You are on page 1of 11

Artikel Penelitian

Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada Petugas


Loket Pusat Kesehatan Masyarakat Maccini Sawah
Fadel Maulana Alqadri
Sub Departemen Kedokteran Okupasi ,Departemen KedokteranKomunitas ,
Fakultas KedokteranUniversitas Muslim Indonesia.

Abstrak

Latarbelakang :Computer Vision Syndrome (CVS) didefinisikan


sebagai masalah mata majemuk yang berkaitan dengan pekerjaan
jarak dekat yang dialami seseorang selagi atau berhubungan dengan
penggunaan computer. Computer Vision Syndrome dipengaruhi oleh
faktor individual, faktor lingkungan, dan faktor komputer. Faktor-
faktor individual yang berperan dalam terjadinya CVS antara lain:
usia, jenis kelamin, penggunaan lensa kontak, penggunaan kacamata,
lama bekerja dengan komputer, lama bekerja di depan komputer,dan
lama istirahat setelah penggunaan komputer. Faktor-faktor yang
berasal dari komputer di antaranya: jarak penglihatan, posisi bagian
atas monitor terhadap ketinggian horizontal mata, polaritas monitor,
danjenis komputer. Kejadian astenopia pada operator komputer
sebesar 46,3% dengan angka kejadian lebih tinggi pada perempuan.

Cara Kerja :Identfikasi dengan cara Walk Through Survey


menggunakan data berupa check list yang dibuat yang dilakukan di
tempat kerja petugas loket PKM Macini Sawah.

Hasil :Dari hasil pengambilan data status okupasi diperoleh orang


pekerja perempuan 26 tahun bekerja sebagai petugas loket Pusat
Kesehatan Masyarakat (PKM) Maccini Sawah yang mengeluh nyeri
kepala, mata merah dan kering saat terlalu lama berada di depan
computer menunjukkan gejala CVS. Faktor hazard yang diperoleh
ialah faktor fisik yang terkait dengan pekerjaan yang berhubungan
lama dengan computer. Dibutuhkan penatalaksanaan berupa analgetik,
anti depresan, obat tetes mata dan administrative control dengan

Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)


Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim
Indonesia, 2017
Artikel Penelitian

edukasi menyelingi istirahat mata serta enginering control


menggunakan layar anti flare.

Kesimpulan : Adanya hubungan signifikan pada perempuan 26


tahun, petugas loket PKM Macini Sawah dengan faktor hazard fisik
dan ergonomi dengan kejadian CVS.

Kata Kunci: Computer Vision Syndrom, Petugas Kesehatan,

Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)


Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim
Indonesia, 2017
Artikel Penelitian

Latar belakang

Computer Vision Syndrome (CVS) didefinisikan sebagai masalah


mata majemuk yang berkaitan dengan pekerjaan jarak dekat yang dialami
seseorang selagi atau berhubungan dengan penggunaan komputer.1,2

Peningkatan penggunaan komputer di tempat kerja telah


menyebabkan perkembangan jumlah masalah kesehatan. Banyak
masyarakat yang bekerja di hadapan komputer dilaporkan memiliki
keluhan dan gejala yang berhubungan dengan pekerjaan, termasuk rasa
tidak nyaman pada mata, ketegangan otot dan stres. Derajat rasa tidak
nyaman muncul dengan adanya peningkatan penggunaan komputer.
Ketidaknyamanan pada penglihatan dan gejala yang timbul akibatat bekerja
dengan komputer seharusnya disadari sebagai masalah kesehatan yang
terus tumbuh. Masalah mata dan penglihatan yang kompleks berhubungan
dengan pengalaman kerja selama pengunnan komputer didefinisikan
sebagai Computer Vision Syndrome.1

Gejala-gejala yang timbul dibagi menjadi empat kategori, yaitu


gejala astenopia, gejala yang berkaitan dengan permukaan okuler, gejala
visual, dan gejala ekstraokuler.3

CVS merupakan salah satu penyakit yang sering dikeluhkan oleh


pekerja, terutama mereka yang pekerjaan dengan menggunakan computer
lebih dari 10 jam/hari. 1

Computer Vision Syndrome dipengaruhi oleh faktor individual,


faktor lingkungan, dan faktor komputer. Faktor-faktor individual yang
berperan dalam terjadinya CVS antara lain: usia, jenis kelamin,
penggunaan lensa kontak, penggunaan kacamata, lama bekerja dengan
komputer, lama bekerja di depan komputer,dan lama istirahat setelah
penggunaan komputer. Faktor-faktor yang berasal dari komputer di
antaranya: jarak penglihatan, posisi bagianatas monitor terhadap ketinggian
horizontal mata, polaritas monitor, dan jenis komputer. Kejadian astenopia
pada operator komputer sebesar 46,3% dengan angka kejadian lebih tinggi
pada perempuan dan berhubungan secara bermakna dengan usia saat
menggunakan komputer, adanya kelainan refraksi, jarakpenglihatan,
posisilayar monitor terhadapmata, penggunaan layar antiflare. Penelitian
Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)
Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

lain mendapatkan 84% responden laki-laki serta 72% responden


perempuan mengalami nyeri kepala, dan gangguan kesehatan tersebut lebih
dirasakan oleh responden yang bekerja di depan komputer selama 4-6 jam
sehari. 4,5,6

Metode

Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan


pendekatan cross sectional melalui proses survey langsung. Data yang
dikumpulkan meliputi kebiasaan responden , data faktor individu adanya
keluhan nyeri kepala dan mata perih.

Bahan

Bahan yang digunakan pada survei ini adalah checklist status pasien
gangguan kesehatan okupasi yang di buat. Checklist ini dibuat berdasarkan
informasi yang diperlukan dari pada tujuan survei ini dilakukan. Pada
survei ini, informasi yang diperlukan adalah ada tidaknya faktor hazard,
alat kerja apa yang digunakan, alat pelindung diri yang digunakan,
ketersediaan obat p3k di tempat kerja, keluhan atau penyakit yang dialami
pekerja dan upaya pengetahuan mengenai K3 kepada pekerja di tempat
kerja

Peralatan yang diperlukanuntukmelakukan walk through survey


antara lain:

- Alat tulis menulis: Berfungsi sebagai media untuk pencatatan selama


survey jalan sepintas.
- Kamera digital : Berfungsi sebagai alat untuk memotret kegiatan
- Check List : Berfungsi sebagai alat untuk mendapatkan data primer
mengenai survey jalan sepintas yang dilakukan.

Cara
Cara survey yang dilakukan adalah dengan menggunakan Walk
Through Survey. Teknik Walk Through Survey juga dikenali sebagai
Occupational Health Hazards.

Walk Through Survey ini adalah bertujuan untuk menilai aspek K3


produksi di tempat kerja dan lingkungannya secara umum. Selain itu,
Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)
Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

mendengarkan pandangan pekerja dan pengawas tentang K3, memahami


pekerjaan dan tugas-tugas pekerja, mengantisipasi dan mengenal potensi
bahaya yang ada dan mungkin akan timbul di tempat kerja atau pada
petugas dan menginventarisir upaya-upaya K3 yang telah dilakukan
mencakup kebijakan K3, upaya pengendalian, pemenuhperaturan
perundangan dan sebagainya.

Jadwal Lokasi Survei

Survey dilakukan pada tanggal 21-22 Agustus di PUSKESMAS


Maccini Sawah Makassar.

HASIL

Berdasarkan hasil penelitian dengan ceklist dapat disimpulkan faktor


hazard yang ditemukan ialah faktor fisik, kima, dan terkhususnya
ergonomi. Faktor ergonomi dimana dalam penggunaan komputer selama
bekerja menyebabkan gejala serupa CVS. Gejala CVS adalah sebagai
berikut:

1. Mata tegang

Mata tegang adalah salah satu istilah kabur yang memilikiarti yang
berbeda-beda bagi banyak orang. Istilah yang dipakaioleh spesialis mata
untuk mata tegang adalah asthenopia,istilah itu sendiri adalah istilah yang
kabur. Kamus ilmiahpenglihatan mendefinisikan asthenopia sebagai
keluhansubjektif penglihatan berupa penglihatan yang tidak nyaman,sakit
dan kepekaannya berlebihan. Asthenopia dapat disebabkan oleh
masalahseperti otot mata kejang ketika memfokus, ada
perbedaanpenglihatan di kedua mata, astigmat, hipermetrop (rabun
jauh),miop (rabun dekat), cahaya berlebihan, kesulitan koordinasimata dan
lain-lain. Di dalam lingkungan pemakaian komputer,mata tegang dapat
disebabkan oleh kondisi lingkungan danpenglihatan yang berbeda-beda.

2. Sakit kepala

Sakit kepala adalah keluhan tidak nyaman lainnya dankeluhan itu


sering menjadi sebab utama mengapa orangmenjalani pemeriksaan mata.
Sakit kepala juga merupakansalah satu penyakit yang paling sulit
Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)
Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

didiagnosis dan diobatisecara efektif. Sakit kepala oleh faktor penglihatan


seringmuncul di arah kepala bagian frontal (ada beberapapengecualian
terhadap hal tersebut). Keluhan terjadi palingsering menjelang tengah dan
atau akhir hari, dan jarang munculketika bangun pagi hariFaktor-faktor
individual yang berperan dalam terjadinya CVS antara lain: usia, jenis
kelamin, penggunaan lensa kontak, penggunaan kacamata.

Para pengguna komputer lebih besar kemungkinannyamengalami


sakit kepala jenis otot tegang. Sindrom tersebutdapat dipicu oleh berbagai
bentuk stress, termasuk kecemasandan depresi, dan dipicu juga oleh
berbagai kondisi mata yang termasuk astigmat dan hipermetrop, juga oleh
kondisi tempatkerja yang tidak layak, termasuk adanya silau, cahaya
kurang,dan penyusunan letak komputer yang tidak layak. Jika semuafaktor
yang terlihat jelas telah dipertimbangkan, dibutuhkanpenanganan kesehatan
yang dimulai dengan melakukanpemeriksaan mata lengkap.

3. Penglihatan Kabur

Tajam penglihatan adalah kemampuan untukmembedakan antara dua


titik yang berbeda pada jarak tertentu.Bila pandangan diarahkan ke suatu
titik yang jaraknya kurangdari 6 meter, mekanisme pemfokusan mata untuk
menambahkekuatan fokus mata dan mendapatkan bayangan yang jelasdi
retina harus diaktifkan. Kemampuan mata untuk merubahdaya fokusnya
disebut akomodasi, yang berubah tergantungusia. Suatu bayangan yang
tidak tepat terfokus di retina akankelihatan kabur.

Keluhan mata kabur disebabkan adanya kelainan refraksiseperti


hipermetrop, miop, dan astigmat. Mata kabur jugadapat disebabkan oleh
kacamata koreksi yang tidak tepatkekuatan dan setelannya. Mata kabur
juga terjadi bila adakelainan pemfokusan terutama yang terkait dengan usia
yangdisebut sebagai presbiop. Faktor lingkungan, mata kabur
dapatdisebabkan oleh layar monitor yang kotor, sudut penglihatanyang
kurang baik, ada refleksi cahaya yang menyilaukan ataumonitor yang
dipakai ternyata berkualitas buruk atau rusak.Semua faktor tersebut harus
dipertimbangkan bila keluhanmata kabur terjadi.

4. Mata Kering dan Mengalami Iritasi

Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)


Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

Permukaan depan mata diliputi oleh suatu jaringan yangmengandung


kelenjar yang menghasilkan air, mukus danminyak. Ketiga lapisan itu
disebut air mata yang membatasi permukaan mata dan mempertahankan
kelembaban yangdiperlukan agar mata dapat berfungsi dengan normal. Air
matajuga membantu mempertahankan keseimbangan oksigen yangtepat
pada struktur mata bagian depan dan untukmempertahankan sifat optik
sistem penglihatan. Lapisan airmata dalam keadaan normal dihapus dan
disegarkan kembalioleh kelopak mata dengan cara berkedip.Refleks
berkedip adalah salah satu refleks yang palingcepat pada tubuh manusia
dan sudah ada sejak lahir Kecepatan berkedip per menit berbeda-beda pada
berbagaiaktivitas. Berkedip lebih cepat bila sedang aktif, dan lebihlambat
bila mengantuk atau sedang berkonsentrasi. Penelitiantelah menunjukkan
bahwa kecepatan berkedip para penggunakomputer turun secara bermakna
pada saat bekerja di depankomputer dibandingkan dengan sebelum atau
sesudah bekerja.Penjelasan mengapa kecepatan berkedip tersebut
berkurangantara lain karena konsentrasi pada tugas atau kisaran gerakmata
yang relatif terbatas. Besarnya bukaan mata terkaitdengan arah pandangan.
Makin tinggi pandangan diarahkan,mata akan terbuka lebih lebar.
Banyaknya penguapan adakaitannya dengan besarnya bukaan mata. Bila
memandangmonitor yang lebih tinggi, bukaan mata lebih lebar
danpenguapan air mata lebih banyak. Sudut pandangan yang lebih tinggi
mungkin pula mengakibatkan banyak kedipan yangtidak lengkap.

5. Sakit pada Leher dan Punggung

Dalam lingkungan kedokteran sering terdengar ungkapanbahwa


mata memimpin tubuh. Alam telah membuat sistempenglihatan begitu
dominan sehingga akan merubah posisitubuh untuk mengakomodasi
kekurangan apa saja pada caramelihat.Pada situasi kantor, penglihatan
pekerja agak terhalangdan mereka harus menyesuaikan posisi tubuh
untukmengurangi beban pada sistem penglihatan. Sebagai contohbila
seorang pekerja yang usianya sudah lanjut memakaikacamata fokus tunggal
yang dirancang untuk dipakai padajarak penglihatan 40 cm, tubuh harus
dicondongkan ke arahmonitor yang mungkin berjarak 60 - 70 cm agar
dapat melihatmonitor dengan jelas. Bila pekerja menggunakan
kacamatabifokal biasa yang dirancang untuk melihat objek yang dekat(30
cm) dengan bagian bawah kacamata, maka harusmendongak ke atas dan
Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)
Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

sedikit condong ke depan agarkacamata bagian bawah berada pada posisi


yang tepat untukmelihat monitor. Situasi tersebut jelas akan
menimbulkanmasalah fisik dan dapat diatasi dengan memakai
kacamatayang tepat.

6. Kepekaan terhadap Cahaya

Mata dirancang untuk terangsang oleh cahaya danmengontrol jumlah


cahaya yang masuk ke dalam mata.Sekarang ada beberapa kondisi yang
berbeda denganlingkungan pencahayaan alami, yang dapat
menimbulkanreaksi yang buruk terhadap cahaya. Faktor lingkungan
kerjayang paling mengganggu adalah kesilauan. Ketidaknyamananmata
karena kesilauan terutama disebabkan perbedaan terangcahaya pada
lapangan pandang. Sebaiknya sumber cahayayang sangat terang
dihilangkan dari lapangan pandang dandiusahakan mendapat pencahayaan
yang relatif merata.Seseorang akan menghadapi risiko yang lebih
besarmengalami silau yang mengganggu bila sumber cahaya lebihterang
dan lebih dekat ke titik perhatian.

Salah satu sebab mengapa silau yang mengganggumerupakan


masalah bagi para pemakai komputer adalah bilacahaya dari lampu neon
yang ada diatas plafon berada padasudut yang lebar sehingga cahaya
langsung masuk ke dalammata pekerja. Hal tersebut terutama merupakan
masalah padapara pekerja komputer yang melihat monitor pada
arahhorisontal (karena monitor berada setinggi mata). Jendelaterbuka
dengan cahaya matahari yang sangat terang jugamemberi risiko silau yang
tidak nyaman bila merekamenggunakan monitor dengan latar belakang
yang gelapsehingga ada perbedaan terang cahaya antara tugas yangsedang
dikerjakan dengan berbagai objek lain di dalam kamar.Sebab lain dari
perbedaan besar pada terang cahaya antaralain adanya kertas putih di meja,
permukaan meja yangberwarna terang, lampu meja yang diarahkan
langsung ke mataatau terlalu menerangi meja tinggi.

6. Penglihatan Ganda

Ketika melihat sebuah objek yang jaraknya dekat, ototmata


mengkonvergensikan kedua mata ke arah hidung.Konvergensi
memungkinkan kedua mata untukmempertahankan peletakan kedua
Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)
Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

bayangan pada tempat yangsetara di kedua retina. Bila kemampuan untuk


tetap mengunciposisi kedua mata hilang, mata akan tak searah dan tertuju
ketitik yang berbeda. Ketika kedua mata mentransmisikanbayangan
tersebut maka akan terjadi penglihatan ganda.Penglihatan ganda adalah
kondisi yang sangat tidaknyaman dan tak dapat diterima oleh sistem
penglihatan. Otakakan lelah akibat cenderung menekan atau
menghilangkanbayangan pada salah satu mata. Penglihatan ganda
adalahkeluhan yang serius dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor.Bila
ada keluhan tersebut maka menjadi indikasi untukmelakukan pemeriksaan
mata secara lengkap.

Sindrom penglihatan pada pemakaian komputer adalahsalah satu


efek samping dari pekerjaan melihat monitor yanglama dan terus menerus
tanpa memperhatikan higiene praktispenglihatan. Pemahaman mengenai
sistem penglihatan, dapatmenghilangkan atau mengurangi sebagian besar
keluhan padasindrom tersebut, misalnya menjaga mata ketika
menggunakankomputer dengan sekedar mengganti posisi dan/atau
lokasidari monitor komputer. Walaupun tidak merasa mengalamisindrom
penglihatan pada pemakaian komputer (CVS),sebaiknya lihat berbagai
petunjuk untuk mengatur sebuahlingkungan yang ramah terhadap mata.

Menurut survai terkini, orang yang memakai kacamatalebih rentan


terhadap sindrom penglihatan pada pemakaiankomputer. Jika memakai
kacamata bifokal, tersedia lensa jepittambahan yang membantu mata
melihat pada jarak menengahdan cukup murah harganya.Mata tidak terlalu
cocok untuk menatap layar monitor.

Mata tidak dapat lama berfokus pada pixel atau titik kecil
yangmembentuk bayangan pada layar monitor. Seorang penggunakomputer
harus terus-menerus memfokuskan matanya untukmenjaga agar gambar
tetap tajam. Proses tersebutmengakibatkan timbulnya stress yang berulang-
ulang padaotot mata. apalagi setelah lama menggunakan
komputer,frekuensi berkedip berkurang dan mata menjadi kering danperih.
Akibatnya, adalah kemampuan untuk memfokuskan diriberkurang dan
penglihatan bisa menjadi buram serta timbulsakit kepala. Karena arah
tatapan ke arah atas, penggunakomputer sering terpaksa beristirahat dengan

Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)


Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

menurunkankepala mereka yang menyebabkan postur tubuh menjadiburuk


dan leher menjadi sakit.

Lama bekerja dengan komputer, lama bekerja di depan komputer,dan


lama istirahat setelah penggunaan komputer. Faktor-faktor yang berasal
dari komputer di antaranya: jarak penglihatan, posisi bagian atas monitor
terhadap ketinggian horizontal mata, polaritas monitor, dan jenis computer.
Walaupun dalam hakikatnya banyak faktor yang mempengaruhi, namun
berdasarkan langkah-langkah penegakan diagnosis okupasi menujukkan
bahwa CVS yang terjadi merupakan penyakit yang di perberat oleh kerja.

Dengan mengistirahatkan mata setelah terpajan lama di depan


computer cukup efektif untuk mengatasi keluhan CVS. Adapun untuk
pengendalian yang hanya dapat dilakukan yakni berupa engineering control
yakni penggunaan layar antiflare.

KESIMPULAN

Adanya hubungan signifikan pada perempuan 26 tahun, petugas


loket PKM Macini Sawah dengan faktor hazard fisik dan ergonomi
dengan kejadian CVS.

Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)


Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017
Artikel Penelitian

DAFTAR PUSTAKA

1. American Optometric Assosciation. Computer vision syndrome


[Internet]. 2011 [updated 2006: cited 2016 April 13 ]. Available from
http://www.aoa.org/x5374.xml
2. Affandi ES. Sindrom penglihatan komputer.Maj Kedokt Indon.
2005; 55(3) : 297-300.
3. Blehm C, Vishnu S, Khattak A, Mitra S, Yee RW. Computer vision
syndrome: a review. J Surv Ophthal. 2005; 50(3) : 253-262.
4. Bhanderi DJ, Choudhary S, Doshi VG. A community-based study of
asthenopia in computer users. Indian J Ophthalmol. 2008; 56(1) : 51-
55.
5. Das B, Ghosh T. Assessment of ergonomical and occupational health
related problems among VDT workers of West Bengal, India. Asian
Journal of Medical Sciences. 2010; 1: 26-31.
6. 6. Talwar R, Kapoor R, Puri K, Bansal K, Singh S. A study of visual
and musculoskeletal
7. health disorders among computer professionals in NCR Delhi. Indian
J Community Med. 2009; 34(4): 32

Hubungan Faktor Ergonomic terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS)


Sub Departemen Kedokteran Okupasi , Departemen Kedokteran Komunitas , Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,
2017