You are on page 1of 11

Cara Menanam Kelapa Sawit yang Benar

image by google
Pemeliharaan tanaman merupakan hal yang sangat penting dalam usaha
budidaya tanaman karena menentukan masa perkembangan dan
pertumbuhan tanaman. Perawatan tidak hanya ditunjukan pada
tanamannya, tetapi juga pada media tanah pada lahan pertanaman
tersebut. Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, pembuatan
piringan, penanaman tanaman sela, pengendalian gulma, pemangkasan,
pemupukan, dan penyerbukan buatan.

1. Penyulaman
Penyulaman (menyisip) adalah bagian dari pemeliharaan tanaman dengan
mengganti tanaman yang mati, rusak, atau pertumbuhan tanaman tidak
baik dengan bibit yang baru. Kerusakan tanaman yang harus diganti
tersebut dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain cara penanaman
yang kurang teliti, keadaan iklim (terendam air atau kekeringan), terserang
hama (babi, gajah) atau penyakit, pertumbuhan tanaman (kualitas, bibit),
dan lain sebagainya.

Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, tapi paling utama


harus dilakukan secepatnya. Bibit yang digunakan untuk penyulaman ini
adalah bibit yang berumur 12-14 bulan. Penyulaman bisa juga dilakukan
hingga tanaman sudah berumur 1-2 tahun dengan konsekuensi
menyebabkan pertumbuhan tanaman sulaman terhambat.

2. Pembuatan Piringan
Piringan atau bokoran adalah lingkaran dengan radius 1,0 1,5 meter yang
mengelilingi pohon tanaman. Piringan dibuat dan dipelihara agar selalu
dalam keadaan bersih dari gulma untuk memudahkan pelaksanaan berbagai
kegiatan perawatan tanaman kelapa sawit.

Radius piringan atau bokoran yang semula hanya sekitar 60cm secara
berangsur-angsur diperbesar sampai 1,5 meter sesuai dengan umur
tanaman. Pembuatan piringan ini yang paling utama adalah membersihkan
gulma yang tumbuh di sekitar pohon tanaman kelapa sawit. Pemeliharaan
piringan dapat dilakukan dengan dikored, dibabat, atau disemprot dengan
kebutuhan, seperti sebelum pemupukan.

3. Penanaman Tanaman Sela

Penanaman tanaman sela atau tanaman penutup tanah lahan pertanaman


kelapa sawit harus benar-benar diperhatikan agar jangan sampai
mengganggu atau merugikan pokoknya, yaitu tanaman kelapa sawitnya.

Tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman sela ini adalah tanaman
dari jenis kacang-kacangan. Untuk menentukan jenis kacangan yang akan
digunakan sebagai tanaman sela harus memperhatikan faktor-faktor
topografinya, keadaan lahan, pertanaman, kesuburan tanah, tenaga, dan
lain-lain.
Dua hal yang penting dalam menanam tanaman sela ini adalah teknik dan
waktu penanaman untuk memperoleh manfaat yang baik untuk
perkembangan dan produksi awal yang lebih baik. Hal peting lainnya
meliputi tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah, persiapan benih, dan
penaburan benih. Sebaiknya tanaman sela sudah menutupi permukaan
tanah pada waktu penanaman bibit kelapa sawit di lahan pertanaman.

Syarat-syarat yang baik untuk tanaman sela atau tanaman penutup


tanah.
1. Mempunyai pertumbuhan yang cepat, agar dapat menutup permukaan
lahan pertanaman dengan cepat.
2. Tanaman yang bukan merupakan saingan tanaman kelapa sawit
terhadap unsure hara, air, tanah, cahaya, dan udara.

3. Tidak merusak fisik tanah, penting diperhatikan bila yang digunakan


tanaman penutup tanah alami.

4. Dapat memfiksasi nitrogen bebas dari atmosfer, sehingga dapat


meningkatkan kesuburan tanah.

5. Tanaman yang bukan inang hama dan penyakit yang dapat


menyerang tanaman kelapa sawit.

Manfaat penanaman tanaman sela atau tanaman penutup tanah


adalah sebagai berikut :
1. Melindungi permukaan tanah dan erosi.
2. Menambah bahan organic tanah.

3. Mengurangi pencucian unsure hara.

4. Menambah kesuburan tanah dengan adanya fiksasi unsure N bebas.

5. Mempercepat proses pelapukan.

4. Pengendalian Gulma

Gulma (tumbuhan pengganggu) adalah tumbuhan yang termasuk bangsa


rurumputan yang merupakan pengganggu bagi kehidupan tanaman utama.
Gulma harus secepatnya dikendalikan, karena gulma sangat mengganggu
tanaman dalam mengambil makanan, sehingga mengakibatkan turunnya
hasil budidaya. Selain itu juga merugikan manusia, karena gulma ada yang
mengandung racun.

Jenis-jenis gulma yang tumbuh pada lahan pertanaman kelapa sawit banyak
macamnya. Secara garis besar, jenis-jenis gulma tersebut dapat
digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu golongan gulma berbahaya dan
golongan gulma lunak.

Gulma berbahaya
Merupakan gulma yang memiliki daya saing tinggi terhadap tanaman pokok,
misalnya lalang, lempuyang, beberapa tumbuhan berkayu, dan lain
sebagainya.
Gulma lunak
Merupakan gulma yang keberadaannya dalam pertanaman kelapa sawit
dapat ditoleransi, sebab jenis gulma ini dapat menahan erosi tanah, tetapi
pertumbuhannya tetap harus dikendalikan

Pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara terpadu untuk menghindari


segi-segi negative yang mungkin timbul bila hanya mengandalkan satu cara
atau metode pengendalian. Biasanya digunakan pengendalian gulma terpadu
secara vertical, yakni perpaduan dua atau lebih cara dari berbagai cara yang
sudah dikenal, seperti cara fisik, kimia, hayati, dan lain sebagainya.

Pengendalian gulma terpadu secara horizontal berorientasi pada beberapa


disiplin ilmu. Dengan kata lain, memadukan pengendalian gulma dengan
salah satu cara atau lebih kegiatan pemeliharaan tanaman lainnya seperti
pengendalian hama, penyakit, atau pemupukan. Cara horizontal ini masih
belum banyak digunakan atau masih memerlukan penelitian dan
pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui dampaknya bagi tanaman
pokok.

Pengendalian gulma yang biasa diterapkan selama ini ada tiga cara, yaitu
pengendalian secara manual, pengendalian secara kimia, dan pengendalian
secara kultur teknis.

a. Pengendalian gulma secara manual

Pengendalian gulma yang dilakukan dengan menggunakan peralatan atau


dengan daya upaya pengendalian secara konvensional, misalnya dengan
merambat, membongkar, menggarpu, dan lain sebagainya. Pemberantasan
gulma dengan cara ini dapat dilakukan 5-6 kali pada tahun pertama atau
bergantung keadaan perkebunan.

b. Pengendalian gulma secara kimia


Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida, baik yang bersifat
kontak maupun sistemik. Keuntungan cara ini adalah penggunaan tenaga
kerja yang relative sedikit. Namun cara ini dapat mengganggu organism lain
dalam kelestariaan alam.

c. Pengendalian gulma secara kultur teknis

Pengendalian gulma dengan menggunakan tanaman penutup tanah jenis


kacangan. Cara ini bertujuan untuk mengurangi pengaruh buruk dari gulma.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif, pengendalian gulma tanaman


kelap sawit ini dapat dilakukan dengan kombinasi ketiga cara yang telah
dijelaskan diatas.

5. Pemangkasan Daun

Pemangkasan daun atau disebut juga dengan istilah penunasan yang


sebenarnya tidak tepat, karena perlakuan adalah terhadap daun.
Pemangkasan daun dimaksudkan untuk membuang daun-daun yang sudah
tua. Pemangkasan daun pada tanaman kelapa sawit harus dilakukan, karena
tidak mudah rontok, meskipun sudah tua atau kering, terkadang baru rontok
setelah beberapa tahun kemudian.
Pemangkasan dilakukan sejak tanaman belum menghasilkan dan diteruskan
hingga tanaman sudah menghasilkan. Pemangkasan dilakukan secara
teratur sesuai dengan perkembangan atau umur tanaman.

Berikut ini adalah beberapa manfaat pemangkasan daun bagi tanaman


kelapa sawit :
1. Memudahkan pemanenan tandan buah yang berada pada ketiak daun.
2. Memudahkan pemeliharaan.

3. Memperbaiki peredaran udara.

4. Memperlancar penyerbukan secara alami.

5. Memudahkan pengendalian penyakit.

Ada tiga macam pemangkasan yang dilakukan mulai dari tanaman kelapa
sawit yang belum menghasilkan sampai tanaman kelapa sawit yang sudah
menghasilkan.

a. Pangkas prapanen : pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman


yang berumur antara 10 30 bulan dengan maksud untuk membuang daun-
daun kering dan buah-buah pertama yang masih berukuran kecil atau buah
yang busuk.

b. Pangkas produksi : pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman


yang sudah berproduksi dengan rotasi tertentu untuk memberikan bentuk
yang baik perkembangan tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, serta
memudahkan pelaksanaan panen.

c. Pangkas pemeliharaan : pemangkasan yang dimulai saat tanaman


berumur 36 bulan atau tinggi batangnya sudah mencapai sekitar 60 cm.
pangkas pemeliharaan pada tanaman yang karena bisa mendorong laju
pertumbuhan tanaman yang telah berumur empat tahun ke atas,
pemangkasan dilakukan satu kali daloam satu tahun. Alat yang digunakan
untuk pemangkasan ini adalah egrek, yaitu sejenis sabit bertangkai panjang.

Cara menanam kelapa sawit yang benar


Cara menanam kelapa sawit yang benar
Berikut saya berikan beberapa tips dan cara dalam menanam kelapa sawit. Tips ini
dirangkum dari pengalaman saya selama belajar, membuat bibit dan bertanam kelapa
sawit yang benar.

1. Pada lahan daerah kering, menanam sawit sebaiknya dengan sistem lembah
tangkapan air. Maksudnya tanah digali dahulu berbentuk bulat berdiameter 150cm sedalam
30cm,baru ditengahnya digali lagi lubang petak ukuran 5050x50cm untuk lubang
penanaman bibit.

Ini akan sangat membantu asupan air, karena sawit adalah tanaman yang sangat banyak
membutuhkan air. Selain itu akan membantu efisiensi pemupukan, karena akan menghidari
hanyutnya pupuk dibawa air hujan. Akan tetapi tentu biayanya cukup besar. Namun dalam
jangka panjang, perlakuan ini akan jauh lebih menguntungkan.

2. Pada lahan yang ada serangan hama tikusnya, balutlah pangkal pohon sawit yang
baru ditanam dengan kawat ram atau kawat kandang ayam setinggi 50 cm. Bagian bawah
kawat harus kandas ke tanah. Bisa juga memakai jala bekas. Pembalutan dilakukan dengan
tidak terlalu ketat, agar pertumbuhan batang sawit tidak terganggu.
3. Bila ada pohon sawit yang berbuah jarum, atau durinya saja yang banyak namun
buahnya kecil, jangan ditebang atau diganti. Kumpulkan sampah daunan kering disekitar
pangkal batangnya lalu bakar sampai daun pada pelepah terbawah pohon sedikit layu.
Lakukan setiap 20 hari sekali atau setiap pemanenan sawit sekitarnya. Selain itu, buah
jarumnya harus tetap dipanen, dibuang. Pelepahnya juga dibersihkan sesuai rotasi
pembersihan pelepah sawit lainnya. Secara perlahan pohon sawit ini akan berubah buahnya
menjadi bagus layaknya sawit yang normal.

4.Lahan yang terlalu tinggi kandungan asam dan/atau aluminiumnya (AL), maka
dapat dinetralkan dengan menaburkan pupuk abu, atau pupuk Dotani, atau tanah kapur
sebanyak 30 kg perpohon. Perlakuan ini juga dapat diterapkan untuk lahan gambut dalam.

5. Ciri sawit jenis dura : sabut buahnya tipis, kernel ( tempurung bijinya ) besar
dan tebal. Biji ( intinya ) juga besar atau berjumlah sampai tiga biji dalam satu tempurung
atau cangkang. Jenis ini banyak ditanam petani rakyat, karena bobot TBS-nya yang lebih
berat. Sebaliknya sawit jenis tenera, sabut kelapanya tebal, kernelnya kecil dan kulit
kernelnya tipis. Bobot tbsnya lebih ringan dibanding sawit jenis dura Jenis tenera ini banyak
ditanam perkebunan besar karena rendemen atau pesentase CPO nya yang tinggi. Juga
kulit bijinya yang tipis dan lunak akan sangat menghemat usia peralatan pabrik kelapa
sawit.

6. Jarak tanam pohon sawit sebaiknya tak kurang dari 98 meter. Kecuali anda
menggunakan bibit sawit unggul pelepah pendek. Sawit unggul pelepah pendek ini memang
dapat ditanam lebih rapat dari pada sawit lokal. Dan lebih menguntungkan dalam jangka
pendek dan menengah. Tetapi dalam jangka panjang, maka hasilnya akan kalah sedikit
dibanding sawit lokal, karena usia sawit lokal yang lebih panjang 3-4 tahun. Selain itu,
sawit unggul tandan buahnya akan sedikit mengecil bila sudah berusia di atas 18 tahun
dibanding sawit lokal. Dan batang pohon sawit unggul tidaklah sekokoh sawit lokal,
sehingga sering patah atau tumbang jika ada angin besar.

Ini yang membuat banyak perkebunan besar pohon sawitnya tinggal 60-75 persen saja saat
akan peremajaan. Bandingkan dengan sawit lokal yang biasanya bertahan pada kisaran 90
persen pohon masih berdiri. Selain faktor bibit, faktor pemupukan juga ikut menentukan
kekokohan pohon. Pupuk yang banyak akan membuat batang dan akar pohon sawit
menjadi rapuh. Ciri pohon sawit yang kebanyakan pupuk adalah batangnya gundul, sedikit
sekali sisa pangkal pelepah yang masih menempel.

7. Saat ini beberapa perkebunan melakukan planting inter planting saat


peremajaan tanaman sawit. Maksudnya, tiga tahun sebelum sawit tua diafkir atau
ditumbang, bibit sawit baru berumur dua tahun telah ditanam tepat diantara jarak tanak
lama. Setelah tanaman baru berumur tiga tahun, baru sawit lama ditumbang dengan
buldozer. Ada juga yang membunuh pohon tua itu dengan racun. Caranya adalah batang
pohon sawit tua dibor dengan bor listrik mata panjang sampai pertengahan batangnya, lalu
disuntikkan racun ke dalam lubang hasil bor tadi. kemudian lubang ditutup dengan tanah
liat. Posisi lubang adalah mengarah ke bawah, sehingga racun tidak tumpah. Jumlah racun
berkisar 150 cc.

8. Bibit sawit yang umur dua tahun, sebelum dibawa ke lapangan, dipotong dulu semua
pelepahnya setengah, kecuali bagian pucuk. Ini untuk mencegah stress akibat penguapan
air pohon yang berlebihan. Ingat, jangan membuang tanah yang ada dalam polibag. Dan
polibag harus dibuka sebelum bibit ditanamkan. Hentikan penyiraman bibit dua hari
sebelum dipindahkan ke lapangan, guna mencegah pecahnya tanah saat diangkut.

9. Waktu membongkar bibit besar dari tempat tanam pembibitannya, miringkanlah


bibit lalu potonglah akarnya yang menembus polibag dengan arit/sabit. Jangan pernah
menariknya dengan paksa. Demikian sedikit tips tentang cara bertanam sawit. Bila ada
yang perlu diperjelas, silahkan hubungi ponsel 0812 6307 6562. Saya dengan senang hati
belajar dan berbagi dengan sesama peminat tanaman kelapa sawit. Saya juga bisa
membantu pengadaan kecambah bibit sawit non sertifikat bila dibutuhkan. Salam
Tani.....
D. TEKNIS PENANAMAN
1. Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop
LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat
fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan
menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan
sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

2. Pembuatan Lubang Tanam


Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 5040 cm sedalam 40 cm.
Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit,
dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

3. Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam,
siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam
lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama +
1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan
POC NASA secara merata dengan dosis 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4
tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA. Adapun cara
penggunaan SUPERNASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2
liter 2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk
tadi untuk penyiraman setiap pohon.

E. PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon
agar tidak ada persaingan sinar matahari.

2. Penyiangan
Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.

3. Pemupukan
Anjuran pemupukan sebagai berikut :

Pupuk Makro

Urea 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 225 kg/ha


dan 36 1000 kg/ha

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst


TSP 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 115 kg/ha
dan 36 750 kg/ha

2. Bulan ke 48 & 60
MOP/KCl 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 200 kg/ha
dan 36 1200 kg/ha

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst


Kieserite 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 75 kg/ha
dan 36 600 kg/ha

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst


Borax 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 20 kg/ha
dan 36 40 kg/ha

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst


NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan
kedua di akhir musim hujan (Maret- April). POC NASA.
a. Dosis POC NASA mulai awal tanam :

0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan


sekitar pangkal batang, setiap 4 5 bulan sekali

>36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan


sekitar pangkal batang, setiap 3 4 bulan sekali

b. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC
NASA.

Tahap 1 : Aplikasikan 3 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPERNASA 1-2 kali/tahun dengan
dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.2.3.)

Tambahan:
Untuk tanaman yang sudah produksi atau berbuah gunakan POWER NUTRITION guna
meningkatkan pembuahan. Pupuk organik POWER NUTRITION adalah pupuk yang
diformulasikan secara khusus untuk merangsang pertumbuhan bunga dan meningkatkan
pembuahan agar lebih optimal. POWER NUTRITIONdibuat dari berbagai bahan organik alami
yang diproses secara khusus dengan kandungan unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan oleh
tanaman untuk meningkatkan produksi buah.

Cara pemakaian adalah : 3 sendok makan POWER NUTRITION dilarutkan ke dalam air di
campurkan 1/2 tutupAERO 810 untuk membantu peresapan nutrisi pada akar. Selanjutnya
siramkan di sekeliling perakaran tanaman. Lakukan pemupukan ini setiap 3 bulan sekali untuk
hasil optimal.

4. Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:

1. Pemangkasan pasir. Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman
berumur 16-20 bulan.
2. Pemangkasan produksi. Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk
persiapan panen umur 20-28 bulan.

3. Pemangkasan pemeliharaan. Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada
pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.

5. Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20
bulan.

6. Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia
atau serangga.

a. Penyerbukan oleh manusia.


Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga
betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik
terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.
Cara penyerbukan:
1. Bak seludang bunga.
2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik
dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik
dengan menggunakan baby duster/puffer.

b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit.


Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas
saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk
buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti)
meningkat sampai 30%.

F. HAMA DAN PENYAKIT


1. Hama
a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi
mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.

b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga
tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.

2. Penyakit
a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di
persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar.
Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau,
penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.

b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning
pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit
pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.

c. Dry Basal Rot


Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun
membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit
yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum
mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida
kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810,
dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan
efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .
G. PANEN
Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika
tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat
1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang
lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas
dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

Cara Pemesanan Produk :

1. SMS/Telp 081226523400 untuk konfirmasi Pemesanan.

2. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.

3. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui BCA
1692024600 a/n Abror Yudi Prabowo atau BRI 002901000220569 a/n Abror Yudi Prabowo .

4. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 081226523400

Pemesanan Hubungi Segera INTI GROW Distributor Resmi PT Natural NusantaraKomplek Ruko Griya
Hinggil Blok RB
Jl.Bibis KM.8 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Telp. 0274-4537748, 4546304

Layanan konsultasi dan order :


0812 2652 3400 (WhatsApp), 0812 2763 4646
0857 2970 9390, 0878 3922 7760
PIN BB: 59DE7B56
www.produknaturalnusantara.com

Kami adalah distributor resmi PT Natural Nusantara (NASA) perusahaan yang memproduksi
sarana produksi agro berbasis organik. Bila Anda membutuhkan produk-produk agro (pupuk
organik, pestisida alami, vitamin ternak, pupuk perikanan, benih unggul) dari PT NASA untuk
keperluan pemakaian sendiri atau dipasarkan kembali silahkan melakukan pemesanan secara
langsung, baik secara online maupun offline. Kami melayani penjualan secara retail maupun
partai dan siap dikirim ke seluruh wilayah Indonesia.

Hubungi kami :
Jl. Bibis Raya KM 8, Kompleks Griya Hinggil Ruko B, Kasihan, Bantul, DIY.
Telp : 0274-4537748, 4546304.
Mobile :
0812 2652 3400 (WhatsApp), 0812 2763 4646
0857 2970 9390, 0878 3922 7760
PIN BB: 59DE7B56
Email :
agrobisindo@gmail.com
Website :
www.produknaturalnusantara.com

7.pembibitan dilakukan diawali dengan tahap:1. pembersihan lahan untuk lokasi,2. menyiapkan
polibet kecil sesuai yang anda butuhkan, 4.tanah yang akan dimasukan kepolibet haruslah tanah
yang baik dihancurkan dgn cara mencangkul,bila tanah dianggap kurang baik lakukan dng
mencampurkan pupuk sesuwai takaran,setelah kecambah sawit di tanam harus disiram 2kali
sehari dan harus membersihkan rumput disekitar sawit 3minggu sekali agar pertumbuhan bibit
tidakterganggu rumput yang tumbuh.
8.bila bibit sawit sudah berumur 6.bln-12.bln maka diajurkan menganti polibit kecil menjadi
polibet besar agar akar bibit tidak terlalusempit untuk berkembang sehinga bila masa penanaman
akar bibit tidak terganggu,apabila akarbibit terganggu saat penanaman tanaman sawit akan
panjang masa stress nya.lakukan penyeleksian bibit yang ada karma tidak semua bibit akan baik
pertumbuhan nya ,bila terlihat bibit menguning /tidak sempurna seperti yanglain maka jgn
sampai di tanam untuk menghindari non produksi.

9.biasa nya pembibitan harus bersamaan dengan pembukaan lahan sawit dengan cara
membersihkan lahan tanam setelah dilakukan pemetaan/GPS/topografi maka lahan akan dapat
diketahui secara menyeluruh,biasa nya lahan tersebut ada beberapa kategori antaralain dataran
rendah(pasang surut) dan tanah tinggi(perbukitan).
1.dataran rendah(rawa pasang surut) lakukan pembuatan tanggul untuk membendung air yang
akan membajiri lokasi sehinga air tidak masuk ke lokasi kebun dan lakukan pembuatan
parit/kanal yang dapat dialiri air sehingga
dapat memper tahankan ketinggian permukaan air dari dasar tanah sehinga bibit sawit yang
ditanam tidak terganggu perkembangan nya,ketingian permukaan tanah dari permukan air harus
dipertahankan antara 60-80cm.
2.dataran tinggi(perbukitan) lakukan topografi dilahan kemiringan yang curam sebelum
pengusuran tanah(tingkatan),bila kemiringan tanah tidak terlalu curam maka tidak perlu
melakukan tingkatan/perataan

10.pilihan alat berat yang pas untuk melakukan pembersihan lahan pasang surut(tanah
rawa)exsavator dan untuk pembersihan lahan di tanah tinggi(bukit) bull doccer,sebelum
pengolahan lahan memakai alat maka lakukan pemetaan lokasi dan berika patok kayu atau aba-
aba sehinga oprator tidak menjadi bingung.

11.dalam pembuatan kebunsawit akses jalan sangat dibutuhkan baik untuk pengangkutan logistic
maupun hasil perkebunan,yang harus digaris bawahi adalam bila jalan akses kperkebunan baik
maka dapat menekan pengeluaran kos yang tinggi dan begitupula sebalik nya,lakukan perawatan
dan untuk tanah rawa(pasang surut) pemeliharaan kanal penghubung dan tanggul penahan
luapan air.

12.bila lokasi perkebunan sawit telah selesai pembersihan dan penataan lokasi lahan curam biasa
dilakukan titik tanam seperti dibawah ini,tiba waktunya untuk melakukan pemancangan (letak
batang sawit) jarak pancang satu ke pancang berikut nya ada beberapa pandangan yang menjadi
pilihan anda antara lain =1. 8mx8m,2. 8mx9m,3. 9mx9m, dalam menentukan barisan ada dua
pilihan matalima dan segi empat.

13.penanaman bibit kelapa sawit biasanya umur 18.bln 24.bln dilakukan lahan barutanam
maupun penanaman ulang,dilakukan pelobangan lebar 40cm x 40cm. dan dalam 30cm -
40cm,jangan sampai terlalu dalam pemgalian karma humus tanah ada dipermukan
tanah,usahakan tanah permukaan yang ditimbunkan ke bibit sawit baru tanam ,untuk lahan
pasang surut sebelum penanaman biasa nya setelah dilobangi diberikan pupuk kapur untuk
menghindari zat asam yang tinggi diamkan beberapa hari lalu lakukan penanaman

14.setelah penanaman ada factor penting untuk di waspadai adalah perusakan tanaman oleh hama yang tidak
asinglagi nama nya:babi gajah dan tikus,untuk menghindari serangan binatang dan hewan ini untuk tanah
rendah(pasang surut) dan tanah tinggi(perbukitan)coba lakukan alternative sebagai berikut pilihlah menurut anda
yang paling baik = 1.melakukan pengalian/parit gajah disekelililng lahan/batas tanah, 2.lakukan penyetroman
dengan membentangkan kawat aliran listrik sekeliling areal perkebunan, 3.lakukan pengan dangan permanent dgn
kayu atu kawat berduri, 4.lakukan penaburan racun keseluruh areal perkebunan agar binatang/hewan tersebut bila
memakan nya akan keracunan dan mati,(husus hama tikus)+= biasanya lakukan penanaman bibit yang cukup besar
batang nya(lingkar batang 40cm.) berkisar umur bibit 25-30bln.
16.bila masa tanam sudah selesai lakukan penanaman kacang-kacangan,dan pemupukan sudah harus diatur jadwal
nya,dan lakukan pembersihanlahan dengan melakukan penebasan atau memakai racun kontak herbisida,dan lakukan
pemantauwan bila ada yang pertumbuhan kurang baik atau mati atau jenis lain,lakukan penyulaman dengan segera
agar tidak terlalu jauh perbandingan batang yang sudah hidup.gambar kebun sawitah ini termasuk lahan kebun yang
terawat dengan baik.

15.gambar kebunsawit dibawah ini adalah kebunsawit yang tidak terawatt kurang pupuk,irigasi tidaklancar dan
sawit tidak di bokor.jangan heran bila masa tanam anda mencapai 7thn hasil nya tetap tidak maksimal,dibandingkan
yang terawatt 3thn akan menghasilkan buah yang baik.

16.sawit yang produktif akan memunculkan bunga dan dari sana lah terjadi pemisahan jenis jantan dan betina,bunga
betina adalah bakal calon tandan buah segar(TBS) dan bunga jantan menyebarkan serbuk nya melalui angina untuk
melakukan perkawinan dan tidak akan menjadi tandan buah segar(TBS) oleh karma itu dalamsatu kapling 2htr tidak
lebih dari 10-15 batang,karma megganggu target produksi (TBS)

17. tandan buah segar yang baik tidak terlepas dari perawatan kebun sawit yang baik pula,investasi di perkebunan
sawit dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam mengolah dan loyalitas kita terhadap kebun yang ter ukur dan ter
arah.

18.dalam memanen buah sawit(TBS) dibutuhkan alat antara lain yang:yang terlihat oleh gambarsejenis seperti
tombak namun dimatanya melebar seperti kampak lebar 15cm.alat ini biasa dilakukan umur 3thn-15thn dan adalagi
seperti celurit uang cukupbesar deameter 70cm.100thn-25thn dan adalagi sejenis kampak alat ini biasa dipakai 5thn-
10thn,namun ratarata bermata tipis agar lebih tajam.

19.sarat buah (TBS)biasa nya tergantung pada keinginan setandar yang disepakati,namun rata-rata memakai standar
seperti berikut: warna merah kekuning kuningan dan harus diperhatikan tanda masak nya tandan sawit ada biji sawit
yang jatuh dari batang 2-3 butir untuk yang layak panen seperti gambar dibawah,untuk mengankut kesatutempat
haruslah diputuskan tempat dimana mudah terjangkau oleh kendaraan pengankut buah,tapi sebelum nya untuk
pengangkutan dari batang kebatang biasanya diangkut oleh angro/angkong bisajuga sejenis gerobak untuk
dikumpulkan jadi satu tempat dan akan ditimbang secara manual.

20.bila sudah terkumpul dan sudah ditimbang biasanya kendaraanpun datang untuk memuat
(TBS) tersebut dan menghantar kan ke pabrik kelapa sawit(PKS)disinilah membuktikan
harusnya ada jalan belok-belok selain jalan setral yang harus dibuat agar tidak sulit dalam
pengangkutan buah untuk dibawa kepabrik.

21.biasanya jalan setral sawit cukup bagus untuk menghubungkan ke jalan utama agarlebih mudah mencapai pabrik
terdekat,untuk menerapkan keamanan biasa pula dilakukan pengamanan dalam lingkungan perkebunan dan
membuat PORTAL dipintu-pintu masuk dan bias juga dipersimpangan,haltersebut untuk menghidari pencurian buah
secara berkelompok.

22.untuk meningkatkan hasil perkebunan dan memperbesar usaha anda bisapula mendirikan (PKS)pabrik kelapa
sawit bila menurut anda mampu untuk mengelolanya atau memungkinkan,seiring dengan perkembangan jaman
sekarang telah muncul (PKS MINI) dalam hal ini dapat terjangkau oleh kelompok/koprasi/perorangan,yang mana
hasil dan produksinya tidak kalah kuwalitas dibandingkan (PKS)super.

Demikian lah yang dapat kami britahukan untuk cara-cara berkebunsawit,semoga anda mendapatkan petunjuk
Untuk mengungkapkan tiori-teori yang dapat menjadi rahasia pelaksanaan kami tidak dapat sebutkan secara
terinci.salam dari saya .(anak petani kebun sawit)