You are on page 1of 4

BAB III

ILUSTRASI KASUS

Sutradara muda Iqbal Rais wafat pukul 23.00 WIB pada Minggu malam, 22 September
2013, setelah menderita sakit kanker sel darah merah, leukimia. Sekretaris Tim Regeneratif
dan Stem Cell RSUD Dr Soetomo, Purwati mengatakan, saat masuk rumah sakit, kondisi Iqbal
dalam keadaan stadium terminal.4-5

Sebelumnya, ia menjalani perawatan medis di RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk


terapi Stem Cell. Iqbal merupakan pasien pertama terapi Stem Cell di Indonesia. Purwati
mengatakan, Iqbal menjalani sekali terapi Stem Cell. Sel punca yang ditanamkan ke tubuh
Iqbal diambilkan dari jaringan sumsum tulang belakangnya. Sel sumsum lantas dikultur
menggunakan media penumbuh sel atau komplit medium sesuai kebutuhan. Melalui injeksi ke
pembuluh darah, stem cell dimasukkan ke tubuh Iqbal. Stem Cell akan menggantikan jaringan
tubuh yang rusak akibat serangan sel-sel kanker darah. 4-5
Iqbal sendiri membutuhkan terapi Stem Cell untuk pengobatan leukimia. Status pasien
Iqbal auto logus, jaringan sel punca diambil dari tubuh sendiri. Rencananya, Iqbal menjalani
terapi Stem Cell empat kali. Namun, melangkah terapi yang kedua, Iqbal sudah meninggal
dunia. 4-5
Rencananya, Purwati dan tim akan menerapi Iqbal sebanyak tiga kali terapi Stem Cell.
Bila kondisi badan pasien menunjukkan perkembangan positif, penggunaan terapi Stem Cell
dicoba hingga tubuh pasien benar-benar pulih. Karena baru pertama menangani kasus leukimia
melalui terapi Stem Cell, Purwati enggan memastikan tingkat keberhasilannya. Sekali terapi,
pihaknya mengenakan biaya Rp 25 juta kepada pasien. "Ini kan masih uji klinis. Jadi biayanya
segitu," kata dia. 4-5
Ketua Pusat Stem Cell RSUD Dr Soetomo, Ferdiansyah, menegaskan terapi Stem Cell
tidak memberikan jaminan sembuh 100 persen. Namun, ia yakin terapi sel punca menjadi
pengobatan masa depan, karena memberikan kesempatan sembuh lebih besar ketimbang
pengobatan lain. 4-5