You are on page 1of 7

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Artikel Pengaruh Globalisasi pada Perkembangan Ekonomi


Indonesia

Disusun Oleh :

Nama : Siti Dwi Rukmana Annur

NIM : 2223120793

Kelas : English 1 B

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2012
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
PKN ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah
satu tugas yang diberikan oleh dosen matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Anna Nurhasanah, S.Pd.
Kami harap, artikel ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal
ini dapat menambah wawasan kita mengenai dampak globalisasi terhadap
perkembangan ekonomi di Indonesia, khususnya bagi penulis. Makalah ini masih
jauh dari sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Serang, 23 Oktober 2012

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................ 1


1.2 Rumusan Masalah ...................................................................... 1

BAB II ISI ..................................................................................................... 2

BAB III ANALISIS ........................................................................................ 4


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Globalisasi ekonomi membawa perubahan yang besar pada sistem


perekonomian pada negara-negara berkembang, maupun negara-negara
miskin. Masuknya perusahaah multinasional sebagai perkembangan suatu
badan yang benar-benar tanpa kebangsaan, dan membawa peradaban yang
berasal dari negaranya sehingga turut mempengaruhi pembangunan hukum
nasional. Globalisasi ekonomi sekarang ini adalah manifestasi pembangunan
kapitalisme sebagai sistem ekonomi internasional. Manakala ekonomi
menjadi terintegrasi, harmonisai hukum mengikutinya. Sehingga globalisasi
ekonomi juga menyebabkan terjadinya globalisasi hukum. Globalisasi hukum
tersebut tidak hanya didasarkan kesepakatan internasional antar bangsa, tetapi
juga pemahaman tradisi hukum dan budaya antara barat dan timur. Salah satu
globalisasi yang sangat berpengaruh dalam bidang hukum adalah globalisasi
di bidang kontrak-kontrak bisnis internasional. Hal ini disebabkan negara-
negara maju membawa model kontrak baru ke negara berkembang, maka
partner mereka dari negara-negara berkembang menerima model-model
kontrak bisnis internasional tersebut, bisa karena sebelumnya tidak mengenal
model tersebut, dapat juga karena posisi tawar yang lemah. Indonesia sebagai
salah satu negara di dunia, tidak lepas dari pengaruh globalisasi sehingga
dipengaruhi oleh masuknya berbagai macam pranata ekonomi dan hukum
asing ke dalamnya. Akibat globalisasi ini maka terjadi benturan sistem hukum
yang dianut oleh Indonesia terhadap sistem hukum perusahaan-perusahaan
multinasional yang umumnya berasal dari negara maju.

1.2 Rumusan Masalah

1. Indonesia menjadi anggota CAFTA


2. Ketidakmampuan Indonesia bersaing di pasar bebas

1
BAB II

ISI

Pengaruh Globalisasi Pada Perkembangan Ekonomi


Indonesia
Globalisasi merupakan proses dimana hubungan sosial dan saling ketergantungan
antarnegara dan antarmanusia menjadi semakin tidak berbatas. Sedangkan
menurut Selo Soemardjan, Globalisasi adalah terbentuknya sistem organisasi dan
komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah
- kaidah yang sama. Globalisasi terjadi pada bidang informasi, ekonomi, serta
budaya. Sudah sejak lama pemerintah Indonesia menggembar - gemborkan
tentang globalisasi itu sendiri. Dengan harapan masyarakat dan pelaku industri
siap menghadapi segala dampak dari globalisasi terutama pengaruh globalisasi
pada perkembangan ekonomi Indonesia.

Pasar bebas merupakan salah satu bentuk nyata dari globalisasi ekonomi.
Pengaruh dari globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia diantaranya
adalah tumbuhnya kreativitas para pelaku ekonomi Indonesia serta semakin
mendunia produk - produk buatan Indonesia. Dengan adanya globalisasi, para
pelaku ekonomi, memang dituntut untuk semakin kreatif menciptakan produk -
produk yang tidak hanya mampu bersaing dengan sesama produk buatan dalam
negeri, namun juga harus mampu bersaing dengan produk - produk dari negara
lain. Tanpa adanya pengembangan produk, sudah pasti produk mereka tidak akan
bisa laku di pasaran. Terlebih sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation)
diberlakukan, barang - barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia.
Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga harga yang
ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk - produk buatan
Indonesia.

2
Sebenarnya banyak pihak yang menyayangkan mengapa Indonesia ikut
menandatangani CAFTA. Tidak hanya karena dunia industri Indonesia dianggap
belum siap menghadapi pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi
Indonesia, namun juga karena kondisi internal ekonomi Indonesia yang masih
belum stabil. Namun dengan alasan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang
jauh tertinggal dalam bidang ekonomi bila tidak turut serta dalam perjanjian
CAFTA tersebut, maka siap atau tidak, akhirnya Indonesia terlibat dalam pasar
bebas Asia.

3
BAB III
ANALISIS

Indonesia belum siap sebagai anggota CAFTA karena masih banyak


kekurangan yang harus dibenahi diantaranya inovasi yang rendah, daya saing
dengan negara maju masih sangat jauh. Hal ini disebabkan karena pendidikan di
Indonesia masih rendah. Tapi ini semua menguntungkan negara maju contohnya
bagi beberapa pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan bahan
baku import dari China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya
Indonesia ke dalam pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapatkan bahan baku
dengan harga yang jauh lebih murah karena dilakukannya perjanjian penghapusan
tarif import sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan.
Dengan mendapatkan bahan baku yang murah, maka secara otomatis kegiatan
industri bisa semakin berkembang.
Hal ini jelas merugikan Indonesia bukan hanya biaya import yang murah,
tapi juga kreatifitas untuk membuat inovasi makin berkurang karena
ketidakmampuan bersaing dengan kualitas tinggi. Sehingga Indonesia hanya
sebagai penikmat hasil karya bukan sebagai pembuat.
Indonesia seharusnya tidak menjadi anggota CAFTA yang hanya banyak
merugikan, lebih baik Indonesia berbenah dalam pendidikan dan mengembangkan
sumber daya alam dengan maksimal. Dan setelah siap untuk bersaing dengan
negara maju barulah Indonesia menjadi anggota CAFTA.