You are on page 1of 14

LAPORAN STUDI KASUS HARIAN

PENATALAKSANAAN DIET PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA


MASUK CARDIOVASCULAR DISEASE STROKE ISCEMIC ONSET
HARI KE I DI STROKE CARE UNIT (SCU) RUMAH SAKIT PUSAT
OTAK NASIONAL

Oleh
Annisa Putri Larasati

PROGRAM STUDI GIZI


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
2016
A. Data Umum

Nama : Tn. Henry Permana inisial

Tanggal lahir : 30 Desember 1975

Umur : 40 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Pekerjaan : PNS

Tanggal Masuk : 11 Juli 2016

Tanggal Pengamatan : 12-13 Juli 2016

Diagnosa Penyakit : CVD SI OH I jangan disingkat

Diet awal : Diet Rendah Garam

Bentuk Makanan : Makanan Biasa

Keluhan utama : Pasien mengeluh tidak bisa menggerakkan anggota tubuh


sebelah kiri

Os adalah seorang pegawai negeri sipil berusia 40 tahun. Os bekerja dari jam 08-
00-17.00 WIB. Os pergi ke kantor dengan mengendarai motor. Os jarang berolahraga dan
biasa mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak sebagai makan utama. Os
juga mengkonsumsi suplemen dan obat untuk meredakan nyeri. Os datang ke rumah sakit
dengan kondisi kaku pada bagian tubuh sebelah kiri. Os sedang bekerja dan tepat sebelum
waktu jam makan siang Os terjatuh dan segera dilarikan ke rumah sakit.
B. Assesmen
1. Antropometri

Berat badan aktual = 69 kg

Tinggi badan = 170 cm

Berat badan ideal = 63 kg

Berat badan normal = 56,7-69,3 kg

Indeks Massa Tubuh = 23,9 kg/m2

Berdasarkan berat badan Os tergolong ke dalam kategori normal karena berat


badan aktual masih dalam range normal (56,7-69,3 kg). Sedangkan berdasarkan status
gizi menurut indeks massa tubuh tergolong dalam range normal (18,5-24,9 kg/m2).-->
standar pengkategoriannya?

2. Biokimia
Hasil Pemeriksaan Laboraturium
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Keterangan
Glukosa Darah Puasa 117 mg/dl 70-110 mg/dl Tinggi
Hemoglobin 12,5 mg/dl 13-16 mg/dl Rendah
Natrium 148 mg/dl 136-146 mmol/l Tinggi
Klorida 108 mg/dl 98-106 mmol/l Tinggi
Kalium 2,9 mg/dl 3,5-5,0 mmol/l Rendah

Berdasarkan nilai laboraturium, Os mengalami stres metabolik yang


menyebabkan peningkatan sekresi hormon glukagon. Pada keadaan puasa tubuh
memproduksi hormon glukagon untuk memecah cadangan energi di otot dan hati agar
tidak terjadi penuurunan energi. Peningkatan sekresi hormon glukagon dapat
menyebabkan meningkatnya pemecahan glikogen menjadi glukosa di dalam darah.
Sehingga akan terjadi peningkatan kadar glukosa darah dalam keadaan puasa.
Kemudian, menigkatnya kadar natrium dan kalium disebabkan oleh terjadinya
dehidrasi akut karena kurangnya asupan cairan di dalam tubuh. Sedangkan, rendahnya
kadar hemoglobin dan kalium dapat disebabkan oleh rendahnya asupan protein dan
asupan kalium.

3. Fisik dan Klinis


Hasil Pemeriksaan Fisik dan Klinis
Tekanan
Nadi Respirasi
Fisik Darah Suhu (C)
(x/menit) (x/menit)
(mmHg)
Keadaan
tidur yang
dalam,
masih ada
154/109 60 17 36,4
respon
(Tinggi) (Normal) (Rendah) (Normal)
pada
rangsangan
verbal dan
non verbal

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, Os mengalami peningkatan tekanan darah


karena adanya peningkatan kontraksi jantung dan perubahan pada pengaturan
keseimbangan air dan natrium pada ginjal. Peningkatan kontraksi jantung dapat
disebabkan oleh pemompaan darah yang berat karena adanya penyempitan pembuluh
darah. Selain itu, glukosa darah yang meningkat dalam darah menyebabkan darah
menjadi kental. Sedangkan, nilai pernapasan yang rendah pada pasien disebabkan oleh
rendahnya sirkulasi oksigen. Oksigen yang berada di dalam darah menjadi lamban
pengedarannya karena penyempitan pada pembuluh darah menuju otak.

4. Riwayat Gizi dan Makan


Kebiasaan Makan :
1. Makan 2 kali dalam sehari.
2. Sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan natrium seperi nasi uduk dan nasi
padang.
3. Konsumsi karbohidrat pada makan utama lebih dari 2 penukar dalam sehari.
4. Konsumsi sayur dan buah hanya 1 porsi dalam sehari.
5. Konsumsi air putih 5 gelas sehari.
6. Sering minum minuman kemasan dengan kandungan tinggi natrium seperti new
green tea, pulpy orange dan sebagainya.

Riwayat Makan SMRS


Makanan Jumlah (gram)
Nasi putih 100
Telur ayam 55
Tempe 25
Kentang 15
santan 5

Nilai gizi
Energi = 282,6 kkal

Protein = 14,4 gram

Lemak = 8,3 gram

Karbohidrat = 36,8 gram

Kalium = 252,3 mg

Serat = 1 gram

Riwayat Makan RS

Makanan Jumlah (gram)


Nasi putih 275,3
Telur ayam 55
Wortel 30
Daun bawang 2
Brokoli 20
Makaroni 10
Kentang 10
Daging sapi 55
Buncis 20
Kembang kol 20

Nilai gizi

Energi = 659,1 kkal

Protein = 30,2 gram

Lemak = 16,7 gram

Karbohidrat = 92,8 gram

Kalium = 596,9 mg

Serat = 4,2 gram

Perhitungan Kebutuhan Energi

The Mifflin-St. Jeor (1990)

RMR = 10(W) + 6,25(H) +5 (40) + 5

RMR = 10(69) + 6,25(170) +5(40) + 5

= 690 + 1062,5 + 200 + 5

= 1957,5 kkal

TEE = RMR AF IF

= 1957,5 1,1 1,2

= 2584 kkal (2335,6-2842 kkal)

Perhitungan Zat Gizi Makro

Karbohidrat = (2584 60%)/4 = 388 gram (349,2-426,8 gram)

Protein = (2584 15%)/4 = 95,6 gram (90,8-100,4 gram)

Lemak = (2584 25%)/9 = 71,8 gram (68,2-75,4 gran)


Perhitungan Zat Gizi Makro

Kalium = BBA/BBAKG 4700 mg

= 69/62 4700 mg

= 5230 mg

= 5,23 gram

Serat = BBA/BBAKG 38 gram

= 69/62 38 gram

= 42,3 gram

Sebutkan akg tahun berapa

Perbandingan Nilai Asupan dengan Perhitungan Kebutuhan

SMRS RS
Zat Gizi Kebutuhan
Nilai % Nilai %
Energi 282,6 10,9 659,1 26 2584 kkal
Protein 14,4 15 30,2 32 95,6 gram
Lemak 8,3 11,55 16,7 23,3 71,8 gram
Karbohidrat 36,8 9,5 92,8 23,9 388 gram
Serat 1 2,36 4,2 9,9 42,3 gram
Kalium 252,3 4,82 596,9 11,4 5,23 gram

Berdasarkan hasil perhitungan asupan SMRS asupan energi, protein, lemak,


karbohidrat, serat, natrium dan kalium kurang dari kebutuhan. Hal tersebut
dikarenakan pada recall 24 jam pengkajian awal pasien mengakatan pada pagi hari
setelah dibawa ke rumah sakit sampai malam pasien dipuasakan untuk uji kimia
darah.

5. Riwayat Personal
Riwayat Penyakit Hipertensi sejak 4 tahun yang lalu
Riawayat Penyakit Ibu menderita hipertensi
Keluarga
Obat dan suplemen yang Enervon C
pernah dikonsumsi Fungsi : meningkatkan nafsu makan, menjaga kekebalan
masuk ke domain tubuh, mengontrol tekanan darah, antioksidan, mengobati
pengkajian yg mana? sariawan, tubuh tidak mudah lelah.
Efek samping : mengganggu penyerapan vitamin B12,
meningkatkan produksi asam lambung, gangguan fungsi
ginjal, pusing, mual, alergi.

Neurobion
Fungsi : memperbaiki metabolisme tubuh dan memenuhi
kebutuhan vitamin B kompleks
Efek samping : reaksi alergi (gatal-gatal, timbul biduran
pada seluruh tubuh), perdarahan, serta rasa berdebar-debar
dan nyeri pada dada. Umumnya efek samping yang timbul
hanya berupa gejala ringan.

Terapi Farmakologi

Jenis Obat Fungsi Efek Samping

Amlodipin menurunkan tekanan darah bengkak terutama pada sisi


tinggi (antihipertensi) kiri dan kanan tulang kering
kaki, sakit kepala, lemas,
pusing berputar, mual, nyeri
perut dan mengantuk.

Miniaspi antikoagulan, antiplatelet dan iritasi gastrointestinal, mual,


fibri muntah, pendarahan
gastrointestinal, tukak peptik,
serangan dispneu, reaksi kulit
dan trombositopenia.

Ranitidin menangani gejala dan penyakit muntah-muntah, sakit kepala,


akibat produksi asam lambung sakit perut, sulit menelan dan
Jenis Obat Fungsi Efek Samping

yang berlebihan. urin yang keruh

Vitamin B6 nutrisi untuk darah, kulit dan dalam dosis tinggi jangka
sistem saraf pusat, mengatasi panjang, terjadi masalah
defisiensi vitamin B6 dan sistem saraf, seperti mati rasa,
anemia kesemutan dan gangguan
pada indera peraba.

Vitamin B12 menghasilkan sel darah merah, diare, tubuh terasa bengkak,
menjaga kesehatan sistem kram otot, sngat haus, sering
saraf. Memproses asam folat, buang air kecil.
membantu proses sintesis
DNA.
Vitamin B9 memproduksi dan gejala alergi, ruam, gatal atau
mempertahankan sel-sel baru bengkak (terutama wajah atau
dan juga membantu mencegah tenggorokan), pusing atau
perubahan DNA yang kesulitan bernapas.
menyebabkan kanker.

C. Diagnosis Gizi
Domain Asupan
NI. 5.10.1 Asupan kalium tidak adekuat berkaitan dengan kurang kurangnya karena
apa? konsumsi sayuran dan buah ditandai dengan nilai asupan kalium
SMRS 4.82% dan asupan kalium RS 11,4% dari kebutuhan.
NI. 5.8.5 Asupan serat tidak adekuat berkaitan dengan kurang konsumsi sayuran
dan buah ditandai dengan nilai asupan serat SMRS 2,36 % dan asupan
serat RS 4,2%.
Domain Klinis
NC.2.2 Perubahan nilai laboraturium terkait gizi berkaitan dengan gangguan
metabolisme elektrolit ditandai dengan nilai natrium 148 mmol/l dan
nilai klorida 108 mmol/l.
D. Intervensi
a. Tujuan Diet
1. Mengoptimalkan asupan gizi sampai 90%
2. Meningkatkan konsumsi kalium
3. Meningkatkan konsums serat
4. Untuk menyelesaikan masalah lab nya adakah tujuannya?

b. Syarat Diet
1. Energi 2548 kkal
2. Karbohidarat 60%, protein 15% dan lemak 25% dari total energi.
3. Asupan serat dianjurkan 42,3 gram dengan mengutamakan serat larut air yang
terdapat di dalam sayur dan buah.
4. Menghindari makanan yang mengandung banyak karbohidrat sederhana,
makanan yang mengandung tinggi kolesterol, lemak trans dan lemak jenuh yang
meningkatkan kolesterol darah dan makanan yang mengandung tinggi natrium.
5. Garam rendah, 2-3 g/hari.
6. Makanan mudah cerna dan tidak mengandung gas.
7. Cairan cukup, 2 liter/hari sesuai dengan kebutuhan.
c. Prinsip Diet : Rendah garam
d. Preskripsi Diet

Bentuk Makanan : Biasa

Jenis Diet : Diet Rendah Garam

Rute pemberian : Oral

Frekuensi :3 kali makan utama dan 2 kali selingan

Pemberian Diet

Bahan SP Pagi Selingan Siang Selingan Malam


Makanan
Protein
2 0,7 - 0,7 - 0,7
nabati
Bahan SP Pagi Selingan Siang Selingan Malam
Makanan
Sayuran 1 0,3 - 0,3 - 0,3
Buah 2 1 - - - 1
Karbohidrat 8 2 1 2 1 2
Rendah
4 2 - 2 - -
lemak
Lemak
2 - - - - 2
sedang
Tinggi
1 - - - - 1
lemak
Lemak 1
3 - 1 - 1
tidak jenuh

Nilai gizi

Energi = 2175 kkal

Protein = 85 gram

Lemak = 39 gram

Karbohidrat = 365 gram

E. Monitoring dan Evaluasi


1. Memantau dan mengevaluasi antropometri.
2. Memantau dan mengevaluasi pemeriksaan fisik dan klinis.
3. Memantau dan mengevaluasi nilai laboraturium.
4. Memantau dan mengevaluasi asupan oral.
5. Terapi diet
6.

Monitoring dan Evaluasi Asupan Oral hari ke-1 (13 Juli, 2016)

Bahan Makanan Jumlah (gram)


Selingan Pagi
Agar-agar 40

Makan Pagi
Nasi putih 236
Telur ayam 55
Tempe 50
Jagung kuning pipil 10
Wortel\kol 15

Makan Malam
Nasi putih 236
Makaroni 15
Jagung kuning pipil 10
Wortel 15
Kacang polong 10
Daging ayam 50

Selingan Sore 50
Kue bolu

Makan Siang
Nasi putih 236
Wortel 20
Makaroni 20
Kacang polong 10
Ikan tuna 40

Selingan Sore
Agar-agar 40

Nilai gizi
Energi = 1559 kkal

Protein = 62,4 gram


Lemak = 23,9 gram

Karbohidrat = 268,32 gram

Serat = 7,4 gram

Vitamin B6 = 0,9 mg

Vitamin B9 = 100,7 mg

Vitamin B12 = 1,7 mg

Kalium = 989,8 mg

Perbandingan Asupan Oral dengan Perhitungan Kebutuhan


Zat Gizi Nilai % Kebutuhan
Energi 1559 66,37% 2584 kkal
Protein 62,4 70,3% 95,6 gram
Lemak 23,9 36,6% 71,8 gram
Karbohidrat 268,32 76,1% 388 gram
Serat 7,4 17,5% 42,3 gram
Kalium 989,8 mg 18,92% 5,23 gram