You are on page 1of 1

SURVEILANS ACUTE FLACCID PARALYSIS (AFP)

PUSKESMAS MELONG TENGAH TAHUN 2016

Upaya pemberantasan polio dilakukan melalui 4 strategi yaitu : imunisasi rutin, imunisasi
tambahan, surveilans AFP, dan pengamanan VPL di laboratorium. Dengan intensifnya
program imunisasi polio, maka kasus polio makin jarang ditemukan.
Dalam rangka mendapatkan sertifikasi Indonesia bebas polio, diperlukan surveillance kasus
AFP/ lumpuh layuh akut yang maksimal.

Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua kasus


kelumpuhan yang sifatnya layuh (flaccid).

Strategi penemuan kasus AFP dilaksanakan melalui surveilans berbasis Puskesmas dan
berbasis masyarakat. Oleh sebab itu tenaga kesehatan di puskesmas, maupun masyarakat
mempunyai peran yang sangat penting dalam surveilans AFP.

Tujuan surveilans AFP :


a) Menemukan semua kasus AFP di wilayah kerja Puskesmas
b) Melacak semua kasus AFP di wilayah kerja Puskesmas

Apa itu AFP ?


Acute Flaccid Paralysis adalah kelumpuhan atau kelemahan yang bersifat :
Layuh/lemas
terjadi dalam waktu kurang dari 14 hari
bukan disebabkan oleh trauma- trauma /kecelakaan akan tetapi karena
gangguan unit motorik syaraf.
Anak usia kurang dari 15 tahun