You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Mulanya proyek ini adalah inisiasi Direktorat Jenderal Olahraga


Departemen Pendidikan Nasional pada 2003-2004, yang saat itu butuh pusat
pendidikan dan pelatihan olahraga dalam rangka persiapan pembinaan atlet
nasional bertaraf internasional. Berdasar kajian verifikasi tahun 2004, muncul lima
lokasi yakni Karawang, Cariu, Bogor, Cibinong, Cikarang, dan Bukit Hambalang

Pembangunan juga mendapat izin prinsip Bupati Bogor tanggal 19 Juli 2004
tentang penetapan lokasi untuk pembangunan gedung PLOPN di Hambalang seluas
kurang lebih 30 hektar atas nama Dirjen Olahraga Departemen Pendidikan
Nasional.

Proyek PLOPN kemudian dialihkan Direktorat Jenderal Olahraga dan


Direktorat Kepemudaan Departemen Pendidikan Nasional kepada Kementerian
Negara Pemuda dan Olahraga

Tahun 2007 diusulkan perubahan nama dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Olahraga Pelajar Nasional, dengan pemrakarsa Departemen Pendidikan Nasional
menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional dengan
pemrakarsa Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.

Kasus Hambalang banyak diperbincangkan karena adanya dugaan tindak


pidana korupsi yang melibatkan banyak pihak terlibat, diantaranya para elite Partai
Demokrat, Anas Urbaningrum; Istri dari Anas Urbaningrum qq komisaris PT
Dutasari Citralaras; Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, Andi Malarangeng;
Mahfud Suroso, Direktur PT Dutasari Citralaras; dan lain sebagainya.

Diketahui, tender proyek ini dipegang oleh kontraktur dimana mereka


merupakan BUMN, yaitu PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya yang diduga men-
subtenderkan sebagian proyek kepada PT Dutasari Citralaras senilai 300M.

1
KPK menyatakan, dalam penyelidikan Hambalang ada dua hal yang
menjadi konsentrasi pihaknya. Yakni, terkait dengan pengadaan pembangunan dan
terkait dengan kepengurusan sertifikat tanah Hambalang.

1.2 Rumusan Masalah

Tinjauan masalah dari penulisan makalah ini guna untuk mengetahui serta
menganalisa kasus korupsi yang melibatkan Andi Mallarangeng dan untuk
memenuhi tugas dalam pembelajaran Pendidikan Anti Korupsi.

Dari latar belakang diatas maka penulis mencoba merumuskan masalah


sebagai berikut :

1. Menurut pandangan para ahli yang manakah pada kasus korupsi di atas?
2. Termasuk ciri ciri korupsi apa pada kasus di atas?
3. Termasuk dalam jenis korupsi yang bagaimanakah pada kasus di atas?
4. Faktor korupsi apa yang menyebabkan terjadinya kasus korupsi pada
permasalahan di atas?

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruption (Fockema Andrea, 1951)
atau corruptus (Webster Student Dictionary, 1960). Selanjutnya, disebutkan pula
bahwa corruption berasal dari katacorrumpere satu kata dari bahasa Latin yang
lebih tua. Dari bahasa Latin tersebut kemudian dikenal istilahcorruption, corrupt
(Inggris), corruption (Perancis) dan corruptie / korruptie (Belanda).Dari segi
terminologi, istilah korupsi berasal dari kata corruptio dalam bahasa latin yang
berarti kerusakan atau kebobrokan, dan dipakai pula untuk menunjukkan
keadaanatau perbuatan yang busuk.
Dalam Websters New American Dictionary, kata corruption diartikan
sebagai decay (lapuk), contamination (kemasukan sesuatu yang merusak) dan
impurity (tidakmurni). Sedangkan kata corrupt dijelaskan sebagai to become
rotten or putrid (menjadi busuk, lapuk atau buruk), juga to induce decay in
something originally clean and sound (memasukkan sesuatu yang busuk atau yang
lapuk ke dalam sesuatu yang semula bersih dan bagus).

Menurut Blacks Law Dictionary, korupsi adalah perbuatan yang dilakukan


dengan maksud untuk memberikan suatu keuntungan yang tidak resmi dengan hak
hak dari pihak lain secara salah menggunakan jabatannya atau karakternya untuk
mendapatkan suatu keuntungan untuk dirinya sendiriatau orang lain, berlawanan
dengan kewajibannya dan hak hak dari pihak lain.

Dari bahasa Latin tersebut, kemudian dikenal istilah corruption,


corrupt (Inggris), corruption (Prancis), dan corruptic/korruptie (Belanda).
Indonesia kemudian memungut kata ini menjadi korupsi. Arti kata korupsi secara
harfiah adalah sesuatu yang busuk, jahat, dan merusakkan

3
2.2 Analisa Masalah

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis hukuman 4


tahun penjara, dan denda Rp 200 juta serta subsidar 2 bulan kurungan kepada
mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dalam
kasus tindak pidana korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah
Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor.

Menurut hakim ketua Haswandi terdakwa Andi Mallarangeng terbukti


secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-
samaDalam putusan tersebut, hakim ketua menilai Andi dengan sengaja telah
menyalahgunakan kewenangannya sebagai Menpora dalam pengurusan proyek
Hambalang.Dimana sebagai Menpora, Andi adalah pengguna anggaran sekaligus
pemegang otoritas kekuasaan pengelolaan keuangan negara di Kemenpora serta
memiliki kewajiban untuk melakukan pengawasan pelaksanaan anggaran.

Atas perbuatan tersebut Andi telah menguntungkan pihak lain,Proyek


P3SON telah merugikan keuangan negara Rp 464,391 miliar.Andi melanggar Pasal
3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 jo
Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Selain itu, Majelis Hakim menilai, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga,
Andi Mallarangeng, telah memberi keleluasaan terhadap adiknya Choel
Mallarangeng untuk berhubungan dengan pejabat Kemenpora.Sehingga Choel ikut
terlibat dalam pengurusan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah
Raga Nasional (P3SON).

Dalam putusan juga disebutkan, bahwa Andi telah memberikan kemudahan


akses kepada Choel Mallarangeng di kantor Kemenpora.Kemudahan akses tersebut
seperti adanya Keleluasaan bagi Choel untuk menggunakan ruang kerja Andi di
lantai 10 gedung Kemenpora untuk melakukan pertemuan dengan pejabat
Kemenpora dan calon pemenang.Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
juga menyebutkan membengkaknya anggaran proyek pembangunan Hambalang,
disebabkan oleh keinginan Andi Mallarangeng untuk mengubah konsep bangunan

4
Majelis hakim mengatakan Andi Mallarangeng telah memerintahkan
Sesmenpora Wafid Muharam untuk melakukan pemaparan proyek dengan desain
master plan baru.

Kemudian dilakukan pertemuan membahas perombakan design baru


seperti konsep bangunan, luas tanah dan gedung, yang berlangsung di lantai 10
Gedung Kemenpora. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Wafid, Deddy
Kusdinar, Rio Wilarso, Lisa Lukitawati Isa, Muhammad Arifin, Asep Wibowo dan
Anggraeni Dewi Kusumastuti.Akibatnya, anggaran proyek Hambalang yang
semula Rp 125 miliar terus bertambah. Hingga tahun 2010, anggaran tersebut
meningkat mencapai Rp 275 miliar. Namun, pada akhirnya anggaran tersebut
membengkak drastis menjadi total Rp 2,5 triliun, sehingga negara mendapat
kerugian keuangan negara senilai Rp 464,391 miliar.

2.3 Analisa Kasus Korupsi Andi Mallaranggeng

Dari permasalahan kasus korupsi yang diuraikan pada pokok pembahasan 2.1
maka dapat dianalisa memurut pandangan para ahli, ciri ciri, jenis dan faktor
penyebab terkait kasus korupsi tesebut adalah sebagai berikut :

1. Menurut pandangan David H Baley kasus yang melibatkan mantan menpora ini
adalah kasus penyuapan yang mana penyuapan adalah suatu istilah umum yang
meliputi penyalahgunaan wewenang sebagai akibat pertimbangan keuntungan
pribadi yang tidak selalu berupa uang. Batasan yang luas dengan titik berat pada
penyalahgunaan wewenang memungkinkan dimasukkannya penyuapan,
pemerasan, penggelapan, pemanfaatan sumber dan fasilitas yang bukan milik
sendiri untuk mencapai tujuan tujuan pribadi dan nepotisme ke dalam korupsi.
Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut :
2. Sebab hakim ketua menilai Andi dengan sengaja telah menyalahgunakan
kewenangannya sebagai Menpora dalam pengurusan proyek Hambalang.Dimana
sebagai Menpora, Andi adalah pengguna anggaran sekaligus pemegang otoritas
kekuasaan pengelolaan keuangan negara di Kemenpora serta memiliki
kewajiban untuk melakukan pengawasan pelaksanaan anggaran.

5
3. Andi Mallarangeng, telah memberi keleluasaan terhadap adiknya Choel
Mallarangeng untuk berhubungan dengan pejabat Kemenpora.Sehingga Choel
ikut terlibat dalam pengurusan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah
Olah Raga Nasional (P3SON).

Dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan menpora ini maka ciri ciri korupsi
yang terkait dengan kasus korupsi tersebut adalah sebagai berikut :

Menurut Syed Hussein Alatas mengungkapkan bahwa ciri ciri yang terkait
dengan kasus ini berbentuk Suatu pengkhianatan terhadap kepercayaan.
Seseorang yang diberikan amanah seperti seorang pemimpin yang
menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi, golongan, atau
kelompoknya.

Dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan menpora ini maka jenis
korupsi ini tergolong kepada jenis Mercenery corruption, yakni jenis tindak pidana
korupsi yang dimaksud untuk memperoleh keuntungan pribadi melalui
penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan (Benveniste).
Dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan menpora ini maka tipe korupsi
yang tergolong adalah sebagai berikut :
Menurut Syed Hussein Alatas adalah Korupsi transaktif (transactive
corruption) yaitu menunjukkan kepada adanya kesepakatan timbal balik antara
pihak pembeli dan pihak penerima, demi keuntungan kedua belah pihak dan
dengan aktif diusahakan tercapainya keuntungan ini oleh kedua duanya. Hal
ini terbukti :
Dengan terjadinya hubungan timbal balik menguntungkan pihak lain dan dia
sendiri dengan merugikan keuangan negara sebesar Rp 464,391 miliar.
Menurut Vito Tanzi adalah Korupsi otogenik, yaitu korupsi yang terjadi ketika
seorang pejabat mendapat keuntungan karena memiliki pengetahuan sebagai
orang dalam (insiders information) tentang berbagai kebijakan publik yang
seharusnya dirahasiakan. Hal ini terbukti:

6
Dalam hal ini Andi sebagai pejabat memegang kekuasaan otoritas pengelolaan
keuangan negara serta sebagai pengguna anggaran sehingga sebagai pejabat
yang terkait dalam hal ini Andi memiliki pengetahuan tentang bagaimana
anggaran yang digunakan sehingga menguntungkan pihak lain dan dirinya
sendiri dengan merugikan keuangan negara sebesar Rp 464,391 miliar, seperti
yang telah diuraikan pada pokok pembahasan masalah pada 2.2.

Dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan menpora ini maka faktor penyebab
yang terkait dengan kasus ini adalah sebagai berikut :
GONE Theory yang dikemukakan oleh Jack Boulogne dibagi menjadi 4 yaitu:
Greeds (keserakahan): berkaitan dengan adanya perilaku serakah yang secara
potensial ada di dalam diri setiap orang.
Opportunities (kesempatan): berkaitan dengan keadaan organisasi atau instansi
atau masyarakat yang sedemikian rupa sehingga terbuka kesempatan bagi
seseorang untuk melakukan kecurangan.
Needs (kebutuhan): berkaitan dengan faktor faktor yang dibutuhkan oleh
individu individu untuk menunjang hidupnya yang wajar.
Exposures (pengungkapan): berkaitan dengan tindakan atau konsekuensi yang
dihadapi oleh pelaku kecurangan apabila pelaku ditemukan melakukan
kecurangan.

7
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis hukuman 4


tahun penjara, dan denda Rp 200 juta serta subsidar 2 bulan kurungan kepada
mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dalam
kasus tindak pidana korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah
Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor.Atas perbuatan tersebut Andi
telah menguntungkan pihak lain,Proyek P3SON telah merugikan keuangan negara
Rp 464,391 miliar.Andi melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No
20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

3.2 Saran

Dalam penulisan makalah ini kami hanya meninjau dari satu sisi saja dan
diharapakan dalam penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua baik
dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari hari.

8
DAFTAR PUSTAKA

http://jaringnews.com/keadilan/tipikor/64723/andi-mallarangeng-divonis-tahun-penjara-
dalam-kasus-proyek-hambalang Diakses pada tanggal 27 Oktober 2015.