You are on page 1of 8

RUMAH SAKIT SPO PELAYANAN VCT (Voluntary Counseling and Testing)

UMUM DAERAH
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
MAJALENGKA

Jln. Kesehatan No. 77


Majalengka
Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007
PENGERTIAN Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV merupakan entry point untuk
memberikan perawatan, dukungan dan pengobatan bagi orang dengan HIV AIDS
(ODHA). VCT dalam bahasa Indonesia disebut konseling dan tes sukarela. (Modul
Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV, Depkes RI, 2004) VCT yang
berkualitas tinggi tidak saja membuat orang mempunyai akses terhadap berbagai
layanan, tetapi juga efektif bagi pencegahan terhadap HIV. Layanan VCT dapat
digunakan untuk mengubah perilaku berisiko dan memberikan informasi tentang
pencegahan HIV. (Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV, Depkes RI,
2004)
TUJUAN Konseling bertujuan membantu orang mengetahui secara lebih dini mengenai status
HIV. Konseling pra testing memberikan pengetahuan tentang HIV & manfaat
testing, pengambilan keputusan untuk testing, dan perencanaan atas issue HIV yang
akan dihadapi. Konseling post testing membantu seseorang untuk mengerti &
menerima status (HIV+) dan merujuk pada layanan dukungan. VCT merupakan
pintu masuk penting untuk pencegahan dan perawatan HIV
KEBIJAKAN Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1508/MENKES/SK/X/2005 tentang
Rencana Kerja Jangka Menengah, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan untuk
ODHA serta pencegahan HIV/AIDS tahun 2005-2009
PROSEDUR TAHAPAN KONSELING PRE TEST
Alasan Test
Pengetahuan tentang HIV & manfaat testing
Perbaikan kesalah pahaman tentang HIV / AIDS
Penilaian pribadi resiko penularan HIV
Informasi tentang test HIV
Diskusi tentang kemungkinan hasil yang keluar
Kapasitas menghadapi hasil / dampak hasil
Kebutuhan dan dukungan potensial - rencana pengurangan resiko pribadi
Pemahaman tentang pentingnya test ulang.
Memberi waktu untuk mempertimbangkan.
Pengambilan keputusan setelah diberi informasi.
Membuat rencana tindak lanjut.
Memfasilitasi dan penandatanganan Informed Consent

KONSELING PASCA TEST


Dokter & Konselor Mengetahui Hasil Untuk Membantu Diagnosa Dan
Dukungan Lebih Lanjut.
Hasil diberikan dalam amplop tertutup .
Hasil Disampaikan Dengan Jelas Dan Sederhana
RUMAH SAKIT SPO PELAYANAN VCT (Voluntary Counseling and Testing)
UMUM DAERAH
MAJALENGKA

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

Jln. Kesehatan No.


77 Majalengka

Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TETAP DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007

Beri Waktu Untuk Bereaksi


Cek Pemahaman Hasil Test
Diskusi Makna Hasil Test
Dampak pribadi , keluarga , sosial terhadap odha , kepada siapa & bagaimana
memberitahu.
Rencana pribadi penurunan resiko
Menangani reaksi emosional.
Apakah segera tersedia dukungan
Tindak lanjut perawatan & dukungan ke layanan managemen kasus atau
layanan dukungan yang tersedia di wilayah.

ALUR VCT
Konseling Individual pra-testing - Periksa Darah dengan Rapid Testing - Terima hasil
& konseling Pasca Tes - Konseling Dukungan dan rujukan pelayanan Kesehatan &
MK - Rujukan untuk dukungan proses yang sedang berjalan, termasuk Support
group.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Inap
2. Instalasi Rawat Jalan
3. Laboratorium RSUD Majalengka
4. Labkesda Kab. Majalengka
Sumber: http://kpa-provsu.org/vct.php

(Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV, Depkes RI, 2004)
RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH SPO RUJUKAN
MAJALENGKA

Jln. Kesehatan No. 77


Majalengka NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007

PENGERTIAN Menyerahkan pasien ke Rumah Sakit Rujukan untuk ditindak lanjuti dan diobati
di tempat pelayanan kesehatan tersebut dengan berpedoman kepada surat rujukan.
TUJUAN Pasien mendapat pengobatan dari rumah sakit rujukan yang dituju supaya
penyakit yang dideritanya sembuh atau efek dari penyakit berkurang
KEBIJAKAN Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1508/MENKES/SK/X/2005
tentang Rencana Kerja Jangka Menengah, Perawatan, Dukungan dan
Pengobatan untuk ODHA serta pencegahan HIV/AIDS tahun 2005-2009
SK.Direktur tentang pembentukan tim HIV-AIDS .
PROSEDUR 1. Vct
2. Pasien daftar ke poli atau IGD
3. Setelah mendapat kartu pengobatan, pasien dianamnesa dan diperiksa oleh
petugas kesehatan,bila ada indikasi untuk dirujuk maka dirujuk
4. Pasien diberitahukan bahwa surat rujukan harus diberikan ke rumah sakit
yang dituju dan balasan suratnya diberikan lagi ke rumah sakit yang
mengirim.
UNIT TERKAIT Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Rujukan
RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH SPO PELAYANAN PMTCT ( PREVENTION MOTHER TO CHILD
MAJALENGKA TRANSMISSION)

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


Jln. Kesehatan No. 77
Majalengka
Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007

PENGERTIAN Beberapa upaya pencegahan penularan HIV dari ibu-ke-bayi


TUJUAN Untuk mencegah dan mengurangi dampak yang diakibatkan HIV kepada ibu dan
bayi
KEBIJAKAN Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1508/MENKES/SK/X/2005 tentang
Rencana Kerja Jangka Menengah, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan untuk
ODHA serta pencegahan HIV/AIDS tahun 2005-2009
PROSEDUR STRATEGI PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE BAYI
Prog 1: Pencegahan Penularan HIV pada Perempuan Usia Reproduksi
Prog 2: Pencegahan Kehamilan yang Tidak Direncanakan pada Perempuan HIV
Positif
Prog 3: Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Hamil HIV Positif ke Bayi
- Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Yang Komprehensif
- Konseling dan Tes HIV
- Pemberian Obat Antiretroviral
- Persalinan yang Aman
- Tatalaksana dan Pemberian Makanan pada Bayi
Prog 4: Pemberian Dukungan Psikologis, Sosial dan Perawatan Kepada Ibu HIV
Positif Beserta Bayi dan Keluarganya
UNIT TERKAIT Labkesda Kab. Majalengka, Dinkes Kab. Majalengka, BKKBN,
RUMAH SAKIT SPO PELAYANAN PENUNJANG
UMUM DAERAH
MAJALENGKA

Jln. Kesehatan No. 77 NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


Majalengka
Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007

PENGERTIAN Pelayanan penunjang adalah pelayanan yang berfungsi sebagai pelengkap dari
pelayanan-pelayanan utama, pada pelayanan penunjang untuk HIV/AIDS meliputi:
pelayanan gizi, laboratorium, dan radiologi, pencatatan dan pelaporan.
TUJUAN Untuk memberikan pelayanan yang komprehensip terhadap ODHA
KEBIJAKAN Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1508/MENKES/SK/X/2005 tentang
Rencana Kerja Jangka Menengah, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan untuk
ODHA serta pencegahan HIV/AIDS tahun 2005-2009
PROSEDUR Pada saat akan menjalani pelayanan penunjang, terlebih dahulu klien melakukan
VCT, setelah hasil test keluar klien dilayani sesuai kebutuhannya.
UNIT TERKAIT Instalasi gizi, laboratorium, radiologi dan rekammedis
RUMAH SAKIT SPO PELAYANAN ODHA
UMUM DAERAH DENGAN RESIKO IDU (INTRAVENOUS DRUG USER )
MAJALENGKA

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

Jln. Kesehatan No. 77


Majalengka
Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007

PENGERTIAN ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) adalah istilah yang digunakan bagi penderita
penyakit mematikan menular seksual HIV/AIDS.
IDU : pengguna narkotik melalui pemakaian jarum suntik
TUJUAN Memberikan kemudahan akses bagi ODHA untuk mendapatkan layanan
pencegahan, pengobatan, dukungan dan perawatan, sehingga diharapkan lebih
banyak ODHA yang memperoleh pelayanan yang berkualitas.
KEBIJAKAN Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1508/MENKES/SK/X/2005 tentang
Rencana Kerja Jangka Menengah, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan untuk
ODHA serta pencegahan HIV/AIDS tahun 2005-2009
PROSEDUR Pasien dengan HIV datang melalui poliklinik atau IGD, setelah itu mengisi from
ikhtisar perawatan HIV, melakukan pemeriksaan : darah rutin, CD4, LFT,RFT,
Ro dada (atas indikasi), setelah hasil keluar maka ditentukan apakah memerlukan
ART atau tidak, bila tidak beriikan motivasi hidup sehat dan chek CD4 6 bulan
lagi, bila memerlukan ART isi kartu merah, Isi form register Pra-ART (1 kolom =
1 pasien), Isi form register ART
(1 form = 1 pasien)
UNIT TERKAIT Labkesda Kab. Majalengka, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat
Sumber : Pelayanan Hiv/Aids RS Sarjito Yogyakarta
SPO PELAYANAN IO (INFEKSI OPORTUNISTIK)
RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH
MAJALENGKA

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


Jln. Kesehatan No. 77
Majalengka
Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007

PENGERTIAN Infeksi yang muncul karena sistem kekebalan tubuh dilemahkan oleh penyakit
HIV , infeksi tersebut mengambil kesempatan dari kelemahan dalam pertahanan
kekebalan tersebut.
TUJUAN mengurangi risiko infeksi dari sumber kuman penyebab IO yang diketahui dan
memungkinkan pemulihan sistem kekebalan yang rusak dan lebih berhasil
memerangi IO
KEBIJAKAN Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1508/MENKES/SK/X/2005 tentang
Rencana Kerja Jangka Menengah, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan untuk
ODHA serta pencegahan HIV/AIDS tahun 2005-2009
PROSEDUR 1. Mengetahui stasus terinfeksi IO pada tubuh
2. Mengetahui hubungan HIV dengan IO
3. Mengertahui IO yang paling umum, berbarengan dengan penyakit yang
biasa disebabkannya, dan jumlah CD4 waktu penyakit menjadi aktif
4. Pencegahan IO
5. Pengobatan IO
UNIT TERKAIT Labkesda Kab. Majalengka
RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH SPO PELAYANAN ART (ANTI RETROVIRAL TERAPI)
MAJALENGKA
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

Jln. Kesehatan No.


77 Majalengka
Telp.(0233) 281043
281179
Fak.(0233) 281179
PROSEDUR TANGGAL TERBIT DITETAPKAN DI MAJALENGKA
DIREKTUR RSUD MAJALENGKA
TETAP

Dr. H. ASEP SUANDI, M.Epid


Pembina Tk.1
NIP.19640518 198903 1 007
PENGERTIAN Obat obatan antiretroviral yang digunakan dalam pengobatan infeksi HIV bekerja melawan
infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.
TUJUAN Sebagai bahan acuan pada pemberian ART
KEBIJAKAN Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1508/MENKES/SK/X/2005 tentang Rencana Kerja
Jangka Menengah, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan untuk ODHA serta pencegahan
HIV/AIDS tahun 2005-2009
PROSEDUR

Populasi Target Pedoman terapi ARV 2011


INDIKASI MULAI TERAPI ARV
Odha tanpa gejala klinis (stadium CD4 < 350 sel/mm3
klinis 1) dan belum pernah
mendapat terapi ARV (ARV-nave)
Odha dengan gejala klinis dan Stadium klinis 2 bila CD4 < 350 sel/mm3 Atau
belum pernah mendapat terapi Stadium klinis 3 atau 4, berapapun jumlah CD4
ARV (ARV-nave)
Perempuan hamil dengan HIV Semua ibu hamil berapapun jumlah CD4 atau
apapun stadium klinis
Odha dengan Koinfeksi TB yang Mulai terapi berapapun jumlah CD4
belum pernah mendapat terapi
ARV
Odha dengan Koinfeksi Hepatitis B Odha dengan koinfeksi Hepatitis B (kronis aktif),
(HBV) yang belum pernah berapapun jumlah CD4.
mendapat terapi ARV
PADUAN TERAPI ARV
Odha yang belum pernah mendapat -Menggunakan TDF sebagai lini pertama
terapi ARV (ARV-nave -Perlunya memulai phase-out d4T dan memulai
terapi dengan AZT atau TDF, mengingat efek samping
Perempuan hamil HIV + AZT atau TDF sebagai lini pertama
Koinfeksi TB-HIV TDF menggantikan d4T sebagai lini pertama

Koinfeksi HIV-Hepatitis B (kronis Diperlukan paduan NRTI yang berisi TDF + 3TC
aktif) (atau FTC)
UNIT TERKAIT Dinas Kesehatan Majalengka, Labkesda Kab. Majalengka, Instalasi Farmasi RSUD
Majalengka