You are on page 1of 4

Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kerajaan Samudera Pasai (NAD)


Raja-rajanya:
a. Marah Silu (Sultan Malik Al-Saleh)
b. Sultan Muhammad (Sultan Malik Al-Thahir)
c. Zainal Abidin
Samudera Pasai memiliki letak yang strategis dan hasil bumi lada, sehingga maju dalam
pelayaran dan perdagangan dan menjadi kerajaan maritime. Samudera Pasai akhirnya
berkembang menjadi pusat perdagangan dan agama.
2. Kerajaan Aceh (Selat Malaka)
Raja-rajanya:
a. Sultan Ali Mughayat (1514-1528)
b. Sultan Iskandar Muda (1607-1636)
Masyarakat Aceh hidup dari pelayaran dan perdagangan. Penguasa atas daerah-daerah
pantai barat dan timur Sumatera banyak menghasilkan lada. Semenanjung Malaka banyak
menghasilkan lada dan timah. Peninggalan utamanya bangunan Masjid Baitturahman, di bangun
pada masa Sultan Iskandar Muda.
3. Kerajaan Demak (Jawa Tengah)
Raja-rajanya:
a. Raden Patah (pendiri sekaligus raja pertama)
b. Dipati Unus (putra Raden Patah)
c. Sekar Seda Lepen (adik Dipati Unus)
d. Raden Trenggono (Sultan Trenggono)
Sebagai Negara maritm, Demak menjadi penghubung antara daerah penghasil rempah-
rempah di bagian timur dengan Malaka. Selain itu hasil buminya juga berlimpah.
4. Kerajaan Banten (Banten)
Raja-rajanya:
a. Sultan Maulana Hasanuddin
b. Sultan Ageng Tirtayasa (raja yang terbesar)
Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjadi Bandar perdagangan dan pusat
penyebaran Islam. Peninggalannya yaitu Masjid Agung Banten yang beratap tumpang susun
lima dan gapura di Kaibon, Banten.
5. Kerajaan Mataram (Yogyakarta)
Raja-rajanya:
a. Raden Sutawijaya (pendiri Kerajaan Mataram)
b. Panembahan Sedya Krapyak
c. Sultan Agung (raja terbesar)
Mataram merupakan kerajaan agraris dengan hasil utama beras. Pada masa Sultan Agung,
dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan daerah-daerah persawahan.
6. Kerajaan Gowa Makassar (Sulawesi)
Rajanya : Sultan Hasanuddin
Makasar berkembang sebagai pelabuhan internasional. Banyak pedagang asing berdagang di
Makassar. Makassar adalah kerajaan maritime dan sumber hidup masyarakatnya dari aktivitas
pelayaran dan perdagangan.
7. Kerajaan Ternate dan Tidore (Maluku)
Raja-rajanya:
a. Sultan Hairun
b. Sultan Baabullah
Rakyat Maluku hidup dari pertanian dan perdagangan, terutama rempah-rempah.

Agama Islam masuk dan menyebar ke wilayah nusantara melalui jalur perdagangan. Para pedagang
asli Gujarat (India), Arab, Persia (Iran) datang ke pelabuhan pelabuhan nusantara sehingga
masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang pertama menerima Islam. Masyarakat Islam di
wilayah nusantara sudah terbentuk pada abad ke-13.

Pada tahap berikutnya, Islam disebarkan melalui jalur pendidikan. Berbagai pondok
pesantren berdiri . Kemudian munculah para wali yang menyebarkan agama Islam ke tengah
masyarakat . Beikut adalah beberapa peninggalan kerajaan Islam di Indonesia.

1. Masjid
Masjid adalah tempat atau bangunan yang digunakan oleh umat Islam untuk
melaksanakan shalat dan tempat belajar ilmu agama Islam. Beberapa masjid kuno adalah
Masjid Kudus, Masjid Demak, Masjid Banten dan masjid Ternate.
Secara umum masjid-masjid kuno memiliki corak yang khas koma yaitu memiliki
denah yang berbentuk persegi. Pada sisi barat masjid terdapat bangunan menonjol sebagai
Mihrab (tempat Imam atau pemimpin salat), dan terdapat serambi pada sisi masjid. Selain
itu, atap masjid beratap tumpang (bersusun) mempunyai empat tiang induk yang disebut
soko guru, menara di kanan atau kiri masjid sebagai tempat adzan, letak masjid di tengah
kota atau dekat Keraton , serta dekat dengan alun-alun
2. Pondok pesantren
Pondok pesantren adalah asrama tempat santri belajar mengaji dan ilmu pengetahuan
keagamaan. Contoh pondok pesantren adalah Pesantren Gontor di Ponorogo, Pesantren
Assalam di Salatiga, serta Pesantren Tebuireng di Jombang.
3. Kraton
Keraton merupakan bangunan tempat tinggal Sultan dan keluarganya. Keraton dapat dibagi
menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah bagian belakang Keraton. Titik bagian kedua
disebut bangunan utama. Bangunan utama dikelilingi pagar tembok, parit, atau sungai kecil
buatan . Bagian ketiga adalah bagian depan Keraton. Contoh keraton adalah Keraton
Surosowan, Keraton Kasepuhan, dan Kanoman, Keraton Mangkunegaran dan kasunanan ,
Istana Maimun, dan Keraton Kesultanan.
4. Makam
Kompleks makam kuno para Sultan atau para sunan terletak di atas bukit serta memiliki
kijing (jirat) nisan, cungkup. Kompleks makam kuno misalnya Kompleks makam Sunan
Giri, Sunan Drajat, Sunan Muria, dan kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri (
Yogyakarta)
5. Seni kaligrafi
Seni kaligrafi dalam Islam adalah seni melukis indah dengan menggunakan huruf Arab atau
ayat-ayat Al-quran. Seni kaligrafi berkembang pada abad ke-16. Daun-daunan, atau sekedar
garis-garis adalah beberapa contoh polanya. Kaligrafi di masjid Mantingan (Jepara
)merupakan kaligrafi warisan budaya Islam.
6. Seni sastra
Corak karya sastra Islam dibagi kedalam beberapa kelompok berikut.
a. Hikayat, yaitu dongeng yang dibuat sebagai Wahana pelipur lara dan pembangkit
semangat juang. Contoh Hikayat adalah hikayat Hang Tuah dan hikayat Amir
Hamzah.
b. Babad, yaitu cerita berlatar belakang sejarah tanpa disertai bukti-bukti sejarah.
Contoh babad , yakni Babad Tanah Jawa dan Babad Giyanti.
c. Syair, yaitu puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris dan berakhir dengan
bunyi yang sama. Contoh syair adalah Syair Abdul Muluk dan gurindam dua belas.
d. Suluk, yaitu kitab yang bertutur mengenai tasawuf . Contoh Suluk yakni suluk wujil,
suluk dan suluk Malang Sumirang.
Nada merupakan bagian terkecil dari lagu. Nada (tune) dalam pengertian musik adalah suara
yang mempunyai getaran tertentu dan mempunyai ketinggian tertentu. Nada dalam tangga nada
diatonis mempunyai jarak interval tertentu juga. Dalam kegiatan musikalisasi puisi nada merupakan
unsur dasar.

Sedangkan tempo adalah cepat atau lambatnya sebuah gerakan musical, dengan satu ketuk
sebagai acuan Dasar atau satuannya.

Notasi nada dalam lagu sangat berhubungan dengan tempo lagunya. Dengan demikian,
setiap lagu memiliki irama yang berbeda-beda. Ada beberapa jenis tempo dalam lagu.

1. Tempo adargo berarti lagu dinyanyikan dengan sangat lambat.


2. Tempo largetto berarti lagu di nyanyikan dengan lambat, tetapi lebih cepat darpada largo
3. Tempo maestoso berarti lagu dinyanyikan dengan khidmat, agung, dan mulia.
4. Tempo allegretto berarti di nyanyikan dengan ringan, gembira, dan lebih lambat daripada
allegro.
5. Tempo vivace berarti lagu dinyanyikan dengan gembira dan sedikit lebih lambat daripada
presto.
6. Tempo prestissimo berarti lagu dinyanyikan dengan sangat cepat
7. Tempo dimarcia berarti lagu dinyanyikan seperti orang berbaris
8. Tempo con brio berarti lagu dinyanyikan dengan semangat bergelora
9. Tempo con bravura artinya lagu dinyanyikan dengan gagah.