You are on page 1of 5

14

FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SABUN DARI EKSTRAK


RUMPUT LAUT MERAH (Euchema cottoni)

FORMULATION AND PHYSICAL EVALUATION SOAP MADE OF


EXTRACT RED SEAWEED (Euchema cottoni)

Sri Rahayu D.P

Info Artikel Abstrak


Latar belakang: Sekarang ini semakin banyak orang tertarik menggunakan
Sejarah Artikel : sabun herbal karena sifat bioaktif senyawa yang terkandung di dalamnya. Sabun
Diterima 14 Februari herbal sebagai sabun alami dibuat dengan menggunakan bahan dasar minyak
2015 kelapa, NaOH dan ekstrak rumput laut merah.Tujuan: Mengetahui formulasi
Disetujui 2 Maret 2015 dan evaluasi fisik sabun ekstrak rumput laut merah. Metode: Penelitian ini
Dipublikasikan 16 Juni merupakan eksperimental one-shot case study. Rumput laut merah diekstraksi
2015 dengan metode maserasi. Ekstrak yang didapat dilakukan uji skrinning fitokimia.
Selanjutnya ekstrak rumput laut merah diformulasi berdasarkan formula baku
Kata Kunci : yang didapatkan dari pustaka dengan konsentrasi 5% dan 10%. Selanjutnya
Ekstrak rumput laut sediaan yang telah dibuat dilakukan uji evaluasi mutu fisik yang meliputi uji
merah, evaluasi mutu organoleptis, uji pH, dan uji tinggi busa. Data dianalisa dengan uji T tidak
fisik, sabun berpasangan. Hasil: Uji fitokimia didapatkan ekstrak rumput laut merah
mengandung saponin dan tannin.berdasarkan hasil uji T didapatkan data nilai
p>0,05 sehingga kedua hasil menunjukan tidak terdapat perbedaan yang
Keywords :
signifikan. Simpulan dan saran: Tidak terdapat perbedaan antara formula sabun
Red seawed extract, dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Perlu adanya uji antibakteri dan
physical evaluation, kekerasan.
soap
Abstract
Background: Today a lot of people interested using herbal soap because of the
nature bioactive compounds contained therein. Herbal soap as natural soaps
made using coconut oil base, NaOH and seaweed extract merah. Objectives:
knowing formulation and physical evaluation soap red seaweed extract.
Methods: This study is an experimental One-Shot case Study. Red seaweed
extracted by maceration method. Extracts obtained test screening of
phytochemicals. Furthermore seaweed extract raw red formulated based on a
formula obtained from the literature with a concentration of 5% and 10%.
Furthermore, preparations have been made to test the physical quality
evaluation covering organoleptic test, test the pH, and high test foam. Data were
analyzed by unpaired t test. Results: Based on test results obtained
phytochemical red seaweed extract contains saponins and tannin. Based on test
results obtained value data T p> 0.05 so that both the results showed no
significant difference. Conclusions and suggestions: There is no difference
between soap formula with extract concentrations of 5% and 10%. Need future
research about antibacterial test and texture.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


Korespondensi :
Staf Pengajar Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata Kediri. Email: rahayu_apt@yahoo.co.id
15

Sri Rahayu D.P| Formulasi dan Evaluasi Mutu ..


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

PENDAHULUAN dibuat dengan KOH dikenal dengan sabun


Rumput laut merupakan salah satu lunak. Setelah proses pembuatan sediaan
komoditi hasil laut yang penting. Budidaya sabun selesai dilakukan uji evaluasi terhadap
rumput laut merupakan salah satu jenis sabun. Uji evaluasi tersebut meliputi uji
budidaya di bidang kelautan yang memiliki organoleptis sabun, uji derajat keasaman (pH)
peluang untuk dikembangkan di wilayah dan uji tinggi busa6.
perairan Indonesia1. Rumput laut atau alga Rumput laut (Sargassum sp) dapat
dapat dikelompokkan menjadi empat kelas, memberikan aktivitas antibakteri. Ekstrak etil
yaitu rumput laut hijau, rumput laut hijau asetat Sargassum sp merupakan ekstrak yang
biru, rumput laut coklat, dan rumput laut paling aktif terhadap bakteri P. aeruginosa
merah2. Rumput laut ini memiliki senyawa dan M. luteus, sedangkan ekstrak methanol
natrium alginat yang bermanfaat sebagai obat Sargassum sp merupakan ekstrak yang paling
antibakteri, anti tumor, penurunan darah aktif terhadap bakteri S.epidermidis7.
tinggi dan mengatasi gangguan kelenjar3.
Alginat adalah hidrokoloid yang METODE PENELITIAN
dihasilkan dari rumput laut merah. Penelitian ini dilakukan dengan
Hidrokoloid yang terkandung dalam rumput eksperimental one shot case study dimana
laut ini merupakan alasan utama untuk tidak terdapat variable control dan sampel
menjadikannya sebagai bahan baku industri dipilih secara random. Rumput laut merah
kosmetik karena merupakan bahan alami (Euchema cottoni) diekstraksi dengan
sehingga aman untuk digunakan. Krim kulit maserasi dengan menggunakan methanol.
dan krim kecantikan yang mengandung Identifikasi fitokimia dilakukan terhadap
alginate memiliki sifat yang baik secara ekstrak kental methanol. Selanjutnya ekstrak
dermatologi yaitu tidak menimbulkan efek kental yang didapat diformulasi menjadi
samping4. sediaan sabun dengan konsentrasi ekstrak
Berkembangnya penggunaan obat yang berbeda, yaitu 5% dan 10%. Bahan-
tradisional, industry farmasi mulai tertarik bahan yang digunakan dalam formulasi
untuk memproduksi obat tradisional yang meliputi: NaOH, asam stearate, gliserin,
pada umumnya berbentuk sediaan modern minyak kelapa, aquadest, dan etanol.
berupa ekstrak bahan alam. Obat tradisional Sediaan sabun yang telah jadi dengan
agar lebih mudah diterima dan digunakan konsentrasi bahan aktif 5% dan 10% masing-
oleh masyarakat maka dibuat bentuk sediaan masing dievaluasi mutu fisik. Evaluasi
yang beragam untuk tujuan dan penggunaan tersebut meliputi organoleptis, uji keasaman
yang bermacam-macam, mulai yang (pH), dan uji tinggi busa. Hasil evaluasi dari
sederhana hingga yang membutuhkan kedua sediaan di analisi dengan menggunakan
teknologi yang tinggi5. Salah satu bentuk software analisa uji T tidak berpasangan.
sediaan kosmetik yang diminati oleh
masyarakat sebagai sediaan antibakteri untuk HASIL PENELITIAN
kulit adalah sabun mandi. Sabun merupakan Dari 100 gram serbuk rumput laut
pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia merah didapatkan bobot ekstrak 2,74 gram.
antara kalium atau natrium dengan asam Ekstrak yang telah didapatkan dilakukan uji
lemak dari minyak nabati atau lemak hewani. fitokimia dan menunjukkan positif
Sabun yang dibuat dengan NaOH dikenal mengandung saponin dan tannin. Ekstrak
dengan sabun keras, sedangkan sabun yang yang didapat diformulasi untuk menjadi

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


16

Sri Rahayu D.P | Formulasi dan Evaluasi Mutu ..


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

sabun dengan konsentrasi ekstrak rumput laut Tabel 3. Hasil pemeriksaan uji tinggi busa
yang berbeda, yaitu 5% (formula I) dan 10%
Jenis Hasil
(formula II). Berikut adalah hasil pemeriksaan Formula I 1 8,5
organoleptis sediaan sabun ekstrak rumput 2 8,0
laut yang telah dibuat. 3 7,5
Rata-rata 8,0
Tabel 1. Pemeriksaan organoleptik sediaan Formula II 1 8,0
sabun ekstrak rumput laut merah 2 7,5
3 7,0
Hasil Rata-rata 7,5
Pemeriksaan
Formulasi I Formulasi II
Bentuk Oval Oval Hasil dari pengujian tinggi busa
sabun ekstrak rumput laut merah
Warna Hijau Hijau
menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan
Bau bening bening
nilai tinggi busa pada penambahan
Segar Segar konsentrasi ekstrak rumput laut merah yang
berbeda digunakan dalam formulasi sabun
Sediaan yang telah dibuat dilakukan
tersebut.
uji pH dan tinggi busa. Hasil pemeriksaan uji
Hasil uji tinggi pH dilakukan analisa
pH sabun ekstrak rumput laut merah disajikan
data dengan uji T tidak berpasangan dengan
dalam Tabel 2.
taraf kepercayaan 95%. Uji normalitas
Tabel 2. Hasil pemeriksaan uji pH sabun menunjukkan nilai p>0,05% yang
ekstrak rumput laut merah menunjukkan data terdistribusi normal.
Analisa dilanjutkan dengan Levenes test dan
Jenis Hasil
Formula I 1 6,8 mendapatkan hasil p>0,05. Hal tersebut
2 7,1 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan
3 6,5 tinggi busa pada formula 1 dan 2.
Rata-rata 6,8
Formula II 1 7,2
PEMBAHASAN
2 6,9
3 7,0 Formulasi sabun ini menggunakan
Rata-rata 7,03 ekstrak rumput laut merah sebagai bahan aktif
sabun yang mempunyai peranan penting yaitu
Hasil uji pH dilakukan analisa data
sebagai antibakteri8. Minyak kelapa
dengan uji T tidak berpasangan dengan taraf
digunakan sebagai bahan pembentuk sabun
kepercayaan 95%. Uji normalitas
karena minyak kelapa merupakan minyak
menunjukkan nilai p>0,05% yang
nabati yang sering digunakan dalam industri
menunjukkan data normal. Analisa
pembuatan sabun dan bisa digunakan sebagai
dilanjutkan dengan Levenes test dimana
pengawet karena memiliki kandungan asam
p>0,05 yang menunjukka bahwa tidak
lemak jenuh yang tinggi sehingga minyak
terdapat perbedaan nilai pH pada formula 1
kelapa tahan terhadap oksidasi yang
dan 2.
menimbulkan bau tengik9. Gliserin digunakan
Hasil pemeriksaan uji tinggi busa
sebagai humektan karena humektan penting
disajikan dalam Tabel 3.
digunakan untuk mencegah pengeringan
sediaan. Humektan dapat juga berfungsi
sebagai pelican pada sediaan10. Asam stearat

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


17

Sri Rahayu D.P| Formulasi dan Evaluasi Mutu ..


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

digunakan sebagai pengeras sabun dan dan pada formulasi II didapatkan hasil rata-
penstabil busa, asam stearat dipilih karena rata yaitu sebesar 7,5. Tinggi busa yang
aksi pencucian dari sabun banyak dihasilkan dihasilkan dari sediaan sabun menunjukkan
dari kekuatan pengemulsian dan kemampuan bahwa terdapat kandungan saponin di dalam
menurunkan tegangan permukaan dari air11. ekstrak rumput laut merah. Pengukuran tinggi
NaOH berfungsi sebagai penetralisir asam. busa merupakan salah satu cara untuk
Aquadest ditambahkan sebagai pelarut karena pengendalian mutu produk sabun agar sediaan
lebih aman, bersifat inert, lebih murah serta memiliki kemampuan yang sesuai dalam
mudah didapatkan12. Bahan pewangi menghasilkan busa13. Tidak ada persyaratan
berfungsi untuk memperbaiki bau dari sabun tinggi busa minimum atau maksimum untuk
ekstrak rumput laut merah agar menghasilkan suatu sediaan sabun, karena tinggi busa tidak
bau yang segar. Parfum termasuk bahan menunjukkan kemampuan dalam
pendukung yang bertujuan untuk membersihkan. Hal ini lebih terkait pada
mempertinggi kualitas produk sabun sehingga persepsi psikologis dan estetika yang disukai
menarik konsumen. oleh konsumen14. Selanjutnya hasil pengujian
Pengujian pH dilakukan untuk tinggi busa dengan dua konsentrasi ekstrak
mengetahui nilai pH sabun tersebut, maka yang berbeda dianalisa dengan menggunakan
dipilih basis sabun yang mempunyai pH uji T test yang menunjukkan nilai sig
mendekati pH kestabilan zat berkhasiat dan menunjukkan nilai p>0,05 maka uji
pH normal kulit yaitu antara 4,5-7. Dari hasil normalitas menunjukkan data normal. Hasil
yang diperoleh, sabun ekstrak rumput laut uji homogenitas data pada Levenes Test
merah pada formulasi I didapatkan hasil rata- menunjukkan nilai p>0,05 maka data diatas
rata sebesar 6,8 dan pada formulasi II dinyatakan homogen. Pada kolom Sig (2-
didapatkan hasil rata-rata sebesar 7,03 yang tailed) data nilai p>0,05 yaitu 0,288 dapat
berarti memenuhi syarat normal pH kulit. disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan
Selanjutnya hasil pengujian pH dengan dua nilai pH pada formulasi I dan II dengan adaya
konsentrasi ekstrak yang berbeda dianalisa penambahan konsentrasi ekstrak.
dengan menggunakan uji T test yang
menunjukkan nilai sig 0,637 hasil diatas SIMPULAN
menunjukkan nilai p>0,05 maka uji Tidak terdapat perbedaan yang
normalitas menunjukkan data normal. Hasil signifikan hasil uji mutu fisik sabun dari
data pada Levenes Test menunjukkan nilai p rumput laut merah yang meliputi uji pH dan
>0,05 yaitu 0,317 maka data diatas uji tinggi busa pada formula sabun ekstrak
dinyatakan homogen. Pada kolom Sig (2- rumput laut merah dengan konsentrasi 5%
tailed) data nilai p>0,05 dapat disimpulkan dan 10%.
bahwa tidak terdapat perbedaan nilai pH pada
formulasi 1 dan 2 dengan adaya penambahan SARAN
konsentrasi ekstrak. Peneliti berharap untuk selanjutnya
Pengujian tinggi busa dilakukan untuk dapat dilakukan penelitian tentang mutu fisik
mengetahui kemampuannya untuk sabun yang lain seperti uji kekerasan, uji
membersihkan dan melimpahkan wangi sabun kadar air dan uji aktivitas terhadap antibakteri
pada kulit 13. Dari hasil yang diperoleh sabun serta penelitian lebih lanjut tentang
ekstrak rumput laut merah pada formulasi I perbandingan ekstrak yang dapat dipakai
didapatkan hasil rata-rata yaitu sebesar 8,0 dalam sediaan farmasi.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


18

Sri Rahayu D.P | Formulasi dan Evaluasi Mutu ..


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

REFERENSI 7. Hambali E., A. Suryani dan M. Rivai.


1. Soenardjo, N. 2011. Aplikasi Budidaya 2012. Proses Pengembangan Teknologi
Rumput Laut Eucheuma cottonii dengan Surfaktan MES dari Metil Ester Minyak
Metode Jaring Lepas Dasar Model Sawit untuk Aplikasi EOR dan IOR.
Cidaun. Buletin Oseonografi Marina 1. Makalah pada Konferensi Nasional
2. Anggadiredja J.T., A. Zatnika, H. Inovasi dan Technopreneurship Bogor.
Purwoto, dan S. Istini. Rumput Laut SBRC-IPB.
(Pembudidayaan, Pengolahan, dan 8. Kordi, M. dan H. Ghufran. 2011. Kiat
Pemasaran Komoditas Perikanan Sukses Budidaya Rumput Laut dan
Potensial). Penebar Swadaya. Jakarta. Tambak. Andi Offset. Yogyakarta.
3. Pringgenies, D., N.L. Ekasari dan 9. Anief. 2004. Ilmu Meracik Obat. Gajah
Gunawan. 2011. Potensi Beberapa Mada University Press. Yogyakarta.
Ekstrak Rumput Laut sebagai Antibakteri. 10. Sulaiman, T.N.S dan R. Kuswahyuning.
Upaya Sebagai Bahan Antibakteri 2008. Teknologi dan Formulasi Sediaan
Makanan. Prosiding Seminar Nasional Semipadat. Laboratorium Teknologi
Aplikasi Pemanfaatan Rumput Laut dan Farmasi Bagian Farmasetika Fakultas
Bahan Hayati Laut dalam Bidang Pangan Farmasi UGM. Yogyakarta.
dan Energi di Semarang. 29 Januari 11. Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan
2011. Edisi 1. Andi Offset. Yogyakarta.
4. Kordi dan M. Ghufran. 2010. A to Z 12. Tranggono, R.I. 2007. Buku Pegangan
Budidaya Biota Akuatik untuk Pangan, Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Gramedia
Kosmetik, dan Obat-Obatan. Andi Offset. Pustaka Utama. Jakarta.
Yogyakarta. 13. Hambali E., A. Suryani dan M. Rivai
5. Wasito, H. 2011. Obat Tradisional 2012. Teknologi Surfaktan dan
Kekayaan Indonesia. Graha Ilmu. Aplikasinya. IPB Press. Bogor.
Yogyakarta. 14. Vairappan, C. S. 2003. Potent
6. Qisti, R. 2009. Sifat Kimia Sabun Antibacterial Activity of Halogenated
Transparan dengan Penambahan Madu Metabolites from Malaysian Red Algae,
pada Konsentrasi yang Berbeda. Skripsi. Laurencia majuscula (Rhodomelaceae,
Program Studi Teknologi Hasil Ternak Ceramiales). Journal Biomolecular
Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Engineering 20.
Bogor. Bogor.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555