UJIAN MATRIKULASI

MATA KULIAH BERPIKIR KRITIS

Nama : Ade Krisna Damayanti
NIM : P 1337424817030
Kelas : Profesi Bidan
Semester :I
Dosen pengampu : Dr. Melyana Nurul W., S.SiT, M.Kes.
Sifat soal : Take home

Soal : anda sebagai seorang bidan, dituntut untuk mampu mengambil keputusan
secara cepat dan tepat serta mampu berpikir kritis dan kreatif. Jelaskan sesuai dengan
langkah berpikir kritis saat anda menerima kasus CPD (Cephalo Pelvic
Disporpotion).

Langkah-langkah pemecahan masalah
1. Identifikasi masalah dengan melakukan pengkajian secara lengkap, mulai dari
identitas pasien, data subjektif seperti alasan datang, keluhan utama, riwayat
perkawinan, riwayat menstruasi, riwayat kehamilan dan nifas yang lalu, riwayat
kontrasepsi, riwayat kehamilan saat ini, pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari,
kebiasaan-kebiasaan, dan keadaan psiko-sosial-spiritual. Serta melakukan
beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan TTV, pemeriksaan antropometri
(khususnya tinggi badan), pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetric (khususnya
pemeriksaan leopold) dan pemeriksaan penunjang (misal: pemeriksaan panggul)
untuk memperoleh data objektif,
2. Setelah itu, dilakukan interpretasi data untuk menentukan diagnosa kebidanan,
masalah kebidanan, kebutuhan, diagnosa potensial, dan tindakan segera
berdasarkan kondisi, serta yang terakhir adalah penatalaksanaan.

2) Section caesarea Merupakan suatu pembedahan untuk melahirkan anak melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus. b. Berikut penatalaksanaan CPD menurut Cunningham (2006) yaitu : 1) Persalinan percobaan Merupakan percobaan untuk melakukan persalinan pervaginam. Percobaan persalinan ini dimulai saat penderita dinyatakan inpartu dengan penilaian kemajuan persalinan dimulai saat memasuki fase aktif. Di faskes tingkat pertama. Hal ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya CPD. maka perlu dilakukan tindakan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya seperti dokter spesialis Obsgin. Section caesarea elektif dilakukan pada . yaitu pembukaan serviks. dan putaran paksi dalam yang penilaiannya dilakukan setiap 2 jam. konseling kepada pasien dan keluarga pasien berkaitan dengan tindakan rujukan ke faskes tingkat lanjut seperti rumah sakit. maka partus percobaan dikatakan ada kemajuan dan dapat diteruskan. dilanjut melakukan tindakan rujukan. a. jika tidak ada kemajuan yang bermakna dari ketiga komponen tersebut maka partus percobaan dinyatakan gagal dan dipastikan ada CPD (Cephalo Pelvic Disporpotion) dan persalinan dilanjutkan dengan section caesarea (Cunningham. Jika di faskes tingkat lanjut seperti di rumah sakit. Namun sebaliknya. diagnosa kebidanan yang diperoleh CPD. Bila terdapat perubahan yang bermakna dari kompone-komponen di atas. Penilaian didasarkan pada komponen kemajuan persalinan. Dalam hal ini.3. Tindakan ini dilakukan atas dasar advice dokter apabila pasien masih dalam status suspect CPD. penurunan kepala. Tindakan segera dilakukan berdasarkan kondisi klien dan faskes yang menanganinya. jika ditemukan kasus CPD maka hal pertama yang dilakukan adalah memberitahukan hasil pemeriksaan kepada pasien dan keluarga pasien. Diagnosa potensial yang dapat terjadi yaitu Fetal distress dan IUFD. 2006).

(2006). . Jakarta : EGC. CPD kategori berat dengan kehamilan aterm atau CPD yang nyata. sudah diketahui bahwa ibu mengalami CPD (Cephalo Pelvic Disporpotion) yang nyata. (2012). G. Sumber : Cunningham.1. sehingga bidan melakukan kolaborasi dengan dokter spesialis obsgin untuk dilakukan section caesarea. Jakarta: EGC Baston. Obstetri William vol. Dalam kasus ini. 2012). Section caesarea elektif atau terencana adalah Section caesarea yang sudah direncanakan sejak masa kehamilan sebelum dimulai awal persalinan (Baston. Helen & Jennifer Hall. Antenatal volume 2.