You are on page 1of 60

[Type the document title] [Year]

Ketika alam semesta mulai terbentuk sekitar 12 miliar tahun silam, dua unsur pertama
yang hadir adalah hidrogen dan helium. Reaksi inti yang dialami oleh generasi bintang-
bintang termuda menghasilkan banyak unsur lain, yang semuanya dimuntahkan ke
antariksa atau ruang angkasa dalam wujud awan debu dan gas.

Lima miliar tahun yang lalu, salah satu dari awan-awan tersebut memampat. Segulugan
bola debu dan gas tercipta di bagian tengah awan, dan terus berpusar. Gravitasi
menarik rapat bola ini sedemikian rupa sehingga menjadi sangat panas. Terciptalah
sebuah bintang baru yang kita sebut matahari.
Asal-usul bumi
Radiasi yang dipancarkan oleh matahari yang baru lahir menolak materi awan debu di
sekitarnya. Yang tersiksa kini hanyalah sebuah cakram debu yang mengitari matahari.
Perlahan-lahan butir-butir debu tersebut saling bergabung dalam proses yang disebut
akresi. Lambat laun, cakram debu berubah menjadi sejumlah planet, yang salah
satunya adalah bumi.Masa bumi terus bertambah sehingga medan gravitasinya pun
meningkat. Akibatnya, terbentuklah bola padat yang terus memampat sehingga intinya
mulai meleleh. Inti bumi terdiri dari lelehan besi pekat, yang diselimuti oleh mantel silikat
padat. Aktivitas gunung api dan gempuran hujan meteor membentuk rupa permukaan
planet baru ini. Ketika pembentukan bumi hampir selesai, sebuah benda seukuran
planet Mars membenturnya sehingga terlemparlah awan materi ke jalur orbit bumi.
Selanjutnya, awan debu ini memampat dan menjadi satelit bumi yang dikenal dengan
nama bulan.

A.PENGERTIAN BUMI
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Kira-kira 250
juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa
daratan yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang
lalu Pangea terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri
dari Amerika Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang
terdiri dari Amerika Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-
bagian dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan
dengan bagian lain.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Sejarah Terbentuknya Bumi

Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan
bumi.Bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan,
lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah
satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam
seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran
pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat
sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang
surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses
terbentuknya tata surya kita. B.PEMBENTUKAN BUMI

Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi

1.Teori Kabut(Nebula)

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Teori Kabut Nebula

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi.
Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel
Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-
Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang
kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini
membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam
proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar
memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang
kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.Teori nebula ini terdiri dari
beberapa tahap,yaitu

Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu
pekat dan besar.
Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi
di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang
bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari
matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan


secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan
membentuk Susunan Keluarga Matahari.

2.Teori Planetisimal

Teori Planetesimal

Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama
rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori
Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa
besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama
dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi
tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang
tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan
permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai
menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal.
Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya
membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

3.Tori Pasang Surut Gas(Tidal)

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Teori Pasang Surut Gas

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni
bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga
menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih
berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi,
ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak
bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa
hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam
gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya
tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan
membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan
merentang ke arah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini
akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet.
Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi,
melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya
terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi
matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan
lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada
planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

4.Teori Bintang Kembar

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini,
galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga
banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya
gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut
mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang
disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet
yang mengelilinginya.

5.Teori Big Bang

Teori Big Bang

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar
tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar


ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat,
gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian
membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar
tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut
dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara
itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga
membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-
gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap


hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses
pembentukan bumi, yaitu:
Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami
perlapisan atau perbedaan unsur.
Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya
diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam,
sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam,
mantel luar, dan kerak bumi.

Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa.
Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam
semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa
peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia
telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali
dan berubah menjadi helium.
Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat
ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang
asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah
Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak


melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Maka lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang.
(QS. Al-Mulk, 67:3).

Masih sangat banyak teori lainnya yang Dikemukakan oleh para ahli seperti:

Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon.
Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan
sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa
yang terpental ini menjadi planet.

Teori Kuiper atau teori kondensasi dikemukakan oleh Gerald


P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan
cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar
mengelilingi promatahari adalah protoplanet.Pusat piringan yang merupakan
protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur
ringan tersebut menguap dan menggumpal menjadi planet planet.Dalam teorinya
beliau juga mengatakan bahwa tata surya pada mulanya berupa bola kabut raksasa.
Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut ini berputar pada porosnya
sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar ke luar, sedangkan bagian yang berat
berkumpul di pusatnya membentuk sebuah cakram mulai menyusut dan perputarannya
semakin cepat, serta suhunya bertambah, akhirnya terbentuklah matahari.

Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli
astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang
dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur
ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka
unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih
berat tertinggal dan menggumpal. Gumpalan ini akan menarik unsur unsur lain yang
ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet planet,
termasuk bumi.

Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L.Whipple, mengemukakan
pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi
membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya
pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya
hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian
membentuk planet planet.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Menurut seorang astronom asal inggris,pada pertengahan abad 20 yang bernama Sir
Fred Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut Steady-State.Teori steady-
state menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang
masa. Dengan tujuan mempertahankan paham materialis, teori ini sama sekali
berseberangan dengan teori Big Bang, yang mengatakan bahwa alam semesta memiliki
permulaan. Mereka yang mempertahankan teori steady-state telah lama menentang
teori Big Bang. Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia
mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa
radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini
haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang 'seharusnya
ada' ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno
Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang
disebut 'radiasi latar kosmis', tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan
tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini
adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan
Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.Pada tahun 1989, NASA
mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk
melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE
untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa
ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan
sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas
membuktikan teori Big Bang.

Dan menurut gagasan kuno yang mengatakan bahwa alam semesta itu kekal. Gagasan
yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi
berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya.
Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak
keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan
tidak berakhir.

Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya


keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada
kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem
berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl
Marx.Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga sebagai
dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux
de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan bahwa "alam semesta

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia diciptakan, ia sudah


pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan".
Ketika Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia
berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan menganggap dirinya sedang
mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun, sains dan teknologi yang
berkembang di abad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno yang dinamakan
materialisme ini.

Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan 'Big Bang',
dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa 'volume nol'
merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu
pengetahuan dapat mendefinisikan konsep 'ketiadaan', yang berada di luar batas
pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai 'titik bervolume nol'.
Sebenarnya, 'sebuah titik tak bervolume' berarti 'ketiadaan'. Demikianlah alam
semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan.
Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20,
telah dinyatakan dalam Alqur'an 14 abad lampau,yakni :
"Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi" (QS. Al-An'aam, 6: 101)

C.PERKEMBANGAN BUMI

Teori-teori tentang Perkembangan Bumi

1.Teori Kontraksi dari James Dana dan Elie de Baumant


Dalam teori ini dinyatakan bahwa bumi mengalami pengerutan karena pendinginan di
bagian dalam bumi akibat konduksi panas,sehingga mengakibatkan bumi tidak rata.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Teori Kontrasi Pembentukan Bumi

2.Teori Descartes dan Suess


Dalam teori ini dikatakan bahwa pada saat bola bumi mendingin maka terjadilah
proses pengerutan dan semakin menyusut.Kerutan-kerutan itulah sebagai
pegunungan,lipatan yang kita kenal sampai sekarang.Teori Descartes dan Suess ini
disebut teori kontraksi.

3.Teori Geosinklin

Teori Geosinklin

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Teori ini dikonsep oleh Hall pada tahun1859 yang kemudian dipublikasikan oleh Dana
pada tahun 1873. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan terjadinya endapan batuan
sedimen yang sangat tebal, ribuan meter dan memanjang seperti pada Pegunungan
Himalaya, Alpina dan Andes.

Teori geosinklin menyatakan bahwa suatu daerah sempit pada kerak bumi mengalami
depresi selama beberapa waktu sehingga terendapkan secara ekstrim sedimen yang
tebal. Proses pengendapan ini menyebabkan subsidence (penurunan) pada dasar
cekungan. Endapan sedimen yang tebal dianggap berasal dari sedimen akibat proses
orogenesa yang membentuk pengunungan lipatan dan selama proses ini endapan
sedimen yang telah terbentuk akan mengalami metamorfosa. Batuan yang
terdeformasi didalamnya dijelaskan sebagai akibat menyempitnya cekungan karena
terus menurunnya cekungan, sehingga batuan terlipat dan tersesarkan. Pergerakan
yang terjadi adalah pergerakan vertikal akibat gaya isostasi.

Teori ini mempunyai kelemahan tidak mampu menjelaskan asal-usul aktivitas vulkanik
dengan baik dan logis. Keteraturan aktivitas vulkanik sangatlah tidak bisa dijelaskan
dengan teori geosinklin. Pada intinya, golongan ilmuwan menganggap bahwa gaya
yang bekerja pada bumi merupakan gaya vertikal. Artinya, semua deformasi yang
terjadi diakibatkan oleh gaya utama yang berarah tegak lurus dengan bidang yang
terdeformasi.

4.HIPOTESA PENGAPUNGAN BENUA(CONTINENTAL DRIFT)

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Condinental Drift

Tahun 1912, Alfred Wegener seorang ahli meteorologi Jerman mengemukakan konsep
Pengapungan Benua (Continental drfit). Dalam The Origin of Continents and Oceans.
Hipotesa utamanya adalah satu super continent yang disebut Pangaea (artinya
semua daratan) yang dikelilingi oleh Panthalassa (semua lautan). Selanjutnya,
hipotesa ini mengatakan 200 juta tahun yang lalu Pangaea pecah menjadi benua-
benua yang lebih kecil. Dan kemudian bergerak menuju ke tempatnya seperti yang
dijumpai saat ini. Sedangkan hipoptesa lainnya menyatakan bahwa pada mulanya ada
dua super kontinen , yaitu pangea utara yang disebut juga Laurasia, dan pangea
selatan yang disebut juga Gondwanaland.

STRUKTUR BUMI

Secara garis besar, lapisan bumi terdiri atas beberapa bagian, yaitu: kerak bumi (crush), selimut
(mantle), dan inti ( core). Struktur bumi seperti itu mirip dengan telur, yaitu cangkangnya
sebagai kerak, putihnya sebagai selimut, dan kuningnya sebagai inti bumi.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

1. 1. Kerak Bumi (crush) Lapisan ini menempati bagian paling luar dengan tebal 6-50 km.
Tebal lapisan ini tidak sama di setiap tempat, di benua tebalnya 20-50 km, samudra 0-5km
atau bersamaan dengan air diatasnya sekitar 6-12 km. Tersusun dari materi-materi padat
yang kaya silisium dan uluminium. Kerak bumi ini dapat dibagi 2 yaitu:
Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 0-5km atau bersamaan dengan air diatasnya
sekitar 6-12 km. Kerak samudera atau kerak oseanik, merupakan kerak bumi yang menyusun
lantai dasar samudera. Kerak ini menyusun sekitar 65% dari luas kerak bumi. Kedalaman dai
kerak oseanik ini rata-rata sekitar 4000 meter dari permukaan air laut, meskipun pada
beberapa palung laut kedalamannya ada yang mencapai lebih dari 10 km. Batuan yang
menyusun kerak samudera adalh batuan yang bersifat basa atau mafik. Bagian atas dari kerak
samudera dengan ketebalan sekitar 1,5 kn disusun oleh batuan yang bersifat basa atau basaltik,
Sedangkan bagian bawahnya disusun oleh batuan metamorf dan batuan beku gabbro.
Permukaan kerak samudera ditutupi oleh endapan sedimen dengan ketebalan rata-rata sekitar
500 meter.
Kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-50 km. Batuan penyusun kerak benua yang
utama adalahgranit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak benua atau kerak kontinen,
merupakan kerak bumi yang menyusun daratan atau benua. Kerak benua mempunyai
ketebalan antara 30 sampai 35 km dengan ketebalan rata-rata sekitar 35 km. Kerak benua ini
menyusun sekitar 79% dari volume kerak bumi. Ketinggian permukaan dari kerak benua rata-
rata sekitar 800 meter dari permukaan laut, meskipun ada daerah yang ketinggiannya
mencapai lebih dari 8000 meter. Batuan yang menyusun kerak benua pada umumnya adalah
batuan granitik atau yang bersifat asam. Bagian atas dari kerak benua ini disusun oleh batuan
beku, batuan metamorf dan batuan endapan. Sedangkan secara keseluruhan batuan beku dan
batuan metamorf menyusun sekitar 95% , sisanya yang 5% merupakan batuan endapan.

Kerak Bumi dan sebagian mantel Bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total
kurang lebih 80 km. Suhu dibagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 C. Unsur-unsur
kimia utama pembentuk kerak Bumi adalah: Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si)
(27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na)
(2,8%), Kalium (K) (2,6%), Magnesium (Mg) (2,1%).

Berdasarkan materi-materi penyusunnya, kerak bumi masih dikelompokkan menjadi beberapa


lapisan yaitu :

1. 1. Lapisan atas, pada lapisan ini merupakan tempat dimana makhluk hidup
berkembangbiak. Lapisan atas terdiri atas pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup
yang sudah mati. Lapisan ini disebut sebagai tanah humus.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

A. 2. Lapisan tengah, lapisan ini merupakan lapisan


yang sedikit gersang dan terdiri atas air serta
pelapukan batuan. Lapisan tengah disebut dengan nama lapisan tanah liat.
B. Lapisan bawah, lapisan bawah merupakan lapisan batuan yang masih belum sempurna
pembentukannya.
C. Lapisan batuan induk, pada lapisan ini terdapat bebatuan padat sebagai penyusunnya.

1. 2. Selimut Bumi (Mantle)Selimut atau selubung bumi merupakan lapisan yang letaknya
dibawah lapisan kerak bumi. Lapisan ini sebagian besar berupa silikat/besi dan magnesium.
Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam bumi.
Selimut bumi tebalnya mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan yang padat yang
mengandung silikat dan magnesium. Suhu dibagian bawah selimut mencapai 3.000C,tetapi
tekanannya belum mempengaruhi kepadatan batuan.
Selimut bumi dibagi menjadi tiga bagian yaitu litosfer, astenosfer dan mesosfer.

1. Litosfer
Litosfer merupakan lapisan terluar dari selimut bumi dan tersusun atas materi-materi padat
terutama batuan. Lapisan litosfer tebalnya mencapai 100 km. Bersama-sama dengan kerak bumi,
kedua lapisan ini disebut lempeng litosfer. Litosfer tersusun atas dua lapisan utama , yaitu
laipsan sial dan lapisan sima.

Lapisan Sial adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan alumunium. Senyawa
dari kedua logam tersebut adalah SiO2 dan Al2O3.. Batuan yang terdapat dalam lapisan sial
antara lain batuan sedimen, granit, andesit, dan metamorf.
Lapisan Sima adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan magnesium.
Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SIO2 dan MgO. Berat jenis lapisan sima lebih
besar jika dibandingkan dengan berat jenis lapisan sial. Hal itu karena lapisan sima
mengandung besi dan magnesium.
1. Astenosfer

Astenosfer merupakan lapisan yang teletak dibawah lapisan litosfer. Lapisan ini tebalnya 100-
400km ini diduga sebagai tempat formasi magma (magma induk). Astenosfer ini terdiri dari
materi dalam keadaan cair atau semi-cair. Astenosfer suhu normalnya adalah antara 1.400
sampai 3.000 derajat Celcius derajat Celcius. Yang sangat tinggi suhu dalam segala hal
menyebabkan lapisan, termasuk batu, mencair. Hal ini terutama terdiri dari silikat besi dan
magnesium. Suhu astenosfer bervariasi dengan bahwa dari barysphere atau inti. Pada daerah
tertentu di permukaan bumi di mana suhu inti lebih tinggi, masalah membangun astenosfer dapat
ditemukan dalam keadaan cair. astenosfer memainkan bagian integral dalam gerakan lempeng
tektonik dari kerak bumi. Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer yang mengapung di

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

atas astenosfer semipadat bawah. Hal ini lempeng-lempeng yang bertanggung jawab untuk
perubahan geologis besar seperti pembentukan pegunungan, lembah keretakan, dataran tinggi
dan juga gempa bumi dan letusan gunung berapi.

1. Mesosfer merupakan lapisan yang terletak dibawah lapisan astenosfer.


Lapisan ini tebalnya 2.400-2.700km dan tersusun dari campuran batuan basa dan besi.

1. 3. Inti Bumi (Core )


Inti bumi merupakan lapisan paling dalam dari struktur bumi yang terdiri dari material cair,
dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada
kedalaman 2900 5200 km.

Lapisan ini dibedakan menjadi dua, yaitu lapisan inti luar (outer core) dan inti dalam

a. Inti bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti bumi
bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980
km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900C.

1. Inti Bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut
inti bumi. Inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. Inti bumi terdiri
dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800C.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni lithosfer,
hidosfer, atmosfer,dan biosfer

1) ATMOSFER

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan
lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi terutama karena adanya pengaruh
pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi. Perputaran bumi ini akan mengakibatkan
bergeraknya masa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat di
dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus angin..

Berdasarkan profil temperature secara vertical, lapisan-lapisan atmosfer dapat dibagi menjadi :

1. Troposfer ( 0 10 Km) Merupakan atmosfer terbawah dan dekat dengan Bumi. Pada
lapisan ini, terjadi adanya awan, angin, hujan ,petir, dan lain lain.
2. Stratosfer ( 10 30 Km) Pada lapisan ini, terjadi peningkatan temperature karena
bertambahnya ketinggian. Ozon (O3) terdapat pada lapisan ini dengan ketinggian 25 Km
dari permukaan Bumi.
3. Mesosfer (30 50 Km) Lapisan ini mempunyai ion atau udara yang bermuatan listrik
(Lapisan D) yang berfungsi untuk memantulkan gelombang radio. Karena adanya muatan
listrik tersebut, Kita dapt berkomunikasi dengan orang lain di luar negri.
4. Termosfer (50 400Km) Lapisan ini berfungsi untuk melindungi bumi dari meteor dengan
cara membakarnya. Hal ini disebabkan karena lapisan atmosfer mempunyai atom yang
bermuatan listrik atau terionisasi radiasi matahari
5. Eksosfer > 400 Km
Merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer
sangat rendah. Batas antara ekosfr (yang pada dasarnya juga adalah batas atmosfer) dengan
angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat
dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar
disebut magnetopause.

Keberadaan atmosfer yang menyelimuti seluruh permukaan bumi memiliki arti yang sangat
penting bagi kelangsungan hidup berbagai organisme di muka bumi. Fungsi atmosfer antara lain
:

1. Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan
hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari.
2. Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi
3. Menyediakan okisgen dan karbon dioksida.
4. Sebagai penahan meteor yang akan jatuh ke bumi.
Peran atmosfer dalam mengurangi radiasi matahari sangat penting. Apabila tidak ada lapian
atmosfer, suhu permukaan bumi bila 100% radiasi matahari diterima oleh permukaan bumi akan

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

sangat tinggi dan dikhawatirkan tidak ada organisme yang mampu bertaham hidup, termasuk
manusia.

Dalam mendistribusikan air antar wilayah di permukaan bumi, peran atmosfer ini terlihat dalam
siklus hidrologi. Ta2npa adanya atmosfer yang mampu menampung uap air, maka seluruh air di
permukaan bumi hanya akan mengumpul pada tempat yang paling rendah. Sungai-sungai akan
kering, seluruh air tanah akan merembes ke laut, sehingga air hanya akan mengumpul di
samudera dan laut saja. Pendistribusian air oleh atmosfer ini memberikan peluang bagi semua
mahluk hidup untuk tumbuh dan berkembang di seluruh permukaan bumi.

Selain itu, atmosfer dapat menyediakan oksigen bagi mahluk hidup. Kebutuhan tumbuhan akan
CO2 juga dapat diperoleh dari atmosfer.
2) HIDROSFER

Air adalah senyawa gabungan dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen menjadi
H2O. Sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah perairan. Lapisan air yang menyelimuti
permukaan bumi disebut hidrosfer. Siklus Air / Siklus hidrologi merupakan suatu proses
peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar
matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap
bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air
akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.
Macam Hidrosfer

1. Samudera-samudera dan laut-laut


Samudera-samudera dan laut-laut menempati 71% permukaan bumi. Bila di lihat dari luar bumi,
terlihat seperti bulatan air. Tubir samudera yang paling dalam 10 km, dengan rata-ratanya 4
km. Bila semua air ini diratakan di permukaan bumi dapat mencapai dalamnya 2,84 km.

1. Sungai
Sungai adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut, danau dan atau sungai lain yang
lebih besar. Air sungai dapat berasal dari gletser (es), danau yang meluap atau mata air
pegunungan. Dalam perjalanannya, aliran air sungai mempunyai tiga aktivitas, ayitu melakukan
erosi, transportasi dan sedimentasi.

1. Danau
Danau adalah masa airdalam jumlah besar yang berada dalam satu cekungan atau basin
diwilayah daratan. Berdasarkan proses terjadinya, danau terbagi menjadi :

1. Danau alam; terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia.


2. Danau buatan (waduk) yang merupakan buatan manusia untuk keperluan tertentu. Misalnya
waduk Jatiluhur dan Saguliang di Jawa Barat. Waduk ini antara lain manfaatkan untuk

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

pembangkit listrik, pengairan lahan pertanian, pengendali banjir, rekreasi dan budidaya
ikan.
4. Rawa

Rawa adalah tanah rendah yang selalu tergenang air karena tidak ada pelepasan air
(drainase). Oleh karena itu, air rawa bersifat asam. Berdasarkan sifatnya, rawa dapat dibedakan
menjadi :

a. Rawa air asin, yaitu rawa yang terdapat di daerah pantai.

b. Rawa air payau, yang terdapat di sekitar muara air sungai di dekat laut.

c. Rawa air tawar, yang terdapat di sekitar sungai-sungai besar.

5. Air Tanah
Merupakan air yang terdapat di lapisan tanah di bawah permukaan bumi, berasal ari air hujan
yang meresap ke dalam tanah. Semakin banyak air hujan yang meresap ke dalam tanah,
semkain banyak pula air yang tersimpan di dalam tanah. Secara umum air tanah dibedakan
menjadi dua, yaitu :

1. Air tanah dangkal, yang terdapat di atas lapisan batuan kedap air.
2. Air tanah dalam, yang terletak di antara dua lapisan batuan kedap air.
Air tanah dapat juga keluar ke permukaan bumi dalam bentuk sumber air panas yang
disebut geyser. Geyser merupakan sumber air panas yang erat hubungannya dengan aktivitas
vulkanisme.

3) LITHOSFER

Lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya
lapisan. Lithosfer merupakan lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan
ketebalan rata-rata 1200 km. Lithosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar yang berupa batuan
padat. Lithosfer tersusun dalam dua lapisan, yaitu kerak dan selubung, yang tebalnya 50 100
km. Lithosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga dapt menimbulkan persegeran
benua.

Penyusun utama lapisan lithosfer adalah batuan yang terdiri ari campuran antar mineral sejenis
atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Induk batuan pembentuk litosfer
adalah magma, yaitu batuan cair pijar yang bersuhu sangat tinngi dan terdapat di bawah kerak
bumi. Magma akan mengalami beberapa proses perubahan sampi menjadi batuan beku, batuan
sedimen dan batuan metamorf.

Lithosfer memegang peranan penting dalam kehidupan tumbuhan. Tanah terbentuk apabila
batu-batuan di permukaan litosfer mengalami degradasi, erosi maupun proses fisika lainnya

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

menjadi batuan kecil sampai pasir. Selanjutnya bagian ini bercampur dengan hasil pemasukan
komponen organis mahluk hidup yang kemudian membentuk tanah yang dapat digunakan
sebagai tempat hidup organisme.

Tanah merupakan sumber berbagai jenis mineral bagi mahluk hidup. Dalam wujud aslinya,
mineral-mineral ini berupa batu-batuan yang treletak berlapis di permukaan bumi. Melalui proses
erosi mineral-mineral yang menjadi usmber makanan mahluk hidup ini seringkali terbawa oleh
aliran sungai ke laut dan terdeposit di dasar laut.

Lithosfer terdiri dari dua bagian utama, yaitu :

1. Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium,
senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3.
Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit
jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.Lapisan sial
dinamakan juga lapisan kerak, bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km. Kerak bumi ini
terbagi menjadi dua bagian yaitu :
a. Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan
batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.

b. Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian
atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan
beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra
2. Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam
logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai
berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu
mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan
mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

Batuan Pembentuk Lithosfer

Semua batuan pada mulanya dari magma yang keluar melalui puncak gunung
berapi.Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku
kemudian menjadi batuan beku, yang dalam ribuan tahun dapat hancur terurai selama terkena
panas, hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan.
Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk
diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen.
Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena
adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan
atau batuan metamorf.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

a. Batuan beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Secara umum batuan
beku mempunyai ciri-ciri homogen dan kompak, tidak ada pelapisan, dan umumnya tidak
mengandung fosil. Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dibagi menjadi :

1. Batuan Beku Dalam ; adalah batuan beku yang terbentuk jauh di bawah permukaan bumi,
pada kedalaman 15 50 km. Karena tempat pembekuannya dekat dengan astenofer,
pendinginan magmanya sangat lambat serta

2. Batuan Beku Gang, terbentuk di bagian celah/gang dari kerak bumi, sebelum sampai ke
permukaan bumi. Proses pembekuan magma ini agak cepat sehingga membentuk batuan yang
mempunyai cristal yang kurang sempurna.

3. Batuan Beku Luar, hdala batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Magma yang
keluar dari bumi mengalami proses pendinginan dan pembekuan Sangat cepat sehingga tidak
menghasilkan cristal batuan. Contohnya riolit dan basalt.

b. Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses pengendapan. Butir-butir
batuan sedimen berasal dari berbagai macam batuan melalui proses pelapukan, baik oleh angin
maupun air. Proses pembentukan batuan sedimen disebutdiagenesis yang menyatakan
perubahan bentuk dari bahan deposit menjadi batuan endapan.

Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klastik, sedimen kimiawi dan
sedimen organik. Sedimen klastik berupa campuran hancuran batuan beku,
contohnya breksi, konglomerat dan batu pasir. Sedimen kimiawi berupa endapan dari suatu
pelarutan, contohnya batu kapur dan batu giok. Sedimen organic berupa endapan sisa sisa hewan
dan tumbuhan laut contohnya batu gamping dan koral
c. Batuan Malihan (Batuan Metamorf)

Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan baik secara fisik
maupun kimiawi sehingga menjadi batuan yang berbeda dari batuan induknya. Faktor yang
mempengaruhi perubahannya adalah suhu yang tinggi, tekanan yang kuat serta waktu yang lama.
Contohnya adalah batu kapur (kalsit) yang berubah menjadi marmer, atau batuan kuarsa
menjadi kuarsit
Lithosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiliki
manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Lithosfer bagian atas merupakan tempat
hidup bagi manusia, hewan dan tanaman.

Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer. Selanjutnya lithosfer bagian bawah mengandung
bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan bahan mineral atau tambang

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

yang berasal dari lithosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas, batu bara,
besi, nikel dan timah.

4) BIOSFER

Biosfer merupakan sistem kehidupan paling besar karena terdiri dari gabungan ekosistem yang
ada di planet bumi. Sistem ini mencakup semua mahluk hidup yang berinteraksi dengan
lingkungannya sebagai kesatuan utuh.

Secara entimologi, biosfer berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphereyang
berarti lapisan. Dengan demikian dapat diartikan biosfer adalah lapisan tempat tinggal mahluk
hidup. Termsuk semua bisofer adalah semua bagian permukaan bumi yang dapat dihuni oleh
mahluk hidup.

Pemahaman mengenai biosfer sangat penting untuk pengelolaan sumberdaya hayati, terutama
karena perkembangan flora dan fauna yang semakin berkurang. Salah satu penyebabnya adalah
terjadinya degradasi hutan akibat kebakaran ataupun pembukaan hutan untuk pemukiman.

Organisme hidup tersusun oleh berbagai unsur yang berasal dari biosfer, baik air, mineral
maupun komponen-komponen penyusun atmosfer. Secara fisik biosfre ini terbagi tiga, yaitu
litosfer, hidrosfer dan atmosfer.
PENGARUH BENTUK, PERSEBARAN, DAN POTENSI MUKA BUMI TERHADAP
KEHIDUPAN

1. Pengaruh Bentuk Muka Bumi terhadap Kehidupan


Permukaan bumi mengalami perubahan baik secara evolusi (lambat) maupun revolusi (cepat).
Perubahan ini disebabkan adanya tenaga endogen dan eksogen. Terbentuknya pegunungan,
gunung, dataran rendah, dataran tinggi, atau lembah merupakan hasil aktivitas tenaga endogen.
Begitu pula proses pelapukan, erosi, dan sedimentasi sebagai tenaga eksogen berpengaruh
terhadap pembentukan muka bumi. Adanya keragaman bentuk muka bumi ini menyebabkan
perbedaan berbagai aspek, antara lain : iklim, kesuburan tanah, tata air, dan unsur-unsur lainnya.
Perbedaan semua aspek tersebut tentu saja berpengaruh terhadap mahluk hidup (tumbuhan,
hewan, dan manusia) di sekitarnya. Memang mahluk hidup termasuk manusia tidak bisa hidup
tanpa alam. Atau lebih khususnya mahluk hidup juga tidak bisa bertahan hidup apabila tidak bisa
menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Itulah sebabnya mengapa orang Eskimo memakai
baju tebal, karena di sana iklimnya dingin. Begitu pula para nelayan menangkap ikan di malam
hari karena angin darat yang berhembus ke laut membantu mereka dalam perjalanan ke tengah
laut.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Akibat adanya proses adaptasi manusia terhadap lingkungan ini melahirkan kebiasaan yang
berbeda. Corak kehidupan di daerah pegunungan berbeda dengan manusia yang tinggal di
dataran rendah, begitupun sebaliknya.

Pengaruh bentuk muka bumi terhadap kehidupan di daerah pegunungan dan dataran rendah dari
aspek tumbuhan, mata pencaharian, makanan, pakaian, bentuk rumah, dan sistem transportasi.

1. Kehidupan di daerah pegunungan


Pegunungan atau gunung memiliki iklim yang sejuk. Karena angin yang datang dari arah laut
setelah mencapai daerah pegunungan dan gunung, naik ke atas. Akhirnya angin menjadi lebih
dingin, sehingga menimbulkan awan terjadilah hujan di sekitarnya. Banyaknya hujan ini di
samping tanahnya subur (banyak mengandung humus) menimbulkan tumbuh suburnya berbagai
jenis tumbuhan. Hutan lebat dengan berbagai jenis tumbuhan subur.

Daerah pegunungan umumnya memiliki tanah yang subur, karena disamping daerah vulkanis
juga memiliki curah hujan yang tinggi. Kesuburan tanah ini berpengaruh terhadap mata
pencaharian penduduk sekitarnya. Umumnya penduduk daerah pegunungan menggantungkan
hidupnya dari pertanian dan perkebunan. Tanaman yang mereka tanam seperti kina, teh, kopi,
sayur-sayuran, dan berbagai jenis buahbuahan. Daerah pegunungan memiliki alam yang
berbukit-bukit. Tidak sedikit di antara bukitdipisahkan oleh lembah, lereng atau sungai. Kondisi
alam seperti ini kurang menguntungkan dalam bidang transportasi. Untuk berjalan kaki saja
dirasakan berat, karena harus mendaki (naik dan turun). Oleh karena itu pembangunan jalan raya
atau jalan kereta api relatif sulit dan memerlukan biaya besar.

1. Kehidupan di daerah dataran rendah


Umumnya dataran rendah di Indonesia merupakan dataran hasil endapan oleh air, atau sering
disebut dataran aluvial. Biasanya dataran aluvial, tanahnya subur dan sangat baik untuk daerah
pertanian, perkebunan, pemukiman, atau juga untuk industri. Apalagi daerah seperti ini yang
dialiri sungai dapat lebih memenuhi kebutuhan air tawar untuk pertanian, perumahan, dan juga
industri. Umumnya dataran rendah dan delta sangat baik untuk lahan pertanian. Pengolaha tanah
bisa lebih mudah karena tanahnya datar dan tidak keras. Pengaturan air, dan transportasinya juga
lebih mudah bila dibandingkan daerah dataran tinggi. Karena itu di daerah ini mata pencaharian
penduduknya banyak yang bertani. Tanaman yang cocok adalah padi, tebu, jagung, kelapa, dan
palawija. Umumnya pertanian di daerah ini memiliki areal yang luas dan bisa menghasilkan
produksi pertanian yang besar.

Dataran rendah umumnya berpenduduk padat. Begitu pula kota-kota besar juga umumnya berada
di dataran rendah. Dataran rendah tanahnya relatif luas, sarana dan prasarana juga mudah
dibangun, tanahnya relatif subur dan mempunyai cadangan air yang cukup. Semua itu
mendukung pertumbuhan daerah dataran rendah menjadi sebuah kota. Karena itu dataran rendah
secara umum penduduknya lebih cepat maju. Mata pencaharian penduduk lebih bervariasi, ada

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

yang bertani, nelayan, berdagang, industri, maupun bergerak dalam bidang jasa. Pembangunan
sarana transportasi di dataran rendah juga lebih menguntungkan. Perjalanan bisa lebih cepat
karena jalannya lurus dan tidak mendaki. Biaya pembuatan dan pemeliharaan jalan juga lebih
murah dan mudah.

1. Sebaran Bentuk Muka Bumi dan Potensinya


A. Sebaran bentuk muka bumi
Muka bumi kita ada yang merupakan daerah pegunungan, gunung, dataran rendah, dataran
tinggi, lembah, dan lain-lain. Perbedaan bentuk muka bumi ini sebenarnya merupakan potensi
penunjang kehidupan manusia.

1. Potensi lahan bagi kehidupan


Sebaran bentuk muka bumi berpengaruh terhadap cara pemanfaatan lahan, baik untuk keperluan
pertanian, industri, pemukiman, perdagangan dan keperluan lainnya. Oleh karena itu
pengetahuan tentang bentuk muka bumi ini sangat penting artinya dalam menunjang kehidupan
manusia. Lahan (land) merupakan lingkungan fisik dan biotik yang berkaitan dengan daya
dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisik ini bisa
berupa relief/topografi, iklim, tanah, dan air. Sedangkan lingkungan biotik adalah tumbuhan,
hewan, dan manusia.

Lahan kritis

Lahan kritis adalah lahan yang kemampuan produksinya sangat kurang, baik dalam bidang
pertanian, industri, pemukiman, atau keperluan lainnya. Jika lahan kritis dihubungkan dengan
pertanian, maka lahan kritis yang dimaksud adalah lahan tandus dan sudah tidak mampu
berproduksi lagi. Di lahan kritis biasanya sifat-sifat fisik dan kimia tanah sudah hilang. Begitu
pula hampir seluruh lapisan tanah paling atas (lapisan subur) juga sudah hilang. Hal ini
disebabkan oleh cepatnya proses erosi dan transportasi pada tanah tersebut, sementara proses
pembentukan tanah memakan waktu yang relatif lama.

Gempa bumi tektonik


Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif
sempit (tidak luas) dan pada jangka waktu yang singkat. Atau definisi cuaca ialah
keadaan udara harian pada suatu tempat tertentu dan meliputi wilayah yang sempit,
keadaan cuaca ini dapat berubah setiap harinya.

Atau pengertian cuaca yang lainnya yaitu suatu keadaan rata-rata udara sehari-hari
disuatu tempat tertentu & meliputi wilayah yang sempit dalam jangka waktu yang

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

singkat. Keadaan dari cuaca mudah berubah ubah, karena disebabkan oleh tekanan
udara, suhu, angin, kelembaban udara, dan juga curah hujan.

Seperti contohnya: Ketika pada pukul 07.00 WIB, keadaan cuaca di kota Bandung cerah
suhu udaranya berkisar antara 23.C 27.C, dan angin yang berhembus dari arah barat
laut berkisar dengan kecepatan 25 km/jam, Akan tetapi ketika pada pukul 14.00 WIB
keadaan cuacanya berubah menjadi berwarna tebal dengan suhu udara berkisaran
30.C, dan angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 20 km/jam.

B. Inilah unsur dari cuaca & iklim

Untuk memahami gejala cuaca dan iklim diperlukan pemahaman mengenai unsur-
unsurnya. Berikut ini unsur-unsur cuaca dan iklim, diantaranya seperti:

1. Suhu/temperatur

Suhu udara/temperatur udara di suatu tempat akan berbeda dengan tempat lainnya,
karena disebabkan oleh beberapa faktor:

lamanya penyinaran matahari ke bumi, adalah intensitas penyinaran matahari di


belahan bumi sangat bervariasi tergantung oleh letak lintang.
ketinggian suatu tempat, semakin datar suatu tempat atau wilayah maka panas
yang diterima akan semakin besar.
keadaan awan, Jika di atmosfer banyak terdapat awan maka panas yang
diterima bumi akan lebih kecil karena terserap oleh awan.
keadaan tumbuhan di permukaan bumi.
sudut penyinaran matahari, adalah suatu sudut yang dibentuk oleh sinar
matahari pada bidang permukaan di bumi.

Sedangkan alat yang dipakai untuk mengukur suhu udara yaitu thermometer.

apakah itu cuaca?


2. Tekanan undara

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Yaitu suatu gaya yang timbul karena adanya berat dari lapisan udara, besarnya tekanan
udara di suatu tempat dapat berubah-rubah. Atau kerapatan massa udara dalam satuan
wilayah tertentu. Sedangkan alat untuk mengukur tekanan udara ialah Barometer.

3. Kelembaban udara

Yaitu banyak sedikitnya uap air yang terkandung dalam udara pada saat waktu
tertentu. Sedanfkan alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara disebut
dengan Higrometer

4. Angin

Yaitu udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum (tinggi) ke daerah
tekanan minimun (rendah). Sedangkan untuk mengukur kecepatan & arah angin
digunakan Anemometer dengan menggunakan skala Beaufort.

5. Hujan/Curah hujan

Yaitu intensitas atau jumlah air hujan yang turun pada suatu wilayah dalam waktu
tertentu.

Pengertian iklim ialah kondisi rata rata cuaca pada suatu daerah dan ditentukan
berdasarkan kurun waktu yang lama. Pada dasarnya unsur iklim sama dengan unsur
cuaca, karena iklim ini merupakan kondisi rata-rata cuaca. Singkatnya, cuaca ialah
bagian dari iklim. Jika cuaca hanya memperhitungkan kondisi udara pada satu hari
saja, iklim memperhitungkan dengan waktu yang lebih panjang. Iklim menurut para ahli
seperti Glenn T. Trewartha, iklim ialah konsep yang abstrak yang menyatakan kondisi
cuaca serta unsur atmosfer di daerah dalam kurun waktu yang cukup panjang.
Sedangakn menurut Gibbs, iklim merupakan peluang statistik keadaan atmosfer
diantaranya suhu, tekanan, kelembapan, angin yang terjadi di suatu wilayah dalam
kurun waktu yang panjang. Maka menurut World Climate Conference, iklim di
definisikan sebagai sintesis kejadian cuaca yang terjadi dalam waktu yang cukup
panjang, secara statiskit bisa digunakan untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda
setiap saatnya.
Berbicara iklim, maka juga akan membicarakan tipenya juga.
1. Tipe-tipe iklim
2. Iklim darat
Iklim darat dibedakan dengan daerah tropis dan subtropics pada lintang 40 o dan daerah
sedang. Pada daerah tropis dan subtropics ciri-cirinya ialah amplituro suhu harian besar
tetapi tahunannya kecil, curah hujan sedikit tetapi disertai topan. Daerag sedang suhu
tahunan besar, suhu rata rata di musim panas tinggi dan musim dingin rendah. Curah
hujan juga sedikit dan biasanya jatuh di musim panas

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

1. Iklim laut
Iklim laut ini dibedakan daerah tropis dan subtropics dan daerah sedang. Pada daerah
tropis dan subtropics, suhu rata rata rendah setahunnya, amplitudo harian rendah, dan
banyak awan dan sering kali terjadi hujan lebat yang disertai dengan datangnya badai.
Sedangkan di daerah sedang, amplitude suhu harian serta tahunan kecil, pada musim
dingin banyak awan dan hujan, pergantian musim dari panas ke dingin tidak mendadak.
Pengertian iklim juga akan membahas tentang klasifikasi iklim
1. Iklim matahari
Iklim matahari ialah iklim yang didasarkan perbedaan pemanasan di permukaan bumi
oleh panas sinar matahari. Bumi dibagi aatas lima daerah iklim yakni, daerah iklim
tropis, subtropics, sedang dan dingin.
2. Iklim fisik
Iklim fisik merupakan iklim kenyataan yang terdapat pada daerah tertentu. Iklim fisik di
tentukan oleh beberapa faktor seperti, permukaan bumi berupa lautan dan daratan,
angin panas dan angin dingin, bentang relief di daratan, dan arah arus laut.

Dari pengertian iklim serta tipe dan klasifikasinya, kini anda sudah bisa memahami apa
itu iklim. Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa iklim bisa diartikan juga dengan
kondisi cuaca yang diakumulasi dalam kurun waktu tertentu. Namun, saat ini kondisi
iklim dan cuaca sudah mengalami kerusakan akibat rusaknya bumi. Global warming
atau pemanasan global memang sangat berpengaruh terhadap cuaca setiap hari.
Gempa Bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-
lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil
hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau
bencana alam di Bumi, getaran gempa Bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh
bagian Bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi
karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan
dilepaskan dengan tiba-tiba.

Gempa bumi tumbukan

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Gempa Bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi,
jenis gempa Bumi ini jarang terjadi

Gempa bumi runtuhan


Gempa Bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah
pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

Gempa bumi buatan


Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia,
seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Gempa bumi vulkanik (gunung api)


Gempa Bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum
gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan
timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi
tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
Berdasarkan Kedalaman[sunting | sunting sumber]

Gempa bumi dalam


Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km
di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya
tidak terlalu berbahaya.

Gempa bumi menengah


Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara
60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada
umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.

Gempa bumi dangkal


Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari
60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang
besar.
Berdasarkan Gelombang/Getaran Gempa[sunting | sunting sumber]

Gelombang Primer

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Gelombang primer (gelombang lungitudinal) adalah gelombang atau getaran yang


merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 714 km/detik. Getaran ini berasal
darihiposentrum.

Gelombang Sekunder
Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang
merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang,yakni
47 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.

Penyebab terjadinya gempa Bumi[sunting | sunting sumber]


Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh
tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu
kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak
dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan
terjadi.
Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa
Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan
translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena
materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman
lebih dari 600 km.
Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam
gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan
gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena
menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam
Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi
atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik
tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi
dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes
rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh
manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat
pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.
Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi
suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama
periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan
alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa
Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude.
kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau
lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi
menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman
gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak
ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar
adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu
adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur
pada modifikasi Skala Mercalli.

Pengertian Gerhana
Gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebuah objek disebabkan adanya benda/objek yang
melintas di depannya. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana ini memiliki ukuran yang hampir
sama jika diamati dari Bumi. Contohnya gerhana Matahari dan gerhana Bulan.

Gerhana Matahari
Gerhana Matahari terjadi saat posisi bulan terletak di antara Bumi & Matahari sehingga menutup
sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Meskipun Bulan berukuran lebih kecil, bayangan Bulan
mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak
384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata
149.680.000 kilometer.

Jenis Gerhana Matahari

Gerhana total terjadi jika saat puncak gerhana, bulatan Matahari ditutup seutuhnya oleh
bulatan Bulan. Ketika itu, bulatan Bulan sama besar atau bahkan lebih besar dari bulatan
Matahari. Ukuran bulatan Matahari & bulatan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung
pada masing-masing jarak Bumi-Bulan & Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi jika bulatan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup
sebagian dari bulatan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari bulatan Matahari
yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi jika bulatan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menghalangi
sebagian dari bulatan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi saat ukuran bulatan Bulan lebih

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

kecil dari bulatan Matahari. Sehingga ketika bulatan Bulan berada di


depan bulatan Matahari, tidak seluruh bulatan Matahari akan tertutup oleh bulatan Bulan.
Bagian bulatan Matahari yang tidak tertutup oleh bulatan Bulan, berada di
sekeliling bulatan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana hibrida bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan
bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul
sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.

Gambar Gerhana Matahari

Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi saat sebagian/keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi.
Itu terjadi jika bumi berada di antara matahari & bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga
sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan sebab terhalangi oleh bumi.

Jenis Gerhana Bulan

Gerhana bulan total - Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
Gerhana bulan sebagian - Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari
Matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan
bulan.
Gerhana bulan penumbra - Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian
penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Sistem Ekonomi Indonesia


Gambar Gerhana Bulan

Tata Surya[a] adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek
tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi[b], dan
jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid,
empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan
tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu
kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9
juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta
km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km).
Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagaiplanet
kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima
planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya
diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km),
dan Eris(10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit
alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari
debu dan partikel lain.

Daftar isi

1Asal usul
2Sejarah penemuan
3Struktur
o 3.1Terminologi
o 3.2Zona planet
o 3.3Matahari
3.3.1Medium antarplanet
o 3.4Tata Surya bagian dalam
3.4.1Planet-planet bagian dalam
3.4.1.1Merkurius
3.4.1.2Venus
3.4.1.3Bumi
3.4.1.4Mars
3.4.2Sabuk asteroid
3.4.2.1Ceres
3.4.2.2Kelompok asteroid
o 3.5Tata Surya bagian luar
3.5.1Planet-planet luar
3.5.1.1Yupiter
3.5.1.2Saturnus
3.5.1.3Uranus
3.5.1.4Neptunus
3.5.2Komet
3.5.3Centaur
o 3.6Daerah trans-Neptunus
3.6.1Sabuk Kuiper
3.6.1.1Pluto dan Charon
3.6.1.2Haumea dan Makemake

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

3.6.2Piringan tersebar
3.6.2.1Eris
o 3.7Daerah terjauh
3.7.1Heliopause
3.7.2Awan Oort
3.7.3Sedna
3.7.4Batasan-batasan
o 3.8Dimensi
4Konteks galaksi
o 4.1Daerah lingkungan sekitar
5Lihat pula
6Catatan
7Referensi
8Pranala luar

Asal usul[sunting | sunting sumber]


Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli, beberapa
di antaranya adalah:

Pierre-Simon Laplace, pendukung Hipotesis Nebula

Gerard Kuiper, pendukung Hipotesis Kondensasi

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-
1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada
tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de
Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan
Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya
masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk daridebu, es, dan gas yang
disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang
dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu
kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa
terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke
sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan
penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace
berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan
konsekuensi dari pembentukan mereka.[3]
Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C.
Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal
mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat
cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan
tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama
proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi
bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari.
Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit,
mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka
sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut
bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa
materi lainnya menjadi komet dan asteroid.
Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada
tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada
Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar
materi dari Matahari dan bintang lain tersebut olehgaya pasang surut bersama mereka,
yang kemudian terkondensasi menjadi planet.[3] Namun astronom Harold Jeffreys tahun
1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

terjadi.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya


atas hipotesis tersebut.[4]
Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang
bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan
bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram
raksasa.
Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada
tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua
bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak
meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang
yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.
Hipotesis Protoplanet
Teori ini dikemukakan oleh Carl Van Weizsaecker, G.P. Kuipper dan Subrahmanyan
Chandarasekar. Menurut teori protoplanet, di sekitar matahari terdapat kabut gas yang
membentuk gumpalan-gumpalan yang secara evolusi berangsur-angsur menjadi
gumpalan padat. Gumpalan kabut gas tersebut dinamakan protoplanet.

Sejarah penemuan[sunting | sunting sumber]


Lima planet terdekat ke Matahari
selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman
dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di
dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu
membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung
mitologi.Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan
mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati
melalui mata telanjang.
Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai
perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama
sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari
Matahari makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa Matahari adalah pusat alam
semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-
1543). Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Model heliosentris dalam manuskripCopernicus.

Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian


Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2
kali jarak orbit Bumi-Yupiter.
Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak
benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes
Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-
1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang
memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya
Pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan cermat
orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang
mengganggu. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata
tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Plutokemudian ditemukan pada 1930.
Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa
yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi
Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena
ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.
Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya yang letaknya
melampaui Neptunus (disebut objek trans-Neptunus), yang juga mengelilingi Matahari.
Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk
Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda
langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni
2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna(1.800 km pada Maret
2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).
Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui
juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama
oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga memiliki satelit.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Perbanding relatif massa planet. Yupiter adalah 71% dari total dan Saturnus 21%.
Merkurius dan Mars, yang total bersama hanya kurang dari 0.1% tidak nampak dalam
diagram di atas.

Orbit-orbit Tata Surya dengan skala yang sesungguhnya

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Illustrasi skala

Komponen utama sistem Tata Surya adalah matahari, sebuah bintang deret
utama kelas G2 yang mengandung 99,86 persen massa dari sistem dan mendominasi
seluruh dengan gaya gravitasinya.[5] Yupiter dan Saturnus, dua komponen terbesar
yang mengedari Matahari, mencakup kira-kira 90 persen massa selebihnya.[c]
Hampir semua objek-objek besar yang mengorbit Matahari terletak pada bidang
edaran bumi, yang umumnya dinamaiekliptika. Semua planet terletak sangat dekat
pada ekliptika, sementara komet dan objek-objek sabuk Kuiper biasanya memiliki beda
sudut yang sangat besar dibandingkan ekliptika.
Planet-planet dan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi Matahari
berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara Matahari,
terkecuali Komet Halley.
Hukum Gerakan Planet Kepler menjabarkan bahwa orbit dari objek-objek Tata Surya
sekeliling Matahari bergerak mengikuti bentuk elips dengan Matahari sebagai salah
satu titik fokusnya. Objek yang berjarak lebih dekat dari Matahari (sumbu semi-mayor-
nya lebih kecil) memiliki tahun waktu yang lebih pendek. Pada orbit elips, jarak antara
objek dengan Matahari bervariasi sepanjang tahun. Jarak terdekat antara objek dengan
Matahari dinamai perihelion, sedangkan jarak terjauh dari Matahari dinamai aphelion.
Semua objek Tata Surya bergerak tercepat di titik perihelion dan terlambat di titik
aphelion. Orbit planet-planet bisa dibilang hampir berbentuk lingkaran, sedangkan
komet, asteroid dan objek sabuk Kuiper kebanyakan orbitnya berbentuk elips.
Untuk mempermudah representasi, kebanyakan diagram Tata Surya menunjukan jarak
antara orbit yang sama antara satu dengan lainnya. Pada kenyataannya, dengan
beberapa perkecualian, semakin jauh letak sebuah planet atau sabuk dari Matahari,
semakin besar jarak antara objek itu dengan jalur edaran orbit sebelumnya. Sebagai
contoh, Venus terletak sekitar sekitar 0,33 satuan astronomi (SA) lebih dari Merkurius[d],

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

sedangkan Saturnus adalah 4,3 SA dari Yupiter, dan Neptunusterletak 10,5 SA


dari Uranus. Beberapa upaya telah dicoba untuk menentukan korelasi jarak antar orbit
ini (hukum Titus-Bode), tetapi sejauh ini tidak satu teori pun telah diterima.
Hampir semua planet-planet di Tata Surya juga memiliki sistem sekunder. Kebanyakan
adalah benda pengorbit alami yang disebut satelit. Beberapa benda ini memiliki ukuran
lebih besar dari planet. Hampir semua satelit alami yang paling besar terletak di orbit
sinkron, dengan satu sisi satelit berpaling ke arah planet induknya secara permanen.
Empat planet terbesar juga memliki cincin yang berisi partikel-partikel kecil yang
mengorbit secara serempak.
Terminologi[sunting | sunting sumber]
Secara informal, Tata Surya dapat dibagi menjadi tiga daerah. Tata Surya bagian dalam
mencakup empat planet kebumiandan sabuk asteroid utama. Pada daerah yang lebih
jauh, Tata Surya bagian luar, terdapat empat gas planet raksasa.[6] Sejak
ditemukannya Sabuk Kuiper, bagian terluar Tata Surya dianggap wilayah berbeda
tersendiri yang meliputi semua objek melampaui Neptunus.[7]
Secara dinamis dan fisik, objek yang mengorbit matahari dapat diklasifikasikan dalam
tiga golongan: planet, planet kerdil, danbenda kecil Tata Surya. Planet adalah sebuah
badan yang mengedari Matahari dan mempunyai massa cukup besar untuk membentuk
bulatan diri dan telah membersihkan orbitnya dengan menginkorporasikan semua
objek-objek kecil di sekitarnya. Dengan definisi ini, Tata Surya memiliki delapan
planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Neptunus. Plutotelah
dilepaskan status planetnya karena tidak dapat membersihkan orbitnya dari objek-objek
Sabuk Kuiper.[8]
Planet kerdil adalah benda angkasa bukan satelit yang mengelilingi Matahari,
mempunyai massa yang cukup untuk bisa membentuk bulatan diri tetapi belum dapat
membersihkan daerah sekitarnya.[8] Menurut definisi ini, Tata Surya memiliki lima buah
planet kerdil: Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris.[9] Objek lain yang mungkin
akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil adalah: Sedna, Orcus, dan Quaoar. Planet
kerdil yang memiliki orbit di daerah trans-Neptunus biasanya disebut "plutoid".[10] Sisa
objek-objek lain berikutnya yang mengitari Matahari adalah benda kecil Tata Surya. [8]
Ilmuwan ahli planet menggunakan istilah gas, es, dan batu untuk mendeskripsi kelas
zat yang terdapat di dalam Tata Surya.Batu digunakan untuk menamai bahan bertitik
lebur tinggi (lebih besar dari 500 K), sebagai contoh silikat. Bahan batuan ini sangat
umum terdapat di Tata Surya bagian dalam, merupakan komponen pembentuk utama
hampir semua planet kebumian dan asteroid. Gas adalah bahan-bahan bertitik lebur
rendah seperti atom hidrogen, helium, dan gas mulia, bahan-bahan ini mendominasi

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

wilayah tengah Tata Surya, yang didominasi oleh Yupiter dan Saturnus. Sedangkan es,
seperti air, metana, amonia dan karbon dioksida,[11] memiliki titik lebur sekitar ratusan
derajat kelvin. Bahan ini merupakan komponen utama dari sebagian besar satelit planet
raksasa. Ia juga merupakan komponen utama Uranus dan Neptunus (yang sering
disebut "es raksasa"), serta berbagai benda kecil yang terletak di dekat orbit
Neptunus.[12]
Istilah volatiles mencakup semua bahan bertitik didih rendah (kurang dari ratusan
kelvin), yang termasuk gas dan es; tergantung pada suhunya, 'volatiles' dapat
ditemukan sebagai es, cairan, atau gas di berbagai bagian Tata Surya.
Zona planet[sunting | sunting sumber]

Zona Tata Surya yang meliputi, planet bagian dalam, sabuk asteroid, planet bagian
luar, dan sabuk Kuiper. (Gambar tidak sesuai skala)

Di zona planet dalam, Matahari adalah pusat Tata Surya dan letaknya paling dekat
dengan planetMerkurius (jarak dari Matahari 57,9 106 km, atau
0,39 SA), Venus (108,2 106 km, 0,72 SA), Bumi(149,6 106 km, 1 SA)
dan Mars (227,9 106 km, 1,52 SA). Ukuran diameternya antara 4.878 km dan
12.756 km, dengan massa jenis antara 3,95 g/cm3 dan 5,52 g/cm3.
Antara Mars dan Yupiter terdapat daerah yang disebut sabuk asteroid, kumpulan
batuan metal dan mineral. Kebanyakan asteroid-asteroid ini hanya berdiameter
beberapa kilometer (lihat: Daftar asteroid), dan beberapa memiliki diameter 100 km
atau lebih. Ceres, bagian dari kumpulan asteroid ini, berukuran sekitar 960 km dan
dikategorikan sebagai planet kerdil. Orbit asteroid-asteroid ini sangat eliptis, bahkan
beberapa menyimpangi Merkurius (Icarus) dan Uranus (Chiron).
Pada zona planet luar, terdapat planet gas raksasa Yupiter (778,3 106 km,
5,2 SA), Uranus(2,875 109 km, 19,2 SA) dan Neptunus (4,504 109 km, 30,1 SA)
dengan massa jenis antara 0,7 g/cm3dan 1,66 g/cm3.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Jarak rata-rata antara planet-planet dengan Matahari bisa diperkirakan dengan


menggunakan baris matematis Titus-Bode. Regularitas jarak antara jalur edaran orbit-
orbit ini kemungkinan merupakan efek resonansi sisa dari awal terbentuknya Tata
Surya. Anehnya, planet Neptunus tidak muncul di baris matematis Titus-Bode, yang
membuat para pengamat berspekulasi bahwa Neptunus merupakan hasil tabrakan
kosmis.

Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem
Tata Surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini
menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung
kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat.
Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi
eletromagnetik, termasuk spektrum optik.
Matahari dikategorikan ke dalam bintang kerdil kuning (tipe G V) yang berukuran
tengahan, tetapi nama ini bisa menyebabkan kesalahpahaman, karena dibandingkan
dengan bintang-bintang yang ada di dalam galaksi Bima Sakti, Matahari termasuk
cukup besar dan cemerlang. Bintang diklasifikasikan dengan diagram Hertzsprung-
Russell, yaitu sebuah grafik yang menggambarkan hubungan nilai luminositas sebuah
bintang terhadap suhu permukaannya. Secara umum, bintang yang lebih panas akan
lebih cemerlang. Bintang-bintang yang mengikuti pola ini dikatakan terletak pada deret
utama, dan Matahari letaknya persis di tengah deret ini. Akan tetapi, bintang-bintang
yang lebih cemerlang dan lebih panas dari Matahari adalah langka, sedangkan bintang-
bintang yang lebih redup dan dingin adalah umum.[13]
Dipercayai bahwa posisi Matahari pada deret utama secara umum merupakan "puncak
hidup" dari sebuah bintang, karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi
nuklir. Saat ini Matahari tumbuh semakin cemerlang. Pada awal kehidupannya, tingkat
kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang. [14]
Matahari secara metalisitas dikategorikan sebagai bintang "populasi I". Bintang kategori
ini terbentuk lebih akhir pada tingkat evolusi alam semesta, sehingga mengandung
lebih banyak unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium ("metal" dalam
sebutan astronomi) dibandingkan dengan bintang "populasi II". [15] Unsur-unsur yang
lebih berat daripada hidrogen dan helium terbentuk di dalam inti bintang purba yang
kemudian meledak. Bintang-bintang generasi pertama perlu punah terlebih dahulu
sebelum alam semesta dapat dipenuhi oleh unsur-unsur yang lebih berat ini.
Bintang-bintang tertua mengandung sangat sedikit metal, sedangkan bintang baru
mempunyai kandungan metal yang lebih tinggi. Tingkat metalitas yang tinggi ini

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

diperkirakan mempunyai pengaruh penting pada pembentukan sistem Tata Surya,


karena terbentuknya planet adalah hasil penggumpalan metal. [16]
Medium antarplanet[sunting | sunting sumber]

Lembar aliran heliosfer, karena gerak rotasi magnetis Matahari terhadap medium
antarplanet.

Di samping cahaya, matahari juga secara berkesinambungan memancarkan semburan


partikel bermuatan (plasma) yang dikenal sebagaiangin surya. Semburan partikel ini
menyebar keluar kira-kira pada kecepatan 1,5 juta kilometer per jam,[17] menciptakan
atmosfer tipis (heliosfer) yang merambah Tata Surya paling tidak sejauh 100 SA (lihat
juga heliopause). Kesemuanya ini disebut medium antarplanet.
Badai geomagnetis pada permukaan Matahari, seperti semburan Matahari (solar flares)
dan lontaran massa korona (coronal mass ejection) menyebabkan gangguan pada
heliosfer, menciptakan cuaca ruang angkasa.[18] Struktur terbesar dari heliosfer
dinamai lembar aliran heliosfer (heliospheric current sheet), sebuah spiral yang terjadi
karena gerak rotasi magnetis Matahari terhadap medium antarplanet. [19][20] Medan
magnet bumi mencegah atmosfer bumi berinteraksi dengan angin
surya. Venus dan Mars yang tidak memiliki medan magnet, atmosfernya habis terkikis
ke luar angkasa.[21] Interaksi antara angin surya dan medan magnet bumi menyebabkan
terjadinya aurora, yang dapat dilihat dekat kutub magnetik bumi.
Heliosfer juga berperan melindungi Tata Surya dari sinar kosmik yang berasal dari luar
Tata Surya. Medan magnet planet-planet menambah peran perlindungan selanjutnya.
Densitas sinar kosmik pada medium antarbintang dan kekuatan medan magnet
Matahari mengalami perubahan pada skala waktu yang sangat panjang, sehingga
derajat radiasi kosmis di dalam Tata Surya sendiri adalah bervariasi, meski tidak
diketahui seberapa besar.[22]
Medium antarplanet juga merupakan tempat beradanya paling tidak dua daerah mirip
piringan yang berisi debu kosmis. Yang pertama, awan debu zodiak, terletak di Tata
Surya bagian dalam dan merupakan penyebab cahaya zodiak. Ini kemungkinan

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

terbentuk dari tabrakan dalam sabuk asteroid yang disebabkan oleh interaksi dengan
planet-planet.[23]Daerah kedua membentang antara 10 SA sampai sekitar 40 SA, dan
mungkin disebabkan oleh tabrakan yang mirip tetapi tejadi di dalam Sabuk Kuiper.[24][25]
Tata Surya bagian dalam[sunting | sunting sumber]
Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet
kebumian dan asteroid. Terutama terbuat dari silikat dan logam, objek dari Tata Surya
bagian dalam melingkup dekat dengan matahari, radius dari seluruh daerah ini lebih
pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus.
Planet-planet bagian dalam[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Planet kebumian

Planet-planet bagian dalam. Dari kiri ke kanan: Merkurius, Venus, Bumi,


dan Mars (ukuran menurut skala)

Empat planet bagian dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) memiliki komposisi
batuan yang padat, hampir tidak mempunyai atau tidak mempunyai satelit dan tidak
mempunyai sistem cincin. Komposisi Planet-planet ini terutama adalah mineral bertitik
leleh tinggi, seperti silikat yang membentuk kerak dan selubung, dan logam seperti besi
dan nikel yang membentuk intinya. Tiga dari empat planet ini (Venus,Bumi dan Mars)
memiliki atmosfer, semuanya memiliki kawah meteor dan sifat-sifat permukaan tektonis
seperti gunung berapi dan lembah pecahan. Planet yang letaknya di antara Matahari
dan bumi (Merkurius dan Venus) disebut juga planet inferior.
Merkurius[sunting | sunting sumber]
Merkurius (0,4 SA dari Matahari) adalah planet terdekat dari Matahari serta juga
terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri
geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed
ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal
sejarahnya.[26] Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-
atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin
surya.[27] Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat
diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah
terjadi tabrakan raksasa, dan perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh
energi awal Matahari.[28][29]
Venus[sunting | sunting sumber]

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Venus (0,7 SA dari Matahari) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). Dan
seperti bumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi,
atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lebih
kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi. Venus
tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan
mencapai 400 C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang
terkandung di dalam atmosfer.[30] Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum
dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa
mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal dari
gunung berapi.[31]
Bumi[sunting | sunting sumber]
Bumi (1 SA dari Matahari) adalah planet bagian dalam yang terbesar dan
terpadat, satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya
planet yang diketahui memiliki mahluk hidup.70% bagian bumi ditutup oleh air
sedangkan 30%bumi dituupi oleh daratan.Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di
antara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang
diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan
planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang
menghasilkan 21% oksigen.[32] Bumi memiliki satu satelit, bulan, satu-satunya
satelit besar dari planet kebumian di dalam Tata Surya.
Mars[sunting | sunting sumber]
Mars (1,5 SA dari Matahari) berukuran lebih kecil dari bumi dan Venus (0,107
massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya
adalah karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa
seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan
aktivitas geologis yang terus terjadi sampai baru belakangan ini. Warna
merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi.[33] Mars
mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos danPhobos) yang diduga
merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.[34]

Sabuk asteroid

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Sabuk asteroid utama dan asteroid Troya

Asteroid secara umum adalah objek Tata Surya yang terdiri dari batuan
dan mineral logam beku.[35]
Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars dan Yupiter, berjarak
antara 2,3 dan 3,3 SA dari matahari, diduga merupakan sisa dari bahan
formasi Tata Surya yang gagal menggumpal karena pengaruh gravitasi
Yupiter.[36]
Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis.
Semua asteroid, kecuali Ceres yang terbesar, diklasifikasikan
sebagai benda kecil Tata Surya. Beberapa asteroid
seperti Vesta dan Hygiea mungkin akan diklasifikasi sebagai planet
kerdil jika terbukti telah mencapai kesetimbangan hidrostatik.[37]
Sabuk asteroid terdiri dari beribu-ribu, mungkin jutaan objek yang
berdiameter satu kilometer.[38] Meskipun demikian, massa total dari
sabuk utama ini tidaklah lebih dari seperseribu massa bumi.[39] Sabuk
utama tidaklah rapat, kapal ruang angkasa secara rutin menerobos
daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Asteroid yang berdiameter
antara 10 dan 104 m disebut meteorid.[40]
Ceres[sunting | sunting sumber]

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Ceres

Ceres (2,77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid dan


diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Diameternya adalah sedikit kurang
dari 1000 km, cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri untuk
menggumpal membentuk bundaran. Ceres dianggap sebagai planet
ketika ditemukan pada abad ke 19, tetapi di-reklasifikasi menjadi asteroid
pada tahun 1850an setelah observasi lebih lanjut menemukan beberapa
asteroid lagi.[41] Ceres direklasifikasi lanjut pada tahun 2006 sebagai
planet kerdil.
Kelompok asteroid[sunting | sunting sumber]
Asteroid pada sabuk utama dibagi menjadi kelompok dan keluarga
asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya. satelit asteroid adalah asteroid
yang mengedari asteroid yang lebih besar. Mereka tidak mudah
dibedakan dari satelit-satelit planet, kadang kala hampir sebesar
pasangannya. Sabuk asteroid juga memiliki komet sabuk utama yang
mungkin merupakan sumber air bumi.[42]
Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5 Yupiter (daerah
gravitasi stabil yang berada di depan dan belakang sebuah orbit planet),
sebutan "trojan" sering digunakan untuk objek-objek kecil pada Titik
Langrange dari sebuah planet atau satelit. Kelompok Asteroid Hilda
terletak di orbit resonansi 2:3 dari Yupiter, yang artinya kelompok ini
mengedari Matahari tiga kali untuk setiak dua edaran Yupiter.
Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi oleh asteroid liar, yang banyak
memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam.
Tata Surya bagian luar[sunting | sunting sumber]

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan
satelit-satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda
pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-
badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air,
amonia, metan, yang sering disebut "es" dalam peristilahan ilmu
keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian
dalam Tata Surya.
Planet-planet luar[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Raksasa gas

Raksasa-raksasa gas dalam Tata Surya dan Matahari, berdasarkan


skala

Keempat planet luar, yang disebut juga planet raksasa gas (gas giant),
atau planet jovian, secara keseluruhan mencakup 99 persen massa yang
mengorbit Matahari. Yupiter dan Saturnus sebagian besar
mengandung hidrogen dan helium; Uranus dan Neptunus memiliki
proporsi es yang lebih besar. Para astronom mengusulkan bahwa
keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es.[43] Keempat raksasa
gas ini semuanya memiliki cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus
yang dapat dilihat dengan mudah dari bumi.
Yupiter[sunting | sunting sumber]
Yupiter (5,2 SA), dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari
gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya
adalah hidrogen dan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan
timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita
pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63
satelit. Empat yang terbesar, Ganymede, Callisto, Io, dan Europa menampakan
kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang
panas.[44] Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran
lebih besar dari Merkurius.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Saturnus[sunting | sunting sumber]


Saturnus (9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa
kesamaan dengan Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun
Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang
dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah
planet yang paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit yang
diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di
antaranya Titan dan Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir
terdiri hanya dari es saja.[45] Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan
merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang
cukup berarti.
Uranus[sunting | sunting sumber]
Uranus (19,6 SA) yang memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling
ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus
mengedari Matahari dengan bujkuran poros 90 derajat pada ekliptika. Planet ini
memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya
sedikit memancarkan energi panas.[46] Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui,
yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.
Neptunus[sunting | sunting sumber]
Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus, memiliki 17 kali
massa bumi, sehingga membuatnya lebih padat. Planet ini memancarkan panas
dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus.[47] Neptunus memiliki 13
satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya aktif, dan memiliki
geyser nitrogen cair.[48] Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya
terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada
orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1
dengan Neptunus.
Komet[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Komet

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Komet Hale-Bopp

Komet adalah badan Tata Surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer,
dan terbuat dari es volatil. Badan-badan ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi, secara
umum perihelion-nya terletak di planet-planet bagian dalam dan letak aphelion-nya
lebih jauh dari Pluto. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya bagian dalam, dekatnya
jarak dari Matahari menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi,
yang menghasilkan koma, ekor gas dan debu panjang, yang sering dapat dilihat
dengan mata telanjang.
Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang dari dua ratus tahun.
Sedangkan komet berperioda panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan tahun.
Komet berperioda pendek dipercaya berasal dari Sabuk Kuiper, sedangkan komet
berperioda panjang, seperti Hale-bopp, berasal dari Awan Oort. Banyak kelompok
komet, seperti Kreutz Sungrazers, terbentuk dari pecahan sebuah induk
tunggal.[49] Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal dari luar Tata Surya,
tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit.[50] Komet tua yang bahan
volatilesnya telah habis karena panas Matahari sering dikategorikan
sebagai asteroid.[51]
Centaur[
Centaur adalah benda-benda es mirip komet yang poros semi-majornya lebih besar
dari Yupiter (5,5 SA) dan lebih kecil dari Neptunus (30 SA). Centaur terbesar yang
diketahui adalah, 10199 Chariklo, berdiameter 250 km.[52] Centaur temuan
pertama, 2060 Chiron, juga diklasifikasikan sebagai komet (95P) karena memiliki koma

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

sama seperti komet kalau mendekati Matahari.[53] Beberapa astronom


mengklasifikasikan Centaurs sebagai objek sabuk Kuiper sebaran-ke-dalam (inward-
scattered Kuiper belt objects), seiring dengan sebaran keluar yang bertempat
di piringan tersebar (outward-scattered residents of the scattered disc).[54]
Daerah trans-Neptunus[sunting | sunting sumber]

Plot seluruh objek sabuk Kuiper

Diagram yang menunjukkan pembagian sabuk Kuiper

Daerah yang terletak jauh melampaui Neptunus, atau daerah trans-Neptunus, sebagian
besar belum dieksplorasi. Menurut dugaan daerah ini sebagian besar terdiri dari dunia-
dunia kecil (yang terbesar memiliki diameter seperlima bumi dan bermassa jauh lebih
kecil dari bulan) dan terutama mengandung batu dan es. Daerah ini juga dikenal
sebagai daerah luar Tata Surya, meskipun berbagai orang menggunakan istilah ini
untuk daerah yang terletak melebihi sabuk asteroid.
Sabuk Kuiper[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sabuk Kuiper

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Sabuk Kuiper adalah sebuah cincin raksasa mirip dengan sabuk asteroid, tetapi
komposisi utamanya adalah es. Sabuk ini terletak antara 30 dan 50 SA, dan terdiri
dari benda kecil Tata Surya. Meski demikian, beberapa objek Kuiper yang terbesar,
seperti Quaoar, Varuna, danOrcus, mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil.
Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 100.000 objek Sabuk Kuiper yang
berdiameter lebih dari 50 km, tetapi diperkirakan massa total Sabuk Kuiper hanya
sepersepuluh massa bumi.[55] Banyak objek Kuiper memiliki satelit ganda dan
kebanyakan memiliki orbit di luar bidang eliptika.
Sabuk Kuiper secara kasar bisa dibagi menjadi "sabuk klasik" dan resonansi.
Resonansi adalah orbit yang terkait pada Neptunus (contoh: dua orbit untuk setiap tiga
orbit Neptunus atau satu untuk setiap dua). Resonansi yang pertama bermula pada
Neptunus sendiri. Sabuk klasik terdiri dari objek yang tidak memiliki resonansi dengan
Neptunus, dan terletak sekitar 39,4 SA sampai 47,7 SA.[56] Anggota dari sabuk klasik
diklasifikasikan sebagai cubewanos, setelah anggota jenis pertamanya ditemukan
(15760) 1992QB1 [57]
Pluto dan Charon[sunting | sunting sumber]

Pluto dan ketiga satelitnya

Pluto (rata-rata 39 SA), sebuah planet kerdil, adalah objek terbesar sejauh ini di Sabuk
Kuiper. Ketika ditemukan pada tahun 1930, benda ini dianggap sebagai planet yang
kesembilan, definisi ini diganti pada tahun 2006 dengan diangkatnya definisi formal
planet. Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat dari bidang ekliptika)
dan berjarak 29,7 SA dari Matahari pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai
49,5 SA pada titik aphelion.
Tidak jelas apakah Charon, satelit Pluto yang terbesar, akan terus diklasifikasikan
sebagai satelit atau menjadi sebuah planet kerdil juga. Pluto dan Charon, keduanya
mengedari titik barycentergravitasi di atas permukaannya, yang membuat Pluto-Charon
sebuah sistem ganda. Dua satelit yang jauh lebih kecil Nix dan Hydra juga mengedari

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Pluto dan Charon. Pluto terletak pada sabuk resonan dan memiliki 3:2 resonansi
dengan Neptunus, yang berarti Pluto mengedari Matahari dua kali untuk setiap tiga
edaran Neptunus. Objek sabuk Kuiper yang orbitnya memiliki resonansi yang sama
disebutplutino.[58]
Haumea dan Makemake[sunting | sunting sumber]
Haumea (rata-rata 43,34 SA) dan Makemake (rata-rata 45,79 SA) adalah dua objek
terbesar sejauh ini di dalam sabuk Kuiper klasik. Haumea adalah sebuah objek
berbentuk telur dan memiliki dua satelit. Makemake adalah objek paling cemerlang di
sabuk Kuiper setelah Pluto. Pada awalnya dinamai 2003 EL61 dan 2005 FY9, pada
tahun 2008 diberi nama dan status sebagai planet kerdil. Orbit keduanya berinklinasi
jauh lebih membujur dari Pluto (28 dan 29) [59] dan lain seperti Pluto, keduanya tidak
dipengaruhi olehNeptunus, sebagai bagian dari kelompok Objek Sabuk Kuiper klasik.
Piringan tersebar[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Piringan tersebar

Hitam: tersebar; biru: klasik; hijau: resonan

Eris dan satelitnya Dysnomia

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Piringan tersebar (scattered disc) berpotongan dengan sabuk Kuiper dan menyebar
keluar jauh lebih luas. Daerah ini diduga merupakan sumber komet berperioda pendek.
Objek piringan tersebar diduga terlempar ke orbit yang tidak menentu karena pengaruh
gravitasi dari gerakan migrasi awal Neptunus. Kebanyakan objek piringan
tersebar (scattered disc objects, atau SDO) memiliki perihelion di dalam sabuk Kuiper
dan apehelion hampir sejauh 150 SA dari Matahari. Orbit OPT juga memiliki inklinasi
tinggi pada bidang ekliptika dan sering hampir bersudut siku-siku. Beberapa astronom
menggolongkan piringan tersebar hanya sebagai bagian dari sabuk Kuiper dan
menjuluki piringan tersebar sebagai "objek sabuk Kuiper tersebar" (scattered Kuiper
belt objects).[60]
Eris[sunting | sunting sumber]
Eris (rata-rata 68 SA) adalah objek piringan tersebar terbesar sejauh ini dan
menyebabkan mulainya debat tentang definisi planet, karena Eris hanya 5%lebih besar
dari Pluto dan memiliki perkiraan diameter sekitar 2.400 km. Eris adalah planet kerdil
terbesar yang diketahui dan memiliki satu satelit, Dysnomia.[61] Seperti Pluto, orbitnya
memiliki eksentrisitas tinggi, dengan titik perihelion 38,2 SA (mirip jarak Pluto ke
Matahari) dan titik aphelion 97,6 SA dengan bidang ekliptika sangat membujur.
Daerah terjauh[sunting | sunting sumber]
titik tempat Tata Surya berakhir dan ruang antar bintang mulai tidaklah persis terdefinisi.
Batasan-batasan luar ini terbentuk dari dua gaya tekan yang terpisah: angin surya dan
gravitasi Matahari. Batasan terjauh pengaruh angin surya kira kira berjarak empat kali
jarak Pluto dan Matahari. Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar
bintang. Akan tetapi Bola Roche Matahari, jarak efektif pengaruh gravitasi Matahari,
diperkirakan mencakup sekitar seribu kali lebih jauh.
Heliopause[sunting | sunting sumber]

Voyager memasuki heliosheath

Heliopause dibagi menjadi dua bagian terpisah. Awan angin yang bergerak pada
kecepatan 400 km/detik sampai menabrak plasma dari medium ruang antarbintang.
Tabrakan ini terjadi pada benturan terminasi yang kira kira terletak di 80-100 SA dari
Matahari pada daerah lawan angin dan sekitar 200 SA dari Matahari pada daerah

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

searah jurusan angin. Kemudian angin melambat dramatis, memampat dan berubah
menjadi kencang, membentuk struktur oval yang dikenal sebagai heliosheath, dengan
kelakuan mirip seperti ekor komet, mengulur keluar sejauh 40 SA di bagian arah lawan
angin dan berkali-kali lipat lebih jauh pada sebelah lainnya. Voyager 1 dan Voyager 2
dilaporkan telah menembus benturan terminasi ini dan memasuki heliosheath, pada
jarak 94 dan 84 SA dari Matahari. Batasan luar dari heliosfer,heliopause, adalah titik
tempat angin surya berhenti dan ruang antar bintang bermula.
Bentuk dari ujung luar heliosfer kemungkinan dipengaruhi dari dinamika fluida dari
interaksi medium antar bintang dan juga medan magnet Matahari yang mengarah di
sebelah selatan (sehingga memberi bentuk tumpul pada hemisfer utara dengan jarak 9
SA, dan lebih jauh daripada hemisfer selatan. Selebih dari heliopause, pada jarak
sekitar 230 SA, terdapat benturan busur, jaluran ombak plasma yang ditinggalkan
Matahari seiring edarannya berkeliling di Bima Sakti.
Sejauh ini belum ada kapal luar angkasa yang melewati heliopause, sehingga tidaklah
mungkin mengetahui kondisi ruang antar bintang lokal dengan pasti. Diharapkan satelit
NASA voyager akan menembus heliopause pada sekitar dekade yang akan datang dan
mengirim kembali data tingkat radiasi dan angin surya. Dalam pada itu, sebuah tim
yang dibiayai NASA telah mengembangkan konsep "Vision Mission" yang akan khusus
mengirimkan satelit penjajak ke heliosfer.
Awan Oort[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Awan Oort

Gambaran seorang artis tentang Awan Oort

Secara hipotesis, Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa yang terdiri dari
bertrilyun-trilyun objek es, dipercaya merupakan sumber komet berperioda panjang.
Awan ini menyelubungi matahari pada jarak sekitar 50.000 SA (sekitar 1 tahun cahaya)

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

sampai sejauh 100.000 SA (1,87 tahun cahaya). Daerah ini dipercaya


mengandung komet yang terlempar dari bagian dalam Tata Surya karena interaksi
dengan planet-planet bagian luar. Objek Awan Oort bergerak sangat lambat dan bisa
digoncangkan oleh situasi-situasi langka seperti tabrakan, effek gravitasi dari
laluan bintang, atau gaya pasang galaksi, gaya pasang yang didorong Bima Sakti.[62][63]
Sedna[sunting | sunting sumber]

Foto teleskop Sedna

90377 Sedna (rata-rata 525,86 SA) adalah sebuah benda kemerahan mirip Pluto
dengan orbit raksasa yang sangat eliptis, sekitar 76 SA pada perihelion dan 928 SA
pada aphelion dan berjangka orbit 12.050 tahun. Mike Brown, penemu objek ini pada
tahun 2003, menegaskan bahwa Sedna tidak merupakan bagian dari piringan
tersebar ataupun sabuk Kuiper karena perihelionnya terlalu jauh dari pengaruh migrasi
Neptunus. Dia dan beberapa astronom lainnya berpendapat bahwa Sedna adalah objek
pertama dari sebuah kelompok baru, yang mungkin juga mencakup 2000 CR105.
Sebuah benda bertitik perihelion pada 45 SA, aphelion pada 415 SA, dan berjangka
orbit 3.420 tahun. Brown menjuluki kelompok ini "Awan Oort bagian dalam", karena
mungkin terbentuk melalui proses yang mirip, meski jauh lebih dekat ke Matahari.
Kemungkinan besar Sedna adalah sebuah planet kerdil, meski bentuk kebulatannya
masih harus ditentukan dengan pasti.
Batasan-batasan[sunting | sunting sumber]
Lihat pula: Planet X
Banyak hal dari Tata Surya kita yang masih belum diketahui. Medan gravitasi Matahari
diperkirakan mendominasi gaya gravitasi bintang-bintang sekeliling sejauh dua tahun
cahaya (125.000 SA). Perkiraan bawah radius Awan Oort, di sisi lain, tidak lebih besar
dari 50.000 SA.[64] Sekalipun Sedna telah ditemukan, daerah antara Sabuk
Kuiper dan Awan Oort, sebuah daerah yang memiliki radius puluhan ribu SA, bisa
dikatakan belum dipetakan. Selain itu, juga ada studi yang sedang berjalan, yang
mempelajari daerah antara Merkurius danmatahari.[65] Objek-objek baru mungkin masih
akan ditemukan di daerah yang belum dipetakan.

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Dimensi[sunting | sunting sumber]


Perbandingan beberapa ukuran penting planet-planet:

Mer Yu Sat Nep


Karakteristi Ve Bu M Ura
kuri pite urn tunu
k nus mi ars nus
us r us s

14 22 2.8
108 778 1.42 4.49
Jarak orbit 57,91 9,6 7,9 70,
,21 ,41 6,72 8,25
(juta km) (0,39 0 4 97
(0,7 (5,2 (9,5 (30,
(SA) ) (1, (1, (19,
2) 0) 4) 07)
00) 52) 19)

0,6
2
Waktu 0,24
(22 1,0 1,8 11, 29,4 84, 164,
edaran (88
4 0 8 86 5 02 79
(tahun) hari)
hari
)

23 24
9 10 17 16
ja ja
243 jam jam jam jam
Jangka 58,65 m m
,02 55 47 14 7
rotasi hari 56 37
hari me men men meni
me me
nit it it t
nit nit

Eksentrisitas 0,0 0,0 0,0 0,0 0,05 0,0 0,00


0,206
edaran 07 17 93 48 4 47 9

Sudut
3,3 0,0 1,8 1,3 0,7
inklinasi orb 7,00 2,48 1,77
9 0 5 1 7
it ()

Sudut 177 23, 25, 3,1 26,7 97, 29,5


0,00
inklinasi eku ,36 45 19 2 3 86 8
ator terhada

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

p orbit ()

Diameter 12. 142


12. 6.8 120. 51. 49.5
ekuator 4.879 75 .98
104 05 536 118 28
(km) 6 4

Massa
0,8 1,0 0,1 317 14,
(dibanding 0,06 95,2 17,1
1 0 5 ,8 5
Bumi)

Kepadatan
5,2 5,5 3,9 1,3 1,2
menengah 5,43 0,69 1,64
4 2 3 3 7
(g/cm)

-
+43 -
13
- 7 89
Suhu 3
173 C C
permukaan C
C +46 +1
min. - - - - -
+167 4 5
menengah 55 108 139 197 201
C C C
maks. C C C C C
+427 +49 +5
+2
C 7 8
7
C C
C

Konteks galaksi[sunting | sunting sumber]

Lokasi Tata Surya di dalam galaksi Bima Sakti

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Lukisan artis dari Gelembung Lokal

Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter
sekitar 100.000 tahun cahaya dan memiliki sekitar 200 miliarbintang.[66] Matahari
berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan
Orion.[67] Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat
galaksi, dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per
detik.
Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai
tahun galaksi Tata Surya.[68] Apex Matahari, arah jalur Matahari di ruang semesta,
dekat letaknya dengan rasi bintang Herkules terarah pada posisi akhir bintang Vega.[69]
Lokasi Tata Surya di dalam galaksi berperan penting dalam evolusi kehidupan di Bumi.
Bentuk orbit bumi adalah mirip lingkaran dengankecepatan hampir sama dengan
lengan spiral galaksi, karenanya bumi sangat jarang menerobos jalur lengan. Lengan
spiral galaksi memiliki konsentrasi supernova tinggi yang berpotensi bahaya sangat
besar terhadap kehidupan di Bumi. Situasi ini memberi Bumi jangka stabilitas yang
panjang yang memungkinkan evolusi kehidupan.[70]
Tata Surya terletak jauh dari daerah padat bintang di pusat galaksi. Di daerah pusat,
tarikan gravitasi bintang-bintang yang berdekatan bisa menggoyang benda-benda
di Awan Oort dan menembakan komet-komet ke bagian dalam Tata Surya. Ini bisa
menghasilkan potensi tabrakan yang merusak kehidupan di Bumi.
Intensitas radiasi dari pusat galaksi juga memengaruhi perkembangan bentuk hidup
tingkat tinggi. Walaupun demikian, para ilmuwan berhipotesis bahwa pada lokasi Tata
Surya sekarang ini supernova telah memengaruhi kehidupan di Bumi pada 35.000
tahun terakhir dengan melemparkan pecahan-pecahan inti bintang ke arah Matahari
dalam bentuk debu radiasi atau bahan yang lebih besar lainnya, seperti berbagai benda
mirip komet.[71]
Daerah lingkungan sekitar[sunting | sunting sumber]

[Type text] [Type text] [Type text]


[Type the document title] [Year]

Lingkungan galaksi terdekat dari Tata Surya adalah sesuatu yang dinamai Awan
Antarbintang Lokal (Local Interstellar Cloud, atau Local Fluff), yaitu wilayah berawan
tebal yang dikenal dengan nama Gelembung Lokal (Local Bubble), yang terletak di
tengah-tengah wilayah yang jarang. Gelembung Lokal ini berbentuk rongga mirip jam
pasir yang terdapat pada medium antarbintang, dan berukuran sekitar 300 tahun
cahaya. Gelembung ini penuh ditebari plasma bersuhu tinggi yang mungkin berasal dari
beberapa supernova yang belum lama terjadi.[72]
Di dalam jarak sepuluh tahun cahaya (95 triliun km) dari Matahari, jumlah bintang relatif
sedikit. Bintang yang terdekat adalah sistem kembar tiga Alpha Centauri, yang berjarak
4,4 tahun cahaya. Alpha Centauri A dan B merupakan bintang ganda mirip dengan
Matahari, sedangkan Centauri C adalah kerdil merah (disebut juga Proxima Centauri)
yang mengedari kembaran ganda pertama pada jarak 0,2 tahun cahaya.
Bintang-bintang terdekat berikutnya adalah sebuah kerdil merah yang dinamai Bintang
Barnard (5,9 tahun cahaya), Wolf 359 (7,8 tahun cahaya) dan Lalande 21185 (8,3 tahun
cahaya). Bintang terbesar dalam jarak sepuluh tahun cahaya adalah Sirius, sebuah
bintang cemerlang dikategori 'urutan utama' kira-kira bermassa dua kali massa
Matahari, dan dikelilingi oleh sebuah kerdil putih bernama Sirius B. Keduanya berjarak
8,6 tahun cahaya. Sisa sistem selebihnya yang terletak di dalam jarak 10 tahun cahaya
adalah sistem bintang ganda kerdil merah Luyten 726-8 (8,7 tahun cahaya) dan sebuah
kerdial merah bernama Ross 154 (9,7 tahun cahaya).[73]
Bintang tunggal terdekat yang mirip Matahari adalah Tau Ceti, yang terletak 11,9 tahun
cahaya. Bintang ini kira-kira berukuran 80% berat Matahari, tetapi kecemerlangannya
(luminositas) hanya 60%.[74] Planet luar Tata Surya terdekat dari Matahari, yang
diketahui sejauh ini adalah di bintang Epsilon Eridani, sebuah bintang yang sedikit lebih
pudar dan lebih merah dibandingkan mathari. Letaknya sekitar 10,5 tahun cahaya.
Planet bintang ini yang sudah dipastikan, bernama Epsilon Eridani b, kurang lebih
berukuran 1,5 kali massa Yupiter dan mengelilingi induk bintangnya dengan jarak 6,9
tahun cahaya.[75]

[Type text] [Type text] [Type text]