You are on page 1of 3

Morfologi tumbuhan (rumus dan diagram bunga)

Contoh laporan praktikum morfologi tumbuhan :


Topik : Rumus dan Diagram Bunga
Tujuan : Untuk membuat rumus bunga dan diagram bunga
Hari/ tanggal :
Tempat :
I. ALAT DAN BAHAN
Alat alat yang digunakan pada praktikum ini :
1. Baki/ nampan
2. Cutter/ silet
3. Alat tulis (penggaris, jangka, pensil, kertas)
Bahan- bahan yang digunakan pada praktikum ini :
1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
2. Bunga Tasbih (Canna sp)
3. Ranting Alamanda (Allamanda cathartica L.)
4. Bunga Kertas (Bougenvilia spectabilis)
5. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
6. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
II. CARA KERJA
1. Mempersiapkan semua alat dan bahan
2. Membuat rumus bunga dan diagram bunga dari bahan - bahan yang tersedia.
III. TEORI DASAR
Bagian tumbuhan yang sering dideskripsikan adalah bunga. Dalam mendeskripsikan bunga,
selain dengan kata-kata, dapat ditambahkan dengan gambar-gambar yang melukiskan bagian-
bagian bunga atau berupa diagram bunga. Kecuali dengan diagram, susunan bunga dapat
dinyatakan dengan sebuah rumus yang terdiri atas lambang-lambang, huruf-huruf dan angka-
angka yang semua itu dapat memberikan gambaran mengenai berbagai sifat bunga beserta
bagian-bagiannya.
Diagram Bunga
Diagram bunga merupakan gambaran proyeksi pada bidang datar dari semua bagian yang
dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan penampang - penampang melintang daun
- daun kelopak, tajuk bunga, benang sari, dan putik, juga bagian - bagian lain yang masih ada
selain keempat bagian utama tesebut.
Dalam membuat diagram bunga perlu diperhatikan letak bunga pada tumbuhan (Iaxillaries atau
terminalis) dan bagian - bagian bunga (jumlah, bentuk, kedudukan) itu sendiri. Pembuatannya
sendiri dapat secara empirik (keadaan sesungguhnya) atau teoritik (keadaan seharusnya).
Rumus Bunga
Lambang - lambang yang dipakai dalam rumus bunga memberitahukan sifat - sifat bunga
bertalian dengan simetri dan jenis kelaminnya, huruf - huruf merupakan singkatan dari bagian -
bagiannya, sedangkan angka menyatakan jumlah masing - masing bagian bunga. Oleh suatu
rumus bunga dapat ditunjukan hal - hal sebagai berikut :
a. Kelopak (Calyx) dinyatakan dengan huruf K
b. Mahkota atau tajuk (Corolla) dinyatakan dengan huruf C
c. Benang sari (Androecium) dinyatakan dengan huruf A,
d. Putik (gynaecium) dinyatakan dengan huruf G
Jika antara kelopak bunga dan mahkota tidak dapat dibedakan, untuk menyatakan bagian
tersebut digunakan huruf P untuk tenda bunga (Perigonium). Penulisan rumus bunga, dibelakang
huruf - huruf tersebut ditaruhkan angka -angka yang menyatakan jumlah bagian - bagian bunga
tersebut. Antara huruf dan angka dari suatu bagian bunga diberikan tanda koma (,).
Di depan rumus bagian bunga, hendaknya ditambah kan simetris dari bunga, biasanya diberikan
dua macam tanda simetri yaitu (*) untuk bunga bersimetri banyak dan tanda () untuk bunga
bersimetri satu. Selain lambang yang menunjukkan jenis kelamin bunga. Untuk bunga, dipakai
lambang ( ), untuk bunga jantan dipakai lambang ( ), dan bunga betina dipakai lambang ( ). Untuk
menyatakan keadaan antara daun-daun kelopak, tajuk, dan benang sari (berlekatan atau
terpisah), digunakan tanda kurung untuk mengapit angka. Sedangkan bakal buah, dinyatakan
adanya garis (di atas atau dibawah) angka yang menunjukan jumlah putik, sesuai keduduknnya.
IV. HASIL PENGAMATAN
V. ANALISA DATA
1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Bunga sepatu termasuk bangsa malvales, mempunyai ciri khas yaitu terdapatnya columna, yaitu
bagian bunga yang terdiri dari pelekatan bagian bawah tangkai sarinya membentuk badan yang
menyelubungi putik dan bagian pangkalnya berlekatan dengan pangkal daun daun mahkota,
sehingga bila mahkota bunga ditarik keseluruhannya akan terlepas dari bunga bersama sama
dengan benang benang sari dengan meninggalkan kelopak dan bakal buah saja. Dari hasil
pengamatan diketahui bahwa bunga sepatu memiliki rumus bunga K (7 + (5)) + 6, C5, A( ),
G5. Artinya bunga sepatu merupakan bunga banci, yaitu pada bunganya terdapat puitk dan
benang sari. Bersimetri 1, dan mempunyai 5 buah kelopak utama yang saling berlekatan dan
dilengkap dengan daun pelindung / kelopak tambahan sebanyak 6 buah yang tidak saling
berlekatan, 5 buah mahkota bunga yang juga tidak berlekatan. Bengan sarinya sangat banyak
dan saling berlekatan.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Species : Hibiscus rosa-sinensis L.
2. Bunga Tasbih (Canna sp)
Bunga tasbih merupakan karangan bunga yang kerap kali bercabang, bunga dalam bulir atau
tandan. Tangkai pendek, kelopak daun tidak sama. Kerap kali berwarna serupa mahkota,
panjang antara 1 15 cm. Bunga tasbih adalah bunga banci, bunganya tidak simetris,
mempunyai daun kelopak yang terpisah, daun mahkota ada 3 yang juga terpisah. Benang sari
ada 3 dengan bakal buah yang tenggelam. Rumus bunga tasbih adalah K3, C3, A5, G1.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Familia : Cannaceae
Genus : Canna
Species : Canna indica
3. Ranting Alamanda (Allamanda cathartica L.)
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada ranting alamanda diketahui bahwa alamanda
mempunyai rumus bunga K5, C5, A5, G1, A1. Artinya bunga alamanda adalah bunga banci,
bersimetri 1, memiliki 5 buah kelopak yang tidak berlekatan, dan memiliki banyak benang sari
yang berlekatan satu sama lain dan seluruhnya berlekatan lagi dengan 5 buah daun mahkotanya,
pada bunga ini putiknya hanya ada satu dan tidak berlekatan.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Apocynales
Familia : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Species : Allamanda cathartica L.
4. Bunga Kertas (Bougenvilia spectabilis Willd.)
Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga kertas (Bougenvile) terletak diujung, namun
ada pula yang terletak diketiak daun. Bunga ini daun pemikatnya ditempeli oleh satu bunga
tabung untuk setiap satu daun pemikat. Rumus bunganya adalah K(5), C(5), A7, G1, artinya
bunga kertas merupakan bunga banci yang bersimetri 1, memiliki 5 buah mahkota yang saling
berlekatan dengan benang sari yang tak terhingga/ banyak dan 1 buah putik yang tidak
berlekatan. Tanaman ini merupakan tumbuhan liana yang kokoh dan menjauhi batang.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Familia : Phytolaccaceae
Genus : Bougenvilia
Species : Bougenvilia spectabilis Willd.
5. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga teratai mempunyai rumus bunga P(4 + 4
+ 8 + 8 + 8 + 8), A, G1. Artinya bunga teratai merupakan bunga jantan (hanya memiliki benang
sari) yang bersimetri 1, seta memiliki benang sari yang sangat banyak/ tak terhingga. Tenda
bunga berwarna putih. Bentuk tenda bunga yaitu jorong, tidak saling berlekatan satu sama lain,
dan terletak berseling. Memiliki banyak benang sari yang terkumpul berbentuk pipih, terletak
disebelah dalam tenda bunga.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Nymphaeales
Familia : Nymphaeaceae
Genus : Nymphaea
Species : Nymphaea lotus L.
6. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Bunga ini termasuk bunga majemuk berkelamin dua, zygomorf, mempunyai benang sari dan
kepala putik yang terletak pada suatu kotak dan pada tenda bunga mempunyai serupa tajuk dan
warnanya bermacam macam. Seperti warna tajuk bunga. Bunganya banyak terdapat pada
setiap tangkai dan berbentuk seperti kalajengking. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa
bunga anggrek mempunyai rumus bunga P5, A1, G1. Artinya bunga ini merupakan bunga
banci yang bersimetri 1, memiliki 5 buah daun tenda bunga yang tidak berlekatan, 2 buah benang
sari dan 2 buah putik yang juga tidak saling berlekatan.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Orchidales
Familia : Orchidaceae
Genus : Arahnis
Species : Arahnis flos-aeris
IV. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan pada tiap tiap bunga, diketahui bahwa rumus bunga :
1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) : K (7 + (5)) + 6, C5, A( ), G5
2. Bunga Tasbih (Canna sp) : K3, C3, A5, G1
3. Ranting Alamanda (Allamanda cathartica L) :K5, C5, A5, G1.
4. Bunga Kertas (Bougenvilia spectabilis) : K(5), C(5), A7, G1
5. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L) : P(4 + 4 + 8 + 8 + 8 + 8)
6. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris) : P5, A1, G1.
V. DAFTAR PUSTAKA
Adria, R. A. & Sri Amintarti. 2004. Petunjuk Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA FKIP UNLAM.
BJM.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. UGM Press. Yogyakarta.