Вы находитесь на странице: 1из 9

PEMETAAN SEDERHANA DI LAPANGAN PAMOR UPI

LAPORAN PRAKTIKUM

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekologi Tumbuhan
yang diampu oleh Hj. Tina Safaria Nilawati, M.Si. dan Dr. Amprasto, M.Si.

oleh :
Biologi C 2014 (Kelompok 8)

Ajeng Vadila Tussa'adah 1401819


Decyana Wahyudin 1401721
Dewani T. Yusepany 1400970
Satrio Haryo B 1403870
Siti Rahmadani 1405220

PROGRAM STUDI BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2017
A. JUDUL
Pemetaan Sederhana Di Lapangan Pamor UPI.

B. LATAR BELAKANG
Permukaan bumi dengan segala isinya merupakan planet yang terlalu
luas untuk dapat dijelajahi. Manusia beserta mahluk hidup lainnya, sungai, laut,
daratan, gunung, lembah, kota, negara, adalah berbagai fenomena alam dan
budaya yang tersebar di permukaan bumi. Semua hasil ciptaan-Nya tersebut
adalah semata-mata untuk manusia, sehingga manusia penting untuk
mengetahui, memanfaatkan dan memeliharanya. Walau demikian, kita
memiliki keterbatasan untuk dapat mengetahui semua informasi yang tersebar
di berbagai belahan bumi ini. Kita hanya dapat mengenal keadaan dan rupa dari
permukaan bumi sejauh batas pandangannya mengijinkan. Karena itu, agar
pola dari seluruh atau sebagian permukaaan bumi dapat ditangkap dalam sekali
pandangan maka dibuatlah bumi yang digambarkan dalam bentuk peta, atlas,
dan globe.
Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam
bidang datar dengan skala tertentu. Kartografi merupakan ilmu yang khusus
mempelajari segala sesuatu tentang peta. Mulai dari sejarah, perkembangan,
pembuatan, pengetahuan, penyimpanan, hingga pengawetan serta cara-cara
penggunaan peta. peta bukan hanya berguna dalam menentukan lokasi namun
juga dalam berbagai bidang.
Pembuatan Peta mempunyai peranan yang sangat penting di dalam
kehidupan manusia, dapat digunakan dalam proses perencanaan wilayah, alat
yang membantu dalam kegiatan penelitian, alat peraga untuk proses
pembelajaran di kelas, dan sebagai media untuk belajar secara mandiri. Adapun
penggunaan yang paling utama adalah untuk mengetahui tempat-tempat di
permukaan bumi, pada proses perencanaan wilayah peta sangat diperlukan
untuk survei lapangan, sebagai alat penentu desain perencanaan, dan sebagai
alat untuk melakukan analisis secara keruangan. peta bukan semata-mata hanya
karena untuk memperoleh uang, namun juga sangat berguna bagi hidup
masyarakat yang luas.
Ada berbagai metode dalam pembuatan peta yang sederhana, dengan
praktikkum skala sempit yaitu melakukan pengukuran pada daerah tertentu di
sekitar kita lalu dibuat peta sederhananya. Metode yang dikenal sangat simpel
adalah menggunakan metode rotasi.

C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat diambil rumusan masalah yaitu:
1. Bagaimana cara membuat peta yang sederhana ?
2. Bagaimana penampakan peta lapangan Pamor dengan menggunakan
metode pembuatan peta yang sederhana ?

D. TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui metode pembuatan peta sederhana dan melihat penampakan
peta lapangan Pamor.
E. MANFAAT PENELITIAN
Dapat mengetahui metode pembuatan peta sederhana dan memberikan
informasi peta lapangan Pamor, UPI.

F. BATASAN MASALAH
1. Faktor biotik : jenis jenis tumbuhan di sekitar lapangan pamor UPI.

G. TINJAUAN PUSTAKA
Pemetaan adalah proses pengukuran, perhitungan dan penggambaran
permukaan bumi (terminologi geodesi) dengan menggunakan cara dan atau
metode tertentu sehingga didapatkan hasil berupa softcopy maupun hardcopy
peta yang berbentuk vektor maupun raster (Heddy, 2010).
Peta pertama kali dibuat oleh bangsa Babilonia berupa lempengan
berbentuk tablet dari tanah liat sekitar 2300 SM. Pemetaan di zaman Yunani
Kuno sangat pesat. Alat cetak untuk peta pun berkembang. Banyak penemuan
sekitar abad 15. Pada mulanya, peta dicetak menggunakan papan kayu yang
sudah di ukir berupa peta. Pada abad berikutnya, peta semakin berkembang
dengan menggunakan metode metode secara ilmiah (Harvey. 1966).
Metode atau cara pengukuran digunakan untuk perhitungan,
pengolahan dan koreksi data untuk menentukan posisi ( koordinat ) setiap titik
yang terukur dalam wilayah pemetaan. Pemetaan ini dilakukan agar
memperoleh gambaran wilayah dari komunitas hewan, tumbuhan dan jasad
renik. Ketiga komunitas tersebut sangat bergantung satu sama lain dan sangat
berhubungan dengan erat (Ewuise, 2012).
Berikut Prinsip Pemetaan dengan pengukuran secara sederhana seperti:
kerja Lapangan, unsur yang Perlu di ukur dalam pembuatan peta sederhana
adalah Pengukuran Jarak, Pengukuran Sudut Arah, Pengelolaan Data dan
Penyajian Data (Wynne H. 2013). Selain dengan pengukuran, peta dapat di
buat dengan menggunakan yang sudah ada. Berikut ini langkah Umum dalam
membuat peta dari peta yang sudah ada yaitu : menentukan daerah yang akan
di petakan, memilih peta dasar yang tepat, membuat peta dasar baru, yaitu peta
yang belum di beri simbol, mencari dan mengklasifikasikan data sesuai
kebutuhan, membuat simbol-simbol yang mewakili data, menempatkan simbol
pada peta dasar,melengkapi peta dengan komponen yang lain (Jansen, 2010).

H. METODE PENELITIAN
1. WAKTU PELAKSANAAN
Hari/Tanggal : 3 November 2017
Waktu : 09.00 WIB - selesai
Tempat : Lapangan Pamor Universitas Pendidikan Indonesia

2. JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif karena tidak terdapat
suatu perlakuan khusus terhadap variabel tertentu.

3. TAHAP-TAHAP PENELITIAN
a. Tahap Perencanaan
Menentukan kedudukan titik-titik atau penggambaran keadaan fisik
yang terdapat di lapangan. Mencari titik di lapangan yakni pengukuran
yang hasilnya nanti akan digambar dan menentukan lokasi atau zona-
zona penelitian sebagai tempat pengambilan data.
b. Tahap Pelaksanaan
Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam
penelitian serta menentukan spot pengamatan. Pemilihan spot
berdasarkan rona lingkungan yang ditentukan. Mengukur biotik berupa
analisis vegetasi yang dilakukan di Lapangan Pamor UPI.
c. Tahap Tindak Lanjut
Data hasil pengamatan diolah dan dibahas.

4. ALAT DAN BAHAN


Tabel 1. Daftar Alat untuk pengamatan

No. Nama Alat Jumlah

1. Kompas 1 buah

2. Meteran 1 buah

3. Alat tulis 1 buah

5. LANGKAH KERJA

Alat pengukuran Titik awal pembuatan


seperti meteran, Alat tulis disiapkan peta di permukaan
kompas disiapkan bumi ditentukan

Pengukuran jarak dan


arah harus bertemu atau Setiap tempat yang
Titik awal tersebut
kembali ke titik awal mengalami perubahan
ditentukan arah yang
sehingga menghasilkan arah dicatat dengan
dituju
garis yang lengkap
berhubungan

Hasil pengamatan di
catat dan dianalisis

Bagan alur 1. Langkah kerja Pembuatan Peta Sederhana


Petak pengamatan dibuat
Dilakukan penentuan luas
sesuai dengan luas area
lokasi pengamatan di wilayah
pengamatan yang sudah
lapangan Pamor UPI
ditentukan

Amati vegetasi yang ada di


Hasil pengamatan dicatat dan
dalam setiap area berupa jenis
dihitung jumlah
dan jumlah individu setiap
keanekaragamannya.
jenis yang ditemukan.

Bagan alur 1. Langkah kerja Analisis Vegetasi

I. HASIL PENGAMATAN
Tabel 2. Hasil pengukuran dengan teknik rotasi

Titik Sudut (o) Jarak (m)

A->B 283.6 74

B->C 291.3 27

C->D 33.5 34

D->E 71.5 38

E->F 170 23

F->G 110 58

G->A 214 31
Gambar 1. Hasil pemetaan lokasi dengan teknik rotas

Tabel 3. Hasil pengukuran dengan teknik radiasi

Titik Sudut (o) Jarak (m)

P->A 124 58

P->B 236 28

P->C 263 48

P->D 309 37

P->E 11 35

P->F 24 66

P->G 124 58
Gambar 2. Hasil pemetaan lokasi dengan teknik radiasi

J. PEMBAHASAN

K. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Ewuise, J.Y. 2012. Ekologi Tropika. Bandung : Institut Teknologi Bandung Press.
Harvey. 1966. Analisis population and communitas. Journal of Plat ecology
92:2388-2389.
Heddy, Suasono. 2010. Prinsip prinsip Dasar Ekologi. Malang : Raja Grafindo
Persada
Jansen. 2010. Methology for selection of framework data : Case study for NSDI in
china enshade: Thesis degree of master of science in geoinformation manege
ment. International journal for Geoinformation and Earth Observation. 12
(32).
Wynne H. 2013. Helping To Plant Investigations. International Journal of ecology.
2 (13).