You are on page 1of 16

Analisa Aliran Fluida Pada Pipa Spiral Dengan Variasi Diameter

Menggunakan Metode Computational Fluid Dinamics (CFD)

Dr., Ir. Ahmad Indra. S *), Ridwan. ST.,MT *), Irwan Setiawan **)
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri,
Universitas Gunadarma
Depok, Indonesia

Abstraksi

Pipa merupakan alat transportasi fluida yang sangat murah, pipa memiliki
berbagai ukuran dan bentuk penampang. Penurunan tekanan aliran didalam pipa
sangat penting untuk diketahui guna merancang sistem perpipaan. Kekasaran pipa,
panjang pipa, diameter pipa, jenis fluida, kecepatan dan bentuk aliran adalah hal
yang sangat terkait dengan penurunan tekanan (Pressure Drop). Tujuan penelitian
ini adalah untuk melihat efek dari perubahan diameter terhadap penurunan
tekanan (pressure drop) pada pipa spiral.
Simulasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara teknis
faktor penting pada penurunan tekanan (pressure drop) pada pipa spiral. Dengan
bantuan aplikasi CFD dilakukan variasi diameter yang mempengaruhi penurunan
tekanan.

PENDAHULUAN penurunan tekanan aliran fluida atau


Fluida adalah suatu yang tidak disebut juga kerugian tekanan (head
bisa lepas dari kehidupan sehari-hari loses).
kita, dimanapun dan kapanpun kita
berada, fluida selalu mempengaruhi LANDASAN TEORI
berbagai kegiatan kita dalam
kehidupan sehari-hari kita baik itu Definisi Fluida
dalam bentuk liguid ataupun gas.
Aliran fluida didalam pipa Fluida secara khusus
pada kenyataannya mengalami didefinisikan sebagai zat yang
penurunan tekanan seiring dengan berdeformasi terus menerus selama
panjang pipa yang dilalui fluida dipengaruhi suatu tegangan geser.
tersebut. Menurut teori dalam Sebuah tegangan geser terbentuk
mekanika fluida, hal ini disebabkan apabila sebuah gaya tangensial
karena fluida yang mengalir bekerja pada sebuah permukaan.
memiliki viskositas.Viskositas ini Apabila benda-benda padat biasanya
menyebabkan timbulnya gaya geser seperti baja atau logam-logam
yang sifatnya menghambat. Untuk lainnya dikenai oleh suatu tegangan
melawan gaya geser tersebut geser, mula-mula benda itu akan
diperlukan energi sehingga berdeformasi (biasanya sangat kecil),
mengakibatkan adanya energi yang tetapi tidak akan terus menerus
hilang pada aliran fluida. Energi berdeformasi (mengalir).
yang hilang ini mengakibatkan

-1-
Macam-macam Aliran Fluida Aliran Laminar
Mekanika fluida adalah ilmu Aliran laminar didefinisikan
yang mempelajari tentang tipe-tipe sebagai aliran dengan fluida
aliran fluida dalam medium yang yang bergerak dalam lapisan-
berbeda-beda. Aliran fluida terbagi lapisan, atau lamina-lamina
atas beberapa kategori, dibagi dengan satu lapisan meluncur
berdasarkan sifat-sifat yang paling secara merata. Dalan aliran
dominan dari aliran tersebut, atau laminar ini viskositas
berdasarkan jenis dari fluida yang berfungsi untuk meredam
terkait. kecenderungan-
Berdasarkan pergerakannya aliran kecenderungan terjadinya
fluida terdiri dari gerakan relative antara
Steady Flow lapisan. Sehingga aliran
Steady flow merupakan suatu laminar memenuhi pasti
aliran fluida dimana hukum viskositas Newton,
kecepatannya tidak yaitu:
terpengaruh oleh perubahan du
waktu, sehingga kecepatan =
dy
konstan pada setiap titik pada dimana :
aliran tersebut. = tegangan geser
Non Steady Flow pada fluida (N/m2)
Non steady flow terjadi = viskositas
apabila ada suatu perubahan dinamik fluida (kg/m.det)
kecepatan pada aliran du/dy = gradient
tersebut terhadap perubahan kecepatan ((m/det/m)
waktu.
Uniform Flow
Uniform flow merupakam
aliran fluida yang terjadi
besar dan arah dari vector-
vektor kecepatan tidak
berubah dari suatu titik ke
titik berikutnya dalam aliran
fluida tersebut.
Non Uniform Flow
Aliran ini terjadi jika besar
dan arah vector-vektor Gambar 2.1[3]
kecepatan fluida selalu Distribusi kecepatan aliran laminar
berubah terhadap lintasannya. pada pipa tertutup
Ini terjadi apabila luas
penampang medium fluida
juga berubah. Aliran Turbulen
Aliran turbulen didefinisikan
sebagai aliran yang dimana
Aliran fluida berdasarkan gaya yang pergerakan partikel-partikel
bekerja pada fluida tersebut: fluida sangat tidak menentu

-2-
karena mengalami Pipa Spiral
pencampuran serta putaran
partikel antar lapisan, yang Pipa merupakan alat
mengakibatkan saling tukar transportasi fluida yang murah. Pipa
momentum dari satu bagian memiliki berbagai ukuran dan bentuk
fluida kebagian fluida yang penampang salah satunya adalah
lain dalam skala yang besar. pipa spiral. Namun pipa yang
Dalam keadaan aliran berpenampang lingkaran (pipa
turbulen maka turbulensi sirkular) adalah pipa yang paling
yang terjadi mengakibatkan banyak digunakan. Pipa spiral
tegangan geser yang merata memiliki dimensi diameter luar pipa
diseluruh fluida sehingga (OD), tebal pipa (t), diameter dalam
menghasilkan kerugian- spiral (Di), diameter luar spiral(Do)
kerugian aliran. dan panjang pitch pipa spiral (P)
seperti gambar 2.4

Gambar 2.4 Dimensi Pipa Spiral


[3]
Gambar 2.2
Distribusi kecepatan aliran turbulen CFD (Computational Fluid
Dalam pipa tertutup pada arah aksial
Dinamics)
Aliran Transisi
Aliran transisi merupakan Computational Fluid
aliran peralihan dari aliran Dynamics (CFD) adalah metode
laminar ke aliran turbulen. perhitungan dengan sebuah control
Aliran berdasarkan bisa tidaknya dimensi, luas dan volume dengan
dicompres memanfaatkan bantuan komputasi
Compressible flow, dimana komputer untuk melakukan
perhitungan pada tiap-tiap elemen
aliran ini merupakan aliran pembaginya. Prinsipnya adalah suatu
ruang yang berisi fluida yang akan
yang mampu mampat. dilakukan penghitungan dibagi-bagi
menjadi beberapa bagian, hal ini
Incompressible flow, aliran tidak sering disebut dengan sel dan
mampu mampat. prosesnya dinamakan meshing.
Bagian-bagian yang terbagi tersebut
merupakan sebuah kontrol
penghitungan yang akan dilakukan
adalah aplikasi. Kontrol-kontrol

-3-
penghitungan ini beserta kontrol- CFD adalah penghitungan
kontrol penghitungan lainnya yang mengkhususkan pada fluida.
merupakan pembagian ruang yang Mulai dari aliran fluida, heat transfer
disebut tadi atau meshing. Nantinya, dan reaksi kimia yang terjadi pada
pada setiap titik kontrol fluida. Atas prinsip-prinsip dasar
penghitungan akan dilakukan mekanika fluida, konservasi energi,
penghitungan oleh aplikasi dengan momentum, massa, serta species,
batasan domain dan boundary penghitungan dengan CFD dapat
condition yang telah ditentukan. dilakukan. Secara sederhana proses
Prinsip inilah yang banyak dipakai penghitungan yang dilakukan oleh
pada proses penghitungan dengan aplikasi CFD adalah dengan kontrol-
menggunakan bantuan komputasi kontrol penghitungan yang telah
komputer. Contoh lain penerapan dilakukan maka kontrol
prinsip ini adalah Finite Element penghitungan tersebut akan
Analysis (FEA) yang digunakan melibatkan dengan memanfaatkan
untuk menghitung tegangan yang persamaan-persamaan yang terlibat.
terjadi pada benda solid. Persaman-persamaan ini adalah
Sejarah CFD berawal pada persamaan yang membangkitkan
tahun 60-an dan terkenal pada tahun dengan memasukan parameter apa
70-an awalnya pemakaian konsep saja yang terlibat dalam domain.
CFD hanya digunakan untuk aliran Misalnya ketika suatu model yang
fluida dan reaksi kimia, namun akan dianalisa melibatkan temperatur
seiring dengan perkembangannya berarti model tersebut melibatkan
industri ditahun 90-an membuat CFD persamaan energi atau konservasi
makin dibutuhkan pada berbagai dari energi tersebut. Inisialisai awal
aplikasi lain. Contoh sekarang ini dari persamaan adalah boundary
banyak sekali paket-paket sofware condition. Boundary condition
CAD menyertakan konsep CFD yang adalah kondisi dimana kontrol-
dipakai untuk menganalisa stress kontrol perhitungan didefinisikan
yang terjadi pada desain yang dibuat. sebagai definisi awal yang akan
Pemakaian CFD secara umum dilibatkan ke kontrol-kontrol
dipakai untuk memprediksi : penghitungan yang berdekatan
Aliran dan panas dengannya melalui persamaan-
Transfer massa persamaan yang terlibat.
Perubahan fasa seperti pada Secara umum proses
proses melting, penghitungan CFD terdiri atas 3
pengembunan dan bagian utama:
pendidihan 1. Preposessor
Reaksi kimia seperti 2. Processor
pembakaran 3. Post processor
Gerakan mekanis seperti Prepocessor adalah tahap
piston dan fan dimana data diinput mulai dari
Tegangan dan tumpuan pada pendefinisian domain serta
benda solid pendefinisian kondisi batas atau
boundary condition. Ditahap ini juga
Gelembung elektromagnetik
sebuah benda atau ruangan yang

-4-
akan dianalisa dibagi-bagi dengan dijelaskan secara bertahap proses
jumlah grid tertentu atau sering juga simulasi yang dimulai dari
disebut dengan meshing. Tahap pembentukan geometri. Secara
selanjutnya adalah processor, pada keseluruhan proses tersebut terdiri
tahap ini dilakukan proses dari enam langkah yaitu:
penghitungan data-data input dengan 1. Membuat model pipa spiral
persamaan yang terlibat secara 2. Membuat mesh
iteratif. Artinya penghitungan 3. Menentukan boundary
dilakukan hingga hasil menuju error condition
terkecil atau hingga mencapai nilai 4. Menentukan kondisi fisik
yang konvergen. Penghitungan model
dilakukan secara menyeluruh 5. Menentukan parameter
terhadap volume kontrol dengan penyelesaian dan
proses integrasi persamaan diskrit. menjalankan simulasi
Tahap akhir merupakan tahap 6. Menampilkan hasil simulasi
postprocessor dimana hasil
perhitungan diinterpretasikan ke Mulai
dalam gambar, grafik bahkan
animasi dengan pola warna tertentu. Pembuatan model pipa spiral
Hal yang paling mendasar
mengapa konsep CFD (sofware
CFD) banyak sekali digunakan
dalam dunia industri adalah dengan Langkah pembuatan meshing
CFD dapat dilakukan analisa
terhadap suatu sistem dengan Membuat kondisi batasan
mengurangi biaya eksperimen dan
tentunya waktu yang panjang dalam
melakukan eksperimen tersebut. Menentukan kondisi fisik model
Atau dalam proses design
enggineering tahap yang harus
dilakukan menjadi lebih pendek. Hal Menentukan parameter
ini yang mendasari pemakaian perhitungan numerik
konsep CFD adalah pemahaman
lebih dalam akan suatu masalah yang Melaksanakan perhitungan atau
akan diselesaikan atau dalam hal ini komputasi
pemahaman lebih dalam mengenai
karakterisrik aliran fluida dengan
melihat hasil berupa grafik, vektor, Menampilkan hasil simulasi
kontur dan bahkan animasi.
DESAIN PIPA SPIRAL DAN
TAHAPAN PROSES SIMULASI
Selesai
Langkah-langkah Simulasi

Untuk memudahkan proses Gambar 3.1 Langkah pembuatan


simulasi dalam subbab ini akan model CAD dan proses simulasi

-5-
Pembuatan model pipa spiral elemen-elemen yang akan dipilih
Hal yang perlu di lakukan disesuaikan dengan kebutuhan dan
pertama kali sebelum melakukan bentuk geometri. Dalam skripsi ini
proses simulasi adalah membuat aplikasi meshing yang dipakai adalah
model aliran yang terjadi pada pipa gambit 2.2. Input yang dimasukan
spiral. Dalam hal ini model yang dalam gambit adalah input yang
dibuat adalah berupa model volume. dibuat pada CATIA yang kemudian
Asumsi penyederhanaan model yang di export dalam bentuk STEP.
dilakukan adalah dengan Setelah geometri berhasil diinput
menganggap ketebalan pipa selanjutnya adalah proses meshing.
diabaikan. Dalam pembuatan model Dalam penelitian ini semua
menggunakan CATIA sebagai konfigurasi tipe elemen di simulasi
pembuat model. Dan model yang menggunakan elemen hybrid atau
akan disimulasikan pada skripsi ini tetrahedron. Dibawah ini gambar
adalah seperti gambar dibawah ini: hasil meshing dengan konfigurasi
meshing volum dan interval size
sebesar 8.

Gambar 3.2 Model aliran pipa spiral


Meshing

Meshing adalah proses


dimana geometri secara keseluruhan
dibagi-bagi dalam elemen-elemen
kecil. Elemen-elemen kecil ini
nantinya berperan sebagai kontrol
surface atau volum dalam proses
perhitungan yang kemudian tiap-tiap
elemen ini akan menjadi inputan
untuk elemen disebelahnya. Hal ini
akan terjadi berulang-ulang hingga Gambar 3.3 Hasil meshing dari
domain terpenuh. Dalam meshing gambit

-6-
Membuat kondisi batasan
(boundary condition)
Boundary condition
merupakan definisi dari zona-zona
yang telah terdefinisi sebelumnya
pada aplikasi gambit. Dalam
fluentlah nilai-nilai dan karakteristik
dari masing-masing boundary type,
yang telah didefinisikan sebelumnya
dalam gambit, didefinisikan. Karena
model yang digunakan adalah model
aliran air sederhana maka boundary
condition yang mungkin dan sesuai
untuk mendefinisikan keadaan
aktualnya adalah velocyti inlet untuk
tempat masuknya air dari pompa.
Dan exit sebagai tempat keluar air
dari pipa spiral
Gambar 3.4 Grafik residul
Menentukan kondisi fisik model
Menampilkan hasil simulasi
Hal yang perlu dilakukan Setelah mencapai
selanjutnya adalah penentuan kondisi konvergensi dari solusi, maka tahap
fisik dari model yaitu penentuan selanjutnya adalah tahap untuk
model penyelesaian, fluida yang melihat hasil simulasi yang telah
dipakai dan kondisi dilakukan. Dalam melihat hasil
simulasi dari fluent dapat dilakukan
dengan berbagai cara, dilihat secara
Menentukan parameter
keseluruhan maupun target tertentu
perhitungan numerik
saja dengan menetukan bidang, garis
Setelah selesai
atau titik pengamatan. Karena target
mendefinisikan model yang akan
utama adalah untuk melihat bagai
disimulasikan maka tahap
mana pengaruh perubahan diameter
selanjutnya adalah menentukan
terhadap pressure drop mulai dari
parameter perhitungan numerik yang
inlet sampai outlet, maka akan dilihat
akan digunakan seperti kontrol solusi,
vektor kecepatan baik itu
melakukan initialize awal, monitor
keseluruhan maupun bidang yang
residual, dan kemudian melakukan
dibuat sebelumnya,dan kontur serta
proses iterasi simulasi, proses iterasi
melihat garis aliran (path lines)
akan berhenti setelah terjadi
untuk menentukan apakah aliran
konvergensi. Pada saat proses iterasi
yang terjadi sudah efektif atau belum.
maka akan tampil garik residual
seperti gambar di bawah ini.

-7-
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa pressure drop pada pipa
bundar dengan metode empiris
Berdasarkan dasar teori yang telah f ( L / D ) V 2
dijelaskan pada bab II maka pada P =
bab ini akan dilakukan analisa 2
dimensional mengenai factor-faktor Kecepatan aliran untuk pipa
yang mempengaruhi penurunan bundar
tekanan (pressure drop). Untuk Q
V =
mengetahui hal tersebut maka perlu A
dilakukan simulasi dengan
menggunakan sofware CFD, 0,0007 0,0007
V = = = 0,59
perubahan dari variabel-variabel 3,14
fungsi yang berpengaruh terhadap d2 0.039 2

4 4
tekanan akan dilakukan m/s
menggunakan CFD. Karena dalam Dalam skripsi ini suhu air
modeling perubahan bentuk geometri diasumsikan 20oC sehingga =
lebih mudah dilakukan. Oleh karena 998,2 kg/m3 dan = 1,005x10-3
itu dalam modeling pipa spiral N.s/m2 (tabel 2.1)
menggunakan sofware CAD. VD 998.2x0,59x0.039
Setelah itu dilakukan analisa Re= = = 2285
1,005x103
dimensional khususnya menyangkut
perubahan geometri yang akan Sehinga faktor gesekan (f) dapat
berpengaruh pada penurunan tekanan dicari dalam diagram Moody f =
0,025 P= f (L/D)V =0,025.(1,1/0,039).998,2.0,59 =122,4
2 2
(pressure drop) pada aliran fluida
2 2
didalam pipa.
Pa
Dalam suatu aliran didalam
Pada analisa simulasi atau
pipa pada kenyataan terjadi
eksperimen aliran didalam pipa
penurunan tekanan yang disebabkan
tidak langsung berkembang penuh,
oleh faktor-faktor sebagai berikut
sehingga untuk mencari aliran
panjang pipa, diameter pipa,
berkembang penuh dapat dicari
kecepatan, kekasaran permukaan
dengan cara sebagai berikut:
dinding pipa sebelah dalam, dan
Le 1
sifat-sifat fluida kerapatan dan = 4,4 Re 6
viskositas. D
1 1
Analisa perbandingan pressure Le= D.4,4.Re 6 = 0,039x4,4x228546 = 0,90
drop pada pipa bundar dengan m
cara empiris dan simulasi dengan
CFD
Perbandingan pressure drop
pada pipa bundar dengan cara Analisa pressure drop pada
empiris dan dengan simulasi pipa bundar dengan metode
dilakukan dengan tujuan untuk simulasi
mengetahui sejauh mana selisih atau
perbedaan pressure drop dengan cara
empiris dan dengan cara simulasi
pada CFD.

-8-
Pada gambar diatas
menunjukan penurunan tekanan
(pressure drop) yang terjadi pada
pipa bundar dengan nilai tekanan
maksimum sebesar -2,00e+00 pascal
dan nilai minimumnya sebesar -
4,50e+02 pascal, pada hasil simulasi
nilai tekanan diambil pada jarak atau
panjang pipa 0,90 m karena pada
jarak tersebut aliran fluida telah
berkembang penuh . Dari hasil
simulasi tersebut didapat nilai
penurunan tekanan yang terjadi
sebesar 250 pascal, sedangkan pada
hasil empiris penurunan tekanan
sebesar 122,4 pascal. Maka didapat
selisih atau perbandingan penurunan
tekanan yang terjadi dengan metode
empiris dan simulasi sebesar 137,6
Pascal.
Gambar 4.1 kontur tekanan statis
pada pipa bundar
Analisa perbandingan pressure
drop pada pipa bundar dan pipa
spiral dengan simulasi CFD
Analisa ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui pressure
drop aliran fluida didalam pipa yang
terjadi pada pipa bundar dan pipa
spiral.Untuk dapat mengetahui
pressure drop yang terjadi pada
aliran fluida di dalam pipa penulis
mencoba untuk meneliti dan
menganalisa hal itu dengan
melakukan simulasi. Simulasi ini
dilakukan dengan debit aliran dan
panjang pipa yang sama, dimana
dengan debit aliran sebesar 42
Lt/menit dan panjang pipa 2000 mm.

Analisa pressure drop pada pipa


bundar dengan diameter 39 mm
Gambar 4.2 Grafik kontur tekanan

-9-
Gambar diatas menunjukan
penurunan tekanan dan distribusi
kecepatan yang terjadi pada pipa
bundar, dengan nilai kontur
maksimumnya sebesar 4,5e+00
pascal dan nilai minimum sebesar -
4,50e+02 pascal. Dan nilai distribusi
kecepatan maksimumnya sebesar
1,11e+00 m/s dan nilai minimunnya
sebesar 1,83e-01 m/s.

Analisa pressure drop pada pipa


spiral dengan diameter dalam 27
mm dan diameter luar 39 mm

Gambar 4.3 kontur tekanan statis


pada pipa bundar

Gambar 4.5 kontur statik pada pipa


spiral

KESIMPULAN

Berdasark

Gambar 4.4 vektor kecepatan pada


pipa bundar

- 10 -
Analisa Variasi diameter pipa
spiral
Variasi diameter yang
mungkin dapat dilakukan dengan
jangkauan mulai dari diameter 17
mm, 27 mm dan 37 mm. Variasi ini
diberikan dengan catatan bahwa
debit aliran 42 Lt/menit, dengan
dimensi pipa; panjang pipa 2000 mm
dan panjang picth adalah tetap
sebesar 246 mm.
Setelah dilakukan simulasi
didapat nilai-nilai tekanan pada
masing-masing variasi data seperti
yang telah dijelaskan pada subbab
sebelumnya. Berikut akan
ditampilkan hasil analisis terhadap
penurunan tekanan (pressure drop)
Gambar 4.6 Vektor kecepatan pipa pada pipa spiral dengan simulasi
spiral CFD.

Pada gambar diatas terlihat Analisa variasi diameter pipa


penurunan tekanan, distribusi spiral berdiameter 27 mm
kecepatan yang terjadi pada pipa
spiral dengan nilai kontur
maksimumnya sebesar 2.13e+01
pascal dan nilai minimumnya sebesar
-8,86e+02 pascal . Sedangkan pada
vektor kecapatan nilai maksimumnya
sebesar 1,67e+00 m/s dan nilai
minimumnya sebasar 2,40e-02 m/s.
Dari hasil analisa tersebut
menunjukan bahwa penurunan
tekanan yang terjadi antara pipa
bundar dengan pipa spiral lebih besar
pipa spiral dan distribusi
kecepatanya-pun lebih besar pipa
spiral, ini disebabkan karena
kecepatan aliran fluida lebih besar
pipa spiral. Sehingga dapat dikatakan
penurunan tekanan hampir sebanding Gambar 4.7 Kontur tekanan statik
dengan kuadrat kecepatan. pada pipa spiral diamter 27 mm

- 11 -
Gambar diatas menunjukan
penurunan tekanan (pressure drop),
kontur tekanan statik, dan distribusi
vektor kecepatan yang terjadi pada
pipa spiral dengan panjang pipa 2000
mm dan diameter pipa 27 mm.
Dimana menunjukan nilai kontur
maksimum sebesar 2,13e+01 pascal
dan nilai kontur minimum sebesar
8,86+02 pascal. Sedangkan pada
vektor kecepatan maksimum yang
terjadi pada pipa spiral sebesar
1,67e+00 m/s dan vektor kecepatan
minimum sebesar 2,40e-02 m/s.
Dari hasil analisa tersebut
menunjukan bahwa terjadi
penurunan tekanan (pressure drop)
pada pipa spiral. Dengan penurunan
tekanan sebesar 907,3 pascal, dan
distribusi vektor kecepatannya yang
Gambar 4.8 Vektor kecepatan pipa terjadi sebesar 1,65 m/s.
spiral diameter 27 mm Analisa variasi diameter pipa
spiral dilakukan untuk menganalisa
penurunan tekanan (pressure drop)
dari pipa spiral jika diameter pipa
spiral dikurangi menjadi 17 mm atau
ditambah sehingga menjadi 37 mm,
dengan pemberian debit yang sama.
Dengan tujuan untuk perbandingan
penurunan tekanan, dengan pipa
spiral yang berdiameter 27 mm,
sehingga dapat diketahui penurunan
tekanan, kontur dan vektor
kecepatannya yang terjadi.

Analisa variasi diameter pada pipa


spiral berdiameter dalam 17 mm

Gambar 4.9 Garafik pressure pipa


spiral diameter 27 mm

- 12 -
Gambar 4.10 kontur tekanan statik Gambar 4.12 Grafik pressure pipa
pipa spiral diameter 17 mm spiral diameter 17 mm

Gambar tersebut menunjukan


penurunan tekanan, kontur tekanan
statik dan vektor kecepatan yang
terjadi pada pipa spiral dengan
diameter 17 mm. Dimana
menunjukan nilai kontur tekanan
maksimum yang terjadi sebesar
2,56e+01 pascal dan nilai kontur
minimum sebesar -3.43e+03 pascal.
Sedangkan pada vektor kecepatan
maksimum sebesar 2,86e+00 m/s dan
vekror kecepatan minimumya
sebesar 1,61-01 m/s.

Analisa variasi diameter pipa


spiral diameter dalam 37 mm

Gambar 4.11 Vektor kecepatan pipa


spiral diameter 17 mm

- 13 -
Gambar 4.13 kontur tekanan statik
pipa spiral diameter 37 mm Gambar 4.15 Grafik pressure pipa
spiral diameter 37 mm

Tabel 4.1 Simulasi pipa spiral

Diameter Kecepatan Diameter Penurunan


(m) (m/s) Hidrolis tekanan
(m) (Pa)
0,17 1,42 0,022 3445,6

0,27 0,73 0,032 907,3

0,37 0,35 0,054 253

Gambar tersebut menunjukan


penurunan tekanan, kontur tekanan,
dan vektor kecepatan yang terjadi
pada pipa spiral dengan diameter 37
mm. Dimana menunjukan nilai
kontur tekanan maksimumnya
sebesar 6,99e+00 pascal dan nilai
Gambar 4.14 Vektor kecepatan pipa minimumnya sebesar -2,46e+02
spiral diameter 37 mm pascal. Sedangkan nilai maksimum
vektor kecepatan sebesar 8,01e-01

- 14 -
m/s dan nilai minimumnya sebesar Penurunan
2,69e-01 m/s. tekanannya sebesar
Pada variasi diameter pipa 3455,6 pascal
spiral yang berdiameter 17 mm, nilai Vektor kecepatan
penurunan tekanannya yang terjadi maksimumnya
sebesar 3455,6 pascal. Sedangkan sebesar 2,86e+00 m/s
pada pipa spiral yang berdiameter 27 dan kecepatan
mm penurunan tekanannya yang minimumnya sebesar
terjadi sebesar 907,3 pascal. Dan 1,61e-01 m/s
pada pipa spiral yang berdiameter 37 b. Pada pipa spiral diameter
mm nilai penurunan tekanannya 27 mm untuk debit 42
yang terjadi sebesar 253 pascal. lt/menit
Sehingga dapat dikatakan bahwa Penurunan
semakin besar diameter pipa dengan tekanannya sebesar
debit aliran yang sama maka 907,3 pascal.
penurunan tekanan (presure drop) Vektor kecepatan
dan distribusi vektor kecapatannya maksimum sebesar
pada aliran fluida didalam pipa spiral 1,67e+00 m/s dan
semaki kecil. vektor kecepatan
minimumnya sebesar
Kesimpulan 2,40e-02 m/s
Setelah dilakukan analisa c. Pada pipa spiral dengan
aliran fluida didalam pipa spiral diameter dalam 37 mm
dengan menggunakan metode CFD untuk debit 42 lt/menit
maka dapat diambil kesimpulan Penurunan
sebagai berikut: tekanannya sebesar
1. Hasil simulasi yang 253 pascal.
dilakukan pada pipa spiral Vektor kecepatan
dengan variasi diameter maksimum sebesar
dimana semakin besar 8,01e-01 m/s dan
diameter pada pipa spiral vektor kecepatan
maka penurunan tekanannya minimumnya sebesar
semakin kecil 2,69e-01 m/s.
2. Penurunan tekanan hampir
sebanding dengan kuadrat
Saran
Karena pada penelitian
kecepatan
dalam skripsi ini masih kurang
3. Penurunan tekanan dengan
akurat, bagi yang ingin melanjutkan
debit aliran yang sama pada
penelitian ini penulis ingin
masing-masing pipa spiral
memberikan saran yang ingin
melalui simulasi CFD
disampaikan. Untuk analisa
diketahui bahwa:
penurunan tekanan penulis
a. Pada pipa spiral diameter
menyarankan agar pada saat meshing
17 mm untuk debit 42
atau distribusi grid dan pemilihan
Lt/menit
jenis atau type grid harus benar-
benar tepat, sehingga jika
dibandingkan dengan metode empiris

- 15 -
selisih atau perbedaannya tidak telalu
besar.
DAFTAR PUSTAKA

1. Reuben M. Olson & Steven J.


Wright, Dasar - Dasar
Mekanika Fluida Teknik,
Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama. 1993.
2. Victor L. Streeter & E. Benjamin
Wylie. Mekanika Fluida,
Jakarta: Erlangga. 1993.
3. Bruce R. Munson & Donald F.
young Mekanika Fluida, Jilid 1,
Jakarta: Erlangga 2005.
4. Bruce R. Munson & Donald F.
young Mekanika Fluida, Jilid 2,
Jakarta: Erlangga 2005.
5. Raswani, Perencanaan dan
Penggambaran Sistem
Perpipaan, Universitas
Indonesia. Jakarta, 1987.
6. Ahmad Fauzan, RANCANGAN
BANGUN CIRCULAR
HOVERCRAFT DAN
ANALISA ALIRAN PADA
BAG YANG
MEMPENGARUHI
CUSHION PRESSURE
DENGAN
COMPUTATIONAL FLUID
DYNAMICS, Jakarta. 2006.
7. http://www.pipa spiral.com 20
september 2007

- 16 -