You are on page 1of 15

PASAR MODAL

Dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional suatu negara diperlukan pembiayaan


baik dari pemerintah dan masyarakat, pasar modal merupakan salah satu sumber alternative
pendanaan baik bagi pemerintah maupun swasta. Pemerintah yang membutuhkan dana dapat
menerbitkan obligasi atau surat utang dan menjualnya kemasyarakat melalui pasar modal.
Demikian juga swasta yang dalam hal ini adalah perusahaan yang membutuhkan dana dapat
menerbitkan efek, baik dalam bentuk saham maupun obligasi dan menjualnya ke masyarakat
melalui pasar modal.

Pasar modal sebagaimana pasar pada umumnya adalah suatu tempat untuk mempertemukan
penjual dan pembeli. Yang membedakannya dengan pasar lainnya adalah pada objek yang
diperjualbelikan (Tavinayati, 2009:

1). Pasar modal/Capital Market/ Stock Exchange/Stock Market dalam pengertian klasik
diartikan sebagai suatu bidang usaha perdagangan surat-surat berharga seperti saham,
sertifikat saham, dan obligasi atau efek-ehekpada umumnya (Najib, 1996: 10).

Sementara out, Pasar modal menurut Kamus Hukum Ekonomi diartikan sebagai pasar atau
tempat bertemunya penjual dan pembeli yang memperdagangkan surat-surat berharga jangka
panjang, misalnya saham dan obligasi (Erawati, 1996: 14).

Istilah pasar modal (capital Market) berarti suatu tempat atau sistem bagaimana cara
dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan dana untuk capital suatu perusahaan, merupakan pasar
tempat orang membeli atau menjual surat efek yang baru dikeluarkan (Munir, 1996: 10).

Adapun dalam undang-undang Pasar Modal (UUPM), yaitu UndangUndang Nomor 8 Tahun
1995 Pasal 1 Angka 13 menjelaskan, Pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan
penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Pasar Modal dapat didefenisikan sebagai pasar yang memperjual belikan berbagai instrument
keuangan (sekuritas) jangka panjang, baik dalam bentuk utang mauun modal sendiri yang
diterbitkan oleh perusahaan swasta (Irsan, 2004: 10). Dengan demikian pasar modal adalah
sebuah tempat memperdagangkan efek yang diterbitkan lembaga dan profesi yang terkait
dengan efek. Pasar modal syariah merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran
umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek yang dijalankan
berdasarkan prinsip syariah (Sholihin, 2010: 351).

Secara umum, fungsi pasar modal adalah sebagai berikut (wikipedia.org, diakses 14 oktober
2014):

a) Sebagai sarana penambah modal bagi usaha. Perusahaan dapat memperoleh dana dengan
cara menjual saham ke pasar modal. Saham-saham ini akan dibeli oleh masyarakat umum,
perusahaanperusahaan lain, lembaga, atau oleh pemerintah.
b) Sebagai sarana pemerataan pendapatan Setelah jangka waktu tertentu, saham-saham yang
telah dibeli akan memberikan deviden (bagian dari keuntungan perusahaan) kepada para
pembelinya (pemiliknya). Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat
dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.

c) Sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi Dengan adanya tambahan modal yang
diperoleh dari pasar modal, maka produktivitas perusahaan akan meningkat.

d) Sebagai sarana penciptaan tenaga kerja Keberadaan pasar modal dapat mendorong muncul
dan berkembangnya industri lain yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru.

e) Sebagai sarana peningkatan pendapatan negara Setiap deviden yang dibagikan kepada para
pemegang saham akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Adanya tambahan pemasukan
melalui pajak ini akan meningkatkan pendapatan negara.

f) Sebagai indikator perekonomian negara Aktivitas dan volume penjualan/pembelian di


pasar modal yang semakin meningkat (padat) memberi indikasi bahwa aktivitas bisnis
berbagai perusahaan berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya.

Instrumen Utama Pasar Modal

Objek yang diperdagangkan di pasal modal adalah efek, yakni surat pengakuan utang, surat
berharga komersil, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak kolektif,
kontrak perpanjangna atas efek, dan setiap derivative dari efek (Pasal 1 angka 5 Undang-
undang Nomor 8 Tahun 1995). Meskipun efek terdiri atas berbagai macam surat berharga,
tetapi 2 (dua) instrument utama di Pasar modal adalah saham dan obligasi.

Adapun masing-masing jenis instrument tersebut pada pasar modal akan dijelaskan sebagai
berikut:

1. Saham (Stocks) Merupakan surat berharga yang besifat kepemilikan. Artinya pemilik
saham merupakan pemilik perusahaan. Semakin besar saham yang dimilikinya, semakin
besar pula kekuasaannya di perusahaan tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari saham
dikenal dengan nama dividen. Pembagian dividen ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) (Kasmir, 2009: 209).

Kemudian Jenis-jenis saham dapat ditinjau dari beberapa segi antara lain sebagai berikut:

a) Dari segi cara peralihan

1. Saham atas unjuk (bearer stocks) merupakan saham yang tidak mempunyai nama atau
tidak tertulis nama pemilik dalam saham tersebut. Saham jenis ini mudah untuk dialihkan
atau dijual kepada pihak lain.

2. Saham atas nama (registered stocks) Di dalam saham tertulis nama pemilik saham tersebut
dan untuk dialihkan kepada pihak lain diperlukan syarat dan prosedur tertentu.

b) Dari segi hak tagih


1. Saham biasa (common stock). Bagi pemilik saham ini hak untuk memperoleh deviden
akan didahulukan lebih dahulu kepada saham preferen, begitu pula dengan hak terhadap harta
apabila perusahaan dilikuidasi.

2. Saham preferen (perferen stocks) Merupakan saham yang memperoleh hak utama dalam
deviden dan harta apabila pada saat perusahaan dilikuidasi.

Ada dua sumber pendapatan saham yaitu capital gain dan dividen.

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh pemegang saham apabila harga jual saham
melebihi harga belinya. Sebaliknya capital loss, yaitu kerugian akibat harga beli saham lebih
tinggi dibandingkan harga saham ketika saham dijual.

Adapun deviden merupakan bagian keuntungan perusahaan yang menjadi hak pemegang
saham. Deviden adalah laba bersih perusahaan setelah dipotong pajak (net income after
tax/NIAT) atau laba ditahan (retaining earning) yang akan digunakan oleh perusahaan untuk
mendanai berbagai aktivitas perusahaan seperti ekspansi, penelitian maupun inovasi produk.
Selain bentuk tunai, deviden seringkali dibagikan dalam bentuk saham. Alasan emiten
membagikan saham (stocks dividend) biasanya karena perusahaan sedang mengalami
kesulitan keuangan atau memerlukan biaya untuk pengembangan.

Nilai suatu saham dipandang dengan empat konsep yaitu: Nilai nominal (nilai pari, state
value) maknanya nilai perlembar saham yang berkaitan dengan akuntansi dan hukum, kedua
nilai buku per lembar saham (book value pershare) yaitu total ekuitas dibagi jumlah saham
beredar. Ketiga nilai pasar (market value) nilai suatu saham yang ditentukan oleh permintaan
dan penawaran saham dibursa saham. Dan keempat nilai fundamental (intrinsic) yaitu
mencerminkan harga saham yang sebenarnya.

Dalam Islam, saham pada hakekatnya merupakan modifikasi sistem persekutuan modal dan
kekayaan, yang dalam istilah Fiqh dikenal dengan nama Syirkah (Burhanuddin, 2010: 135).
Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan antara saham yang syariah dengan saham non
syariah, namun saham sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan, dapat dibedakan menurut
kegiatan usaha dan tujuan pembalian saham tersebut. Saham menjadi halal jika saham
tersebut dikeluarkan oleh perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak dibidang yang halal.

2. Obligasi (Bonds)

Surat berharga obligasi merupakan instrument utang bagi perusahaan yang hendak
memperoleh modal. Obligasi secara ringkasnya adalah utang tetapi dalam bentuk sekuriti.
"Penerbit" obligasi adalah sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang" obligasi adalah
pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon" obligasi adalah bunga pinjaman yang harus
dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan
bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan
sumber dana dari luar perusahaan.

Sebagai suatu efek, obligasi bersifat dapat diperdagangkan. Ada dua jenis pasar obligasi
yaitu:
1. Pasar Primer Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi saat mulai diterbitkan. Salah
satu persyaratan ketentuan Pasar Modal, obligasi harus dicatatkan di bursa efek untuk dapat
ditawarkan kepada masyarakat, dalam hal ini lazimnya adalah di Bursa Efek Surabaya (BES)
sekarang Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Pasar Sekunder Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi setelah diterbitkan dan


tercarat di BES, perdagangan obligasi akan dilakukan di Pasar Sekunder. Pada saat ini,
perdagangan akan dilakukan secara Over the Counter (OTC). Artinya, tidak ada tempat
perdagangan secara fisik. Pemegang obligasi serta pihak yang ingin membelinya akan
berinteraksi dengan bantuan perangkat elektronik seperti email, online trading, atau telepon.

Lembaga yang terlibat di Pasar Modal

Dalam melaksanakan transaksi jual dan beli baik saham maupun obligasi dipasar modal
diperlukan penjual dan pembeli. Tanpa adanya pembeli dan penjual maka tidak akan
mungkin terjadi transaksi. Pemain utama dalam pasar modal adalah perusahaan yang akan
melakukan penjualan atau emiten dan pembeli atau pemodal (investor) yagn akan membeli
instrumen yang ditawarkan oleh emiten. Kemudian didukung oleh lembaga penunjang pasar
modal atau perusahaan penunjang yang mendukung kelancaran operasi pasar modal.

Adapun para pemain utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat
langsung dalam proses transaksi antara pemain utama sebagai berikut:

3. Emiten

Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di
bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai tujuan dan
hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain :

a. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk
meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.

b. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.

c. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada
pemegang saham baru.

4. Investor

Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan
emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan, investor biasanya
melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas perusahaan,
prospek usaha emiten dan analisis lainnya. Dan Tujuan utama para investor dalam pasar
modal antara lain:
a. Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga
yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak
saham yang dimiliki maka semakin besar pengusahaan (menguasai) perusahaan.

b. Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah pada
saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.

Manfaat Pasar Modal

Manfaat pasar modal bisa dirasakan baik oleh investor, emiten, pemerintah maupun lembaga
penunjang.

a. Manfaat pasar modal bagi emiten, yaitu:

1. Jumlah dana yang dihimpun bisa berjumlah besar.

2. Dana tersebut dapat diterima sekaligus pasa saat pasar perdana selesai.

3. Tidak ada "convenant" sehingga manajemen lebih bebas dalam pengelolaan


dana/perusahaan.

4. Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga dapat memperbaiki citra perusahaan.

5. Ketergantungan emiten terhadap Bank menjadi kecil.

6. Cash flow hasil penjualan saham biasanya lebih besar daripada harga nominal perusahaan.

7. Emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang beresiko tinggi.

8. Tidak ada beban finansial yang tetap.

9. Jangka waktu penggunaan dan tidak terbatas.

10. Tidak dikaikan dengan kekayaan penjamin tertentu.

11. Profesionalisme dalam manajemen meningkat.

b Manfaat pasar modal bagi investor, yaitu:

1. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tersebut


tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai capital gain.

2. Memperoleh dividen bagi mereka yang memiliki atau memegang saham dan bunga tetap
atau bunga yang mengambang bagi pemegang obligasi.

3. Mempunyai hak suara dalam rapat RUPS bagi pemegang saham, mempunyai hak suara
dalam RUPS bila diadakan bagi pemegang obligasi.
4. Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi, sehingga dapat meningkatkan
keuntungan atau mengurangi resiko.

5. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang mengurangi resiko.

c. Manfaat Pasar modal bagi Lembaga Penunjang, yaitu:

1. Menuju ke arah profesional di dalam memberikan pelayanannya sesuai dengan bidang


tugas masing-masing.

2. Sebagai pembentuk harga dalam bursa paralel.

3. Semakin memberi variasi pada jenis lembaga penunjang.

4. Likuiditas efek semakin tinggi.

d. Manfaat pasar modal bagi pemerintah, yaitu:

1. Mendorong laju pembangunan

2. Mendorong investasi.

3. Penciptaan lapangan kerja.

4. Memperkecil Debt Service Ratio (DSR).

5. Mengurangi beban anggaran bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Melihat manfaat yang diperoleh pada bebearap lembaga yang terkait dengan pasar modal,
maka dapat disimpulkan manfaat secara keseluruhan sebagai berikut.

a. Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus


memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.

b. Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi.

c. Menyediakan leading indikator bagi tren ekonomi negara.

d. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai pada lapisan masyarakat menengah.

e. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme, menciptakan iklim usaha yang


sehat.

f. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik.


g. Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan resiko yang bisa
diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas dan diversifikasi investasi.

h. Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha, memberikan akses kontrol sosial.

i. Pengelolaan perusahaan dengan iklim keterbukaan, mendorong pemanfaatan manajemen


profesional.

j. Sumber pembiayaan dana jangka panjang.

Manfaat pasar modal bisa dirasakan baik oleh invetor ,emiten pemerintah maupun lembaga
penunjang (PAU-UGM,26-27 Januari 1990).

Manfaat pasar modal bagi emitan yaitu :

1. Jumlah dana yang dapat dihimpun bisa berjumlah besar

2. Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai

3. Tidak ada convenantsehingga manajemen dapat lebih bebas dalam pengelolaan


dana/perusahaan

4. Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan

5. Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi kecil

6. Cash flow hasil penjualan saham biasanya lebih besar dari harga nominal
perusahaan

7. Emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang berisiko tinggi

8. Tidak ada bebas financial yang tetap

9. Jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas

10. Tidak dikaitkan dengan kekayaan penjamin tertentu

11. Profesionalisme dalam manajemen meningkat

Sedangkan menfaat pasar modal bagi investor adalah sebagai berikut :

1. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan


tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai capital gain.

2. Memperoleh deviden bagi mereka yang memiliki/memegang saham yang


mencapai capital gain.

3. Mempunyai hak suara dalam RUPS bagi pemegang saham ,mempunyai hak suara
dalam RUPO bila diadakan bagi pemegang obligasi.
4. Dapat dengan mudah mengganti instrument investasi,misal dari saham A ke
saham B sehingga dapat meningkatkan keuntungan atau mengurangi resiko.

5. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrument yang mengurangi


resiko.

Manfaat pasar modal bagi lembaga penunjang yaitu :

1. Menuju arah professional didalam memberikan pelayanannya sesuai dengan


bidang tugas masing-masing

2. Sebagai pembentuk harga dalam bursa parallel

3. Semakin memberi variasi pada jenis lembaga penunjang

4. Likuiditas efek semakin tinggi

Sedangkan manfaat pasar modal bagi pemerintah yaitu :

1. Mendorong laju pembangunan

2. Mendorong investasi

3. Penciptaan lapangan kerja

4. Memperkecil Debt Service Ratio (DSR)

5. Mengurangi beban anggaran bagi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Peranan Pasar Modal Dalam Perekonomian Negara Yenni Samri Juliati Nasution Dosen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN-SU hajjahyen@gmail.com
Adapun Peranan dan kewajiban Bursa Efek Indonesia sebagai berikut:

1. Peran Bursa
Menyediakan semua sarana perdagangan efek (fasilitator)
Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa
Mengupayakan likuiditas instrumen
Mencegah praktek-praktek yang dilarang bursa (kolusi, pembentukan harga yang tidak
wajar, insider trading, dsb)
Menyebarluaskan informasi bursa (transparansi)
Menciptakan instrumen dan jasa baru

2. Kewajiban Bursa Efek


Menyerahkan laporan kegiatan kepada BAPEPAM
Menetapkan peraturan mengenai keanggotaan, pencatatan, perdagangan, kesepadanan efek,
kliring dan penyelesaian transaksi bursa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengankegiatan
bursa.
Memiliki satuan pemeriksanaan

http://learnmanajemen.blogspot.co.id/2008/12/peranan-dan-kewajiban-bursa-efek.html

Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau Indonesia Stock Exchange (IDX)) merupakan
bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES).
Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa
Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai
pasar obligasi dan derivatif.[1] Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember
2007.[2][3]

BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading System (JATS)
sejak 22 Mei 1995, menggantikan sistem manual yang digunakan sebelumnya.[4] Sejak 2 Maret
2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem baru bernama JATS-NextG yang
disediakan OMX.

Bursa Efek Indonesia berpusat di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kawasan Niaga Sudirman,
Jalan Jenderal Sudirman 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

https://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_Efek_Indonesia

Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan
terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri
dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas (Hartaji, 2012: 5). Dalam
Kamus Bahasa Indonesia (KBI), mahasiswa didefinisikan sebagai orang yang belajar di
Perguruan Tinggi (Kamus Bahasa Indonesia Online, kbbi.web.id) Menurut Siswoyo (2007:
121) mahasiswa dapat didefinisikan sebagai individu yang sedang menuntut ilmu ditingkat
perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan
perguruan tinggi. Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan
dalam berpikir dan kerencanaan dalam bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat
dan tepat merupakan sifat yang cenderung melekat pada diri setiap mahasiswa, yang
merupakan prinsip yang saling melengkapi. Seorang mahasiswa dikategorikan pada tahap
perkembangan yang usianya 18 sampai 25 tahun. Tahap ini dapat digolongkan pada 19 masa
remaja akhir sampai masa dewasa awal dan dilihat dari segi perkembangan, tugas
perkembangan pada usia mahasiswa ini ialah pemantapan pendirian hidup (Yusuf, 2012: 27).
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa ialah seorang peserta didik
berusia 18 sampai 25 tahun yang terdaftar dan menjalani pendidikannnya di perguruan tinggi
baik dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.

Mahasiswa secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kelompok masyarakat yang dapat
mengenyam pendidikan formal tingkat tinggi. A.M. Fatwa dalam Syaifullah Syam (2005 :
374) mengemukakan bahwa mahasiswa merupakan kelompok generasi muda yang
mempunyai peran strategis dalam kancah pembangunan bangsa, karena mahasiswa
merupakan sumber kekuatan moral (moral force) bagi bangsa Indonesia. Artinya, bahwa
mahasiswa merupakan bagian integral dari masyarakat yang dengan seleksi tertentu sehingga
dapat mengenyam pendidikan tingkat tinggi. Karena kesempatan mendapatkan ilmu
pengetahuan yang lebih banyak ketimbang masyarakat lainnya, maka mahasiswa pula sering
diidentikan sebagai cendikiawan yang harus senantiasa memahami kehidupan bangsa dan
negaranya. Karenanya, Apudin (2005:8) menyatakan bahwa mahasiswa merupakan kaum
menengah yang tercerahkan, sebagai kaum cendikiawan dan intelektual muda yang memiliki
kecenderungan sebagai seorang pemimpin yang mapan dan bila dalam suatu realita sosial
selalu menjadi pembeharu. Karena dari catatan sejarah bangsa, mahasiswa banyak mengukur
tinta dalam perjalanan bangsa Indonesia. Mulai dari 1908, 1928, 1945, 1966 hingga
momentum reformasi 1998.

Kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa

1. Soft skill (Kemampuan Kepribadian)


Soft Skill atau kemampuan kepribadian adalah salah satu faktor untuk sukses pada
pendidikan yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan seseorang dalam menjalani
hidupnya

Karena soft skill hampir 80 % menentukan keberhasilan seseorang. Kemampuan soft


skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa

Manajemen waktu

Kepemimpinan (leadership)

Tingkat kepercayaan yang tinggi (self confidence)

Selera humor yang tinggi (sense of humor)

Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual capital)

2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual) Kemampuan intelektual hanya mendukung 20 %


dari pencapaian prestasi dan keberhasilan seseorang.

Maka dari itulah seorang mahasiswa harus memiliki criteria tersebut yang bertujuan untuk
mempersiapkan mahasiswa dari segi akademis juga dalam lingkingan masyarakat dan
pemerintahan.

Peran mahasiswa dalam pembangunan ekonomi di Indonesia masih rendah. Namun demikian
tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dapat berperan lebih. Dalam hal ini mahasiswa dapat
menerapkan prinsip ekonomi kelembagaan. kelembagaan memainkan peranan yang sangat
penting dalam pembangunan di banyak negara Asia. Institusi merupakan faktor panting
dalam ekonomi ketembagaan. Mahasiswa dapat memanfaatkan sebuah institusi untuk
berperan dalam pembangunan. Untuk itu mahasiswa membentuk sebuah institusi dalam
bantuk organises yang mana ada dua fungsi utama, yaitu

(1) melakukan dorongan moral untuk melaksanakan kebijakan ekonomi adil.

(2) berpartisipasi langsung membantu ekonomi sektor riil.

City Radio - Sebagai salah satu pemeran penting dalam kemajuan Pembangunan Indonesia
dan Dunia umumnya, para mahasiswa sebagai penerus bangsa harus dilibatkan dalam
seluruh sektor. Mulai dari perencanaan strategis hingga pembangunan itu sendiri. Tak luput
juga soal invetasi.

Dahulu, hanya sedikit mahasiswa yang mengetahui dan ikut serta dalam Pasar Modal,
namun seiring berjalannya waktu minat mahasiswa turut andil dalam Pasar Modal sudah
mulai kelihatan. Meskipun diakui masih kecil jumlah mahasiswa yang ikut dalam Pasar
Modal. Namun hal ini diharapkan dapat menjadi penggerak dalam peningkatan jumlah
mahasiswa yang masuk ke Pasar Modal.
Kepala Kantor Perwakilan Pusat Investasi Pasar Modal (PIPM) Bursa Efek Indonesia
Wilayah Medan, Muhammad Pintor Nasution mengatakan untuk meningkatkan jumlah
mahasiswa dalam berinvestasi di Pasar Modal, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan
pembukaan Gerai Pasar Modal di sejumlah Universitas di Sumatera Utara.

hingga saat ini baru seribuan mahasiswa di Sumut yang masuk ke Pasar Modal.
Ditargetkan pada tahun 2014 ini akan ada penambahan 600 mahasiswa lagi yang
meramaikannya, sehingga jumlah mahasiswa yang ikut ke Pasar Modal lebih dari 2000
orang, ungkapnya.

Rendahnya jumlah mahasiswa yang ikut serta dalam Pasar Modal, bukan hanya karena
pemahaman mereka yang kurang, namun juga karena ribetnya syarat dan ketentuan yang
harus dipenuhi juga karena hanya sedikit sekuritas yang melirik potensi mahasiswa.

potensi mahasiswa kita besar, kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan sekuritas agar
mempermudah pengikut sertaan m ahasiswa yang belum memiliki penghasilan tetap dengan
meniadakan NPW P, katanya.

Saat ini mahasiswa lebih menggemari berinvestasi di Reksadana dan Saham. Selain lebih
menguntungkan dengan tingkat keuntungan yang relative besar, juga karena mudah dan
murah. kalo di Reksadana dan Saham kan semuanya dikelola oleh Maneger Investasi dan
para Investor tidak perlu memantau market setiap harinya, jelasnya.

Namun begitupun, Pintor menambahkan yang harus di fahami adalah Reksadana dan
Saham juga memiliki resiko kerugian cukup tinggi. Selain itu, para investronya juga tidak
bisa mengatur kerugian dan tidak berhak meilih saham yang bagus.

Sementara itu, salah seorang Mahasiswa Universitas Medan Area, Ahyuni mengatakan
dirinya mengikuti reksadana karena rekomendasi dar i temannya. Alasan dirinya mengikuti
Reksadana, selain untuk berinvestasi, juga karena banyak keuntungan mulai dari proteksi
diri yang diberikan secara gratis serta keuntungan yang mencapai 200 persen selama 5
tahun dan 400 persen selama 8 tahun.

saya ikut reksadana sejak bulan april lalu di PaninDai -ichi, preminya Cuma Rp. 500.000
sebulan, ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pemahaman tentang Pasar Modal, Ahyuni sebenarnya tidak
mengetahui secara mendalam, hanya saja dirinya tau jika dia membayarkan premi t ersebut
setiap bulan selama 5 tahun, maka dirinya dapat mengambil keuntungan hingga 2 kali lipat.
saya nggak ngerti soal Pasar Modal apalagi yang dikelola sendiri seperti IHSG gitu,
makanya saya Cuma tau bayar tiap bulan dan di tahun kedelapan saya untung 2 kali lipat,
simpulnya.

Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menilai rendahnya minat mahasiswa yang
ikut serta dalam Pasar Modal selain karena kurangnya sosialisasi juga karena minat dan
pemahaman mahasiswa yang rendah.

sulit memang membentuk pola piker mahasiswa kita yang maju, apa lagi pola piker
masyarakat kita saat ini masih traditional, disitu ada arang, disitu ada uang, tutupnya. (Tri
Kurniawan/Medan)

Tingkat perekonomian di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Upaya pemerintah
dalam mengentaskan kemiskinan kini mulai menuai hasil. Berbagai upaya yang dilakukan salah
satunya adalah mencanangkan beberapa program yang mendukung masyarakat dalam
berwirausaha. Program tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat khususnya para
generasi muda agar lebih produktif dalam mengolah Sumber Daya Alam (SDM) dan membuka
lapangan kerja sendiri.

Sebagai contoh program pemerintah yang paling popular adalah Gerakan Kewirausahaan
Nasional (GKN) yang mulai dirintis pada tahun 2011. Program tersebut adalah bentuk
keperdulian pemerintah baik terhadap perkembangan usaha yang telah berjalan ataupun bagi
pemula wirausaha. Program GKN biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa atau alumni dari
berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tentu akan menjadi suatu kebanggan, ketika seorang
mahasiswa sudah memiliki bisnis dan penghasilan sendiri untuk membiayai massa studinya di
bangku kuliah. Sehingga, harapan pemerintah terhadap generasi muda dalam menciptakan
lapangan pekerjaan akan terealisasi.
Dalam rangka meningkatkan kapasitas pertumbuhan ekonomi nasional jumlah wirausaha muda
perlu ditingkatkan. Saat ini, jumlah wirausaha menurut Badan Pusat Statistik (BPS) yang
dikutip dari website Ciputra Enterpreneurship mencapai 44,220 juta dari 118,17 juta orang
penduduk Indonesia yang bekerja pada tahun 2014. Dibandingkan pada tahun 2013 sebanyak
44,01 juta orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan.

Dari peningkatan jumlah tersebut dapat disimpulkan bahwa semangat dan partisipasi
wirausahawan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia semakin tinggi. Hal tersebut tidak
terlepas dari peran perusahaan-perusahaan swasta yang juga turut memberikan kontribusi yang
nyata melalui program beasiswa wirausaha. Beberapa perusahaan besar diantaranya adalah
Wismilak melalui program Diplomat Succes Challenge, Bank Mandiri melalui program Wirausaha
Mandiri, Pertamina dengan program Pertamina Foundation dan masih banyak lainnya. Kegiatan
ini di respon positif oleh generasi muda, khususnya mahasiswa untuk berkompetisi dalam
menciptakan ide serta gagasan bisnis baik di bidang kuliner, produk barang atau jasa,
agrobisnis, teknologi dan produk kreatif lainnya.
Pentingnya Mahasiswa Berwirausaha
Pada diplomasi Soekarno yang mengatakan Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku
guncangkan seluruh dunia. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa generasi mudalah yang
akan membawa kemajuan suatu Negara melalui gagasan, ide, semangat dan kreatifitas
mereka. Disini mahasiswa sebagai generasi muda selayaknya memiliki unsure tersebut untuk
membangun perekonomian Indonesia agar lebih berkembang dan maju. Maka perlu adanya
suatu kegiatan atau tempat yang dapat mendorong kreativitas mereka agar lebih terorganisir.
Misalnya suatu komunitas atau organisasi yang berorientasi wirausaha.

Aktivitas kewirausahaan kini menjadi pilihan yang paling diminati kaum muda, khususnya
mahasiswa. Komunitas kecil hingga organisasi besar dibidang bisnis dibentuk menjadi wadah
untuk menaungi kegiatan mahasiswa entrepreneur. Komunitas ini memiliki kategori yang
berbeda sesuai karakter dan kegiatan yang diselanggarakan. Mulai dari komunitas khusus
mahasiswa, dewasa, muslim, dan komunitas yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

Biasanya, dalam komunitas bisnis berkegiatan untuk menghimpun para anggotanya dalam
menekuni dunia bisnis melalui workshop, seminar dan aplikasi dalam dunia bisnis itu sendiri.
Anggota diajarkan bagaimana cara mengolah modal, mengembangkan tenaga kerja,
meningkatkan produktifitas dan penjualan, hingga mencari jaringan dan investor. Langkah-
langkah ini perlu ditempuh oleh para pengusaha seperti mahasiswa pemula untuk menjalankan
bisnisnya agar sesuai yang diharapkan.

Pada dasarnya, efektifitas dalam mengikuti suatu komunitas bisnis memang sangat penting.
Namun itu bukanlah jalan satu-satunya untuk memperoleh keberhasilan dalam berbisnis.
Komunitas hanya sebagai jembatan yang memberikan akses lebih mudah dalam menggali
potensi dan kemampuan mahasiswa untuk berbisnis. Yang paling penting adalah mahasiswa
mampu action untuk melakukan aktifitas berwirausaha sekaligus kuliah. Keduanya harus dapat
berjalan beriringan, dimana mahasiswa mampu mengatur waktu dan memprioritaskan antara
kuliah dengan berwirausaha.
Aktifitas tersebut tentu akan memberi nilai tambah tersendiri bagi mahasiswa sebagai
akademisi serta pengusaha muda. Lebih penting, mahasiswa setelah menjadi sarjana akan
memiliki bekal pengetahuan, ketrampilan dan sikap atau jiwa wirausaha agar dapat mengubah
pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job
creator). Sehingga, mahasiswa dapat berkontribusi besar terhadap perekonomian Negara.

Dengan demikian, upaya pemerintah dalam menciptakan wirausaha-wirausaha muda melalui


program beasiswa wirausaha dapat dimaksimalkan. Apabila jumlah wirausaha meningkat setiap
tahun, maka permasalahan pada kemiskinan dan pengangguran di Indonesia akan mendapatkan
solusi yang konkrit. Serta target pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang
awalnya hanya 1,65% menjadi hingga 2% dari jumlah penduduk pada tahun ini akan terealisasi.
Meski tingkat perekonomin Indonesia masih jauh tertinggal dari negara ASEAN seperti
Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan negara lainnya, tetapi kita tetap optimis
Indonesia mampu mengejarnya.
*Wida Isma Iva_Mahasiswa IAIN Walisongo Semester 7