You are on page 1of 4

Indeks Maqashid: Sebuah Pengukuran Kinerja sebagai Pemicu Kontribusi

Perbankan Syariah dalam Pertumbuhan Perekonomian Indonesia

Ajeng Nony Wirantika


E-mail: ajengnonywirantika@gmail.com
Kelompok Studi Ekonomi Islam STIE Bank BPD Jateng
2016

Abstrak
Perbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang mempunyai
kedudukan strategis di setiap negara, tidak terkecuali di Indonesia. Karena pada
umumnya, pertumbuhan perbankan akan berpengaruh positif terhadap
pertumbuhan perekonomian. Adanya perbankan syariah memiliki potensi
tersendiri karena tidak hanya berorientasi pada profit, namun juga berorientasi
pada kemaslahatan umat. Hal ini sejalan dengan pengukuran kinerjanya yang
tidak hanya menggunakan pendekatan rasio keuangan, namun juga menggunakan
pendekatan indeks maqashid. Melalui metode deskriptif, ditemukan indikator-
indikator dalam pendekatan indeks maqashid yang pada akhirnya berpotensi
memegang peranan penting dalam memicu perbankan syariah untuk
meningkatkan kontribusinya dalam mengakselerasi perekonomian nasional.
Potensi tersebut menunjukkan adanya hubungan yang positif antara indeks
maqashid dengan perekonomian nasional.
Kata Kunci: Indeks Maqashid, Perbankan Syariah, Perekonomian Nasional

Pendahuluan
Maqashid Syariah merupakan paradigma dasar ekonomi Islam (Muzlifah,
2013). Menurut Al-Ghazali (1991), kristalisasinya dalam setiap kegiatan ekonomi
Islam akan membawa kemaslahatan (maslahah) , sedangkan mengabaikannya
akan mengakibatkan kerusakan (mafsadah). Begitu pula implementasinya dalam
perbankan syariah, yang merupakan bagian esensial dari ekonomi Islam.
Meskipun pangsa pasar perbankan syariah masih tertinggal jauh dari
perbankan konvensional karena tergolong pemula, perbankan syariah
menunjukkan pertumbuhan rata-rata 35% lebih baik dari perbankan konvensional
seperti yang dilansir dalam www.tribunnews.com.Umumnya, pertumbuhan sektor
penting di suatu negara seperti perbankan syariah yang merupakan lokomotif
ekonomi Islam akan berdampak pula terhadap perekonomian negara tersebut.
Menurut Kasmir (2008) acuan pengukuran kinerja perbankan umumnya
hanya didasarkan pada pendekatan rasio keuangan seperti CAMELS (Capital,
Asset, Management, Earning, Liquidity, and Sensitivity) dan EVA (Economic
Value Added). Namun bagi perbankan yang berpegang pada prinsip syariah Islam,
pendekatan tersebut dianggap belum mencukupi. Pendekatan dengan rasio
keuangan saja berarti hanya berfokus pada shareholders saja. Selain itu,
pendekatan dengan rasio keuangan saja juga belum memuat indikator sosial dan
lingkungan. Karena belum terlengkapi dengan nilai-nilai tersebut, maka
diperlukanlah suatu pendekatan yang lebih komprehensif. Pendekatan yang
dimaksud adalah pendekatan indeks maqashid. Oleh karena itu, berdasarkan latar
belakang tersebut, artikel ini mencoba memberikan gagasan mengenai pendekatan
indeks maqashid sebagai patokan level kinerja perbankan syariah yang lebih
terarah pada tujuan syariah.

Konsep Indeks Maqashid Perbankan Syariah


Pemahaman lengkap indeks maqashid diadaptasi dari nilai luhur islam
(maqashid syariah) untuk tujuan kemaslahatan dan mengurangi kesengsaraan (Al-
Jauziyah, 1973; Yubi, 1998; Asyur, 2000; Al-Fasy, 1993). Indeks maqashid tidak
sekedar berfokus pada kepentingan shareholder secara khusus, namun juga
mengakomodasi kepentingan stakeholder secara keseluruhan. Mohammed dan
Taib (2009) pada penelitiannya yang berjudul Testing the Performance Measured
Based on Maqashid al-Shariah (PMMS) Model on 24 Selected Islamic and
Conventional Banks memformulasikan evaluasi kinerja perbankan syariah
berdasarkan konsep maqashid syariah. Variabel yang digunakan mengadaptasi
dari teori Abu Zahrah dan Tahdzib Al Fard yang meliputi Edukasi, Keadilan dan
Kemaslahatan. Melalui konsep Sekaran, ketiga variabel tersebut diterjemahkan ke
dalam 9 dimensi yang memuat 10 elemen. Berikut adalah tabel konsep dari
Mohammed dan Taib (2009) yang menggambarkan konsep tersebut:

Berdasarkan tabel diatas, kinerja perbankan syariah akan dinilai tinggi


apabila total presentasenya tinggi. Dengan demikian, untuk mendapatkan indeks
maqashid yang tinggi, perbankan syariah mesti meningkatkan setiap poin yang
tercantum dalam tabel diatas.
Indeks Maqashid sebagai Pemicu Kontribusi Perbankan Syariah dalam
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Meningkatkan setiap butir dalam tabel konsep index maqashid
Mohammed dan Taib (2009) seperti pada penjelasan sebelumnya secara tidak
langsung merupakan kontribusi perbankan syariah untuk meningkatkan
perekonomian nasional. Oleh sebab itu, skema hubungan antara variabel index
maqashid, kinerja perbankan syariah dan pertumbuhan ekonomi dapat
digambarkan sebagai berikut:

Kinerja Pertumbuhan
Indeks Ekonomi
Perbankan
Maqashid Nasional
Syariah

Penerapan butir-butir Indeks maqashid oleh perbankan syariah mungkin


pula mampu berpengaruh secara langsung terhadap perekonomian nasional
apabila dilakukan secara masif dan simultan. Pada poin pertama, jika rasio
edukasi tinggi maka akan meningkatkan indeks pembangunan manusia. Semakin
tinggi angka indeks pembangunan manusia semakin baik pula SDM suatu negara.
SDM yang berkualitas tersebut akan memajukan negara. Pada poin kedua, rasio
keadilan yang tinggi mencerminkan pula tingginya kesejahteraan masyarakat
karena bank syariah mempertimbangkan dengan lebih baik antara profit yang
dicapai dengan benefit yang didapatkan masyarakat sebagai nasabah bank syariah.
Poin ketiga menunjukkan bahwa tingkat kemaslahatan yang tinggi akan
meningkatkan pemerataan ekonomi dan mengurangi tingkat kesenjangan.
Pertumbuhan Ekonomi akan lebih baik jika kesenjangan ekonomi tidak kentara.

Simpulan
Indeks maqashid yang merepresentasikan maqashid syariah merupakan
suatu pendekatan untuk mengukur seberapa baik kinerja perbankan syariah secara
lebih komprehensif. Semakin tinggi angka indeks maqashid mencerminkan
tingginya kinerja bank syariah. Semakin tinggi kinerja perbankan syariah
menunjukkan semakin besar pula kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Saran
Indeks maqashid diharapkan dapat dijadikan alternatif pendekatan untuk
mengukur kinerja tidak hanya pada perbankan syariah, namun juga dapat
diterapkan pada perbankan konvensional dengan mengadaptasi indikator-indikator
tertentu. Karena pada dasarnya, nilai-nilai muamalah dalam Islam bersifat
universal. Sehingga bukan tidak mungkin, konsep ini juga diterapkan pada
perbankan konvensional.
Untuk mewujudkannya, perbankan syariah sendiri juga harus
mengimplementasikan konsep ini secara optimal. Disamping itu, diperlukan
pengembangan penelitian untuk meneliti lebih jauh mengenai dampak yang riil
baik yang bersifat material maupun non material mengenai manfaat dari indeks
maqashid ini sebagai pendorong diterapkannya konsep ini secara lebih luas.
Daftar Pustaka
Muzlifah, Eva.2013.Maqashid Syariah sebagai Paradigma Dasar Ekonomi Islam.
Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuwangi: Jurnal Ekonomi
dan Hukum Islam, Vol. 3, No. 2.
Hamid, Abu. 1991. Al-Mushtashfa Min Ilmil Ushul (1st edition). Beirut:Darul
Kutub al-Ilmiyyah.
Nurhayati. 2014. Pertumbuhan Perbankan Syariah Rata-rata 35 Persen Per
Tahun.www. http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/03/13/pertumbuhan-
perbankan-syariah-rata-rata-35-persen-per-tahun, diakses pada 8
Desember 2016
Utomo, Anif Punto;dkk. 2014. Dua Dekade Ekonomi Syariah Menuju Kiblat
Ekonomi Islam.Jakarta: Gres!Publishing
Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.
Antonio, MS, dkk.2012. An Analysis of Islamic Banking Performance: Maqashid
Index Implementation in Indonesia and Jordania. IIUM Institute of
Islamic Banking and Finance:Journal of Islamic Finance, Vol. 1 No. 1
(2012) 012 029.
Jauziyah, Ibnu Qayyim. 1973. Ilamul Muwaqqiin an Rabbil Alamin.
Beirut:Darul Jail.
Yubi, Muhammad Saad. 1998. Maqashid asy-Syariah al-Islamiyah Wa
Alaqatuha Bil Adillah Asy-Syariyyah(Cet.1). KSA: Darul Hijrah Lin
Nasyr Wat Tauzi.
Ibnu Asyur, Muhammad Thahir. 2000. Maqashid Asy-Syariah Al-Islamiyyah.
Yordania: Darun Nafais.
Fasy, Allal. 1993. Maqashid Asy-Syariah Al-Islamiyyah Wa Makarimuha 5th
ed.Darul Garb Al-Islamy.
Abu Zahrah, Muhammad. 1958. Ushul Al-Fiqh. Darul Fikri al-Araby.
Mohammed, Mustafa Omar dan Taib, Fauziah Md. 2009. Testing The
Performance Meaasured Based on Maqashid al-Shariah (PMMS) Model
on 24 Selected Islamic and Conventional Banks. Malasyia: IIUM.