You are on page 1of 18

Kata Pengantar

Puji syukur diucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Geostrategi Indonesia
ini guna menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Makalah ini kami susun bertujuan untuk memberikan pembahasan
tentang Geostrategi Indonesia.
Mungkin dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan. Untuk itu, kami mohon maaf atas segala kekurangan yang ada
dalam makalah ini dan mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
guna kedepannya agar lebih baik lagi.

Padang, 01 Maret 2014

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................1
BAB I PENDAHULUAN..................................................3
1.1............................................................Latar
Belakang....................................................3
1.2............................................................Rumus
an Masalah................................................3
1.3............................................................Tujuan
Penulisan...................................................3
1.4............................................................Metode
Penulisan...................................................4
1.5............................................................Sistema
tika Penulisan ............................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .........................................5
BAB III PEMBAHASAN .................................................6
BAB IV PENUTUP.........................................................17
4.1 Kesimpulan..................................................17
4.2 Saran..........................................................17
DAFTAR PUSTAKA.......................................................18

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Dalam zaman yang sudah modern ini terkadang masih ditemukan banyaknya
ancaman terhadap negara negara yang berkembang khususnya Indonesia. Masih
banyaknya pihak pihak yang ingin mengadu domba Indonesia demi memperoleh
kepentingannya masing masing.
Dalam situasi seperti inilah pertahanan Indonesia harus diprioritaskan, terutama
dalam menghadapi ancaman yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan serta
kedaulatan negara Indonesia baik itu dalam menghadapi ancaman yang kecil maupun
besar.
Oleh karena itu bangsa Indonesia juga harus mempunyai wawasan nasional yang
dapat dijadikan acuan dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sehingga bangsa Indonesia tau bagaimana cara memanfaatkan kondisi lingkungan, dan
kondisi geografisnya dalam mencapai tujuan nasional dan cita cita negara republik
Indonesia.

1.2 Rumusan masalah


Dari materi geostrategi Indonesia tersebut penulis dapat merumuskan masalah
nya sebagai berikut :
1. Apa itu geostrategi Indonesia?
2. Apa itu ketahanan Nasional?
3. Bagaimana pengaruh aspek ketahanan nasional terhadap kehidupan
berbangsa dan bernegara?

1.3 Tujuan penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas kelompok dalam matakuliah pendidikan
kewarganegaraan
2. Untuk dijadikan bahan dalam diskusi kelompok
3. Untuk mengetahui bagaimana geostrategi Indonesia

3
1.4 Metode penulisan
Metode dan tekhnik penulisan yang digunakan dalam makalah ini adalah de-
ngan metode studi pustaka yaitu guna mendapatkan materi yang bersifat teoritis dan
kemudian sumber sumber yang dijadikan sebagai rujukan adalah berbagai sumber
diantaranya buku dan internet.

1.5 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
Bab I : Merupakan bagian pendahuluan yaitu latar belakang masalah, perumusan
masalah, tujuan penelitian, metode dan teknik penulisan serta sistematika penulisan.
Bab II : Merupakan tinjauan pustaka yang berisi tentang dasar dasar teori yang
digunakan dalam pembahasan geostrategi Indonesia.
Bab III : Merupakan pembahasan yang menguraikan tentang geostrategi Indonesia
Bab IV : Merupakan bagian penutup dari karya tulis ini dalam bentuk kesimpulan dan
saran

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. Undang Undang Dasar 1945


2. Buku Pendidikan Kewarganegaraan

2.1 Pengertian geostrategi


Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan aturan untuk mewujudkan
cita cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang
bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi
guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan bermartabat. 1

Bagi bangsa Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan


cita cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, melalui
proses pembangunan nasional.2

2.2 Pengertian beberapa istilah


1. Ketahan adalah suatu kekuatan yang membuat suatu bangsa dan negara
dapat bertahan, kuat menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan
tantangan
2. Tantangan adalah merupakan suatu usaha yang bersifat menggugah
kemampuan
3. Ancaman adalah suatu usaha untuk mengubah atau merombak kebijaksanaan
atau keadaan secara konsepsial dari sudut kriminal maupun politis.
4. Hambatan adalah suatu kendala yang bersifat atau bertujuan melemahkan
yang bersifat konseptual yang berasal dari dalam sendiri.

______________
1
Khaelan dan Zubaidi, Ahmad, Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan tinggi
(Paradigma Yogyakarta,2010), hal.143.

2
Ibid.

5
BAB III
PEMBAHASAN

1.) Apa itu geostrategi Indonesia?


Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi
geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk
mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan
tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masadepan
yang lebih baik, aman dan sejahtera. Oleh karena itu geostrategi Indonesia bukanlah
merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang tetapi untuk kepentingan
kesejahteraan dan keamanan.

Perkembangan konsep geostrategi Indonesia


Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan
komando Angkatan Darat (SSKAD) Band
Tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang terumus adalah pentingnya
pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang
ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu
dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial
dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina.
Pada tahun 1965 an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep
geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: bahwa
geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan
keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan
menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun
eksternal. Dalam gagasan agak lebih progresif tapi tetap terlihat konsep geostrategi
Indonesia baru sekedar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan
penangkal bahaya.
Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian
tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. Pada era
itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan
potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna
menajga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuan nasional
dapat tercapai.

6
Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam
bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam
pemmbangunan nasional.
Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh
negara-negara yang lain, bertujuan untuk:
Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional baik yang berbasis
pada aspek ideologi, politik, sosial budaya dan hankam mupun aspek-aspek alamiah, bagi
upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa untuk mewujudkan cita-cita
proklamsi dan tujuan nasional.

Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam:


1. Menegakkan hukum dan ketertiban (Law and Order)
2. Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (Welfare and Prosperity)
3. Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (Defense and Prosperity)
4. Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (Yuridical Justice and Social
Justice)
5. Tersedianya kesempatn rakyat untuk mengaktualisasikan diri (Freedom of the
People)

Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat


pokok:
Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan
geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan,
hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara
Indoesia.
Bersifat developmental/pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan
bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai
kesejaheraan rakyat.

7
2.) Apa itu ketahanan Nasional?
Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
didalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman,tantangan, hambatan dan
gangguan baik yang datangnya dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun
tidak langsung membahayakan integritas,identitas,kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional.

Perkembangan Konsep Pengertian Tannas


Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960 an
Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat
Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963 an.
Tannas adalah keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala kekuatan,
baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung
membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia.
Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969 an.
Tannas adalah keuletan dan daya tahan kita menghadapi segala ancaman baik yang
datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung
membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia.
Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No.SKEP/1382/XII/1974.
Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan
dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di
dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, tantangan baik yang
datang dari dalam maupun dari luar yang langsung maupun tidak langsung,
membahayakan integritas Identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta
perjuangn nasional.
Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997.
Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek
kehidupan bangsa dan negara. Pada hakikatnya Tannas adalah kemampuan dan
ketangguhan suatu bangsa untuk menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan
bangsa dan negara

8
Konsepsi ketahanan nasional :
a. Kekuatan apa yang ada pada suatu bangsa dan negara sehingga ia
mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.
b. Kekuatan apa yang dimiliki oleh suatu negara dan bangsa sehingga ia
selalu mampu mempertahankan hidupnya, meskipun mengalami berbagai
gangguan, hambatan, dan ancaman baik dari dalam maupun luar negeri
c. Ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya mengandung
makna keteraturan (regular) dan stabilitas, yang didalamnya terkandung
potensi untuk terjadinya perubahan (the stability idea of changes )
(Usman,2003: 5)

Berdasarkan pengertian sifat sifat dasarnya maka ketahanan nasional adalah:


a. Integratif
Hal itu mengandung pengertian segenap aspek kehidupan kebangsaan dalam
hubungannya dengan lingkungan sosialnya, lingkungan alam dan suasana
kedalam saling mengadakan penyesuaian yang selaras dan serasi
b. Mawas kedalam
Ketahanan nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu
sendiri, untuk mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya. Pengaruh luarnya
adalah hasil yang wajar dari hubungan internasional dengan bangsa lain
c. Menciptakan kewibawaan
Ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat integratif mewujudkan
suatu kewibawaan nasional serta memiliki deterrent effect, yang harus
diperhitungkan pihak lain
d. Berubah menurut waktu
e. Ketahanan nasional suatu bangsa pada hakikatnya tidak bersifat tetap,
melainkan sangat dinamis. Ketahanan nasional dapat meningkat atau
menurun tergantung kepada situasi dan kondisi.

Beberapa aspek ketahanan nasional


a. Aspek alamiah (tri gatra)
1. Letak geografis negara
2. Keadaan dan kekayaan alam
3. Keadaan dan kemampuan penduduk

b. Aspek kemasyarakatan (panca gatra)


1. Ideologi
2. Politik

9
3. Ekonomi
4. Sosial budaya dan hankam
5. Pertahanan dan keamanan

Hakikat Ketahanan Nasional


Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan
suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa
dan negara. Ketahanan nasional ini tergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh
warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial,sebagai landasan
penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. Ketahanan Nasional mengandung
makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional,baik fisik maupun
sosial serta memiliki hubungan erat antara gatra didalamnya secara komprehensif
integral. Kelemahan salahsatu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang
lain,yang dapat mempengaruhi kondisi keseluruhan.
3. Bagaimana pengaruh aspek ketahanan nasional terhadap kehidupan berbangsa dan
bernegara?

A. PENGARUH ASPEK IDEOLOGI


1. Ideologi dunia
1.1 Liberalisme
Paham liberalisme berkembang dari akar akar rasionalisme yaitu paham yang
mendasarkan pada rasio sebagai sumber kebenaran empiris yang mendasar atas
kebenaran fakta empiris, serta individualisme yang meletakkan nilai dan kebebasan
individu sebagai nilai tertinggi dalam segala aspek kehidupan masyarakat dan negara.
1.2 Komunisme
Ideologi komunisme pada hakikatnya bercorak partikular yaitu suatu ideologi
yang hanya membela dan diperuntukan suatu golongan tertentu, yaitu golongan proletar.
Ideologi komunisme mencanangkan suatu cita cita yang bersifat utopis yaitu suatu
masyarakat tanpa kelas, masyarakat yang sama rata dan sama rasa.

1.3 Ideologi Keagamaan


Banyak gerakan politik diberbagai negara termasuk di Indonesia yang
mendasarkan organisasinya atas basis ideologi agama. Aspek positifnya yaitu mengajak
umat manusia agar tidak melakukan kekerasan dan mengamalkan moral yang baik dalam

10
hidup didunia, tetapi aspek negatifnya yaitu banyak pembenaran politik yang
mengatasnamakan agama.
2.Ideologi Pancasila
Pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara, sehingga konsekuensinya seluruh
aspek dalam penyelenggaraan negara berazaskan sistem nilai yang terkandung dalam
pancasila.
3.Ketahanan nasional bidang ideologi
3.1 Konsep pengertian ketahanan ideologi
Merupakan suatu kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan ideologi dalam
menghadapi segala rintangan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negara
indonesia.
3.2 Strategi pembinaan ketahanan ideologi
Agar terwujudnya suatu ketahanan nasional bidang ideologi secara
strategis harus diwujudkan baik secara kenegaraan maupun secara kewarganegaraan.
Artinya suatu ideologi harus terealisasikan baik dalam kehidupan perseorangan dalam
berbangsa dan bernegara maupun dalam kehidupan kenegaraan secara formal.

B. PENGARUH ASPEK POLITIK


1. Pengertian
Dalam kehidupan negara tidak bisa dilepaskan dari sistem kepartaian dan sistem
pilitik.
2. Politik dalam negeri
Adalah kehidupan kenegaraan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang
mampu menyerap aspirasi dan mendorong partisipasi masyarakat dalam suatu sistem.

3.Politik luar negeri


Adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan
antar bangsa. Politik luar negeri indonesia yaitu berdasarkan UUD 1945 yaitu
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan

11
keadilan sosial, serta anti penjajahan bangsa satu terhadap bangsa lainnya karena
ketidaksesuaian dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Rincian politik luar negeri indonesia adalah:
1. Sebagai bagian integral dari strategi nasional
2. Garis politik luar negeri indonesia adalah bebas dan aktif

C. PENGARUH ASPEK EKONOMI


1. Pengertian
Merupakan suatu bidang kegiatan manusia dalam rangka mencukupi
kebutuhannya disamping alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
2. Perekonomian Indonesia
Bangsa Indonesia sebenarnya telah memiliki sistem perekonomian sendiri yaitu
yang menekankan azas kebersamaan dan kekeluargaan, sistem ini secara konstitusinal
telah dijamin dalam pasal 33 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa sistem ekonomi
indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
Secara makro sistem perekonomian indonesia dapat disebut sistem
perekonomian kerakyatan. Negara dalam hal ini pemerintah harus mampu
memakmurkan rakyat dengan memanfaatkan kekayaan alam daerah setempat.
3.Ketahanan pada aspek ekonomi
Merupakan suatu kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan, kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala
tantangan dan dinamika perekonomian demi menjamin kelangsungan dan peningkatan
perekonomian bangsa dan negara republik Indonesia yang telah diatur berdasarkan UUD
1945.

D. ASPEK SOSIAL BUDAYA


1. Pengertian
Melalui kebudayaan kehidupan manusia menjadi serasi, selaras serta dinamika
yang normatif menuju taraf kehidupan yang lebih tinggi.
2. Kondisi budaya di indonesia

12
Bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan sub etnis yang masing
masing memiliki kebudayaannya tersendiri.
3. Struktur sosial di Indonesia
Empat unsur penting dalam struktur sosial indonesia:
a. Struktur sosial artinya fungsi utama dari hidup berkelompok
dimaksudkan agar mudah dalam menjalankan tugas dan memenuhi kebutuhan
hidup
b. Pengawasan sosial yaitu suatu sistem dan prosedur yang mengatur
kegiatan dan tindakan masyarakat dalam berinteraksi agar tidak terjadi konflik
c. Media sosial yaitu dalam masyarakat diperlukan hubunga atau relasi
d. Standar sosial yaitu standar sosial dalam kehidupan harus selalu ada
4. Ketahanan pada aspek sosial budaya
Suatu kondisi dinamis sosial budaya suatu bangsa, yang berisi keuletan,
ketangguhan suatu negara dalam mengatasi segala tantangan yang membahayakan
kelangsungan kehidupan sosial budaya Indonesia.

E. ASPEK PERTAHANAN DAN KEAMANAN


1. Filosofi Pertahanan dan keamanan
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh
rakyat indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan negara ini demi
kelangsungan hidup bangsa dan Negara kesatuan republik Indonesia.
2. Postur Kekuatan Pertahanan dan Keamanan
2.1 Postur Kekuatan Hankam
Mencakup struktur kekuatan, tingkat kemampuan, dan gelar kekuatan.
4 pendekatan untuk membangun postur kekuatan hankam adalah pendekatan
ancaman, misi, kewilayahan dan politik.
2.2 Pembangunan Kekuatan Hankam
Kekuatan hankam perlu mengantisipasi prediksi ancaman dari luar sejalan
dengan pesatnya perkembangan iptek militer, yang telah menghasilkan daya
gempur yang tinggi dan jarak jangkauan jauh.

2.3 Hakikat ancaman


Ancaman masa depan yang perlu diwaspadai adalah serangan langsung lewat
udara dan laut oleh kekuatan asing yang memiliki kepentingan terhadap
Indonesia.

13
2.4 Gejolak dalam negeri
Adanya link-up antara kekuatan dalam negeri dan kekuatan luar negeri.
2.5 Geopolitik ke arah geoekonomi
Kondisi ini mengimplikasikan semakin canggihnya upaya diplomasi guna
mencapai tujuan politik dan ekonomi.
2.6 Perkembangan lingkungan strategis
Perkembangan ini mengisyaratkan bahwa pergeseran geopolitik ke arah
geoekonomi, membawa perubahan besar dalam penerapan kebijaksanaan dan
strategi negara-negara di dunia dalam mewujudkan kepentingan nasionalnya
masing masing
2.7 Mewujudkan postur kekuatan hankam

3.Ketahanan pada aspek pertahanan dan keamanan


1) Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiap siagaan
serta upaya bela negara, yang berisi ketangguhan, kemampuan dan kekuatan
melalui penyelenggaraan Siskamnas (Sishankamrata) untuk menjamin
kesinambungan Pembangunan Nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan
negara Republik Indonesia yang berdasarkan filsafat Pancasila dan landasan
konstitusional UUD 1945.
2) Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan
kedaulatan. Mempertahankan kemerdakaan bangsa dan mengamankan
kedaulatan negara merupakan suatu kehormatan demi martabat bangsa dan
negara. Karena itu, pertahan dan keamanan harus diselenggarakan dengan
mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri.
3) Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan demi
kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan
negara.

4) Potensi nasonal dan hasil hasil pembangunan yang telah dicapai harus
dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat
Indonesia.
5) Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan
dan kemampuan pertahanan dan keamanan sedapat mungkin dihasilkan industri

14
dalam negeri. Pengadaan dari luar negeri dilakukan karena industri dalam negeri
masih terbatas kemampuannya. Karena itu, industri dalam negeri harus
ditingkatkan kemampuannya.
6) Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan pertahanan
dan keamanan harus diselenggarakan oleh manusia manusia yang berbudi
luhur , arif, bijaksana, menghormati Hak Asasi Manusia (HAM), dan menghayati
makna nilai dan hakikat perang dan damai. Kelangsungan hidup dan
perkembangan hidup bangsa memerlukan dukungan manusia manusia yang
bermutu tinggi, tanggap, tangguh, bertanggung jawab, rela berjuang, dan
berkorban demi kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan golongan
dan pribadi.
7) Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional, TNI
berpedoman pada Sapta Marga yang merupakan penjabran dari asas kerohanian
negara Pancasila. Dalam keadaan damai TNI dikembangkan dengan kekuatan
kecil, profesional, efektif, efisien, dan modern bersama segenap kekuatan
perlawanan bersenjata dalam wadah Siskamnas (Sishankamrata) yang
strateginya adalah pengkalan. Sebagai kekuatan inti Kamtibnas, Polri
berpedoaman kepada Tri Brata dan Catur Prasetiya dan dikembangkan sebagai
kekuatan yang mampu melaksanakan penegakan hukum, pemeliharaan
keamanan dan penciptaan ketertiban masyarakat.
8) Kesadaran dan ketaatan masyarakat kepada hukum perlu terus menerus
ditingkatkan.

Dengan demikian, Ketahanan Pertahanan dan Keamanan yang diinginkan adalah


kondisi daya tangkal bangsa dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat dan
mengandung kemampuan memelihara stabilitas Pertahan dan Keamanan Negara,
mengamankan pembangunan dan hasil hasilnya, serta mempertahankan
kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman (Lemhanas, 2000).

4.Keberhasilan ketahanan nasional indonesia


Kondisi kehidupan merupakan suatu pencerminan Ketahanan Nasional yang
mencakup aspek idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahan keamanan.
Kondisi ini harus ada dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan ideal

15
Pancasila dan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional wawasan nusantara. Untuk
mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional setiap warga negara Indonesia perlu :
1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non
fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu
mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala
tantangan, ancaman, gangguan dan hambatan yang datang dari luar maupun
dari dalam untuk menjamin identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta pencapaian tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli akan pengaruh pengaruh yang timbul pada aspek
idiolgi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahan keamanan sehingga setiap
warga negara Indonesia dapat mengeliminir pengaruh tersebut.
Apaila setiap warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa, sadar
serta perduli terhadap pengaruh yang timbul serta dapat mengeliminir pengaruh
tersebut. Ketahan Nasional Indonesia akan berhasil. Pewujudan Ketahan nasional
memerlukan satu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan yang disebut Politik dan
Strategi Nasional (Polstranas) (Lemhanas, 2000).
Demikianlah letak pentingnya pengaruh aspek Pertahan dan Keamanan Nasional
dalm mewujudkan cita cita nasional, terutama kearah terwujudnya masyarkat yang
berkeadilan dan berkemakmuran. Hal ini menjadi sangat penting sekali terutama pda
kondisi bangsa indonesia yang sedang melakukan reformasi di berbagai bidang dan
kondisi bangsa yang sedang mengalami krisi multidimensioanal dewasa ini. Hakihat
tujuan reformasi pada akhirnya adalah perbaikan nasib bangsa agar menjadi lebih
sejahtera, makmur, tentra, aman dan damai. Hal yang demikian ini dapat tercapai
mankala pertahan dan keamana dapat terwujud dengan proporsioanal dan memadai.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Geostrategi sangat diperlukan bagi seluruh bangsa didunia, Indonesia pun tak
luput dari pentingnya geostrategi ini, oleh karena itu geostrategi tersebut sangat
berpengaruh terhadap hampir semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

16
Gejala- gejala memaksakan kehendak dari negara maju terhadap negara
berkembang belakangan sangat marak, baik itu dalam bidang politik, ekonomi, sosial
budaya maupun agama, untuk itu perlu adanya kekuatan dari dalam diri bangsa
Indonesia untuk menghadapi semua permasalahan yang kompleks tersebut guna
mencapainya perdamaian yang abadi.

4.2. Saran
Kita sebagai warga negara Indonesia harus menjalin kerjasama yang baik kepada
semua negara- negara didunia.
Kita sesama warga Indonesia harus saling tolong menolong demi kejayaan
bangsa, kemakmuran serta kesejahteraan bangsa Indonesia tanpa harus melihat ras,
warna kulit, agama dan perbedaan lainnya yang dapat menyebabkan negara Indonesia
menjadi pecah belah.

Daftar Kepustakaan

Kaelan, Zubaidi, Achmad.2010.Pendidikan Kewarganegaraan : Untuk Perguruan


Tinggi.Yogyakarta : Paradigma Yogyakarta.

Rhedbook Publisher.2010.3 UUD Republik Indonesia.

17
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CEEQFjAE&url=htt
p%3A%2F%2Fstaff.uny.ac.id%2Fsites%2Fdefault%2Ffiles%2Fpendidikan%2FDr.
%2520Rukiyati%2C%2520M.Hum.%2FMateri%25209%2520-
%2520%2520Geostrategi.doc&ei=dKwZU6vAOcz_rAf17YDICw&usg=AFQjCNFU2V5FCPr7
vh8Z34hZ1K-PGqcK3g&bvm=bv.62578216,d.bmk (diakses tanggal 07 maret 2014 Pukul :
18.34)

18