You are on page 1of 2

Akulah Malaikat Hatimu

Kania hanyalah seorang gadis lulusan SMA, ini merupakan hari pertamanya bekerja
pada perusahaan Quen Furniture. Saat di perjalanan menuju perusahaan tersebut, Kania
hampir saja ditabrak oleh seorang pemuda yang bernama Arkan. Setibanya di sana, Kania
langsung menghadap kepala HRD dan ia langsung meminta Kania untuk pergi menemui
general manager untuk mengetahui bagian mana yang akan ia kerjakan di perusahaan
tersebut. Arkan, selaku general manager, merasa sangat terkejut dan tidak senang dengan
kedatangan karyawan barnya itu karena alasan tertentu. Semua upaya di lakukan agar Kania
mengurungkan niatnya untuk bekerja di perusahaan yang sama dengannya. Namun, Kania
memiliki pendirian yang teguh yang akhirnya dapat mengalahkan niat Arkan. Arkan pun
langsung memintanya untuk langsung bekerja menggantikan posisi Ditto untuk menangani di
bagian administrasi.
Kania dengan santainya mengerjakan semua tugas di perusahaan itu, bahkan ia juga
membantu Ditto menangani masalahnya dengan sangat baik. Ditengah-tengah pekerjaanya,
Kania teringat sesuatu yang terjadi pada dirinya 3 tahun silam. Ia teringat saat ia duduk di
kelas 3 SMP, ia pernah memasang iklan mengenai dirinya di media sosial untuk biaya
sekolahnya Dan ada seorang pria yang tertarik mengenai hal itu, dan ia pun mengajaknya
pergi ke sebuah hotel. Saat mereka bertemu, Kania merasa sangat takut melihat rupa orang
tersebut dan orang itupun tak tega untuk menyetuhnya. Akhirnya pria itu mengurungkan
niatnya dan memberikan sejumlah uang untuk biaya sekolahnya. Orang itu juga berpesan jika
kau ingin melunasinya maka belajarlah dengan sungguh-sungguh. Kemudian Kania pun
berpikir, semua yang di nikmatinya saat ini adalah berkat orang yang membelinya tersebut.
Tiba pada saat Ria, sekretaris pak Arkan mengundurkan diri karena alasan ingin menikah,
Kania pun diangkat oleh kepala HRD menjadi sekretaris Arkan untuk sementara. Pada saat
sedang bekerja seperti biasanya, Arkan yang mengerang kesakitan membuat Kania merasa
terkejut dan langsung menghubungi resepsionis agar segera menyiapkan sopir untuk
mengantarkan Arkan ke rumah sakit.
Dirumah sakit, saat dokter meminta keluarga dari pasien untuk mengurusi semua
formulir dan tanggungan biaya rumah sakit, Arkan yang setengah sadar meminta Kania untuk
melakukannya dan ia menyuruh Kania untuk mengambil SIM dan KTP dari dalam
dompetnya jika ada data-data yang diperlukan mengenai dirinya. Kania pun dengan segera
melakukan apa yang diperintahkan oleh atasannya. Betapa sangat terkejutnya Kania saat
melihat foto seorang pria yang tertera dalam KTP dan SIM tersebut. Pria itu sangat
dikenalnya dan pria ia kembali mengingatkan Kania pada kenangannya itu, hingga muncul
banyak sekali pertanyaan dalam benaknya. Siapakah sosok yang ada di depannya saat ini?
Apakah Arkan adalah pria yang membelinya pada 3 tahun silam? Dengan emosi yang tidak
terkontrol, aku pun berteriak kepadanya sambil menahan tangis menanyakan tentang
kebenaran yang ada. Tanpa mendapatkan jawaban yang paasti akupun langsung pergi
meninggalkannya.
Rintikan air hujan jatuh bersa