Вы находитесь на странице: 1из 11

Pulau papua merupakan eilayah yang terletak di ufuk timur

Indonesia, yang menyimpan kekayaan akan sumberdaya alam yang sangat

luar biasa, bahkan juga memberikan tanah yang subur dan keindahan alam

yang digemari hingga dunia internasional. Misalkanya keadaan laut di

kabupaten raja empat, dan gunung salju yang ada di kabupaten mimika, dan

daerah-daerah lain di seluruh tanah papua.Tuhan memberikan special untuk

orang papua, namun kini tempat-tempat itu sudah dirusaki oleh orang-orang

yang ingin mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

Dengan mempunyai animo yang tinggi dalam rangka mendapatkan

keuntungan yang besar, maka mereka datang ke papua, kemudian saling

baur-membaur dan mempengaruhi untuk mendapatkan sesuatu yang mereka

ingin mengejar apa yang menjadi obsesi dan impian mereka.berkaitam

dengan hal-hal seperti ini, ada yang mempertahankan apa yang sudah

menjadi capaiannya, dan tentu mereka yang mempunyai keuntungan yang

besar, sehingga tidak mau turun dari posisi itu. Sementara ada orang lain

yang punya kemampuan rendah sekaligus kelas menengah kebawah, tentu

mereka ini berupaya untuk sama dengan mereka yang sudah posisi aman.

Sehingga antara orang yang ingin meningkatkan atau maju secara ekonomi

dengan orang yang ingin mempertahankan karena posisi sudah aman.

Dengan saling mempertahankan dan saling bersaing inilah yang kerap

muncul konflik .
Terkait dengan kekayaan alam yang begitu besar dan berlimpah-

ruah di pulau Papua, Indonesia paling timur ini, sehingga kemudian setiap

investor atau pemodal asing baik itu secara internasional maupun nasional

berbondong-bondong datang ke sana untuk eksploitasi maupun eksplorasi.

Segala kekayaan alam tersimpan dipulau papua, baik tambang tembaga,

emas, gas bumi, batubara, perak maupun lindung yang begitu luas. Setiap

investor yang masuk ke sana baik untuk pengolahan pertambangan emas

maupun pengelolaan penebangan kayu.

Setiap investor, sebagian yang punya izin resmi dari pemerintah,

usaha penambangan, maupun penebangan kayu. Yang belum punya izin

sering disebut dengan penambangan dan penebangan liar.

Kehadiran pengelola-pengelola sumberdaya alam seperti

penambang-penambang emas, pengelola penambang kayu, selalu memicu

kekerasan, intimidasi, pelanggaran HAM, dan lain sebagainya.

Bagaimanapun perusahaan ingin menguasai areal penambangan, kemudian

ingin mendatangkan keuntunganyang sebesar-besarnya. Inilah yang terjadi

atau ada di benak perusahaan, sehingga tentu saja bisa memarjinalkan dan

mengabaikan masyarakat setempat sebagai pemilik hak ulayat.

Dengan melihat setiap kekerasan dan pelanggaran HAM di daerah

pertambangan atau perusahaan, masyarakat selalu mengalami ketakutan.

Secara psikologis masyarakat papua, terutama masyarakat yang tinggal


dekat dengan areal pertambangan sedang mengalami ketakutan yang luar

biasa. Apalagi di tahun-tahun sebelum otonomi khusus lahir, lebih luar

biasa lagi, karena setiap penambang atau perusahaan kerjasama dengan

aparat keamanan dan memiliki kekuatan militer. Dengan tujuan agar bisa

menghadapi masyarakat setempat, apabila terjadi tuntutan masyarakat atas

hak ulayatnya terhadap perusahaan. Misalnya kabupaten paniai tempat

penambanga dijaga polisi, kemudian pada tahun 1997-2002 waktu

penebangan kayu di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari,

Kopasus, Brimob dan militer yang menjaganya diarea-area tersebut yang

menjadi korban adalah masyarakat kecil dan buruh. Itulah sampai dengan

hari ini, masyarakat papua sangat sulit menghilangkan ketakutan dan

traumatic. Masyarakat papua dibatasi untuk mengeluarkan pendapat dan

tidak boleh masyarakat engambil tindakan yang agak keras. Jika itu terjadi,

maka dipukuli dan ditodong dengan menggunakan alat Negara kemudian

ditakut-takuti masyarakat dengan berbagai cara dengan militer maupu

Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Adapun actor yang terlibat dalam operasi Freeport antara lain :

1. Pemerintah Pusat Dan Daerah

Pemerintah pusat memainkan perana yang sangat penting

setelah Suharto naik kekuasaan pada 1965. Undang-undang

investasi yang disetujui pada pemerintahannya menawarkan


sebuah insentif yang kuat untuk perusahaan-perusahaan

internasional agar menjalankan usahanya di Indonesia, dan

merupakan bentuk utama dari usaha pemerintah untuk

menarik dukungan internasional dan mendorong sebanyak

mungkin investasi asing di Indonesia dalam waktu singkat.

Disamping undang-undang investasi, pemerintaha soeharto

juga mengeluarkan undang-undang pertambangan, UU No.

11/1967, yang memberikan hak kepada Freeport untuk

beroperasi di Timika. Ifdhal kasim, direktur lembaga advokasi

Kebijakan dan Penelitian, di Jakarta, menjelaskan bahwa

Undang-Undang pertambangan menawarkan insentif yang

bernilai bagi para investor dan tidak memberikan

perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal diwilayah itu,

atau terhadap sumberdaya alam mereka. Kasim juga

menjelaskan bahwa undang-undang pertambangan tidak

menyebutkan partisipasi masyarakat local dalam negosiasi-

negosiasi kesepakatan kontrak antara pemerintah dan actor-

aktor swasta. Sebaliknya pemerintah Pusat juga mengeluarkan

regulasi tambahan yang kontradiktif dari penerapan undang-

undang Pertanahan No.5/1960 yang dikeluarkan oleh

pemerintah diera soekarno.sebuah undang-undang yang

banyak pihak mengatakan bahwa akan, jika di


implementasikan, memberikan perlindungan yang signifikan

terhadap hak-hak atas tanah ulayat. Undang-undang ini

bagaimanapun tidak mendefinisikan secara jelas hubungan

antara hak-hak ini, hak prerogative Negara dan peranan dari

perusahaan swasta.

2. Militer Indonesi (TNI)

TNI selalu menjadi partner yang dekat dalam menjalankan

bisnis soeharto. Disamping keterlibatan dari sebagian jendral

berpangkat tinggi didalam bisnis pertambangan, langsung

maupun tidak langsung TNI bertanggung jawab terhadap

keamanan di Freeport. Freeport membayar untuk para

personel militer diwilayah itu berdasarkan laporan terkini

bahwa telah diberikan USD 5.6 juta untuk TNI pada 2002,

dan tuntutan atas bukti-bukti telah dilakukan. Sebuah

investigasi yang dilakukan oleh komisi nasional untuk hak-

hak asasi manusia ( Komnas HAN) terhadap aktifitas yang

berlangsung disekitar wilayah pertambangan sejak oktober

1994-Juni 1995 mendokumentasikan pembunuhan tanpa

diskriminatif, penyiksaan dan pelayanan yang tidak

manusiawi, penangkapan diluar hokum, dan penahanan tanpa

alas an yang jelas, penculikan, penahanan rumah, dan

penghancuran harta milik pribadi.


Walaupun pememrintah telah berusaha untuk mereformasikan

peranan militer sejak jatuhnya soeharto, banyak pihak yang

mengatakan bahwa revormasi ini hanya lip service, dan dalam

kenyataannya, militer masih mempertahankan strukturnya

yang luas, khususnya di daerah-daerah yang bergolak seperti

Aceh dan Papua Barat, dimana posisi mileter tersebar ke

seluruh pelosok wilayah dalam rangka untuk memerangi

gerakan separatis (Saores, 2011).

3. Organisasi- Organisasi Masyarakat Lokal dan Kelompok-Kelompok

komunitas lain.

Sejak kedatangan Freeport di timika, masyarakat local telah

mengekspresikan ketidak puasan mereka terhadap Freeport

dan telah melakukan protes terhadap operasi

tambangnya.kelompok masyarakat yang peling aktif berasal

dari dua suku, yaitu masyarakat Amungme dan masyarakat

Kamoro. Adalah dari tanah tradisional mereka Freeport

menggali sumberdaya alam. Masyarakat Amungme akhirnya

meresmikan kelompok tradisional mereka dalam sebuah

organisasi yang dinamakan LEMASA (Lembaga masyarakat

Adat Suku Amungme). LEMASA menjadi sangat kuat dan

organisasi masyarakat adat terpenting yang mengangkat

persoalan-persoalan hak asasi manusia yang ditimbulkan oleh


Freeport. Pada awal 1999 pimpinan LEMASA mengajukan

gugatan hokum terhadap Freeport di sebuah pengadilan

amerika serikat di New Orleans menuntut bahwa pelanggaran

hak-hak aasi manusia yang dilakukan oleh Freeport

melanggar hukumadat internasional. Akirnya LEMASA

bekerja sama dengan Freeport melalui konstribusi pentingnya

didalam lembaga pengembangan Masyarakat. (LPM-IRJA),

lembaga ini dibentuk untuk mengatur pemakaian dana

pembangunan yang diberikan oleh perusahaan. Suku yang

lain, Komoro juga memiliki organisasi tersendiri yang

dinamai LEMASKO (lembaga masyarakat adat kamoro).

LEMASKO sering mendukung usaha yang dilakukan oleh

LEMASA . dua organisasi masyarakat ini telah terlibat dalam

melakukan kritik terhadap retorika pertanggungjawaban

Freeport, dalam kaitannya dengan operasinya khususnya di

timika, Papua barat.

Respon Freeport Terhadap Tuntutan Dari Komunitas Bantuan Dana

Satu Persen.

Peresmian relasi pertama antara Freeport dan kelompok-kelompok

local berlangsung pada tahun 1974, dengan ditandatanganinya persetujuan


januari. Persetujuan januari mengembangkan sebuah relasi tiga pihak antara

kelompok-kelompok local, Amungme, Freeport, dan pemerintahan privinsi

irian jaya. Persetujuan ini sebagai hasil dari tuntutan masyarakat amungme

untuk mtnghargai penggunaan tanah mereka untuk operasi operasi

Freeport. Adapun isi dari perjanjian in Freeport setuju untuk :

1. mendirikan sebuah sekolah, termasuk ruang penginapan untuk para guru

2. membangun sebuah klinik kesehatan, termasuk perumahan untuk para

perawat.

3. membangun sebuah pasar dan pusat perbelanjaan

4. membangun beberapa rumah sebagai model dan untuk melanjutkan

pembangunan perumahan

5. menyediakan fasilitas dan kesempatan kerja yang lebih untuk penduduk

local berdasarkan pertumbuhan ekonomi, dan

6. menyediakan fasilitas kepada pemerintah provinsi, meliputi, sebuah

kantor dan sebuah rumah

Walaupun pemerintahan local (baik distrik dan tingkat provinsi)

tidak menjadi bagian COW (Contract Of Work), dalam proses penerapan

program-program social, Freeport menandatangani beberapa persetujuan


dengan pemerintah likal. Persetujuan januari dan bantuan dana satu pesen

dala persetujuan itu menetapkan relasi Freeport dengan pemerintah local.

Bagaimanapun pemerintahan local papua barat benar-benar dikontrol oleh

pemerintah pusat Indonesia,. Tentu saja, konstribusi langsung Freeport

terhadap pemerintah daerah membedakannya dari provinsi yang lain di

indinesia, dan menciptakan insentif kepada pejabat pemerintah di tingkat

distrik untuk terlibat di dalam program Freeport.


Tugas perbaikan
Sosiologi pertambangan

KONFLIK PERTAMBANGAN DI TANAH


PAPUA

Oleh :
HASTUTI

13 31 1 578

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS

PEJUANG REPUBLIK INDONESIA

MAKASSAR

2015