You are on page 1of 21

BAB II

TINJAUAN KASUS

A. PENGKAJIAN
I. DATA UMUM
1. Nama kepala keluarga : Tn. A
2. Umur : 32 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-laki
4. Pendidikan terakhir : SMA
5. Pekerjaan : Petani
6. Alamat : RT 02 RW 02, Dusun Masumpu Desa
Watu Toa Kec. Marioriwawo Kab.
Soppeng.
7. Komposisi keluarga :
N J Hubungan PENDIDIKAN STATUS IMUNISASI Ket
Nama Umur T TT S BCG Polio DPT Hepatitis Campak
O K dgn KK
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 Anemia
1 NY. T P ISTRI 23 th SMP
Keterangan : T : Tamat TT : Tidak Tamat S : Sementara

8. Tipe keluarga
Tipe keluarga merupakan keluarga Dyad hanya terdiri
dari suami istri. Keluarga kadang merasa sepi sehingga sangat
mengharapkan kehadiran anak.
9. Suku bangsa
Keluarga Tn. A merupakan suku bugis. Bahasa sehari-hari
yang digunakan adalah bahasa bugis. Tidak ada nilai budaya yang
mempengaruhi kesehatan.
10. Agama
Tn. A dan Ny. T menganut agama Islam. Peran serta
keluarga dalam kegiatan keagamaan adalah ikut serta dalam
kelompok pengajian. Tidak ada nilai agama tertentu yang dianut
keluarga yang mempengaruhi kesehatan.
11. Status sosial ekonomi
Tn. A sebagai kepala keluarga mencari nafkah dengan cara
bertani/berkebun dengan pendapatan Rp. 500.000,- /bulan. Ny.
T sebagai ibu rumah tangga kadang membantu suaminya bekerja
di kebun.
12. Aktivitas rekreasi keluarga.
Kegiatan rekreasi keluarga tidak terjadwal, biasanya
dilaksanakan saat libur sekolah/hari raya di tempat pemandian
bersama keluarga yang lain.
II. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
13. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Bapak A sedang menanti kelahiran anak pertama.
Ny. T sementara hamil dengan usia kehamilan 16-18 minggu.
Keluarga Bapak A berada pada tahapan perkembangan keluarga
dengan childbearing (kelahiran anak pertama).
14. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Adaptasi terhadap perubahan peran. Berhubung keluarga
(Ny. T) sementara mengalami kehamilan yang pertama sehingga
membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan segala perubahan
yang terjadi.
15. Riwayat keluarga inti
Keluarga ini terbentuk 1 tahun yang lalu (07 Desember
2003). Tidak ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarga.
16. Riwayat keluarga sebelumnya
Ayah Ny. T meninggal 2 tahun yang lalu karena sakit
(penyakit tidak diketahui). Sedangkan ibu Ny T meninggal 4 bulan
kemudian setelah mengalami pembedahan ( 6 bulan setelah
pembedahan kista) karena infeksi. Ayah Tn. A meninggal 27
tahun yang lalu, saat Tn. A berumur 5 tahun karena kecelakaan
lalu lintas. Sejak kematian suaminya ibu Tn. A sering sakit-sakitan
dan meninggal 1 tahun kemudian.
III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
17. Karakteristik rumah
- Luas rumah 8 x12 meter, status kepemilikan rumah adalah
milik sendiri. Jenis bangunan adalah kayu terdiri dari : ruang
tamu, kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dapur dan
kamar mandi/WC. Setiap ruangan memiliki jendela kaca bisa
dibuka, ventilasi baik, sirkulasi dalam ruangan baik dan sinar
matahari dapat masuk ke dalam rumah. Penerangan
menggunakan listrik pada malam hari. Perabotan dalam rumah
ditata rapi.
- Jenis jamban adalah angsa trine, jarak jamban dengan sumber
air > 10 meter.
- Sumber air yang digunakan adalah mata air. Keadaan fisik air
tidak berwarna (jernih) dan tidak berbau; digunakan untuk
keperluan mandi, mencuci dan lain-lain.
- Pembuangan air lembah rumah tangga melalui saluran terbuka
diteruskan ke selokan.
- Keluarga membuang sampah di lubang tempat yang ada di
belakang rumah.
U

3
4
/ /

7 2
/ / / /
6 5
3 3 1
S
Keterangan :
1. Teras
2. Ruang tamu
3. Kamar tidur
4. Ruang keluarga
5. Dapur
6. Tempat cuci piring
7. Ruang makan
8. Kamar mandi/WC
18. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Mayoritas penduduk di lingkungan rumah Tn. A adalah
suku bugis dengan pekerjaan umumnya petani. Tn. A mengikuti
kelompok tani yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat.
Sedangkan Ny. T ikut pengajian dan arisan. Tidak ada faktor
budaya setempat yang mempengaruhi status kesehatan.
19. Mobilitas geografis keluarga
Sejak keluarga Tn. A terbentuk, keluarga tinggal di rumah
yang sekarang dan tidak pernah pindah tempat tinggal.
20. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Hubungan Tn. A dan Ny. T baik begitu pula dengan
saudara, keluarga dan masyarakat sekitar. Keluarga Tn. A sering
berkumpul/bertemu dengan anggota keluarga yang lain saat ada
acara keluarga. Kakak Ny. T kadang datang mengunjungi untuk
melihat kondisi Ny. T.
21. Sistem pendukung keluarga
Adanya dukungan dari keluarga yang lain khususnya
dukungan suami terhadap Ny. T dalam menghadapi kehamilan
dan persalinan nantinya. Ny. T juga mendapat dukungan
psikologis dari kelompok pengajian yang diikutinya.

IV. STRUKTUR KELUARGA


22. Pola komunikasi
Proses komunikasi antar anggota keluarga terbuka, Ny. T
selalu mengkomunikasikan setiap permasalahan yang dihadapi
kepada suami begitu pula sebaliknya.

23. Struktur kekuatan keluarga


Keluarga menggunakan pendekatan kasih sayang dalam
mempengaruhi/mengendalikan anggota keluarga yang lain.
24. Struktur peran
Tn.A sebagai kepala rumah tangga berperan dalam mencari
nafkah sedangkan Ny. T sebagai seorang istri berperan dalam
mengurus rumah tangga dan membantu suami bekerja di kebun.
25. Nilai atau norma keluarga
Tidak ada nilai/norma tertentu yang dianut oleh keluarga
yang bertentangan dengan kesehatan.

V. FUNGSI KELUARGA
26. Fungsi afektif
Anggota keluarga saling menyayangi dan saling memberi
dukungan antara satu dengan yang lain. Tn. A sangat menyayangi
dan memperhatikan istrinya yang sementara hamil.
27. Fungsi sosialisasi
Hubungan keluarga Bpk. A dengan masyarakat sekitar
cukup akrab dan saling menghargai satu sama lain.
28. Fungsi perawatan kesehatan
Saat ini Ny. T sedang hamil, merupakan kehamilan pertama
dan kemungkinan mengalami anemia. Keluarga tidak mengerti
sepenuhnya tentang kondisi yang dialami. Perasaan pusing dan
lelah setelah bekerja dianggap merupakan hal yang biasa terjadi
pada ibu hamil sehingga Ny. T belum memeriksakan kehamilan.
Ny. T sering menanyakan perubahan yang dialami pada suami
yang juga tidak mengetahui tentang perubahan-perubahan
tersebut. Setiap perubahan yang dialami, keluarga berpikiran
bahwa mungkin hal tersebut dialami ibu hamil tanpa inisiatif
untuk memeriksakan kehamilan dan menanyakan kepada petugas
kesehatan. Keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan
(Puskesmas pembantu) yang jaraknya 1 km namun belum
memeriksakan kehamilan karena belum dianggap perlu.
29. Fungsi reproduksi
Keluargabelum mempunyai anak. Ny T sementara hamil
anak pertama. Klien belum merencanakan jumlah anak dan belum
ada metode yang akan digunakan untuk mengendalikan jumlah
anggota keluarga walaupun keluarga merencanakan akan
mengatur jarak kelahiran.
30. Fungsi ekonomi
Sebagai petani, keluarga dapat memenuhi kebutuhan
sandang, dan pangan keluarga, serta hasil pertanian selain dijual,
hasilnya juga dimanfaatkan sendiri oleh keluarga.
VI. STRES DAN KOPING KELUARGA
31. Stressor jangka pendek dan panjang
Kematian kedua orang tua merupakan stressor bagi Ny. T
namun dia dapat menerima karena kedua orang tua mereka sudah
berusia lanjut dan semua itu merupakan kehendak Yang Maha
Kuasa. Kehamilan pertama merupakan pengalaman baru bagi
keluarga, namun tidak menjadi stressor bagi keluarga karena
mereka sudah merencanakan kehamilannya. Keluarga sangat
senang dengan kehamilan Ny. T karena mereka sangat
menginginkan kehadiran anak dalam keluarga.

VII. PEMERIKSAAN FISIK DAN STATUS KESEHATAN


KELUARGA
Tanggal 15 November 2004
A. Riwayat kesehatan keluarga
- Keluarga tidak ada yang menderita penyakit jantung,
hipertenai, malaria dan diabetes.
- Tidak ada yang menderita penyakit kelamin (HIV/AIDS,
GO).
- Tidak ada riwayat penyakit kulit dan alergi.
- Tidak ada riwayat ketergantungan obat dan alkohol.
- Tidak ada riwayat keturunan kembar, tidak pernah dioperasi
dan tidak pernah transfusi darah.
B. Riwayat kehamilan
- Ny. T mengatakan HPHT tanggal 17 Juli 2004 sampai saat ini
tidak pernah haid lagi. TP tanggal 24 April 2005 (umur
kehamilan 16 18 minggu)
- Menarche umur 14 tahun, siklus haid 28 30 hari, lamanya 6
7 hari, tidak ada nyeri pada waktu haid.
- Ny. T mengatakan umur kehamilannya 4 bulan.
- Ny. T merasakan pergerakan janin 1 minggu yang lalu.
- Ny. T mengeluh pusing terutama pada saat mau berdiri dan
mudah lelah setelah beraktivitas.
- Ny. T belum memeriksakan kehamilan dan belum mendapat
suntikan TT selama kehamilannya.

C. Riwayat keluarga berencana


Sebelumnyakeluarga belum pernah menjadi akseptor KB.

D. Riwayat pemenuhan kebutuhan dasar


1. Nutrisi
Ibu makan 3 x /hari dengan jenis makanan : nasi, telur, ikan,
sayur, kadang-kadang buah. Minum air putih 6 8 gelas
perhari.
2. Eliminasi
Frekwensi buang air kecil 4 5 x / hari
Tidak ada gangguan eliminasi b a k.frekwensi b a b 1 x sehari
dan tidak ada gangguan selama hamil.
3. Personal hygiene
- Mandi 2 x sehari memakai sabun
- Gosok gigi 2 x sehari memakai pasta gigi
- Mengganti pakaian sehabis mandi
- Cuci rambut 3 4 x seminggu memakai shampoo
4. Istirahat dan tidur
- Siang : 2 jam (jam 13.00 15.30 wita)
- Malam : 7 jam (22.00 05.00 wita)
E. Pemeriksaan fisik
1. Ny. T
- Tanda-tanda vital :
TD : 100/70 mmHg
N : 84 x /menit
S : 360 C
P : 20 x /menit
- Berat badan
Sebelum hamil : 38 kg
Sekarang : 41 kg
- TB : 153 cm
- Conjungtiva pucat, sclera tidak icterus
- Gusi berwarna merah muda, gigi lengkap tidak ada caries.
- Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
- Tampak pembesaran abdomen karena kehamilan
- Tidak ada varises dan edema pada tungkai
2. Tn. A
Keadaan umum baik, tidak ada keluhan, penampilan rapi
dan bersih. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital : TD : 120/70
mmHg, N : 80 x /menit, S : 360 C, P : 18 x /menit.

VIII. HARAPAN KELUARGA


Keluarga mendapatkan informasi dari petugas kesehatan
tentang perubahan yang terjadi selama kehamilan.
IX. RESUME
Keluarga Tn. A beralamat di RT 02 RW 02, Dusun Masumpu
Desa Watu Toa Kecamatan Marioriwawo Kecamatan Soppeng
merupakan keluarga Dyad, yang sementara menanti kelahiran
anak pertama. Latar belakang budaya keluarga merupakan suku
Bugis dan menggunakan bahasa bugis sebagai bahasa sehari-hari.
Agama yang dianut adalah agama Islam, status sosial ekonomi
keluarga cukup sebagai petani dengan penghasilan Rp.
500.000,-/bulan.
Keluarga ini terbentuk sejak 1 tahun yang lalu (07 Desember
2003) dan sementara hamil anak pertama. Tahap perkembangan
keluarga ini adalah child-bearing dimana keluarga Bpk. A sedang
menanti kelahiran anak pertama. Berdasarkan riwayat keluarga
sebelumnya keluarga ini tidak mempunyai riwayat penyakit
keturunan.
Keluarga tunggal dalam rumah kayu yang berukuran 8 x 12
meter, dengan ventilasi yang baik, sirkulasi dalam ruangan baik dan
sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah. Perabotan dalam
rumah ditata rapi. Sumber air yang digunakan keluarga adalah mata
air digunakan untuk keperluan mandi, mencuci dan lain-lain.
Pembuangan air lembah rumag tangga melalui saluran terbuka
diteruskan ke selokan. Keluarga membuang sampah di lubang
tempat sampah yang ada di belakang rumah.
Pola komunikasi dalam keluarga cukup baik dan terbuka,
keluhan yang dirasakan keluarga saat ini adalah Ny. T mengeluh
pusing terutama pada saat berdiri dan mudah lelah setelah
beraktivitas. Keluarga menganggap bahwa hal tersebut merupakan
hal yang biasa terjadi pada ibu hamil sehingga Ny. T belum
memeriksakan kehamilan.
Ny. T sering menanyakan perubahan yang dialami pada
suami yang juga tidak mengetahui tentang perubahan tersebut.
Setiap perubahan yang dialami, keluarga berpikiran bahwa
mungkin hal tersebut dialami ibu hamil tanpa inisiatif untuk
memeriksakan kehamilan dan menanyakan kepada petugas
kesehatan. Keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan
(Puskesmas pembantu) yang jaraknya 1 km namun belum
memeriksakan kehamilan karena belum dianggap perlu.
Pemeriksaan fisik Ny. T, : conjungtiva pucat dan TTV TD :
100/70 mmHg, N : 84 x/menit, S : 360 C, P : 20 x/menit.
B. ANALISA DATA
NO DATA DX. KEPERAWATAN
1. DS :
- Ny. T mengeluh pusing saat mau Perubahan perfusi
berdiri. jaringan pada ibu T,
- Ny. T mengatakan mudah lelah keluarga Bapak A b/d
setelah beraktivitas. ketidakmampuan
DO : keluarga mengenal
- Conjungtiva pucat masalah anemia pada
- Tanda-tanda vital : ibu hamil.
TD : 100/70 mmHg
N : 84 x/menit
S : 360 C
P : 20 x/menit
2. DS :
- Ny. T belum memeriksakan Kurang pengetahuan
kehamilan keluarga Bapak A
- Ny. T mengatakan hamil pertama mengenai
kali perkembangan
- Ny. T mengatakan umur kehamilan yang normal
kehamilannya 4 bulan b/d ketidakmampuan
- Ny. T merasakan pergerakan janin keluarga mengenal
1 minggu yang lalu perubahan fisiologis
- Keluarga tidak mengerti tentang dan psikologis
perubahan yang terjadi selama kehamilan.
kehamilan
- Ny. T sering menanyakan
perubahan yang dialami pada
suami yang juga tidak mengetahui
tentang perubahan tersebut
- Setiap perubahan yang dialami,
keluarga berpikiran bahwa hal
tersebut mungkin dialami semua
ibu hamil
- HPHT : 17 7 2004
DO :
- Tampak pembesaran abdomen
akibat kehamilan
- TP : 24 4 2004
- BB : sebelum hamil : 38 kg
Saat ini : 41 kg
- Umur kehamilan : 16 18 minggu

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perubahan perfusi jaringan pada ibu T, keluarga Bapak A b/d
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anemia pada ibu hamil.
2. Kurang pengetahuan keluarga Bpk. A mengenai perkembangan
kehamilan yang normal b/d ketidakmampuan keluarga mengenal
perubahan fisiologis dan psikologis kehamilan.

D. PRIORITAS MASALAH
1. Anemia

NO. KRITERIA PERHITUNGAN SKOR PEMBENARAN


1. Sifat masalah : 3 x 1 1 Kurang/tidak sehat
kurang/tidak 3 karena memerlukan
sehat. tindakan secepat
mungkin untuk
2. Kemungkinan 2 x 2 2 mencegah
masalah dapat 2 komplikasi.
diubah dengan Sumber-sumber dan
mudah. tindakan untuk
memecahkan masalah
3. Potensial 2 x 1 2/3 dapat dijangkau oleh
masalah untuk 3 keluarga.
dicegah, cukup. Masalah dapat
dicegah dengan
4. Menonjolnya 1 x 1 1/2 mengkonsumsi
masalah. 2 makanan yang
banyak mengandung
zat besi.
Keluarga merasakan
masalah tetapi
dianggap merupakan
hal yang lazim terjadi
pada ibu hamil.
Jumlah 4 1/6
2. Kurang pengetahuan tentang perubahan kehamilan
NO. KRITERIA PERHITUNGAN SKOR PEMBENARAN
1. Sifat masalah : 1 x 1 1/3 Krisis karena
krisis. 3 memerlukan
penyesuaian dan
2. Kemungkinan 2 x 2 2 sumber daya dari
masalah dapat 2 keluarga.
diubah dengan Sumber-
mudah. sumber/fasilitas
3. Potensial 3 x 1 1 pelayanan kesehatan
masalah untuk 3 tersedia dan dapat
dicegah, tinggi. dijangkau keluarga.
4. Menonjolnya 1 x 1 1/2 Masalah dapat
masalah. 2 dicegah
denganpemberian
informasi penjelasan.
Keluarga merasakan
masalah tetapi tidak
harus segera diatasi.
Jumlah 3 5/6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Sasaran : Ny. T dan keluarga


Tempat : Di rumah Tn. A (RT 02 RW 02, Dusun Masumpu Desa Watu
Toa, Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng).
Topik : Anemia dalam kehamilan
Metode : ceramah dan tanya jawab
Media/alat : Leaflet
A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Ny. T dan keluarga mendapatkan gambaran umum tentang
anemia dalam kehamilan.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Dengan penyuluhan ini diharapkan Ny. T dan keluarga dapat :
1. Menjelaskan pengertian anemia dalam kehamilan.
2. Menyebutkan penyebab anemia dalam kehamilan.
3. Menyebutkan tanda dan gejala anemia dalam kehamilan.
4. Menyebutkan pengaruh anemia terhadap kehamilan, persalinan, nifas
dan janin.
5. Menyebutkan cara perawatan anemia.
C. MATERI (terlampir)
D. EVALUASI
Keluarga dapat menyebutkan/menjelaskan kembali tentang hal-
hal yang telah disampaikan :
- Pengertian anemia dalam kehamilan
- Penyebab anemia dalam kehamilan
- Tanda dan gejala anemia dalam kehamilanpengaruh anemia terhadap
kehamilan persalinan, nifas dan janinperawatan anemia.
ANEMIA DALAM KEHAMILAN

A. Pengertian
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar
haemoglobin di bawah 11 gr % pada trimester I dan III atau kadar
haemoglobin kurang dari 10,5 gr % pada trimester II.
B. Penyebab
1. Penurunan kadar Hb pada wanita sehat yang hamil disebabkan
ekspansi volume plasma yang lebih besar daripada peningkatan
volume sel darah merah dan haemoglobin.
2. Penyakit yang menyebabkan anemia pada kehamilan :
- Yang didapat : Anemia defisiensi besi, anemia akibat perdarahan,
anemia megaloblastik, anemia hemolitik didapat, anemia aplastik
atau hipoplastik.
- Heredites : Talasemia, hemoglobinopati sel sabit, anemia hemolitik
herediter.
C. Tanda dan gejala
- Merasa lelah dan sering mengantuk
- Merasa pusing dan lemah
- Merasa tidak enak badan dan napas pendek
- Sakit kepala
- Lidah perih
- Kulit pucat dan kering
- Pucat pada membran ,ukosa dan conjungtiva
- Pucat pada kuku jari tangan
- Tidak enak tidur
- Hilang nafsu makan, mual dan muntah
D. Pengaruh anemia terhadap kehamilan, persalinan, nifas dan janin
1. Pengaruh anemia dalam kehamilan
- Mengurangi masa menyenangkan dalam kehamilan
- Resiko terjadi abortus
- Partus prematurus
- Infeksi
- Pecompensasi kordis
2. Pengaruh anemia dalam persalinan
- Gangguan his/kekuatan mengejan
- Atonia uteri
3. Pengaruh anemia dalam masa nifas
- Perdarahan post parfum
- Infeksi puerperium
- Pengeluaran ASI berkurang
4. Pengaruh anemia terhadap janin
- IUGR
- BBLR
- Morbiditas dan mortalitas perinatal
E. Perawatan
- Istirahat yang cukup.
- Mengkonsumsi makanan yang bervariasi/nutrisi yang lengkap.
- Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan zat
besi seperti : kuning telur, ikan segar dan kering, hati, daging, kacang-
kacangan dan sayuran Hijau.
- Kolaborasi pemberian obat sulfat ferosus.

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. A DENGAN ANGGOTA


KELUARGA MENGALAMI ANEMIA DALAM KEHAMILAN
OLEH
KELOMPOK VIII

MUHAMMAD ARDI
ASRUL PARAWANSYAH
MAKKASAU
ASMAWATI
MARTHA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2004