You are on page 1of 23

TUGAS AKHIR

ANALISIS NUMERIK

Metode Milne Simpson dan Metode Hamming

Oleh :

Kelompok 2 : Sri Wijayanti HN (F1A014039)

Putri Nurhidayah (F1A014049)

Dosen Pengampuh : Ulfasari Raflesia, S.Si, M.Si

PROGRAM STUDI MATEMATIKA

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BENGKULU

2017
PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL

Bentuk persamaan diferensial sangant penting digunakan dalam model fisika


atau biologi, maupun teknik. Dalam hal ini, persamaan diferensial yang akan
diselesaikan biasanya berbentuk:

y' ( x) f ( x, y( x)), x x0 dengan y(x) adalah fungsi yang akan dicari.

Persamaan tersebut dinamakan persamaan diferensial order 1.

Adapun bentuk paling sederhana dari persamaan diferensial y(x) = f(x)


dengan f(x) adalah fungsi yang diketahui. Persamaan umum dari persamaan ini
adalah:

y ( x) f ( x)dx c dengan c sembarang konstan.

Persamaan eksak didapatkan jika diberikan nilai y(x) pada suatu titik x 0 sehingga:
y(x0) = y0 maka c akan bisa dicari. Persamaan diferensial y(x) = f(x, y(x)) mempunyai
penyelesaian umum yang memuat sembarang konstan c yang bisa dihitung dari titik
awal y(x0) = y0. Maka x0 disebut titik awal, y0 disebut nilai awal dan masalah
penyelesaian y(x) = f(x,y(x)), dan Y(x0) = y0 disebut masalah nilai awal. Selain itu,
notasi-notasi yang dipergunakan dalam bab ini adalah sebagai berikut:

y(x) : penyelesaian sebenarnya terhadap masalah nilai awal

y0 : nilai awal y(x) = f (x, y(x)), x0 x b

y(x0)=y0

y(x) : penyelesaian hampiran

Himpunan titik-titik : x0 < x1 < x2 < ..... <xn = b

b x0
Mempunyai nilai : xn = x0 + nh. n = 0, 1, ....., n dengan h
n

y(xn) = yh(xn) = yn; n = 0, 1, ....., n


1. METODE BANYAK LANGKAH
Sampai sejauh ini kita telah mengenal metode Euler, metode Heun, metode
deret Taylor, dan metode Runge-Kutta. Semua metode tersebut dikelompokkan
ke dalam metode satu-langkah (one-step), sebab untuk menaksir nilai y(xr+1)
dibutuhkan satu buah taksiran nilai sebelumnya y(xr).
Kelompok metode PDB yang lain ialah metode banyak-langkah (multi-step).
Pada metode banyak-langkah, perkiraan nilai y(xr+1) membutuhkan beberapa
taksiran nilai sebelumnya, y(xr), y(xr-1), y(xr-2), ... . yang termasuk ke dalam
metode banyak langkah adalah metode predictor-corrector. Metode Heun
adalah metode predictor-corrector, namun metode Heun bukanlah metode
banyak-langkah, sebab taksiran nilai y(xr+1) hanya didasarkan pada taksiran y(xr).
Tujuan utama metode banyak-langkah adalah menggunakan informasi dari
beberapa titik sebelumnya, yr, yr-1, yr-2, ..., untuk menghitung taksiran nilai yr+1
yang lebih baik.
Beberapa metode predictor-corrector (P-C) yang termasuk ke dalam metode
banyak-langkah. Pada metode) P-C, kita menaksir nilai yr, yr-1, yr-2, ..., dengan
persamaan predictor, dan kemudian menggunakan persamaan corrector untuk
menghitung nilai yr+1 yang lebih baik (improve).
Predictor : Menaksir yr+1 dari yr, yr-1, yr-2, ...
Corrector : Memperbaiki nilai yr+1 dari predictor

Metode P-C yang banyak ditulis dalam literatur dan kita bahas di sini adalah:

1. Metode Adams-Bashforth-Moulton.
2. Metode Milne-Simpson
3. Metode Hamming
A. Metode Adams-Bashforth-Moulton
Penurunan rumus metode Adams-Bashforth-Moulton orde empat
diperoleh dari persamaan diferensial sebagai berikut.

(, ()) = = () (. 1)

dengan xr x xr+1

integrasikan kedua ruas persamaan dari xr sampai xr+1:

+1 +1
(, ()) = ()

+1
= () |

= ( + 1) ()

= + 1

Nyatakan yr +1 di ruas kiri persamaan dan suku lainnya di ruas kanan:

+1
+1 = + (, ()) (. 2)

Fungsi (, ()) dapat dinyatakan sebagai fungsi polinomial () sehingga


persamaan (A.2) menjadi

+1
+1 = + () (. 3)

Metode Adams-Bashforth diperoleh dengan menggunakan interpolasi beda


mundur Newton berderajat tiga yang menginterpolasi (, ()) pada titik
, 1 , 2 , 3 , maka hampiran fungsi ()dapat dinyatakan sebagai
berikut:

( + 1) 2 ( + 1)( + 2) 3
3 () = + + + (. 4)
2! 3!

dengan

= (. 5)

= + (. 6)

Jika = dan = +1 masing-masing disubstitusikan ke dalam persamaan


(A.4), maka diperoleh 0 u 1. Jika persamaan (A.5) diturunkan terhadap
variabel u, maka diperoleh

= +

+1 +1
(, ()) = 3 ()

+1
= 3 ()

1
( + 1) 2 ( + 1)( + 2) 3
= ( + + + )
0 2! 3!

2 3 2 2 4 3 2 3 1
= [ + + ( + ) + ( + + ) ]
2 6 4 24 6 6 0

1 1 1 1 1 1
= [ + + ( + ) 2 + ( + + ) 3 0]
2 6 4 24 6 6

1 5 9
= [ + + 2 + 3 ]
2 12 24

1 5 3
= [ + + 2 + 3 ] (. 7)
2 12 8

Selanjutnya kita definisikan

= 1 1 1 ; = 1,2,3

Untuk k=1, = 1 (. 8)

Untuk k=2, 2 = 1 = 21 + 2 (. 9)
Untuk k=3, 3 = 2 2 1 = 31 + 32 3 (. 10)

Kemudian subtitusikan persamaan (A.8),(A.9), dan (A.10) kedalam


persamaan (A.6), sehingga dapat dinyatakan

+1 +1
(, ()) = 3 ()

1 5 3
= [ + + 2 + 3 ]
2 12 8

1 5
= [ + ( 1 ) + ( 21 + 2 ) +
2 12

3
( 31 + 32 3 )]
8

55 59 37 3
= [ 1 + 2 3 ]
24 24 24 8


= [55 591 + 372 93 ] (. 11)
24

Substitusikan persamaan (A.11) ke dalam persamaan (A.3), maka diperoleh


rumus

+1
+1 = + (, ())


= + [55 591 + 372 93 ] (. 12)
24

Algoritma :

1. Tentukan 4 niilai awal 0, 1, 2, dan 3, dapat dengan menggunakan metode


runge kutta.
2. Mencari nilai =
3. Mencari nilai +1 predictor dengan persamaan

+1 = + (93 + 372 591 + 55 )
24
4. Mencari nilai +1 corrector dengan persamaan

+1 = + ( 51 + 19 + 9 1 )
24 2
B. Metode Milne-Simpson

Metode Milne-Simpson didasarkan pada integrasi (, ()) pada selang


[3 , +1 ]:

+1

(+1 ) = (3 ) + (, ()) (. 1)
3

Persamaan predictor-corrector metode milne simpson adalah

4
+1 = 3 + (22 1 + 2 ) (. 2)
3


+1 = 1 + (1 + 4 + +1 ) (. 3)
3

dan galat per langkahnya adalah dalam orde (5 ), yaitu:

285 (5)
: = +1 +1 ()
90

15 (5)
: = +1 +1 ()
90

untuk 3 < < +1

Algoritma :

1. Tentukan 4 niilai awal 0, 1, 2, dan 3, dapat dengan menggunakan metode runge


kutta.
2. Mencari nilai =
3. Mencari nilai +1 predictor dengan persamaan
4
+1 = 3 + (22 1 + 2 )
3
4. Mencari nilai +1 corrector dengan persamaan


+1 = 1 + (1 + 4 + +1 )
3
C. Metode Hamming
Persamaan predictor-corrector metode hamming adalah

4
+1 = 3 + (22 1 + 2 ) (. 1)
3

2 9 3
+1 = + + (1 + 2 + +1 ) (. 2)
8 8 8

Algoritma :

1. Tentukan 4 niilai awal 0, 1, 2, dan 3, dapat dengan menggunakan metode runge


kutta.
2. Mencari nilai =
3. Mencari nilai +1 predictor dengan persamaan
4
+1 = 3 + (22 1 + 2 )
3
4. Mencari nilai +1 corrector dengan persamaan

2 9 3
+1 = + + (1 + 2 + +1 )
8 8 8
2. Penerapan Metode Banyak Langkah
Dalam penelitian Tsaoularis terdapat suatu model pertumbuhan populasi dengan
kapasitas pembawaan 100 dan laju pertumbuhan 0,9 [1], secara matematis maka
persamaan logistik tersebut dapat ditulis

= 0,9 (1 )
100
dengan kondisi awal y(0) = 10, di mana pada saat = 0, populasinya adalah 10.

Persamaan ini mempunyai solusi analitik

(10)(100)
() = (10)+(10010) 0,9

3. Penyelesaian Mencari Nilai Awal


Gunakan metode Runge-kutta untuk mencari 3 buah nialai awal =


0.9(1 100) ; (0) = 10 pada interval [0,4] dengan = 0.2

Untuk =0 0 = 0 0 = 10
1 = (0 , 0 )
= (0,10) = 1.62.
1 1
2 = (0 + , 0 + 1 )
2 2
1 1
= (0,2) (0 + (0.2), 10 + 1.8651957)
2 2
= 1.73545902
1 1
3 = (0 + , 0 + 2 )
2 2
1 1
= (0,2) (0 + (0.2), 10 + 1.992080387)
2 2
= 1.743597731
4 = (0 + , 0 + 2 )
= (0,1)(0 + 0.2 , 10 + 2.000598296)
= 1.865605834
Sehingga diperoleh
1
1 = 0 + 6 (1 +22 +23 +4 ) = 11.74061989
Untuk =1 1 = 0,2 1 = 11.74061989
1 = (1 , 1 )
= (0.2, 11.74061989)
= 1.8651957.
1 1
2 = (1 + , 1 + 1 )
2 2
= (0,2)(0.2,1.8651957 )
= 1.992080387
1 1
3 = (1 + , 1 + 2 )
2 2
= 2.000598296
4 = (1 + , 1 + 2 )
= 2.133541335
Sehingga diperoleh
1
2 = 1 + (1 +22 +23 +4 ) = 13.73742917.
6

Untuk =2 2 = 0,4 2 = 13.73742917


1 = (2 , 2 )
= (0.4 , 13.73742917)
= 2.133046722
1 1
2 = (2 + , 2 + 2 )
2 2
= 2.270228836
1 1
3 = (2 + , 2 + 2 )
2 2
= 2.278911251
4 = (2 + , 2 + 2 )
= 2.421199587
Sehingga diperoleh
1
3 = 2 + 6 (1 +22 +23 +4 ) = 16.01340025.
Dengan menggunakan tiga nilai awal 0 = 10, 1 = 11.74061989, 2 =
13.73742917, 3 = 16.01340025. Jadi dengan mensubtitusikan nilai x ke persamaan

= 0.9(1 100) maka diperoleh nilai

0 = 0 =8.1
1 = 1 =9.325978502
2 = 2 =10.66527443
3 = 3 =12.10419934

4. Penyelesaiaan dengan menggunakan Metode Milne Simpson

Mencari nilai 3 dengan menggunakan metode milne-simpson dengan


menggunakan persamaan

4
+1 = 3 + (22 1 + 2 )
3


+1 = 1 + (1 + 4 + +1 )
3

Untuk =3 4 = 0,8 3 = 16.01340025


4(0.2)
4 = 0 + (23 2 + 21 ) = 18.585355
3

4 = 4 = 0.9 (1 100) =13.61808072

0.2
Corrector : 4 = 2 + (43 + 2 + 4 ) =18.58416853
3

Untuk =4 5 = 1 4 =18.58416853

4(0.2)
5 = 0 + (24 3 + 22 ) = 21.46395614
3


5 = 5 = 0.9 (1 100) =15.17124781

0.2
Corrector : 5 = 3 + (44 + 3 + 5 ) =21.46325158
3
Untuk =5 6 = 1.2 5 = 21.46325158
4(0.2)
6 = 0 + (25 4 + 23 ) = 24.65290866
3


6 = 6 = 0.9 (1 100) =16.71772464

0.2
Corrector : 6 = 4 + (45 + 4 + 6 ) =24.65222164
3

Untuk =6 7 = 1.4 6 = 24.65222164


4(0.2)
7 = 0 + (26 5 + 24 ) = 28.14683036
3


7 = 7 = 0.9 (1 100) =18.20195079

0.2
Corrector : 7 = 5 + (46 + 5 + 7 ) =28.1461914
3

Untuk =7 8 = 1.6 7 = 28.1461914


4(0.2)
8 = 0 + (27 6 + 25 ) = 31.92514788
3


8 = 8 = 0.9 (1 100) =19.55969749

0.2
Corrector : 8 = 6 + (47 + 6 + 8 ) =31.92456999
3

Untuk =8 9 = 1.8 8 = 31.92456999


4(0.2)
9 = 0 + (28 7 + 26 ) = 35.95735651
3

9 = 9 = 0.9 (1 100) =20.72523747

0.2
Corrector : 9 = 7 + (48 + 7 + 9 ) =35.95725661
3
Untuk =9 10 = 2 9 =35.95725661
4(0.2)
10 = 0 + (29 8 + 27 ) = 40.19817619
3

10 = 10 = 0.9 (1 100) =21.63531825

0.2
Corrector : 10 = 8 + (49 + 8 + 10 ) =40.1977472
3

Untuk = 10 11 = 2.2 10 =40.1977472


4(0.2)
11 = 0 + (210 9 + 28 ) = 44.59091993
3

11 = 11 = 0.9 (1 100) =22.23667668

0.2
Corrector : 11 = 9 + (410 + 9 + 11 ) =44.590693604
3

Untuk = 11 12 = 2.4 11 = 44.59093604


4(0.2)
12 = 0 + (211 10 + 29 ) = 49.07005976
3

12 = 12 = 0.9 (1 100) =22.4922169

0.2
Corrector : 12 = 10 + (411 + 10 + 12 ) = 49.06936332
3

Untuk = 12 13 = 2.6 12 = 49.06936332


4(0.2)
13 = 0 + (212 11 + 210 ) = 53.5631719
3

13 = 13 = 0.9 (1 100) =22.38573425

0.2
Corrector : 13 = 11 + (412 + 11 + 13 ) =53.56368794
3
Untuk = 13 14 = 2.8 13 = 53.56368794
4(0.2)
14 = 0 + (213 12 + 211 ) = 57.9999844225933
3

14 = 14 = 0.9 (1 100) = 21.9241625862641

0.2
Corrector : 14 = 12 + (413 + 12 + 14 ) = 58.0000494605537
3

Untuk = 14 15 = 3 14 = 57.99998442
4(0.2)
15 = 0 + (214 13 + 212 ) = 62.3115900488635
3

15 = 15 = 0.9 (1 100) = 21.9241625862641

0.2
Corrector : 15 = 13 + (414 + 13 + 15 ) = 62.3111343808536
3

Untuk = 15 16 = 3.2 15 = 62.31159005


4(0.2)
16 = 0 + (215 14 + 213 ) = 66.4358299616054
3

16 = 16 = 0.9 (1 100) = 20.0689322371269

0.2
Corrector : 16 = 14 + (413 + 12 + 16 ) = 66.4357861213892
3

Untuk = 16 17 = 3.4 16 = 66.43582996


4(0.2)
17 = 0 + (216 15 + 214 ) = 70.3245627164885
3

17 = 17 = 0.9 (1 100) = 18.7827140004203

0.2
Corrector : 17 = 15 + (414 + 13 + 17 ) = 70.3240193335819
3
Untuk = 17 18 = 3.6 17 = 70.32456272
4(0.2)
18 = 0 + (217 16 + 215 ) = 73.9386883588292
3

18 = 18 = 0.9 (1 100) = 17.3430877195493

0.2
Corrector : 18 = 16 + (415 + 14 + 18 ) = 73.9385170650185
3

Untuk = 18 19 = 3.8 18 = 73.93868836


4(0.2)
19 = 0 + (218 17 + 216 ) = 77.2558830305064
3

19 = 19 = 0.9 (1 100) = 15.8147398316507

0.2
Corrector : 19 = 17 + (416 + 15 + 19 ) = 77.2551603423701
3

Untuk = 19 20 = 4 19 = 77.25588303
4(0.2)
20 = 0 + (219 18 + 217 ) = 80.2626690542921
3

20 = 20 = 0.9 (1 100) = 14.2576633857912

0.2
Corrector : 20 = 18 + (417 + 14 + 20 ) = 80.2623936873771
3
Hasil dengan menggunakan excel
Tabel 1. Tabel Hasil menggunakan Metode Milne Simpson
fn Predictor Yn Corrector Yn Eksak
Error
NO x 4 =
(10)(100)
= 0,9 1 +1 = 3 + 22 1 + 2 + 1 = 1 + 1 + 4 + +1 10 + 10010 0,9
100 3 3 yn-y(t)
0 0 8.1 - 10 10 0
1 0.2 9.325978502 - 11.74061989 11.74062806 8.17047E-06
2 0.4 10.66527443 - 13.7374917 13.73798677 0.000495069
3 0.6 12.10419934 - 16.01340025 16.01349163 9.13822E-05
4 0.8 13.61808072 18.585355 18.58416853 18.58469965 0.000531121
5 1 15.17124781 21.46395614 21.46325158 21.46324866 2.92435E-06
6 1.2 16.71772464 24.65290865 24.65222164 24.65264588 0.00042424
7 1.4 18.20195079 28.14683036 28.1461914 28.14613058 6.08165E-05
8 1.6 19.56008349 31.92633435 31.92459572 31.92491436 0.000318632
9 1.8 20.72546759 35.95826694 35.95737488 35.95714681 0.000228074
10 2 21.63531825 40.19817619 40.1977472 40.19793473 0.000187528
11 2.2 22.23667668 44.59091993 44.59093604 44.5906396 0.000296439
12 2.4 22.4922169 49.07005976 49.06936332 49.06949301 0.00012969
13 2.6 22.38573425 53.5631719 53.56368794 53.56333446 0.000353477
14 2.8 21.92416259 57.99887085 57.99998442 58.00004946 6.5038E-05
15 3 21.13614707 62.31012652 62.31159005 62.31113438 0.000455668
16 3.2 20.06893224 66.43528644 66.43582996 66.43578612 4.38402E-05
17 3.4 18.782714 70.32318326 70.32456272 70.32401933 0.000543383
18 3.6 17.34308772 73.93721482 73.93868836 73.93851707 0.000171294
19 3.8 15.81473983 77.2544801 77.25588303 77.25516034 0.000722688
20 4 14.25766339 80.26243842 80.26266905 80.26239369 0.000275367

Grafik Hasil metode Milne Simpson

90
80
70
60
50
Corrector Yn
40
Eksak
30
20
10
0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21

Gambar 1. Grafik Hasil Metode Simpson


5. Penyelesaian dengan Menggunakan Metode Hamming

Mencari nilai 3 dengan menggunakan metode hamming dengan menggunakan


persamaan

4
+1 = 3 + (22 1 + 2 )
3

2 9 3
+1 = + + (1 + 2 + +1 )
8 8 8

Untuk =3 4 = 0,8 3 = 16.01340025


4(0.2)
4 = 0 + (23 2 + 21 ) = 18.585355
3

4 = 4 = 0.9 (1 100) =13.61808072

1 97 3
Corrector : 4 =
8
+ 8
+ 8
(2 + 23 + 4 ) == 18.5845881672814

Untuk =4 5 = 1 4 =18.58416853

4(0.2)
5 = 0 + (24 3 + 22 ) = 21.46395614
3


5 = 5 = 0.9 (1 100) =15.17124781

2 98 3
Corrector : 5 =
8
+ 8
+ 8
(3 + 24 + 5 ) = 21.4632159684933

Untuk =5 6 = 1.2 5 = 21.46325158


4(0.2)
6 = 0 + (25 4 + 23 ) = 24.65290866
3


6 = 6 = 0.9 (1 ) =16.71772464
100

3 99 3
Corrector : 6 = 8
+ 8
+ 8
(4 + 25 + 6 ) = 24.6526033990921
Untuk =6 7 = 1.4 6 = 24.65222164
4(0.2)
7 = 0 + (26 5 + 24 ) = 28.14683036
3


7 = 7 = 0.9 (1 100) =18.20195079

3 910 3
Corrector : 7 = 8
+ 8
+ 8
(5 + 26 + 7 ) = 28.1460667230009

Untuk =7 8 = 1.6 7 = 28.1461914


4(0.2)
8 = 0 + (27 6 + 25 ) = 31.92514788
3


8 = 8 = 0.9 (1 ) =19.55969749
100

4 911 3
Corrector : 8 =
8
+ 8
+ 8
(7 + 28 + 9 ) = 31.924873888579

Untuk =8 9 = 1.8 8 = 31.92456999


4(0.2)
9 = 0 + (28 7 + 26 ) = 35.95735651
3

9 = 9 = 0.9 (1 ) =20.72523747
100

5 912 3
Corrector : 9 =
8
+ 8
+ 8
(8 + 29 + 10 ) = 35.9571300082572

Untuk =9 10 = 2 9 =35.95725661
4(0.2)
10 = 0 + (29 8 + 27 ) = 40.19817619
3

10 = 10 = 0.9 (1 100) =21.63531825

6 913 3
Corrector : 10 = 8
+ 8
+ 8
(9 + 210 + 11 ) = 40.197956551519
Untuk = 10 11 = 2.2 10 =40.1977472
4(0.2)
11 = 0 + (210 9 + 28 ) = 44.59091993
3

11 = 11 = 0.9 (1 100) =22.23667668

7 914 3
Corrector : 11 = 8
+ 8
+ 8
(10 + 211 + 12 ) = 44.5907310599568

Untuk = 11 12 = 2.4 11 = 44.59093604


4(0.2)
12 = 0 + (211 10 + 29 ) = 49.07005976
3

12 = 12 = 0.9 (1 100) =22.4922169

8 915 3
Corrector : 12 = 8
+ 8
+ 8
(11 + 212 + 13 ) = 49.0696900623248

Untuk = 12 13 = 2.6 12 = 49.06936332


4(0.2)
13 = 0 + (212 11 + 210 ) = 53.5631719
3

13 = 13 = 0.9 (1 100) =22.38573425

9 916 3
Corrector : 13 =
8
+ 8
+ 8
(12 + 213 + 14 ) = 53.5636765201926

Untuk = 13 14 = 2.8 13 = 53.56368794


4(0.2)
14 = 0 + (213 12 + 211 ) = 57.9999844225933
3

14 = 14 = 0.9 (1 ) = 21.9241625862641
100

10 917 3
Corrector : 14 = 8
+ 8
+ 8
(13 + 214 + 15 ) = 58.0005663188924
Untuk = 14 15 = 3 14 = 57.99998442
4(0.2)
15 = 0 + (214 13 + 212 ) = 62.3115900488635
3

15 = 15 = 0.9 (1 100) = 21.9241625862641

11 918 3
Corrector : 15 =
8
+ 8
+ 8
(14 + 215 + 16 ) = 62.3118337469714

Untuk = 15 16 = 3.2 15 = 62.31159005


4(0.2)
16 = 0 + (215 14 + 213 ) = 66.4358299616054
3

16 = 16 = 0.9 (1 100) = 20.0689322371269

12 919 3
Corrector : 16 =
8
+ 8
+ 8
(15 + 216 + 17 ) = 66.4366446543823

Untuk = 16 17 = 3.4 16 = 66.43582996


4(0.2)
17 = 0 + (216 15 + 214 ) = 70.3245627164885
3

17 = 17 = 0.9 (1 100) = 18.7827140004203

13 920 3
Corrector : 17 =
8
+ 8
+ 8
(17 + 218 + 19 ) = 70.3249819744945

Untuk = 17 18 = 3.6 17 = 70.32456272


4(0.2)
18 = 0 + (217 16 + 215 ) = 73.9386883588292
3

18 = 18 = 0.9 (1 ) = 17.3430877195493
100

1 97 3
Corrector : 18 = 8
+ 8
+ 8
(2 + 23 + 4 ) = 73.9395053850934
Untuk = 18 19 = 3.8 18 = 73.93868836
4(0.2)
19 = 0 + (218 17 + 216 ) = 77.2558830305064
3

19 = 19 = 0.9 (1 100) = 15.8147398316507

1 97 3
Corrector : 19 = 8
+ 8
+ 8
(2 + 23 + 4 ) = 77.2560876541961

Untuk = 19 20 = 4 19 = 77.25588303
4(0.2)
20 = 0 + (219 18 + 217 ) = 80.2626690542921
3

20 = 20 = 0.9 (1 100) = 14.2576633857912

1 97 3
Corrector : 20 = 8
+ 8
+ 8
(2 + 23 + 4 ) = 80.2631817873945

Hasil dengan menggunakan excel


Tabel 2. Tabel Hasil menggunakan Metode Milne Simpson
fn Predictor Yn Corrector Yn Eksak
Error
NO x 4 =
(10)(100)
= 0,9 1 +1 = 3 + 22 1 + 2 + 1 = 1 + + 4 + +1 10 + 10010 0,9
100 3 3 1 yn-y(t)
0 0 8.1 - 10 10 0
1 0.2 9.325978502 - 11.74061989 11.74062806 8.17047E-06
2 0.4 10.66527443 - 13.7374917 13.73798677 0.000495069
3 0.6 12.10419934 - 16.01340025 16.01349163 9.13822E-05
4 0.8 13.61808072 18.585355 18.58458817 18.58469965 0.000111487
5 1 15.17124781 21.46395614 21.46321597 21.46324866 3.26912E-05
6 1.2 16.71772464 24.65290865 24.6526034 24.65264588 4.24796E-05
7 1.4 18.20195079 28.14683036 28.14606672 28.14613058 6.38557E-05
8 1.6 19.55983401 31.92556752 31.92487389 31.92491436 4.04686E-05
9 1.8 20.72524688 35.95739371 35.95713001 35.95714681 1.68024E-05
10 2 21.63525536 40.19781975 40.19795655 40.19793473 2.18244E-05
11 2.2 22.23659183 44.59004856 44.59073106 44.5906396 9.14631E-05
12 2.4 22.49218998 49.0684531 49.06969006 49.06949301 0.00019705
13 2.6 22.38580878 53.5620097 53.56367652 53.56333446 0.000342059
14 2.8 21.92419397 57.99865288 58.00056632 58.00004946 0.000516858
15 3 21.13619279 62.30992016 62.31183375 62.31113438 0.000699366
16 3.2 20.06902511 66.43497251 66.43664465 66.43578612 0.000858533
17 3.4 18.78250962 70.32374195 70.32498197 70.32401933 0.000962641
18 3.6 17.3424043 73.93880091 73.93950539 73.93851707 0.00098832
19 3.8 15.81403006 77.25592687 77.25608765 77.25516034 0.000927312
20 4 14.25708983 80.26349133 80.26318179 80.26239369 0.0007881
Grafik hasil metode Hamming

90

80

70

60

50
Corrector Yn
40
Eksak
30

20

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Gambar 1. Grafik Hasil Metode Simpson

5. Kesimpulan
Metode Hamming merupakan pengembangan dari metode milne simpson yang
mana persamaan predictor pada kedua metode tersebut sama namun, correctornya
sedikit berbeda.
Dalam penelitian Tsaoularis terdapat suatu model pertumbuhan populasi dengan
kapasitas pembawaan 100 dan laju pertumbuhan 0,9 [1], secara matematis maka
persamaan logistik tersebut dapat ditulis


= 0,9 (1 )
100
dengan kondisi awal y(0) = 10, di mana pada saat = 0, populasinya adalah 10.

Persamaan ini mempunyai solusi analitik

(10)(100)
() = (10)+(10010) 0,9
setelah mencari nilai y pada saat x=4 dengan menggunaakn metode milne simpson dan
metode Hamming diperoleh hasil dengan membandingkan error pada masing-masing
metode ini adalah metode milne simpson lebih baik dibandingkan metode Hamming
karena nilai errornya relatid kecil di bangdingkan metode milne simpson.
DAFTAR PUSTAKA