You are on page 1of 23

LAPORAN PENDAHULUAN

TINDAKAN KEPERAWATAN DENGAN KASUS

HARGA DIRI RENDAH

I. Masalah Utama
Harga diri rendah

II. Proses Terjadinya Masalah


1. Pengertian
Harga diri rendah

Adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri
yang negatif dan dapat secara langsung atau tidak langsung
diekspresikan (Towsend, 1998)

Adalah penilaian negatif seseorang terhadap diri dan kemampuan,


yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung (Schutt
dan Videbedt, 1998)

Adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya percaya diri


dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan (Keliat, 1998)

2. Rentang Respon

Respon Adaptif Respon Maladaptif

Aktualisasi Konsep diri Harga diri Kerancuan Depersonalisasi


diri positif rendah kronis identitas
3. Etiologi
a. Faktor predisposisi
Faktor predisposisi terjadinya harga diri rendah kronis adalah penolakan
orang tua yang tidak realistis, kegagalan berulang kali, kurang
mempunyai tanggung jawab personal, ketergantungan pada orang lain,
ideal diri yang tidak realista.

b. Faktor presipitasi
Faktor presipitasi terjadinya harga diri rendah kronis adalah hilangnya
sebagian anggota tubuh, berubahnya penampilan atau bentuk tubuh,
mengalami kegagalan, serta menurunnya produktivitas, gangguan
konsep diri : harga diri rendah kronis ini dapat terjadi secara situasional
maupun kronik. Ini dapat terjadi secara situasional maupun kronik.

Situasional disebabkan oleh trauma yang muncul secara tiba-tiba


misalnya : harus dioperasi, mengalami kecelakaan menjadi korban
pemerkosaan, atau menjadi narapidana sehingga harus masuk
penjara, hospitalisasi dan gangguan fisik.
Kronis berlangsung sejak lama yang dirasakan klien sebelum sakit
atau sebelum dirawat dimana pasien sudah memiliki pikiran negatif
sebelum dirawat dan menjadi semakin meningkat saat dirawat.
4. Tanda dan Gejala
- Mengkritik diri sendiri
- Perasaan hidup yang pesimis
- Pandangan hidup yang psimis
- Tidak menerima pujian
- Penurunan produktivitas
- Penolakan terhadap kemampuan diri
- Kurang memperhatikan perawatan diri
- Berpakaian tidak rapi
- Selera makan berkurang
- Tidak berani menatap lawan bicara
- Lebih banyak menunduk
- Bicara lambat dengan nada lemah

5. Akibat
Baik faktor predisposisi maupun presipitasi di atas bila telah mempengaruhi
seseorang baik dalam berpikir, bersikap maupun bertindak, maka dianggap
telah mempengaruhi koping individu tersebut sehingga menjadi tidak efektif
(mekanisme koping individu tidak efektif). Bila kondisi klien dibiarkan
tanpa ada intervensi lebih lanjut dapat menyebabkan kondisi dimana klien
tidak memiliki kemauan untuk bergaul dengan orang lain (isolasi sosial).
Klien yang mengalami insolasi sosial dapat membuat klien asik dengan
dunia dan pikkirannya sendiri-sendiri sehingga dapat muncul resiko perilaku
kekerasan.

6. Teori
Para ahli mengenai harga diri rendah kronis Plepau dan Sulivan dalam
Keliat (1999) mengatakan bahwa pengalaman interpersonal dimana atau
tahap perkembangan dari bayi sampai lanjut usia yang tidak menyenangkan
seperti goodme, badme, merasa sering di persalahkan, atau merasa tertekan
kelak akan menimbulkan perasaan aman yang tidak terpenuhi. Hal ini dapat
menimbulkan perasaan ditolak oleh lingkungan dan apabila koping yang
digunakan tidak efektif dapat menyebabkan harga diri rendah kronis.

Caplan dalam Keliat (1999) mengatakan bahwa lingkungan sosial


seperti perasaan dikucilkan, ditolak, serta tidak dihargai akan
mempengaruhi idnvidu. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan stress
dan menimbulkan penyimpangan perilaku seperti HDR Kronis.
III. A. Pohon Masalah

Effect Resiko tinggi perilaku kekerasan

Perubahan persepsi sensori, halusinasi

Core Problem

Isolasi sosial

Causa Harga diri rendah

Koping individu tidak efektif

B. Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji

Masalah keperawatan : HDR kronis


Data yang perlu dikaji
o Subyektif : - Mengungkapkan dirinya merasa tidak berguna
- Mengungkapkan dirinya merasa tidak mampu

- Mengungkapkan dirinya tidak semangat untuk


beraktifitas atau bekerja

- Mengungkapkan dirinya malas melakukan perawatan


diri (mandi, berhias, makan, atau toileting)

o Objektif : - Mengkritik diri sendiri


- Perasaan tidak mampu

- Pandangan hidup yang pesimitis


- Tidak menerima pujian

- Penurunan produktivitas

- Lebih banyak menunduk

- Berpakaian tidak rapi

- Berkurang selera makan

- Penolakan terdapat kemampuan diri

C. Masalah Keperawatan

1. Harga diri rendah


2. Koping individu tidak efektif
3. Isolasi sosial
4. Perubahan persepsi sensori : halusinasi
5. Resti perilaku kekerasan
IV. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah kronis

V. Rencana Tindakan
TUM 1 : Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal

TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya

1. Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip komunikasi


terapeutik.
- Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
- Perkenalkan diri dengan sopan
- Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai
- Jelaskan tujuan pertemuan
- Jujur dan menepati janji
- Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
- Beri perhatikan kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien
TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki

- Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien


- Setiap bertemu klien dihindarkan dari pemberian penilaian negatif
- Utamakan memberi pujian yang realistik

TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan

- Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan


- Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya

TUK 4 : Klien dapat (menetapkan) merencanakan kegiatan sesuai dengan


kemampuan yang dimiliki

- Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai
kemampuan
o Kegiatan mandiri
o Kegiatan yang membutuhkan bantuan total
- Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
- Berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan

TUK 5 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada

- Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah


direncanakan
- Beri pujian atas keberhasilan klien
- Diskusikan tentang kemungkinan pelaksanaan dirumah
TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada

- Beri pendidikan kesehatan pada klien, pada keluarga, tentang cara merawat
klien dengan HDR
- Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat
- Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah

Daftar pustaka

1. Stuart GW, Sudden. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC. 1995
2. Keliat Budiana, Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Edisi 1. Jakarta : EGC.
1999
3. Kusumawati Farida. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta : Salemba Medika.
2011
4. Fitria, Nita. Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. 2009
5. www.google.com
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Masalah : Harga diri rendah kronis

Pertemuan : Ke-1 (Pertama)

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi
Klien sedang duduk di atas tempat tidur sambil menunduk. Tidak mau
melihat dan bercakap-cakap dengan klien lain yang sedang duduk
disamping tempat tidurnya.
Klien masuk ke rumah sakit karena menolak untuk bergaul dengan orang
lain. Hal itu terjadi sejak bapaknya meninggal dunia dua tahun yang lalu.
Klien sering mengatakan bahwa dialah penyebab kematian bapaknya
karena dia tidak mampu menjaganya dengan baik. Klien mengatakan
seandainya dulu dia menyelesaikan pendidikan Akpernya pasti akan
mampu merawat bapaknya. Klien mengatakan bahwa dia adalah anak
yang bodoh dan tidak berguna bagi keluarga. Klien mengatakan dia tidak
seperti kakaknya yang mempunyai banyak keahlian. Bahkan untuk
menjaga bapaknya yang sakit saja dia tidak mampu.
Observasi pada klien didapatkan klien sering merunduk, menghindari
kontak mata, dan berbicara hanya sebentar atau seperlunya saja.
2. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah kronis

3. TUK /SP1
Klien mampu mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki
Klien mampu menilai kemampuan yang dapat digunakan
Klien mampu menetapkan atau memilih kegiatan yang sesuai kemampuan
Klien mampu melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuannya
Klien mampu merencanakan kegiatan yang sudah dilatihnya.
4. Tindakan Keperawatan
Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien
Tindakan yang dapat dilakukan perawat agar klien mampu
mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki adalah
dengan cara sebagai berikut :
a. Mendiskusikan bahwa klien masih memiliki sejumlah kemampuan dan
aspek positif, seperti melakukan pekerjaan rumah dengan keluarga dan
lingkungan terdekat klien
b. Beri pujian yang realistis atau nyata dan hidnarkan penilaian yang
negatif setiap kali bertemu dengan klien
Membantu klien agar mampu menilai kemampuan yang dapat digunakan.
Tindakan yang dapat dilakukan perawat agar klien mampu menilai
kemampuan yang dapat digunakan adalah dengan cara sebagai berikut:

a. Mendikusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan


saat ini setelah mengalami bencana.
b. Bantu klien menyebutkannya dan berikan penguatan pada kemampuan
diri yang diungkapkan klien
c. Perlihatkan respon yang kondusif dan jadilah pendengar yang aktif
Membantu klien agar dapat memilih atau menetapkan kegiatan sesuai
dengan kemampuan.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Mendiskusikan dengan klien beberapa aktivitas yang dapat dilakukan


dan dipilih sebagai kegiatan yang akan klien lakukan sehari-hari
b. Bantu klien dalam menetapkan aktivitas-aktivitas yang memerlukan
bantuan minimal dan bantuan penuh dari keluarga atau lingkungan
terdekat klien. Berikan contoh cara pelaksanaan aktivitas yang dapat
dilakukan klien. Susun bersama klien dan buat daftar aktivitas atau
kegiatan sehari-hari klien.
Melatih kegiatan klien yang sudah dipilih sesuai kemampuan.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Mendiskusikan dengan klien untuk menetapkan urutan kegiatan (yang


sudah dipilih klien) yang akan dilatihkan
b. Bersama klien dan keluarga memperagakan beberapa kegiatan yang
akan dilakukan klien
c. Berikan dukungan dan pujian yang nyata pada setiap kemajuan yang
diperlihatkan klien
Membantu klien agar dapat merencanakan kegiatan sesuai
kemampuannya. Untuk mencapai tujuan dari tindakan keperawatan
tersebut, berawat dapat melakukan hal-hal berikut :
a. Memberi kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah
dilatihkan
b. Beri pujian atas aktivitas atau kegiatan yang dapat dilakukan klien
setiap hari
c. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan perubahan setiap
aktivitas
d. Susun daftar aktivitas yang sudah dilatihkan bersama klien dan
keluarga
e. Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
setelah pelaksanaan kegiatan
f. Yakinkan bahwa keluarga mendukung setiap aktivitas yang dilakukan
klien

B. Strategi Komunikasi dan Pelaksanaan


1. Orientasi
Assalamualaikum. Selamat pagi N. Saya perawat ... panggil saja perawat ...
saya mahasiswa fakultas Ilmu keperawatan .... yang akan bertugas disini dari
jam 08.00-12.00 siang nanti. Apa yang menyebabkan N dibawa kesini?
Apakah N masih mengingatnya? Bagaimana kalau kita membicarakan tentang
alasan N tidak mau bergaul dengan orang lain dan terus menyendiri saja
didalam kamar? Dimana kita membicarakannya? Bagaimana kalau di luar
saja? Berapa lama? 20 menit saja?

2. Kerja
Coba N ceritakan apa yang meneybabkan N tidak mau bergaul dengan orang
lain? Apa yang meneybabkan N merasa bersalah? Apa yang menyebabkan N
merasa sangat bodoh? Bagaimana dengan kemampuan lain seperti
kemampuan akademi lainnya selain komputer?

Jika klien diam saja atau menggeleng, maka katakan :

Perawat yakin N pasti memilikinya, atau N memiliki hobi yang N sukai?

Jika klie mengangguk, maka katakan :

Nah apa saja? Coba ceritakan ke perawat. Bagus, apalagi? Saya buat
daftarnya. Apalagi kegiatan lain? Menyanyi misalnya? Atau mengaji? Wah ...
bagus sekali ada enam kemampuan yang N miliki. N, dari enam kemampuan
yang dimiliki mana yang masih bisa dilakukan dirumah sakit? Coba kita lihat
yang pertama bisakah, yang kedua ... (misalnya ada tiga kemampuan yang
bisa dilakukan), wah bagus sekali masih ada tiga kemampuan yang bisa
dilakukan di rumah sakit. Sekarang coba N pilih salah satu yang mampu
dilakukan di rumah sakit. Bagus sekali, sekarang kita coba latih kemampuan
N dalam membaca Al-Quran. N pernah mengaji selama di rumah sakit ini?
Bagus sekali. Biasanya Al-Qurannya didapat dari siapa? Baiklah, sekarang
suster pinjamkan al-quran, dan coba N membaca ayat yang N inginkan. Bagus
sekali bacaan N, pembacaan hurufnya juga tepat. Sekarang coba dilanjutkan
ke ayat yang berikutnya. Nah sekarang kita sudah selesai mengaji, N tutup
saja Al-Qurannya.
3. Terminasi
Bagaimana perasaan N setelah kita bercakap-cakap dan latihan mengaji tadi?
Ternyata masih banyak memampuan N yang bisa dilakukan dirumah sakit ini
yang sudah N praktikkan dengan baik sekali. Bagiamana kalau kita masukkan
kegiatan ini didalam jadwal harian N. Menurut N jam berapa mau
dimasukkan? Bagus sekali, berarti jam 05.30 setelah salat subuh dan 18.30
setelah salat subuh dan 18.30 setelah salat magrib ya. Baiklah, bagaimana
kalau dua jam lagi saya datang dan kita melatih kemampuan N yang kedua
yaitu menanm bunga. Tempatnya disini saja ya N

Tabel 2.1 Pengkajian pada Klien dengan Harga Diri Rendah Kronis dalam
Asuhan Keperawatan

1. Keluhan utama ....


2. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan ....
3. Konsep diri ....
- Gambaran diri ....
- Ideal diri ....
- Harga diri ....
- Identitas .....
- Peran ....
Jelaskan : ....

Masalah keperawatan : ....

4. Alam perasaan
Berikan tanda () pada kolom yang sesuai dengan data pada klien!

( ) Sedih ...

( ) putus asa ....

( ) ketakutan ...
( ) gembira berlebihan ...

Jelaskan : ....

Masalah keperawatan : ....

5. Interaksi selama wawancara


Berikan tanda () pada kolom yang sesuai dengan data pada klien!

( ) Bermusuhan

( ) Tidak kooperatif

( ) Mudah tersinggung

( ) Kontak mata kurang

( ) Defensif

( ) Curiga

Jelaskan : .....

Masalah keperawatan : ....

6. Penampilan
Jelaskan : ....

Masalah Keperawatan : ....

Sumber Keliat (2006)


LATIHAN FASE ORIENTASI, KERJA, DAN TERMINASI

PADA SETIAP SP

Latihan 1. Mengkaji klien dengan harga diri rendah kronis

1. Membina hubungan saling percaya


Perawat perlu membina hubungan saling percaya untuk mendapatkan data-data
yang mendukung adanya masalah atau gangguan konsep diri : harga diri rendah
kronis. Berikut contoh percakapannya

Orientasi

Assalamualaikum, perkenalkan nama saya perawat ..., dari Puskesmas .... apakah
kita bisa berkenalan? Bagaimana kalau kita berbincang-bincang selama 15 menit?
Dimana?

Kerja

Bagaimana perasaan Bapak/ibu hari ini? Adakah yang Bapak/Ibu pikirkan?


Bagaimana kalau Bapak/ibu menceritakannya pada saya? Saya siap
mendengarnya.

Terminasi

Bagaimana perasaannya setelah berbincang-bincang tadi? Baiklah kita ketemu


lagi minggu depan untuk berbincang-bincang tentang kemampuan dan aspek
positif yang masih dimiliki Bapak/Ibu? Bagaimana kalau pagi jam 10 dirumah
bapak/ibu?

Setelah hubungan saling percaya terbina antara perawat dengan klien, tindakan
yang dilakukan perawat selanjutnya adalah mengkaji adanya masalah gangguan
konsep diri : harga diri rendah kronis. Berikut contoh percakapan cara perawat
mengkaji klien dengan harga diri rendah kronis.
Orientasi :

Assalamualaikum bagaimana perasaan Bapak/Ibu hari ini? Sesuai dengan janji


kita minggu lalu, bagaimana kalau kita akan bercakap-cakap. Selama 20 menit,
ada beberapa hal yang akan kita diskusikan?

Kerja

Bagaimanakah perasaap bapak/ibu setelah mengalami gempa dan tsunami? Apa


harapan bapak/ibu setelah mengalami kejadian tersebut? Bagaimana bapak/ibu
dapat mencapai keinginan bapak/ibu yang belum tercapai? Sejauh ini apa yang
bapak/ibu rasakan jika harapan atau keinginan tersebut tidak tercapai?

Bagaimana pandangan orang lain dalam menilai bapak/ibu? Menurut bapak/ibu


apa kelebihan yang dimiliki dan bagaimana dengan kekurangan atau kelemahan
yang bapak/ibu rasakan?

Terminasi

Baiklah kita sudah bicara tentang apa yang bapak/ibu rasakan, bagaimana kalau
minggu depan kita ketemu lagi untuk membicarakan beberapa kemampuan positif
atau kegiatan lain yang masih dapat dilakukan bapak/ibu?

Latihan 2. Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang masih


dimiliki klien

Berikut ini beberapa contoh percakapan perawat klien dalam mendiskusikan


kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien

Orientasi :

Assalamualaikum, bagaimana keadaan Bapak/Ibu hari ini? Bapak/ibu saya lihat


sudah lebih segar dan berpakaian rapi, bagaimana kalau hari ini kita bercakap-
cakap tentang kegiatan yang bapak lakukan sehari-hari? Dimana? Bagaimana
kalau selama 15 menit?
Kerja:

Apa saja kegiatan yang bapak / ibu lakukan setiap hari? Menurut bapak/ibu
kegiatan apa yang sebenarnya ingin bapak/ibu lakukan tetapi belum dapat
dilakukan saat ini? Dapatkah bapak/ibu menyebutkannya? bagaimana dengan
kegiatan memasak atau merapikan rumah? Baik sekali pak/bu, sudah dapat
meneybutkan kegiatan sehari-hari yang sebenarnya dapat bapak/ibu lakukan.

Bagaimana tanggapan keluarga saat Bapak/Ibu melakukan kegiatan tersebut?


Bentuk dukungan apa yang bapak/ibu harapkan? Bagaimanha perasaan bapak/ibu
dengan adanya dukungan dari keluarga? Ya! Ternyata bapak/ibu harus bersyukur
keluarga sangat mendukung bapak/ibu!

Terminasi :

Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah kita bercakap-cakap tentang kegiatan


yang bapak/ibu masih dapat dilakukan? Baiklah kita akan bertemu kembali
minggu depan untuk membicarakan tentang beberapa kegiatan lainnya yang dapat
dilakukan bapak/ibu pada waktu yang akan datang. Bagaimana kalau bertemu jam
10 pagi?

2. Membantu klien agar mampu menilai kemampuan yang dapat digunakan


Perawat dapat melakukan tindakan sebagai berikut :

Mendiskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini
setelah mengalami bencana.
Bantu klien menyebutkannya dan berikan penguatan terhadap kemampuan
diri yang diungkapkan klien
Perhatikan respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang aktif
Latihan 3. Membantu klien agar mampu menilah kemampuan yang dapat
digunakan.

Berikut ini contoh percakapan perawat klien dalam menilai kemampuan yang
dapat digunakan klien saat ini.

Orientasi

Assalamualaikum, bagaimana keadaan Bapak/ibu hari ini? Saya lihat bapak/ibu


pagi ini sudah lebih segar. Bagaimana kalau pagi ini kita berbincang-bincang
tentang kegiatan atau kemampuan positif pada bapak/Ibu, yang sudah kita
bicarakan pada minggu yang lalu? Bagaimana kalau 20 menit?

Kerja :

Bagaimana kegiatan bapak/ibu setiap hari mulai dari bangun pagi hari sampai
malam? Coba ceritakan apa saja yang dilakukan? Bagaimana perasaannya setelah
bapak/ibu melakukan kegiatan tersebut? Baik sekali apa yang sudah bapak/ibu
lakukan! Menurut pendapat bapak/ibu apakah kegiatan-kegiatan tersebut
merupakan kemampuan baik bapak/ibu? Apakah kemampuan tersebut dimiliki
semua orang? Adakah sebenarnya kegiatan yang masih ingin bapak/ibu lakukan
selain yang sudah dibicarakan tadi?

Baiklah, dari beberapa kegiatan tersebut manakah yang dirasakan lebih nyaman
bagi bapak/ibu untuk mengerjakannya? Menurut pendapat bapak/ibu adakah
bantuan yang diharapkan dari keluarga? Dapatkah bapak/ibu menceritakan
adanya faktor pendukung atau mungkin penghambat dalam melakukan kegiatan
tersebut?

Terminasi :

Bagaimana perasaannya? Ternyata banyak kegiatan yang dapat dilakukan


bapak/ibu. Bagaimana kalau kita bertemu kembali minggu depan untuk
membicarakan bagaimana bapak/ibu dapat memilih beberapa kegiatan yang sudah
bapak/ibu kemukakan tadi?

3. Membantu klien agar mampu memilih atau menetapkan kegiatan sesuai


dengan kemampuan
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

Mendiskusikan dengan klien beberapa aktivitas yang dapat dilakukan dan


dipilih sebagai kegiatan yang akan dilakukan sehari-hari
Bantu klien menetapkan aktivitas mana yang dapat klien lakukan secara
mandiri, mana aktivitas yang memerlukan bantuan. Minimal dari keluarga dan
aktivitas apa saja yang memerlukan bantuan penuh keluarga atau lingkungan
terdekat klien. Berikan contoh cara pelaksanaan aktivitas yang dapat
dilakukan klien. Lakukan penyusunan jadwal bersama klien dan buat daftar
aktivitas atau kegiatan sehari-hari klien.

Latihan 4. Membantu klien agar dapat memilih atau menetapkan kegiatan


yang sesuai dengan kemampuan

Berikut ini ada beberapa contoh percakapan perawat klien dalam membantu klien
memilih atau menetapkan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan aspek
positif yang masih dimiliki klien.

Orientasi :

Assalamualaikum, bagaimana perasaannya hari ini? Bapak/ibu terlihat lebih


segar! Bagaimana kalau kita lanjutkan perbincangan kita tentang kegiatan sehari-
hari yang dapat bapak/ibu lakukan? Bagaimana kalau diruang tamu? Bagaimana
kalau 20 menit, bersedia?
Terminasi :

Baiklah kita akan lanjutkan bincang-bincang ini pada minggu depan dengan
mulai melatih 5 kegiatan tadi. Bagaimana pak/bu, setuju? Bagaimana kalau
waktunya 25 menit karena nanti kita akan latihan?

4. Melatihan kegiatan klien yang sudah dipilih sesuai kemampuan


Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

Mendiskusikan dengan klien untuk menetapkan urutan kegiatan (telah dipilih


klien sebelumnya) yang akan dilatihkan
Bersama klien dan keluarga mendemonstrasikan beberapa kegiatan yang akan
dilakukan klien.
Latihan 5. Melatih kegiatan yang sudah dipilih klien sesuai
kamampuannya.

Berikut ini beberapa contoh percakapan perawat klien dalam membantu melatih
kegiatan yang sudah dipilih, sesuai dengan kemampuan dan aspek positif yang
masih dimiliki klien.

Orientasi :

Selamat pagi pak/bu! Bagaimana keadaannya pagi ini? Bagaimana kalau hari ini
kita latihan kegiatan yang sudah bapak/ibu tetapkan minggu lalu? Bagaimana
kalau berlatih diruang makan atau didapur?

Kerja :

Menurut bapak/ibu, kita akan melakukan latihan yang mana dulu dari 5 kegiatan
ini. Bagaimana kalau 2 kegiatan terlebih dahulu yang dilatihkan? Bagaimana
kalau bapak/ibu menyebutkan 1 kegiatan beserta langkah-langkahnya, dan begitu
selanjutnya. Bagaimana kalau bapak/ibu yang meneybutkan dan saya membantu
mencatatnya. Baik ternyata cukup banyak langkah-langkah kegiatan yang
bapak/ibu masih ingat.
Coba bagaimana kalau bapak/ibu demonstrasikan kegiatan pertama ini! Bagus,
sudah baik apa yang bapak/ibu lakukan. Baiklah bagaimana kalau dicoba kegiatan
kedua setelah bapak/ibu istirahat dulu.

Terminasi :

Bagaimana pak/bu perasaannya? Setelah melakukan kegiatan tadi? Baiklah


pak/bu bagaimana kalau kita ketemu lagi Rabu depan, jam 10 pagi? Jika lanjutkan
percakapan tentang rencana kegiatan dan latihan kegiatan lainnya.

5. Membantu klien agar dapat merencanakan kegiatan sesuai kemampuannya


Untuk mencapai tujuan dari tindakan keperawatan tersebut, saudara dapat
melakukan hal-hal berikut

Memberi kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah


dilatihkan
Beri pujian atas aktivitas atau kegiatan yang tdapat dilakukan klien tiap hari
Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap
aktivitas
Susun daftar aktivitas yang sudah dilatihkan bersama klien dan keluarga
Berikan kesempatan mengungkapkan perasaannya setelah pelaksanaan
kegiatan
Yakinkan bahwa keluarga mendukung setiap aktivitas yang dilakukan klien.
Latihan 6. Membantu klien merencanakan kegiatan yang sudah dilatihkan.

Berikut ini contoh percakapan perawat kliennya.

Orientasi :

Selamat pagi pak/bu! Bagaimana keadaannya pagi ini? Bapak/ibu hari ini terlihat
segar! Bagaimana kalau hari ini kita melanjutkan diskusi kemarin tentang jadwal
rencana kegiatan yang sudah bapak/ibu latihkan? Bersedia bapak/ibu jika kita
melakukannya selama 20 menit? Bapak/ibu ingin kita berdiskusi dimana?
- Kerja :

Bagaimana kalau bapak/ibu yang menyebutkan dan saya bantu mencatatnya


baik! Ternyata cukup banyak aktivitas yang dapat bapak/ibu lakukan! Bagaimana
kalau kegiatan ini bapak/ibu lakukan dengan melengkapinya seperti ini (memberi
contoh/mendemonstrasikannya). Baiklah pak/bu sudah ada daftar aktivitas yang
bapak/ibu dapat lakukan. Sepertinya bapak/.ibu terlihat bersemangat ingin segera
memulainya. Bagaimana jika kita mendiskusikan daftar kegiatan ini dengan
keluarga? Baiklah! Keliatannya bapak/ibu sudah siap melaksanakannya.

Terminasi :

Bagaimana perasaan bapak/ibu dengan tersusunnya beberapa kegiatan ini?


Baiklah kita akan bertemu kembali minggu depan untuk melanjutkan
pembicaraan kikta tentang beberapa kegiatan lainnya yang dapat dilakukan
bapak/ibu pada waktu yang akan datang. Bersediakan pak/bu? Bagaimana kalau
bertemu jam 10 pagi?

6. Tindakan keperawatan pada keluarga


Keluarga diharapkan dapat merawat klien dengan harga diri rendah kronis di
rumah dan menjadi sistem pendukung yang efektif bagi klien.

Tujuan :

a. Keluarga dapat membantu klien mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki


b. Keluarga memfasilitasi aktivitas klien yang sesuai kemampuan
c. Keluarga memotivasi klien untuk melakukan kegiatan sesuai dengan latihan
yang telah dilakukan
d. Keluarga mampu menilai perkembangan perubahan kemampuan klien
Tindakan keperawatan:

a. Diskusikan dengan kelaurga mengenai kemampuan yang dimiliki klien


b. Anjurkan keluarga untuk memotivasi klien agar menunjukkan kemampuan
yang dimiliki
c. Anjurkan keluarga untuk memotivasi klien dalam melakukan kegiatan yang
sudah dilatihkan klien oleh perawat
d. Ajarkan keluarga cara mengamati perkembangan perilaku klien

Latihan 7. Keluarga dapat membantu memotivasi klien dalam melakukan


kegiatan yang sudah dilatihkan.

Berikut ini contoh percakapan perawat-keluarga dalam memotivasi klien harga


diri rendah kronis melakukan aktivitas sehari-hari.

Orientasi :

Assalamualaikum .... bagaimana keadaan bapak/ibu (keluarga) disini? Saya


perawatnya ibu X, bagaimana kalau hari ini saya akan melanjutkan percakapan
tentang perlunya bapak/ibu mendorong dan membantu ibu X melakukan kegiatan-
kegiatan yang sudah dilatihkan? Waktunya 20 menit, dimana ya Bu tempat yang
nyaman untuk bercakap-cakap?

Kerja :

Perlu saya jelaskan bahwa ibu X sudah berlatih melakukan kegiatan A dan B
(misalnya merapikan tempat tidur atau memelihara kebersihan diri seperti mandi),
bagaimana kalau Bapak/ibu membantu mengingatkannya? Jika ibu X
melakukannya berikan pujian. Bapak/ibu bagaimana kalau kita juga membantu
ibu X menyiapkan alat-alat yang diperlukan. Bagaimana menurut bapak/ibu
apakah ada kegiatan lain yang sebenarnya perlu dilatihkan oleh ibu X?
Terminasi :

Bagaimana pak/bu perasaannya setelah membicarakan peran keluarga bagi ibu


X? Bagaimana jika saya dan Bapak/ibu bersama-sama memantau kegiatan ibu X
berikutnya? Baiklah minggu depan kita bertemu kembali untuk
mendiskusikannya?