You are on page 1of 6

A. Materi : 1.

Pencermatan RPJM Desa


2. Penetapan Prioritas Usulan
Tahun 2017
3. Pembentukan Tim RKP Desa

Musyawarah Di pimpin oleh Ketua BPD


Desa Tihingan
Dalam kesempatan ini, saya selaku Ketua
BPD Desa Badur sekaligus narasumber
Musyawarah Desa menyampaikan evaluasi
pelaksanaan RKP Desa Tahun 2015 untuk
pelaksanaan tahun 2016 dan juga
menyampaikan harapan kepada peserta
Musdes agar dengan diadakannya Musdes
ini dapat menyerap aspirasi masyarakat
guna meningkatkan kemajuan Desa dan
pelaksanaan program tepat sasaran.
Selanjutnya Bp. Tumija menyampaikan draft
rancangan rencana kerja pemerintah
desa yag telah di susun oleh Tim Perumus
Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2017
kepada seluruh peserta Musyawarah Desa.
Penyampaian materi itu sendiri mencakup 4
bidang antara lain Bidang Penyelenggaraan
Pemerintah Desa, Bidang Pembangunan,
Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan
Bidang Pembinaan Masyarakat.

Pemerintah Desa Wonosari bersama BPD


dan Peserta Musdes menyepakati Draft
RKPDes Desa Wonosari dengan beberapa
perbaikan didalamnya guna menggapai Visi
dan Misi Desa "Mewujudkan Masyarakat
Wonosari yang Ayom, Ayem, Tentrem dan
Sejahtera"
Semoga dengan diadakannya Musyawarah
Desa tersebut dapat terjalin sinergi antara
pemerintah dengan masyarakat serta
menjunjung tinggi demokrasi di Desa
Wonosari.
Dalam rangka evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun 2016 dan menampung usulan dari masyarakat
mengenai pembangunan desa selanjutnya. Pemerintah desa Sidomulyo menggelar Musyawarah desa
(Musdes). Acara tersebut dilaksanakan pada hari Selasa 13 juni 2017 pada pukul 16.30 wib dibalai desa
Sidomulyo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Bambanglipuro AKP Yayan Dewayanto SH.MH, Sekcam
Bambanglipuro Drs Lukas Sumanasa M.Kes, kepala KUA Bambanglipuro Asrori SH, Lurah Sidomulyo
Edi Murjito, Ketua BPD Desa Sidomulyo Sudarman, para Dukuh se desa Sidomulyo, para Kepala RT se
desa Sidomulyo, perwakilan guru TK, SD,SMP dan SMA dan tokoh masyarakat desa Sidomulyo.

Ketua BPD Sidomulyo Sudarman mengungkapkan, usulan dan aspirasi dari bawah diperlukan guna
mengetahui kebutuhan secara nyata dari masyarakat langsung.usulan dari masyarakat akan kami
tampung untuk selanjutnya akan kami bahas dalam RAPBDes oleh BPD dan pemerintah desa.

Setelah Musdes ini kami akan membentuk tim perumus perwakilan dari semua pedukuhan dan unsur
terkait.Kita akan bahas mana program yang akan diprioritaskan terlebih dahulu sesuai kebutuhan
masyarakat.kata Sudarman.

Dalam Sambutannya, Lurah Sidomulyo Edi Murjito menyampaikan dengan Musdes ini maka dapat di
ketahui kehendak dari warga masyarakat untuk pembangunan yang akan datang.Untuk itu, semua
perwakilan elemen masyarakat kita undangUjar Lurah Desa Sidomulyo ini.

Drs Lukas Sumanasa M.Kes yang mewakili Camat Bambanglipuro mengatakan, dengan adanya Musdes
ini diharapkan desa Sidomulyo lebih maju, dengan adanya gelontoran dana yang jumlahnya Milyaran,
desa bisa melakukan pembanguna di segala bidang.Jangan hanya direncana saja, namun
pelaksanaannya harus sesuai dengan rencana.

Diharapkan pula adanya transparansi dari desa dalam pengunaan dana.Dana yang di dapat desa harus
dilaporkan kepada seluruh warga desa.Transparansi penggunaan dana harus ditulis dan dilaporkan
kepada warga, sehingga warga bisa tahu berapa dana yang di dapat di desa dan peruntukannya untuk
apa.harap Anom Adianto.

Acara Musdes kali ini banyak menampung usulan usulan dari ketua RT, mereka berharap dana desa
bisa menyasar ke wilayahnya, diantaranya yang diusulkan warga yaitu perbaikan jalan kampung, saluran
air dan sarana olah raga, sarana pendidikan, peningkatan ekonomi masyarakat, pelatihan pembuatan
pupuk organik di setiap kelompok ternak yang ada.Acara selanjutnya Buka puasa bersama dan ramah
tamah. (Sihumas polsek Bambanglipuro)

Musyawarah Desa, selanjutnya disebut Musdes, merupakan forum permusyawaratan


tertinggi di tingkat desa. Musdes sebagai forum yang mempertemukan seluruh elemen
masyarakat, baik berbasis kepentingan maupun kewilayahan, untuk membahas dan
mengambil keputusan atas hal/isu strategis yang terjadi di desa.

Musdes diikuti oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa, dan unsur
masyarakat. Hasil Musdes berbentuk kesepakatan-kesepakatan yang dituangkan dalam
keputusan hasil musyawarah. Selanjutnya, hasil Musdes menjadi dasar bagi BPD dan
Pemerintah Desa untuk menetapkan kebijakan pemerintahan desa.

Musdes diselenggarakan selambat-lambatya satu kali dalam setahun. BPD menjadi


lembaga yang bertugas menyelenggarakan Musdes, tentu dengan dukungan anggaran dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Sebagai forum permusyawaratan
tertinggi di desa, Musdes musti direncanakan dan dipersiapkan dengan baik agar
menghasilkan keputusan-keputusan yang bermutu dan merakyat.

Bagaimana tata cara penyelenggaraan Musdes? Penyelenggaraan Musdes menganut


prinsip musyawarah untuk mufakat. Sebaiknya, prosedur dan tata cara penyelenggaraan
Musdes ditetapkan dalam Peraturan Desa (Perdes). Keberadaan Perdes sangat penting
sebagai acuan dan payung hukum, terlebih Musdes merupakan acara rutin desa.

Secara umum, UU No 6 tahun 2014 pasal 54 memberikan pedoman penyelenggaraan


Musdes. Pada pasal 54 disebutkan:

(1) Musyawarah Desa merupakan forum permusyawaratan yang diikuti oleh Badan
Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat Desa untuk memusyawarahkan
hal yang bersifat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
(2) Hal yang bersifat strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. penataan Desa;
b. perencanaan Desa;
c. kerjasama Desa;
d. rencana investasi yang masuk ke Desa;
e. pembentukan BUM Desa;
f. penambahan dan pelepasan Aset Desa; dan
g. kejadian luar biasa.
(3) Musyawarah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling kurang sekali
dalam 1 (satu) tahun.
(4) Musyawarah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibiayai dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Desa.
Pada bagian Penjelasan disebutkan Musdes merupakan forum pertemuan dari seluruh
pemangku kepentingan yang ada di desa, termasuk masyarakat. Siapakah unsur
masyarakat? Unsur masyarakat bisa tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh
pendidikan, perwakilan kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok perajin, kelompok
perempuan, dan kelompok masyarakat miskin.

Kata kunci untuk menentukan peserta Musdes adalah keterwakilan (representasi). Peserta
Musdes merupakan orang yang ditunjuk atau diberi mandat oleh kelompoknya untuk
memperjuangkan aspirasi/usulan kelompok. Karena itu, sebelum Musdes diselenggarakan
maka kelompok-kelompok, baik basis kewilayahan maupun basis kepentingan, sebaiknya
sudah melaksanakan musyawarah kelompok.

Penyelenggaraan musyawarah kelompok penting dilakukan agar Musdes menghasilkan


keputusan yang bermutu. Keterlibatan masyarakat tidak sekadar mobilisasi, namun sudah
pada tingkat partisipasi aktif. Selain itu, kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan oleh
Musdes mampu menjawab isu-isu strategis di desa secara substansi.

Khusus untuk hal penataan Desa, Musdes hanya memberikan pertimbangan dan masukan
kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

MUSDES (Musyawarah tingkat Desa) 2017 yang akan dilaksanakan oleh BPD didahului dengan
konsultasi ke Kepala Desa untuk memastikan Jadwal dan Anggaran MUSDES.
Dalam Rapat Konsultasi ini dihadiri Ketua BPD beserta anggota dan Bapak Kepala Desa beserta
perangkatnya. Mengenai jadwal MUSDES yang di rencanakan tanggal 3 September 2016 sesuai
jadwal yang di berikan pihak kecamatan.
Mengingat sangat padatnya kegiatan pada bulan Agustus ini pihak Pemerintah Desa berusaha untuk
mempersiapkan diri demi kesuksesan MUSDES ini dengan membentuk kepanitiaan. sehingga Panitia
diharapkan segera bertindak dan Pemerintah Desa siap menyediakan sarana prasaran yang
dibutuhkan panitia.

Musyawarah Desa dalam rangka Penyusunan RKPDes Tahun 2017 :

1. Melakukan pencermatan Pembangunan Infrastruktur Desa Tahun 2016


2. Melakukan review dokumen RPJMDes
3. Pencermatan dokumen RKPDes yang belum terealisasi
4. Memilah kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan Tahun 2017
5. Menampung aspirasi dan usulan kegiatan pembangunan
6. Menyepakati hasil pencermatan ulang dokumen RPJMDesa
7. Membentuk tim verifikasi sesuai dengan jenis kegiatan dan keahlian yang dibutuhkan