You are on page 1of 13

TUGAS KELOMPOK

ASUHAN KEPERAWATAN INDIVUDU PADA LANSIA

OLEH

1. ASMAUL HUSNA (151.0005)

2. FEBRIANSYAH WAHYU I (151.0015)

3. KURROTUL AINI (151.0026)

4. MAHALIA OCHA DANNA (151.0029)

5. NADYA WAHYU P (151.0035)

PRODI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA

2017-2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sesuai dengan UU.23 tahun 1992 (pasal 19) dijelaskan bahwa manusia
lansia adalah seseorang yang karena usianya mengalami perubahan biologis,
fisik, kejiwaan dan sosial, perubahan ini akan memberikan pengaruh pada
seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Oleh karena itu, kesehatan
lansia perlu mendapat perhatuan khusus dengan tetap dipelihara dan
ditingkatkan agar selama mungkin dapat hidup secara produktif sesuai dengan
kemampuannya sehingga dapat ikut serta berperan aktif dalam
pembangunan.

Beberapa alasan timbulnya perhatian kepada lanjut usia, meliputi:


1. Pensiun-pensiunan dan masalah-masalahnya
2. Kematian mendadak karena penyakit jantung dan stroke
3. Meningkatkan jumlah lanjut usia
4. Pemerataan pelayanan kesehatan
5. Kewajiban Pemerintah terhadap orang cacat dan jompo
6. Perkembangan ilmu :
Gerontologi
Geriatri
7. Program PBB
8. Konferensi Internasional di WINA tahun 1983.
9. Kurangnya jumlah tempat tidur rumah sakit
10. Mahal obat-obatan
11. Tahun Lanjut Usia Internasional 1 Oktober 1999

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, penting bagi kita untuk mengetahui


lebih lanjut hal-hal yang berkaitan dengan asuhan keperawatan yang perlu
diberikan pada lansia yang di bahas pada bab selanjutnya. Hal ini penting
karena agar lansia dapat hidup secara produktif dan dapat memberikan asuhan
secara tepat pada lansia sesuai dengan asuhan yang diperlukannya.

1.2 TUJUAN
Untuk mengetahui tentang asuhan keperawatan dasar bagi lansia.
Untuk mengetahui pendekatan keperawatan lansia.
Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan pada lansia

1.3 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang dapat disimpukan bahawa rumusan masalah
makalah ini adalah bagaimana asuhan keperawatan pada individu lansia

1.4 MANFAAT
Pembaca dapat mengetahui konsep pemberian askep yang optimal dan baik
pada pasien individu lansia.

ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU PADA LANSIA

A. PENGERTIAN
ASKEP Lansia adalah suatu rangkaian kegiatan dari proses keperawatan
yang ditujukan pada lansia. Dengan melakukan pendekatan melalui
pengkajian (biofisik, psikologis, kultural, dan spiritual) membuat diagnosa
keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

B. TUJUAN
Adapun tujuan dari pemberian asuhan keperawatan:
1. Agar lansia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri dgn
upaya promosi,preventif, rehabilitatif
2. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan dengan jalan perawatan
dan pencegahan
3. Membantu mempertahankan serta membesarkan semangat hidup lansia
4. Menolong dan merawat lansia yang menderita penyakit tertentu
5. Membantu lansia menghadapi kematian dengan damai dan dalam
lingkungan yang nyaman.
6. Meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan proses
keperawatan.

C. SASARAN ASKEP GERONTIK :


1. Klien di keluarga
2. Klien di panti (sebagai individu)
3. Kelompok Masyarakat (Posyandu Lansia/karang Wreda)

1. PENGKAJIAN
Untuk mengetahui kemampuan dan kekuatan lansia baik secara fisik,
psikologis, sosial dan spiritual, maka perlu dilakukan pengkajian secara
menyeluruh menyangkut aspek tersebut.

1) Fisik / Biologi
Pengkajian fisik/biologis dilakukan dengan cara wawancara,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan.
Riwayat kesehatan lansia dikaji dengan menanyakan tentang:
1) Pandangan lansia tentang kesehatannya
2) Kegiatan yang mampu dilakukan lansia
3) Kekuatan fisik lansia: kekuatan otot, sendi, penglihatan,
pendengaran
4) Kebiasaan lansia merawat diri sendiri
5) Kebiasaan makan, minum, istirahat / tidur, buang air besar / kecil
6) Kebiasaan gerak badan / olahraga
7) Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna
dirasakan.
8) Kebiasaan lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan
minum obat
9) Masalah-masalah seksual yang dirasakan

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara Inspeksi, Palpasi, Perkusi, dan
Auskultasi antara lain: system integument, muskuloskletal, respirasi,
kardiovaskuler, perkemihan, persyarafan, dan fungsi sensoris misalnya:
penglihatan, pendengaran, pengecapan dan penciuman.

2. Psikologis
Pemeriksaaan psikologis dilakukan saat berkomunikasi dengan lansia
untuk melihat fungsi kognitif termasuk daya ingat, proses berfikir,
alam perasaan, dan orientasi terhadap realitas dan kemampuan lansia
dalam penyelesaian masalahnya.Perubahan yang umum terjadi antara
lain: daya ingat yang menurun. Proses fikir yang lambat dan adanya
perasaan sedih serta merasa kurang diperhatikan.
Hal-hal yang perlu dikaji pada lansia meliputi:
1) Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
2) Apakah optimis memandang sesuatu dalam kehidupan
3) Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
4) Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak
5) Bagaimana mengatasi masalah atau stress yang dialami
6) Apakah mudah untuk menyesuaikan diri
7) Apakah lansia sering mengalami kegagalan
8) Apa harapan sekarang dan yang akan dating. Dll

3. Sosial Ekonomi
Penilaian sosial dilihat dari bagaimana lansia membina keakraban
dengan teman sebaya maupun dengan lingkungannya dan bagaimana
keterlibatan lansia dalam organisasi social.
Status ekonomi juga turut mempengaruhi yaitu dari penghasilan yang
mereka peroleh. Perasaan sejahtera dalam kaitannya dengan sosial
ekonomi, hal inipun terkait dengan harga dirinya. Lansia yang
mempunyai penghasilan tentu merasa dirinya berharga karena masih
mampu menghasilkan sesuatu untuk dirinya sendiri dan orang lain.
Hal-hal yang perlu dikaji antara lain:
1) Apa saja kesibukan lansia
2) Dari mana saja sumber keuangannya
3) Dengan siapa ia tinggal
4) Kegiatan organisasi social apa yang diikuti lansia
5) Bagaimana pandangan lansia berhubungan dengan orang lain
diluar rumah.
6) Siapa saja yang biasa mengunjunginya
7) Seberapa besar ketergantungannya
8) Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginannya dengan
fasilitas yang ada
4. Spiritual
Penilaian spiritual terkait dengan keyakinan agama yang dimiliki
manusia dan sejauhmana keyakinan tersebut dapat menjalankan
ibadahnya dengan baik, keyakinan tersebut benar-benar diresapi dalam
kehidupan sehari-hari ia akan lebih mudah menyesuaikan diri terhadap
proses penuaan.
Yang perlu dikaji pada lansia:
1) Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan
agamanya
2) Apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan
keagamaan, misalnya penyantunan anak yatim atau fakir miskin
dan lain-lain
3) Bagaimana cara lansia menyelesaikan masalah, apakah dengan
berdoa jika menghadapi masalah
4) Apakah lansia terlihat sabar dan tawakal
2. Beberapa masalah keperawatan yang umum ditemukan pada lansia
antara lain

1) Fisik / biologi
a) Gangguan Nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan pemasukan makanan yang tidak adekuat.
b) Gangguan persepsi berhubungan dengan gangguan pendengaran /
penglihatan
c) Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan penurunan minat
dalam merawat diri
d) Resiko cedera fisik: jatuh berhubungan dengan penyesuaian
terhadap penurunan fungsi tubuh tidak adekuat
e) Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan pola makan yang
tidak efektif.
f) Gangguan pola tidur berhubungan dengan kecemasan atau nyeri
g) Gangguan pola napas berhubungan dengan penyempitan jalan
napas atau adanya sekret pada jalan napas.
h) Gangguan mobilisasi berhubungan dengan kekakuan sendi dan
lain-lain
2) Psikologis - sosial
a) Menarik diri dari lingkungan berhubungan dengan perasaan tidak
mampu.
b) Isolasi sosial berhubungan dengan perasaan curiga
c) Depresi berhubungan dengan isolasi sosial
d) Harga diri rendah berhubungan dengan perasaan ditolak
e) Koping yang tidak adekuat berhubungan dengan ketidakmampuan
mengungkapkan perasaan secara tepat
f) Cemas berhubungan dengan sumber keuangan terbatas.
3) Spiritual
a) Reaksi berkabung atau berduka berhubungan dengan ditinggal
pasangan
b) Penolakan terhadap proses penuaan berhubungan dengan
ketidaksiapan menghadapi kematian
c) Marah terhadap Tuhan berhubungan dengan kegagalan yang
dialami.
d) Perasaan tidak tenang berhubungan dengan ketidakmampuan
melakukan ibadah secara tepat.
3. PERENCANAAN
Sesuai dengan permasalahan yang dialami lansia disusun perencanaan
dengan tujuan agar lansia/keluarga dan tenaga kesehatan terutama perawat
baik yang melakukan perawatan di rumah maupun dipanti dapat
membantu lansia, sehingga dapat berfungsi seoptimal mungkin sesuai
dengan kemampuan dan kondisi fisik, psikologis dan sosial dengan tidak
tergantung pada orang lain.
Tujuan tindakan keperawatan pada lansia diarahkan untuk
pemenuhan kebutuhan dasar antara lain:

1) Pemenuhan kebutuhan nutrisi


2) Meningkatnya keamanan dan keselamatan
3) Memelihara kebersihan diri
4) Memelihara keseimbangan istirahat / tidur
5) Meningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi yang
efektif
Tindakan Keperawatan:

1) Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi


Peran pemenuhan gizi pada lansia adalah untuk mempertahankan
kesehatan dan kebugaran dan memperlambat timbulnya penyakit
degeneratif seperti kerapuhan tulang (osteoporosis) dan penyakit yang
terjadi pada lansia sehingga dapat menjamin hari tua yang sehat dan
tetap aktif. Gangguan nutrisi pada lansia dapat disebabkan oleh factor
fisik, psikologi dan sosial.
Penurunan alat penciuman dan pengecapan, pengunyahan kurang
sempurna dan rasa kurang nyaman saat makan karena gigi geligi
kurang lengkap, rasa penuh diperut dan sukar buang air besar karena
melemahnya otot lambung dan usus akan menyebabkan nafsu makan
lansia kurang.
Perubahan peran karena tugas-tugas perkembangan pada lansia
menyebabkan timbulnya kecemasan dan putus asa, dapat
menyebabkan lansia menolak makan atau makan berlebihan.
Seringkali keluarga/lingkungan sangat melindungi lansia, tidak
memberi kesempatan untuk menentukan keinginan lansia, hal inipun
menyebabkan ia menolak makan atau makan berlebihan

Masalah gizi yang sering timbul pada lansia adalah:


a) Gizi berlebihan
Kebiasaan makan banyak waktu muda sukar dirubah. Apabila pada
lansia penggunaan kalori berkurang karena berkurangnya aktivitas
dapat menyebabkan berat badan berlebihan. Kegemukan
merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit, misalnya
penyakit jantung, penyempitan pembuluh darah, kencing manis,
tekanan darah tinggi dan sebagainya.
b) Gizi berkurang
Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan
menyebabkan berat badan berkurang dari normal. Bila pemenuhan
protein pun berkurang dapat menyebabkan banyak kerusakan sel
yang tidak dapat diperbaiki misalnya: rambut cepat rontok, daya
tahan terhadap penyakit organ tubuh yang vital. Gizi kurang dapat
disebabkan oleh masalah sosial ekonomi gangguan penyakit, serta
ketidaktahuan keluarga akan makanan bergizidan kebiasaan
makanan yang salah dari usia mudah.
c) Kekurangan vitamin
Disebabkan karena kekurangan konsumsi buahdan sayuran dalam
makanannya. Apalagi bila hal ini ditambah dengan kekurangan
protein dalam makanan.
d) Kelebihan vitamin
Sering usia lanjut mencoba bermacam-macam vitamin tanpa resep
dokter, yang sebenarnya tidak mereka perlukan. Dosis yang
berlebihan dari vitamin ini akan terbuang tanpa guna dan
mempertinggi biaya.
Kebutuhan gizi pada lansia kurang lebih sama dengan kebutuhan
nutrisi pada orang dewasa normal, hanya yang mungkin diubah
adalah jenis yang utama, bentuk dan pengurangan porsi untuk
mengimbangi aktivitasnya.

Kalori: pada lansia pria adalah 2.100 kalori sedangkan untuk


wanita adalah 1.700 kalori, kebutuhan tersebut dapat
dimodifikasikan tergantung keadaan usia lanjut, misalnya gemuk
atau kurus atau disertai penyakit lain (kencing manis, dll).
Karbohidrat: dianjurkan 60% dari jumlah kalori. Berikan
golongan gula yang mudah diserap karena tidak mengalami
pengubahan lebih lanjut pada proses metabolisme, misalnya madu,
nasi, buah-buahan yang manis.
Lemak: pemakaian yang berlebihan tidak dianjurkan karena
menyebabkan timbulnya hambatan pada pencernaan dan terjadinya
penyakit. Berikan 15 % - 20 %dr total kalori yg dibutuhkan.
Vitamin dan mineral: kebutuhannya sama dgn usia
muda.pemenuhan kebutuhan didapatkan dr makanan berupa sayur-
sayuran & buah-buahan.
Air: kebutuhan sekitar 6-8 gls/hr krn menurunnya fx ginjal &
mencegah konstipasi maka pemasukan air yg banyak sgt
dianjurkan.

Intervensi Rencana Makanan Untuk Lansia


a) Berikan makanan porsi kecil tapi sering
b) Banyak minum dan kurangi makan, dapat meringankan
pekerjaan ginjal dan dapat memperlancar pengeluaran sisa
makanan
c) Beri makanan yg mengandung serat,agar buang air besar
menjadi mudah dan teratur
d) Batasi pemberian mkanan yang mengandung tinggi kalori agar
badan dalam keadaan seimbang seperti: gula,makanan
manis,minyak,makanan berlemak.
e) Membatasi minum kopi dan teh, bila perlu diencerkan untuk
merangsang gerakan usus & menambah nafsu makan.

2) Meningkatkan Keamanan & Keselamatan Lansia


Kecelakaaan sering terjadi pada lansia antara lain: jatuh, kecelakaan
lalu lintas dan kebakaran. Hal ini berkaitan dengan proses penuaan
dimana fleksibilitas dari kaki mulai berkurang, ditandai dengan
timbulnya masalah mobilisasi akibat nyeri, pada sendi-sendi. Situasi
tersebut menyebabkan Usila tidak mampu menyanggah tubuhnya
dengan baik.
Selain itu penurunan fungsi pengindaraan dan pendengaran
menyebabkan lansia tidak dapat mengamati situasi sekitarnya,sehingga
sering terjadi bahaya kecelakaan lalu lintas dan luka bakar.
Selanjutnya, kecelakaan / jatuh dapat pula akibat lingkungan yang
tidak tepat untuk lansia, misalnya pencahayaan yang kurang, lantai
yang licin atau tidak rata, tangga yang tidak diberi tanda pengaman,
kursi atau tempat tidur yang mudah bergerak.
Untuk mencegah resiko kecelakaan diatas, beberapa tindakan yang
harus dilakukan antara lain:

a) klien / lansia
1) Biarkan lansia menggunakan alat bantu untuk meningkatkan
keselamatan.
2) Latih lansia untuk pindah dari tempat tidur ke kursi
3) Biasakan menggunakan pengaman tempat tidur jika tidur.
4) Jika klien mengalami masalah fisik, misalnya rematik,
gangguan persyarafan, latih klien untuk berjalan dan latih klien
menggunakan alat Bantu berjalan
5) Bantu klien berjalan ke kamar mandi, terutama untuk lansia
yang menggunakan obat penenang atau diuretika
6) Menggunakian kacamata jika berjalan atau melakukan sesuatu
7) Usahakan ada yang menemani jika bepergian.
b) lingkungan
1) Tempatkan klien diruangan khusus dekat ke kantor sehingga
mudah di observasi apabila lansia dirawat diruang perawatan
lansia
2) Letakkan bel di bawah bantal dan ajarkan cara
menggunakannya
3) Gunakan tempat tidur yang tidak terlalu tinggi
4) Letakkan meja kecil dekat tempat tidur agar lansia mudah
menempatkan alat-alat yang selalu digunakan
5) upayakan lantai bersih, rata, tidak licin dan basah
6) kunci semua peralatan yang menggunakan roda untuk lansia
yang menggunakan
7) pasang pegangan dikamar mandi
8) hindari lampu yang redup dan menyilaukan, sebaiknya gunakan
lampu 70 atau 100 watt
9) jika pindah dari ruangan terang ke gelap ajarkan klie lansia
untuk memejamkan mata sesaat
10) gunakan sandal atau sepatu yang beralas karet

3) Memelihara Kebersihan Diri


Akibat proses penuaan, sebagian lansia mengalami kemunduran untuk
melakukan perawatan diri secara teratur. Kadang kala kurangnya
perawatan diri pada lansia akibat penurunan daya ingat, sehingga tidak
dapat melakukan upaya kebersihan diri secara tepat dan teratur. Hal ini
juga berkaitan dengan kebiasaan lansia pada usia muda. Jika usila
tersebut pada saat mudanya orangnya rapi, tentu ia akan tetap
melakukan aktivitas perawatan diri dengan baik, perawatan diri yang
kurang dapat pula akibat dari kelemahan atau ketidakmampuan fisik
lansia. Akibat dari proses penuaan kelenjar keringat berkurang
seringkali kulit lansia bersisik dan kering.
Upaya yang dilakukan untuk kebersihan diri antara lain:
1) Mengingatkan atau membantu lansia untuk melakukan upaya
kebersihan diri misalnya, cuci rambut, sikat gigi, ganti pakaian, dll.
2) Menganjurkan lansia untuk menggunakan sabun lunak yang
mengandung miyak atau berikan skin lotion.
3) Mengingatkan / membantu lansia untuk membersihkan lubang
telinga, mata, dan gunting kuku
4) Memelihara Keseimbangan Istrahat Dan Tidur
Pada umunya lansia mengalami gangguan tidur, upaya yang dapat
dilakukan antara lain:
1) Menyediakan tempat atau waktu tidur yang nyaman
2) Mengatur lingkungan yang cukup, pentilasi bebas dari bau-bauan
3) Melatih lansia melakukan latihan fisik ringan untuk melancarkan
sirkulasi darah dan melenturkan otot-otot. Latihan fisik ini dapat
dilakukan sesuai hobby, misalnya berkebun, berjalan santai, dll.
4) Memberikan minuman hangat sebelum tidur misalnya, susu
hangat.
5) Meningkatkan Hubungan InterPersonal
Masalah yang umum ditemukan pada lansia yaitu daya ingat yang
menurun, pikun, depresi, lekas marah dan mudah tersinggung, curiga.
Hal ini disebabkan karena hubungan inter personal yang tidak adikuat.
Upaya yang dilakukan antara lain:
1) Berkomunikasi dengan manusia dengan kontak mata
2) Memberikan stimulus / mengingatkan lansia terhadap kegiatan
yang akan dilakukan
3) Menyediakan waktu untuk berbincang-bincang dengan lansia
4) Memberikan lansia kesempatan untuk mengekspresikan / terhadap
respon verbal dan non verbal lansia
5) Melibatkan lansia untuk keperluan tertentu sesuai dengan
kemampuan lansia.
6) Menghargai pendapat lansia

4. IMPLEMENTASI
Semua tindakan yang telah direncanakan dilaksanakan sesuai dengan
kebutuhan lansia.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
1) Berbicara dengan lembut dan sopan
2) Memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan
dilakukan berulan kali, jika perlu dengan gambar
3) Memberikan kesempatan pada lansia untuk bertanya
5. PENILAIAN
Setiap tindakan yang telah dilakukan perlu dievaluasi / dinilai baik verbal
maupun non verbal untuk mengetahui sejauh mana lansia atau keluarga
mampu melakukan apa yang telah dianjurkan.
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
3.1 SIMPULAN

3.2 SARAN
Dalam pelaksanaan pemberian asuhan keperawatan pada individu
lansia harus sesuai dengan setiap aspek yang ada.