You are on page 1of 10

34

BAB III

PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

3.1 Landasan Teori

Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek di PT. Asuransi Jiwasraya

(Persero) Bandung Timur Branch Office penulis ditempatkan pada bagian Seksi

Pertanggungan dan Seksi Administrasi dan Keuangan. Dalam pelaksanaan

kegiatan Kuliah Kerja Praktek tersebut penulis ikut membantu dalam

mengerjakan tugas-tugas yang ada, dan dalam hal ini yaitu mengarsip dokumen-

dokumen SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa), menginput data nasabah ke

bagian arsip elektronik, mengecek kelengkapan berkas pemohon, serta menginput

pemasukan dan pengeluaran perusahaan ke bank ataupun sebaliknya. Selain itu

penulis juga diberikan pengarahan dan bimbingan mengenai kegiatan perusahaan

khususnya mengenai Prosedur Pencairan Klaim Asuransi Dana Multi Proteksi

Plus di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur Branch Office. Berikut

ini adalah beberapa kajian teori yang berhubungan dengan proses pelaksanaan

Kuliah Kerja Praktek.

3.1.1 Prosedur
3.1.1.1 Pengertian Prosedur

Prosedur (Procedure) adalah urut-urutan seri tugas yang saling berkaitan

dan dibentuk guna menjamin pelaksanaan kerja yang seragam (M. Nafarin,

2009:9).

Sedangkan menurut Ardiyos menyatakan bahwa:

Prosedur adalah suatu bagian sistem yang merupakan rangkaian tindakan


yang menyangkut beberapa orang dalam satu atau beberapa bagian yang
35

ditetapkan untuk menjamin agar suatu kegiatan usaha atau transaksi dapat
terjadi berulangkali dan dilaksanakan secara beragam.
(2008:734)

Berdasarkan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa prosedur adalah

suatu urutan tindakan yang saling berkaitan agar kegiatan tersebut dapat

dilaksanakan secara beragam.

3.1.2 Pencairan Dana

3.1.2.1 Pengertian Pencairan Dana

Pencairan dana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah :

Suatu tindakan atau kegiatan menyalurkan, mengeluarkan,


merealisasikan, atau kegitan menguangkan dan memperbolehkan
mengambil dana berupa uang tunai yang disediakan untuk keperluan
tertentu.

Sedangkan pengertian pencairan dana menurut Zain Badudu (1996:243)

adalah hal atau hasil kerja yang menguangkan (uang, giro). Dari dua pernyataan

diatas, dapat dikatakan bahwa pencairan dana adalah suatu kegiatan

merealisasikan uang atau giro untuk keperluan tertentu.

3.1.3 Klaim Asuransi

3.1.3.1 Pengertian Klaim Asuransi

Menurut Amrin Abdullah (2006:121) klaim asuransi adalah pengajuan hak

yang dilakukan oleh tertanggung kepada penanggung untuk memperoleh haknya

berupa pertanggungan atas kerugian berdasarkan perjanjian atau akad yang telah

dibuat.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia klaim adalah tuntutan

pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang berhak (memiliki atau mempunyai)

atas sesuatu. Dengan kata lain, klaim dapat dikatakan bahwa pengajuan adalah
36

hak seseorang untuk mendapatkan apa yangmenjadi haknya atas kerugian yang

berdasarkan dari perjanjian yang telah disepakati dari awal.

3.1.4 Multi Proteksi Plus


3.1.4.1 Pengertian Multi Proteksi Plus
Definisi Dana Multi Proteksi Plus (Jiwasraya, 2009) adalah sebagai

berikut :
Dana Multi Proteksi Plus merupakan produk proteksi sekaligus investasi
yang ditujukan bagi keluarga. Plan Asuransi Js Dana Multi Proteksi Plus
memberikan proteksi tanpa mengabaikan kehandalan investasi. 300 %
Uang Asuransi dapat dinikmati tertanggung pada akhir masa
pertanggungan atau dibayarkan biaya kelangsungan hidup keluarga
apabila tertanggung meninggal dunia pada masa pertanggungan ditambah
benefit bulanan sebesar 1 % x Uang Asuransi.

Maka dapat disimpulkan Dana Multi Proteksi Plus adalah salah satu

produk yang berada di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dapat memberikan

proteksi (perlindungan) kepada nasabahnya tanpa mengabaikan kehandalan

investasi 300%.
3.2 Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Kerja Praktek

3.2.1 Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek

3.2.1.1 Standar Operasional Prosedur Pencairan Klaim Asuransi Dana Multi

Proteksi Plus di PT.Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur

Branch Office.

Standar Operasional Prosedur menurut (Istyadi Insani, 2010:1):

SOP adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang


dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi
perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan waktu pelaksanaan,
tempat penyelenggaraan dan aktor yang berperan dalam kegiatan.
Untuk SOP yang ada pada PT.Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung

Timur Branch Office yaitu sebagai berikut:

Tabel 3.1
37

Uraian Standar Operasional Klaim PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)


Bandung Timur Branch Office
38

Uraian Prosedur Klaim :

NO Kegiatan Penanggungjawab
1 Datang untuk mengajukan klaim tertanggung. Ahli waris/ pemegang polis
2 Jika mengajukan klaim tertanggung ke Kantor Kancab asal-
Cabang asal, proses selanjutnya 5,9. Seksi Pertanggungan
3 Jika bukan di Kantor Cabang asal, menerima
dokumen persyarakan pengajuan klaim.
Verifikasi kelengkapan dan validitasnya. Buat
tanda terima ke PP/ ahli waris.
4 Jika tidak lengkap dan valid, maka tindak lanjut
ke pemegang polis/ ahli waris untuk melengkapi
dokumen persyaratan.
5 Jika lengkap dan valid, menyerahkan form
pengajuan klaim dan permintaan transfer. Kancab tempat pengajuan
Mengarahkan pemegang polis/ ahli waris untuk selain Kancab asal- Seksi
mengisi dan menandatangani form tersebut Pertanggungan
secara benar.
6 Registrasi dalam logbook pengajuan klaim diluar
rayon asal.
7 Membuat nota klaim ke Kantor Pusat dengan
tembusan ke Kanwil/ Kancab asal.
8 Scan dokumen, email pemberitahuan ke Kantor
Pusat dan Kancab/ Kanwil asal. Berkas dikirim
ke Kantor Pusat.
9 Menerima persayaratan pengajuan klaim.
Verifikasi kelengkapan.
10 Jika tidak lengkap, tindak lanjut ke ahli waris/
Kancab asal-Seksi
pemegang polis untuk melengkapi dokumen
Pertanggungan
persyaratan.
11 Jika lengkap dan valid, cek BAP polis dan status
polis.
39

12 Melakukan registrasi dalam logbook klaim.


Konfirmasi ke Kasie Keu dan umum dan Kasie
Kancab asal- Seksi
Ops untuk status pelunasan premi.
Pertanggungan
13 Menerima form pengajuan klaim dan
kelengkapannya, teliti status polis dan pelunasan
premi.
14 Mengisi kolom dan form terkait dengan Kancab- Seksi Keu dan
pelunasan premi disertai kartu premi yang sudah umum dan Seksi Ops
diverifikasi dan menandatangani form.
15 Menyerahkan berkas dokumen ke Kasie
Pertanggungan.
16 Menerima berkas dokumen.
17 Penelitian klaim, untuk usia polis 2 tahun
kebawah Kasie Pertanggungan wajib melakukan
penelitian lapangan.
18 Analisa klaim berdasarkan dokumen pengajuan,
BAP dan hasil peneitian klaim. Kancab asal-Seksi
19 Melakukan entry pengajuan klaim. Buat nota
Pertanggungan
pengajuan klaim ke Kantor Pusat.
20 Melakukan scan dokumen, kirim email
pemberitahuan ke Kantor Pusat- Bagian Klaim
PP dan PK dan tembusan ke Kanwil. Kirimkan
berkas ke Kantor Pusat.
21 Terima email dan berkas hardcopy. Disposisikan
ke Kasie Klaim.
22 Mencatat dalam logbook klaim. Hitung jumlah
Kanpus- Bagian Klaim PP
unit. Verifikasi data berkas yang diterima vs
dan PK- Seksi Klaim
BAP.
23 Jika tidak valid, tindaklanjuti ke Kancab/ Kanwil
terkait sehingga data valid.
24 Jika valid, serahkan berkas dokumen ke Kasie
Klaim PP.
25 Menerima berkas dokumen. Cek kelengkapan.
hitung jumlah manfaat klaim.
40

26 Proses Redemption sesuai dengan Prosedur Kanpus- Bagian Klaim PP


Standar Dokumen. dan PK- Seksi Klaim
27 Proses Penerbitan Desisi sesuai dengan Prosedur
Standar Dokumen.

3.2.1.2 Hambatan Prosedur Pencairan Klaim Asuransi Dana Multi Proteksi

Plus di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur Branch

Office

Hambatan yang terjadi dalam prosedur pencairan klaim asuransi dana

multi proteksi plus di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur Branch

Office adalah sebagai berikut :

1) Adanya ketidaklengkapan data yang diberikan oleh pihak tertanggung/ ahli

waris kepada pihak perusahaan seperti, adanya seperti KTP, KK ataupun

dokumen-dokumen lain yang harusnya dilengkapi sesuai dengan jenis

produk asuransi dan pengajuan klaim yang diinginkan.


2) Ketidaksesuaian nama ahli waris yang tercantum di dalam polis dengan

akta atau kartu identitas diri dari ahli waris tersebut saat pencairan klaim

asuransi.
3) Hilangnya polis asuransi atau kwitansi bukti pembayaran premi. Hal ini

biasanya terjadi karena sikap kurang hati-hati dari pihak tertanggung

mengingat sebenarnya dokumen tersebut sangat penting terutama pada

saat pencairan klaim, selain itu juga dapat terjadi karena kondisi atau

keadaan-keadaan lain yang tidak diduga sebelumnya.


4) Status polis tidak aktif, karena terjadi tunggakan premi oleh pemegang

polis.
41

3.2.1.3 Upaya Untuk Mengatasi Hambatan Prosedur Pencairan Klaim

Asuransi Dana Multi Proteksi Plus di PT. Asuransi Jiwasraya

(Persero) Bandung Timur Branch Office.

Adapun upaya yang dilakukan perusahaan terkait hambatan atau kendala

yang terjadi pada prosedur pengajuan klaim asuransi yaitu:

1) Pihak PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) akan menghubungi kepada pihak

tertanggung dan memberikan waktu berdasarkan kesepakatan antara kedua

belah pihak, agar pihak tertanggung segera melengkapi dokumen-

dokumen yang dibutuhkan.


2) Pihak perusahaan akan meminta kepada ahli waris untuk menunjukkan

akta atau kartu identitas lain yang menunjukkan nama ahli waris tersebut,

sehingga menjadi lebih akurat karena dapat disesuaikan.


3) Pihak asuransi meminta kepada pihak tertanggung untuk memberikan

surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian, setelah itu perusahaan

mencari data dan arsip-arsip terkait pihak teranggung.


4) Pemegang polis harus membayar premi yang belum dibayar, agar polis

dapat diaktifkan kembali.

3.2.2 Pembahasan Kerja Praktek

3.2.2.1 Standar Operasional Prosedur Pencairan Klaim Asuransi Dana Multi

Proteksi Plus di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur

Branch Office

Berdasarkan dari landasan teori mengenai prosedur pengajuan polis

asuransi maka penulis dapat menganalisis terkait prosedur pencairan klaim

asuransi. Prosedur Pencairan Klaim Asuransi Dana Multi Proteksi Plus di PT.
42

Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur Branch Office sudah baik secara

umum, namun belum 100% benar. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

yaitu:

a) Kurangnya kesadaran pemegang polis dalam melengkapi data dalam

pengajuan klaim asuransi.


b) Kurangnya kesadaran pemegang polis yang belum membayar premi

asuransinya sesuai dengan waktu yang ditentukan.

3.2.2.2 Hambatan Prosedur Pencairan Klaim Asuransi Dana Multi Proteksi

Plus di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur Branch

Office

Adapun hambatan yang terjadi pada prosedur pencairan klaim asuransi

dana multi proteksi plus di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Bandung Timur

Branch Office yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya adalah kurangnya

ketelitian kelengkapan dokumen, sikap hati-hati dari pihak tertanggung saat

pencairan klaim asuransi dan sikap kesadaran dari pihak tertanggung untuk

membayar premi. Sehingga hal-hal tersebut dapat menghambat saat pencairan

klaim asuransi.

Menurut perusahaan sendiri, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi

dengan baik. Dikarenakan, sudah ada upaya perusahaan dalam mengatasi

hambatan tersebut.

3.2.2.3 Upaya Untuk Mengatasi Hambatan Prosedur Pencairan Klaim

Asuransi Dana Multi Proteksi Plus di PT. Asuransi Jiwasraya

(Persero) Bandung Timur Branch Office.


43

Dengan hambatan-hambatan diatas, maka perusahaan memiliki beberapa

upaya untuk mengatasinya :

1) Salah satunya mengenai hambatan ketidaklengkapan data atau dokumen

yang diberikan pihak tertanggung kepada perusahaan, upayanya adalah

perusahaan menghubungi pihak tertanggung agar melengkapi kembali data

atau dokumen yang tidak lengkap. Sehingga pencairan klaim asuransi

dapat diproses lebih lanjut.


2) Ketidaksesuaian ahli waris, perusahaan meminta data tambahan untuk

kesesuaian dengan polis.


3) Untuk hambatan mengenai kehilangan polis, perusahaan meminta surat

kehilangan kepada pihak tertanggung dari pihak kepolisian sehingga

perusahaan dapat mecari data terkait pihak tertanggung.


4) Untuk hambatan mengenai nasabah yang tidak sadar untuk membayar

premi sehingga polis tidak aktif. Maka agar polis tersebut aktif kembali,

nasabah harus membayar premi yang belum di bayarkan.


Menurut penulis dari upaya-upaya yang dilakukan perusahaan sudah cukup

sesuai dan efektif dengan hambatan yang terjadi. Karena tidak membutuhkan

biaya yang cukup besar maupun waktu yang terlalu lama, maka penulis dapat

menyimpulkan bahwa upaya tersebut cukup baik untuk mengatasi hambatan-

hambatan tersebut.