antara pabrikan dan pengguna pada semua butir pengujian yang
relevan, misalnya jenis suplai, jumlah fase dan frekuensi (bila dapat diterapkan), penampang
konduktor uji, dan sebagainya. Informasi ini harus merupakan bagian dari laporan pengujian.

8.2.1.4 Uji kenaikan suhu dengan menggunakan resistor pemanas dengan rugi daya
yang setara.

Untuk RAKITAN berselungkup jenis tertentu dengan sirkit utama dan sirkit bantu yang
mempunyai arus pengenal rendah komparatif, rugi daya bisa disimulasikan oleh sarana
resistor pemanas yang menghasilkan bahang dengan jumlah yang sama dan dipasang
pada tempat yang sesuai didalam selungkup.

Penampang kawat penghubung ke resistor harus sedemikian sehingga tak ada bahang
dalam jumlah berarti yang dibuang keluar dari selungkup.

Pengujian dengan resistor pemanas dipertimbangkan cukup representatif untuk semua


RAKITAN yang menggunakan selungkup yang sama, meskipun dilengkapi dengan aparatus
yang berbeda, asalkan jumlah rugi-rugi daya aparatus yang terpadu, dengan
memperhitungkan faktor keragaman, tidak melebihi nilai yang diterapkan dalam pengujian.

Kenaikan suhu aparatus terpadu tidak boleh melebihi nilai yang tercantum dalam Tabel 2
(lihat 7.3). Kenaikan suhu ini dapat dihitung dengan pendekatan dengan mengambil
kenaikan suhu aparatus, diukur di udara terbuka, ditambah dengan beda antara suhu dalam
selungkup dan suhu udara disekeliling selungkup.

8.2.1.5 Pengukuran suhu

Termokopel atau termometer harus digunakan untuk pengukuran suhu. Untuk belitan,
metode pengukuran suhu dengan variasi resistans umumnya harus digunakan.Untuk
mengukur suhu udara didalam RAKITAN, beberapa gawai pengukuran harus diatur pada
tempat-tempat yang mudah.

Termometer atau termokopel harus diproteksi terhadap aliran udara dan radiasi bahang.

8.2.1.6 Suhu udara sekitar

Suhu udara sekitar harus diukur selama seperempat periode uji terakhir dengan sarana
paling sedikit dua termometer atau termokopel yang terdistribusi merata disekeliling
RAKITAN kira-kira setengah dari ketinggian dan jarak kira-kira 1 m dari RAKITAN.
Termometer atau termokopel harus diproteksi terhadap aliran udara dan radiasi bahang .

Jika suhu udara sekitar selama pengujian antara +10 0C dan +40 OC, nilai dalam Tabel 2
adalah nilai yang membatasi dari kenaikan suhu.

Jika suhu udara sekitar selama pengujian melebihi +40 0C atau lebih rendah dari +10 0C,

63 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

standar ini tak berlaku, dan pabrikan dan pengguna harus membuat perjanjian khusus.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
8.2.1.7 Hasil yang akan diperoleh

Pada akhir pengujian, kenaikan suhu tidak boleh melebihi nilai yang ditentukan dalam Tabel
2. Aparatus harus beroperasi secara memuaskan dalam batas tegangan yang ditentukan
bagi aparatus pada suhu di dalam RAKITAN.

8.2.2 Verifikasi sifat-sifat dielektris

8.2.2.1 Umum

Uji jenis ini tidak perlu dilakukan pada bagian-bagian RAKITAN yang sudah di uji jenis sesuai
spesifikasinya yang relevan asalkan kuat dielektriknya tidak rusak disebabkan oleh cara
pemasangannya.

Selanjutnya, pengujian ini tidak perlu dilakukan pada PTTA (lihat Tabel 7)

Bila RAKITAN mencakup konduktor protektif yang diinsulasi dari bagian konduktif terbuka
menurut titik d) dari 7.4.3.2.2, maka konduktor ini harus diperlakukan sebagai sirkit terpisah,
yaitu konduktor harus diuji dengan tegangan yang sama seperti sirkit utamanya

Pengujian harus dilakukan :

- sesuai dengan 8.2.2.6.1 sampai 8.2.2.6.4 jika pabrikan telah menyatakan nilai tegangan
ketahanan impuls pengenal Uimp ( lihat 4.1.3 )

- sesuai dengan 8.2.2.2 sampai 8.2.2.5 pada kasus lain

8.2.2.2 Pengujian selungkup terbuat dari material insulasi

Untuk selungkup terbuat dari material insulasi, uji dielektris tambahan harus dilakukan
dengan menerapkan tegangan uji antara foil logam yang ditempatkan di bagian luar
selungkup melingkupi bukaan dan sambungan, dan interkoneksi dengan bagian
bertegangan dan konduktif terbuka didalam selungkup yang berada dekat dengan bukaan
dan sambungan. Untuk uji tambahan ini, tegangan uji harus sama dengan 1,5 kali nilai yang
tercantum dalam tabel 10.

CATATAN Tegangan uji untuk selungkup RAKITAN yang diproteksi dengan insulasi total sedang
dalam pertimbangan

.
8.2.2.3 Tuas pengoperasi eksternal terbuat dari material insulasi.

Dalam hal tuas dibuat dari atau dibungkus dengan material insulasi untuk tujuan kesesuaian
dengan 7.4.3.1.3, uji dielektris harus dilakukan dengan menerapkan tegangan uji sama
dengan 1,5 kali tegangan uji yang tercantum dalam tabel 10, antara bagian bertegangan dan
foil logam yang dibungkuskan keseluruh permukaan tuas. Selama pengujian, rangka tidak
boleh dibumikan atau dihubungkan ke sirkit lain.

8.2.2.4 Penerapan dan nilai tegangan uji.

Tegangan uji harus diterapkan :

64 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

1). antara semua bagian bertegangan dan bagian konduktif terbuka yang di interkoneksi

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
dari RAKITAN

2). antara tiap kutub dan semua kutub lain yang dihubungkan untuk pengujian ini ke bagian
konduktif terbuka yang diinterkoneksi dari RAKITAN

Tegangan uji pada saat penerapan tidak boleh melebihi 50 % dari nilai yang diberikan dalam
sub-ayat ini. Tegangan uji kemudian dinaikkan secara ajeg dalam beberapa detik ke nilai
penuh yang ditentukan dalam sub-ayat ini dan dipertahankan selama 5 detik. Sumber daya
a.b. harus mempunyai daya yang cukup untuk mempertahankan tegangan uji dengan
mengabaikan adanya arus bocor. Tegangan uji praktis harus berbentuk gelombang
sinusoidal dan frekuensi antara 45 Hz dan 62 Hz.

Nilai tegangan uji harus sebagai berikut :

8.2.2.4.1 Untuk sirkit utama dan sirkit bantu yang tidak tercakup oleh 8.2.2.4.2 dibawah ini,
nilainya harus menurut Tabel 10.

Tabel 10

Tegangan insulasi pengenal Ui Tegangan uji dielektrik


(saluran ke saluran) a.b..
efektif
V V
Ui 60 1 000
60 < Ui 300 2 000
300 < Ui 690 2 500
690 < Ui 800 3 000
800 < Ui 1 000 3 500
1 000 < Ui 1 500* 3 500

* Hanya untuk a.s.. saja

8.2.2.4.2 Untuk sirkit bantu yang oleh pabrikan diindikasikan sebagai tidak sesuai untuk
disuplai langsung dari sirkit utama, nilai nya harus menurut Tabel 11.

Tabel 11.

Tegangan insulasi pengenal Ui Tegangan uji dielektrik


(saluran ke saluran) a.b..
efektif
V V
Ui 12 250
12 < Ui 60 500
2 Ui + 1 000
60 < Ui
demgan minimum 1 500

65 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

8.2.2.5 Hasil yang akan diperoleh.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Pengujian ini dianggap lulus bila tidak terjadi dadal atau loncat denyar.

8.2.2.6 Uji ketahanan tegangan impuls.

8.2.2.6.1 Kondisi umum

RAKITAN yang diuji harus dipasang secara lengkap diatas penyangganya atau penyangga
yang setara seperti dalam keadaan pelayanan normal, menurut instruksi pabrikan dan
kondisi sekitar yang dinyatakan dalam 6.1.

Semua penggerak material insulasi dan semua selungkup nonmetalik integral dari
perlengkapan yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai selungkup tambahan harus
ditutup dengan foil logam yang dihubungkan ke kerangka atau pelat pemasangan. Foil harus
diterapkan keseluruh permukaan yang dapat disentuh dengan jari uji standar (probe uji B
dari IEC 60529).

8.2.2.6.2 Tegangan uji

Tegangan uji harus seperti yang ditentukan dalam 7.1.2.3.2 dan 7.1.2.3.3.

Dengan persetujuan pabrikan, pengujian boleh dilakukan dengan menggunakan tegangan


frekuensi daya atau tegangan arus searah seperti tercantum dalam Tabel 13. Pemutusan
hubungan arester surja selama pengujian diperbolehkan, asalkan karakteristik arester surja
diketahui. Meskipun demikian, perlengkapan yang terpadu dengan sarana penekan
tegangan lebih, lebih disukai harus diuji dengan tegangan impuls. Kandungan energi arus uji
tidak boleh melebihi energi pengenal dari sarana penekan tegangan lebih.

CATATAN Nilai pengenal sarana penekan sebaiknya sesuai untuk penerapan ini. Nilai pengenal
demikian sedang dalam pertimbangan.

a). Tegangan impuls 1,2/50 detik harus diterapkan tiga kali setiap polaritas dengan interval
minimum 1 detik.

b). Tegangan frekuensi daya atau tegangan a.s.. harus diterapkan selama tiga siklus
dalam hal arus a.b.. atau 10 mdetik untuk setiap polaritas dalam hal a.s..

Jarak bebas sama atau lebih besar dari nilai kasus A dari Tabel 14 boleh diverifikasi dengan
pengukuran, menurut metode yang dijelaskan dalam Lampiran F.

8.2.2.6.3 Penerapan tegangan uji.

Tegangan uji diterapkan sebagai berikut :

a). antara setiap bagian bertegangan (termasuk sirkit bantu dan kendali yang dihubungkan
ke sirkit utama) dan interkoneksi dengan bagian konduktif terbuka dari RAKITAN;

b). antara setiap kutub dari sirkit utama dan kutub lainnya;

c). antara setiap sirkit kendali dan sirkit bantu yang secara normal tidak dihubungkan ke
sirkit utama dan

66 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

- sirkit utama

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
- sirkit-sirkit lainnya

- bagian konduktif terbuka

- selungkup atau pelat pemasangan;

d). untuk bagian yang dapat ditarik pada posisi terisolasi: antar celah pengisolasi, antara
sisi suplai dan bagian yang dapat ditarik, dan antara terminal suplai dan terminal beban,
yang relevan.

8.2.2.6.4 Hasil yang akan diperoleh

Tidak boleh ada luahan merusak yang tak diinginkan selama pengujian.

CATATAN 1 Pengecualian adalah luahan merusak yang dimaksudkan yang dirancang untuk tujuan,
misalnya untuk sarana penekan tegangan-lebih transien.

CATATAN 2 Istilah luahan merusak berhubungan dengan fenomena terkait dengan kegagalan
insulasi pada stres listrik, yang luahan seluruhnya menjembatani insulasi yang diuji, mengurangi
tegangan antar elektrode menjadi nol atau mendekati nol.

CATATAN 3 Istilah loncat busur digunakan bila luahan merusak terjadi dalam dielektrik gas atau
cairan.

CATATAN 4 Istilah loncat denyar digunakan bila luahan merusak terjadi melalui permukaan
dielektrik dalam media gas atau cairan.

CATATAN 5 Istilah dadal digunakan bila luahan merusak terjadi menembus dielektrik padat.

CATATAN 6 Luahan merusak dalam dielektrik padat mengakibatkan hilangnya kuat dielektrik secara
permanen; dalam dielektrik cair atau gas, hilangnya kuat dielektrik mungkin hanya sementara.

8.2.2.7 Verifikasi jarak rambat

Jarak rambat terpendek antar fase, antar konduktor sirkit dengan tegangan berbeda, dan
antara bagian bertegangan dan bagian konduktif terbuka harus diukur. Jarak rambat yang
diukur yang berkaitan dengan kelompok material dan derajat polusi harus memenuhi
persyaratan 7.1.2.3.5.

8.2.3 Verifikasi kuat ketahanan hubung pendek

8.2.3.1 Sirkit RAKITAN yang dikecualikan dari verifikasi kuat ketahanan hubung pendek

Verifikasi kuat ketahanan hubung pendek tidak disyaratkan untuk hal-hal berikut .

8.2.3.1.1 Untuk RAKITAN dengan arus waktu-pendek pengenal atau arus hubung pendek
bersyarat pengenal tidak lebih dari 10 kA.

8.2.3.1.2 Untuk RAKITAN yang diproteksi dengan gawai pembatas-arus yang mempunyai
arus potong (cut-off) tidak lebih dari 17 kA pada arus hubung pendek prospektif maksimum
yang diijinkan pada terminal sirkit masuk dari RAKITAN.

67 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

8.2.3.1.3 Untuk sirkit bantu RAKITAN yang dimaksudkan untuk dihubungkan ke

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
transformator dengan daya pengenal tidak lebih dari 10 kVA untuk tegangan sekunder
pengenal tidak kurang dari 110 V, atau 1,6 kVA untuk tegangan sekunder pengenal kurang
dari 110 V , dan impedans hubung-pendek tidak kurang dari 4 %.

8.2.3.1.4 Untuk semua bagian RAKITAN (busbar, penyangga busbar, hubungan ke busbar,
unit masuk dan keluar, gawai pensakelar. dan sebagainya) yang sudah dikenai uji jenis
berlaku untuk kondisi dalam RAKITAN.

CATATAN Contoh gawai pensakelar adalah gawai dengan arus hubung pendek bersyarat pengenal
sesuai IEC60947-3 atau pengasut motor yang dikoordinasikan dengan gawai proteksi hubung pendek
sesuai IEC 60947-4-1.

8.2.3.2 Sirkit RAKITAN yang kuat ketahanan hubung pendeknya harus diverifikasi.

Sub-ayat ini berlaku untuk semua sirkit yang tidak disebutkan dalam 8.2.3.1.

8.2.3.2.1 Susunan pengujian

RAKITAN atau bagiannya harus dipasang seperti dalam penggunaan normal. Kecuali untuk
pengujian busbar dan tergantung pada jenis konstruksi RAKITAN, cukup untuk menguji satu
unit fungsional jika fungsional unit yang lain dikonstruksi dengan cara yang sama dan tidak
berdampak pada hasil pengujian.

8.2.3.2.2 Kinerja pengujian Umum

Jika dalam sirkit uji terpadu sekering, maka harus digunakan elemen sekering dengan arus
pengenal maksimum (berkaitan dengan arus pengenalnya) dan, jika disyaratkan, dengan
jenis yang dinyatakan oleh pabrikan dapat diterima, harus digunakan.

Konduktor suplai dan hubungan hubung-pendek yang disyaratkan untuk pengujian RAKITAN
harus punya kekuatan yang cukup untuk menahan hubung pendek dan disusun sedemikian
sehingga konduktor tidak menimbulkan tambahan stres.

Kecuali disetujui lain, sirkit uji harus dihubungkan ke terminal masuk dari RAKITAN.
RAKITAN fase-tiga harus dihubungkan pada basis fase-tiga.

Untuk verifikasi semua ketahanan hubung-pendek pengenal (lihat 4.3, 4.4, 4.5, dan 4.6), nilai
arus hubung-pendek prospektif pada tegangan suplai sama dengan 1,05 kali tegangan
operasional pengenal harus ditentukan dari osilogram kalibrasi yang diambil dengan
konduktor suplai ke RAKITAN yang dihubung-pendekkan dengan hubungan impedansi yang
dapat diabaikan sedekat mungkin ke supai masuk RAKITAN. Osilogram harus
memperlihatkan bahwa ada aliran arus konstan sedemikian sehingga dapat diukur pada
waktu yang ekivalen dengan operasi gawai proteksi yang terpadu dalam RAKITAN atau
untuk periode waktu yang ditentukan, arus ini mendekati nilai yang ditentukan dalam
8.2.3.2.4.

Untuk uji a.b., frekuensi sirkit uji selama uji hubung-pendek harus berfrekuensi pengenal
dengan tolerasi 25 %.

Semua bagian perlengkapan yang dimaksudkan untuk dihubungkan ke koduktor proteksi


dalam pelayanan, termasuk selungkup, harus dihubungkan sebagai berikut :

1) Untuk RAKITAN yang sesuai untuk penggunaan pada sistem fase-tiga empat-kawat

68 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

(lihat juga IEC 60038) dengan titik bintang dibumikan dan ditandai yang sesuai, titik

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
netral suplai atau ke netral buatan yang secara substansial induktif yang mengijinkan
arus gangguan prospektif paling sedikit 1 500 A;

2) Untuk RAKITAN yang juga sesuai untuk penggunaan pada fase-tiga tiga-kawat seperti
juga pada sistem fase-tiga empat-kawat dan ditandai yang sesuai, ke konduktor fase
yang sangat kecil kemungkinannya pembusuran ke bumi.

CATATAN Metode penandaan dan penentuan sedang dalam pertimbangan.


Kecuali untuk RAKITAN menurut 7.4.3.2.2, sirkit uji harus mencakup gawai yang andal
(misalnya sekering dari kawat tembaga dengan diameter 0,8 mm dan panjang tidak kurang
dari 50 mm) untuk deteksi arus gangguan. Arus gangguan prospektif dalam sirkit elemen
sekering harus 1 500 A 10 %, kecuali seperti dinyatakan pada catatan 2 dan 3. Jika
diperlukan, harus digunakan resistor yang membatasi arus hingga nilai tersebut.

CATATAN 1 Kawat tembaga dengan diameter 0,8 mm akan meleleh pada 1 500 A, dalam waktu
kira-kira setengah siklus, pada frekuensi antara 45 Hz dan 67 Hz ( atau 0.01detik untuk a.s. ).

CATATAN 2 Arus gangguan prospektif mungkin kurang dari 1 500 A pada`perlengkapan yang kecil,
menurut persyaratan standar produk yang relevan, dengan kawat tembaga dengan diameter lebih
kecil (lihat catatan 4) berkaitan dengan waktu lebur yang sama seperti dalam Catatan 1.

CATATAN 3 Dalam hal suplai mempunyai netral buatan, arus gangguan prospektif yang lebih rendah
boleh diterima, tergantung persetujuan dari pabrikan, dengan kawat tembaga berdiameter lebih kecil
(lihat catatan 4) berkaitan dengan waktu lebur yang sama seperti dalam Catatan 1.
.
CATATAN 4 Hubungan antara arus gangguan prospektif dalam sirkit elemen sekering dan diameter
kawat tembaga sebaiknya sesuai dengan Tabel 12.

Tabel 12 Hubungan antara arus gangguan prospektif


dan diameter kawat tembaga

Diameter kawat tembaga Arus gangguan prospektif dalam


sirkit bersekering
Mm A

0,1 50

0,2 150

0,3 300

0,4 500

0,5 800

0,6 1 500

8.2.3.2.3 Pengujian sirkit utama

Untuk RAKITAN dengan busbar, berlaku pengujian menurut butir a), b) dan d) dibawah.

Untuk RAKITAN tanpa busbar, berlaku pengujian menurut butir a).

69 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Untuk RAKITAN yang tak dapat memenuhi persyaratan 7.5.5.1.2, berlaku pengujian sebagai
tambahan menurut butir c).

a). Bila sirkit keluar yang mencakup komponen yang sebelumnya tidak dikenai pengujian
yang sesuai, harus diterapkan pengujian berikut.

Untuk pengujian sirkit keluar, terminal keluar yang bersangkutan harus dilengkapi
dengan hubungan hubung-pendek yang dibaut. Bila gawai proteksi pada sirkit keluar
adalah pemutus-sirkit, sirkit uji boleh mencakup resistor shunt sesuai 8.3.4.1.2 b) dari
IEC 60947-1 yang paralel dengan reaktor yang digunakan untuk menyetel arus hubung-
pendek.

Untuk pemutus-sirkit yang mempunyai arus pengenal sampai dengan 630 A, kabel
sepanjang 0,75 m dengan luas penampang yang berkaitan dengan arus termal
konvensional (lihat IEC 60947-1, tabel 9 dan 10) harus termasuk dalam sirkit uji. Gawai
pensakelar harus tertutup dan tetap tertutup dengan cara seperti dalam penggunaan
normal dalam pelayanan. Kemudian tegangan uji harus diterapkan sekali dan untuk
waktu yang cukup lama untuk memungkinkan gawai proteksi hubung-pendek dalam unit
keluar beroperasi menghilangkan gangguan dan, bagaimanapun juga, untuk tidak kurang
dari 10 siklus (durasi tegangan uji).

b). RAKITAN yang mencakup busbar utama harus dikenai satu uji tambahan untuk
membuktikan kuat ketahanan hubung-pendek busbar utama dan sirkit masuk termasuk
setiap sambungan. Titik tempat terjadinya hubung-pendek harus berjarak 2 m 0.40 m
dari titik terdekat dari suplai. Untuk verifikasi arus waktu singkat pengenal (lihat 4.3) dan
arus ketahanan puncak pengenal (lihat 4.4) jarak ini boleh ditambah jika pengujian
dilakukan pada tegangan lebih rendah yang menghasilkan arus uji adalah nilai pengenal
(lihat butir b) dari 8.2.3.2.4. Bila rancangan RAKITAN sedemikian sehingga panjang
busbar yang diuji kurang dari 1,6 m dan RAKITAN tidak dimaksudkan untuk diperluas,
maka panjang busbar yang lengkap harus diuji, hubung-pendek dihasilkan pada ujung
busbar ini. Bila set busbar terdiri atas berbagai seksi (berkaitan dengan penampang,
jarak antar busbar yang besebelahan, jenis dan jumlah penyangga per meter), setiap
seksi harus diuji secara terpisah. Pengujian boleh dilakukan bersamaan, asalkan kondisi
diatas dipenuhi.

c). Hubung-pendek diperoleh dengan hubungan dengan baut pada konduktor yang
menghubungkan busbar ke unit keluar tunggal, sedekat mungkin dengan terminal pada
sisi busbar unit keluar. Nilai arus hubung-pendek harus sama dengan yang untuk busbar
utama.

d). Jika ada batang netral, batang ini harus dikenai satu pengujian untuk membuktikan kuat
ketahanan hubung-pendek terkait dengan busbar fase terdekat termasuk setiap
sambungan. Untuk hubungan batang netral ke busbar fase ini, berlaku persyaratan butir
b) dari 8.2.3.2.3 .Kecuali disetujui lain antara pabrikan dan pengguna, nilai arus uji pada
batang netral harus 60 % dari arus fase selama uji fase-tiga.

8.2.3.2.4 Nilai dan durasi arus hubung-pendek.

a). Untuk RAKITAN yang diproteksi dengan gawai proteksi hubung-pendek, apakah gawai
ini di sirkit masuk atau di tempat lain, tegangan uji harus diterapkan selama waktu yang
cukup lama untuk membuat gawai proteksi hubung-pendek dalam unit keluar beroperasi
menghilangkan gangguan, bagaimanapun juga, untuk tidak kurang dari 10 siklus

b). RAKITAN tanpa gawai proteksi hubung-pendek dalam unit masuk ( lihat 7.5.2.1.2 )

70 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Untuk semua nilai pengenal ketahanan hubung-pendek, stres dinamis dan stres termal
harus diverifikasi dengan arus prospektif, pada sisi suplai gawai proteksi yang
ditentukan, bila ada, sama dengan nilai arus waktu-pendek pengenal, arus ketahanan
puncak pengenal, arus hubung-pendek bersyarat pengenal atau arus hubung-pendek
lebur pengenal yang diberikan oleh pabrikan.

Dalam hal stasiun pengujian kesulitan membuat pengujian waktu pendek atau
ketahanan puncak pada tegangan operasional maksimum, pengujian menurut butir b),
c) dan d) dari 8.2.3.2.3 bisa dibuat pada sebarang tegangan yang lebih rendah, arus
uji aktual, yang dalam hal ini, sama dengan arus waktu pendek pengenal atau arus
ketahanan puncak. Ini harus dinyatakan dalam laporan pengujian.Jika , bagaimanapun,
pemisahan kontak sesaat terjadi dalam gawai proteksi, bila ada, selama pengujian,
pengujian harus diulang pada tegangan operasional maksimum.

Untuk uji ketahanan arus waktu pendek dan arus puncak, setiap pelepasan arus lebih,
jika ada, kemungkinan beroperasi selama pengujian harus dibuat tidak beroperasi.

Semua pengujian harus dilakukan pada frekuensi pengenal perlengkapan dengan


toleransi 25 %, dan pada faktor daya sesuai dengan arus hubung-pendek menurut
tabel 4.

Nilai arus selama kalibrasi adalah nilai effektif rerata dari komponen a.b..di semua fase.
Bila melakukan pengujian pada tegangan operasional maksimum, arus kalibrasi adalah
arus uji aktual. Di setiap fase, arus harus didalam toleransi +5 % dan 0 %, dan faktor
daya didalam toleransi +0,0 dan -0,05. Arus harus diterapkan dalam waktu yang
ditentukan, selama waktu tersebut nilai effektif komponen a.b. nya harus tetap konstan.

CATATAN 1 Bagaimanapun, jika diperlukan,disebabkan adanya pembatasan pengujian,


diperbolehkan adanya perbedaan periode pengujian, dalam hal demikian, arus uji sebaiknya
dimodifikasi menurut rumus I2t = konstan, dengan syarat nilai puncak tidak melebihi arus
ketahanan puncak pengenal tanpa persetujuan pabrikan dan nilai effektif arus waktu-pendek tak
kurang dari nilai pengenal dalam paling tidak satu fase untuk paling sedikit 0,1 detik sesudah
arus dimulai.

CATATAN 2 Uji ketahanan arus puncak dan uji arus waktu-pendek dapat dilakukan terpisah.
Dalam hal ini, waktu selama hubung-pendek dilakukan untuk uji ketahanan arus puncak
sebaiknya sedemikian sehingga nilai I2t tak lebih besar dari nilai yang ekivalen untuk uji arus
waktu-pendek, tapi sebaiknya tidak kurang dari tiga siklus.

CATATAN 3 Bila arus uji ditiap fase yang disyaratkan tidak dapat dicapai, toleransi uji positif
boleh dilampaui dengan persetujuan pabrikan.

Untuk uji arus hubung-pendek bersyarat dan bersekering, pengujian harus dilakukan
pada 1,05 kali tegangan operasional pengenal (lihat 8.2.3.2.2) denga arus prospektif,
pada sisi suplai gawai proteksi yang ditentukan, sama dengan nilai arus hubung-
pendek bersyarat atau arus hubung-pendek bersekering. Pengujian pada tegangan
yang lebih rendah tidak diijinkan.

8.2.3.2.5 Hasil yang akan diperoleh

Sesudah pengujian, konduktor tidak boleh memperlihatkan deformasi yang tidak perlu.
Deformasi kecil pada busbar dapat diterima, asalkan jarak bebas dan jarak rambat masih
sesuai seperti yang ditentukan dalam 7.1.2. Juga, insulasi konduktor dan bagian insulasi

71 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

penyangga tidak boleh menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan, yaitu,

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
karakteristik esensial dari insulasi harus tetap sedemikian sehingga sifat mekanis dan
dielektris perlengkapan memenuhi persyaratan standar ini.

Gawai pendeteksi, bila ada, tidak boleh mengindikasikan arus gangguan.

Tidak boleh ada kekendoran bagian yang digunakan untuk hubungan koduktor dan
konduktor tidak boleh terpisah dari terminal keluar.

Deformasi selungkup diperbolehkan sampai tingkat yang tidak merusak tingkat proteksi dan
jarak bebas tidak berkurang hingga nilai yang kurang dari yang ditentukan.

Setiap distorsi dari sirkit busbar atau kerangka RAKITAN yang secara normal menyulitkan
untuk memasukkan atau menarik atau melepas unit dianggap sebagai kegagalan.

Jika meragukan, harus diperiksa bahwa aparatus yang terpadu dalam RAKITAN ada dalam
kondisi seperti yang ditetapkan dalam spesifikasi yang relevan.

Sebagai tambahan, sesudah pengujian 8.2.3.2.3 a) dan pengujian termasuk gawai proteksi
hubung-pendek, perlengkapan yang diuji harus mampu menahan uji dielektrik dalam 8.2.2,
pada nilai tegangan untuk kondisi sesudah pengujian seperti dijelaskan dalam standar yang
relevan untuk uji hubung-pendek yang sesuai, sebagai berikut :

a). antara bagian bertegangan dan kerangka RAKITAN, dan

b). antara tiap kutub dan semua kutub lainnya yang terhubung ke kerangka RAKITAN.

Jika pengujian a) dan b) diatas dilakukan, pengujian harus dilakukan dengan setiap sekering
diganti dan dengan tiap gawai sakelar tertutup.

8.2.3.2.6 Untuk PTTA, verifikasi kuat ketahanan hubung-pendek harus dilakukan:

- dengan pengujian sesuai dengan 8.2.3.2.1 sampai 8.2.3.2.5 ;

- atau dengan ekstrapolasi dari susunan uji jenis yang serupa.

CATATAN 1 Contoh metode ekstrapolasi dari susunan uji jenis diberikan dalam IEC 61117.

CATATAN 2 Harus diperhatikan untuk membandingkan kekuatan konduktor, jarak antara bagian
bertegangan dan bagian konduktif terbuka, jarak antar penyangga, ketinggian dan kekuatan
penyangga, dan kekuatan dan jenis penyangga penempatan struktur.

8.2.4 Verifikasi keeffektifan sirkit proteksi

8.2.4.1 Verifikasi effektifitas hubungan antara bagian konduktif terbuka dari RAKITAN dan
sirkit proteksi.

Harus diverifikasi bahwa berbagai bagian konduktif terbuka dari RAKITAN terhubung secara
effektif ke sirkit proteksi dan resistans hubungan antara konduktor proteksi masuk dan
bagian konduktif terbuka yang relevan tak melebihi 0,1 .

Verifikasi harus dilakukan dengan menggunakan instrumen pengukur resistans atau


susunan yang mampu mengalirkan arus paling sedikit 10 A a.b. atau a.s. ke impedans
sebesar 0,1 antara titik pengukuran resistans.

72 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
CATATAN 2 Mungkin diperlukan untuk membatasi durasi pengujian hingga 5 detik, kalau tidak
perlengkapan arus-rendah akan terpengaruh kurang baik disebabkan oleh pengujian

8.2.4.2 Verifikasi kuat hubung-pendek sirkit proteksi dengan pengujian


(tidak berlaku untuk sirkit menurut 8.2.3.1)

Suplai pengujian fase-tunggal harus dihubungkan ke terminal masuk satu fase dan ke
terminal untuk saluran masuk konduktor proteksi. Bila RAKITAN dilengkapi dengan
konduktor proteksi yang terpisah, konduktor fase terdekat harus digunakan. Untuk setiap unit
keluar yang representatif, pengujian terpisah harus dilakukan dengan hubungan hubung-
pendek yang dibaut antara terminal fase yang berkaitan dari unit dan terminal untuk
konduktor proteksi keluar yang relevan.

Setiap unit keluar yang diuji harus dilengkapi dengan gawai proteksi yang antara lain
dimaksudkan untuk unit yang dapat mangalirkan nilai maksimum dari arus puncak dan I2t.
Pengujian boleh dilakukan dengan gawai proteksi yang dbutirpatkan diluar RAKITAN.

Untuk pengujian ini, rangka RAKITAN harus diinsulasi dari bumi. Tegangan uji harus sama
dengan nilai fase-tunggal dari tegangan operasional pengenal. Nilai arus hubung-pendek
prospektif yang digunakan harus 60 % dari nilai arus hubung-pendek prospektif dari uji
ketahanan hubung-pendek fase-tiga dari RAKITAN.

Kondisi-kondisi lain harus sesuai dengan 8.2.3.2.

8.2.4.3 Hasil yang akan diperoleh

Kontinuitas dan kuat ketahanan hubung-pendek sirkit proteksi , apakah terdiri dari konduktor
terpisah atau rangka, tidak boleh rusak secara signifikan.

Selain inspeksi visual, hal ini dapat diverifikasi dengan pengukuran dengan arus dalam
besaran arus pengenal unit keluar yang relevan.

CATATAN 1 Bila rangka digunakan sebagai konduktor proteksi, loncatan busur dan pemanasan
lokal pada sambungan diijinkan, asalkan tidak menurunkan kontinuitas listrik dan asalkan bagian yang
dapat terbakar didekatnya tidak tersulut.

CATATAN 2 Perbandingan resistans, diukur sebelum dan sesudah pengujian, antara terminal untuk
konduktor proteksi masuk dan terminal untuk konduktor proteksi keluar yang relevan memberikan
indikasi kesesuaian dengan kondisi ini.

8.2.5 Verifikasi jarak bebas dan jarak rambat.

Harus diverifikasi bahwa jarak bebas dan jarak rambat sesuai dengan nilai yang ditentukan
dalam 7.1.2.

Jika pada RAKITAN terdapat bagian yang dapat ditarik, diperlukan verifikasi bahwa kedua
posisi dalam pengujian (lihat 2.2.9), bila ada, ada dalam posisi terisolasi (lihat 2.2.10), jarak
bebas dan jarak rambat harus sesuai dengannya.

8.2.6 Verifikasi operasi mekanis

Uji jenis ini tidak boleh dilakukan pada gawai-gawai dalam RAKITAN yang sudah di uji jenis
menurut spesifikasi yang relevan asalkan operasi mekanisnya tidak menurun akibat

73 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

pemasangannya.

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Untuk bagian-bagian ini yang memerlukan uji jenis, operasi mekanis yang memuaskan harus
diverifikasi sesudah instalsi dalam RAKITAN. Jumlah siklus operasi harus 50.

CATATAN Dalam hal unit fungsional yang dapat ditarik, siklus yang mencakup setiap gerakan fisik
dari posisi terhubung ke posisi terisolasi dan kembali ke posisi terhubung.

Pada saat yang sama, operasi silih-kunci ( interlock ) yang terkait dengan pergerakan ini
harus diperiksa. Pengujian dinyatakan lulus jika kondisi operasi aparatus, interlock dan lain-
lain tidak menurun dan jika usaha yang disyaratkan untuk operasi praktis sama seperti
sebelum pengujian.
8.2.7 Verifikasi derajat proteksi

Derajat proteksi yang disediakan menurut 7.2.1 dan 7.7 harus diverifikasi sesuai dengan
IEC 60529, bila diperlukan untuk menyesuaikan pada RAKITAN jenis khusus. Jika jejak air
dapat terlihat di dalam selungkup segera setelah uji masuk-air, maka sifat dielektris harus
diverifikasi dengan pengujian sesuai dengan 8.2.2. Gawai uji untuk IP3X dan IP4X maupun
jenis penyangga untuk selungkup selama pengujian IP4X harus dinyatakan dalam laporan
pengujian.

RAKITAN yang mempunyai derajat proteksi IP5X harus diuji sesuai dengan kategori 2 dalam
13.4 dari IEC 60529.

RAKITAN yang mempunyai derajat proteksi IP6X harus diuji sesuai dengan kategori 1 dalam
13.4 dari IEC 60529.

8.2.8 Uji EMC

Untuk uji EMC lihat H 8.2.8.

8.2.9 Verifikasi resistans material lnsulasi terhadap bahang abnormal dan api (uji kawat-
pijar)

Uji kawat-pijar harus dilakukan menurut IEC 60695-2-10 dan IEC 60695-2-11, pada kondisi
yang ditentukan dalam 7.1.4 :

a). pada bagian-bagian lengkap dari RAKITAN atau,

b). pada bagian yang diambil dari bagian-bagian tersebut , atau

c). pada sampel yang dibuat dari material yang identik dan mempunyai ketebalan yang
represetatif.

8.3 Uji rutin

8.3.1 Inspeksi RAKITAN termasuk inspeksi perkawatan, jika diperlukan, uji operasi listrik

Keeffektifan elemen penggerak mekanis, interlock, kunci, dan lain-lain harus diperiksa.
Konduktor dan kabel harus diperiksa untuk peletakan yang benar dan gawai untuk
pemasangan yang benar. Inspeksi visual juga diperlukan untuk memastikan bahwa derajat
proteksi yang ditentukan, jarak bebas dan jarak rambat tetap terjaga.

74 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hubungan, terutama hubungan dengan sekerup dan baut, harus diperiksa untuk kontak yang

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
cukup, dapat dilakukan dengan uji acak.

Selanjutnya, harus diverifikasi bahwa informasi dan penandaan yang ditentukan dalam 5.1
dan 5.2 lengkap, dan bahwa RAKITAN terkait dengan hal tersebut. Tambahan lagi,
kesesuaian RAKITAN dengan diagram sirkit dan perkawatan, data teknis dan lain-lain, yang
disediakan pabrikan harus diperiksa.

Tergantung pada kerumitan RAKITAN, mungkin diperlukan inspeksi perkawatan dan


melakukan uji fungsi listrik. Prosedur pengujian dan jumlah pengujian tergantung apakah
RAKITAN termasuk interlok yang rumit, fasilitas kendali urutan dan lain-lain atau tidak.

Pada beberapa kasus, mungkin diperlukan untuk melakukan atau mengulang pengujian ini
dilapangan bila menempatkan instalasi pada RAKITAN yang dimaksudkan kedalam operasi.
Dalam hal ini, perjanjian khusus harus dibuat antara pabrikan dan pengguna.

8.3.2 Uji dielektrik

Pengujian harus dilakukan ;

- menurut 8.3.2.1 dan butir b) dari 8.3.2.2, jika pabrikan telah menyatakan nilaitegangan
ketahanan impuls pengenal Uimp ( lihat 4.1.3 )

- menurut 8.3.2.1 dan butir a) dari 8.3.2.2, pada kasus-kasus lain.

Pengujian ini tidak perlu dilakukan pada PTTA yang resistans insulasinya telah diverifikasi
menurut 8.2.2.1 atau 8.3.4.

Pengujian ini tidak perlu dilakukan baik pada sirkit bantu TTA dan PTTA yang diproteksi oleh
gawai proteksi hubung pendek dengan pengenal tak lebih dari 16 A dan jika, yang terdahulu
uji fungsi listrik (lihat 8.3.1) telah dilakukan pada tegangan pengenal untuk perancangan
sirkit bantu.

8.3.2.1 Umum :

Semua perlengkapan listrik RAKITAN harus dihubungkan untuk pengujian, kecuali aparatus-
aparatus yang sesuai spesifikasi yang relevan, dirancang untuk tegangan uji yang lebih
rendah; aparatus yang mengkonsumsi arus (misalnya: kumparan, instrumen pengukuran)
dimana penerapan tegangan uji akan menyebabkan aliran arus, harus diputuskan. Aparatus-
ini harus diputuskan pada satu terminalnya kecuali aparatus tersebut tidak dirancang untuk
tahan terhadap tegangan uji penuh, yang dalam hal ini semua terminal boleh diputuskan.

Kapasitor anti-interferensi dipasang diantara bagian bertegangan dan bagian konduktif


terbuka harus diputuskan dan harus mampu menahan tegangan uji.

8.3.2.2 Penerapan, durasi dan nilai tegangan uji

a). Tegangan uji menurut 8.2.2.4 harus diterapkan selama 1 detik. Sumber a.b. harus
punya daya yang cukup untuk menjaga tegangan uji dengan mengabaikan semua arus
bocor. Tegangan uji harus punya bentuk gelombang sinusoidal dan frekuensi antara 45
Hz dan 62 Hz.

Jika perlengkapan termasuk dalam sirkit utama atau sirkit bantu yang diuji, telah dikenai

75 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

uji dielektrik sebelumnya, tegangan uji harus dikurangi menjadi 85 % dari nilai yang

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
ditujukkan dalam 8.2.2.4.

Untuk pengujian :

- semua gawai pensakelar harus tertutup, atau

- tegangan uji harus disuplai secara berurutan ke semua bagian sirkit.

Tegangan uji harus diterapkan antara bagian bertegangan dan bagian strutural
konduktif RAKITAN.

b). Pengujian harus dilakukan sesuai dengan 8.2.2.6.2 dan8.2.2.6.3. Jika didalam sirkit
komponen dipadukan yang sesuai dengan standar IEC nya diuji rutin dengan tegangan
uji yang lebih rendah, tegangan yang lebih rendah tersebut harus digunakan untuk
pengujian. Bagaimanapun, tegangan uji harus tidak kurang dari 30 % tegangan
ketahanan impuls pengenal (tanpa fakto koreksi ketinggian) atau dua kali tegangan
insulasi pengenal, mana yang lebih tinggi.

8.3.2.3 Hasil yang diperoleh

Pengujian dianggap lulus jika tidak dadal atau loncat denyar.

8.3.3 Pemeriksaan tindakan proteksi dan kontinuitas listrik sirkit proteksi.

Tindakan proteksi dengan memperhatikan proteksi terhadap kontak langsung dan tidak
langsung (lihat 7.4.2 dan 7.4.3 ) harus diperiksa.

Sirkit proteksi harus diperiksa dengan inspeksi untuk memastikan bahwa tindakan yang
dijelaskan dalam 7.4.3.1.5 telah sesuai. Utamanya, hubungan dengan sekerup dan baut
harus diperiksa untuk kontak yang cukup, dapat dilakukan dengan uji acak.

8.3.4 Verifikasi resistans insulasi

Untuk PTTA yang tidak dikenai uji dielektrik menurut 8.2.2 atau 8.3.2, pengukuran insulasi
dengan menggunakan gawai pengukur insulasi pada tegangan paling tidak 500 V harus
dilakukan.

Dalam kasus ini, pengujian dianggap memuaskan jika resistans antara sirkit dan bagian-
bagian konduktif terbuka paling tidak 1 000 /V per sirkit mengacu kepada tegangan nominal
ke tanah dari sirkit ini.

Dengan pengecualian, butir yang menurut persyaratan spesifiknya, adalah aparatus yang
mengkonsumsi arus (misalnya: kumparan, instrumen pengukuran) pada penerapan
tegangan uji atau yang tidak dirancang untuk tegangan uji penuh harus tidak dihubungkan.

76 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Tabel 13 Tegangan ketahanan dielektrik untuk impuls, frekuensi

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
daya dan pengujian a.s..

Tegangan uji dan ketinggian yang terkait


Tegangan
ketahanan impuls U1,2/50 pucak a.b. dan a.s A.B. efektif
pengenal
Uimp kV kV
kV
Muka 200 500 1000 2000 Muka 200 500 1000 2000
laut m m m m laut m m m m

0,33 0,36 0,36 0,35 0,34 0,33 0,25 0,25 0,25 0,25 0,23
0,5 0,54 0,54 0,53 0,52 0,5 0,38 0,8 0.38 0,37 0,36
0,8 0,95 0,9 0,9 0,85 0,8 0,67 0,64 0,64 0,6 0,57
1,5 1,8 1,7 1,7 1,6 1,5 1,3 1,2 1,2 1,1 1,06
2,5 2,9 2,8 2,8 2,7 2,5 2,1 2,0 2,0 1,9 1,77
4 4,9 4,8 4,7 4,4 4 3,5 3,4 3,3 3,1 2,83
6 7,4 7,2 7 6,7 6 5,3 5,1 5,0 4,75 4,24
8 9,8 9,6 9,3 9 8 7,0 6,8 6,6 6,4 5,66
12 14,8 14,5 14 13,3 12 10,5 10,3 10,0 9,5 8,48

CATATAN 1 Tabel ini mengggunaan karakteristik medan homogen, kasus B (lihat 2.9.15), yang impuls
dari nilai tegangan ketahanan a.s. dan puncak a.b. adalah sama. Nilai efektif didapatkan dari
nilai puncak a.b

CATATAN 2 Dengan jarak bebas adalah di antara kondisi kasus A dan kasus B, nilai a.b. dan a.s. dari tabel
ini adalah lebih berat dari tegangan impuls.

CATATAN 3 Pengujian tegangan frekuensi daya ditentukan oleh kesepakatan dengan pabrikan (lihat
8.2.2.6.2). .

77 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel 14 Jarak bebas minimum di udara

Jarak bebas minimum


Tegangan
ketahanan Mm
impuls
pengenal
Uimp Kasus A Kasus B
Medan tak-homogen Medan homogen, kondisi ideal
kV (lihat 2.9.16) (lihat 2.9.15)

Derajat polusi Derajat polusi


1 2 3 4 1 2 3 4

0,33 0,01 0,01


0,5 0,04 0,2 0,04 0,2
0,8 0,1 0,8 0,1 0,8 1,6
1,5 0,5 0,5 1,6 0,3 0,3
2,5 1,5 1,5 1,5 0,6 0,6
4 3 3 3 3 1,2 1,2 1,2
6 5,5 5,5 5,5 5,5 2 2 2 2
8 8 8 8 8 3 3 3 3
12 14 14 14 14 4,5 4,5 4,5 4,5

CATATAN Nilai jarak bebas minimum di udara didasarkan pada 1,2/50 detik tegangan impuls,
pada tekanan barometer 80 kPa yang ekivalen dengan tekanan atmosfer pada 2 000 m diatas
muka laut.

78 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Tabel 15 Tegangan uji pada kontak terbuka perlengkapan yang sesuai untuk isolasi

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tegangan Tegangan uji dan ketinggian yang terkait
ketahanan
impuls
U1,2/50 pucak a.b. dan a.s A.B. efektif
pengenal
Uimp
kV kV
kV
Muka 200 500 1000 2000 Muka 200 500 1000 2000
laut m m m m laut m m m m

0,33 1,8 1,7 1,7 1,6 1,5 1,3 1,2 1,2 1,1 1,06
0,5 1,8 1,7 1,7 1,6 1,5 1,3 1,2 1,2 1,1 1,06
0,8 1,8 1,7 1,7 1,6 1,5 1,3 1,2 1,2 1,1 1,06
1,5 2,3 2,3 2,2 2,2 2 1,6 1,6 1,55 1,55 1,42
2,5 3,5 3,5 3,4 3,2 3 2,47 2,47 2,4 2,26 2,12
4 6,2 6 5,8 5,6 5 4,38 4,24 4,10 3,96 3,54
6 9,8 9,6 9,3 9 8 7,0 6,8 6,60 6,40 5,66
8 12,3 12,1 11,7 11,1 10 8,7 8,55 8,27 7,85 7,07
12 18,5 18,1 17,5 16,7 15 13,1 12,80 12,37 11,80 10,6

CATATAN 1 Bila jarak bebas berada di antara kondisi kasus A dan kasus B (lihat tabel 14), maka nilai
a.b. dan a.s dalam tabel ini adalah lebih berat dari tegangan impuls.

CATATAN 2 Pengujian tegangan frekuensi daya sesuai dengan kesepakatan dengan pabrikan
(lihat 8.2.2.6.2).

79 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Tabel 16 Jarak rambat minimum

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Jarak rambat untuk perlengkapan yang dikenakan stres jangka panjang
Tegangan
mm
insulasi
pengenal Derajat polusi
dari Derajat polusi Derajat polusi Derajat polusi
1 6) 26) 1
tegangan
kerja a.b. Kelompok bahan Kelompok bahan Kelompok bahan Kelompok bahan
efektif
atau a.s.
2) 3) 2) 1)
II IIIa IIIb I II IIa IIIb I II IIa IIIb
5)
V
10 0,025 0,04 0,08 0,4 0,4 0,4 1 1 1,6 1,6 1,6
12,5 0,025 0,04 0,09 0,42 042 0,42 1,05 1,05 1,6 1,6 1,6
16 0,025 0,04 0,1 0,45 0,45 0,45 1,1 1,1 1,6 1,6 1,6
20 0,025 0,04 0,11 0,48 0,48 0,48 1,2 1,2 1,6 1,6 1,6
25 0,025 0,04 0,125 0,5 0,5 0,5 1,25 1,25 1,7 1,7 1,7
32 0,025 0,04 0,14 0,53 0,53 0,53 1,3 1,3 1,8 1,8 1,8
40 0,025 0,04 0,16 0,56 0,8 1,1 1,6 1,8 1,9 2,4 3
50 0,025 0,04 0,18 0,6 0,85 1,2 1,7 1,9 2 2,5 3,2
63 0,04 0,063 0,2 0,63 0,9 1,25 1,8 2 2,1 2,6 3,4
80 0,063 0,1 0,22 0,67 095 1,3 1,9 2,1 2,2 2,8 3,6
100 0,1 0,16 0,28 0,71 1 1,4 2 2,2 2,4 3,0 3,8
125 0,16 0,25 0,32 0,75 1,5 1,5 2,1 2,4 2,5 3,2 4
160 0,25 0,4 0,42 0,8 1,1 1,6 2,2 2,5 3,2 4 5
200 0,4 0,63 0,56 1 1,4 2 2,8 3,2 4 5 6,3
250 0,56 1 0,75 1,25 1,8 2,5 3,6 4 5 6,3 8
4)
320 0,75 1,6 1 1,6 2,2 3,2 4,5 5 6,3 8 10
400 1 2 1,3 2 2,8 4 5,6 6, 8 10 12,5
500 1,3 2,5 1,8 2,5 3,6 5 7,1 8 10 12,5 16
630 1,8 3,2 2,4 3,2 4,5 6,3 9 10 12,5 16 20
800 2,4 4 3,2 4 5,6 8 11 12,5 16 20 25
1000 3,2 5 4,2 5 7,1 10 14 16 20 25 32
1250 5,6 6,3 9 12,5 18 20 25 32 40
1600 75 8 11 16 22 25 32 40 50
2000 10 10 14 20 28 32 40 50 63
2500 12,5 12,5 18 25 36 40 50 63 80
3200 16 16 22 32 45 50 63 80 100
4000 20 20 28 40 56 63 80 100 125
5000 25 25 36 50 71 80 100 125 160
6300 32 32 45 63 90 100 125 160 200
8000 40 40 56 80 110 125 160 200 250
10000 50 50 71 100 140 160 200 300 320

1). Kelompok material I atau kelompok material II, IIIa, IIIb dimana kemungkinan jalur direduksi akibat
kondisi 2.4 dari IEC 60664-1.
2). Kelompok material I, II, IIIa dan IIIb
3). Kelompok material I, II, IIIa
4). Nilai jarak rambat dalam area ini tidak terbentuk ( established ). Kelompok material IIIb secara umum
tidak direkomendasikan untuk penerapan dalam derajat polusi 3 diatas 630 V dan dalam derajat
polusi 4.
5). Sebagai pengecualian, untuk tegangan insulasi pengenal 127, 208, 415, 440, 660/ 690 dan 830 V,
dapat digunakan jarak rambat yang berkaitan dengan nilai yang lebih rendah yaitu 125, 200, 440, 630
dan 800 V.

80 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

6). Nilai yang dibarikan dalam kedua kolom ini berlaku untuk jarak rambat material pengawatan yang

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
dicetak ( printed wiring ).

CATATAN 1 Dapat dianggap bahwa tracking atau erosi tidak akan terjadi pada insulasi yang dikenai
tegangan kerja 32 V atau kurang. Bagaimanapun , kemungkinan terjadinya korosi elektrolitik harus
dipertimbangkan dan, untuk alasan ini, jarak rambat minimum harus ditetapkan.
CATATAN 2 Nilai tegangan harus dipilih menurut seri R 10.

81 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Lampiran A

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(informatif)

Penampang minimum dan maksimum dari konduktor tembaga yang sesuai


untuk hubungan
(lihat 7.1.3.2)

Tabel berikut berlaku untuk hubungan satu kabel tembaga per terminal.

Tabel A.1

Konduktor padat atau pilin Konduktor fleksibel


Arus pengenal Penampang Penampang
minimum Maksimum minimum maksimum
A mm2 mm2
6 0,75 1,5 0,5 1,5
8 1 2,5 0,75 2,5
10 1 2,5 0,75 2,5
12 1 2,5 0,75 2,5
16 1,5 4 1 4
20 1,5 6 1 4
25 2,5 6 1,5 4
32 2,5 10 1,5 6
40 4 16 2,5 10
63 6 25 6 16
80 10 35 10 25
100 16 50 16 35
125 25 70 25 50
160 35 95 35 70
200 50 120 50 95
250 70 150 70 120
315 95 240 95 185

CATATAN 1 Jika konduktor eksternal dihubungkan secara langsung ke aparatus terpadu, penampang
yang ditunjukkan berlaku dalam spesifikasi yang relevan.

CATATAN 2 Dalam bila perlu untuk memberikan konduktor selain dari yang ditentukan dalam tabel,
persetujuan khusus harus diperoleh antara pabrikan dan pengguna.

82 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Lampiran B

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(Normatif)

Metode penghitungan penampang konduktor proteksi berkaitan dengan stress


termal yang disebabkan durasi arus hubung pendek
( Informasi lebih rincil diperoleh dalam IEC 60364-5-54)

Formula berikut harus digunakan untuk menghitung penampang konduktor proteksi yang
perlu untuk menahan stress termal yang disebabkan arus dengan durasi kira-kira 0,2 detik
hingga 5 detik.

I 2t
Sp =
k

dengan
Sp adalah penampang , dalam mm2;

I adalah nilai (efektif) dari arus gangguan a.b.. dengan impedans yang dapat diabaikan
yang dapat mengalir melalui gawai proteksi, dalam amper,

t adalah waktu pengoperasian gawai pemutusan, dalam detik;;

CATATAN Perhitungan sebaiknya dilakukan pengaruh pembatas arus dari impedans sirkit dan
kapasitas pembatas ( integral Joul) dari gawai proteksi.

k adalah faktor yang bergantung pada bahan konduktor proteksi , insulasi dan bagian
lain serta suhu awal dan suhu akhir.

Tabel B.1 Nilai k untuk konduktor proteksi berinsulasi yang tidak tergabung dalam
kabel, atau konduktor proteksi telanjang yang kontak dengan
pembungkus kabel.

Insulasi konduktor proteksi atau pembungkus kabel


Konduktor telanjang
PVC XLPE Karet butyl
EPR
o o o
Suhu akhir 160 C 250 C 220 C
Faktor k
Bahan konduktor:
Tembaga 143 176 166
Aluminium 95 116 110
Baja 52 64 60

CATATAN Suhu awal dari konduktor diperkirakan 30o C

83 dari 102
Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Lampiran C
(kosong)

84 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009
SNI IEC 60439-1:2009

Lampiran D

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(informatif)
Bentuk dari pemisahan internal
(lihat 7.7)

Gambar D.1 Lambang yang digunakan dalam gambar D.2

85 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Bentuk 1
Tanpa pemisahan internal

Bentuk 2

Pemisahan busbar dari unit fungsional

Bentuk 2a: Bentuk 2b:


Terminal tidak dipisahkan dari busbar Terminal dipisahkan dari busbar

Gambar D.2 Bentuk 1 dan 2

86 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Bentuk 3

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Pemisahan dari busbar dari unit fungsional
+
Pemisahan dari semua unit fungsional dari salah satu yang lain
+
Pemisahan terminal untuk konduktor eksternal dari unit fungsional, tetapi tidak dari
unit fungsional yang lain

Bentuk 3a: Bentuk 3b:


Terminal tidak dipisahkan dari busbar Terminal dipisahkan dari busbar

Bentuk 4
Pemisahan dari busbar dari semua unit fungsional
+
Pemisahan dari semua unit fungsional dari salah satu yang lain
+
Pemisahan terminal untuk konduktor eksternal tergabung dengan unit fungsional dari
setiap unit fungsional yang lain dan busbar

Bentuk 4a: Bentuk 4b:


Terminal dalam kompartemen yang sama Terminal tidak dalam kompartemen yang
seperti unit fungsional tergabung sama seperti unit fungsional tergabung

Gambar D.2 Bentuk 3 dan 4

87 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Lampiran E

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(informatif)

Butir- butir yang mendapat persetujuan antara pabrikan dan pengguna

Sub ayat
standar ini

4.7 Factor diversity pengenal


6.1.1.2 ( Catatan) penggunaan dari RAKITAN dalam iklim
salju
6.1.3 (Catatan) Penggunaan perlengkapan elektronik
pada ketinggian 1.000 m
6.2 Kondisi pelayanan khusus
6.2.10 Interferensi listrik dan radiasi
6.3.1 Kondisi selama transportasi, penyimpanan dan
pemasangan
7.1.3 Terminal konduktor eksternal
7.2.1.1 Derajat proteksi yang disyaratkan untuk instalasi
yang dimaksudkan.Untuk RAKITAN yang terpasang
di rantai, dari dasar harus juga ditunjukkanderajat
proteksi
7.4.2 Pemilihan tindakan proteksi terhadap kontak
langsung
7.4.3 Pemilihan tindakan proteksi terhadap kontak tidak
langsung
7.4.6 Mampu akses dalam pelayanan dengan personil
berwenang
7.4.6.2 Mampu akses untuk inspeksi dan operasi sejenis
7.4.6.3 Mampu akses untuk pemeliharaan
7.5.2.3 Mampu akses untuk pembesaran dalam tegangan
7.5.4 Nilai arus hubung pendek prospektif dalam hal
beberapa unit saluran masuk atau unit saluran
keluar untuk mesin putar dengan daya tinggi
7.6.4.1 Ko-ordinasi dari gawai proteksi hubung pendek
7.6.4.3 Pemasakan silih kunci
7.7 Bentuk pemisahan
7.9.1 Variasi tegangan masukan dari suplai
perlengkapan elektronik
7.9.4 butir b) Deviasi frekuensi suplai
8.2.1.3.4 Uji kenaikan suhu untuk nilai arus uji lebih besar
dari 3150 A
8.2.1.6 Suhu udara sekitar untuk uji kenaikan suhu
8.2.3.2.3,butir d Nilai arus bar netral untuk uji hubung pendek
8.3.1 Pengulangan pengujian operasi listrik pada
lapangan

88 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Lampiran F

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(normatif)

Pengukuran jarak rambat dan jarak bebas*

F.1 Prinsip dasar


Lebar alur x dientukan pada berikut contoh 1 sampai 10 terutama berlaku untuk semua
contoh sebagai fungsi polusi berikut :

Derajat polusi Nilai minimum lebar alur x

1 O,25
2 1,0
3 1,5
4 2,5

Jika jarak bebas tergabung kurang dari 3 mm, lebar alur minimum dapat dikurangi hingga
sepertiga dari jarak bebas.

Metode pengukuran jarak rambat dan jarak bebas ditunjukkan pada contoh 1 hingga 11.
Contoh ini tidak membedakan celah dan alur atau antara jenis insulasi.

Selanjutnya :

-setiap sudut dianggap harus dijembatani dengan penghubung berinsulasi dengan lebar x
mm bergerak kedalam posisi paling jelek

-bila jarak melalui bagian atas alur adalah x mm atau lebih, jarak rambat diukur
sepanjang contour alur ( lihat contoh 2);

- jarak rambat dan jarak bebas diukur antara bagian berpindah dalam hubungan setiap
yang lain diukur bila bagian dalam posisi paling jelek.

F.2 Penggunaan kerangka ( rib)

Sebab pengaruhnya pada kontaminasi dan efek pengeringannya lebih baik , rib dapat
mengurangi terjadinya arus bocor. Oleh karena itu jarak rambat dapat dikurangi hingga 0,8
dari nilai yang disyaratkan, disediakan tinggi minimum rib 2mm

Gambar F.1- Pengukuran kerangka ( rib )

89 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

* Lampiran F ini identik dengan lampiran G dari IEC 60947-1

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Contoh 1

Contoh 1

Kondisi : jalur Jarak rambat meliputi Aturan : Jarak rambat dan jarak bebas
parallel atau sisi konvergen diukur secara langsung
alur dari setiap kedalaman melalui alur seperti

Contoh 2

Kondisi : jalur Jarak rambat meliputi Aturan : Jarak bebas adalah jarak
parallel atau sisi konvergen garis J penglihatan. Jalur
alur dari setiap kedalaman jarak rambat mengikuti

Contoh 3 :

Kondisi : jalur Jarak rambat meliputi Aturan : Jarak bebas adalah jarak garis
alur berbentuk V dengan penglihatan . Jalur jarak
lebar lebih besar dari xmm rambat mengikuti contour alur
tetapi hubung pendek dasar
dari alur dengan penghubung
x mm

jarak bebas jarak rambat

90 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Kondisi : jalur Jarak rambat termasuk a rib Aturan : Jarak bebas adalah jalur di
udara paling pendek melalui bagian
tas rib.Jalur jarak rambat mengikuti

Kondisi : Jalur Jarak rambat meliputi Aturan : Jalur jarak rambat dan jarak
sambungan yang tidak menyatu bebas adalah jarak garis
dengan lebar alur kurang dari penglihatan yang

Kondisi : Jalur Jarak rambat meliputi Aturan : Jarak bebas adalah jarak
sambungan yang tidak garis penglihatan. Jalur
menyatu dengan lebar alur jarak rambat mengikuti
---------------- Jarak bebas Jarak rambat

91 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Contoh 7

Kondisi : Jalur Jarak rambat termasuk Aturan : Jalur jarak bebas dan jarak
sambungan dengan lebar alur rambat seperti diperlihatkan.
pada salah satu sisi kurang dari x
mm dan lebar alur pada sisi lain

Kondisi : Jalur Jarak rambat melalui Aturan : Jarak bebas adalah jalur di
sambungan yang tidak menyatu udara paling pendek melalui
kurang dari jarak rambat bagian atas penhalang.

Kondisi : Celah antara kepala sekrup dan Aturan : Jalur jarak bebas dan jarak
dinding lebar tetap cukup untuk rambat seperti diperlihatkan.
diperhitungkan.

jarak bebas jarak rambat

92 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Contoh 10

Kondisi : Celah antara kepala sekrup dan Aturan : Pengukuran jarak rambat dari
dinding lebar tetap terlalu sekrup ke dinding bila jarak
sempit untuk diperhitungkan bebas sama dengan x mm.

Jarak bebas adalah jarak d + D Jarak rambat adalah adalah d + D

Jarak rambat
------------ Jarak bebas

93 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Lampiran G

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(normatif)

Kobusbarasi antara tegangan normal sistem suplai dan tegangan ketahanan


impuls pengenal dari perlengkapan

PENDAHULUAN

Lampiran ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai pemilihan


perlengkapan untuk penggunaan pada sirkit dalam system listrik atau bagian dari
padanya.

Tabel G.1 memberikan contoh kobusbarasi antara tegangan sistem suplai nominal dan
tegangan ketahanan impuls pengenal yang bersesuaian dari perlengkapan.

Nilai tegangan ketahanan impuls pengenal diberikan dalam tabel G.1 berdasarkan
karakteristik kinerja dari arrester surja. Nilai ini berdasarkan pada karakteristik yang
sesuai dengan IEc 60099-1.

Hal ini sebaiknya dikenali bahwa kendali tegangan lebih berkenaan dengan nilai dalam
tabel G.1 dapat juga dicapai oleh kondisi pada sistem suplai misalnya seperti
keberadaan impedans yang sesuai atau kabel penghantar.

Dalam hal bila kendali tegangan lebih dicapai dengan sarana selain arrester surja,
pedoman untuk kobusbarasi antara tegangan sistem suplai nominal dan tegangan
ketahanan impuls pengenal perlengkapan diberikan dalam IEC 60364 -4 -443.

94 dari 102
Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
SNI IEC 60439-1:2009

95 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Lampiran H

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
(Informatif)

Kesesuaian elektromagnetik ( EMC)

H.1 Umum

Lampiran ini berlaku untuk kesesuaian elektromagnetik untuk RAKITAN terpadu dengan
sirkit elektronik yang tidak sesuai dengan 7.10.2.

Penomoran sub ayat dalam lampiran ini sejalan dengan badan dari standar.

H.2 Defenisi

H.2.11.1

port ( terminal)
antar muka khusus dari aparatus tertentu dengan lingkungan elektromagnetik eksternal (
lihat gambar H.1).

Gambar H.1 contoh port

H.2.11.2
Port selungkup
batas fisik dari aparatus yang dapat diradiasi medan elektromagnetik yang dapat yang
dapat dikenai

H.2.11.3
port kabel
port tempat konduktor atau kabel dihubungkan ke aparatus

CATATAN Contoh port sinyal yang digunakan untuk transfer data

H.2.11.4
port bumi fungsional
port selain dari port sinyal, port kendali dan port daya dimaksudkan untuk hubungan ke
bumi untuk tujuan selain dari keselamatan listrik.

H.2.11.5
port sinyal
Port tempat konduktor atau kabel pembawa informasi untuk transfer data yang
dihubungkan ke aparatus.

CATATAN Contoh bus data jaringan komunikasi, jaringan kendali

96 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

H.2.11.6

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
port daya
port tempat konduktor atau kabel pembawa daya listrik primer yang dibutuhkan untuk
operasi (berfungsi) dari aparatus atau aparatus terkait yang dihubungkan ke aparatus.

H.8.2.8 Pengujian EMC

Unit fungsional dalam RAKITAN yang tidak memenuhi persyaratan 7.10.2 a) dan b) harus
dikenai pengujian berikut, yang dapat diterapkan.

Pengujian emisi dan imunitas harus dilakukan sesuai dengan standar EMC yang relevan
(lihat tabel H.1, H.2, H.3, dan H.4 ); namun, jika perlu pabrikan harus menentukan setiap
tindakan tambahan yang perlu untuk memeriksa kriteria kinerja untuk RAKITAN (misalnya
waktu berhenti).

H.2.11.8.1 Pengujian imunitas

H.2.11.8.1.1 RAKITAN tanpa sirkit elektronik terpadu

Tidak perlu pengujian; lihat 7.10.3.1.

H.8.2.8.1.2 RAKITAN dengan sirkit elektronik terpadu

Pengujian harus dilakukan sesuai dengan Lingkungan relevan A atau B. Nilai yang
diberikan dalam tabel H.3 dan atau H.4, kecuali bila level pengujian yang berbeda diberikan
dan dibenarkan oleh pabrikan komponen elektronik.

Kriteria kinerja harus dinyatakan oleh pabrikan RAKITAN berdasarkan criteria penerimaan
dalam tabel H.5.

H.8.2.8.2 Uji emisi

H.8.2.8.2.1 RAKITAN tidak memadukan sirkit elektronik

Tidak perlu pengujian ; lihat 7.10.4.1.

H.8.2.8.2.2 RAKITAN sirkit elektronik terpadu

Pabrikan RAKITAN harus menentukan metode uji yang digunakan; lihat 7.10.4.2.

97 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel H.1 batas emisi untuk lingkungan A

Butir Rentang frekuensi Batas Standar acuan


MHza)

Emisi radiasi 30 230 30 db (P V/m kira-kira puncak IEC 61000-6-4 atau


30 mb) CISPR 11, Kelas A,
Kelompok 1
230- 1000 37 db (P V/m kira-kira puncak
30 mb)

Emisi tersalurkan 0,15-0,5 79 dB (P V) kira-kira puncak


60dB(P V) rerata

0,5-5 73(P V) kira-kira puncak


60dB (P V) rerata

5 30 73 (P V) kira-kira puncak
60dB (P V) rerata

CATATAN Batas yang diberikan dalam tabel ini telah disalin dari CISPR 11 tanpa merubah

a)
Batas terendah harus berlaku pada frekuensi transisi
b)
Dapat diukur pada jarak 10 m dengan batas kenaikan 10 db atau pada jarak 3 m dengan batas
kenaikan 20 dB.

Tabel H.2 Batas emisi untuk lingkungan B

Butir Rentang frekuensi Batas Standar acuan


MHza)

Emisi radiasi 30 - 230 30 dB (P V/m kira-kira


puncak 10 mb)

230- 1.000 37 dB (P V/m kira-kira


puncak 10 mb) IEC 61000-6-3 atau
CISPR 11, clRAKITAN
B, group 1
Emisi tersalurkan 0,15 0,5 66 dB (P V) -56 dB(P V)
Batas penurunan secara kira-kira puncak
linier dengan log. dari 56 dB(P V)- 46(P V)
frekuensi rerata

0,5-5 56(P V) kira-kira puncak


46 db (P V) rerata

5 - 30 60 (P V) kira-kira puncak
50 (P V) rerata

CATATAN Batas yang diberikan dalam tabel ini telah disalin dari CISPR 11 tanpa merubah

a)
Batas terendah harus berlaku pada frekuensi transisi
b)
Dapat diukur pada jarak 3 m dengan batas kenaikan 10 db .

98 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel H.3 Pengujian imunitas EMC untuk Lingkungan A
( lihat H.8.2.8.1)

Jenis pengujian Level pengujian yang disyaratkan Kriteria kinerjac)

Uji elektromagnetik luahan r 8 kV/ luahan di udara


elektrostatis atau r 4 kV / luahan kontak B
IEC 61000 -4-2
Uji kekebalan medan
elektromagnetik frekuensi
radio radiasi IEC 61000-4-3 10 V/m A
pada 80 MHz hingga 1 GHz dan
1,4 GHz hingga 2 GHz
Uji kekebalan transien/ledakan r 2 kv pada port suplai
listrik cepat IEC 6100-4-4 r 1kV pada port sinyal termasuk sirkit B
bantu
Uji kekebalan surja 1,2/50 P s r 2 kV ( fase ke bumi)
dan 8/20 Ps IEC 61000 -4-5a) 1 kV ( fase-ke fase) B
Uji kekebalan frekuensi radio
terpancarkan IEc 61000-4-6 10 V A
pada 150 kHz hingga 80 MHz
Kekebalan terhadap medan
magnetic frekuensi daya 30 A/mb) A
IEC 61000 4-8
Kekebalan terhadap 30 % reduksi untuk 0,5 siklus B
pemasukan dan pemutusan 60 % reduksi untuk 5 dan 50 siklus C
tegangan ! 95% reduksi untuk 250 siklus C
IEC 61000 -4-11
Kekebalan terhadap harmonic Tanpa persyaratan
dalam suplai IEC 6100-4-13
a)
Untuk perlengkapan dan atau port masukan / keluarn dengan tegangan a.s. pengenal 24 V
atau kurang , pengujian tidak diperlukan
b)
Hanya dapt diterapkan untuk peralatan yang mengandung gawai yang rentan terhadap medan
magnetic
c)
Kriteria kinerja tidak tergantung dari lingkungan . Lihat tabel H.5.

99 dari 102
SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel H.4- Pengujian imunitas untuk Lingkungan B
( lihat H.8.2.8.1)

Jenis pengujian Level pengujian yang disyaratkan Kriteria kinerjac)

Uji elektromagnetik luahan r 8 kV/ luahan di udara B


elektrostatis atau r 4 kV / luahan kontak
IEC 61000 -4-2

Uji kekebalan medan


elektromagnetik frekuensi radio 3 V/m A
radiasi IEC 61000-4-3 pada 80
MHz hingga 1 GHz dan 1,4 GHz
hingga 2 GHz

Uji kekebalan transien/ ledakan r 1 kV pada port suplai B


listrik cepat r 0,5 kV pada port sinyal termasuk sirkit bantu
IEC 61000 -4-4

Uji kekebalan surja 1,2/50 P s dan r 0,5 kV ( fase ke bumi) kecuali untuk port B
a)
8/20 Ps IEC 61000 -4-5 masukan suplai utama bila r 1 kV berlaku
(fase ke bumi)
r 0,5 kV ( fase-ke fase)

Uji kekebalan frekuensi radiao 3V A


terpancarkan IEc 61000-4-6 pada
150 kHz hingga 80 MHz

Kekebalan terhadap medan 3 A/mb) A


magnetik frekuensi daya
IEC 61000 4-8

B
Kekebalan terhadap pemasukan 30 % reduksi untuk 0,5 siklus C
dan pemutusan tegangan 60 % reduksi untuk 5 dan 50 siklus C
d)
IEC 61000 -4-11 ! 95 5 reduksi untuk 250 siklus

Kekebalan terhadap harmonik Tanpa persyaratan


dalam suplai
IEC 61000 -4-13

a)
Untuk perlengkapan dan atau port masukan / keluarn dengan tegangan a.s. pengenal 24 V atau kurang ,
pengujian tidak diperlukan
b)
Hanya dapat diterapkan untuk peralatan yang mengandung gawai yang rentan terhadap medan magnetic
c)
Kriteria kinerja tidak bergantung dari lingkungan . Lihat tabel H.5.
d)
Hanya dpat diterapkan untuk port daya masukan utama.

100 dari 102


SNI IEC 60439-1:2009

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Tabel H.5 Kriteria penerimaan bila ada gangguan elektromagnetik

Butir Kriteria penerimaan


( Kriteria penerimaan selama pengujian)

A B C

Kinerja keseluruhan Tanpa memperhatikan Penurunan sementara Penurunan sementara


perubahan dari atau hilangnya kinerja atau rugi kinerja yang
karakteristik operasi. yang dapat dipulihkan mensyaratkan intervensi
Pengoperasian seperti sendiri operator atau reset sistem
yang dimaksudkan

Operasi sirkit daya dan Tanpa kegagalan operasi Penurunan sementara Penurunan sementara
sirkit bantu atau hilangnya kinerja atau rugi kinerja yang
yang dapat dipulihkan mensyaratkan intervensi
sendiri operator atau reset sistem

Operasi panel tampilan Tanpa perubahan Perubahan sementara Mematikan


dan panel kendali informasi tampilan yang yang kelihatan. (memutusakan)
tampak Rugi permanent dari
Hanya fluktuasi intensitas Iluminasi LED yang tidak tampilan atau kesalahan
LED kecil sekali , atau dinginkan informasi
pergerakan karakter Modus pengoperasian
sedikit tidak diperbolehkan.
Tidak dapat dipuluhkan
sendiri.

Pemprosesan informasi Tidak ada gangguan Gangguan komunikasi Pemprosesan informasi


dan fungsi peraba komunikasi dan data sementara, dengan salah.
simpangan ke gawai kemungkinan kesalahan
eksternal laporan dari gawai Data dan atau informasi
internal dan eksternal hilang

a) Persyaratan khusus harus rinci dalam standar produk.

101 dari 102


SNI IEC 60439-1:2009

Bibliografi

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
IEC 60050 -195, International Electrotechnical Vocabulary (IEV) Part 195 : Earthing and
protection against shock

IEC 60050 (601), International Electrotechnical Vocabulary (IEV) Chapter 601: Generation
, transmission and distribution of electricity General

IEC 60050 (826), International Electrotechnical Vocabulary (IEV) Chapter 826 : Electrical
Installations of building

IEC 603645537: 1981, Electrical installations of buildings Part 5 : Selection and erection
of electrical equipment Chapter 53 : Switchgear and controlgear Section 537: Devices for
isolation and switching

IEC 610006-1: 1997, Electromagnetic compatibility ( EMC) Part 6 -2 : Generic standards


immunity for residential, commercial and light industrial environments

IEC 61000-6-2: 1999, Electromagnetic compatibility ( EMC) Part 6 -2 : Generic standards


Immunity for industrial environments

------------------------------

102 dari 102


Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan
Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

BADAN STANDARDISASI NASIONAL - BSN


Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 3-4
Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta 10270
Telp: 021- 574 7043; Faks: 021- 5747045; e-mail : bsn@bsn.or.id