You are on page 1of 3

Teater Esplanade yang meniru bentuk buah durian.

Esplanade adalah bangunan yang terletak di


tepi sungai enam hektar lahan di sepanjang tepi laut Marina Bay dekat dengan muara Singapore
River. Tujuannya dibangun untuk menjadi pusat pertunjukkan seni bagi bangsa pulau Singapura.
Bangunan ini dirancang oleh dua firma arsitektur bekerja sama : oleh DP Architect ( DPA ) dari
Singapura dan berbasis London Michael Wilford & Partners ( mwp ). Desain Arsitektur yang
unik pada bangunan ini terlihat dari atap pada bangunan tersebut yang menyerupai seperti buah
durian. Beberapa orang Singapura merujuk ke Esplanade sebagai Durian atau The Big
Durian atau juga Shell Durian
Esplanade berisi ruang pertunjukan kelas dunia, ditambah dengan berbagai layanan pendukung
profesional dan fasilitas. Selain tempat pertunjukan, Esplanade juga mengandung tempat
pertemuan, serta lainnya gaya hidup dan seni layanan terkait. Utama penting dari Esplanade
yang Concert Hall dan Teater , yang terhubung ke utama Concourse melalui foyer.

6)Teknologi pembangkit listrik tenaga surya dibuat dengan meniru prinsip daun yang
memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia, sehingga dapat menjadi
alternatif sumber energi yang sangat bermanfaat.

7)Lilypad Kota Mengambang (seperti daun )


Lilypad didesign oleh Vincent sebagai
antisipasi untuk tahun 2100 yang digambarkkan bahwa akan banyak sekali jumlah para
pengungsi dunia akibat terjadinya pemanasan global. Dia mengemukakan bahwa prinsip
Archimedes bahwa cairnya es tidak akan merubah peningkatan permukaan air. Sama halnya
dengan mencairnya es di dalam air di gelas. Namun ada dua sumber air raksasa yang tidak
berada diatas air yang akan mencair dan langsung menuju ke laut yang menyebabkan
naiknyapermukaan air laut. Hal ini berhubungan dengan gunung es di Antartika dan Greenland
disisi lain, serta benua es. Hal lain yang menyebabkan naiknya permukaan laut tidak ada sangkut
pautnya dengan mencairnya es, tetapi dilatasi air yang terjadi akibat pengaruh suhu
udara.Menurut ramalan GIEC (Intergovernmental group on the evolution of the climate),
kenaikan permukaan laut akan mencapai 20 hingga 90 cm selama abad ke-21. Setiap kenaikan
suhu 1C akan mengakibatkan air naik 1 meter. Kenaikan air ini akan mempengaruhi 0.05% di
Uruguay, 1% di Mesir, 6% di Belanda, 17.5% di Bangladesh dan lebih dari 80% di daerah atoll
Majuro di Marshall dan pulau-pulau Kiribati hingga pulau-pulau di Maldives. Negara-negara
seperti Vietnam, Mesir, Bangladesh, Guyana atau Bahamas akan melihat tempat-tempat tinggal
masyarakatnya kebanjiran dan genangan Lumpur air asin dari laut. New York, Bombay,
Calcutta, H Chi Minh City, Shanghai, Miami, Lagos, Abidjan, Jakarta, Alexandria dan lebih
dari 250 juta pengungsi dari negara lain akibat perubahan suhu udara. Itulah sebabnya Lilypad,
sebagai prototipe kota yang dibuat mengapung diatas air dan dapat menampung sebanyak 50.000
penduduk. Dan didalamnya dikembangkan kehidupan flora dan fauna disekitar danau dengan air
yang ditampung dari air hujan. Lilypad kota yang akrab dengan lingkungan dapat mengapung
dari dari Monaco di Eropa hingga ke daerah bagian Atol Polenesia.Desain yang sangat modern
dalam antisipasi pengungsi akibat pemanasan global. Inspirasi dari daun lilypad Amazonia
Victoria Regia, dari keluarga Nympheas, tanaman air yang ditemukan oleh ahli tanaman Jerman
Thaddeaus Haenke. Lilypad kota lingkungan yang mengapung dengan zero emisi udara. Melalui
teknologi energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut dan biomass. Bahkan dapat
memperoses gas CO2 di adalam atmosfer dan meresap ke kulitnya (atap) yang terbuat dari
titanium dioxide ,seperti proser fotosintesis pada tumbuhan (daun) .
Tenda
8)Desain Tenda Meniru Sebuah Daun.
Struktur urat daun menginspirasi bentuk tenda ini oleh desainer Ondrej Vaclavik, secara teoritis
memperkuat desain melalui penempatan strategis dari tiang tenda. Ini tentu membuat untuk
kemah yang menarik, yang hampir lebih mengingatkan kita pada 'bug daun' dari daun itu sendiri.