You are on page 1of 11

Baterai dan Resistor dalam Rangkaian

A. Tujuan Praktikum

1. Menentukan besarnya kuat arus yang mengalir pada rangkaian baterai dan resistor
(pengukuran berulang).
2. Menyelidiki hubungan antara tegangan baterai dengan kuat arus pada rangkaian
dengan hambatan konstan.
3. Menyelidiki hubungan antara hambatan dengan kuat arus pada rangkaian dengan
tegangan baterai konstan.
4. Menyelidiki pengaruh antara kuat arus dengan keadaan resistor.

B. Alat dan Bahan

1. Computer / laptop
2. Aplikasi java
3. Bahan topik 2

C. Dasar Teori

Hukum Ohm menyatakan besar kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar
berbanding lurus dengan beda potensial antar ujung-ujung penghantar, asalkan suhu
penghantar tetap. Hukum Ohm menggambarkan bagaimana arus, tegangan dan tahanan
berhubungan. George ohm menentukan secara eksperimental bahwa jika tegangan yang
melewati sebuah tahanan bertambahn nilainya, maka arusnya juga akan bertambah
nilainya, begitu juga sebaliknya. Hokum ohm dapat dituliskan:


I= .. (1)

Hukum Ohm dapat diterapkan dalam rangkaian tahanan seri, yang dimaksud dengan
rangkian tahanan seri adalah tahanan dihubungkan ujung tahanan yang ada pada rangkaian
diujung atau didalam suatu rantai untuk mencari arus yang mengalir pada rangkaian seri dengan
tahanan lebih dari satu, diperlukan jumlah total nilai tahanan tersebut. Hal ini dapat dimengerti
karena setiap tahanan yang ada pada rangkaian seri akan memberikan hambatan bagi arus yang
mengalir. (Rusdianto, 1999 : 19)

Resistor merupakan elemen pasif yang paling sederhana. Kita akan memulia batasan kita
dengan memperhatikan hasil karya fisikawan Jerman, George Simon, yang pada tahun 1827
mempublikasikan sebuah pamflet yang memaparkan hasil-hasil dari usahanya mengukur arus
dan tegangan serta hubungan matematika diantara keduanya. Salah satu yang diperoleh adalah
pernyataan tentang relasi fundamental yang saat kita sebut dengan hokum ohm.

Hukum ohm menyatakan bahwa tegangan pada terminal material penghantar berbanding
lurus terhadap arus yang mengalir melalui material ini. Dimana konstanta potensionalitas atau
kesebandingan R disebut resistansi. Satuan resistansi adalah ohm, dan bisa diangkat atau
dilambangkan dengan huruf besar . (Durbin, 2005 : 22)

Elemen-elemen besar bergerak dalam suatu medan listrik yang memperagakan periode
yang aliran sebagai lebure-nya. Selama gerakan mereka elektron-elektron bebas ini, sering kali
disebarkan oleh muatan uraian yang sesuai dengan atau untuk gerakan elektron jenis ini harus
menggunakan metode mekanika kuantum. Disini uraian yang termasuk sederhana sudah
mencukupi tetapi tidak terdapat medan listrik eksternal electron tersebut bergerak kesegala arah
dan tidak terdapat medan listrik eksternal elektron tersebut bergerak kesegala arah dan tidak ada
transportasi muatan netro atau arus listrik.

Tetapi jika digunakan medan listrik eksternal, terjadi aliran gerakan electron sembarang
sehingga terjadi arus listrik. Salah satu hokum fisika yang mungkin dikenal ialah hokum ohm.
Yang menyatakan untuk suatu konduktor logam pada suhu konstan perbandingan antara
perbedaan potensial V dua titik dari konduktor dengan arus listrik I yang melalui konduktor

V = IR (2)

Dari persamaan terlihat bahwa R dinyatakan salam satuan SI sebagai volt ampere atau
m2kgs-1c2 dan disebut ohm (). Jadi suatu ohm adalah tahan suatu konduktor yang dilewati arus
satu ampere ketika perbedaan potensialnya dijaga satu volt diujung konduktor tersebut. (Alonso,
1979 : 76) .
Resistifitas( dan konduktivitas) suatu logam tertentu tergantung pada temperature. Kawat
yang digunakan untuk membawa arus listrik dibuat dalam ukuran-ukuran standar. Diameter
penampang melintang sirkular ditunjukkan oleh suatu nomor gauge diamana nomor-nomor
yang semakin tinggi menyatakan diameter yang semakin kecil. Resistor untuk kegiatan
laboraturium kebanyakan dibuat dengan melilitkan kawat panjang dalam ruang yang pendek.
Karbon yang memiliki resistivitas relative tinggi, biasanya digunakan untuk resistor peralatan
elektronik. Resistor seperti ini umumnya diberi tanda dengan pita-pita berwarna untuk
menyatakan nilai resistansinya.

Gambar 1. Resistor

(Tipler, 2001 : 143-145).


D. Prosedur Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan selama praktikum.

2. Memastikan software yang akan digunakan sudah terinstall di laptop.

3. Membuka aplikasi dan mengamati rangkaian pada aplikasi.

4. Untuk tabel 1, menetapkan nilai tegangan baterai dan nilai hambatan resistor yang akan
digunakan di dalam rangkaian.

5. Melakukan pengukuran berulang sebanyak sepuluh kali untuk menentukan kuat arus yang
dihasilkan.

6. Memasukkan data hasil pengukuran pada tabel 1.

7. Menetapkan nilai hambatan yang akan digunakan.

8. Memvariasikan nilai tegangan sumber dan mengamati apa yang terjadi.

9. Menentukan besar dan kuat arus dalam rangkaian.

10. Memasukkan data hasil pengukuran pada tabel 2.

11. Menetapkan nilai tegangan baterai dan memvariasikan hambatan resistor pada rangkaian.

12. Menentukan besar dan kuat arus dan mencatat hasil pengukuran ke dalam tabel 3.

13. Sama seperti langkah 7 sampai 9, mengamati keadaan transistor dan warna transistor
seiring dengan variasi tegangan dan arus yang dihasilkan.

14. Memasukkan data hasil pengukuran pada tabel 4.


E. Tabel Data
F. Pengolahan Data
G. Tabel Data Hasil Pengolahan Data
H. PEMBAHASAN

Praktikum mengenai baterai dan resistor dalam rangkaian ini akan menyelidiki dan
membahas hubungan antara tegangan, resistor, dan arus. Data pada tabel 1, menunjukkan data
hasil pengukuran berulang terhadap besar kuat arus pada tegangan dan tahanan atau hambatan
tetap. Dari data diperoleh hasil pengukuran untuk kuat arus secara pengukuran berulang 20,32 A
denggan presentasi kesalahan kecil dibanding hasil perhitungan yaitu 21 A, yakni sebesar
3,23%.

Data pada tabel 2, menujukkan hubungan antara tegangan dan kuat arus. Berikut ini adalah
grafik hubungan antara tegangan dan kuat arus secara pengukuran dan perhitungan.

Dari grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa tegangan dan kuat arus berbanding lurus. Hal
ini sesuai dengan teori yang ada pada hukum Ohm.

Selanjutnya pada tabel 3, menunjukkan hubungan antara hambatan dan kuat arus.
Dari grafik dapat dilihat bahwa semakin besar tahanan maka kuat arus yang mengalir pada
rangkaian semakin kecil. Hal ini terbukti dari hukum Ohm yang menyatakan hubungan antara
hambatan dengan besar arus yang mengalir pada rangkaian adalah berbanding terbalik.

Secara teori, semakin besar tegangan pada rangkaian, maka kuat arus juga semakin besar dan
akan menyebabkan adanya penambahan temperatur pada resisitor. Pada tabel data 4, dapat kita
lihat bahwa semakin besar arus dan tegangan maka resistor akan semakin besar atau temperatur
naik yang ditandai dengan berubahnya indikator warna pada aplikasi (software). Berarti arus
berbanding lurus dengan keadaan resistor.
I. KESIMPULAN

1. Besarnya kuat arus yang mengalir pada rangkaian baterai dan resistor adalah 21 A.

2. Tegangan baterai dengan kuat arus pada rangkaian berbanding lurus.

3. Hambatan dengan kuat arus pada rangkaian berbanding terbalik.

4. Semakin besar kuat arus pada rangkaian maka resistor pada rangkaian akan semakin
panas.
DAFTAR PUSTAKA

Alonso, Dkk . 1979 . Dasar-Dasar Fisika Universitas . Jakarta : Erlangga

Durbin , Dkk . 2005 . Rangkaian Listrik . Jakarta : Erlangga

Rusdianto , eduard . 1999 . Penerapan Konsep Dasar Listrik Dan Elektronika . Yogyakarta
: Konsius

Tipler, paul A . 2001 . Fisika Untuk Sains dan Teknik Jilid 2 . Jakarta : Erlangga