Вы находитесь на странице: 1из 6

Laporan Kasus Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)

F.6. Upaya Pengobatan Dasar


Retensio Urine Et Causa Suspek Benign Prostate Hyperplastic

Oleh :
dr. Veryne Ayu Permata M.

Pembimbing :
dr. Wahyu Widarti

Pusat Kesehatan Masyarakat Kalitidu


Kabupaten Bojonegoro
Tahun 2017
LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS
Ruangan : IGD PKM Kalitidu
Nama : M. Ahmad Toha
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 52 tahun
Alamat : Desa Jampet, Kec. Ngasem, Kab. Bojonegoro
Tanggal pemeriksaan : 19 Agustus 2017, 20.00 WIB

II. ANAMNESIS
1. Keluhan utama: sulit buang air kecil
2. Riwayat penyakit sekarang
Sekitar 1 bulan SMRS, pasien mengeluh sulit buang air kecil
dan kesakitan di perut bagian bawah. Setiap kali kencing pasien
memerlukan waktu lama untuk mulai kencing, harus mengedan
untuk kencing, kencing menetes dan setelah kencing masih terasa
ada sisa. Pasien juga mengeluh nyeri saat kencing. Nyeri dirasakan
seperti ditusuk-tusuk di bawah perut sampai selangkangan. Nyeri
menghilang setelah selesai kencing. Riwayat kencing berwarna
merah (+), kencing nanah (-), kencing batu (-), nyeri pinggang (-).
3. Riwayat penyakit dahulu
Riwayat sakit ini sebelumnya (-). Riwayat trauma di saluran
kencing (-). Hipertensi (-). Diabetes mellitus (-). Jantung (-). Asma
(-).
4. Riwayat penyakit keluarga
Riwayat sakit yang sama (-)

III. PEMERIKSAAN FISIK


1. Status Generalis
1.1 Kepala
Mata: konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), RP +/+ isokor
THT : kesan tenang, sekret (-)
1.2 Leher
Kelenjar limfe : tidak teraba pembesaran
Kelenjar tiroid : tidak terlihat dan teraba pembesaran, nodul (-)
Kelenjar parotis: tidak teraba pembesaran, sekret liur (+)
1.3 Dada
Paru-paru
Inspeksi : gerak dada simetris statis dan dinamis, sianosis (-)
Palpasi : vokal fremitus normal
Perkusi : sonor/sonor
Auskultasi : SD vesikular (+/+), ST rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis teraba di ICS IV MCL S, kuat angkat
(-), thrill (-)
Perkusi : batas atas ICS II PSL S
batas kanan ICS IV PSL S
batas kiri ICS IV MCL S

Auskultasi : BJ I-II murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

1.4 Perut
Inspeksi : distensi (-)
Auskultasi : BU (+) normal
Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
Palpasi : massa (-), Hepar/ Lien TTBEkstremitas
Hangat keempat ekstremitas, tonus normal, tenaga normal,
refleks normal.
1.5 Genitalia eksterna
Hiperemis (-)

2. Status Lokalis
R.flank D/S : balotemen -/-, nyeri ketok CVA -/-
R suprapubik : distensi (+), nyeri tekan (+)
Digital Rectal Examination:
Sekitar anus: tidak tampak skin tag/ hemorrhoid
Mukosa rectum : licin
Tonus sfingter ani: normal
Prostat membesar gr II/III
Konsistensi kenyal,
Sulkus medianus menghilang,
Pole atas tak teraba
Nodul (-)
BCR normal
Handscoen : darah (-), tinja (+) sedikit

IPSS : (terlampir)

IV. RESUME KLINIS


Pasien laki-laki, 52 tahun, mengeluh sulit buang air kecil sejak sekitar 1
bulan yang lalu, lama memulai kencing (+), kencing mengedan (+),
kencing menetes (+), perasaan BAK tidak puas (+), nyeri saat kencing (+),
kencing merah (+). Belum pernah mengalami sakit seperti ini sebelumnya.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan hemodinamik stabil, pada pemeriksaan
RT ditemukan tonus sfingter ani dan BCR normal, teraba pembesaran
prostat dengan konsistensi kenyal, sulkus mediana tak teraba, pole atas tak
teraba. Skor IPSS

V. DIAGNOSIS/DIAGNOSIS BANDING
Retensio urine etcausa
1. BPH
2. Batu Buli-Buli
3. ISK
4. Striktur uretra

VI. PEMERIKSAN PENUNJANG DIAGNOSIS


Laboratorium: DL, UL, Fungsi ginjal
Radiologi : BOF, USG Urologi, Cystografi

VII. ANALISIS DIAGNOSIS BANDING

Diagnosis Anamnesis Pemeriksaan Penunjang


fisik

BPH Laki-laki Distensi Cystografi:


Umur (50 % usia suprapubik penyempitan
60 tahun, 80 % Prostat uretra pars
usia 80 tahun) membesar prostatika
Gejala obstruksi USG urologi:
pembesaran
prostat
Uroflowmetry:
pancaran urin <
10 ml/s
(obstruksi)

Batu buli- Riwayat stasis urin Hematuria PIV


buli (BPH, striktur USG urologi
uretra, divertikel, BOF
etc)
Pemasangan foley
cateter alam waktu
lama
Riwayat batu
ginjal/ureter
Gejala iritasi
(disuria, kencing
berhenti tiba-tiba,
hilang dengan
perubahan posisi,
refered pain)

ISK Pada semua usia, Nyeri DL


perempuan>laki- ketok CVA
laki Nyeri UL
Riwayat tekan Kultur urin
kelainan/struktur suprapubik USG Urologi
anatomi saluran Demam BOF
kemih
Penyakit sistemik
Stasis urin
Kencing nanah
Gejala iritasi
Demam

Striktur Riwayat ISK Distensi Uroflowmetry


uretra berulang buli-buli Uretrografi
Riwayat trauma: Uretroskopi
straddle injury,
fraktur pelvis,
instrumentasi/tind
akan transuretra

VIII. DATA PENUNJANG DIAGNOSIS


-

IX. DIAGNOSA KERJA


Retensio urin et causa dd/ BPH grade III, Batu buli-buli

X. TERAPI KEGAWATDARURATAN
Pemasangan Kateter Foley no.16 gagal
Suprapubic puncture urine 500 cc
Pemasangan Kateter Foley no.12 berhasil
IVFD RL 7 tpm
Inj. Metamizol 500 mg
Inj. Ranitidin 50 mg
Rujuk dokter spesialis urologi

XI. KOMPLIKASI
ISK
Retensi urin kronis
Hidroureter
Hidronefrosis

XII. PROGNOSIS
Dubia ad bonam

Kalitidu, 21 Agustus 2017


Dokter Internsip Dokter Pendamping

dr. Veryne Ayu P.M. dr. Wahyu Widarti

Komentar/Umpan Balik

DOKUMENTASI