You are on page 1of 3

VII.

ANALISA DATA

Percobaan ini adalah pembuatan karbon aktif dengan aktivator NaOH dan H2SO4.
Sampel karbon aktif yang digunakan berupa batubara yang telah dilakukan pengecilan ukuran
yaitu 60 mesh dan 20 mesh. Karbon aktif merupakan bahan yang berupa karbon bebas yang
masing-masing berikatan secara kovalen atau arang yang telah dibuat dan diolah secara
khusus melalui 3 tahapan yaitu Dehidrasi, Karbonisasi dan Aktivasi. Dehidrasi merupakan
proses penghilangan air dimana bahan baku dipanaskan sampai temperatur 1100C .
Karbonisasi adalah suatu proses dimana unsur oksigen dan hidrogen dihilangkan dari karbon
dan akan menghasilkan rangka karbon yang memiliki struktur tertentu, dengan temperatur
4500C 5000C. Aktivasi adalah suatu perlakuan terhadap bahan yang bertujuan untuk
memperbesar pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi
molekul-molekul permukaan sehingga bahan mengalimi perubahan fisika maupun kimia,
yaitu luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorbsi. Aktivator
yang digunakan pada percobaan ini adalah NaOH dan H2SO4 dengan konsentrasi masing-
masing yaitu 1M, 2M dan 3M.

Langkah selanjutnya adalah analisa karbon aktif yaitu adsorbsi Isoterm Freunclich
dengan absorbat yaitu Na2S2O3. Selanjutnya setelah dilakukan perendaman dengan NaOH
dan H2SO4 dengan konsentrasi 1M, 2M, dan 3M. Dilakukan penyaringan lalu dikeringkan
menggunakan oven dengan suhu 1100C. Setelah kering dilakukan uji serap menggunakan
larutan Iodin, dimasukkan 25 mk larutan Iodin ke dalam sampel batubara / karbon aktif lalu
didiamkan selama 1 jam, dimana ini bertujuan agar terjadi penyerapan secara maksimal.

Percobaan analisa ini dipengaruhi oleh volume titran yang dihasilkan, semakin sedikit
volume titran yang dihasilkan maka semakin besar daya serap yang dihasilkan oleh karbon
aktif tersebut. dan sehingga dapat dikatakan bahwa semakin besar konsentrasi adsorbat maka
semakin besar juga daya serapnya.

Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan daya serap yang tinggi pada percobaan
dengan aktivasi H2SO4 pada ukuran 60 mesh dan temperatur karbonisasi 5000C dan
konsentrasi H2SO4 2M. Sehingga dapat dikatakan karbon aktif akan meningkat daya serapnya
dipengaruhi oleh ukuran sampel yang digunakan, temperatur karbonisasi serta onsentrasi dari
absorbatnya tersebut.
VIII. KESIMPULAN

Setelah Melakukan Praktikum, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Karbon aktif adalah karbon berupa karbon bebas yang masing-masing keterikatan
secara kovalen atau arang yang telah dibuat dan diolah secara khusus melalui 3
tahapan yaitu: Dehidrasi, Karbonisasi, dan Aktivasi.
2. Proses aktivasi menggunakan aktivator H2SO4 mempunyai daya serap yang lebih bear
dibandingkan aktivator NaOH
3. Semakin kecil ukuran karbon aktif maka semakin besar pula daya serap yang lebih
baik
4. Semakin besar konsentrasi maka semakin besar pula daya adsorbsinya.
DAFTAR PUSTAKA
Kasielab.2017.Penuntun Praktikum Pemanfaatan Batubara.Palembang: Politeknik Negeri
Sriwijaya