You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Masalah kemiskinan merupakan masalah yang seringkali dihadapi di
berbagai daerah perkotaan di Indonesia.Kemiskinan menjadi permasalahan yang
kompleks dan komprehensif sehingga dalam upaya penanggulangannya
dibutuhkan upaya penanggulangan kemiskinan yang sistematis dan komprehensif
yang melibatkan seluruh stakeholder pembangunan baik pemerintah, masyarakat,
dan beberapa kelompok peduli dengan masalah kemiskinan. Berbagai macam
upaya pemerintah lakukan sebagai upaya penanggulangan permasalahan
kemiskinan salah satunya dengan Program Penanggulangan Kemiskinan
Perkotaan (P2KP). Pada program ini diterapkan beberapa prinsip diantaranya
adalah prinsip tridaya dan good governance sehingga upaya penanggulangan
kemiskinan di kawasan perkotaan dapat tercapai. Sebagai upaya tindak lanjut
program penanggulangan kemiskinan di kawasan perkotaan, pemerintah
mengajak seluruh stakeholder pembangunan untuk ikut serta dalam upaya
penanggulangan masalah kemiskinan. Oleh karenanya, pemerintah merancang
sebuahintervensi lanjut dari Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan
(P2KP) yaitu Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK)
sebagai upaya mewujudkan pembangunan berbasis komunitas (community based
development) dan berkelanjutan (sustainable development). PLPBK ini
merupakan wujud upaya intervensi lanjut dari pemerintah sebagai upaya
penanggulangan kemiskinan di kawasan perkotaan melalui pengembangan
komunitas masyarakat menuju tatanan masyarakat madani sehingga diharapkan
masyarakat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap aspek sosial seperti
terbentuknya hubungan-hubungan dengan komunitas lainnya yang lebih luas dan
aspek spasial seperti terciptanya rasa tanggung jawab dan memiliki terhadap
lingkungan permukiman mereka secara harmonis. Dengan demikian, masyarakat
diharapkan mampu menciptakan pengaturan ketertiban dan keamanan lingkungan
serta pengaturan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

1
Kelurahan Sungai Lais merupakan salah satu kelurahan di Indonesia yang
melaksanakan PLPBK. Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di
kelurahan ini. Oleh karenanya, melalui P2KP atau PNPM-MP, ditaruh harapan
besar agar program ini mampu mengatasi permasalahan kemiskinan utamanya di
tingkat masyarakat Sungai Lais, karena melalui program ini telah dirancang
konsep dan strategi untuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas
masyarakat yang mengutamakan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan
institusi sosial. Kedua hal tersebut itulah merupakan prasyarat mendasar untuk
mewujudkan terbentuknya masyarakat yang mampu mengatasi persoalan
kemiskinan secara mandiri, efektif dan berkelanjutan di Kelurahan Sungai Lais.
Di wilayah Kelurahan Sungai Lais pemberdayaan manusia seutuhnya
dilakukan melalui tiga prinsip kegiatan yaitu kegiatan lingkungan, maksudnya
pengambilan keputusan atau pelaksanaan kegiatan menyangkut kepentingan
masyarakat banyak harus berorientasi perlindungan/ pemeliharaan kualitas
lingkungan perumahan dan pemukiman yang layak dan terjangkau dalam
lingkungan sehat, aman, teratur serasi, harmonis dan produktif. Termasuk
didalamnya juga penyediaan prasarana dan sarana perumahan yang menunjang
perlindungan lingkungan, membangun solidaritas sosial dan meningkatkan
kesejahteraan penduduk. Kedua, Kegiatan Sosial, maksudnya adalah setiap
langkah kegiatan dimaksudkan untuk membangun solidaritas sosial, kemandirian
serta keswadayaan masyarakat, melibatkan segenap komponen masyarakat,
terutama kelompok rentan yang selama tidak memiliki akses terhadap program-
program setempat. Ketiga, kegiatan Ekonomi, maksudnya setiap langkah kegiatan
dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan ketrampilan masyarakat miskin
dan upaya mengembangkan usaha ekonomi produktif untuk peningkatan
pendapatan, dengan memperhatikan dampak lingkungan dan solidaritas sosial.

1.2. Tujuan
1. Maksud dari PLPBK di Kelurahan Sungai Lais, Kecamatan Kalidoni di
Kota Palembang adalah sebagai berikut:
a. Mewujudkan masyarakat Kelurahan Sungai Lais yang bertanggung

2
jawab dan sadar akan pentingnya permukiman yang sehat, tertata
dan selaras melalui pengembangan kapasitas masyarakat untuk
berbudaya sehat, bersih dan tertib pembangunan.
b. Mewujudkan masyarakat Kelurahan Sungai Lais yang kreatif dan
inovatif dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan
pembangunan lingkungan permukiman serta;
c. Mewujudkan tata kelembagaan di Kelurahan Sungai Lais yang
efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan di lingkungan
permukiman.
2. Berdasarkan maksud dari PLPBK di Kelurahan Sungai Lais, maka dapat
dirumuskan secara umum, tujuan dari PLPBK di Kelurahan Sungai Lais,
Kec. Kalidoni, Kota Palembang yaitu:
Terwujudnya lingkungan permukiman lestari, aman dan sehat
melalui pengembangan kapasitas masyarakat Sungai Lais."
Sebagai turunan dari tujuan, beberapa sasaran dirancang sebagai upaya
mewujudkan tujuan PLPBK di Kelurahan Sungai Lais yaitu:
a. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, sehat dan
produktifmelalui peningkatan kapasitas, kemitraan dan integrasi
perencanaanpembangunan;
b. Penataan lingkungan permukiman lestari, aman dan sehat berbasis
ruang;
c. Peningkatan sarana, prasarana dan pelayanan permukiman
untukmasyarakat miskin.

3. Sebagai turunan dari tujuan, beberapa sasaran dirancang sebagai upaya


mewujudkan tujuan PLPBK di Kelurahan Payu Putat yaitu:
a. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, sehat dan
produktif melalui peningkatan kapasitas, kemitraan dan integrasi
perencanaan pembangunan;
b. Penataan lingkungan permukiman miskin berbasis ruang;

3
c. Peningkatan sarana, prasarana dan pelayanan permukiman untuk
masyarakat miskin.

1.3 Bentuk Kegiatan


Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah
1. Pengambilan data primer dan sekunder.
2. Pemetaan kawasan permukiman kumuh.
3. Menganalisis kawasan prioritas penanganan kawasan permukiman
kumuh.

1.4 Tempat Kegiatan


Dilaksanakan di Kelurahan Sungai Lais

1.5 Waktu Kegiatan dan materi pokok dalam kegiatan


Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 3 bulan. Adapun jadwal pelaksanaan
adalah sebagai berikut :

Tabel 1.1 jadwal pelaksanaan kegiatan


Pertemuan Tanggal
Waktu Materi
ke Pelaksanaan
- Pengantar
1 07/04/2014 13.00 17.00 - Pengertian Blog
- Membuat Account
- Mengisi Blog
2 14/05/2014 13.00 17.00 - Mengedit Desain atau
template
- Memberi fasilitas Board, Hit
3 21/05/2014 13.00 17.00 Counter dan Link Manager
- Meletakkan gambar
- Membangun Blog sebagai
4 28/06/2014 13.00 17.00
media pembelajaran

4
1.6 Durasi waktu pelaksanaan pelatihan
Durasi waktu yang dibutuhakan selama pembuatan dan pelaksanaan
kegiatan pengabdian pada Masyarakat tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 1.2 durasi pelaksanaan pelatihan


Tanggal
Kegiatan Waktu Durasi
Pelaksanaan
Pengajuan usualan kegiatan
pengabdian ke SMK Tenologi 7 April 2014 09.00 12.00 3 jam
Informasi
Rapat koordinaasi kegiatan
8 April 2014 09.00 12.00 3 jam
pengabdian
Pembuatan Proposal 10 13 Mei
13.00 17.00 16 jam
pengabdian 2014
Pengesahan proposal pengbadian
20 Mei 2014 09.00-10.00 1 jam
kepada Ka. LPPM
Pengiriman proposal ke SMK
24 Mei 2014 09.00 12.00 3 jam
teknologi Informasi
Pembuatan Materi 1-5 Juni 2014 13.00 17.00 20 jam

Total durasi pelaksanaan pengabdian pada Masyarakat untuk masing masing


pelaksana adalah

Tabel 1.3 total durasi


No NIDN / NPM NAMA STATUS DURASI
1. 0222107901 KMS. Erwin Khairuli, S.T. Dosen 20 jam
2. 0225036501 Ir.Endang Sri Lestari, M.T. Dosen 20 jam
3. 2012260006 Dwi Nursafitri Mahasiswa 12 jam

5
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Waktu Kegiatan


Sebelum kegiatan pengabdian pada Masyarakat dilakukan perlu adanya
persiapan yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu :.
1) Mengajukan proposal pada Dekan Fakultas Ilmu Komputer yang telah
ditandatangani ketua LPPM Universitas Indo Global Mandiri untuk
melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat.
2) Melakukan konsultasi dengan warga tempat pelaksanaan kegiatan.
3) Menetapkan hari, tanggal kegiatan, tempat serta peralatan yang perlu
dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut.
4) Mempersipakan materi sosialisasi yang akan dibagikan kepada warga di
Kelurahan Sungai Lais
5) Setelah persiapan selesai, ditetapkan waktu kegiatan pada bulan 07 April 2014
s.d 28 Juni 2014 di Kelurahan Sungai Lais

2.2 Peserta
Diikuti oleh warga Kelurahan Sungai Lais kota Palembang

6
BAB III
HASIL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

3.1. Analisis Potensi dan Masalah Kelurahan Sungai Lais


3.1.1 Aspek Penggunaan Lahan
Analisis aspek penggunaan lahan digunakan untuk mengetahui bagaimana
kesesuaian antara penggunaan lahan eksisting dengan penggunaan lahan yang
telah direncanakan sebelumnya. Selain itu, analisis aspek penggunaan lahan ini
tidak terbatas pada perbandingan antara penggunaan lahan eksisting dengan
rencana melainkan juga meninjau bagaimana legalitas tanah yang dimiliki
penduduk dan legalitas bangunan rumah yang dimiliki. Sehingga dengan analisis
ini dapat diketahui tidak hanya bagaimana peruntukan penggunaan lahan yang
sebenarnya di Kelurahan Sungai Lais melainkan juga bagaimana legalitas lahan
dan rumah yang dimiliki oleh penduduk setempat.
a. Kesesuaian penggunaan lahan eksisting dengan rencana

Gambar 3.1 Peruntukan Lahan Kota Palembang


Sumber: RTRW Kota Palembang, 2012-2032

Berdasarkan kondisi lapangan bahwa Kelurahan Sungai Lais memiliki luas


penggunaan lahan tidak terbangun lebih luas dibandingkan penggunaan lahan
terbangun. Penggunaan lahan tidak terbangun sebagian besar yakni kegiatan
perkebunan karet, kegiatan pertanian, dan lahan terbuka yang tidak berfungsi.

7
Sedangkan untuk penggunaan lahan terbangun didominasi oleh kegiatan
perumahan permukiman, sarana dan prasarana. Legalitas tanah adalah salah satu
bukti yang menunjukkan bahwa telah diakuinya secara legal dan formal oleh
negara atas kepemilikan seseorang terhadap sebidang tanah dengan luasan
tertentu. Aspek legalitas tanah ini sangat penting diketahui terkait dengan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di wilayah tertentu. Pada aspek ini,
legalitas tanah di Kelurahan Sungai Lais dapat dilihat dan status kepemilikan
tanah oleh penduduk.
b. Legalitas tanah

Gambar 3.2 Status Kepemilikan Tanah untuk Bangunan Rumah di Kelurahan Sungai
Lais

Berdasarkan hasil pemetaan swadaya yang dilakukan dengan


menggunakan metode kuesioner, diketahui bahwa sebagaian besar (33%)
kepemilikan tanah oleh penduduk Kelurahan Sungai Lais dibuktikan hanya
menggunakan surat keterangan RT/RW yang sebagian besar berada di RW 2,4
dan 7. Sedangkan sebanyak 24% lainnya hanya menggunakan surat keterangan
Camat yang berada di RW 1,5, dan 6. Sedangkan kepemilikan lahan di RW 1
sebagian besar memiliki surat keterangan lainnya sebagai bukti legalitas
kepemilikan lahan. Legalitas tanah adalah salah satu bukti yang menunjukkan
bahwa telah diakuinya secara legal dan formal oleh negara atas kepemilikan
seseorang terhadap sebidang tanah dengan luasan tertentu. Aspek legalitas tanah
ini sangat penting diketahui terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan

8
pembangunan di wilayah tertentu. Pada aspek ini, legalitas tanah di Kelurahan
Sungai Lais dapat dilihat dan status kepemilikan tanah oleh penduduk.

c. Legalitas bangunan rumah


Sama halnya dengan legalitas tanah, aspek legalitas bangunan rumah juga
penting diketahui karena aspek ini menunjukkan bahwa telah diakuinya secara
legal dan formal oleh negara atas kepemilikan seseorang terhadap satu unit
bangunan rumah dengan luasan tertentu. Tidak berbeda jauh dengan legalitas
tanah, legalitas bangunan rumah umumnya dibuktikan dengan terbitnya Ijin
Mendirikan Bangunan (IMB).

Gambar 3.3 Status Kepemilikan Rumah di Kelurahan Sungai Lais


Sumber: Kuesioner,2014

9
Tabel 3.1 Potensi dan Permasalah Aspek Penggunaan Lahan Kel. Sungai Lais
Sumber: analisis penyusun, 2014

3.1.2 Aspek Lingkungan Perumahan


Berdasarkan hasil survei lapangan di Kelurahan Sungai Lais, bahwa
permasalahan drainase, saluran pembuangan limbah, jalan dan sampah menjadi
masalah yang paling besar yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan
secara visual, bahwa faktor pembentuk lingkungan kumuh di Kelurahan Sungai
Lais dikarenakan oleh hal tersebut.

Gambar 3.4 Permasalahan di seluruh Kelurahan Sungai Lais


Sumber: tinjauan lapangan, 2014

10
3.1.3 Aspek Sarana dan Prasarana Lingkungan Permukiman
A. Berdasarkan Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal
Sesuai dengan UU Perkim No 1 Tahun 2011, sarana diartikan sebagai
fasilitas dalam lingkungan hunian yang berfungsi untuk mendukung
penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.
Sedangkan prasarana adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan hunian yang
memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan bertempat tinggal yang layak, sehat,
aman dan nyaman. Sesuai dengan penjelasan tersebut diketahui bahwa
ketersediaan sarana dan prasarana dalam lingkungan permukiman sangat penting
baik dari segi jumlah maupun kualitas atau fungsi dari masing-masing. Sama
halnya dengan lingkungan permukiman lainnya, di Kelurahan Sungai Lais saat ini
terdapat beberapa sarana dan prasarana dasar permukiman. Beberapa diantaranya
masih berfungsi dengan baik dan sebagian lainnya sudah tidak dapat digunakan
atau rusak. Hal ini tentu mempengaruhi keberlangsungan akivitas bermukim bagi
warga atau penduduk yang tinggal di lingkungan permukiman di Kelurahan
Sungai Lais. Guna mengetahui bagaimana seharusnya sarana dan prasarana
dialokasikan baik dari segi jumlah maupun sebarannya, dilakukanlah anlisis
sarana dan prasarana yang akan menghitung berapa jumlah ideal pada masing-
masing jenis baik sarana maupun prasarana berdasarkan jumlah minimum
penduduk yang akan dilayani. Harapannya, dengan analisis sarana dan prasarana,
alokasi dan distribusi sarana dan prasarana dasar permukiman di Kelurahan
Sungai Lais dapat dilakukan dengan baik. Berikut

Tabel 3.2 Jumlah Eksisting Sarana dan Prasarana di Kelurahan Sungai Lais
Sumber: Hasil Pemetaan Swadaya, 2014

11
Gambar 3.5 Peta Kepemilikan rumah di Kawasan Prioritas
Sumber: Hasil pemetaan swadaya dan survei lapangan, 2014

Gambar 3.6 Penggunaan Lahan Eksisting di Kawasan Prioritas


Sumber: Hasil pemetaan swadaya dan survei lapangan, 2014

12
Gambar 3.7 Analisis Potensi dan Permasalahan Berdasarkan
Ketersediaan Sarana Pendidikan di Kawasan Prioritas
Sumber: Hasil pemetaan swadaya dan survei lapangan, 2014

Gambar 3.8 Analisis Potensi dan Permasalahan Berdasarkan


Ketersediaan Sarana Peribadatan di Kawasan Prioritas
Sumber: Hasil pemetaan swadaya dan survei lapangan, 2014

13
Gambar 3.9 Analisis Potensi dan Permasalahan Berdasarkan
Ketersediaan Sarana Peribadatan di Kawasan Prioritas
Sumber: Hasil pemetaan swadaya dan survei lapangan, 2014

Gambar 3.10 Analisis Potensi dan Permasalahan Berdasarkan


Ketersediaan Sarana Peribadatan di Kawasan Prioritas
Sumber: Hasil pemetaan swadaya dan survei lapangan, 2014

14
3.2. Rencana Pembiayaan Dan Kerjasama Dalam Implementasi Kegiatan
Pembangunan
Tabel vi.2 Rencana Pembiayaan Dan Kerjasama Dalam Implementasi Kegiatan
Pembangunan
Sumber: Dokumentasi Penulis, 2014

15
16
17
BAB IV
KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan
Laporan kegiatan pengabdian pada Masyarakat dapat simpulkan sebagai
berikut :
1) Kegiatan terlaksana sesuai dengan tujuan dan rencana.
2) Kegiatan ini mendapat sambutan yang baik dari warga.
3) Kegiatan ini menjadikan metode baru bagi warga sekitar di Kelurahan
Sungai Lais

4.2 Rekomendasi
1) Kegiatan seperti ini hendaknya dapat dilakukan pada kelurahan lain
2) Hasil kegiatan ini masih perlu dikembangkan lagi agar kawasan kumuh
menjadi berkurang.

18