You are on page 1of 1

1. Kompetensi dokter umum pada kasus seperti ini?

2. Mengapa dipantau balance diuresis?


3. Bagaimana prinsip alkalinisasi pada hiperleukositosis? Mengapa yg dipantau ph urin? Bisa
ga ph darah?
4. Mengapa di kasih ampisilin dan gentamisin?
5. Bagaimana prognosis pada pasien ini? Mengapa dubia ad malam?
Karena dilihat dari gambaran klinis. Umur: kelompok jmur 2-6 tahun prognosis paling baik. Umur kurang
dari 1 tahun dan di atas 10 tahun prognosis tidak baik. 3. Tingginya sel leukemia (bias) di darah tepi,
yang biasanya berkaitan dengan tingginya jumlah leukosit, memperburuk prognosis. 4. ALL >
50.000/mm3 berkaitan dengan prognosis kurang baik (meningeal relaps). Meningeal leukemia
memperburuk prognosis. Infeksi berat/sepsis mempunyai prognosis tak baik. b. Perdarahan memberi
prognosis kurang baik. c. Common ALL mempunyai prognosis > pre B-ALL > T-ALL > B-ALL. B-ALL
palingburuk (belum ada fasilitas). d. Pasien LLA dengan hiperploidi punya masa remisi paling panjang
dibanding lainnya. e. Pasien pseudoploidi punya remisi paling pendek (bila perlu dapat diperiksa).
Tanda-tanda 1 s/d 5 dalam praktek digunakan untuk mengelompokkan pasien dalam high risk dan non-
high/normal risk
6. Apa komplikasi yg ditakutkan pada kasus seperti ini?
7. Mengapa hiperleuko sbg kegawatdaruratan?
8. Mengapa darahnya bisa asam?
9. Apa efek asam pada tubuh?
10. Trus kalo asam diapain?